Beranda blog Halaman 1090

Komisi III Dorong Pemanfaatan Air Eks Void Atasi Krisis Air Baku

0
Abdul Malik (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang kembali menyoroti krisis air baku di Kota Taman. Wakil Ketua Komisi III, Abdul Malik menyebut, kondisi air bawah tanah Bontang semakin terancam dalam beberapa tahun ke depan. Pemkot Bontang katanya, harus menyiapkan alternatif untuk mengatasi masalah ini sehingga tidak bergantung pada air bawah tanah.

Sejumlah alternatif, kata Malik, antara lain memanfaatkan air bekas tambang (eks void) milik PT Indomindo Mandiri (IMM), pemanfaatan Bendungan Marang Kayu, Bendali Suka Rahmat, ataupun Waduk Kanaan. Menurutnya, langkah yang paling cepat bisa terealisasi yakni memanfaatkan air eks void.

“Kami dorong Pemkot melakukan percepatan dan segera menindaklanjuti rencana itu,” kata politisi PKS tersebut belum lama ini.

Suramin, Direktur PDAM Tirta Taman menambahkan, berdasarkan rencana aksi, pemanfaatan air eks void baru bisa terealisasi awal 2025 mendatang. Namun hal itu bisa lebih cepat jika Pemkot dan pihak lainnya bisa lebih serius dalam menangani hal ini.

“Saat ini Bontang defisit air baku 218.99 liter per detik. Sementara ketersediaan air bersih harus terus dicukupi di tengah pertumbuhan penduduk dan ekonomi setiap tahunnya,” beber Suramin. (mk)

CSR Prolansia PT KDM Gelar Aksi Pemeriksaan Kesehatan di Kelurahan Guntung

0
Penyerahan simbolis bantuan sembako kepada lansia oleh PT KDM saat kegiatan pemeriksaan kesehatan lansia.

BONTANG – Lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) Prolansia, PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) menggelar pemeriksaan kesehatan untuk para lansia yang berada di Kelurahan Guntung, Rabu(6/7/2022). Kegiatan mengangkat tema “Lahan Basah” yaitu Lansia Sehat Mandiri Bahagia Bersama KDM”.

Sekretaris Perusahan KDM, Sukardi mengungkapkan, kegiatan ini bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para lansia (lanjut usia), khususnya di daerah bufferzone, Kelurahan Guntung dan Loktuan.

“Kegiatan ini kami lakukan, juga untuk memuliakan para orang tua kami, para lansia, dengan harapan agar terus dalam keadaan yang sehat,” ungkapnya.

Program CSR Prolansia ini katanya, tidak akan berhenti disini. Tapi seterusnya akan dilakukan evaluasi dan monitoring, sehingga kesehatan para lansia pun akan tetap terpantau. “Program ini akan kami lakukan secara continue, agar bisa mewujudkan lansia yang sehat, ” jelasnya.

Dalam kegiatan ini terlihat antusiasme para lansia di Kelurahan Guntung. Hal ini menjadi semangat tersendiri bagi PT KDM untuk terus memprioritaskan kesehatan para lansia.

“Hari ini target kami ada 100 lansia yang hadir, dan hari ini juga kami memberikan 1 paket sembako kepada masing-masing lansia. Semoga bisa bermanfaat dan PT KDM bisa terus memberikan kontribusi terbaiknya untuk masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, mewakili Pemkot Bontang, Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar PT KDM. Hal ini merupakan momen yang sangat bermanfaat bagi para lansia agar dapat memonitoring kesehatannya melalui layanan yang diberikan.

“Tentu ini bentuk dukungan dari PT KDM yang luar biasa. Peduli dengan para lansia, sehingga para orang tua kita ini dapat melakukan pencegahan sejak dini, jadi jangan menunggu sakit baru melakukan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Kegiatan lansia sehat tersebut, diawali dengan senam khusus lansia, setelah itu dilanjutkan pemberian snack sehat dengan gizi seimbang, serta pemeriksaan berkala seperti cek tekanan darah, kandungan hemoglobin dalam darah, dan pemeriksaan lainnya. (adv/ahr)

Pembinaan Teritorial, Tim Pusterad Asistensi ke Kodim Bontang

0

BONTANG – Tim Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) melakukan asistensi ke Kodim 0908/BTG, Kamis (7/7/2022). Asistensi dilakukan dalam rangka penyelenggaraan pembinaan teritorial (binter) Koramil Kodim 0908/BTG, Korem 091/ASN, dan Kodam VI/Mlw.

Tim Pusterad terdiri dari Letkol Inf Lucky Sony Maramis sebagai Kabag Bhakti Subditbinkombak TNI Sdirter Pusterad, serta didampingi Mayor Inf Darmono sebagai anggota.

