BONTANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang mencatat jumlah kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Taman terkategori cukup tinggi.
Sejak Januari hingga Oktober 2022, terdapat 80 laporan kekerasan perempuan dan anak di Bontang. Namun dari 80 laporan itu, sudah 63 kasus yang ditangani.
Kendati demikian, angka kasus tahun ini terkategori turun jika dibandingkan 2021 lalu yang mencapai 150 kasus. Diharapkan, angka itu akan turun dengan adanya pendidikan sejak dini terkait pencegahan kekerasan perempuan dan anak.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Srie Maryatini mengatakan, Pemkot Bontang hadir mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sehingga korban tidak perlu khawatir, sebab pelayanan yang diberikan gratis alias tidak dipungut biaya sepeserpun.
“Pelayanan mulai dari konseling, pendampingan, advokasi hukum, hingga mediasi. Masyarakat kami minta melapor jika menemukan tindak kekerasan perempuan dan anak,” ujar Srie belum lama ini.
Hotline pengadungan itu bisa diakses melalui layanan DPPKB melalui UPTD PPA Bontang dengan menghubungi 08115940777 dan 08115413355, atau bisa ke call center 112.
Masyarakat juga bisa datang langsung ke kantornya di Jalan Suryanata (Eks Sendawar), Kelurahan Bontang Baru, samping TK Cendrawasih.
Terpisah, Wali Kota Bontang Basri Rase berharap tingkat kekerasan perempuan dan anak bisa berkurang. Ia meminta UPTD PPA dapat maksimal dan profesional dalam melakukan pendampingan.
Bahkan dapat membuka pelayanan 24 jam. “Kita harus tetap waspada, berikan perhatian terhadap korban,” ujar Basri.
Orang nomor satu di Bontang itu juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga pergaulan anak yang masih terbilang bebas.
Peran orang tua juga dibutuhkan dalam mendidik anak. Termasuk adanya peran aktif aparat penegak hukum untuk memberikan upaya pencegahan. “Semuanya punya peran. Kita harus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya. (hms)
Lokasi pembuangan sampah sekaligus rencana TPS 3R di depan Gedung Ainia Rasyifa. (ist)
BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bakal terus membangun Tempat Pengolahan Sampah Reuse (mengurangi), Reduce (menggunakan), dan Recycle (daur ulang) alias TPS 3R.
Sasaran pembangunan ke depan, menyasar 11 titik yang tersebar di wilayah Bontang. Seperti di Kelurahan Loktuan, Tanjung Laut Indah (TLI), dan Gunung Telihan. Pembangunan ini juga turut melibatkan perusahaan swasta sebagai bentuk dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“TPS 3R ini bertujuan untuk mengurangi tumpukan sampah yang masuk ke TPA (Tempat Pemrosesan AKhir) di Bontang Lestari.Karena di TPS 3R sampah akan didaur ulang,” ucap Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Bontang, Syakhruddin, belum lama ini.
Saat ini, kata dia, TPS 3R yang berlokasi di Jalan WR Supratman RT 59 Kelurahan Berbas Tengah, pembangunannya sudah mencapai 70 persen. Nantinya diharapkan, seluruh kelurahan bisa memiliki bangunan TPS 3R.
“Pemilahan sampah nantinya akan melibatkan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Dibentuk oleh Ketua RT dan kelurahan setempat. Kalau sudah ada TPS 3R, kami harap tidak ada lagi tempat sampah di pinggir jalan,” katanya.
Saat ini beberapa lingkungan RT di Bontang juga memiliki inventarisasi berupa sepeda motor roda tiga. Kendaraan tersebut juga dimanfaatkan untuk pengangkutan sampah dari lingkungan mereka ke TPS 3R terdekat. Hal itu tentu mendorong agar pengelolaan sampah ke depan bisa lebih optimal. (hms)
Kondisi pekerjaan perluasan lahan parkir Pasar Citra Mas Loktuan. (ist)
BONTANG – Lahan parkir bangunan Pasar Citra Mas kelurahan Loktuan mulai diperluas Pemkot Bontang. Dana yang disiapkan untuk pekerjaan tersebut sebesar Rp 400 juta dari APBD Perubahan. Terdiri dari Rp 200 juta untuk pembukaan lahan, dan Rp 200 juta untuk pembuatan lokasi parkir.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, Andi Parengrengi mengatakan, pengerjaan proyek itu untuk menjawab keluhan pedagang maupun pengunjung pasar terkait sempitnya lahan parkir. Pembukaan lahan itu dimulai dari halaman belakang pasar yang menghubungkan ke Jalan NPK Pelangi. Ditargetkan, dalam kurun waktu 40 hari pekerjaan tersebut telah rampung.
