Beranda blog Halaman 1265

Unijaya Memanas Lagi, Satu Dosen Dinonaktifkan, TPHD Meradang

0
ilustrasi

BONTANG – Salah satu dosen Universitas Trunajaya (Unijaya) Bontang berinisial BP, dinonaktifkan Rektorat dan Dekan Fakultas Ekonomi. Kondisi ini membuat Tim Penyelesaian Hak Dosen (TPHD) Unijaya meradang.

Mereka membuat surat terbuka sebagai bentuk perlawanan yang isinya mengecam keputusan tersebut. Dalam surat yang ditandatangani Abdul Malik selaku Koordinator dan Cintya Ayu Rishanty sebagai Sekretaris TPHD pada Sabtu (13/11/2021) lalu itu, TPHD menyebutkan, Yayasan Pendidikan Miliana Bontang sebagai badan penyelenggara pendidikan tinggi di Unijaya, dinilai telah gagal dalam mengelola kampus.

Mereka menuntut pengurus, pembina, dan pengawas yayasan, untuk mengalihkan pengelolaan kampus Unijaya kepada pihak yang lebih mampu, dan memiliki komitmen baik.

Menurut mereka, hal ini harus dilakukan demi kepentingan ratusan mahasiswa, puluhan dosen, serta masyarakat Bontang. “Sikap arogansi oknum rektor dan dekan adalah bentuk pemberangusan kebebasan berpendapat yang mencederai rasa keadilan dan kepatutan,” tulis salah satu poin dalam surat terbuka tersebut.

TPHD membeberkan, hingga kini, janji-janji yayasan soal perbaikan terkait tata kelola kampus, pelunasan tunggakan honor-honor dosen, maupun transparansi keuangan, belum juga ditunaikan. Padahal perjanjian itu telah dilakukan sejak 5 Juni 2021 lalu.

“Kami juga mempertanyakan mengapa oknum dekan fakultas ekonomi yang sudah mencoreng nama Unijaya, sampai saat ini belum mendapat sanksi tegas dari yayasan,” ucapnya.

Dalam lembaran berita acara yang dikeluarkan pihak kampus, penonaktifan BP sebagai salah satu dosen di Fakultas Ekonomi, mulai dilakukan sejak 13 November 2021. Dalam surat yang ditandatangani Rektor, Wakil Rektor III, dan Dekan Fakultas Ekonomi itu mereka bersepakat, dosen BP dinonaktifkan sebab telah diundang secara resmi untuk mendengar klarifikasi terkait pernyataan “Semoga Unijaya bisa diambil alih universitas yang lebih baik”, namun yang bersangkutan tidak hadir.

Dalam surat lain bernomor 128/D.FE/Unijaya-Btg/XI/2021 yang ditandatangani Hellen Vera Simanjuntak selaku Dekan Fakultas Ekonomi, pihak kampus juga membatalkan 6 nama dosen sebagai pembimbing skripsi untuk mahasiswa semester 7.

Alasannya, keenam dosen yang telah ditunjuk sejak beberapa bulan lalu itu, ternyata tidak bersedia. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditandatanganinya surat pernyataan bersedia membimbing yang telah diberikan sejak 13 November lalu.

“Alasan tidak ditandatangani teman-teman dosen karena isinya memang memberatkan. Hanya memuat kewajiban-kewajiban, tidak ada membicarakan hak. Sementara hak-hak sebelumnya sudah lama tertunggak,” beber Cintya menanggapi surat itu.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi mediakaltim.com sudah berupaya menghubungi Rektor Unijaya, Bilher Hutahaean. Baik melalui sambungan telepon, maupun pesan whatsapp untuk meminta klarifikasi. Namun pesan yang dikirim redaksi hanya dibaca, tidak ditanggapi. (bms)

Atasi Stunting Ciptakan SDM Unggul, Sosialisasi Pencegahan Stunting Kelurahan Gunung Elai

0

BONTANG – Kelurahan Gunung Elai menggelar sosialisasi pencegahan dan penanganan stunting, Rabu (17/11/2021). Acara yang didukung Dinas Kesehatan Bontang tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait tumbuh kembang anak sejak dini.

