Beranda blog Halaman 1266

Hadir Pujasera The Gading, Destinasi Kekinian Nongkrong Asyik

0
Pujasera 'The Gading', Jalan Ahmad Yani Rt 04 Kelurahan Tanjung Laut.

Pujasera The Gading hadir untuk mendukung pemerintah dalam memajukan perekonomian UMKM ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih terus berlangsung.“Ini merupakan inisiasi kami dalam meningkatkan UMKM di Kota Bontang. Kami semangat, karena para pedagang antusias untuk menyewa lapak,” ungkap Ketua PSSB Suparno.

Nama The Gading, lanjut Suparno, terinspirasi dari Kabupaten Sragen yang dikenal sebagai museum fosil gading. “Jadi kami terinspirasi dari ciri khas Sragen yaitu museum fosil gading,” ungkapnya.Pengelola Pujasera Sadi Mulyono mengatakan, pengerjaan pujasera  terbilang cepat dan akan terus dikembangkan. “Target kami selesai Desember,  Alhamdulillah bisa rampung dalam  2 bulan.

Selanjutnya pujasera ini akan terus diperluas,” jelasnya.Kenyamanan serta keamanan para pedagang, lanjut Sadi, menjadi salah satu fokus pihaknya selaku pengelola. Sehingga pedagang tak perlu ragu ketika meninggalkan barang dagangannya di lapak. “Jadi dapat dipastikan barang serta lapak pedagang aman saat ditinggal pulang,” ucapnya.

Marketing Pujasera Agus Widodo mengungkapkan, antusiasme pedagang yang tertarik menyewa di tempat mereka tergolong tinggi.“(Antusiasme) pedagang sangat luar biasa, saat proses pembangunan sudah banyak yang mau buka lapak disini,” ungkapnya.

Beragam macam makanan,  minuman, serta kudapan tersedia di Pujasera The Gading. Berikut   nama-nama kedai yang sudah siap melayani konsumen Bontang:Mie Ayam Tersanjung, Kedai Tanda Seru, Kedai Agnes, Kedai Yun’s, Kedai Teras Rumahku, Kedai Kuy, Kedai BR, Kedai Sejiwa, Kedai Bahiti, Kedai Mama Fahmi, Kedai GR, Kedai Sahabat Feliks, Kedai Snack. (ahr)

Hari Pahlawan, Abdul Malik Minta Tak Lupakan Sejarah dan Peran Ulama

0
Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik
BONTANG – Anggota Komisi III DPRD Bontang, Abdul Malik, meminta masyarakat untuk tidak melupakan “jas merah” dan “jas hijau” dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. “Jas merah” mengandung makna, jangan sekali-kali melupakan sejarah, sementara “jas hijau” diartikan jangan sekali-kali melupakan jasa ulama.
Sebab momen hari pahlawan 10 November, kata Malik, erat kaitannya dengan resolusi jihad yang dicetuskan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari kala melawan tentara sekutu NICA (Netherlands-Indies Civil Administration). “Pahlawan itu sesungguhnya orang biasa. Namun memilii visi, misi, dan pemikiran yang luar biasa. Sebab tertumpu pada pundaknya kekuatan dan keimanan yang kuat,” ucapnya.
Politisi PKS itu berharap, generasi penerus saat ini dapat mewarisi jiwa-jiwa kepahlawanan. Caranya dengan mengisi kemerdekaan dan pembangunan melalui kegiatan positif, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelimuan, serta mengasah kreativitas demi kebaikan Bontang dan Indonesia. “Selamat hari pahlawan,” tutupnya. (bms/adv)

Wali Kota Perjuangkan Masterplan Banjir Tahun Depan

0
Wali Kota Bontang, Basri Rase (ist)
BONTANG – Penyusunan kajian induk (masterplan) penanggulangan banjir bakal diperjuangkan di APBD murni 2022. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Basri Rase, Rabu (10/11/2021). Basri mengatakan, masterplan dibuat sebagai landasan pemkot dalam mengatasi banjir di Kota Taman. “Empat program prioritas saya, salah satunya penangulangan banjir. Ini tantangan berat. Tapi saya tidak akan pernah mundur,” sebutnya saat diwawancarai awak media.

 

Tantangan dimaksud, tambah dia, sempat ditolaknya kajian masterplan dan Detail Engineering Design (DED) jalan lingkar Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah oleh DPRD Bontang pada 2021 ini. Diharapkan, tahun depan penolakan DPRD tersebut tidak kembali terulang.

