Beranda blog Halaman 1191

Gandeng Pemkot Bontang, PKT Gelar Senam Bersama Warga Guntung

0

BONTANG – PT Pupuk Kaltim terus menggalakkan corporate social responsibility (CSR) bagi warga Kota Bontang. Kali ini, dengan menggandeng Pemkot Bontang, PT Pupuk Kaltim menggelar Management Goes to Community berupa Senam Bersama Warga (Semawar) di Rumah Adat Guntung.

Wali Kota Bontang Basri Rase beserta jajarannya turut hadir dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya senam bersama, Basri pun tampak memantau lokasi peletakan batu pertama pembangunan replika rumah adat Kutai di Kelurahan Guntung.

“Replika rumah adat Guntung ini nantinya akan menjadi salah satu lokasi tujuan wisata sehingga dapat meningkatkan pariwisata di Bontang,” ucap Basri.

Basri berharap agar Kota Bontang dapat menjadi kota sentra UMKM dengan memanfaatkan pengusaha dan perajin lokal dan mengajak warga Bontang untuk memakai produk lokal.

“Hal ini sudah kami terapkan di Pemkot Bontang dengan mewajibkan seluruh pegawai Pemkot Bontang untuk menggunakan batik lokal di setiap hari Kamis,” sambungnya.

“Saya juga ingin berterima kasih kepada PT Pupuk Kaltim atas bantuannya kepada Forum Komunikasi Pengembangan Pariwisata (FKPP) Kelurahan Guntung. Ini seperti gayung bersambut, saya harap pembangunan rumah adat ini dapat berjalan dengan lancer,” pungkas Basri. (kmf/lusy)

Ketua DPRD Kaltim Saksikan Sertijab Pangdam VI/Mulawarman

0

BALIKPAPAN – Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK menghadiri acara pisah sambut Pangdam VI/Mulawarman dari Mayjen TNI Teguh Rumekso kepada Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Syukuran HUT ke 64 Kodam VI/Mulawarman, di Aula Makodam VI/Mulawarman, Rabu (20/7).

Usai menghadiri undangan, Makmur menyampaikan ucapan selamat ulang tahun Kodam VI/Mulawarman ke 64, dan dirinya berharap TNI selalu ada bersama dengan masyarakat. “Atas nama lembaga dan pribadi, saya mengucapkan dirgahayu Kodam VI/Mulawarman.

Selamat datang Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, juga selamat bertugas Mayjen TNI Teguh Rumekso ditempat yang baru ,” ujranya. Ia berharap, apa yang telah dilakukan Mayjen TNI Teguh Rumekso selama menjabat sebagai Pangdam VI/Mulawarman selama delapan bulan sebelumnya, dapat dilanjutkan oleh Mayjen TNI Tri Budi Utomo selaku Pangdam VI/Mulawarman yang baru.

“Kaltim saat ini punya beban yang cukup berat, terutama dalam rangka pengamanan pembangunan IKN. Ini merupakan tantangan juga kepada Pak Tri Budi Utomo,” sebut Makmur.

Politisi Golkar ini juga menambahkan, bahwa wilayah Kaltim terbilang cukup luas, ditambah Kodam VI/Mulawarman masih membawahi Kaltara, sehingga tanggung jawab dan tantangan yang diemban cukup besar.

“Kondisi masyarakat Kaltim dan Kaltara masih banyak yang belum terjangkau, baik dari segi infrastruktur maupun transporatasi, bahkan kesejahteraan masih terbilang memprihatinkan. Kehadiran TNI Bukan saja untuk mengamankan NKRI, tetapi harapan kita peran TNI-Polri, terutama TNI dapat memberikan efek positif dalam aspek sosial juga,” tandasnya.

Sementara itu, Mayjen TNI Tri Budi Utomo berharapkehadiran dirinya bisa memberikan kontribusi bagi negara khususnya setelah Kaltim menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara melalui Kodam VI/Mulawarman dan memastikan berjalan.

