Beranda blog Halaman 1088

Polsek Bontang Selatan Tingkatkan Patroli Saat Jam Rawan Gangguan Kamtibmas

0

BONTANG – Polsek Bontang Selatan meningkatkan patroli pada jam rawan gangguan kamtibmas, terutama pada malam hari di wilayah hukum Polsek Bontang Selatan. Patroli untuk mencegah aksi kriminalitas 3C (Curat, Curas dan Curanmor) maupun kejahatan jalanan serta menciptakan situasi kamtibmas yang  aman dan kondusif.

Saat patroli Selasa (12/7/2022) dini hari lalu, anggota Polsek Bontang Selatan melaksanakan patroli mobile system dengan menyambangi tempat-tempat  yang dianggap rawan  gangguan kamtibmas seperti, ATM perbankan, pertokoan di Pasar Malam Berbas, lapangan Kampung Baru, serta perumahan warga.

Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri mengatakan, patroli dan penjagaan terus ditingkatkan terutama pada jam-jam rawan seperti tengah malam sampai dini hari. ”Dengan kegiatan patroli ini diharapkan dapat mencegah niat para pelaku tindak kejahatan yang akan melakukan aksinya,” kata Iptu Abdul Khoiri.

Iptu Abdul Khoiri menerangkan, patroli malam hingga dini hari terus ditingkatkan ke seluruh wilayah hukum polsek Bontang Selatan. ”Kerawanan gangguan kamtibmas yang kita waspadai adalah malam hari hingga dini hari menjelang subuh, terutama saat pedagang yang berbelanja untuk berjualan yang berangkatnya subuh,” pungkas Kapolsek Bontang Selatan. (hms)

Regulasi Berubah di Pusat, DPRD Bahas Perdana Raperda Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

0

BONTANG – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan keuangan daerah kembali dibahas, setelah sebelumnya Perda tentang keuangan daerah itu pernah direvisi pada tahun 2007 dan tahun 2013. Ketua Komisi II Rustam memimpin pembahasan perdana Raperda terkait keuangan itu di ruang rapat lantai II Sekretariat DPRD Kota Bontang.

Hadir Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bontang, Sony Suwito, Inspektorat Daerah dan Bagian Hukum Kota Bontang. Selain itu tampak pula Anggota Komisi yang membidangi perekonomian dan keuangan, Suharno, Sutarmin, Sumaryono, Siti Yara dan Bakhtiar Wakkang.

Dasar penggodokan kembali Raperda baru tentang pengelolaan keuangan itu karena adanya regulasi baru yaitu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019. “Instruksi PP ini sudah dalam bentuk naskah akademik, bahkan perwalinya sudah siap,” tutur, Rustam.

Menurut politisi asal Partai Golkar ini, dalam PP ini pihaknya menilai klausul dalam aturan baru ini telah diatur secara lengkap dan gamblang. Sehingga ia yakin cukup sempurna.

Seperti halnya aturan terkait penggunaan anggaran, pencairan bahkan pelaporan penggunaan anggaran diatur lebih lengkap dari Perda sebelumnya. “Penggunaan anggarannya, cara pencairannya dan Laporannya bahkan lintas bendahara umum daerah dan semua OPD dibahas dalam satu Raperda ini, tinggal kita menyesuaikan aja,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa Raperda berisi 15 BAB dan 208 Pasal itu akan optimal digunakan pada tahun 2023 mendatang. “Leading sektornya adalah BPKAD, BPKAD sebagai bendahara daerah,” tegasnya.

Di hadapan tim asistensi Rustam berharap Raperda tentang Pengelolaan keuangan daerah dapat selesai 2 bulan mendatang. “Meski bulan Desember deadlinenya kami upayakan selesai bulan Agustus,” pungkas Rustam. (adv)

Agar Berjalan Lebih Baik, Pemkot Evaluasi Program Rantang Kasih

0

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menggelar evaluasi program Rantang Kasih, Senin (11/7/2022) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. Program berupa pemberian makanan siap santap kepada lansia terlantar ini telah dilaksanakan sejak Maret 2022.

Rapat evaluasi itu dipimpin Wali Kota Bontang Basri Rase dan dihadiri Sekda Bontang Aji Erlynawati, seluruh asisten, Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, Bahtiar menuturkan program Rantang Kasih telah dilaksanakan sejak Maret 2022 dengan total sasaran 88 lansia.