Materi kegiatan yang dihadiri seluruh unsur aparatur Kelurahan Gunung Elai dan kader posyandu, diharapkan bisa segera disampaikan ke masyarakat luas, agar orang tua yang memiliki balita dapat memberikan asupan gizi yang cukup dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini.

“Stunting sedang menjadi isu nasional. Jadi perhatian semua pihak dari pusat, daerah sampai ke kelurahan agar dapat ditekan seminimal mungkin. Sehingga terwujud sumber daya manusia yang sehat dan unggul,” jelas Lurah Gunung Elai Sulistyo saat memberikan sambutan.

Sulistyo menjelaskan, stunting adalah kondisi dimana tinggi badan balita ukurannya di bawah rata-rata, utamanya disebabkan oleh tidak sesuainya asupan gizi yang dibutuhkan. Kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi perkembangan fisik, juga tumbuh kembang generasi Indonesia kedepan,

“Gunung Elai sekarang mempunyai 11 posyandu dimana 55 kadernya diharapkan dapat bergerak aktif dan menjalankan fungsi posyandu yang sempat vakum karena pandemi Covid 19. Sosialisasi ini diharapkan menjadi pembuka semangat baru aktivitas para kader dan tentunya tetap memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Sulistyo.

Sementara Ketua TP PKK Gunung Elai Nirmaya Deasari selaku pemangku kebijakan, berpesan kepada seluruh kader posyandu di Kelurahan Gunung Elai untuk ikut mengatasi permasalahan stunting, dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan anak yang dimulai sejak ibu mengandung bayinya.

“Demi mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, serta generasi penerus bangsa yang unggul. Menuju Bontang hebat dan beradab,” pungkasnya.

Sosialisasi dengan narasumber ahli gizi dari Puskesmas Bontang Utara I Norul Fajriah ini, turut dihadiri Camat Bontang Utara Sutrisno. (dar)

PTMT SMPN 3 Berjalan Lancar, DPRD Beri Apresiasi

0
Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Maming

BONTANG – Salahsatu dari 66 sekolah yang telah mengantongi izin Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), yaitu SMP Negeri 3 Bontang mendapat apresiasi dari DPRD Bontang. Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang, Maming mengatakan, SMP Negeri 3 berhasil menerapkan PTMT sesuai standar Covid-19.

“Setelah kami cek ke lapangan, semua sudah sesuai, jarak sudah diatur sesuai standar, jumlah siswa yang dibatasi tiap kelasnya, dan kami mengapresiasi Dinas Pendidikan serta seluruh jajaran guru SMPN 3,” katanya saat melakukan peninjauan, Selasa (16/11/2021).

Jika pelaksanaan PTMT ini terus berjalan dengan baik sesuai standar jelasnya, maka tidak menutup kemungkinan pembelajaran akan kembali dibuka total seperti semula. “Harapan kedepan tidak ada lagi masalah, dan bisa melanjutkan PTM ini secara total dan kembali normal, ” ujarnya.

Politikus PDI-P ini mengungkapkan pelaksanaan PTMT, akan terus dimonitoring agar bisa terus berjalan seiring dengan angka Covid-19 yang mulai melandai. “Kami berpesan kepada guru dan siswa untuk tetap perketat prokes untuk menekan penyebaran covid dan pembelajaran bisa berjalan dengan baik, ” kata Maming.

Sementara Kepala SMP Negeri 3 Bontang, Bambang Suratno mengatakan, tak ada kendala saat penerapan PTMT. Justru pihak sekolah mendapatkan instruksi dari Dinas Pendidikan untuk penambahan jam belajar.

“Setelah 3 pekan masuk, kami mendapat instruksi dari Dinas Pendidikan untuk menambah jam belajar, yang tadinya 2 hari menjadi 3 hari seminggu dan per harinya waktu belajar mulai dari jam 8-11 siang,” jelasnya.

Menjalani PTMT sejak 20 Oktober 2021, para murid mulai terbiasa dengan peraturan. Para orang tua juga ikut memahami kondisi ini. “Anak-anak familier dengan prokes, walaupun ada penambahan jam mereka tetap paham yang harus dilakukan, termasuk orang tua mereka, ” ujarnya.

Jadwal masuk para murid dibagi berdasarkan jumlah siswa. Dari total keseluruhan siswa kelas 7, 8, 9 ada 611 orang. Lalu dibagi menjadi 18 rombel tiap hari. (ahr/adv)

Pujasera The Gading Utamakan Prokes

0

Kehadiran Pujasera ‘The Gading’ di Jalan Ahmad Yani, Bontang Selatan, sangat membantu pertumbuhan ekonomi pengusaha kuliner di kota Bontang. Salah satu alasannya karena segala menu tersedia di pusat kuliner yang baru dibuka beberapa hari ini.

“Sebanyak 14 kedai dan berbagai jenis makanan dan minuman telah disiapkan bagi selera tua-muda,” terang Suparno, Penanggung Jawab Pujasera The Gading.

Sadi Mulyono dan Agus Widodo juga mengatakan, pujasera yang mereka kelola sangat memprioritaskan keamanan pengunjung. Pengunjung yang datang menggunakan kendaraan diutamakan. Terbukti dengan lahan parkir yang luas dan terus dipantau pihak keamanan.

Di dalam pujasera, suasana makin membuat betah karena tempat makan dan minumnya diterangi lampu penerang yang terang. Mediakaltim.com dan Radarbontang.com sebagai partner pujasera The Gading. (dar)

Latihan Bersama Bontang Trail Run 10K

0

BONTANG – Sebanyak 200 pelari mengikuti latihan bersama Bontang Trail Runners (BTR) 10K, Minggu (14/11/2021). Latihan digelar secara nyata, bukan virtual. “Ini event race pertama sejak pandemi levelnya turun,” ujar Ketua BTR Ahmad Bajuri.

Kepada radarbontang.com, Senin (15/11/2021), Bajuri menjelaskan, rute latihan yang diambil memang bervariasi. Mulai jalan raya hingga ke hutan. Para pelari yang berjumlah 200 orang mengikuti kategori 10 kilometer. Mereka start dan finish di workshop milik Bajuri, di jalan poros Bontang-Sangatta, Desa Sukarahmat Kecamatan Teluk Pandan, Kutai Timur.

Bajuri yang juga Bhabinkamtibmas Loktuan mengatakan, kegiatan ini menjadi pengobat rindu para pelari yang selama pandemi tak bisa menyalurkan hobinya. Kegiatan ini juga sebagai bagian dari olahraga rekreasi atau sport tourism yang akan mendatangkan manfaat bagi Bontang.

“Sekaligus ajang silahturahmi dan menjaga imun agar selalu fit dan selalu sehat. Oleh karenanya, semua kegiatan digelar dengan prokes yang ketat,” bebernya. Selama latihan dilaksanakan, panitia terus mengingatkan peserta maupun panitia untuk mematuhi prokes sejak mereka datang ke lokasi kegiatan.

“Rutenya lengkap, sangat menantang, dengan penyelenggaraan race yang rapi dan profesional. Tingkat kesulitan yang sangat teknis ini justru menjadi tantangan untuk ditaklukkan para peserta,” jelasnya.

Bajuri mengharapkan, event ini akan menjadi agenda rutin sekaligus menjadi cikal bakal event lebih besar ke tingkat provinsi bahkan nasional. Dengan begitu masyarakat luar Bontang bisa hadir, sekaligus kota berjuluk Kota Taman ini akan dikenal daerah lain.

BTR, lanjut dia, akan bersinergi dengan pimpinan daerah untuk mewujudkan Bontang sebagai kota yang terkenal dengan pariwisatanya. Klub yang ikut latihan bersama: Enggang, Khatulistiwa, Bontang Hash, Trail Suka Suka, BBC, Krush, Bekantan, Abong, PKT Pendaki Gunung, JeMuRun, TBC, dan Equator Has. (dar)

HUT ke-71, Satpolairud Bersih-Bersih di Pantai Beras Basah

0
Aksi kerja bakti di Pantai Beras Basah dalam rangka HUT ke-71 Polairud. (ist)

BONTANG – Satpolairud Polres Bontang menggelar kerja bakti pembersihan Pantai Beras Basah, Jumat (12/11/2021). Kerja bakti dilaksanakan dalam rangka HUT ke-71 Polisi Perairan dan Udara (Polairud) yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Dipimpin Kasat Polairud AKP Febriadi Sivano Muabuay, aksi bersih-bersih ini juga diikuti seluruh personel Satpolairud dan 30 orang warga pesisir Bontang. “Ini bentuk bakti kami (Polri) kepada masyarakat,” ujarnya.

Kerja bakti ini, sambung AKP Febriadi, bertujuan membantu pemkot agar salah satu objek wisata andalan di Kota Bontang itu bersih dan sehat. Sehingga dampaknya, dapat meningkatkan jumlah pengunjung atau wisatawan yang ingin berlibur. “Kalau wisatawan meningkat, perekonomian masyarakat sekitar juga pasti ikut meningkat,” pungkasnya. (hms)

Gara-gara Kesal Istri Ditegur, Tukang Parkir Tega Timpas Teman Sendiri

0

BONTANG – Yudi Wahyudi (42), tersangka penimpasan juru parkir di Pujasera Jalan Imam Bonjol, diringkus jajaran Opsnal Reskrim Polres Berau dibantu Satreskrim Polres Bontang.

Usai melakukan aksinya Jumat (5/11/2021) lalu, Yudi diketahui kabur ke wilayah Berau. Setelah sempat jadi buronan kepolisian, warga RT 15 Kelurahan Gunung Elai ini terlacak keberadaannya hingga akhirnya dibekuk Senin (8/11/2021).

Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Kasi Humas AKP Suyono membeberkan, penganiayaan terhadap korban MA (39) bermula dari adanya keributan di pujasera. Korban yang merupakan juru parkir di areal tersebut, lantas menegur Yudi karena meresahkan pengunjung.
“Pelaku dan korban sempat adu mulut. Kemudian pelaku pergi meninggalkan pujasera,” ujar Suyono, Sabtu (13/11/2021).

Tak lama berselang, pelaku datang lagi sambil membawa samurai. Tanpa banyak omong, dia langsung menimpas leher belakang MA hingga robek. Usai insiden berdarah tersebut, korban yang merupakan warga RT 15 Kelurahan Tanjung Laut Indah itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara Yudi langsung jadi buruan polisi karena hilang tanpa jejak.

“Pelaku tersinggung karena istrinya ditegur korban ketika memarkirkan motor. Sebab dia merasa senior sebagai tukang parkir di pujasera itu,” sebutnya.

Kini, pelaku beserta barang bukti sebilah samurai disita di Mapolres Bontang. Atas perbuatannya itu, Yudi dijerat Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dan Undang-undang darurat nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (bms)

Auto2000 Bontang Luncurkan All New Avanza dan All New Veloz

0
Peluncuran All New Avanza dan All New Veloz di Auto2000 Bontang, Sabtu (13/11/2021). (Bams/Media Kaltim)

BONTANG – All New Avanza dan All New Veloz resmi diluncurkan di Auto2000 Bontang, Sabtu (13/11/2021). Mobil generasi ketiga Avanza dan generasi kedua Veloz itu kini menjadi salah satu pilihan prioritas berkendara para Auto Family (sebutan pelanggan setia Auto2000).

18 tahun sudah Avanza menemani keluarga di Indonesia, sedangkan Veloz sudah 10 tahun. Selain tampak dinamis, modern, nyaman, dan canggih, sekarang kedua MPV andalan Toyota itu menggunakan mesin penggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD).