“Mudah-mudahan saya juga dapat memberikan kontribusi seperti yang telah beliau (Teguh Pudjo Rumekso) berikan kepada Kodam VI Mulawarman ini,” ujarnya.

“Sehingga situasi dan kondisi baik itu di jajaran Kodam VI/Mulawarman hingga ke perbatasan dan sampai terbentuknya Ibu Kota Nusantara semua dapat berjalan aman dan lancer,” tambahnya.

Dia menegaskan, tugas utama Kodam VI Mulawarman memastikan pembangunan IKN berjalan lancar. Hal itu sesuai dengan instruksi Pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Tugas pokok Kodam VI Mulawarman selalu tegak lurus kepada pemerintah dan pada saat ini pemerintah menekankan agar IKN Nusantara harus bisa dilaksanakandan di impelemntasikan,” jelas Tri Budi Utomo. (adv)

Kadiskop UKMP Minta Bukti Pungli, Pemindahan Pedagang Pasar Taman Citra Loktuan Berlanjut

0
Kadiskop UKMP Bontang Kamilan (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG– Walau banyak dikeluhkan, relokasi pedagang ke gedung baru Pasar Taman Citra Loktuan tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Hal ini diungkapkan Kamilan, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Kadiskop UKMP Bontang), Rabu (20/7/2022).

Terkait masih ada pedagang yang tak puas dengan luasan lapak yang akan dipakai, menurut Kamilan, masalah tersebut akan dituntaskan secara persuasif.

Yang pasti, lanjut dia, pedagang yang menolak tetap hadir pada saat pengundian lapak. “Menurut berita acara pengundian, mereka menandatangani. Saya perlu evaluasi lagilah. Kami kan tidak mungkin mengubah struktur gedung yang sudah jadi,” ungkap Kamilan.

Pertimbagan lain, para pedagang juga telah membayar retribusi, sehingga sudah seharusnya mereka menerima pemindahan sesuai dengan aturan. “Kan semua sudah bayar retribusi, kok bisa tidak mau, kan aneh. Sudah sesuai Perda juga,” katanya.

Kamilan juga membantah tudingan adanya pungutan liar (Pungli) yang ada di pasar. Menurutnya, semua pembayaran atau retribusi ditandatangani langsung sehingga masuk ke kas daerah.

“Punglinya di mana, jika ada staf yang melakukan akan ditindak sesuai dengan aturan. Jika ada bukti, laporkan saja,” katanya lagi.

“Kami hanya berkoridor pada faktor keadilan. Sehingga pedagang yang lama tetap diutamakan,” kata Kamilan.

Dirinya juga masih memberikan ruang kepada pedagang baru, namun jika sarana tempat berjualan masih tersedia. “Bukan ditolak, tapi dicarikan solusi lainnya. Tapi tetap diutamakan pedagang lama,” tambahnya. (ya)

41 Kasus Aktif Covid-19, Dinkes Tingkatkan Capaian Vaksinasi Booster

0
Kadinkes, dr Toetoek Pribadi Ekowati saat dikonfirmasi Mediakaltim.com. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Angka kasus positif Covid-19 di Kota Bontang kembali bertambah lima orang. Total kasus di Kota Taman menjadi 41 kasus. Penambahan kasus ini berasal dari karyawan perusahaan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang, dr Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, penambahan kasus dari beberapa perusahaan swasta yang melakukan pengecekan pada penderita Orang Tanpa Gejala (OTG). Semua pasien katanya, sudah melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di tempat khusus oleh perusahaan.

“Ada 41 kasus, namun semua pasien OTG, sehingga melakukan isolasi mandiri,” kata dr Toetoek saat ditemui Mediakaltim.com, Rabu (20/7/2022).

Toetoek mengatakan, semua pasien tanpa gejala itu sudah melakukan vaksin Covid-19 lengkap. “Karena sudah melakukan vaksin lengkap maka yang terpapar tanpa gejala,” tambah Toetoek.