“Saat ini total lansia yang menerima manfaat program ini sebanyak 88 orang, yang terdiri dari Kecamatan Bontang Utara sebanyak 28 orang, Kecamatan Bontang Barat 28 orang dan Bontang Selatan sebanyak 32 orang” papar Bahtiar.

Ia juga membeberkan Bontang adalah kota pertama yang menerapkan program ini, sehingga beberapa kota lain datang untuk belajar ke Kota Bontang terkait penerapan program ini.

Wali Kota Basri Rase menjelaskan tujuan program Rantang Kasih ialah sebagai wujud perhatian Pemkot Bontang untuk meningkatkan kesejahteraan dan perbaikan gizi para lansia yang tidak mampu dan terlantar.

“Saat ini lansia menerima makanan sebanyak 2 kali sehari dengan rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa kecukupan gizi dan kebutuhan nutrisi tiap orang berbeda sehingga makanan yang diberikan haruslah makanan sehat yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan nutrisi otak para lansia,” beber Basri.

Pada kesempatan tersebut Basri juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut serta berharap sinergi dangan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Kota Bontang.

“Saya berpesan agar kelompok masyarakat sebagai pelaksana dapat menjalankan tugas dengan baik. Untuk Dinsos serta dinas terkait agar senantiasa melakukam monitoring dan evaluasi serta mencari solusi jika ada kendala,” sambungnya.

“Untuk camat dan lurah jangan lupa melakukan pengecekan berkala. Jika ada yang meninggal agar segera melakukan pergantian sasaran. Semoga melalui evaluasi hari ini, program ini dapat semakin meningkat dan baik kedepannya,” tutup Basri. (kmf/lusy)

Malam Pisah Sambut Kapolres, Wali Kota: Bersama-sama Kita Jaga Kondusivitas

0
Pemberian cenderamata dari Kapolres Baru ke Kapolres Lama. (Yahha Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Malam pisah sambut Kapolres Bontang dilakukan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (11/7/2022). Kegiatan dihadiri Wali Kota Bontang Basri Rase, mantan Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi, dan Kapolres yang baru AKBP Yusep Dwi Prastiya.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi mengatakan, terima kasih atas kesempatan bertugas di Kota Bontang. Hamam juga mengatakan pemindahan tugas merupakan dinamika saat bertugas dan mengikuti jenjang pembinaan dalam karier.

Selama bertugas selama 11 bulan 10 hari di Polres Bontang, Hamam menyebutkan dirinya mendapatkan amanah sebagai kapolres kedua dalam jenjang kariernya. Pada kesatuan Polri katanya, pemindahan tugas merupakan kesempatan dalam berkarier.

“Ini merupakan jabatan kapolres kedua, jika mengacu pada hitungan pada pembinaan karier sudah waktunya untuk pindah tugas,” kata Hamam saat memberi sambutan malam pisah sambut di Pendopo Rujab Wali Kota.

Dia menambahkan, tugas di Kota Bontang merupakan tugas pertama kali dirinya di Kaltim. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama-sama menjadi keluarga besar di Kota Bontang. “Bontang memiliki bermacam-macam kearifan lokal yang tidak boleh luntur,” sebutnya.

Kapolres Bontang yang baru, AKBP Yusep Dwi Prastiya mengatakan, sebelum ditugaskan sebagai kapolres Bontang dirinya belum mengetahui Kota Bontang. Namun setelah mengetahui, dia kagum atas kebersihan dan keindahan melalui slogan Kota Taman.

Kapolres Bontang, AKBP Yusep Dwi Prastiya saat memberikan sambutan saat acara pisah sambut, Senin, (11/7/2022).(Yahya Yabo/Media Kaltim)

“Saya bersyukur ditugaskan di Kota Bontang, tentunya saya bersama keluarga akan melaksanakan tugas pokok sebagai pengemban kamtibmas,” jelas Yusep yang sebelumnya menjabat Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Kaltim.

Dirinya melalui kebijakan-kebijakan dari pimpinan sebelumnya berusaha terus bersinergi menjalankan kebijakan Pemkot Bontang yang akan menciptakan dan menjaga ketertiban Kota Bontang.