“Semoga tidak molor. Jadi akhir tahun sudah bisa dimanfaatkan,” ujarnya, (4/11/2022).
Lahan parkir itu diketahui meminjam dari PT Kaltim Industrial Estate (KIE) seluas 15×100 meter.
Namun ke depan, Pemkot akan mengambil langkah baru, apakah menyewa atau membeli lahan tersebut. Terkait, perluasan lahan parkir, proyek itu dikerjakan oleh CV Mutiara Mandiri sejak (28/11/2022) lalu. Mulai dari pembersihan lahan, penggalian, pemancangan, hingga tahapan berikutnya. Kontraktor berharap, pekerjaan didukung dengan cuaca, sehingga bisa selesai tepat waktu. (hms)
Nabil Husein menyerahkan jersi Borneo FC kepada Dirut PT Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.
Catatan Rizal Effendi
BICARA soal sepak bola, Samarinda memang hebat. Kota ini selalu melahirkan tokoh bola berikut prestasinya. Saat masih aktif sebagai wartawan, saya sering berhubungan dengan H Harbiansyah. Dia pemilik Pusam (Putra Samarinda), salah satu klub terbaik di Kalimantan. Harbian sekarang tak aktif lagi, tapi perkembangan sepak bola di ibukota Provinsi Kaltim ini tak pernah padam.
Saat ini ada dua tokoh bola dari Samarinda yang sangat menonjol. Dia adalah Sekjen PSSI Yunus Nusi, yang lagi disibukkan dengan kasus kerusuhan Kanjuruhan. Dan satu laginya, tokoh muda, Nabil Husein Said Amin, presiden Borneo FC (Football Club).
Tapi catatan saya kali ini lebih mengulas soal Nabil. Alasan saya sebelum kompetisi BRI Liga 1 2022 dihentikan akibat tragedi Kanjuruhan, Borneo FC baru saja bertengger di urutan pertama klasemen sementara. Padahal ada 18 tim yang berlaga. Ini berkat keberhasilan Borneo FC menghancurkan dengan telak Madura United 3-0 pada pertandingan pekan ke-11, yang berlangsung di Stadion Segiri Samarinda, 1 Oktober 2022. Hari yang sama ketika pertandingan Arema FC versus Persebaya yang berbuntut kerusuhan paling mematikan dalam sejarah persepakbolaan di Indonesia.
Madura United benar-benar dipermalukan. Andthewinnertakesall! Sudah takluk, takhtanya pun direnggut pula. Itu yang namanya sudah jatuh ketimpa tangga. Tentu saja suporter fanatik Borneo FC, Pusamania sangat puas melihat penampilan yang sangat digdaya dari tim yang dimiliki Nabil ini. “Kami optimis Borneo FC bisa menjadi juara Liga I 2022,” kata Supri, anggota Pusamania.
Nabil sendiri mengaku bangga dengan anak-anak Borneo FC yang bermain sangat baik dan kompak. “Alhamdulillah dengan kerjasama dan kerja keras pemain di lapangan, Borneo FC bisa bertengger di papan paling atas pada saat ini,” kata Nabil kepada media.
Borneo FC yang dijuluki Pesut Etam ini pada saat pertandingan yang sangat menentukan itu, boleh dibilang sedang dalam masa transisi. Pelatih Milomir Seslija yang selama ini menukangi Borneo tiba-tiba dicopot dan digantikan Andre Gasfar, pelatih kelas dunia dari Brazil.
Pencopotan pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu, terkesan mendadak. Padahal dia cukup berjasa membawa Borneo FC menjadi runner-up Piala Presiden 2022. Tiba-tiba Borneo sudah mengumumkan pelatih anyarnya, Andre Gasfar, yang punya pengalaman bagus di Korea Selatan dan Liga Champions Asia.
