Beranda blog Halaman 134

Estafet Kepemimpinan PLN UIP KLT, Basuki Widodo Serahkan Amanah kepada Dewanto

0
Jajaran manajemen PLN UIP KLT berfoto bersama dalam momentum Pisah Sambut General Manager sebagai simbol kesinambungan kepemimpinan dan kolaborasi.

BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) menggelar kegiatan Pisah Sambut General Manager pada Rabu (10/6) di Auditorium PLN HUB Balikpapan. Kegiatan ini menjadi momentum peralihan kepemimpinan dari Basuki Widodo kepada Dewanto, sekaligus penegasan komitmen PLN UIP KLT dalam menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen beserta keluarga besar PLN UIP KLT serta manajemen PLN Grup se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan yang menjadi ruang apresiasi atas pengabdian Basuki Widodo, sekaligus penyambutan Dewanto sebagai General Manager PLN UIP KLT yang baru.

Salah satu momen utama dalam kegiatan tersebut adalah prosesi simbolis penyerahan kepemimpinan melalui penyerahan Mandau dan Talawang. Prosesi ini menjadi simbol amanah, keberanian, perlindungan, dan tanggung jawab dalam memimpin organisasi, sekaligus mencerminkan nilai kearifan lokal Kalimantan yang melekat dengan wilayah kerja PLN UIP KLT.

Pisah sambut ini diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Basuki Widodo atas kepemimpinan, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah sebagai General Manager PLN UIP KLT. Di bawah kepemimpinannya, PLN UIP KLT berhasil menuntaskan sejumlah proyek strategis, salah satunya interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat keandalan pasokan listrik lintas wilayah, meningkatkan fleksibilitas sistem kelistrikan, serta mendukung pemerataan akses energi bagi masyarakat. Interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang semakin andal dan berkelanjutan.

Basuki Widodo selanjutnya mengemban amanah baru sebagai Executive Vice President Pengadaan Transmisi, Gardu Induk, dan Material Terpusat PT PLN (Persero). Penugasan tersebut menjadi kelanjutan pengabdian dalam mendukung penguatan sistem ketenagalistrikan nasional.

Pada kesempatan yang sama, keluarga besar PLN UIP KLT menyambut Dewanto sebagai General Manager PLN UIP KLT baru yang sebelumnya bertugas sebagai General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara. Kehadiran Dewanto diharapkan dapat melanjutkan capaian yang telah terbangun, memperkuat kolaborasi lintas unit dan pemangku kepentingan, serta membawa PLN UIP KLT menuju pencapaian kinerja yang semakin baik.

Melalui transisi kepemimpinan ini, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keberlanjutan program strategis perusahaan. Dengan semangat profesionalisme, kolaborasi, dan pelayanan terbaik, PLN UIP KLT optimistis dapat terus menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang memberi manfaat bagi pertumbuhan ekonomi, layanan publik, dunia usaha, serta kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara. (Bom)

Pemkot Gelar Operasi Timbang Serentak 2026, Sasar 9.840 Balita

0
Ilustrasi operasi timbang. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang resmi membuka pelaksanaan Operasi Timbang Serentak Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat DPMPTSP Kota Bontang, Selasa (9/6/2026).

Operasi timbang tahun ini menyasar sebanyak 9.840 balita di seluruh wilayah Kota Bontang. Data yang diperoleh dari kegiatan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah intervensi lanjutan, untuk meningkatkan status gizi anak dan menekan angka stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi timbang dilakukan lebih awal sebelum Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Langkah tersebut bertujuan agar pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melakukan intervensi terhadap temuan yang diperoleh di lapangan.

“Operasi timbang yang dilakukan saat ini mendahului SSGI, harapannya ada waktu untuk intervensi menghadapi SSGI,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Bontang menyoroti capaian penurunan angka stunting yang dinilai belum menunjukkan hasil signifikan. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi adalah masih adanya bayi yang lahir dalam kondisi stunting sehingga memengaruhi capaian penurunan angka secara keseluruhan.

“Kenapa stunting tidak turun, karena ada ibu yang baru melahirkan yang anaknya lahir dengan stunting. Nah ini yang harus kita cegah,” tegas Neni.

Ia menekankan bahwa upaya penanganan stunting tidak cukup hanya melalui kegiatan timbang serentak, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu. Berbagai faktor seperti Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sanitasi lingkungan, hingga pemenuhan gizi ibu hamil dan calon pengantin harus menjadi perhatian bersama.

