Beranda blog Halaman 133

Mahasiswa Kaltim Kepung DPRD dan Kantor Gubernur, Soroti Kinerja Pemerintah

0
Jendral Lapangan, Kamarul Azwan (Abi/Mediakaltim)

SAMARINDA — Gelombang demonstrasi besar diprediksi akan memadati Kota Samarinda pada Selasa, 21 April 2026. Aliansi mahasiswa dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur menyatakan kesiapan untuk turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap kondisi pemerintahan provinsi.

Jenderal lapangan aksi, Kamarul Azwan, yang juga mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, menyebut jumlah massa diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang dari berbagai kampus di Samarinda, Kutai Kartanegara, hingga Balikpapan.

“Jumlah massa dari mahasiswa kami estimasikan lebih dari 1.000 orang. Kami sudah berkoordinasi lintas kampus, termasuk dengan teman-teman di Kukar dan Balikpapan,” ujarnya.

Aksi ini akan difokuskan di dua titik utama, yakni Kantor DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kaltim. Namun, mahasiswa menegaskan lebih memprioritaskan tekanan kepada DPRD untuk mendorong langkah konkret.

“Kami tidak perlu bertemu gubernur. Kami akan fokus ke DPRD untuk mendorong komitmen melalui pakta integritas terkait hak angket,” tegasnya.

Desakan utama dalam aksi ini adalah mendorong DPRD Kaltim menggulirkan hak angket guna melakukan audit menyeluruh terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami akan meminta kesepakatan agar hak angket dikeluarkan, sehingga bisa mengaudit seluruh kinerja Pemprov,” jelas Azwan.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk tidak takut menyuarakan aspirasi. Mereka menilai kondisi Kaltim saat ini membutuhkan kontrol publik yang lebih kuat, terutama terkait ketimpangan antara kontribusi daerah terhadap pusat dengan kondisi di lapangan.

“Silakan bersuara, jangan takut. Kami pastikan aksi ini berjalan aman selama mengikuti komando di lapangan,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Abika Ramadhan
Editor: Agus S

POGI Kaltim Siap Tingkatkan Layanan KIA di Ibu Kota Baru

0
Pengurus POGI Kaltim dilantik di IKN, Deputi Alimuddin tegaskan OIKN terbuka kolaborasi. (Dok.Otorita)

NUSANTARA — Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Kalimantan Timur periode 2025–2028 resmi dilantik di Ibu Kota Nusantara, Sabtu (18/4/2026).

Pelantikan digelar di Ruang Multifunction Hall Kemenko 4 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan menjadi momentum penguatan layanan kesehatan ibu dan anak (KIA), khususnya di kawasan IKN.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyampaikan bahwa kepengurusan baru POGI Kaltim diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar global.

“Pintu kerja sama antara Otorita IKN dengan organisasi profesi seperti POGI terbuka lebar. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah awal kolaborasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan reproduksi di seluruh wilayah Kaltim, termasuk penguatan inovasi dan edukasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan.

Ketua POGI Kaltim, dr. Noviana Indarti, menyampaikan apresiasi atas dukungan Otorita IKN. Ia berharap kepengurusan baru dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“POGI Kaltim tidak hanya menjadi organisasi profesi, tetapi juga hadir memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP POGI, Prof. Budi Wiweko, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan sistem kesehatan di IKN.

Menurutnya, konsep pembangunan IKN yang terintegrasi membuka peluang kerja sama tanpa sekat antar lembaga, sehingga dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran organisasi profesi dalam mendukung pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan di IKN dan Kaltim secara luas. (MK)

Penulis: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Aksi 21 April Dijaga 1.700 Personel, Warga Diminta Hindari Titik Ini

0
Personil Polresta Samarinda melakukan apel di Mapolresta Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur memastikan kesiapan penuh dalam mengawal aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026. Sebanyak 1.700 personel gabungan disiagakan untuk menjaga kondusivitas di dua titik utama, yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.

Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menegaskan bahwa pengamanan akan mengedepankan pendekatan humanis melalui langkah preemtif dan preventif.

“Upaya represif tidak akan dilakukan sepanjang tidak ada gangguan ketertiban umum atau tindakan pidana,” ujarnya saat ditemui di Mapolresta Samarinda, Jumat (17/4/2026).

Personel yang disiagakan merupakan gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, serta didukung tim kesehatan dan pemadam kebakaran. Berdasarkan informasi, massa aksi akan mulai bergerak pukul 10.00 WITA menuju dua titik tersebut.

Untuk mengantisipasi kemacetan, Satlantas Polresta Samarinda menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Di kawasan Kantor DPRD Kaltim (08.00–12.00 WITA), arus dari Jalan MT Haryono menuju Rapak Indah dialihkan melalui Jalan Tengkawang, Ulin, Kahoi, Teuku Umar, hingga Rapak Indah. Sebaliknya, dari Rapak Indah menuju MT Haryono dialihkan melalui Jalan Teuku Umar, Perum Citra Griya, Adam Malik, Slamet Riyadi, Meranti, Ulin, hingga Tengkawang.

Sementara di kawasan Kantor Gubernur Kaltim (12.00 WITA hingga selesai), arus dari Jalan Yos Sudarso menuju Slamet Riyadi dialihkan melalui Jalan Niaga Timur, Pulau Sebatik, Imam Bonjol, Basuki Rahmat, KH Abdul Rasyid, Bhayangkara, Pahlawan, Dr Sutomo, Letjen Suprapto, Juanda, hingga Antasari.

Untuk arah sebaliknya, dari Slamet Riyadi menuju Yos Sudarso dialihkan melalui Jalan RE Martadinata, Gunung Cermai, Gunung Merbabu, Gunung Arjuna, Jenderal Sudirman, KH Khalid, Pangeran Diponegoro, hingga Perniagaan.

Polisi juga mengantisipasi penutupan total di Jalan Gajah Mada, tepat di depan Kantor Gubernur, apabila jumlah massa membludak. Pengalihan arus akan dilakukan dari Simpang Kerang hingga Simpang Muara, termasuk jalur menuju pelabuhan.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, mengimbau masyarakat untuk menghindari ruas jalan terdampak.

“Kami sarankan masyarakat menggunakan jalur alternatif dan berangkat lebih awal agar tidak terjebak kemacetan,” pungkasnya. (Dim)

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Komitmen Pemkot: Beasiswa UKT & Wajibkan Perusahaan Rekrut 75 Persen Tenaga Kerja Lokal

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb20apr2026/mobile/

Perokris PLN Kaltimra Salurkan Tali Kasih Paskah bagi Panti Asuhan di Balikpapan

0
Kunjungan Perokris PLN Grup Kaltimra di Panti Asuhan Kasih Bapa.

BALIKPAPAN – Persekutuan Rohani Kristen (Perokris) PLN Group Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra) menyalurkan bantuan tali kasih diakonia Paskah 2026 kepada sejumlah panti asuhan di Kota Balikpapan, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas unit PLN, yakni PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), PLN Icon Plus, PLN UIP3B Kalimantan, PLN Nusantara Power, serta PLN Nusa Daya.

Kegiatan yang dipimpin General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Basuki Widodo, turut diinisiasi panitia perayaan keagamaan PLN Group Kaltimra yang diketuai Teddy Kristianto selaku Ketua Panitia Natal 2025 dan Paskah 2026. Pelaksanaan kegiatan mengusung tema Paskah 2026, yakni “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, yang diwujudkan melalui aksi berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Bantuan disalurkan kepada Panti Asuhan Kasih Marturia, Panti Asuhan Tabita Putri, dan Panti Asuhan Kasih Bapa. Ketiga panti tersebut menampung puluhan anak asuh dengan latar belakang ekonomi beragam serta menghadapi keterbatasan fasilitas dan kebutuhan operasional.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar anak asuh, meningkatkan kelayakan fasilitas, serta menjaga keberlangsungan operasional panti. Dukungan ini juga diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang anak, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun pembinaan karakter.