“Semua sudah melalui berbagai pertimbangan, tidak asal-asalan. Kami sepakat harus ada perubahan. Kami berharap dengan segudang pengalaman yang dimiliki Andre Gasfar, prestasi Borneo bisa lebih hebat lagi,” kata Nabil memberi alasan.
Sebelumnya Nabil juga mengganti posisi manajer tim, yang semula dipegang Dandri Dauri digantikan Mayjen TNI (Purn) Rudi Yulianto.
Di sisi pemain sendiri, Borneo FC baru saja merekrut penyerang baru asal Brazil, Matheus Pato. Dan ternyata memang tidak salah pilih. Pato membuat hattrick dengan memborong tiga gol ketika Borneo memencundangkan Madura United.
Kehadiran Pato melengkapi 3 pemain asing yang lebih dulu bergabung, yaitu Javlon Guseynov, pemain belakang asal Uzbekistan, Jonathan Bustos, gelandang asal Peru, dan Kei Herose, gelandang asal Jepang yang mempunyai pengalaman bermain di Eropa.
Borneo FC memahami laga sepak bola Indonesia dihentikan sementara. Selain masih suasana berduka dengan meninggalnya 132 suporter Aremania, juga dalam rangka menunggu penataan kembali penyelenggaraan sepak bola di Indonesia, yang berkualitas, aman dan lancar. “Seraya berduka, kita juga hormat dengan Bapak Presiden Jokowi yang langsung melakukan pendekatan dengan Presiden FIFA, sehingga Indonesia bebas dari sanksi FIFA dan bahkan FIFA akan membantu Indonesia dalam menata sepakbolanya,” kata Nabil.
Nabil bersama Raffi Ahmad, dan ayahnya Said Amin.
PUTRA SAID AMIN
Orang Kaltim tentu sudah tahu siapa Nabil. Nama lengkapnya Nabil Husein Said Amin Al Rasyid. Lebih akrab dipanggil Nabil Husein. Lahir di Samarinda, 4 Juni 1994. Dia putra pengusaha besar batu bara dari Kaltim, Said Amin, yang juga dikenal sebagai ketua MPW Pemuda Pancasila Kaltim.
Saking sayangnya dengan Nabil, ketika Said Amin membangun kompleks pesantren di Rapak Indah, Loa Bakung Samarinda tahun 2002, diberi nama Pondok Pesantren Nabil Husein. Ini salah satu kompleks pesantren terbaik dan terbesar di Kalimantan dengan ribuan santri. Lahan utamanya 4 hektare. Tapi sudah disediakan 13 hektare lagi untuk pengembangan.
Tapi bisnis Nabil sendiri agak berbeda dengan sang ayah. Di bawah bendera PT Nahusam Pratama Indonesia, dia justru mengembangkan bisnis alat-alat perkantoran. Berkembang pesat, sehingga pada tahun 2014 dia memperoleh penghargaan IndonesiaBest Enterpreneur Award 2014.
Pada tahun 2014 juga Nabil, yang masih berusia 20 tahun saat itu mendirikan Borneo FC. Awalnya mengakuisisi klub Divisi Utama, Persebar Super Bangkalan seharga Rp 3 miliar, yang kemudian menjadi embrio berdirinya Pusamania Borneo FC. Belakangan Borneo FC menjadi salah satu klub mapan di Indonesia dan cepat menyodok ke papan atas Liga 1.
Atas keberhasilannya itu, Nabil diakui sebagai presiden klub sepak bola paling muda, yang cukup sukses dalam perjalanan kariernya. Dia membuktikan kepada orangtua dan suporter Pusamania, bahwa Borneo FC bisa tumbuh sebagai klub sepakbola yang kuat manajemen dan sumber keuangannya, dan kuat dalam menggapai prestasi di lapangan.
Dia juga berteman dengan selebritis terkenal Raffi Ahmad, yang juga punya klub sepakbola di Liga 1, RANS Nusantara FC. Awalnya itu klub sepakbola di Kota Cilegon, yang bermain di Liga 2. RANS merupakan kepanjangan dari Raffi Ahmad dan istrinya, Nagita Slavina. “Saya dan Raffi berteman karena sama-sama mengelola klub sepakbola secara profesional,” kata Nabil.