Toetoek mengatakan, untuk capaian vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua di Kota Bontang telah lebih 80 persen. Untuk saat ini pihaknya akan meningkatkan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

“Capaian vaksinasi harus terus ditingkatkan, saat ini vaksinasi dosis ketiga masih 35 persen. Jadi untuk saat ini vaksinasi dosis ketiga masih tertinggal,” jelasnya.

Untuk itu katanya, Pemerintah Pusat mengimbau capaian vaksinasi harus ditingkatkan. Pihaknya juga membuka sentral vaksinasi setiap hari kerja di gedung MTQ Lapangan Bessai Berita.

Selain itu, vaksinasi juga dilakukan dengan cara menjemput bola ke rumah-rumah warga yang tidak dapat mendatangi sentral vaksinasi.

Menurut data Dinkes Bontang per 19 Juli 2022, jumlah keseluruhan kasus Covid-19 sebanyak 41 kasus aktif, yang dilakukan isolasi mandiri dengan tambahan 5 kasus baru. Total kesembuhan sebanyak 19. 317 kasus dari total 19.737 kasus di Kota Bontang.(ya)

Kelurahan Belimbing Masuk Zona Merah, Lurah Ingatkan Prokes

0
Lurah Belimbing, Dwi Andriyani. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – Kasus Covid-19 di Kelurahan Belimbing terus bertambah. Di wilayah ini ada sebanyak 23 kasus aktif sehingga masuk zona merah. Penambahan kasus ini dari karyawan perusahaan swasta.

Lurah Belimbing, Dwi Andriyani saat ditemui Rabu (20/7/2022) membenarkan, tambahan kasus di wilayah kelurahan Belimbing. Jumlah itu didapatkan dari beberapa tracing (penelusuran) di perusahaan swasta.

Untuk pencegahan, dirinya mengatakan dengan menggiatkan protokol kesehatan (prokes) di wilayah masing-masing sesuai dengan surat edaran sebelumnya.

“Kami mengimbau menggunakan masker di tempat-tempat terbuka, terutama di tempat tertutup. Kedua, menggalakkan vaksinasi kembali seperti saat ini bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk vaksinasi door to door,” ungkap Dwi.

Dia menambahkan, Kelurahan Belimbing akan terus menjalankan vaksinasi Covid-19 bekerja sama dengan berbagai instansi. “Sampai saat ini ada 23 kasus aktif di Kelurahan Belimbing, tersebar di 7 RT,” kata Dwi.

Karena Kelurahan Belimbing masuk zona merah Covid-19, Lurah Belimbing akan terus berkoordinasi dengan setiap ketua RT di Kelurahan Belimbing. “Kami tetap memberikan imbauan kepada ketua RT dan akan diteruskan ke warga,” pungkasnya. (ya)

Cetak SDM Andal dan Kompeten, PKT Gelar Tiga Program Magang Sekaligus

0

Sebanyak 186 peserta dari tiga program pemagangan di PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), siap menimba ilmu untuk mengasah kemampuan pada tataran profesional, dengan penempatan di lingkungan kerja perusahaan selama enam bulan.

Tiga program tersebut diantaranya Pupuk Kaltim Apprentice Challenge (PAC) Batch VI tahun 2021, PAC Makmur Batch II dan Kerja Praktik Batch III tahun 2022. Pelaksanaan program dibuka secara resmi Manajamen PKT, Selasa (19/7/2022).

VP Pengembangan SDM dan Organisasi PKT Bondar Priandono, selaku penanggungjawab program menjelaskan PAC Batch VI diikuti 66 peserta dari Kota Bontang, yang merupakan fresh graduate jenjang Diploma 3 dan Strata 1 hasil seleksi PKT bekerjasama dengan Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang. Seluruh peserta akan ditempatkan di 27 unit kerja perusahaan, dengan kompetensi di berbagai bidang.

