Beranda blog Halaman 1190

DPRD Apresiasi Penanganan Sampah di Berebas Tengah

0
TPS di depan gedung Ainia Rasyifa Kelurahan Berebas Tengah. (ist)

BONTANG – Upaya penanganan sampah yang dilakukan jajaran Kelurahan Berebas Tengah, mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Salah satunya dari wakil rakyat di DPRD Bontang.

Amir Tosina, Ketua Komisi III, yang juga mitra kerja dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), mengapresiasi kerja keras lurah beserta jajarannya. Langkah ini  katanya, berdampak positif dan dapat ditiru kelurahan lain.

“Kalaupun ada sanksi yang diberikan, harapannya bisa menjadi efek jera bagi warga,” kata Amir saat dikonfirmasi belum lama ini.

Diketahui, Kelurahan Berebas Tengah kini telah menyiapkan kontainer dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di seberang Gedung Ainia Rasyifa. Hal itu dilakukan agar pembuangan sampah seluruh warga Berebas Tengah terpusat di satu titik, dan tidak ada lagi yang membuang sampah di median jalan.

Sosialisasi juga gencar dilakukan kelurahan baik sosialisasi langsung ke masyarakat, ataupun memasang spanduk. Mereka juga bersinergi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), serta kecamatan dan kelurahan dalam masalah pengawasan.

Sosialisasi berupa imbauan, larangan, dan ancaman sesuai dalam Surat Edaran Wali Kota Bontang nomor 188.65/825/DLH/2022 tentang Pelaksana Program Kebersihan Lingkungan Kelurahan Berebas Tengah. Aturan ini merupakan turunan dari Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah. Dalam pasal 65 tercantum sanksi bagi para pelanggar, bakal dipenjara 6 bulan dan didenda Rp 50 juta.

TPS yang disiapkan ini merupakan TPS 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Jadi sampah yang dibuang masyarakat, bakal dipilah terlebih dahulu. Langkah ini berdampak pada berkurangnya sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Bontang Lestari. (adv/mk)

Polsek Bontang Barat Lakukan Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial di SMP IT Atsabiqiyah

0

BONTANG – Polsek Bontang Barat memanfaatkan Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP IT Atsabiqiyah Yayasan Pondok Pesantren Nurul Iman dengan memberikan sosialisasi tentang bijak  menggunakan media sosial (medsos), Rabu siang (20/7/2022).

Sosialisasi ini dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing Aiptu Nurhadi bersama Aipda Markus Pinang dan Aipda Yuldan Sampe dengan memberikan sosialisasi bijak menggunakan media sosial dan handphone kepada siswa-siswi SMP IT Atsabiqiyah Jalan Arif Rahman Hakim Km 3  Kelurahan Belimbing Kecamatan Bontang Barat.

Dalam kegiatan itu Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing Aiptu Nurhadi memberikan pemahaman tentang fungsi media sosial. Selain itu memberikan pemahaman kepada siswa-siswi agar menggunakan media sosial dengan baik dan benar.

”Media sosial di satu sisi mempunyai manfaat antara lain untuk mempermudah berkomunikasi, namun apabila tidak digunakan dengan baik mempunyai dampak yang negatif,” kata Aiptu Nurhadi.

Aiptu Nurhadi menjelaskan tentang dampak positif media sosial dan handphone sebagai alat komunikasi, juga disampaikan beberapa efek negatif media sosial, antara lain kecanduan sehingga melupakan kewajiban sebagai pelajar, ikut menyebarkan berita hoaks, pornografi, dan digunakan sebagai alat kejahatan.

”Adik-adik harus bisa mengunakan media sosial sesuai dengan peruntukannya jangan mudah menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya, selain itu jangan mudah terbujuk dengan orang yang belum dikenal melalui media sosial,” ujarnya.

Aiptu Nurhadi juga mensosialisasikan tentang keselamatan dalam berkendaraan. “Kami menghimbau kepada adik-adik pelajar agar mematuhi peraturan berlalu lintas, seperti mengendarai kendaraan bermotor setelah memiliki SIM, memakai helm saat berkendaraan, membawa surat-surat kelengkapan seperti SIM, STNK, serta tidak melakukan aksi kebut kebutan di jalan raya,” ujarnya.

Sementara Kepala SMP IT Atsabiqiyah mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Polsek Bontang Barat yang telah memberikan sosialisasi bijak bermedia sosial. Dia berharap siswa-siswinya bisa mengetahui bahwa media sosial yang dimilikinya mempunyai efek positif dan negatif.

Selain itu dengan hadirnya Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Bontang Barat dapat memberikan wawasan edukasi tentang pentingnya bijak dalam bermedia sosial bagi para siswa-siswi.

”Sosialisasi yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Belimbing Aiptu Nurhadi sangat relevan dengan perkembangan situasi saat ini. Harapannya siswa-siswi di sekolah kami bisa bijak dalam menggunakan media sosial yang mereka miliki,” ucapnya. (hms)

Hetifah Dukung Optimalkan Peran Kreator Konten untuk Parekraf

0
Hetifah Sjaifudian disambut sebelum kegiatan berlangsung di Hotel Bintang Sintuk. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mengadakan diskusi untuk mengoptimalkan peran kreator konten dalam mensosialisasikan standar usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Kaltim, khususnya Kota Bontang. Kegiatan ini digelar Kamis (21/7/2022) di ballroom Hotel Bintang Sintuk, Bontang.

Direktur Standardisasi dan Sertifikasi Usaha Kemenparekraf, Oni Yulfian mengatakan, standardisasi dan sertifikasi bukan hanya diberikan kepada kreator konten saja. Tetapi semua pelaku usaha sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif. “Pesertanya berasal dari berbagai usaha seperti kuliner, fashion dan bidang ekonomi kreatif lainnya,” kata Oni, Kamis (21/7/2022).

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang Ahmad Aznem mengatakan, ke depan Kaltim fokus dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Dia menyebutkan Kota Bontang harus menyambut dengan berbagai potensi pariwisata.

“Melalui kegiatan peran kreator konten ini, diharapkan dapat memperkenalkan pariwisata Kota Bontang. Seperti kampung Malahing yang telah masuk dalam 100 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022,” kata Aznem.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan, peserta yang hadir dalam kegiatan ini berasal dari berbagai daerah, yakni Kutai Timur (Kutim), Kutai Kartanegara (Kukar) dan komunitas kreator konten daerah lainnya.

Hetifah menjelaskan para kreator konten perlu didukung baik dalam akses untuk mendapatkan standardisasi dan sertifikasi usaha, maupun dukungan dalam hal peralatan yang digunakan dalam membuat konten.

“Dengan keilmuan ini, Kaltim bisa menuju pengembangan pariwisata serta mengadakan event-event internasional. Kita menuju ke sana,” jelas Hetifah saat bertandang ke Bontang. (ya)

Sektor Pariwisata di Bontang Perlu Terus Dibenahi

0
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian

BONTANG– Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyebutkan, pariwisata di Bontang masih bisa terus ditingkatkan.

Salah satu caranya, dengan adanya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas. “Pertama antar-pemerintah dan komunitas. Dan kedua, antar sesama komunitas yang harus bersama berkolaborasi. Banyak komunitas di tiap destinasi,” kata Hetifah kepada Mediakaltim.com, Kamis (21/7/2022) usai penutupan kegiatan peran Kreator Konten untuk Parekraf.

Legislator daerah pemilihan Kaltim ini meyakini, pemerintah maupun swasta tertarik ikut mengembangkan objek wisata di Bontang.

“Pemerintah pusat terkesan melihat Kota Bontang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mendatangkan Menteri Pariwisata untuk melihat langsung Bontang,” ungkap Hetifah.

Dia menilai, Bontang memiliki nilai jual tersendiri, tapi sayangnya infrastruktur yang ada belum mendukung, sehingga sangat berpengaruh pada minat wisatawan untuk berkunjung.

“Akses menuju Bontang cepat diperbaiki, sehingga dapat memudahkan orang luar menikmati objek wisatanya,” jelas Hetifah.

Selaku wakil Kaltim di Senayan, Hetifah bersama komunitas siap memberikan dukungan, diantaranya dengan ikut merumuskan event terkait pariwisata. Mulai dari menggelar festival dan pelatihan bagi komunitas hingga pendampingan komunitas destinasi di Bontang.

“Dengan bekerja bersama-sama, semoga ada destinasi desa wisata yang masuk dalam 50 penerima Anugrah Desa Wisata Indonesia (Adwi) tahun mendatang,” harap Hetifah.

Pengembangan wisata yang Hetifah maksud, diantaranya dengan digitalisasi objek wisata di Bontang. “Guntung, Pulau Malahing, Bontang Kuala, Loktuan sebagai salah satu wisata religi dan Beras Basah. Masih banyak isu yang harus diperbaiki seperti infrastruktur, masalah sanitasi dan sampah,” ungkap Hetifah.(ya)

Kasus Covid-19 Meningkat, Pelajar SD-SMP di Bontang Masih Belajar Tatap Muka

0
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono (Kiri Depan). (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Kasus Covid-19 di Bontang tiap harinya menunjukan tren meningkat. Walau begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum berencana mengubah kebijakan pembelajaran tatap muka, menjadi dalam jaringan atau daring.