Dandim 0908/BTG Letkol Inf Priyo Handoyo menyampaikan, asistensi ini diharapkan dapat menjadi stimulan dan motivasi bagi para Babinsa, Kodim, dan Pemkot Bontang dalam memberikan tugas pengabdian terbaik.

“Kami minta diberikan masukan dan motivasi sehingga keberadaan kami di Bontang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, pemerintah, serta bangsa dan negara,” ujar Dandim saat memberi kata sambutan.

Sementara itu dalam amanat Danpusterad yang dibacakan Letkol Lucky disampaikan, asistensi dilakukan sebagai ajang silaturahmi untuk menyamakan persepsi tentang kegiatan pembinaan teritorial Koramil. Selain itu juga mengukur sampai sejauh mana penyelenggaraan Binter sebagai unsur terdepan dalam membina geografi demografi dan kondisi sosial, untuk dijadikan ruang alat dan kondisi ruang yang tangguh serta memperoleh rumusan yang tepat guna meningkatkan kemampuan Koramil.

“Komando atas memberikan apresiasi positif terhadap kinerja aparat teritorial yang dapat melaksanakan seluruh kegiatan teritorial dengan selalu berpedoman pada protokol kesehatan,” ucapnya.

Harapannya, aparat teritorial dapat mengomunikasikan dengan instansi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Satuan komando kewilayahan, kata dia, memiliki tujuan antara lain mengetahui sejauh mana hasil penyelenggaraan dari pembinaan dan pemilihan teritorial Koramil yang telah dilaksanakan jajaran Kodim 0908/BTG, sehingga tercipta kerja sama yang baik dengan masyarakat.

“Selain itu untuk mengetahui apa kelemahan, keterbatasan, dan kekurangan, serta mendapat saran dan masukan dalam penyelenggaraan pembinaan teritorial Koramil sebagai bahan evaluasi,” bebernya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para Danramil dan perwira staf Kodim, seluruh Babinsa Koramil 01-Loktuan, para kepala dinas, camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (Pendim btg)

Pukuli Anak Nongkrong, Pemabuk di Bontang Diciduk Polisi

0
IS pelaku Penganiayaan (Humas Polres Bontang)

BONTANG– Polres Bontang melalui Unit Reskrim Polsek Bontang Selatan menangkap IS, karena diduga merupakan pelaku penganiayaan korban Arya Bima di Jl Gajah Mada RT 10 Kelurahan, Satimpo Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang pada Rabu (6/7/2022).

Menurut Kasi Humas Polres Bontang Iptu Mandiyono, penganiayaan yang berlangsung malam sekitar pukul 21.00 Wita itu, berawal saat Ary Bima sedang nongkrong bersama teman-temanya di pinggir Jl Gajah Mada (dekat Lapangan Kampung Baru).

Di saat itulah, datang IS memarkirkan motornya di dekat korban. Entah alasan apa, IS yang tengah mabuk itu, tiba-tiba langsung bertanya seraya menarik baju yang dikenakan Arya.

“Pelaku kemudian memukul korban dengan tangan beberapa kali hingga korban mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan, hidung mengeluarkan darah serta rahang sebelah kanan bengkak,” jelas Mandiyono, Kamis (7/7/2022).

Selang beberapa jam kemudian, IS berhasil diciduk polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dia dijerat sangkaan telah melakukan pengajiayaan yang diatur Pasal 351 ayat 1 KUHPidana dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara.(ya)

Cerita Kamal, Keliling Indonesia Mengais Rezeki dari Menjual Parang dan Hiasan

0
Kamal menjajakan barang dagangannya. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

Kamal berjalan sendiri menjajakan parang dan alat hiasan rumah terbuat dari besi. Menjajakan dagangan ke rumah makan, toko atau  menawarkan langsung ke semua orang yang dilewatinya.

Kamal berasal Kota Sungai Penuh, Jambi. Bersama tiga rekannya, tiap hari dia mencari penghidupan dengan menjual perkakas atau perlengkapan rumah tangga. Berpindah dari kota satu ke kota lain. Dari Kalimantan hingga Papua.

“Ini saya datang dari Samarinda, sebelumnya di Banjar. Bisa juga sampai ke Papua,” kata Kamal  ditemui di pinggir Jl Brigjen Katamso, Kamis (7/72022).

Rata-rata dalam sehari, Kamal hanya bisa menjual satu atau dua parang atau hiasan rumah, dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per buah.

Barang dagangannya didapat dari  Sukabumi, Jawa Barat, kemudian dia jual kembali dengan cara berkeliling pindah kota.

Sebagai pedagang kecil dengan pendapatan tak tentu tiap harinya, pria bertopi ini masih menyimpan harapan pada pemerintah, untuk memperhatikan pedagang seperti dirinya. “Saya hanya berharap ekonomi masyarakat dapat diperhatikan, jangan sampai banyak pengangguran,” kata Kamal.(ya)

Jelang Iduladha, Harga Sapi Masih Tinggi

0
Ranru memperlihatkan sapi yang dia jual. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG – Menjelang Iduladha, harga sapi mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini harga sapi ukuran sedang bisa mencapai Rp 20 juta dengan kenaikan mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor.