“Melalui program ini, para peserta akan dilatih beradaptasi dengan dunia kerja, sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang sistem kerja di dunia industri,” kata Bondar.

Kemudian untuk PAC Makmur, diikuti 22 peserta yang berasal dari Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Politeknik Pembangunan Pertanian Malang, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari dan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang.

Sedangkan untuk Kerja Praktik Batch III, diikuti 98 peserta yang terdiri dari 80 mahasiswa dari 17 Perguruan Tinggi di Indonesia, serta 18 siswa dari SMK Negeri 1 Kota Bontang.

“Khusus untuk Kerja Praktik Batch III, akan menjalani program selama dua bulan, mulai 18 Juli sampai 18 September 2022. Sedangkan untuk PAC Batch VI dan PAC Makmur selama enam bulan, yang akan berakhir pada 18 Januari 2023 mendatang,” terang Bondar.

SEVP Business Support PKT Meizar Effendi, mengungkapkan tiga program pemagangan ini rutin digelar setiap tahun, sebagai wujud kontribusi PKT dalam mendorong peningkatan sumberdaya manusia yang andal dan berdaya saing, sehingga kedepan bisa lebih siap menghadapi dunia kerja profesional.

Menurut Meizar, PAC Batch VI merupakan program yang dikembangkan PKT bagi masyarakat, untuk meningkatkan kompetensi, kemampuan dan etika untuk bekal menghadapi dunia kerja.

“Program ini sebagai upaya PKT meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di Kota Bontang, sehingga memiliki kecakapan serta kompetensi agar mampu bersaing dalam dunia kerja,” ujar Meizar.

Sementara program PAC MAKMUR merupakan kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim terhadap Program MAKMUR dalam mendorong produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Program ini merupakan tindaklanjut kerjasama Pupuk Kaltim dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Dalam pelaksanaannya, peserta PAC Makmur akan dibimbing langsung tim PKT untuk mendampingi petani di seluruh wilayah binaan, sehingga ilmu yang dimiliki para peserta bisa membantu petani dalam mencapai optimalisasi hasil pertanian.

Begitu pula dengan Kerja Praktik Batch III, ditujukan untuk memberi gambaran kepada mahasiswa dan siswa kejuruan, tentang penerapan teori di bangku sekolah maupun perkuliahan pada persoalan riil di dunia kerja.

“Melalui tiga program ini, kapasitas SDM dan kompetensi sesuai bidang ilmu yang dimiliki dapat semakin diasah para peserta, sehingga bisa bermanfaat dalam menghadapi tantangan dan tuntutan pasar kerja, maupun dalam mendorong sektor pertanian dengan turun langsung ke lapangan,” tambah Meizar.

Dirinya berharap tiga program tersebut mampu menjawab tantangan dunia kerja dan optimalisasi pertanian Indonesia, karena seluruh peserta akan mendapatkan pendampingan pada tataran teknis dunia kerja oleh tim PKT, sehingga bisa menjadi bekal untuk peningkatan daya saing dan kompetensi diri.

“Semoga para peserta dapat meningkatkan daya kreasi dan menimba pengalaman, dengan mengaplikasikan langsung ilmu yang dimiliki pada dunia kerja sesungguhnya,” harap Meizar.

Sekretaris BPPSDMP Kementerian Pertanian Siti Munifah, memberikan apresiasi terlaksananya PAC Batch VI dan PAC Makmur PKT untuk membekali generasi muda menghadapi dunia kerja secara langsung di lapangan.

Dirinya menyebut PAC ini sebagai langkah awal dalam mendukung pengembangan sektor pertanian yang direalisasikan sinergi BUMN melalui program Makmur, dengan melibatkan milenial sebagai pendamping untuk turun langsung di lapangan.