Basuki mengatakan kegiatan diakonia menjadi wujud kepedulian insan PLN dalam memaknai Paskah melalui aksi nyata berbagi kepada sesama.

“Kegiatan diakonia ini menjadi refleksi nilai kasih dalam Paskah. Kami ingin hadir tidak hanya melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, keberadaan panti asuhan berperan penting dalam membentuk masa depan generasi muda sehingga membutuhkan dukungan berkelanjutan.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan operasional panti serta memberikan semangat bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita. PLN berkomitmen untuk terus berkontribusi tidak hanya dalam penyediaan listrik beserta infrastrukturnya, tetapi juga dalam pembangunan sosial di wilayah kerja,” jelasnya.

Suster Yohana Magdalena dari Panti Asuhan Tabita Putri Balikpapan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian PLN. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam memenuhi kebutuhan anak-anak serta mendukung keberlangsungan operasional panti,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus mempererat hubungan PLN dengan masyarakat serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan perusahaan. Melalui program diakonia, Perokris PLN Group Kaltimra menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat secara berkelanjutan. (Bom)

Pemkot Dapat Bantuan Mobil Donor Darah, Dukung Layanan Kesehatan

0
Kegiatan aksi donor darah dan penyerahan mobil ambulans yang diselenggarakan PT KNI ke PMI Bontang. (Dwi S).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menyambut hangat bantuan mobil donor darah dari PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), yang dinilai sangat strategis dalam memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bontang.

Saat sambutan, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya membantu operasional donor darah saja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung target pembangunan yang berkelanjutan.

“Bantuan mobil donor darah dari PT KNI ini sangat strategis dalam mendukung layanan kesehatan, sekaligus menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi bagian penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” ucapnya, Senin (20/4/2026).

Kesempatan yang sama, Perwakilan PT KNI, Budi Santoso, menegaskan bahwa peringatan Hari Kesehatan Dunia menjadi momentum, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat serta kepedulian sosial.

Menurutnya, adanya aksi kegiatan donor darah tersebut merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup, sekaligus membangun budaya empati di tengah masyarakat yang sejalan dengan tema “The Heart of Giving” dan “KNI Care – Solidarity for Life”.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bontang, Aji Erlynawati, mengungkapkan bahwa di sepanjang 2025 lalu, telah tercatat ada sekitar 4.560 pendonor darah di Kota Bontang.

Sehingga dirinya berharap dengan kehadiran mobil unit donor darah, dapat memperluas jangkauan layanan serta membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat.

“Maka dengan adanya mobil donor darah ini, kami optimistis pelayanan donor darah bisa menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Di kegiatan ini tidak hanya donor darah dan penyerahan mobil ambulans saja, akan tetapi di kegiatan tersebut dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada para pendonor yang telah mendonorkan darahnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tak Dapat Dana Hibah, Sebagian Ormas di Kutim “Gigit Jari’, Begini Penjelasan Kesbangpol

0
Ilustrasi Anggaran menciut, seleksi makin ketat. (AI)

SANGATTA – Harapan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kutai Timur (Kutim) untuk mendapatkan dana hibah tahun ini harus pupus. Tak sedikit yang mengaku “gigit jari” setelah proposal yang diajukan tak kunjung berbuah hasil.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutim, Tejo Yuwono, menegaskan bahwa pihaknya bukan penentu dalam penyaluran hibah tersebut.

“Kesbangpol itu hanya menerima data penerima, bukan yang menentukan siapa yang dapat. Yang menentukan itu tim TAPD,” ujarnya, tegas kepada awak media, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, peran Kesbangpol sebatas menghimpun serta memverifikasi usulan dari ormas. Setelah itu, keputusan akhir sepenuhnya berada di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Karena itu, ia menyarankan agar pihak yang mempertanyakan hasil seleksi hibah dapat langsung mengonfirmasi ke TAPD sebagai pihak pengambil keputusan.