Selain berteman dengan Raffi, Nabil juga berhasil menggaet Daniel Zii, yang dikenal sebagai Mr Cuanisasi sebagai sponsor utama Borneo FC. “Saya perkenalkan Bro Daniel Zii sebagai mainsponsor, yang ikut mendukung ambisi besar Borneo FC meraih kejayaan tidak saja di level nasional, tetapi juga internasional,” kata Nabil.
Borneo FC juga berhasil menjalin sinergi dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) sebagai salah satu sponsor penting. Dulu Pupuk Kaltim juga punya klub PKT, yang kuat. Sayang belakangan tidak lagi dikembangkan. “Tetapi tetap menjadi kewajiban kami untuk ikut memajukan persepakbolaan di Kaltim,” kata Dirut PKT Rahmad Pribadi.
1 dari 5
Dia mengingatkan Borneo yang sudah di jalur juara jangan lengah. “Waktunya Borneo FC, tim kebanggaan Kalimantan Timur menjadi juara. Manyala!!!,” kata Rahmad memberi semangat.
Sebagai presiden Borneo FC, Nabil mengaku bangga atas dukungan yang diberikan Pupuk Kaltim. “Dengan kiprah Pupuk Kaltim yang sudah mendunia, tentu kami bangga diberikan dukungan. Kami sangat berterima kasih. Dengan dukungan ini menambah amunisi kami untuk meraih prestasi terbaik di musim ini,” tambahnya.
Wajah Nabil terlihat ceria. Dia sangat bahagia sejak muda bisa ikut mewarnai persepakbolaan di Tanah Air. Dia juga bahagia karena ayah dan keluarganya yang semula tidak merestui, sekarang memberikan dukungan 100 persen.
Selain dunia usaha dan olahraga, Nabil juga mulai masuk ke dunia politik. Dia bergabung dengan Partai Nasdem dan bakal menjadi calon anggota DPR RI. Kebetulan satu perahu dengan saya. Dan sama-sama berjuang ke Senayan. Bravo dan jaya terus Nabil dan Borneo FC. (*)
BONTANG – Investasi di Kota Bontang berdasarkan OSS tahun 2022 memperlihatkan perkembangan yang positif. Di mana uraian skala usaha di Kota Bontang untuk jumlah usaha kecil tahun 2022 mencapai 33.82% atau sebanyak 1.894 proyek dari 464 proyek pada tahun 2021.
Usaha menengah tahun 2022 mencapai 8.55% atau sebanyak 479 proyek dibandingkan usaha menengah tahun 2021 sebanyak 113 proyek.
Untuk usaha besar sendiri tahun 2022 mencapai 307 proyek dari 261 proyek pada tahun 2021. Sedangkan untuk usaha mikro sendiri mencapai 2.921 proyek dari 1.717 proyek di tahun 2021.
Menurut M Fachrial Ludfie perwakilan DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur yang ditemui pada 7 November 2022 di Kantor Kecamatan Bontang Utara menyampaikan bahwa presentasi hasil uraian usaha didapat dari jumlah izin usaha yang keluar. “Nah kalau itu kita liatnya dari seberapa banyak izin usaha yang adap,” ujarnya.
Perkembangan investasi berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Seperti peningkatan konsumsi rumah tangga dan lapangan pekerjaan. Sehingga dengan banyaknya jumlah proyek usaha yang ada di tahun 2022 juga diharapkan membawa dampak positif bagi Kota Bontang. (adv/sc)
BONTANG – DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur bersama dan DPMPTSP Kota Bontang melangsungkan sosialisasi perihal pengawasan perizinan berusaha berbasis risiko yang disesuaikan dengan peraturan BKPM Nomor 5 Tahun 2021.
Sosialisasi ini dilaksanakan, 7 November 2022 di kantor Kecamatan Bontang Utara. Sosilisasi ini dihadiri perwakilan DPMPTSP Kalimantan Timur, perwakilan DPMPTSP Kota Bontang, serta para pelaku usaha.
Pada kesempatan ini, para pelaku usaha diberikan pembinaan dan arahan mengenai penggunaan sistem OSS. Terutama pada masalah pengawasan perizinan usaha.