Melalui kolaborasi ini, pendidikan karakter dan kapasitas para mahasiswa dalam implementasi keilmuan bisa terfasilitasi dengan baik, sehingga kedepan dapat memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan pertanian dalam negeri.

Seiring terciptanya tenaga kerja terampil melalui PAC ini, Siti Munifah juga berharap para peserta dapat turut diberdayakan dan dilibatkan PKT maupun Pupuk Indonesia, untuk pendampingan para petani di seluruh wilayah Makmur secara kontinyu.

“Untuk itu kami berpesan, para peserta khususnya dari Politeknik Kementerian Pertanian, dapat mengikuti program ini dengan baik sekaligus mengasah kemampuan selama mengikuti program, agar ilmu yang dimiliki bermanfaat bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia,” harap Siti Munifah.

Mewakili Pemkot Bontang, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Abdu Safa Muha, menilai tiga program pemagangan PKT ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kota dalam mendorong peningkatan kapasitas SDM lokal agar lebih maju dan berdaya saing.

Dirinya berharap program ini dapat terus ditingkatkan, agar kompetensi maupun kapasitas sumberdaya manusia terampil di Kota Bontang mampu terwujud secara maksimal, melalui peran PKT untuk pembinaan dan pendampingan di tataran praktis dunia kerja.

“Atas nama Pemkot Bontang kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi PKT, yang senantiasa mendukung upaya pemerintah meningkatkan daya saing dan kompetensi warga lokal. Semoga program ini terus berlanjut, seiring makin meningkatnya kapasitas dan daya saing masyarakat di pasar kerja,” tutur Safa Muha. (adv)

Polres Blender Sabu 12,72 Gram dari Pasutri di Loktuan

0

BONTANG – Sebanyak 12,72 gram sabu yang terbungkus 24 poket dimusnahkan, Selasa (19/7) di ruang Sat Narkoba Polres Bontang. Narkoba yang dimusnahkan itu barang bukti yang disita dari dua tersangka pasangan suami istri, yaitu suami berinisial Sk (28) dan istri berinisial En (24).

Pemusnahan barang haram dipimpin Kapolres Bontang AKBP Yusep Dwi Prasetiya menggunakan blender. Narkoba jenis sabu-sabu tersebut dimasukkan ke blender yang sebelumnya sudah diisi air mineral. Kemudian sabu diblender dan dibuang para pelaku ke dalam closet.

“Yang kami musnahkan 12,72 gram sabu. Tersangka adalah pasutri yang menjadi pengedar di Loktuan,” kata AKBP Yusep.

Kapolres mengatakan, saat dilakukan penangkapan, keduanya mengedarkan sabu kepada nelayan, pekerja buruh, dan supir truk.  “Ini komitmen kami bahwa Bontang Zero peredaran gelap narkoba,” tegasnya.

Sebelumnya tersangka dan bandar sudah bersepakat mengambil sabu pesanan di Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya di bundaran Hotel Bintang Sintuk. Sabu disimpan didalam bungkus rokok. Kemudian uang dari tersangka juga ditaruh tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Kalau barang katanya dari Sulawesi Selatan. Baru dua hari lalu dia ambil dengan bertransaksi via telepon,” tambahnya.

Kedua tersangka kini diamankan di Mako Polres Bontang untuk proses pengembangan. Barang bukti yang berhasil diamankan berat kotor sabu 12,72 gram, timbangan digital, handphone, dan uang Rp 1,3 Juta. Tersangka dijerat pasal 112 atau 114 junto pasal 132 Undang- undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya 5 sampai 20 tahun penjara.