Sementara, Wali Kota Bontang Basri Rase mengatakan Kota Bontang yang merupakan miniatur Indonesia memiliki banyak kebudayaan. Dia berpesan kepada Kapolres yang baru untuk bersama-sama mengupayakan kondusivitas hidup toleransi dan harmonis.

“Semua ada di sini, hidup bersama-sama berdampingan harmonis,” kata Basri. Dia menambahkan, Kota Bontang juga memiliki beberapa forum untuk secara bersama membangun sinergi antara perusahaan dan Forkopimda. (ya)

Raking: Program Rantang Kasih Harus Terus Diawasi

0
Raking, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Bontang. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Anggota Komisi 1 DPRD Bontang Raking menyebut, program Rantang Kasih sudah mengalami perbaikan. Pernyataan tersebut diungkapkannya setelah melakukan evaluasi sejak Januari hingga Juni 2022.

“Sebagai wakil rakyat, kami harus memberikan masukan kepada pemerintah,” kata Raking ditemui Senin (11/7/2022).

Menurut dia, pemerintah sudah seharusnya menerima kritikan sehingga tak perlu merasa terganggu. Sebab, DPRD dan pemerintah merupakan kesatuan penyelenggara pemerintahan. “Evaluasinya mengenai anggaran dengan menu, saat ini lebih transparan,” sebut Raking.

Terbukti, daftar harga menu setiap wilayah dibedakan. Untuk itu, dirinya sebagai anggota DPRD harus terus mengawasi. “Masukan saya, dari awal makanan harus terjamin dengan baik gizinya, saya lihat hari ini sudah dilaksanakan,” ungkap Raking.(ya)

Perayakan Iduladha, Polres Bontang Sembelih 7 Sapi dan 7 Kambing

0

BONTANG – Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya SH, SIK, MH memimpin pemotongan hewan kurban saat Iduladha 1443 Hijriah di lapangan voli Polres Bontang Minggu (10/7/2022) pagi.

Tahun ini Polres Bontang memotong hewan kurban sebanyak 7 ekor sapi dan 7 ekor kambing.  Hewan kurban tersebut berasal dari anggota Polres Bontang dan bantuan dari perusahaan di wilayah hukum Polres Bontang.

Selain dihadiri Kapolres Bontang, pemotongan hewan kurban juga dihadiri Wakapolres Bontang, Pejabat Utama (PJU), kasat, kasie, kapolsek kota, ketua dan pengurus Bhayangkari Cabang Bontang serta diikuti personel Polres Bontang yang tergabung panitia penyembelihan hewan kurban.

Sebelum dilakukan pemotongan hewan kurban  terlebih dahulu diawali pembacaan doa yang dipimpin Ustaz Ubaidillah. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban dari Kapolres Bontang kepada panitia penyembelihan hewan kurban.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan hewan kurban yang disembelih dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, pondok pesantren, warga asrama, dan warakawuri.

”Melalui takmir Masjid Raudathul Mutaqin Polres Bontang, sebanyak 600 bungkus daging kurban kita bagikan kepada masyarakat kurang mampu, warga asrama, warakawuri dan Pesantren Darul Quro Tanjung Laut,” terang Kapolres.

Selain di Polres Bontang, penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di Polsek Muara Badak dan Polsek Marang Kayu. Di Polsek Muara Badak sebanyak 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing, sedangkan di Polsek Marang Kayu sebanyak 3 ekor sapi dan 3 ekor kambing.

”Semoga kita dapat memaknai Iduladha tahun ini, dengan berkurban kita menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam mengabdi sebagai insan Bhayangkara yang bertakwa kepada allah SWT,” pungkas Kapolres. (hms)

Irfan Minta Pemerintah Beri Solusi Bagi Pegawai Honorer yang Sudah Lama Mengabdi

0
Anggota DPRD Bontang M Irfan

BONTANG– Anggota Komisi I DPRD Bontang M Irfan meminta, pemerintah memberikan solusi bagi pegawai honorer atau di luar status Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di tiap instansi.

Solusi diberikan agar mereka tetap dapat bekerja, khususnya tenaga honorer yang sudah lama mengabdi. “Karena, masih banyak instansi mempekerjakan pegawai di luar status PNS dan PPPK untuk memenuhi beban kerja di masing-masing instansi,” ungkapnya.

