Beranda blog Halaman 132

Enam Tersangka Narkoba Diciduk, Barang Bukti Sabu Diamankan

0
(duduk kedua kiri) Wakapolres Mahakam Ulu, Kompol Djoko Purwanto saat memimpin press release bersama pewarta di Mapolres Mahulu. (Istimewa)

UJOH BILANG — Satuan Reserse Narkotika (Satresnarkoba) Polres Mahakam Ulu mengungkap hasil penindakan kasus narkotika sepanjang Februari hingga Maret 2026 dengan mengamankan enam tersangka dan menyita 24 paket sabu.

Hal tersebut disampaikan Wakapolres Mahakam Ulu, Kompol Djoko Purwanto, dalam press release di Mapolres Mahulu, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, pengungkapan pertama dilakukan pada 6 Februari 2026 dengan mengamankan satu tersangka berinisial PH. Selanjutnya, pada 21 Februari 2026, petugas kembali mengamankan empat tersangka masing-masing berinisial GAH, WA, E, dan FAF. Kemudian, pada 10 Maret 2026, satu tersangka lainnya berinisial MAS turut diamankan.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 24 paket, terdiri dari 7 paket dengan berat bruto 1,28 gram, 9 paket seberat 1,14 gram, 6 paket seberat 5,06 gram, serta 2 paket seberat 0,43 gram,” ujarnya.

Kompol Djoko menyebutkan, barang bukti tersebut diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Mahakam Ulu.

Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Mahakam Ulu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Para tersangka akan dijerat dengan Undang-Undang Narkotika yang berlaku. Kami akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Pengungkapan ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Mahakam Ulu dalam memberantas peredaran narkotika secara berkelanjutan di wilayah hukumnya.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Negara Dinilai Gagal Lindungi Hak Sipil saat Demo

0
Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina menyampaikan temuan terkait pelanggaran HAM dalam demo Agustus 2025. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia (LNHAM) mengungkap temuan penting terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam penanganan gelombang demonstrasi pada Agustus hingga September 2025.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026), Wakil Ketua Komnas HAM Putu Elvina menyatakan bahwa respons aparat dinilai melampaui batas hukum dan tidak sejalan dengan standar internasional.

“Kami menemukan adanya penggunaan kekuatan berlebih oleh aparat tanpa adanya ancaman nyata yang membahayakan jiwa. Tindakan ini melanggar prinsip proporsionalitas,” ujarnya.

Selain itu, LNHAM juga menyoroti kegagalan aparat dalam membedakan antara massa aksi damai dan pihak yang melakukan kekerasan. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya kriminalisasi serta stigmatisasi terhadap peserta aksi.

Akibatnya, situasi di lapangan berkembang menjadi lebih kompleks dan memicu siklus kekerasan yang berujung pada jatuhnya korban dari berbagai pihak.

LNHAM memberikan perhatian khusus terhadap kasus meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Dalam kesimpulannya, lembaga tersebut menilai kematian korban merupakan bentuk kegagalan negara dalam melindungi hak atas hidup warga negara.

“Ada indikasi kuat kelalaian aparat dalam melindungi hak hidup masyarakat selama peristiwa berlangsung,” tegas Putu.

LNHAM mendesak adanya akuntabilitas hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengendalian massa.

Penuntasan kasus ini dinilai penting untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya, sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam menjamin demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Asyik Berenang, Bocah 9 Tahun Hilang di Danau Sambutan

0
TKP danau korban tenggelam, relawan melakukan pencarian manual. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Insiden memilukan terjadi di kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Pelita III, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan, Senin (20/4/2026) sore. Seorang bocah bernama Azka Ardendra Pratama (9) dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di danau bekas galian.

Hingga petang, proses pencarian masih terus dilakukan oleh relawan di lokasi kejadian. Danau tersebut diketahui merupakan area urukan tanah yang sebenarnya tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat.

Anggota TRC BPBD Kota Samarinda, Muhlidin, menjelaskan korban datang ke lokasi sekitar pukul 15.00 WITA bersama lima rekannya. Meski dilarang, mereka tetap masuk ke kawasan tersebut untuk berenang.

“Awalnya mereka berenang di pinggiran. Korban kemudian bergerak ke tengah menggunakan gabus sebagai pelampung yang dijepit di ketiak,” ujarnya.

Teman-teman korban sempat memperingatkan agar tidak terlalu ke tengah karena kedalaman danau cukup berbahaya. Namun, korban tetap melanjutkan hingga akhirnya pelampung yang digunakan terlepas.