Di sisi lain, kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami penurunan signifikan juga menjadi faktor utama seretnya penyaluran hibah. Dari sebelumnya sekitar Rp14 triliun, kini anggaran daerah hanya berada di kisaran Rp4 triliun.

“Dengan kondisi seperti ini, tentu tidak semua usulan bisa diakomodasi. Apalagi untuk 2027, yang mengajukan sudah banyak,” jelasnya.

Efisiensi anggaran juga berdampak pada kegiatan internal. Dengan alokasi operasional yang terbatas, sejumlah program terpaksa dipangkas.

Salah satunya adalah kegiatan anjangsana bagi anggota Paskibraka setelah menjalani pelatihan. Program yang sebelumnya rutin dilakukan itu kini harus dihapus demi menyesuaikan kemampuan anggaran.

“Memang kasihan anak-anak, tapi kita harus realistis. Yang tidak terlalu prioritas terpaksa kita hilangkan,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan utama tetap menjadi prioritas.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kenaikan BBM Belum Berdampak di Kutim, Kepala Disperindag: Biasanya Satu Minggu Setelah Stok Baru Beredar

0
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kenaikan harga BBM non-subsidi belum langsung mengguncang harga bahan pokok dan penting (bapoktim) di Kutai Timur (Kutim). Namun, pemerintah daerah mulai bersiap menghadapi dampak lanjutan yang diperkirakan muncul dalam beberapa hari ke depan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) menegaskan, hingga saat ini harga sembako masih relatif stabil. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh distribusi yang masih menggunakan stok lama sebelum kenaikan harga diberlakukan.

“Masih dua hari sejak kenaikan, jadi belum terlihat dampaknya. Biasanya dalam waktu sekitar satu minggu baru terasa, saat stok baru mulai beredar,” ujar Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani saat ditemui, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, dampak awal sudah mulai dirasakan di sektor transportasi, khususnya jasa travel yang menggunakan BBM non-subsidi seperti Dexlite. Kenaikan tarif mulai terjadi seiring meningkatnya biaya operasional.

Disperindag menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam penentuan harga maupun tata kelola BBM. Seluruh kebijakan berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Pertamina.

“Bahkan bupati dan gubernur tidak dilibatkan. Kami di daerah hanya bisa memantau dan mengawasi kondisi di lapangan,” tegasnya.

Kondisi ini membuat pemerintah daerah tidak bisa mengambil langkah langsung terkait pengaturan distribusi atau penyesuaian harga, meski keluhan masyarakat mulai bermunculan.

Di sisi lain, persoalan distribusi BBM di Kutim masih terkendala minimnya jumlah SPBU di sejumlah kecamatan. Beberapa wilayah bahkan harus bergantung pada satu SPBU untuk melayani beberapa kecamatan sekaligus.

Seperti di Muara Bengkal, satu SPBU harus melayani hingga wilayah Muara Ancalong, Busang, hingga Batu Ampar. Kondisi ini memicu antrean panjang dan keterbatasan pasokan di lapangan.

“Ini bukan masalah baru. Dari dulu memang terbatas, tapi tetap terlayani meski dengan kondisi apa adanya,” jelasnya.

Kelangkaan yang sempat terjadi di wilayah Muara Wahau sebelumnya juga dipicu gangguan distribusi, termasuk insiden kebakaran, bukan semata karena kenaikan harga BBM.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk mendorong pembangunan SPBU di kecamatan yang belum terjangkau.

Namun, pembangunan SPBU tidak dilakukan langsung oleh pemerintah, melainkan melalui skema investasi pihak ketiga.

Selain itu, Disperindag juga mendorong pembangunan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) guna memenuhi kebutuhan BBM bagi sektor perikanan.