Untuk itu, Irfan meminta Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Kepegawaian Pelatihan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang untuk mencari solusi terkait para pegawai Non-PNS atau honorer yang telah lama mengabdi. Pasalnya, banyak dari mereka yang sudah mengabdi puluhan tahun, namun hanya memiliki ijazah SLTA atau SMP.

Sehingga Irfan berharap sebelum pihak BKPSDM bersama Komisi I  menghadap ke Kemenpan RB,  harus sudah disiapkan opsi atau solusi bagi mereka yang telah mengabdi lama dengan lulusan SLTA.

“Jangan sampai nanti di sana (pusat), masih belum ada persiapan, sehingga tidak ada solusi yang diberikan setelah kembali ke Bontang. Jadi harus dipersiapkan dengan matang,” sebut Irfan.

Oleh karenanya, Irfan mengajak persamaan persepsi untuk solusi terkait Tenaga Kontrak Daerah (TKD) ini. Di antaranya soal persyaratan pengusulan formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), yang disiapkan dengan data lengkap, mulai dari lulusan SLTA hingga sarjana. Kemudian, setelah terdapat persyaratan, ternyata yang diterima rata-rata lulusan S1, maka bagaimana dengan nasib honorer lulusan SLTA yang beberapa tahun sudah jadi TKD di Pemkot Bontang.

“Ini harus dipertanyakan ke pusat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Selain itu yang perlu diperjelas adalah soal usia TKD. Mengingat terdapat TKD yang sudah berusia di atas 40 tahun, bahkan sudah mencapai 50 tahun.

“Kalau secara durasi kerja yang disyaratkan PPPK dengan pensiun di usia 56 tahun, maka TKD yang sudah tua, kurang lebih hanya tersisa waktu bekerja kurang dari 10 tahun untuk mengabdi. Ini harus kita pertanyakan juga,” bebernya.

Semua syarat tersebut, kata Irfan, harus dipertanyakan di pusat agar saat kembali ke Bontang bisa memberikan ketegasan.

“Disimpulkan apa yang mau ditanyakan di sana, dan solusinya apa. Sehingga ada ketegasan. Manfaatkan waktu saat ke KemenPAN-RB, karena pasti dibatasi lantaran seluruh Indonesia menunggu kepastian terkait penghapusan tenaga honorer ini,” tandasnya. (adv/ref)

Curi Handphone saat Pemilik Terlelap, Warga Tanjung Laut Diamankan Polisi

0

BONTANG – Pria berinisial WS (46), warga Kelurahan Tanjung Laut diamankan jajaran Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan karena diduga  mencuri 1 unit handphone milik S (53), warga Jalan HM Ardan Kelurahan Satimpo Kecamatan Bontang Selatan. Pelaku diamankan ke Mapolsek Bontang Selatan, Minggu (10/7/2022) pukul 03.00 Wita.

Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya SH, SIK, MH melalui Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri mengatakan, kejadian bermula Minggu (10/7/2022) sekitar pukul 02.00 Wita. Ketika itu korban sedang tertidur di ruang tamu dan pintu rumah tidak tertutup. Kemudian pelaku datang dan masuk ke rumah korban.

Seorang saksi yang tidur di kamar belakang terbangun melihat ada seseorang tak dikenal masuk rumah. Saksi berpura-pura tidur dan memperhatikan gerak-gerik pelaku yang mengambil handphone (HP) merek Vivo. Saat pelaku kabur membawa HP, saksi langsung membangunkan korban dan memberitahu kalau HP-nya telah dicuri.

Selanjutnya korban bersama saksi bergegas mengejar pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan, kemudian koban dan saksi dibantu warga akhirnya berhasil mengamankan pelaku dan melaporkan  ke Polsek Bontang Selatan.

”Pelaku melakukan aksi pencurian dengan memanfaatkan kelengahan korban yang sedang tertidur kemudian mengambil HP dan membawa kabur,” Kata Kapolsek Bontang Selatan Iptu Abdul Khoiri, Senin (11/7/2022).

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian material Rp 2,5 juta. “Pelaku dan barang bukti 1 unit HP merek Oppo sudah kami amankan di Polsek Bontang Selatan. Pelaku kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Iptu Abdul Khoiri. (hms)

Tradisi Pedang Pora Sambut Kapolres Bontang yang Baru

0

BONTANG – Kedatangan  Kapolres Bontang  yang baru, AKBP Yusep Dwi Prasetiya SH, SIK, MH, disambut dengan tradisi tepung tawar dan pedang pora di halaman Mako Polres Bontang, Senin (11/7/2022).