Saat pemusnahan narkoba, Kapolres didampingi Kasat Narkoba AKP Tatok Tri Haryanto, Kasat Tahti Iptu Heri Purwanto, KBO Sat Narkoba Ipda Hadi Esmoyo,  Kanit Sat Narkoba Aiptu Mashudi, Kanit Sat Narkoba Aipda Ambo. Selain itu juga menyaksikan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bontang Lis Suryani SH, Kasi Barang Bukti Kejaksaan Negeri Ardiansyah SH  dan Mansur Nonci, SH selaku penasihat hukum. (rls/mk)

PIK- R SMPN 1 Bontang Masuk Nominasi Nasional, Diharapkan Jadi Pusat Informasi Remaja

0
Wawali Bontang Najirah bersama Ketua DPRD Andi Faisal saat verifikasi penilaian hasil apresiasi PIK-R

BONTANG– SMP Negeri 1 masuk nominasi 3 besar penilaian apresiasi kelompok Pusat Informasi dan Konseling – Remaja (PIK-R) Gresture tingkat Nasional. Verifikasi penilaian hasil apresiasi kelompok PIK-R Gresture SMPN 1 dalam ajang kreativitas genre nasional dihadiri langsung Direktorat Ketahanan Remaja  BKKBN Nasional serta perwakilan Genre Nasional.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Bontang Riyanto mengatakan, pihaknya bersyukur masuk nominasi 3 besar.  Riyanto menambahkan, PIK-R akan memberikan wadah bagi penyiapan keluarga bagi siswa  serta terus mendukung kegiatan PIK-R.

“Kegiatan PIK-R di SMP N 1 telah dimulai pada 2013 lalu. Dua tahun terakhir, PIK-R menjadi ekstra kulikuler,” kata Riyanto saat menerima tim Verifikasi Nasional dari BKKBN, Selasa (19/7/2022).

Diharapkan, kedepannya PIK-R Gresture SMP Negeri 1 mampu menjadi pelopor dan menjalin kolaborasi bersama satuan pendidikan di Bontang, terutama l pelayanan konseling bagi remaja untuk menghindari narkoba, pencegahan pergaulan bebas dan mencegah pernikahan dini.

Perwakilan dari Direktorat Ketahanan Remaja Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Cikik Sikmiyati mengatakan, verifikasi bertujuan untuk melihat implementasi mengenai  program ‘tentang kita’ dari BKKBN dengan segmentasi usia. Di mana untuk PIK-R SMP Negeri 1 Bontang telah masuk  3 besar nominasi segmentasi usia 10-14 tahun kategori ‘berani’.

“PIK-R SMP N 1 masuk dalam 3 besar nominasi. Nantinya pemenang nominasi segmentasi  10-14 tahun akan diumumkan di Yogyakarta sebagai pemenang nasional,” jelas Cikik.

Sementara, Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyebutkan, Generasi Berencana (Genre) merupakan program yang dapat menghapuskan pernikahan dini melalui pemberian informasi kepada PIK-R. Upaya yang dilakukan dengan memberikan akses informasi ke pusat informasi dan konseling.

“Tujuannya agar remaja dapat melangsungkan pendidikan secara berencana, berkarier dan bekerja secara berencana dan menikah secara penuh perencanaan,” jelas Najirah.

Najirah mengatakan pula, wadah PIK-R siswa akan menjadi tempat pengembangan kreativitas remaja dengan tetap mengedepankan pencegahan pernikahan muda, narkoba dan seks pranikah.(ya)

Masuk Nominasi Nasional, Ketua DPRD Apresiasi Siswa SMP 1 Bontang

0
Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam saat mengikuti verifikasi penilaian hasil PIK-R. (Yahya Yabo/ Media Kaltim)

BONTANG – SMP Negeri 1 Bontang masuk 3 besar nominasi nasional ajang Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Gresture. Keberhasilan itu diapresiasi Ketua DPRD Bontang Andi Faisal Sofyan Hasdam.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan bukti konkret bahwa sekolah di Bontang mampu bersaing di tingkat nasional, sekaligus menjadi wakil Kaltim satu-satunya.

“Program sekolah bisa menjadi percontohan, sangat baik. Secara nasional kita harapkan bisa mendapatkan prestasi yang diinginkan,” papar Fais, panggilan akrab Andi Faisal Sofyan Hasdam, Selasa (19/7/2022), selepas menghadiri verifikasi penilaian hasil apresiasi PIK-R.

Fais menambahkan, program PIK-R di sekolah sasarannya adalah memberikan informasi dan edukasi bagi teman sebaya.

“Kita lihat programnya sangat baik. Ke depannya banyak inovasi yang dilakukan, sehingga siswa dapat memahami pentingnya keluarga berencana,” kata Fais. (ya)

Sampai Juni, Sudah 57 Kasus Kekerasan Anak-Perempuan Terjadi di Bontang

0
Kepala DPPKB, Bahauddin. (Yahya Yabo/Media Kaltim)

BONTANG– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang mencatat, terjadi 57  kasus kekerasan pada perempuan dan anak.  Data yang dirangkum hingga Juni 2022 itu merinci, kekerasan terhadap perempuan sebanyak 29 kasus, sedangkan kekerasan kepada anak sebanyak 28 kasus.

Sementara pada 2019, jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan mencapai 76 kasus. Terbagi atas kekerasan terhadap perempuan sebanyak 37 kasus, sedangkan anak-anak 39 kasus.

Tahun 2020 menjadi masa kelam bagi perempuan dan anak-anak di Bontang, karena jumlah kekerasan yang dialami mereka paling banyak  selama 4 tahun terakhir yakni 167 kasus. Di mana 92 anak menjadi korban, sedangkan perempuan 75 orang. Pada tahun lalu (2021), jumlah menurun sedikit menjadi 144 kasus (53 perempuan dan 91 anak-anak).

Kepala DPPKB Bontang Bahauddin memastikan, perempuan dan anak korban kekerasan akan ditangani dengan melakukan upaya preventif atau penanganan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Sementara pencegahan dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi ke tingkat Sekolah Dasar (SD), penyuluhan ke tingkat RT/kelurahan bagi orang tua.

“Untuk penanganan, kita di UPTD telah menyediakan layanan pendampingan psikososial, psikolog dan hukum. Di DPPKB juga ada satgas PPA termasuk di dalamnya ada petugas untuk orang berkebutuhan khusus,” jelas Bahauddin saat dikonfirmasi Mediakaltim.com, Selasa (19/7/2022).

Terkait pengaduan, pihaknya  menginformasikan mengenai keberadaan UPTD PPA ke masyarakat. Di mana masyarakat dapat menghubungi hotline pengaduan yang dapat digunakan  untuk melaporkan kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di lingkungan mereka.

Setelah menerima laporan pengaduan, pihaknya melakukan pemberian layanan sesuai dengan 6 fungsi UPTD, seperti menerima layanan pengaduan masyarakat, penjangkauan korban, pengelolaan kasus, penampungan sementara korban, dan mediasi.

“Pendampingan berupa pendampingan korban secara hukum, kesehatan, psikologis, rohani, psikososial. Kekerasan juga berupa KDRT, kekerasan seksual, fisik, psikis dan penelantaran,” kata Bahauddin.

Kebutuhan lainnya, dalam hal waktu pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan korban. UPTD PPA berupaya melakukan pendampingan sampai kondisi korban dan keluarga mampu pulih secara psikis dan sosial.

Bahauddin mengungkapkan,  kesulitan utama yang kerap dialami UPTD PPA dalam penanganan korban adalah, masih banyak warga yang belum berani melapor ke pihaknya.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih dianggap sebagai aib sehingga tidak  dilaporkan,” ungkap Bahauddin.

Oleh karenanya, dia mengimbau  masyarakat yang mengalami, mengetahui, mendengar adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak, untuk segera  menghubungi Call Center 112 dan nomor hotline pengaduan UPTD PPA di 08115940777 dan 08115413355. Selain itu bisa juga dengan mengakses melalui media sosial UPTD PPA Kota Bontang.(ya)