Disperindag mengingatkan, dampak signifikan terhadap harga bahan pokok biasanya terjadi jika BBM subsidi mengalami kenaikan.

Sebaliknya, kenaikan BBM non-subsidi saat ini dinilai hanya berdampak pada segmen tertentu.

“Kalau yang naik BBM subsidi, itu efeknya luas sampai ke harga sayur di pasar. Tapi ini non-subsidi, jadi lebih ke sektor tertentu seperti transportasi,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dominasi Pengedar Terungkap, Bontang Selatan Jadi Wilayah Paling Rawan

0
Konferensi pers narkoba selama triwulan I 2026. (Syakurah)

BONTANG – Pengungkapan kasus narkotika oleh Polres Bontang selama triwulan pertama 2026, memetakan pola sebaran yang cukup mencolok. Wilayah Bontang Selatan tercatat sebagai daerah dengan jumlah tersangka terbanyak, sekaligus menjadi salah satu titik rawan peredaran.

Wakapolres Bontang, Kompol Ropiyani, mewakili Kapolres AKBP Widho Anriano, mengungkapkan bahwa dari total 24 tersangka yang diamankan, sebanyak 11 orang berasal dari Bontang Selatan.

Tak hanya itu, mayoritas tersangka ternyata bukan sekadar pengguna. Sebanyak 23 orang atau hampir seluruhnya berstatus sebagai pengedar.

“Ini menunjukkan bahwa peredaran narkotika di Bontang masih didominasi oleh jaringan distribusi, bukan hanya konsumsi,” tegasnya

Selain jumlah tersangka, aparat juga mencatat adanya wilayah dengan permintaan tinggi. Berdasarkan keterangan pelaku, kawasan Tanjung Laut Indah menjadi salah satu wilayah dengan tingkat pemesanan narkoba yang paling tinggi.

Temuan ini memperkuat indikasi bahwa peredaran narkotika tidak hanya tersebar, tetapi juga memiliki titik-titik konsentrasi yang perlu mendapat perhatian khusus.

Di sisi lain, pengungkapan kasus juga menunjukkan variasi jenis barang bukti, mulai dari sabu, pil double L, hingga tembakau sintetis. Namun, sabu masih menjadi narkotika yang paling dominan beredar di wilayah ini.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

17 Kasus Narkoba Terungkap di Bontang, 24 Tersangka Diamankan Selama Triwulan I 2026

0
Konferensi pers Narkoba Selama Triwulan I 2026. (Syakurah)

BONTANG – Kepolisian Resor (Polres) Bontang mengungkap 17 kasus penyalahgunaan narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan 24 tersangka yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Wakapolres Bontang Kompol Ropiyani menjelaskan, para tersangka berasal dari sejumlah wilayah. Rinciannya, 11 orang berdomisili di Bontang Selatan, 5 orang di Bontang Utara, 3 orang di Bontang Barat, serta 5 orang lainnya dari Marangkayu.

“Mayoritas tersangka berada pada usia produktif, antara 21 hingga 50 tahun. Sebagian besar tidak memiliki pekerjaan tetap,” ungkapnya.

Dari total tersangka, 23 orang dikategorikan sebagai pengedar, sementara satu orang lainnya merupakan pengguna dengan barang bukti ganja. Penetapan status tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan dan barang bukti yang diamankan.

Untuk barang bukti, polisi menyita total 67,95 gram sabu dari seluruh lokasi pengungkapan. Selain itu, ditemukan pula 345 butir pil double L, tembakau sintetis seberat 2,32 gram, serta dua batang tanaman yang diduga ganja.

Secara wilayah, pengungkapan terbanyak terjadi di Bontang Utara dengan 8 kasus, disusul Bontang Selatan 5 kasus, Marangkayu 3 kasus, dan Bontang Barat 1 kasus.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara hingga seumur hidup, serta denda hingga Rp10 miliar.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam