Beranda blog Halaman 1245

Sampah Expo Pedagang Kaki Lima Masih Menggunung

0

BONTANG – Sudah lebih dari sepekan expo Asosiasi Pedagang Kaki Lima Bontang Bersatu (APKLBB) berlalu, namun pemandangan sampah berserakan di tempat acara, lapangan sepak bola Hop I masih saja terlihat.

Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah juga mengganggu masyarakat yang ingin berolahraga maupun sekadar kongko-kongko di sore hari.

Menyikapi masalah tumpukan sampah ini, Yayasan PT Badak LNG, melalui Kabid Keuangan, Imam Nawawi mengungkapkan, sebelum expo digelar, diadakan pertemuan dengan pihak terkait diantaranya kecamatan, kelurahan, dan unsur lainnya.

Kala itu, lanjut Imam, pihak kelurahan mengatakan untuk pengelolaan prokes, kebersihan hingga parkir, sudah atur sedemikian rupa termasuk parkir dikelola oleh karang taruna setempat.

“Kami sudah mengingatkan agar pelaksanaan bisa berjalan baik termasuk pengelolaan sampah,” ujar Imam, Selasa (15/2/2022).

Imam tidak tahu persis kendalanya dimana, akan tetapi selama ini dia sudah mengingatkan acara-acara sebelumnya yang pernah digelar di lapangan HOP 1 untuk memperhatikan masalah sampah.

Sayangnya, mulai expo dibuka 22 Januari hingga berakhir 6 Februari 2022, masalah sampah ini tak jelas siapa yang bertanggung jawab menanganinya. Sementara tiap kali ditanya, pihak penyelenggara selalu menjawab mereka sudah punya tim khusus.

Bahkan Imam sempat mengatakan, kalau belum punya tim ia menyarakan ke forum RT. Selain itu, kata Imam, apapun kendalanya pihak yayasan meminta menjaga komitmen.

“Kami minta sebelum acara mulai kondisi lapangan bagus bersih, ya setelah itu kami kan terima seperti itu (bersih),” kata dia.

Imam membenarkan, penyelenggara menyewa lapangan ke yayasan melalui PT Sinergi. “Pihak penyelenggara mengatakan bertanggung jawab namun melihat kondisinya ada kendala sehingga sejauh ini belum ada realisasi,” ungkapnya.

Karena tak ada kepastian, Imam akhirnya menurunkan 6 petugas kebersihan untuk membersihkan lapangan HOP. “Inikan fasilitas umum kita harus jaga sama-sama. Jadi kami inisiatif turunkan anggota supaya cepat tertangani,” ujarnya.

Terpisah, ketua panitia penyelenggara expo, Sartono mengatakan penanganan sampah selain masalah administrasi juga terkendala hujan. Sementara untuk anggaran saat ini sudah ada.

“Karena lambatnya dan berbagai alasan dari teman-teman, saya minta tolong ke yayasan dengan bujet yang sudah disepakati,” kata Sartono lewat WhatsApp.

“Pada intinya saya bayar InsyaAllah clear masalah sampah,” tutupnya. Hingga Selasa sore, petugas kebersihan dari Yayasan PT Badak mulai membersihkan sampah di area lapangan Hop 1. (je)

Perketat PPKM, Pemkot Bikin 5 Aturan Baru

0
Rapat Penetapan PPKM Level 3 Kota Bontang, di Pendopo Rujab. (Annisa/media kaltim)

BONTANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 telah ditetapkan Pemkot Bontang terhitung mulai Selasa (15/2/2022) sampai 14 hari ke depan atau sampai 28 Februari 2022. Kebijakan itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 11 tahun 2022.

Wali Kota Bontang, Basri Rase mengungkapkan, seluruh pihak terkait wajib melakukan pengendalian terhadap sebaran Covid-19 yang saat ini trennya cukup mengkhawatirkan.

Menurutnya, perlu dilakukan pengawasan, mulai dari lingkup kelurahan. Masing-masing kelurahan perlu melakukan patroli secara rutin untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Angka kasus Covid-19 per Selasa (15/2/2022) bertambah 84 kasus. Dengan demikian total keseluruhan ada 505 kasus aktif. Sebanyak 26 orang dirawat di rumah sakit. Sedangkan 479 orang lainnya melakukan isolasi mandiri.

Sebanyak 11 kelurahan sudah berstatus zona merah. Sedangkan satu kelurahan berstatus zona oranye, dan tiga kelurahan berstatus zona kuning. “Kita terapkan PPKM level 3 sesuai dengan instruksi dari mendagri, hanya saja ada pengetatan,” kata Basri Rase, Selasa (15/2/2022).

Dengan penetapan itu, Pemkot Bontang menerbitkan 5 aturan baru. Pertama, pelaksanaan kegiatan di rumah ibadah. Kapasitas jamaah harus menyesuaikan luas dari tempat ibadah.

Kedua, seluruh sekolah 100 persen melangsungkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Ketiga, pelaksanaan resepsi pernikahan diperbolehkan dengan kapasitas undangan 50 persen dan tidak boleh menyiapkan makanan prasmanan.

Keempat, agenda seremonial tidak lagi diperkenankan yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Kelima, menerapkan kewajiban penggunaan aplikasi Pedulilindungi di pusat fasilitas umum, dan tempat pariwisata. Kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen.

“Seluruh poin akan diterbitkan dalam surat edaran yang baru dan akan berlaku selama 14 hari ke depan. Termasuk tempat usaha yang hanya boleh buka hingga pukul 21.00 Wita,” terangnya.

Sementara itu, Basri terus menghimbau seluruh masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan untuk membantu mengatasi sebaran Covid-19. “Prokes harus diperketat. Kedewasaan harus muncul untuk memutus persebaran Covid-19,” pungkasnya. (ahr)

Lakalantas Maut di HOP IV : Akibatkan Suami Tewas, Istri Ditetapkan Tersangka

0
Olah TKP di lokasi kejadian.

BONTANG – Kecelakaan maut yang terjadi di perumahaan HOP IV pada Senin (7/2/2022) lalu, melibatkan 3 orang sekaligus, yakni sepasang suami istri dan seorang pengemudi ojek online. Akibat kejadian ini, seorang pria yang dibonceng akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Dari hasil pemeriksaan, kepolisian akhirnya menetapkan pengemudi motor berinisial G (35), yang tak lain dari istri M (40) korban meninggal, sebagai tersangka lakalantas maut tersebut.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasat Lantas, AKP Edy Haruna mengatakan, keputusan itu berdasarkan penyelidikan Satlantas Polres Bontang.

Dari hasil penyelidikan, diketahui tabrakan terjadi lantaran pemotor yang berboncengan dari arah gang, RT 25, Kelurahan Gunung Elai menyeberang jalan dengan kecepatan tinggi.

Akibatnya, bagian belakang motor ojek online yang kala itu melintas, ditabrak dengan kerasnya oleh motor yang dikemudikan G. Benturan ini ternyata berakibat fatal pada sang suami. M yang kala kejadian tak mengenakan helm, terpental hingga mengalami cedera serius di bagian kepala.

“Iya, pengendara inisial G (perempuan) ditetapkan sebagai tersangka hari ini dan sedang kami amankan” kata AKP Edy Haruna saat dikonfirmasi, Senin (14/2/2022).

Edy menambahkan, G diduga telah melakukan pelanggaran berat karena tidak memprioritaskan pengendara jalan utama.

Saat ini tersangka sudah diamankan di Mako Polres Bontang. Akibat perbuatannya, G dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

“Sudah diamankan di Mako Polres, ancaman penjara selama 6 tahun dan denda Rp 12 juta,” pungkasnya. (ahr)

PWI Gelar Pekan Pers Bontang, Workshop hingga Penanaman Mangrove

0

BONTANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang bakal menggelar Pekan Pers Bontang 2022, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN)

Rencananya, kegiatan ini bakal dilaksanakan selama sepekan mulai 17 sampai 20 Maret 2022. Adapun tema besar yang diusung “PWI Hadir Untuk Semua”.

Ketua PWI Bontang, Suriadi Said menyebut, pihaknya mengusung 4 agenda, diantaranya seminar workshop tentang penulisan bekerjasama dengan Forum Penulis Bontang dan gerakan tanam 1.000 mangrove.

Selain itu, diskusi panel yang akan menghadirkan narasumber dari tokoh pers nasional, pendiri Jawa Pos Grup sekaligus mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan mantan Direktur TVRI yang juga dikenal sebagai pembawa acara kondang, Helmy Yahya. Agenda terakhir, ditutup dengam Rapat Koordinasi alias Rakor pengurus PWI Bontang.

“Tema nasional itu mengusung soal penanaman mangrove, untuk di daerah diperbolehkan untuk berinovasi. Akhirnya muncul 4 agenda besar itu,” ucap Isur.

Sementara itu, Ketua panitia Pekan Pers Bontang, Ahmad Nugraha mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi kepada wartawan yang ada di Bontang.

Ia menilai selama Hari Pers Nasional di Kota Bontang, hanya sekadar formalitas. Tidak ada euforia kegiatan, sehingga dianggap monoton dan tidak ada inovasi.

“Ini kesempatan kami untuk memberikan penghargaan kepada teman-teman seprofesi (wartawan) yang sudah mengeluarkan keringat untuk menyajikan berita-berita aktual di Bontang,” katanya.

Sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari administrasi, konsep acara, bahkan melakukan komunikasi dengan para stakeholder khususnya mitra dari PWI Bontang.

Lawatan pertama panitia Pekan Pers Bontang ditujukan kepada Corporate Communication PT Pupuk Kaltim. Pertemuan yang dihelat di Hotel Equator pada Senin (14/2/2022), disambut baik pihak PT Pupuk Kaltim.

Kunjungan dimaksudkan untuk berdiskusi terkait kegiatan yang akan digelar PWI Bontang. Sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi.

AVP Media Relations PT Pupuk Kaltim, Rheza Abdillah mengatakan, pihaknya siap menyukseskan kegiatan Pekan Pers Bontang. Ia juga memberikan saran, agar memperluas jangkauan audience, tidak hanya untuk Bontang. Melainkan hingga tingkat Kaltim, sebab akan mengundang tokoh nasional.

“PWI itu mitra kami, pasti akan kami bantu,” ungkapnya. Dia berharap kegiatan ini bisa bersinergi dengan visi perusahaan. (rls)

PJJ Lagi, Online Lagi, Bagaimana Menjadi Orangtua Super?

0

Baru beberapa bulan siswa-siswi di Bontang masuk secara offline, Senin (14/2) hari ini para siswa diharuskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) lagi, dikarenakan angka terjangkitnya wabah covid semakin naik tajam.

Tak dapat dipungkiri, PJJ yang sudah dijalani hampir selama pandemi memberikan beban mental ke anak dan juga orangtua. Hal tersebut dibuktikan dari salah satu hasil survei Tanoto Foundation yang menunjukkan 56% dari 1.712 orang tua kurang sabar dan jenuh menangani kemampuan dan konsentrasi anak.

Yap, di satu sisi orang tua terpaksa harus membagi konsentrasi pada tiga hal, yakni mengurus pekerjaan rumah (khusus ibu rumah tangga), mengurus pekerjaan kantor yang juga dilakukan dari rumah dan membantu anak belajar daring.

Atas tiga peran yang dilakukan orangtua dalam satu waktu bersamaan, rasa jenuh orangtua dalam menghadapi masa PJJ ini adalah sebuah keniscayaan dan wajar adanya. Mengingat, PJJ ini adalah sebuah hal baru yang harus diterima oleh semua orangtua di masa pandemi saat ini.

Sehingga wajar jika orangtua mengalami stres saat mendampingi anak belajar online, karena bagi orang tua ini bukan hal yang biasa dilakukan. Sama dengan si anak, baginya sekolah online juga bukan hal yang biasa.

Belum lagi, kendala lain seperti materi pelajaran anak yang sulit untuk dipahami. Dalam masa PJJ ini, orang tua tidak hanya diberikan tugas untuk mendampingi anak sekolah daring, tetapi sekaligus juga menjadi guru untuk membantu anak memahami dan mengerjakan tugas dan memahami materinya.

Sehingga tidak jarang, kondisi PJJ justru membuat orangtua merasa terbebani, dan anak-anak di rumah terkena dampaknya. Bukan hanya tidak dapat memahami mata pelajaran dengan baik, banyak anak yang mengalami kekerasan fisik atau pun verbal selama melakukan PJJ.

Untuk itulah, sekolah harus memiliki peranan untuk membangun interaksi dan komunikasi yang baik dengan orangtua. Semisal, dengan cara melakukan pertemuan orangtua dengan wali kelas secara rutin setiap bulanan.

Komunikasi ini sangat dibutuhkan orangtua, dan juga guru untuk saling bertukar keluh kesah dan mencari solusi serta masukan atas persoalan yang timbul selama PJJ ini.

Seperti yang telah dilakukan TK Islam Kreatif Salsabila, Smart Shering Orangtua untuk menjalin komunikasi yang baik antar orangtua dan pihak sekolah dalam melakukan pembelajaran selama pandemi.

Nah, ada beberapa kiat untuk orangtua agar tetap sabar mengajari anak selama PJJ berdasarkan pengalaman saya juga beberapa sumber yakni :

  1. 1. Berbagi tugas antara ayah atau ibu, mendampingi sekolah online. Kendati memang berat, namun usahakan orangtua selalu mendampingi anak. Ayah dan ibu bisa membagi tugas pelajaran apa yang akan diajarkan ayah dan yang mana yang akan diajarkan oleh ibu.
  2. Membuat aturan main bersama anak. Ajarkan anak tentang rutinitas, pukul berapa ia harus belajar, pukul berapa dia bermain, dan juga kapan harus mengerjakan tugas dari sekolah. Waktu untuk belajar bersama orangtua juga harus diatur, sehingga tidak akan mengganggu pekerjaan orangtua yang mungkin sekarang sedang bekerja dari rumah. Sepakati waktu bersama dan komitmen menjalaninya.
  3. Memberi anak apresiasi/hadiah untuk anak. Untuk anak usia pra sekolah, TK atau SD kelas rendah tentu mengajak mereka sekolah online dan mengerjakan tugas mungkin menjadi hal yang sulit. Orangtua bisa memberikan apreasiasi/hadiah pada anak bila mereka mampu menyelesaikan tugas dan mengikuti sekolah online hingga waktu yang ditentukan, agar anak lebih bersemangat.
  4. Menurunkan ekspektasi di masa pandemi, rasa stres juga dialami oleh anak. Dimana anak tak bisa bebas bermain dan ruang geraknya tentu dibatasi demi menjaga kesehatan. Karenanya, orangtua diminta untuk tak menekankan pada anak untuk harus berprestasi atau meminta mereka belajar terlalu keras seperti saat sebelum pandemi. Menurunkan ekspektasi juga akan berpengaruh pada penurunan kecemasan orangtua. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan mental orangtua yang akan terjaga dengan baik.
  5. Mengerjakan yang mudah dan yang bisa dikerjakan. Menghadapi materi pengajaran dari sekolah untuk anak yang terkesan menumpuk, akan membuat orangtua kewalahan. Agar tak kesulitan menyelesaikan semua materi sekaligus, orangtua dan anak dihimbau untuk menyelesaikan tugas secara bertahap. Hal ini akan membuat anak dan orangtua terhindar dari kecemasan tugas dan materi yang menumpuk karena kurangnya waktu untuk menyelesaikannya.
  6. Meningkatkan kesabaran dan mengelola emosi yang paling penting dari kesemuanya adalah orangtua dan anak harus sama-sama belajar mengelola emosi. Terutama untuk orangtua yang tak bisa mengelola emosi dengan baik, akan berakibat pada buruknya hubungan orangtua dan anak. Emosi orangtua yang tak terkelola dengan baik akan membuat kita lepas kendali. Hal-hal buruk pun bisa terjadi, seperti mengeluarkan kata-kata kasar yang akan berpengaruh pada psikologis anak dan yang terburuk, kekerasan fisik. Di sisi lain, orangtua juga harus menjadi contoh yang baik bagi anak tentang bagaimana mengelola emosi dengan baik.

Semoga kiat ini bisa diterapkan untuk para orang tua hebat kita, betapa pandemi ini mengajarkan kita banyak hal, termasuk menjadi orangtua yang super bagi anak-anaknya. (**)

Catatan: Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLP
(Direktur Pelaksana Harian Yayasan RK Salsabila, Ketua Komunitas Guru Kreatif Suka Menulis, Kampung Dongeng Bontang dan Ketua Abi Literasi Kaltim)

Jaringan Narkoba di Bontang, 4 Orang Ditangkap, 88,06 Gram Sabu Disita

0
Pelaku beserta, barang bukti sabu dan juga ponsel yang berhasil diamankan.

BONTANG – Jajaran Subdit 2 Reskoba Polda Kaltim mengungkap jaringan narkoba di Kota Bontang. Hasilnya, barang bukti narkoba jenis sabu seberat 88.06 gram berhasil disita berikut 4 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi membenarkan pengungkapan tersebut, ia menjelaskan juga bahwa keempat orang yang ditangkap memiliki peran masing-masing, mulai sebagai bandar, pengedar, penadah, hingga kurir.

Diungkapkannya, tersangka pertama yang ditangkap adalah seorang bandar berinisial RS (38). Dia diringkus di sebuah indekos yang berada di Jalan Tarakan, Kelurahan Telihan, Bontang Barat, sekira pukul 00.10 Wita, pada Jumat (11/2/2022).

Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan sebuah tas kecil berwarna hitam berisi 10 poket sabu seberat 8,44 gram.

Dari pengakuan RS yang merupakan bandar, diketahui sabu dipesan via telepon yang langsung terhubung dengan bandar lainnya yang berasal dari Rawa Indah.

“RS mengaku, ia mendapat barang (sabu) dari bandar lain yang tinggal di wilayah Rawa Indah,” kata Kapolres saat dikonfirmasi awak media, Senin (14/2/2022).

Tidak hanya itu, teruntkap pula RS telah membeli satu bal atau sekira 50 gram sabu senilai Rp 42 juta. Kemudian barang itu dibagikan kepada dua rekannya. Berdasarkan informasi tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan dengan menangkap ST (29) yang sebelumnya dihubungi RS untuk mengantarkan sisa sabu.

Dari tangan ST, disita sebanyak 26 poket sabu dengan berat 30,92 gram. “Kedua tersangka yang berhasil ditangkap ini, berperan sebagai pengedar dan penadah,” jelas Kapolres.

Tak berhenti disitu, pada hari yang sama, Subdit 2 Resnarkoba Polda Kaltim melakukan pengembangan jaringan. Mereka meminta kedua tersangka menyebutkan asal barang haram itu.

Dari interogasi tersebut muncul satu kurir berinisial ET (20). “Di hari yang sama sekira pukul 18.30 Wita, ET telah diamankan. Dia sebagai kurir pemesanan sabu dan mengantarkannya sebanyak 1 poket atau seberat 48,70 gram ke kos RS,” bebernya.

Selanjutnya, ET mengakui barang itu didapat dari MI (28) yang merupakan warga Tanjung Laut Indah. Untuk mengejar bandarnya, polisi meminta RS agar menghubungi MI dengan alasan hendak memberikan uang hasil penjualan sabu.

“Antara bandar dan pengedar ketemu di dekat rumah orang tua RS, di daerah Gunung Telihan,” katanya.

Saat keduanya tengah bertemu, tanpa pikir panjang polisi meringkus dan mengamankan ponsel milik MI sebagai bukti alat komunikasi untuk bertransaksi barang haram tersebut.

Kini, keempat tersangka berikut barang bukti sabu dengan berat total 88,06 gram dibawa ke Mapolda Kaltim untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.

“Tersangka dan barang bukti sudah diamankan dan dibawa ke Balikpapan untuk diproses lebih lanjut,” pungkas Kapolres. (ahr)

 

Kasus Covid-19 Naik, Disdik Setop PTM di Sekolah

0
Suasana PTM di SDIT Asy Syaamil.

BONTANG – Tingginya angka kasus Covid-19 di Kota Bontang membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menghentikan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Terhitung Sejak Senin 14 Februari hingga 2 pekan ke depan akan dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali. Hal tersebut telah ditetapkan dalam surat edaran Disdikbud nomor 420/0250/DIKBUD.

Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan, PJJ berlaku untuk jenjang PAUD, TK, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“PTM terbatas akan dihentikan mulai besok selama dua minggu ke depan. Karena tren sebaran Covid-19 meningkat,” kata Bambang saat dikonfirmasi mediakaltim.com, Minggu (13/2/2022) sore.

Ia mengatakan, jika tren Covid-19 terus meningkat, besar kemungkinan PJJ akan terus dilanjutkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Kita akan evaluasi, kalo tren Covid-19 ini masih terus meningkat, PJJ akan terus berlangsung,” katanya.

Surat edaran, lanjut Bambang, sudah disebar ke seluruh sekolah yang akan melaksanakan PJJ mulai besok. Dalam surat edaran tersebut Disdikbud mengingatkan kepada para pengajar agar dapat melakukan aktivitas di sekolah hanya 50 persen. “Untuk para guru dan staf, hanya diperbolehkan beraktivitas di sekolah dengan intensitas 50 persen dari kapasitas,” pungkasnya. (ahr)

Kejurprov Kick Boxing, Atlet Bontang Raih 2 Emas dan 1 Perak

0
Atlet Kick Boxing Asal Bontang Yang meraih prestasi di Kejurprov Kaltin.

BONTANG – Prestasi yang membanggakan ditunjukkan tiga atlet junior kick boxing Bontang dalam Kejuaraan Provinsi (Kejuprov) Kick Boxing Kaltim kelas junior. Tim Bontang memborong dua emas dan satu perak dalam kejuaraan yang dilaksanakan di Gedung Bahempas Kompleks Stadion Segiri Samarinda, sejak 12 sampai 14 Februari 2022.

Emas pertama l diraih Salma di kelas 48 putri, setelah menumbangkan petarung asal Balikpapan saat final. Emas kedua didapat Abigiel Adjie Prasetya yang menumbangkan petarung asal berau dengan KO pada kelas 57 putra. Sementara, Delvis Rigelsi Pratama mendapat juara dua dengan medali perak, setelah dikalahkan atlet asal Samarinda.

Ketua Harian Kick Boxing Bontang, Bernadus Jempormasse yang ikut mendampingi para atlet mengatakan, prestasi ini sangat membanggakan bagi Kota Bontang. Menurutnya, prestasi ini menjadi salah satu motivasi agar para atlet bisa terus semangat untuk ikut andil dalam kejuaraan kick boxing lainnya.

Selain itu, pembinaan atlet junior tentu akan lebih masif lagi. Untuk memunculkan generasi-generasi pencetak prestasi dari Kota Bontang terutama di cabor kick boxing. “Masih banyak kejuaraan lain. Kami pasti akan terus berupaya menorehkan prestasi lain,” ucapnya kepada awak media, Sabtu (12/2/2022).

Sementara Pelatih Utama Kick Boxing Bontang, Agustinus Apull mengatakan prestasi ini merupakan hadiah dari proses yang dijalani oleh para atlet. Meski persiapan yang terbilang singkat, namun para atlet dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh.

“Latihan rutin tetap ada. Tapi memang untuk kejuaraan ini waktunya cukup singkat. Prestasi ini buah keseriusan dan komitmen seluruh tim saat berlatih dan bertanding,” jelasnya.

Meskipun begitu, pihaknya mengaku tak akan berpuas lebih cepat. Menurutnya, ke depan para atlet akan menghadapi even-even serupa. “Setelah ini kami akan latihan lebih serius. Dan akan melahirkan prestasi-prestasi lainnya,” pungkasnya. (ahr)

Hindari Pelecehan dan Kekerasan Anak dan Perempuan, Pilihlah Pesantren yang Tepat

0
Muthi’ Masfu’ah

Bila kita membaca berita yang ditulis dalam Media Kaltim, 9 Februari lalu yakni Oknum Pendidik Diduga Cabuli Santriwati di Tenggarong, tentu membuat kita para orangtua menjadi sangat miris. Lebih lagi jika kita melihat kasus secara nasional, lebih memprihatinkan lagi.

Seperti pula diberitakan Media Kaltim pada hari yang sama disampaikan Kepala UPT Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kutai Kartanegara (Kukar) Farida, Rabu (9/2) bahwa Santriwati yang menjadi korban pencabulan oknum pendidik diduga telah dinikahi secara siri oleh terduga pelaku.

Selain itu, saat dilakukan visum di rumah sakit terungkap pula bahwa korban saat ini tengah hamil. Farida menjelaskan, timnya sudah melakukan identifikasi pada permasalahan yang dihadapi korban. Bahkan sudah dilakukan pendampingan psikologis kepada korban sebanyak tiga kali.

Pihaknya kata Farida, menemukan fakta korban dan terduga pelaku sudah melakukan pernikahan secara siri, sejak setahun belakangan di Kecamatan Loa Janan, Kukar. Pernikahan ini tanpa sepengetahuan orangtua korban. Bahkan korban sendiri pun katanya, tak tahu akan dinikahi pelaku.

Saat itu terduga pelaku mengajak korban ke Loa Janan. “(Pernikahan, Red.) kurang lebih setahun yang lalu dan tanpa paksaan. Tapi korban juga tidak tahu kalau dia dibawa untuk nikah sirih. Ternyata sampai di sana (Loa Janan, Red.) dinikahkan secara siri. Jadi diduga ini strategi dari pelaku,” ungkap Farida dihadapan awak media.

Korban sudah tidak ingin melanjutkan pendidikan sejak Desember 2021. Alasan korban karena masih dibayangi rasa takut akan menerima kekerasan dari terduga pelaku sehingga memilih kabur ke rumah temannya.
Orangtua korban lalu mengetahui permasalahan yang menimpa anaknya. Selanjutnya memilih membawa kasus ini ke ranah hukum. Saat mendapat surat perintah dari kepolisian untuk melakukan visum, baru diketahui korban tengah hamil.

Langkah hukum kata Farida, tetap berlanjut. Farida mengatakan, sudah meminta pihak sekolah untuk memberikan kesaksian. Termasuk kekerasan yang dialami korban. “Kasus ini masuk kategori kekerasan, apalagi nikah siri. Kedua, korban (masih) dibawah umur dan menikah tanpa saksi. Pelaku bukan teman pergaulan, tapi pendidiknya, secara psikologis ada tekanan,” ujarnya.

Saat inipun, Unit Reskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) memeriksa 5 saksi kasus dugaan pencabulan oknum pendidik terhadap santriwati di salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Tenggarong. Pemeriksaan saksi ini akan menentukan status terduga pelaku atau terlapor.

Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satreskrim Polres Kukar, Iptu M Anton Masruri mengatakan gelar perkara kasus dugaan pencabulan pada anak dibawah umur itu akan dilaksanakan Polres Kukar, Senin (14/2/2022) pekan depan.

Anton mengimbau, orangtua ataupun santri dan santriwati yang mendapatkan perlakuan serupa agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. Ia memastikan perbuatan ini murni dilakukan oleh oknum pendidik.

MEMILIH SEKOLAH/PESANTREN YANG AMAN UNTUK ANAK
Saat ini sejumlah dugaan kasus pelecehan seksual terhadap santri oleh pengasuh / pendidik hingga pemilik pondok pesantren terjadi di berbagai wilayah.

Sekolah atau pesantren yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri justru dimanfaatkan pengasuh melakukan kekerasan seksual.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat sebanyak 37 kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan Pondok Pesantren. Tak hanya itu, sebagian besar dari kasus itu merupakan kekerasan seksual.

Deputi Perlindungan Khusus Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Nahar, mengatakan bahwa data tersebur merupakan data yang dikumpulkan pada 2018-2019.

Menengok kasus ini, tentu bagi orang tua yang memiliki latar belakang pesantren tentu akan sangat mudah mencari referensi pesantren mana yang, akan mereka pilih untuk anak-anaknya.

Namun, bagi sebagian orang tua memilih pesantren yang cocok adalah suatu hal yang sangat susah. Terlebih mereka yang tidak pernah memiliki pengalaman nyantri dan tidak ada keluarganya yang memiliki latar belakang pesantren, ditambah maraknya kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pesantren.

Berikut ini saya memberikan 6 M kiat untuk memilih pesantren yang aman untuk anak berdasarkan pengalaman dan beberapa sumber yakni :

1. Mendiskusikan dengan anak
Sebaiknya sebelum memilih pondok pesantren sangat perlu mendiskusikan rencana tersebut terhadap anak-anak. Sebab, anaklah yang akan menjalani, dan tentunya anak juga harus menpunyai kecenderungan minat tertentu untuk pendidikannya selama di pesantren.
Saat ini sudah beragam tawaran pendidikan yang disediakan pondok pesantren. Ini bisa digunakan untuk memetakan minat anak. Pilihlah pesantren yang seimbang IMTAQ-nya, tak hanya fokus pada pembelajaran Al-Qur’an, tapi pada hal-hal mendasar seperti tauhid dan akhlak juga diajarkan sekaligus juga menekankan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta bahasa. Karena dizaman seperti sekarang anak dituntun untuk mengetahui banyak hal sekaligus ilmu agamanya akan menjadi filter kehidupannya.

2. Mendiskusikan dengan anak kepada tokoh agama setempat
Setelah anak setuju masuk ke pesantren dan menyampaikan minatnya, hal ini bisa langsung dikonsultasikan ke tokoh agama setempat yang orang tua kenal.
Selain ke tokoh agama setempat, hal ini juga bisa ditanyakan kepada orang yang pernah memiliki pengalaman berada di pesantren. Setidaknya mereka akan memiliki referensi banyak terkait dengan pesantren-pesantren yang lain.

3. Mencari informasi melalui website atau keterangan masyarakat setempat
Nah, bandingkan keterangan tokoh agama atau alumni pesantren tersebut, dengan informasi pesantren yang bisa diakses lewat website pesantren atau informasi dari masyarakat.
Sebab, di beberapa kasus kekerasan dan pelecehan seksual di pesantren, banyak warga yang tidak mengetahui keberadaan pesantren pada kasus itu dan ada beberapa pesantren yang bagus tapi tidak memiliki website.

4. Mengenali pengasuh pesantren
Orang tua harus dapat mengenali tokoh atau pengasuh pondok pesantren yang ingin dituju, ini sangatlah penting. Sebab, pesantren sekarang banyak tidak memiliki pengasuh. Dengan mengenali kyai atau ustadz pesantren yang dituju, kita bisa tahu pesantren yang dituju memiliki lingkungan dan ajaran seperti apa .

5. Mempelajari dan memahami haluan/aliran ajaran pesantren
Orang tua harus mencari tahu tentang haluan/aliran dari ajaran yang ada di pesantren. Pilihlah pesantren yang tidak mengajarkan ajaran yang terlalu fanatis./keliru. Kesalahan dalam memilih pesantren ini akan berakibat sangat fatal, bahkan bisa jadi akan membuat orang tua sengsara hanya karena berbeda pendapat masalah akidah dan lain sebagainya.

6. Melihat dan mempertimbangkan alumninya
Pertimbangan alumni penting karena biasanya alumni pesantren tetap terikat sangat kuat dengan pesantren. Selain itu, alumni pesantren juga tetap akan berkontribusi terhadap pesantrennya dan peduli dengan santri sesama almamaternya. Oleh karena itu, mempertimbangkan jaringan alumni yang luas dari berbagai sektor juga sangat penting, karena bisa membantu dalam memberikan akses untuk masuk pendidikan tinggi ataupun akses kerja.
Nah, meski maraknya pemberitaan kekerasan dan pelecehan seksual di pesantren, orang tua juga tidak perlu ragu memasukkan anak untuk belajar di pesantren. Apalagi, keinginan belajar di pesantren merupakan keinginan anak sendiri. Juga tuntutan zaman, agar pendidkan agama menjadi pondasi penting dalam kehidupannya ke depan. (**)

Oleh : Muthi’ Masfu’ah, A.Md, CN NLP (Direktur Pelaksana Harian Yayasan RK Salsabila, Ketua Komunitas Guru Kreatif Suka Menulis, Kampung Dongeng Bontang dan Ketua Abi Literasi Kaltim)

Cegah Penularan Covid, Akses Wilayah Zona Merah Ditutup, Satgas RT Diaktifkan

0
Wakil Ketua Satgas Covid-19 Letkol Arh Choirul Huda

BONTANG – Untuk mengantisipasi kenaikan kasus covid-19 di Kota Bontang, Pemkot Bontang menggelar koordinasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jumat (11/2/22) di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang mengaku gelombang 3 kali ini meningkat 3 kali lipat dari kasus sebelumnya.

Varian Omicron lebih mudah menular seperti flu biasa sehingga perlu diwaspadai. Dari data, kasus covid-19 di Kota Bontang memang kembali meningkat tajam. Update per tanggal 10 Februari terdapat 69 kasus sehingga menambah jumlah kasus aktif sebanyak 184 kasus.

Wali Kota Bontang, Basri Rase yang memimpin rapat koordinasi mengimbau kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memantau pegawainya. Bila ditemukan ada pegawai yang tidak mau melakukan vaksin agar segera melapor kepada dirinya.

“Jika ada yang tidak mau vaksin, segera lapor agar diberi tindakan. Karena sampai saat ini, terdapat kurang lebih 21.000 warga yang belum menerima vaksinasi,” tegas Basri.

Sementara Dandim Choirul Huda melaporkan hal tersebut terjadi karena adanya perjalanan dinas perusahaan dan transmisi lokal. “Camat dan lurah diharapkan mengimbau masyarakat untuk segera vaksin terutama lansia. Selain itu, Satgas RT pun perlu kembali diaktifkan sebagai bentuk antisipasi,” ucap Choirul.

Untuk pencegahan lebih lanjut, Satpol PP pun akan menutup akses untuk wilayah yang berada dalam zona merah, Dishub akan membatasi jumlah penumpang kapal dan Kemenag Bontang akan membatasi jumlah orang sebanyak 50 persen dalam tempat ibadah serta menunda sementara kegiatan MTQ.

“Mari kita semua patuhi protokol kesehatan 5M, serta mengimbau orang sekitar kita juga untuk taat agar kita semua selalu sehat dan terhindar dari virus ini,” pungkas Basri menutup rapat tersebut. (kmf/lusy)