Diduga tidak mahir berenang, korban langsung tenggelam dan hilang dari permukaan air. Kedalaman danau di lokasi tersebut diperkirakan mencapai 3 hingga 4 meter.

“Korban sempat mencoba menggunakan ban bekas juga, tapi akhirnya tenggelam setelah alat bantu renangnya terlepas,” tambah Muhlidin.

Pantauan di lapangan, sejumlah relawan melakukan penyisiran manual sambil menunggu tim SAR dengan peralatan lengkap. Suasana haru menyelimuti lokasi kejadian.

Petugas kembali mengingatkan bahwa area tersebut berbahaya dan bukan tempat untuk aktivitas berenang. Orang tua juga diimbau untuk lebih mengawasi anak-anak agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga pukul 18.00 WITA, pencarian masih terus berlangsung.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Cadangan Gas Besar Ditemukan di Blok Ganal, Produksi Ditarget 2028

0
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan penemuan cadangan gas di Kalimantan Timur. (Dok. Kementerian ESDM)

JAKARTA — Pemerintah mengumumkan temuan cadangan gas dalam jumlah besar di wilayah lepas pantai Kalimantan Timur. Penemuan ini dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dalam negeri.

Cadangan tersebut ditemukan di sumur Geliga-1, Blok Ganal, yang berada di Cekungan Kutai. Selain gas, lokasi ini juga mengandung cadangan kondensat dalam jumlah signifikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa potensi gas yang ditemukan mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf), dengan tambahan kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak.

“Eni baru mendapatkan satu wilayah kerja baru yang besar dari sumur Geliga yang menghasilkan 5 triliun kaki kubik gas, serta kondensat sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Wilayah kerja tersebut dioperasikan oleh perusahaan energi asal Italia, Eni, yang sebelumnya juga mencatat sejumlah penemuan besar di kawasan yang sama.

Pemerintah memproyeksikan peningkatan produksi gas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Produksi diperkirakan mencapai 2.000 MMSCFD pada 2028, meningkat dari posisi saat ini sekitar 600–700 MMSCFD, dan ditargetkan menembus 3.000 MMSCFD pada 2030.

Selain itu, produksi kondensat diperkirakan mencapai 90.000 barel per hari pada 2028, dan meningkat hingga 150.000 barel per hari pada 2029–2030.

Bahlil menegaskan bahwa temuan ini akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik serta mendukung program hilirisasi industri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor energi.

“Ini strategi agar kita tidak impor gas dari negara lain. Kita dorong untuk kebutuhan dalam negeri dan hilirisasi industri,” katanya.

Secara teknis, sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter dengan kedalaman laut mencapai 2.000 meter. Penemuan ini melanjutkan rangkaian keberhasilan eksplorasi di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya ditemukan cadangan di Geng North pada 2023 dan sumur Konta-1 pada 2025.

Pengembangan ke depan direncanakan menggunakan fasilitas produksi terapung (FPSO) serta didukung infrastruktur yang telah tersedia, termasuk Kilang LNG Bontang.

Pemerintah berharap percepatan produksi dapat segera memberikan dampak ekonomi, mulai dari peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, hingga penerimaan negara.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S

Kunjungi IKN, Ketua MPR Pastikan Progres Pembangunan

0
Jajaran MPR datang langsung ke lokasi pembangunan gedung MPR di KIPP IKN. (Atmaja Riski/Media Kaltim)

NUSANTARA — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menyatakan optimisme bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan mulai berfungsi sebagai ibu kota negara pada 2028.

Hal itu disampaikan usai jajaran MPR melakukan kunjungan langsung ke kawasan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (20/4/2026).

Menurut Muzani, pembahasan terkait IKN di tingkat pusat masih terus berlangsung, terutama menyangkut waktu pemindahan aparatur sipil negara (ASN) serta keberlanjutan pembangunan kawasan tersebut.

“Tapi kapannya ini yang menjadi persoalan. Hari ini kami datang untuk memastikan dan semakin yakin bahwa kepastian pemindahan itu makin jelas,” ujarnya.

Keyakinan tersebut diperoleh setelah pihaknya melihat langsung perkembangan pembangunan serta paparan dari Otorita IKN, termasuk terkait desain kawasan legislatif dan yudikatif.

“Tadi kami sudah melihat data yang disampaikan. Semuanya jelas,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan MPR meninjau sejumlah lokasi, mulai dari Kantor Otorita IKN hingga kawasan pembangunan legislatif. Mereka juga mendapatkan informasi bahwa desain gedung legislatif dan yudikatif telah memperoleh persetujuan Presiden Prabowo Subianto dan kini memasuki tahap pembangunan.