Pedagang sapi, Ranru mengatakan, sapi yang dia jual didatangkan dari luar Bontang, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kenaikan harga sapi menurutnya, karena adanya proses karantina dari daerah asal hewan. Masa karantina memakan waktu 14 hari.  “Ada proses karantina sehingga ada tambahan biaya yang harus dikeluarkan,” kata Ranru.

Mengenai sapi yang dipasok dari luar katanya, ada sebanyak 26 ekor. Dengan rentan waktu 10 hari setiap pasokan sapi ke Bontang. “Kalau pasokan sapi tergantung dari permintaan, kadang satu mobil kadang dua mobil. Satu mobil berisi 13 sapi,” katanya.

Ranru yang sudah 20 tahunan menjual sapi di kawasan Rawa Indah mengaku pembeli saat ini masih sepi. “Saat ini masih sepi, kemungkinan warga Bontang masih jarang yang berkurban,” sebutnya.

Setiap hari ia hanya bisa menjual 1-2 sapi. Untuk pemeriksaan sapi, Ranru mengatakan dinas terkait akan memeriksakan ternak jika ada keluhan dari peternak.

Sementara Herman, pedagang sapi musiman di Jalan KS Tubun Bontang, hanya menjual sapi saat mendekati Iduladha. Ia mengatakan ada kenaikan harga sapi tahun ini.

“Kalau harga sapi besar bisa Rp 24 juta sampai Rp 25 juta. Yang kecil Rp 18 juta,” ungkapnya.

Sementara, tenaga Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, drh Saiful Islam menyebutkan, jumlah hewan kurban sapi yang tercatat di DKP3 Kota Bontang mencapai 1.520 ekor. Jumlah ini akan memenuhi hingga Iduladha. (ya)

Ingin Semua Bisa Baca Qur’an, Kadir Tappa Adakan Pelatihan Training of Tutor Metode Qiro’ah

0

BONTANG – Sebanyak 70 guru ngaji dan ibu rumah tangga mendapat pelatihan Training of Tutor (ToT) Metode Qiro’ah, cara super cepat mudah dan menyenangkan mengajar fasif baca Al-Quran. Acara yang diadakan Yayasan Taman Firdaus ini berlangsung di Hotel Tiara Surya, Rabu (6/7/2022).

Inisiator sekaligus pembina Yayasan Taman Firdaus Abdul Kadir Tappa mengatakan, ide awal pelatihan ToT untuk memberikan pelatihan bagi masyarakat untuk belajar metode baca Al-Quran. Dengan membentuk kelompok penghafal Al-Quran, yang telah memiliki sebanyak 20 anggota khusus wanita.

“Saya ingin kegiatan serupa terus dibuat. Nantinya setelah training ini selesai, peserta akan disebar ke  RT yang ada di Bontang,” kata Kadir Tappa.

Pelatihan tutor ini, diharapkan mampu mencetak pengajar yang nantinya bisa kembali mencari  peserta untuk diajarkan metode Qiro’ah.

“Semoga satu – dua tahun ini dapat meng-cover (mencakup) semua RT, memiliki pengajar Qiro’ah. Karena bukan hanya saya yang menjalankan ini,” papar Kadir yang juga anggota DPRD Kaltim ini.

Dirinya menginginkan ada satu wadah yang kuat untuk menjalankan ide dalam menyebar pengajar baca Quran di Bontang, dengan cara memberikan dan mencetak guru pengajar.

Salah satu peserta, Sejanah mengatakan, dirinya baru pertama kali mendapatkan pelatihan Metode Qiro’ah, yang mana metode ini sangat mudah dipelajari bagi anak-anak dikarenakan cara mengajarkannya menggunakan gambar. “Cara ini lebih mudah dipahami, dengan menggunakan gambar, karena anak-anak hanya bisa membaca gambar,” kata Sejanah.

Selain itu, metode Qiro’ah juga mengajarkan dengan menggunakan gambar sehari-hari yang sering dijumpai anak-anak.

Sementara, trainer dan penemu Metode Qiro’ah Andi Suriadi mengatakan, metode ini telah ada sejak tahun 2006 yang diajarkan di Makassar. Metode Qiro’ah  disebut sebagai metode yang paling cepat dan mudah dalam mengajarkan baca Al-Quran.

“Pelatihan ini untuk mengajarkan dan melatih kepada guru-guru agar guru tidak kesulitan dalam mengajar baca Quran. Target dari pelatihan Metode Qiroah ini nantinya santri dapat membaca Al-Quran dalam kurun waktu tiga bulan,” ungkap Andi.