Kepala Disdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono mengatakan, saat ini proses belajar mengajar di Kota Taman masih berlangsung secara tatap muka penuh, dengan tetap menekankan protokol kesehatan (prokes).

“Sampai saat ini belum ada (belajar) dalam jaringan (daring). Jangan sampailah. Kantin buka tapi tetap protokol kesehatan,” kata Bambang.

Hingga kini, dirinya tetap mengimbau kepada satuan pendidikan untuk kembali mengaktifkan satgas Covid-19 di sekolah masing-masing. “Saya kira diingatkanlah. Masing-masing sekolah memiliki satgas Covid-19,” tambah Bambang.

Disebutkan pula, dalam hal pelaksanaan vaksinasi booster bagi pelajar Sekolah Dasar (SD), Bambang mengaku masih menunggu arahan dari Satgas Covid-19 Kota Bontang. “Kita masih menunggu arahan dari tim Satgas Covid-19 Kota Bontang,” jelas Bambang.(ya)

Babinsa Koramil 0908-02/Muara Badak Laksanakan Pendampingan Penyaluran BLT-DD

0

BONTANG – Babinsa Koramil 02/Muara Badak, Serda Ali Mustofa melaksanakan pendampingan Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) bulan ke-7 tahun 2022 kepada keluarga miskin atau yang berhak menerima, di Aula Kantor Desa Badak Baru, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (20/7/2022).

”Kami Babinsa bersinergi pemerintah setempat siap mengawal dan mengamankan kegiatan penyaluran BLT-DD ini agar benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujar Serda Ali Mustofa.

Acara penyaluran BLT-DD bulan ke-7 tahun 2022 tersebut, dihadiri aparat pemerintahan, aparat Desa Badak Baru, serta masyarakat penerima sebanyak 135 Kepala Keluarga (KK), masing masing mendapatkan bantuan Rp 300.000 per bulan.

”Semoga bantuan BLT-DD tahun ini dapat membantu perekonomian warga Desa Badak Baru,” ucapnya. Serda Ali Mustofa juga berpesan kepada warga penerima BLT-DD agar menggunakan uang bantuan itu sebaik- baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Pendim Btg)

Komisi III Bahas Raperda Penyediaan dan Penyerahan Sapras Perumahan dan Kawasan Permukiman

0
Rapat Komisi III DPRD Bontang membahas Raperda Penyediaan, Penyerahan Prasarana, Sarana, Utilitas Perumahan dan Kawasan permukiman. (ist)

BONTANG – Komisi III DPRD Bontang bersama tim asistensi Pemkot Bontang tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyediaan, Penyerahan Prasarana, Sarana, Utilitas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Wakil Ketua Komisi III, Abdul Malik menyampaikan, tujuan raperda ini untuk memaksimalkan pengelolaan tata kota sebagai kebutuhan pembangunan infrastruktur Bontang ke depan. Termasuk mengatur fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), hingga peningkatan ikrar wakaf rumah ibadah menjadi akta wakaf.

Selama ini kata dia, masih banyak fasum dan fasos yang tidak tersentuh perbaikan dari pemerintah, akibat asetnya belum diserahkan ke pemerintah.

“Ketersediaan lahan di Bontang juga makin minim ke depan. Sementara populasi usaha properti terus bertambah. Sehingga harus ada aturan yang mengatur baik permukiman ataupun pertanahan,  agar terarah dan terencana,” ucap Malik, Selasa (19/7/2022).

Politisi PKS itu menyebut, saat ini pihaknya bersama tim asistensi masih terus membahas secara mendalam rancangan payung hukum yang merupakan inisiatif dari DPRD ini. Malik mengatakan, nanti juga diatur soal potensi pungutan retribusi agar menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Bontang.

Selain itu, pelibatan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPKPP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) juga bakal dilakukan. Sebab pelaksanaan implementasi di lapangan nantinya, tidak lepas dari kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut. (adv/mk)

Polres Bontang Terima Kunjungan Tim Itwasda Polda Kaltim

0

BONTANG – Polres Bontang menerima kunjungan Tim Penilai dari Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Kaltim terkait Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP), Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) jajaran Polda Kaltim, Rabu (20/7/2022).