All New Avanza menyajikan penampilan modern, lengkap, aman, nyaman, dan berkelas. MPV ini memiliki selling point yang tinggi tanpa meninggalkan DNA utamanya dalam hal kabin fungsional, tangguh di segala medan jalan, mesin irit bensin dan bertenaga, serta daya angkut maksimal.

Mobil keluarga ini menawarkan kabin ekstra lega untuk sebuah Low MPV. Ditambah dek rata dan rendah akibat pemanfaatan platform Front Engine Front Wheel Drive (FF), memberikan keleluasaan kepada All New Avanza untuk menyajikan pengaturan bangku yang fleksibel dan multiguna untuk berbagai kesempatan.

Kelebihan lainnya, juga tersedia New Pleasant Long Sofa Mode pada bangkunya yang dapat diatur dengan mudah oleh AutoFamily, serta begitu nyaman dan membuai penumpang terutama untuk perjalanan jauh atau melelahkan. Dengan sistem suspensi baru yang meningkatkan kualitas berkendara.

Kenyamanan disajikan secara pas, diperkuat oleh pengendalian mudah dan menghibur sekaligus minim goncangan di jalan rusak. Tidak kalah menarik, radius putar hanya 4,9 meter membuat MPV ini begitu lincah saat manuver di jalan perkotaan, lokasi parkir, atau berpapasan dengan kendaraan lain di jalan sempit. Ground clearance tinggi memastikannya dapat beradaptasi dan berkelit di berbagai kondisi jalan.

“Avanza menguasai market share Bontang sebesar 50 persen. Sasaran utama All New Avanza adalah keluarga muda, serta keluarga mapan sebagai mobil tambahan,” ujar Kepala Cabang Auto2000 Bontang, Wahyudi Romadhon.

“Pembeli All New Avanza ini sudah tidak usah memikirkan biaya service. Karena sudah mendapatkan service gratis sampai dengan 50 ribu kilometer,” tambahnya.

Keandalan serupa juga dimiliki All New Veloz. All New Veloz memposisikan dirinya sedikit lebih tinggi dari All New Avanza. Penampilan stylish dan advance serta kenyamanan terbaik di dalam kabin, merupakan nilai jual utama yang ingin diperlihatkan untuk menunjukkan identitas Auto Family sebagai pemiliknya. Termasuk adanya fitur keamanan (safety) canggih sebagai upaya menjaga keamanan pelanggan di berbagai kesempatan.

All new platform membuat All New Veloz sanggup menciptakan sistem suspensi baru, memberikan kenyamanan terbaik secara pas yang diperkuat oleh dimensi bodi yang lebih besar dan wheelbase lebih panjang. All New Veloz menjanjikan pergerakan mobil yang lebih smooth dan tenang, sekaligus minim goncangan di jalan rusak. Seting suspensi baru berusaha pula menyuguhkan olah kemudi yang fun to drive sekaligus nyaman untuk menemani AutoFamily di berbagai kesempatan.

Auto Family juga dapat menikmati momen indah bersama keluarga tercinta di atas New Spacious Cabin with New Long Sofa Mode. Bermodalkan dimensi yang jauh lebih besar daripada Veloz lawas, seluruh bangku All New Veloz dapat diatur konfigurasinya sesuai kebutuhan, bahkan dibentuk ala sofa rumah untuk perjalanan bebas lelah dan minim stres. Pertama di kelasnya, fitur keamanan aktif yang mengandalkan sensor dan radar Toyota Safety Sense (TSS) dipasang pada Veloz Q CVT TSS untuk memastikan perjalanan yang terlindungi untuk Auto Family. (bms)

Kemelut di Unijaya, Dikti Minta Kemendikbudristek Turunkan Tim EKA

0

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah XI juga telah melayangkan surat kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI agar menurunkan Tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA). Permintaan itu dilakukan Dikti melalui surat dengan nomor 1165/LL1 1/HK/2021 per 19 Oktober 2021.