M Fachrial Ludfie selaku narasumber dan perwakilan dari DPMPTSP provinsi menyampaikan bahwa sosialisasi dan pembinaan terhadap pelaku usaha mengenai regulasi dan tata cara penggunaan sistem yang ada merupakan hal yang penting untuk terus dilakukan.
“Jadi, kenapa ada bimtek dan sosialisasi seperti ini yah supaya tidak ada kesalahan pada prosesnya. Ini bisa jadi peraturan tahun ini tidak digunakan lagi di tahun depan,” ujarnya.
Pada sosialisasi kali ini ditekankan lagi mengenai pentingnya pembuatan LKPM oleh setiap pelaku usaha. Tujuannya adalah untuk mempermudah pengawasan terhadap kesesuaian izin dan realisasi usaha yang ada.
Adanya LKPM juga ditujukan sebagai perhitungan terhadap target realisasi investasi Provinsi Kalimantan Timur. Dimana, target investasi tahun 2022 adalah Rp 54 triliun dan realisasi investasi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022 telah mencapai 41,20 T. Di mana investasi tahun 2022 di Kalimantan Timur masih di dominasi sektor pertambangan. (adv/sc)
Pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Muara Badak. (Istimewa/ Media Kaltim)
BONTANG – Anggota Polsek Muara Badak, Polres Bontang menangkap dua tersangka pencurian dengan pemberatan. Ke dua pelaku diamankan Sabtu, (5/11/2022) di Kecamatan Muara Badak.
Kedua terduga pelaku yakni J dan A melakukan pencurian di eks Warehouse Badak 9, PT. PHSS, Desa Gas Alam Badak I, Kecamatan Muara, Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prastiya melalui Plt Kasi Humas Polres Bontang, Iptu Mandiyono mengungkapkan pencurian kabel tembaga dilakukan pada Sabtu sekitar pukul 21.30 WITA. Pada saat empat pelaku sedang membawa hasil curian tembaga, saksi melihat dan langsung memeriksa.
“Saksi dalam perjalanan menuju Sumur Badak 44, saat di persimpangan bertemu dengan 4 orang laki-laki yang mencurigakan dengan mengendarai sepeda motor 3 unit dengan membawa 2 karung berwarna putih. Setelah dihampiri ke empat orang tersebut panik dan berusaha kabur,” kata Iptu Mandiyono, Senin (7/11/2022).
Mandiyono mengatakan setelah diperiksa oleh saksi sekuriti, terduga pelaku mengaku bahwa kabel berwarna merah hitam didapatkan dari dalam area PT. PHSS namun saat pemeriksaan dua orang berhasil kabur.
“Setelah dicek isi karung adalah kabel tembaga berwarna merah dan hitam, yang pengakuan tersangka didapat dari dalam area PT. PHSS pada sekira jam 21.30 WITA,” kata Mandiyono.
Pelaku kemudian diserahkan ke Polsek Muara Badak bersama barang bukti berupa 1 karung tembaga dan dua unit motor yang digunakan saat beraksi. Atas kejadian ini, kerugian PT.PHSS dari aksi pencurian ini sebesar Rp 6.705.000. Terduga pelaku kemudian disangkakan pencurian dengan pemberatan pasal 363 Ayat (1) Ke-4 KUHPidana maksimal 7 tahun penjara. (yah)
BONTANG– Kota Bontang menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Kaltim yang menggelar operasi pasar atau pasar murah yang digelar serempak, Senin (7/11/2022).
Wali Kota Bontang Basri Rase dalam arahannya mengatakan, operasi pasar/pasar murah bertujuan untuk mengendalikan harga pangan atau sembako.
“Jangan sampai ada lonjakan harga di Bontang. Ini juga sebagai antisipasi inflasi daerah,” kata Basri, Senin (11/7/2022).
Basri meminta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk saling bekerja sama, saling menginformasikan mengenai bantuan yang didapatkan dari pemerintah pusat untuk benar-benar disalurkan kepada penerima.
“Jika ada kendala bisa dikomunikasikan,” kata Basri. Dia mengharapkan operasi pasar
mampu mengurangi dampak inflasi di daerah. Walau diakui Basri, saat ini kebutuhan pokok warga Kota Taman mayoritas masih didatangkan dari luar daerah. “Bontang sendiri masih tergantung dengan daerah lain. Hampir semua kebutuhan kita didatangkan dari luar (daerah) seperti beras, daging, telur dan sayur mayur,” ungkap Basri.