Sebelum upacara tradisi Tepung Tawar, tarian tradisional adat Kutai, dan tradisi pedang pora oleh para perwira pertama Polres Bontang, lebih dulu dilakukan pengalungan bunga dan penyerahan buket kepada pejabat baru dan istri saat memasuki halaman Mapolres Bontang.

Kapolres baru juga disambut dengan Jajar Kehormatan oleh Regu Bersenjata dari Sat Sabhara Polres Bontang dilanjutkan Pedang Pora, dan penyambutan oleh Wakapolres dan Pejabat Utama (PJU) Polres Bontang  beserta Pengurus Bhayangkari Cabang Bontang.

Usai kegiatan tersebut, kedua perwira menengah Polri ini langsung menuju Ruang Kerja Kapolres, sebelum memimpin acara Laporan Kesatuan (Lapsat) di Ruang Rapat Utama  lantai dua dan Apel Besar Farewell Parade di Lapangan Mapolres Bontang.

Dalam Apel Besar Farewell Parade, AKBP Hamam Wahyudi SH, SIK, MH,   secara pribadi dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua anggota jajaran Polres Bontang, yang selama ini  telah mendukung dan membantu dia selama menjabat Kapolres Bontang.

“Terima kasih kepada  semua anggota Polres Bontang yang telah mendukung dan membantu saya selama menjabat  sebagai Kapolres Bontang. Dan saya mohon dukungan rekan-rekan kepada kapolres yang baru demi organisasi Polres Bontang yang sudah dibangun oleh pendahulu kita dan saya juga memohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan, rangkaian demi rangkaian serah terima jabatan Kapolres Bontang telah dilalui. Dia mengucapkan terima kasih kepada panitia, Pejabat Utama, perwira, personel Polres Bontang yang telah mendukung rangkaian acara serah terima jabatan Kapolres Bontang dengan rasa tanggung jawab.

”Untuk itu saya secara pribadi dan keluarga mohon diterima dan bergabung di Polres Bontang untuk mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa melalui institusi Polri yang kita cintai guna mewujudkan Kota Taman ini tetap kondusif maju dan beradab,” harapnya. (hms)

Warga Lapas yang Bebas Dapat Bantuan Akomodasi Pulang ke Daerah Asal

0
Kapalapas Kelas 2A kota Bontang, Ronny Widiyatmoko. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang melakukan kerjasama dengan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Bontang mengenai pemberian bantuan akomodasi bagi warga binaan Lapas yang telah bebas. Bantuan ini untuk warga binaan dari luar Kota Bontang yang ingin pulang ke daerah asalnya.

Kepala Lapas kelas 2A Kota Bontang Ronny Widiyatmoko mengatakan kerjasama ini hanya menegaskan, kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya mengenai pemberian akomodasi bagi warga binaan yang telah menjalani masa tahanan dan dinyatakan bebas.

Dia mengatakan warga binaan di Lapas Bontang berasal dari berbagai wilayah di Kaltim, seperti Sangatta, Samarinda, dan Balikpapan.  “Kerja sama ini untuk membantu warga yang telah bebas namun tidak memiliki ongkos pulang dengan memperlihatkan bukti surat keterangan bebas dari Lapas,” jelas Ronny, Senin (11/7/2022).

Mengenai jumlah bantuan akomodasi, dirinya menyebutkan semua diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.  “Ini hanya menegaskan kegiatan-kegiatan sebelumnya yang telah dilakukan,” kata Ronny.

Ronny mengatakan saat ini jumlah warga binaan di Lapas kelas 2A Bontang ada sebanyak 1.489 orang. Jumlah ini katanya, sudah melebihi kapasitas Lapas.  “Bisa dibayangkan padatnya jumlah warga binaan saat ini,” urai Ronny.

Mengenai estimasi jumlah setiap bulan warga binaan yang bebas, Ronny mengatakan ada sebanyak 20 hingga 30 warga binaan. “Dari kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan, sepertinya akan ada bantuan,” jelasnya. “Dinas sosial hanya membantu dan memberikan solusi bagi warga binaan yang mengalami masalah,” tutup Ronny. (ya)