Tantangan lainnya, sambung Basri, terkait relokasi bangunan yang ada di bantaran sungai. Dia menyebut, saat ini masih banyak warga yang susah direlokasi. Dirinya optimistis bisa segera menyelesaikan permasalahan itu. ”Permasalahan banjir ini membutuhkan keseragaman pemahaman dan dukungan anggaran,” tandasnya.

BAKHTIAR: BUKAN DITOLAK DPRD
Sebelumnya diberitakan, usulan anggaran penyusunan masterplan senilai Rp 1,5 miliar dipangkas DPRD pada pergeseran mendahului perubahan. Termasuk DED jalan lingkar Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah senilai Rp 1 miliar. Namun kala itu, Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam beralasan, pihaknya tidak memiliki niat menghalangi kerja pemkot dalam menuntaskan permasalahan banjir. Dirinya menyebut, sebenarnya kajian tersebut tidak ditolak.

Namun segala program yang masih bersifat perencanaan, perlu ditawarkan pada awal tahun anggaran. “Jadi sebaiknya diusulkan di APBD 2022. Sebab durasi waktu penyusunan lebih panjang. Bisa cari konsultan yang bagus juga,” terangnya.

Termasuk halnya jalan lingkar Bontang Kuala-Tanjung Laut Indah. Andi Faiz menyampaikan, perencanaan itu sebelumnya belum pernah dikomunikasikan ke DPRD. Seharusnya, sambung Faiz, perencanaan itu dikoordinasikan terlebih dahulu.

Kondisi berbeda disampaikan anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang. Mantan ketua pansus banjir itu menilai, pencoretan masterplan banjir kurang tepat. Pencoretan juga bukan dilakukan oleh lembaga DPRD tapi pimpinan DPRD.

Padahal menurutnya hal itu bisa menjadi prioritas dan tidak ditunda-tunda. Apalagi, jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota hanya sampai 2024. “Kasihan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir. Mereka harus menunggu sampai kapan lepas dari masalah menahun ini,” tanya legislator yang akrab disapa BW itu.

Jika masterplan dilaksanakan dengan skema tahun jamak, kata BW, tentu akan membuat kesulitan pasangan Basri-Najirah. Sebab aturan melarang kepala daerah melaksanakan kegiatan tahun jamak (multiyear) di akhir masa jabatan. “Penanganan banjir ini harus melepaskan ego politik. Kedepankan kepentingan warga. Kalau begini terus, Bontang akan selalu kebanjiran,” pungkasnya. (bms)

PSSB Peduli di Tengah Musibah Banjir

0
Kesibukan sukarelawan PSBB membantu korban banjir di Kota Taman, Selasa (10/11).

Dibalik musibah banjir yang menimpa beberapa wilayah Kota Bontang, Selasa (10/11/2021), ada cerita kepahlawan dari sukarelawan yang membantu korban banjir.

Tidak kurang 10 ibu-ibu dari Paguyuban Sukowati Sragen Bontang (PSSB) yang dibentuk Hj Suhartati yang akrab dipanggil Mbak Tatik, sigap turun membantu korban banjir dengan mendirikan dapur umum, di rumahnya Jalan Banjar HOP 6 RT 22 Kelurahan Gunung Elai.

Mbak Tatik mengaku, ikut prihatin atas banjir yang menimpa warga Kota Taman. Untuk meringankan beban duka para korban, dirinya bersama anggota PSSB dan sukaralawan lainnya, terpanggil membuat dapur umum dan melakukan kegiatan lain mendukung petugas pelaksana dan para korban banjir.

H Suwarno yang juga sesepuh PSSB, ditugaskan sebagai penanggungjawab dalam distribusi makanan kepada korban banjir, berupa nasi bungkus.

Pria yang rela belum pulang ke rumah seharian ini, mengaku menjadi kedukaan baginya, karena tidak bisa mendistribusikan nasi bungkus secepatnya kepada korban banjir karena kekurangan bahan dan jumlah peralatan yang kurang memadai.

Padahal para korban banjir harus segera mendapat asupan makanan. “Sementara kemampuan untuk memproduksi nasi bungkus tidak seimbang,” katanya.