Metode ini dianggap dapat membuat santri belajar sendiri, dengan keunggulan memiliki metode gambar dan gabungan gambar dan huruf dalam membaca Quran. Selain itu, metode ini sudah mengajarkan ilmu tajwid.

“Metode ini sangat cocok dengan semua umur, asalkan sudah bisa ngomong atau berbicara, sudah bisa diajarkan dengan metode ini,” sebutnya.(ya)

Polsek Marang Kayu Terus Lakukan Patroli Himbauan Prokes

0

BONTANG – Untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, Polsek Marang Kayu  Bontang menggelar patroli himbauan penerapan  protokol kesehatan (prokes), Rabu (6/7/2022). Patroli dipimpin Bripka Mashudi bersama 2 personel anggota jaga.

Patroli himbuan penerapan  prokes menyasar pusat-pusat keramaian, seperti pasar tradisional Marang Kayu, perbankan, pertokoan, dan masyarakat yang beraktivitas keluar rumah.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi SH, SIK, MH melalui Kapolsek Marang Kayu AKP Slamet Riyadi mengatakan, patroli ini rutin dilakukan anggotanya dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas agar aman dan kondusif. Juga dilakukan imbuan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

”Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir, kita tidak mau underestimate (meremehkan, Red.), anggota tetap aktif melaksanakan patroli dan memberikan pesan kamtibmas dan himbauan protokol kesehatan kepada warga.”Kata AKP Slamet Riyadi.

Ia juga menambahkan patroli himbauan penerapan  prokes yang dilakukan selain untuk mencegah penyebaran Covid-19, juga untuk mencegah gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktifitas. (hms)

Polres Bontang Lakukan Test Swab Antigen pada Tahanan

0

BONTANG – Polres Bontang melakukan tes cepat swab antigen di rumah tahanan polisi (RTP) Polres Bontang untuk memastikan para tahanan tidak terpapar Covid 19, Rabu (6/7/2022)

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi SH, SIK, MH, melalui Kasat Tahti Iptu Heri Purwanto  mengatakan, kegiatan swab rapid test antigen ini dilakukan Dokkes Polres Bontang bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bontang dan Sat Tahti Polres Bontang.

”Kegiatan ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran pandemi virus corona (Covid-19). Jika hasil tes cepat antigen ada yang positif Covid-19 maka tahanan akan dikarantina untuk mencegah penyebaran ke tahanan lain,” kata Iptu Heri Purwanto.

Tes cepat antigen dilakukan terhadap 20 orang tahanan dengan rincian 17 tahanan laki-laki dan 3 orang  tahanan perempuan. Hasilnya semua  dinyatakan negatif Covid-19.

”Ruang tahanan merupakan tempat yang sangat rentan penyebaran Covid-19. Sebab kondisinya tertutup dan dihuni para tahanan. Termasuk juga ketika ada pengunjung yang datang atau adanya tahanan baru,” terangnya.

Kasat Tahti juga menyampaikan pihaknya selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 di rutan Polres Bontang.

”Kami selalu melakukan pemeriksaan kesehatan kepada  para tahanan. Selanjutnya diberikan vitamin guna menjaga dan memulihkan stamina dan kekebalan tubuh mereka. Ini sebagai tindaklanjut penegasan Kapolri, prediktif, responsibilitas, restorasi dan keadilan, maka dilaksanakan tes swab antigen kepada tahanan Polres,” ucapnya

Dalam kegiatan itu turut hadir Kasat Tahti Polres Bontang Iptu Heri Purwanto, personel Sat Tahti Polres Bontang, personel Sat Samapta Polres Bontang, dan Petugas Kejaksaan Negeri Bontang. (hms)

Basri Bakal Revisi Perda Miras

0
Wali Kota Basri Rase saat dimintai keterangan. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Wali Kota Bontang Basri Rase berencana merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 27 tahun 2002 tentang Larangan, Pengawasan, Penertiban Peredaran dan Penjualan Minuman Keras (Miras).

Dalam revisi tersebut diatur siapa  yang berhak menjual miras di Bontang. “Perdanya harus diubah, supaya ada landasan terkait itu. Dalam aturan itu (revisi) nantinya akan ada mekanismenya,” kata Basri kepada awak media, Rabu (6/7/2022).

Basri menyebutkan, revisi perda nantinya akan tetap melegalkan miras namun hanya khusus di tempat-tempat yang telah diatur sebelumnya.  “Minuman keras itu, sudah satu paket pada tempat hiburan, namun tetap ada mekanismenya,” sebut Basri.

Untuk itu, dirinya telah memerintahkan Bagian Hukum Pemkot Bontang untuk meriview kembali Perda Nomor 27 tahun 2022. “Saya sudah perintahkan bagian hukum untuk melihat kembali Perda itu,” jelas Basri. (ya)