Muzani menegaskan bahwa keberadaan IKN sudah tidak dapat diperdebatkan lagi karena telah memiliki dasar hukum melalui undang-undang.

Ia pun berharap target 2028 menjadi momentum bagi IKN untuk mulai berfungsi sebagai ibu kota negara secara penuh, seiring kesiapan kawasan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

“Dengan progres yang ada, kami optimistis 2028 menjadi waktu yang tepat bagi IKN untuk difungsikan sebagai ibu kota negara,” pungkasnya.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Ribuan Jemaah Hadiri Halalbihalal dan Wisuda Santri di IKN

0
Ribuan jamaah berbagai kalangan memadati silaturahmi dan halalbihalal PGRI Cabang Sepaku bersama Otorita IKN di Masjid Negara, Senin (20/4/2026). (Dok. Otorita)

NUSANTARA — Sekitar 3.000 jemaah dari berbagai daerah memadati Masjid Negara IKN dalam kegiatan halalbihalal dan silaturahmi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sepaku yang digelar bersama Otorita Ibu Kota Nusantara, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Wisuda Santri ke-XXII se-Kecamatan Sepaku yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengajak seluruh peserta menjadikan momentum halalbihalal sebagai sarana mempererat kebersamaan.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin

“Selamat datang di Ibu Kota Nusantara untuk Kyai dan seluruh jemaah, termasuk para guru. Mari kita jadikan momentum ini sebagai wadah untuk saling menguatkan kebersamaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pendakwah kondang Kyai Anwar Zahid turut menyampaikan tausiah mengenai pentingnya menjaga semangat Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ramadan itu bulan pelatihan, bulan pendidikan. Apa yang kita dapatkan harus kita lanjutkan pada bulan-bulan berikutnya,” pesannya di hadapan jemaah.

Turut hadir Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Waris Muin, yang menekankan pentingnya peran guru dalam memperkuat kualitas pendidikan.

“Nilai-nilai Ramadan harus diwujudkan dalam dunia pendidikan. PGRI harus menjadi wadah untuk memperkuat sinergi dan persatuan guru demi mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi dari Sekretariat Kerja Bersama Bank Indonesia IKN terkait pemahaman uang rupiah serta pengenalan digitalisasi keuangan melalui penggunaan QRIS kepada para jemaah.

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Tenggelam Saat Mandi, Bocah 9 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

0
Saat korban dibungkus dalam kantung jenazah di danau TKP korban tenggelam. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Upaya pencarian terhadap Azka Ardendra Pratama (9), bocah yang tenggelam di danau bekas galian di Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Sambutan, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.

Jasad korban ditemukan di dasar danau oleh warga yang juga merupakan anggota BPBD Kota Samarinda, Dede Jumadi. Ia mengungkapkan momen saat menemukan tubuh korban di tengah proses penyisiran manual.

“Awalnya saya menginjak sesuatu yang padat. Saya belum yakin itu korban karena mirip batang pisang. Tapi setelah saya pegang dan sisir perlahan, saya pastikan itu korban,” ujarnya di lokasi kejadian.

Dede menjelaskan, pencarian dilakukan dengan cara menyelam dan menyisir dasar danau menggunakan alat sederhana. Kondisi air yang mulai surut membantu proses pencarian, meski kedalaman danau masih cukup menyulitkan.

Saat ditemukan, korban dalam kondisi tidak mengenakan pakaian, sesuai dengan keterangan awal saat dilaporkan tenggelam.

Anggota Tim SAR Gabungan Samarinda, Munaji, menambahkan bahwa posisi korban berada sekitar 50 meter dari titik awal saat terakhir terlihat berenang.

“Korban ditemukan di dasar danau dengan jarak cukup jauh dari lokasi awal. Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, jasad korban langsung dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.

Penemuan ini sekaligus menutup operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan. Suasana duka menyelimuti lokasi saat keluarga menyambut kedatangan jenazah, mengakhiri peristiwa tragis yang bermula dari aktivitas mandi di danau bekas galian.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Kamius Junaidi Tegaskan Komitmen Lindungi Pekerja Rentan

0
(Duduk kedua kiri) Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi saat mengikuti pembukaan nasional asistensi dan monev melalui zoom meeting di ruang rapat koordinasi lantai III Setkab Kubar. (Istimewa)

SENDAWAR — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi kelompok pekerja rentan.

Hal tersebut disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kutai Barat, Kamius Junaidi, saat mengikuti pembukaan nasional asistensi dan monitoring evaluasi (monev) percepatan capaian universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan, yang digelar secara daring melalui zoom meeting, Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Koordinasi lantai III Kantor Sekretariat Daerah Kutai Barat dan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program pemerintah pusat melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Kamius Junaidi menyampaikan bahwa Pemkab Kubar terus berupaya memastikan pekerja rentan yang masuk dalam data desil atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSN) dapat memperoleh jaminan perlindungan keselamatan kerja.