Saat membuka operasi pasar secara online, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan, pemerintah di pusat maupun daerah dihadapkan pada masalah mendasar seperti ancaman seperti krisis energi dan pangan, akibat Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.
“Seluruh dunia saat ini mengalami tekanan ekonomi, terutama negara maju dan Eropa. Ini sinyal bagi negara kita untuk waspada dalam mengelola kondisi ekonomi makro dengan cara menjaga inflasi,” kata Isran Noor. (adv/yah)
BONTANG – Kecamatan Bontang Selatan tetap mengadakan apel pagi sebelum menjalankan aktivitasnya. Apel pagi gabungan berlangsung di gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan pada Senin (07/11/2022).
“Meskipun pagi ini cuaca sedang dilanda hujan, tak menjadikan alasan bagi Pegawai Kantor untuk tidak melakukan apel” Ungkap Kamsal, camat Bontang Selatan.
Apel pagi ini dilaksanakan pukul 07.45 yang dihadiri lurah dan staf, serta seluruh pegawai Kecamatan Bontang Selatan. Petugas apel gabungan pagi ini Kelurahan Tanjung Laut.
Apel gabungan ini rutin dilaksanakan setiap 2 kali sebulan dan petugas apel bergantian. Tujuannya, Selain untuk menjaga kebersamaan dan keharmonisan antar kecamatan dan kelurahan, juga untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan kedisiplinan, dan etos kerja.
Bertindak sebagai Pembina Apel Lurah Tanjung Laut Mustamin Sail. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadirannya dan semangatnya untuk tetap dapat melaksanakan apel pagi walaupun dalam kondisi hujan.
“Apel pagi adalah suatu kewajiban bagi ASN, tentunya harus kita laksanakan secara konsisten” ungkapnya.
Mustamin mengingatkan kepada leluruh ASN,TKD dan THL untuk tetap solid menjaga kebersamaan, kekompakan, dan keharmonisan dengan siapapun. Sebagai penutup Mustamin Sail mengimbau untuk tetap semangat dalam bekerja, diakhiri dengan doa. (adv/sya)
SAMARINDA – Komisi II DPRD Kaltim menggelar rapat dengar pendapat dengan PT MBS dan PT Pelindo, Senin (7/11/2022). Rapat membahas peluang kerja sama bisnis dari sektor alur sungai.
Ketua Komisi II Nidya Listiyono mengatakan, kapal pandu untuk melintas di bawah jembatan, menjadi potensi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Politisi Golkar ini mengatakan, upaya peningkatan PAD melalui kapal pandu itu dapat dilakukan pada dua jembatan di Samarinda yang tak lain aset milik Pemprov Kaltim, yakni Jembatan Mahakam Mahulu dan Jembatan Mahakam IV atau jembatan kembar.
“Maka dari itu Pemprov Kaltim melalui perusda bisa melihat peluang bisnis ke arah sana,” terang pria yang kerap disapa Tio ini, usai memimpin rapat dengar pendapat.
Ia menyatakan, dorongan kerja sama alir sungai ini muncul, karena kontribusi PAD pada sektor kapal pandu tidak masuk kas daerah, melainkan masuk ke Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sehingga,l perizinannya langsung ditangani oleh pemerintah pusat.
“Sejauh ini untuk Kaltim tidak menghasilkan apa-apa. Jadi mulai sekarang kita harus menyasar hal itu untuk meningkatkan PAD, yang nantinya juga bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat Kaltim,” ucapnya.
Tio mengatakan, beberapa kabupaten/kota telah menerapkan hal itu, dalam upaya peningkatan PAD pada daerahnya masing-masing seperti Samarinda yang berhasil menggali PAD melalui kapal pandu yang melintas di bawah Jembatan Achmad Amin, dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pada kapal pandu Jembatan Tenggarong.
“Nah sekarang Pemprov Kaltim seharusnya juga bisa,” jelasnya.
Kendati demikian, pola kerja sama yang ideal harus dikaji secara mendalam oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hanya saja Tio menilai, salah satu opsi yang dapat dilakukan dalam kerja sama kedepannya yaitu pengadaan kapal pandu oleh PT MBS selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). (adv/dprdkaltim)