Namun menjadi kepuasan tersendiri, jika dirinya bisa membantu warga yang tertimpa musibah. “Karena itulah, apabila ada panggilan untuk kumpul, para anggota PSSB juga semangat datang dan membantu. Ini juga sebagai sarana silahturahmi antaranggota untuk merekatkan sukarelawan PSSB,” bebernya.

Terkait musibah banjir kali ini, Suwarno menyampaikan bahwa dapur umum yang menjadi tanggung jawab PSSB, memasak 170 nasi bungkus untuk makan pagi, 350 bungkus untuk makan siang, dan 150 bungkus untuk makan malam. “Ini dibagikan ke warga di wilayah banjir,” katanya.

Sementara itu tenaga sukarelawan dari PSSB, Rohmadi, Adi Chandra, dan Joe menyampaikan tentang kegiatan mereka untuk menolong korban banjir. “Kami melakukan tugas ini dengan ikhlas dan sukarela, sebagai rasa kemanusian. Mengantar nasi bungkus ke rumah mereka terkena banjir,“ tutur Rohmadi dibenarkan lainnya.

Ditambahkan, Ketua PSSB Suparno, menjadi kebanggaan sendiri jika bisa membantu meringankan beban korban banjir. “Meskipun hanya sekadar nasi bungkus, dengan dana patungan anggota PSSB,“ sebutnya.

Terpisah, Darko, Ketua RT 9 Kelurahan Api-Api mengucapkan terima kasih kepada PSSB yang telah berbagi rejeki untuk korban banjir. “Saya atas nama warga Sragen yang tinggal di RT 09 Api-Api mengucapkan banyak terima kasih. Semoga menjadikan amal kebaikan bersama dan barokah. Aamiin,” jelasnya. Ucapan senada disampaikan, Wulan yang juga pegawai Kelurahan Gunung Elai. “Terima kasih PSSB semoga semakin jaya,” ucapnya. (dar)

Kecewa Jalan Rusak, Warga Bontang Lestari Tanam Pohon Pisang dan Resmikan Jadi ‘Jalan Offroad’

0
Penanaman pohon pisang di jalan rusak di kawasan Bontang Lestari. (Ist)

BONTANG – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Bontang Lestari Bersatu (APBLP) “meresmikan” jalan rusak yang ada di kawasan Kelurahan Bontang Lestari (Bonles), Selasa (9/11/2021) pagi.

Peresmian “jalur offroad” di Jalan Soekarno-Hatta tak jauh dari lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) itu, ditandai dengan penanaman pohon pisang di jalan berlubang, serta pemotongan pita yang dilakukan 5 perwakilan organisasi yang tergabung dalam APLB.

Kelima organisasi itu adalah Karang Taruna Upangga Bonles, Gerakan Pemuda Bonles Bersatu (GPBB), Aliansi Masyarakat Sejahtera (Amarah), Ikatan Pemuda Bonles Bersatu (IPBB), dan Pemuda Pancasila Ranting Bonles.

Ketua Karang Taruna Bonles, Hariati mengatakan, aksi dipicu kekesalan masyarakat terhadap Pemkot Bontang yang tidak tanggap memperbaiki jalan rusak di wilayah mereka. Menurut mereka, kondisi jalan di Bonles semakin memprihatinkan, bahkan telah banyak memakan korban. “Kendaraan warga bahkan milik pemkot sendiri sudah banyak yang jadi korban. Mau sampai kapan dibiarkan,” tanyanya.

APLB, kata Hariati, memberikan batas waktu (deadline) kepada pemerintah selama tiga bulan. Apabila dalam kurun waktu tersebut tidak ada respons, pihaknya mengancam bakal kembali menggelar aksi. Selain meresmikan jalan rusak, aksi juga diwarnai orasi dari sejumlah perwakilan aliansi. (bms)

Banjir Masih Rendam Rumah Warga

0

Hingga Selasa (9/11) pagi ini, sejumlah kawasan di Kota Bontang masih terendam banjir menyusul hujan deras yang mengguyur, Senin (8/11) kemarin.

Setidaknya ada enam kelurahan yang masih mengalami banjir sampai pagi ini. Yakni Kelurahan Telihan, Kanaan, Gunung Elai, Satimpo, Api-Api, dan Tanjung Laut Indah.