Rombongan tim penilai internal yang dipimpin Kompol Gatot Supriyanto SH didampingi 3 anggota disambut Wakapolres Bontang Wisnu Dian Ristanto SIK dan Pejabat Utama Polres Bontang di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mako Polres Bontang

Wakapolres Bontang  Kompol Wisnu Dian Ristanto mewakili Kapolres Bontang Yusep Dwi Prastiya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari perbaikan sistem kinerja satuan kerja (satker) Polres Bontang

”Kegiatan ini rutin dilaksanakan di Satker dan Satwil jajaran Polda Kalbar sebagai fungsi kontrol AKIP,” tutur Kompol Wisnu Dian Ristanto.

“Adapun dokumen yang dilakukan pemeriksaan AKIP yaitu Restra Satker 2020-2024 , Renja tahun 2022, IKU (Indikator Kinerja Utama)  tahun 2022, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Satker tahun 2021, laporan Renaksi Tahun 2021,” terang Kompol Wisnu Dian Ristanto.

Penilaian dan Evaluasi AKIP bertujuan untuk mengetahui kegiatan melalui perencanaan baik yang telah dilaksanakan maupun yang belum dilaksanakan oleh satker Polres Bontang.

Lebih jauh, Wakapolres mengatakan Polres siap memenuhi AKIP yang telah disampaikan oleh ketua tim dari Itwasda Polda Kaltim.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kompol Gatot Supriyanto bersama tim yang telah melakukan kunjungan penilaian pelaksanaan Evaluasi AKIP, Penilaian Maturitas SPIP Satker dan Validasi atas penilaian SPIP Polres Bontang . Kami akan memenuhi serta melengkapi kriteria AKIP Polres Bontang,” pungkas Kompol Wisnu Dian Ristanto. (hms)

Raking Dukung Pendirian SMP di Pesisir Bontang

0
Bangunan SD di pesisir Malahing Bontang. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berencana membangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah pesisir Bontang. Kendati begitu, masih dibutuhkan kajian dan dukungan anggaran agar rencana tersebut bisa terealisasi. Termasuk harus mengantongi nomor induk sekolah sebelum dibangun.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bontang, Raking, mendukung penuh rencana itu. Menurutnya, pendidikan jenjang SMP di pesisir sangat diperlukan saat ini. Untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan katanya, memang harus melakukan kajian terlebih dahulu. Termasuk soal jumlah peserta didik dan ketersediaan sarana prasarana (sapras).

Namun Raking berpendapat pendirian SMP di pesisir ini tidak perlu dan tidak harus melihat kajian. Sebab kondisi pendidikan di pesisir jauh berbeda dengan di wilayah perkotaan. “Ini kan untuk kepentingan anak dan bangsa juga dalam meningkatkan mutu pendidikan. Saya juga terlahir dari pesisir. Maka saya sangat dukung itu,” ucapnya, Selasa (19/7/2022).

Raking menyebut, pendirian SMP di pesisir ini diharapkan bisa menjadi solusi dalam menekan angka anak yang putus sekolah. Sebab diketahui, banyak anak pesisir tidak melanjutkan pendidikannya usai lulus dari jenjang SD. Faktor utamanya karena kesulitan akses transportasi kapal, dan ketidakmampuan secara ekonomi. (mk/adv)

Dinkes Gelar Bimtek Penyuluhan Keamanan Pangan

0

BONTANG – Dinas Kesehatan Kota Bontang menggelar bimbingan teknis (bimtek) penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), Selasa (19/7/22) di Ballroom Hotel Bintang Sintuk. Kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bontang Najirah.

Dalam arahannya, Najirah membeberkan Pemerintah Kota memiliki kewenangan untuk mengatur dan menerbitkan izin produksi bagi pelaku usaha industri rumah tangga. Hal ini telah tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat serta Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.

“Pemerintah Kota Bontang menyambut baik terselenggaranya kegiatan bimtek penyuluhan keamanan pangan hari ini,” ucap Najirah.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan keamanan pangan di Kota Bontang sebagai wujud perlindungan kepada masyarakat dari bahaya makanan yang tidak sesuai standar kesehatan.

“Kegiatan ini tentunya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan pangan yang baik dan sesuai dengan standar yang berdampak kepada peningkatan kesehatan dan pendapatan masyarakat melalui kuliner,” sambungnya.

“Semoga melalui bimtek ini dapat menjadi bekal bagi Bapak Ibu semuanya dan menghidupkan kembali perekonomian di Kota Bontang.” tutup Najirah. (kmf/lusy)