Dari surat itu, Dikti menilai, Yayasan Pendidikan Miliana belum menjalankan rekomendasi sesuai aturan, sehingga permasalahan itu masih terus berlanjut.

Seperti masalah pelunasan hak dosen sepenuhnya yang sudah lama tertunggak. Berikutnya, tidak adanya sanksi dan peringatan tegas kepada oknum Dekan Fakultas Ekonomi yang dinilai telah mencoreng nama kampus dan perguruan tinggi, akibat perbuatan tidak pantasnya yang terekam dalam aksi damai mahasiswa di Kampus Unijaya 28 September lalu.

Selanjutnya, Yayasan juga dinilai abai dalam pemberian hak-hak dosen untuk difasilitasi dalam pengembangan karir maupun operasional perkuliahan. Yayasan juga dinilai masih tidak transparan dan akuntabel dalam mengayomi dosen dan tenaga kependidikan.

“Pelemik ini juga memunculkan petisi cetak yang telah ditandatangani secara langsung oleh sebagian dosen Unijaya, dan petisi online yang telah ditandatangani langsung lebih dari 200 orang dan saat ini masih terus berjalan,” tulis Udiansyah, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah XI dalam surat tersebut.

Sementara itu, pihak Yayasan Pendidikan Miliana meminta perpanjangan masa pembayaran selama enam bulan kepada para dosen. Hal itu disamapaikan Pembina Yayasan, Chelly Amalia saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I, perwakilan dosen, dan perwakilan mahasiswa, Senin (1/11/2021) lalu di Kantor DPRD Bontang.

Permohonan perpanjangan waktu pelunasan juga disampaikan Rektor Unijaya, Bilher Hutahaean. Kata dia, yayasan telah berupaya mencari sejumlah alternatif pemasukan agar bisa membayar honor-honor dosen yang tertunggak. Sayangnya hingga kini belum menemukan solusinya. (bms)

Izin Unijaya Terancam Dicabut, Dikti Ingatkan Bayar Honor Dosen dan Tidak Ada Pungli Lagi

0

Surat peringatan yang ditandatangani Kepala Dikti Kalimantan ini menyampaikan beberapa poin peringatan kepada yayasan. Yayasan juga diminta tidak melakukan pungutan uang mahasiswa ke rekening pribadi. “Jadi harus masuk ke rekening yayasan,” kata Kepala Dikti Kalimantan, Udiansyah dalam surat tersebut.

Dikti juga meminta yayasan untuk tidak membuat kebijakan dengan metode pelunasan SPP seperti pemberian diskon dan pungutan dana pendidikan lain. “Ini untuk menghindari pungutan liar kepada mahasiswa,” katanya.

Terakhir, Dikti meminta agar pembina, pengurus, dan pengawas yayasan tidak menerima gaji, kecuali yang sudah ditentukan dalam anggaran dasar yayasan, yakni pengurus yang menerima gaji, upah atau honor adalah pengurus yang tidak terafiliasi dengan pendiri dan melakukan pengurusan yayasan secara langsung.

Dikti meminta agar yayasan segera menjalankan hal tersebut. Jika tidak dikerjakan, yayasan akan menerima sanksi administratif, dimana yang paling berat adalah pencabutan izin perguruan tinggi swasta.

Sebelumnya, Dikti menerima aduan dari Tim Penyelesaian Hak Dosen (TPHD) bahwa hak dosen Unijaya belum terbayarkan hingga muncul aksi berhenti mengajar. Dikti lalu melakukan pertemuan secara daring dengan TPHD, yayasan dan para dosen Unijaya hingga turunlah peringatan.

Sementara itu, Unijaya tetap melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) ganjil pada 15 hingga 19 November mendatang. Mahasiswa Unijaya diminta membayar biaya UTS, SKS semester dan daftar ulang. Pembayaran dilakukan dengan mentransfer biaya tersebut secara langsung ke rekening yayasan, dan paling lambat 8 November 2021. (bdu)