Luapan air yang sempat surut, sejak subuh pagi tadi, air kembali naik. Seperti di kawasan Perumahan KCY dan Jalan Tomat. “Dari jam 03.30 subuh air terus naik, sekarang naik lebih 5 cm dari titik semula,” kata Yani, warga yang tinggal di RT 19 Perumahan KCY. “Banjir saat ini sepertinya makin parah,” kata Cholis, warga Jalan Tomat.

Sementara itu, Ketua Forum Kelurahan Irham mangilong, sejak subuh sudah berkeliling menyambangi rumah-rumah warga yang kebanjiran. Rumahnya sendiri di Jalan Kalimantan RT 19 KCY juga sudah terendam air. Irham ingin memastikan kondisi warganya aman dan barang-barang bisa diselamatkan. (red)

Setop Aktivitas Truk di Bonles, Nursalam: Demi Investor Jangan Korbankan Infrastruktur Kota

0
Anggota DPRD Bontang Nursalam (ist)

BONTANG – Rusaknya jalan di kawasan Kelurahan Bontang Lestari kembali disorot anggota Komisi II DPRD Bontang, Nursalam. Politisi Golkar itu menilai, beroperasinya beberapa perusahaan di Bontang Lestari justru menimbulkan banyak kerugiannya dibandingkan manfaatnya.

Seharusnya, kata dia, investasi harus memberi multiplayer effect (efek berganda).
Seperti menggeliatnya Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), membuka lapangan pekerjaan, dan bisa menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kalau tidak memberikan efek pada daerah, ngapain dipelihara?” ujarnya.

Nursalam menjelaskan lebih rinci, sejauh ini lapangan pekerjaan di industri yang ada di Bontang Lestari hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu, dan jumlah orang Bontang pun tak banyak.

Selain itu, kerusakan jalan yang ditimbulkan juga tak sebanding dengan pendapatan daerah yang dihasilkan. “Kita sepakat Bontang harus ramah dengan investasi. Tapi bukan berarti mengorbankan infrastruktur kota,” katanya.

Mantan Ketua DPRD itu menyebutkan, jalanan yang ada di kawasan Bontang Lestari merupakan bagian dari jalan kota, yang dibiayai melalui APBD. Bukan jalur penghubung antar kabupaten/kota. Sehingga seharusnya infrastruktur itu terpelihara dari kerusakan, agar bisa dinikmati oleh warga Bontang. “Jadi bukan berarti bahwa jalanan itu bebas dilewati kendaraan-kendaraan perusahaan,” katanya.

Selama ini, tonase kendaraan operasional perusahaan yang mewati jalur tersebut selalu melebihi kapasitas. Hal itu berdasarkan pengujian yang telah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang saat menggelar razia beberapa waktu lalu.

Kemampuan jalan kelas III seperti di Bontang Lestari, sambung Nursalam, hanya mampu menahan beban maksimal 8 ton. Sedangkan kendaraan operasional perusahaan yang melintas, rata-rata di atas 10 ton. Bahkan ada yang mencapai 22 ton.

Beroperasinya kendaraan tersebut di jalur darat, disebutnya juga telah melanggar dari kesepakatan awal. Yang mana PT CPO dan PT GPK kala presentasi, menyebut akan mengangkut melewati jalur laut. Justru saat ini melewati jalur darat.

Untuk itu, Nursalam meminta Pemkot Bontang bersikap tegas dan memiliki nyali untuk memberhentikan aktivitas itu. “Wajar jika masyarakat menggelar aksi. Sebab itu puncak kemarahan mereka atas diamnya Pemkot,” ujarnya.

Nursalam juga mendesak Wali Kota mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang berisi larangan mobil-mobil operasional perusahaan bertonase di atas 10 ton untuk melintas di jalanan dalam kota.

Sebab hal itu bisa membuat kondisi jalan semakin parah. Hal itu menurutnya, harus segera dilakukan sebelum ada masyarakat yang menuntut Pemkot lantaran dianggap lalai. “Sekarang pilihannya mau mendengarkan keluhan masyarakat atau membela perusahaan. Tentu jika Pemkot masih memiliki sense of crisis (kepekaan terhadap kondisi krisis), akan membela kepentingan masyarakat,” ujarnya. (bms)

Peringatan Maulid Nabi, Ingatkan Kepedulian di Tengah Pandemi

0

BONTANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tingkat Kota Bontang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang Selatan Minggu, (7/11/2021). Peringatan Maulid Nabi kali ini mengambil tema: Jadikan Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Meningkatkan Semangat Kepedulian Kepada Sesama di Tengah Pandemi Covid-19.