“Melalui BPJS Ketenagakerjaan bersama Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi serta Dinas Sosial, kami akan membahas lebih lanjut secara teknis, khususnya dalam penyiapan dan pemutakhiran data yang masuk dalam data desil,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mengakomodasi seluruh tenaga kerja, baik formal maupun informal, agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial.

Menurutnya, pekerja rentan merupakan kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan, sehingga kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi langkah strategis dalam menekan angka kemiskinan di daerah.

“Dengan adanya perlindungan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya penurunan angka kemiskinan di Kutai Barat,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pj Sekda turut didampingi Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Welsi, Kepala Dinas Sosial Adolfus Edhardus Pontus, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kutai Barat Fajar Mahda Akhmad.

Penulis: Ichal
Editor: Agus S

Jual BBM Subsidi di Atas Harga, Polisi Amankan Pelaku

0
Tersangka bersama barang bukti yang berhasil diamankan polisi (Istimewa)

TENGGARONG — Praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kembali terungkap di Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang perempuan berinisial B (50) diamankan polisi setelah kedapatan membawa puluhan liter Pertalite yang diduga akan dijual kembali dengan harga di atas ketentuan.

Pengungkapan terjadi di Dusun Makarti, Kelurahan Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Jumat (17/4/2026) malam. Polisi menghentikan kendaraan yang melaju mencurigakan di jalan poros Jonggon.

Saat diperiksa, petugas menemukan 10 jerigen berisi BBM subsidi jenis Pertalite di dalam mobil tersebut. Masing-masing jerigen berkapasitas sekitar 35 liter.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku BBM tersebut dibeli dari SPBU di wilayah Jahab, kemudian dikumpulkan untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

“BBM tersebut rencananya dijual dengan harga Rp12.500 per liter,” ungkap pelaku.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menjelaskan, pembelian BBM dilakukan dalam jumlah besar dengan total nilai mencapai Rp3,5 juta.

Dalam pengungkapan ini, polisi juga mengamankan kendaraan yang digunakan serta sejumlah peralatan seperti selang, corong, dan alat pompa yang diduga digunakan untuk memindahkan BBM.

Seluruh barang bukti bersama pelaku kini diamankan di Polsek Loa Kulu untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Migas terkait penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi.

“Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan atau niaga BBM subsidi dapat dikenakan sanksi sesuai undang-undang yang berlaku,” tegasnya. (MK)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Agus S

Posko Dipadati Donasi, Massa Aksi Siap Kepung DPRD Kaltim

0
Ilustrasi massa aksi di depan kantor gubernur Kaltim. (Gemini.ai)

SAMARINDA — Persiapan aksi besar yang dimotori Aliansi Rakyat Kaltim mencapai puncaknya. H-1 menjelang aksi pada Selasa (21/4/2026), posko di Jalan S Parman dipenuhi dukungan dari berbagai lapisan masyarakat.

Humas Aliansi Rakyat Kaltim, Bela Monika, menyebut dukungan tidak hanya bersifat moril, tetapi juga materiil. Hingga Senin (20/4), donasi yang terkumpul mencapai Rp31 juta.

“Dukungan benar-benar membeludak. Selain uang, bantuan berupa minuman, makanan, hingga perlengkapan medis sangat banyak,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah provinsi yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Dukungan bahkan datang dari kalangan sederhana.

“Ada pemulung yang menyumbang Rp5 ribu, ada juga pedagang kecil hingga penyandang disabilitas. Ini menunjukkan keresahan dirasakan semua lapisan,” katanya.

Berbeda dari aksi sebelumnya, kali ini massa diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang dari lebih 70 elemen masyarakat sipil. Massa dijadwalkan berkumpul di Islamic Center pukul 08.00 WITA sebelum bergerak ke DPRD Kaltim.

Target utama aksi adalah mendorong DPRD menggulirkan hak angket untuk mengaudit kebijakan pemerintah provinsi.

“Jika tuntutan tidak dipenuhi, kami akan bertahan di DPRD. Jika dipenuhi, baru kami bergeser ke kantor gubernur,” tegas Bela.

Aliansi juga mengimbau peserta untuk mengutamakan keselamatan selama aksi, termasuk menyiapkan perlengkapan pribadi dan tetap mengikuti arahan koordinator lapangan.

“Kami minta massa tetap rasional dan tidak mudah terprovokasi,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S