“Apa yang kita saksikan dan kita rasakan hari ini sebagai pertanda bahwa prestasi wanita di Kota Bontang sudah menunjukkan hebatnya persatuan ibu-ibu dan InsyaAllah sampai selama-selamanya seperti ini,” kata Hapidah Basri Rase, Ketua PKK Kota Bontang. Hadir Asisten I Sekkot Bontang dan perwakilan bebagai Majelis Ta’lim di Kota Bontang.

Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Gunung Elai Nirmaya Deasari mengatakan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi kegiatan rutin di Kelurahan Gunung Elai. “Kita akan lakukan sebagai penghormatan kecintaan dan rasa syukur kita kepada Nabi besar Muhammad SAW. Semoga dengan peringatan ini membawa hikmah bagi kita semua untuk terus meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ungkapnya.

“Melalui momentum ini saya juga mengajak untuk merenung, mengapresiasi dan meneladani adanya perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam membangun tatanan kehidupan baru lewat tingkah dan perkataan kita baik dalam keluarga, masyarakat dan lingkungan kerja kita,” tutup Maya, panggilan akrab Nirmaya Deasari. (dar)

Kerja Bakti di RT 25, Kelurahan Satimpo Fokus Pembersihan Parit

0

BONTANG – Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan melaksanakan kerja bakti di lingkungan RT 25, Minggu (7/11/2021). Kegiatan kali ini merupakan lanjutan dari kerja bakti di minggu sebelumnya.

Kegiatan yang dihadiri Lurah Satimpo dan jajarannya, beserta ketua dan warga RT 25 itu fokus membersihkan parit di sekitaran Jalan HM Ardans Pisangan. Pembersihan diawali membuka penutup parit, kemudian dilakukan penyemprotan air bertekanan tinggi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan).

“Setiap hujan deras, di wilayah ini (RT 25 Satimpo, Red.) sering tergenang air disebabkan saluran air kurang lancar serta banyaknya endapan lumpur dan sampah,” ujar Lurah Satimpo, Maryono.

Dirinya berharap, lewat kerja bakti ini, selain menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, juga membantu mengatasi permasalahan genangan air ketika hujan deras. Di sisi lain, sambung Maryono, kerja bakti ini dapat meningkatkan sinergitas antara kelurahan, mitra kelurahan, serta masyarakat.

Sehingga mendukung terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif. “Saya berharap masyarakat dapat merasa memiliki wilayah Kelurahan Satimpo yang menjadi tempat pelayanan masyarakat,” tutup Maryono. (bms/dar)

Agus Haris Siap Kawal Proyek Tol Bontang-Samarinda

0
Proyek jalan Tol Balikpapan-Samarinda ini bakal dilanjutkan pembangunan tol Samarinda-Bontang. Foto: Istimewa

BONTANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang, Agus Haris mendukung percepatan pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang. “Saya selaku wakil rakyat daerah Kota Bontang, mendukung percepatan pembangunan jalan tol Samarinda – Bontang,” ucap Agus Haris.

Diakuinya dengan adanya jalan tol akan mempermudah lajur aktivitas masyarakat. Baik dari Bontang ke Samarinda maupun sebaliknya. Tidak hanya itu, jalan tol bisa melahirkan perputaran ekonomi antar daerah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Dengan adanya tol sangat membantu, bahkan mempermudah akses investor masuk ke Kota Bontang. Kan salah satu perhatian investor adalah kemudahan mereka dalam akses masuk ke daerah,” sebutnya.

Tidak hanya itu, dikatakan Agus Haris apabila jalan tol penghubung Samarinda-Bontang rampung, Bontang semakin ramah dengan investasi. Maka peluang dan lapangan kerja juga semakin banyak.

“Akan lebih mudah Investasi masuk, perputaran roda ekonomi pelan-pelan makin naik, dan itu juga bisa berdampak baik bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” terangnya.

Maka dari itu, Politikus Gerindra tersebut berharap, pembangunan jalan tol Samarinda- Bontang segera terwujud dan dapat berjalan sesuai dengan waktu perencanaan yang telah ditetapkan. “Akan kita kawal terus ya, saya pribadi sangat mendukung itu,” tandasnya. (adv)