Melalui operasi timbang serentak ini, Pemerintah Kota Bontang berharap dapat memperoleh data yang akurat dan mutakhir mengenai kondisi balita, sehingga program intervensi yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan anak di Kota Bontang. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Gudang PDAM di Kilo 6 Terbakar

0
Gudang PDAM di Kilo 6 Terbakar
Situasi pemadaman oleh Damkar Bontang. (dok. Damkar)

BONTANG – Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik terjadi di gudang PDAM Kota Bontang di kawasan Kilometer 6, Rabu (10/6/2026) malam. Beruntung api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Sarkani mengatakan laporan diterima melalui layanan darurat 113 sekitar pukul 19.35 Wita dari pelapor bernama Muh. Imam Syafi’i.

“Begitu menerima laporan, personel langsung melakukan persiapan dan berangkat menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 19.50 Wita dan penanganan berhasil diselesaikan pada pukul 20.10 Wita. Situasi kini sudah aman dan terkendali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa bermula ketika petugas PDAM yang sedang berjaga dan makan malam mencium bau asap dari ruangan gudang di sebelah ruang jaga. Tidak lama kemudian terlihat kepulan asap disertai kobaran api dari dalam ruangan.

Karena pintu gudang dalam keadaan terkunci, petugas melakukan tindakan cepat dengan memecahkan kaca pintu agar dapat masuk ke lokasi kebakaran. Setelah akses terbuka, mereka melakukan pemadaman awal menggunakan selang air berukuran kecil yang tersedia di lokasi sambil menunggu kedatangan tim pemadam.

“Upaya pemadaman awal yang dilakukan petugas di lokasi sangat membantu menahan laju api, sehingga kebakaran tidak berkembang lebih besar sebelum personel kami tiba,” jelasnya.

Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di dalam gudang. Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Optimalisasi Lantai 4B MPP Bontang Masuk Kajian, DPMPTSP Siapkan Penataan Ulang Gerai Pelayanan

0
Lantai 4B yang berada di lantai 4 gedung Pasar Taman Rawa Indah. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang berencana menata ulang sejumlah ruang di Mal Pelayanan Publik (MPP), termasuk area lantai 4B yang kini belum lagi digunakan untuk aktivitas pelayanan.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pihaknya tengah mengkaji pemanfaatan kembali ruang tersebut, agar dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di MPP.

Menurutnya, lantai 4B sebelumnya diisi oleh beberapa gerai pelayanan dan layanan perbankan. Namun, setelah sejumlah tenant berpindah lokasi, area tersebut menjadi kosong dan perlu ditata kembali.

“Ruang di lantai 4B memang sudah tidak terisi lagi. Karena itu akan kami kaji agar bisa dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan pelayanan,” ujarnya.

Aspiannur menegaskan, kosongnya sebagian area tersebut tidak memengaruhi operasional MPP secara keseluruhan. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal melalui sekitar 12 gerai yang masih aktif melayani berbagai urusan administrasi setiap harinya.

Ia menjelaskan, konsep MPP adalah menghadirkan berbagai jenis layanan dalam satu tempat sehingga masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan secara lebih mudah, cepat, dan efisien.

Sebagai pengelola MPP, pihaknya memiliki tanggung jawab dalam pengaturan tata letak gerai, penyediaan sarana pendukung, serta evaluasi penyelenggaraan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penataan ulang ruang kosong tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemanfaatan gedung, sekaligus membuka peluang penambahan layanan baru yang dibutuhkan masyarakat.

“Fokus kami adalah memastikan setiap ruang di MPP memiliki fungsi yang mendukung pelayanan publik, sehingga keberadaan MPP semakin optimal sebagai pusat layanan terpadu di Kota Bontang,” pungkasnya. (Sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Pulau Perancis Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Edukasi

0
Herlang Mappatiti saat melepas benih ikan kakap untuk kembangkan sektor perikanan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pengembangan kawasan wisata berbasis ekonomi pesisir terus dilakukan di Kutai Timur (Kutim). Penggagas Pulau Perancis, Herlang Mappatiti, menebar 50 ribu benih ikan kakap yang didatangkan dari Bali di kawasan Tambak Muara Gabus.

Langkah tersebut menjadi bagian dari konsep besar yang tengah dikembangkan Herlang, yakni mengintegrasikan sektor perikanan budidaya dengan pariwisata berbasis edukasi. Penebaran benih kakap itu diharapkan mampu menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat daya tarik wisata Pulau Perancis yang selama ini terus dipromosikan.

Menurut Herlang, budidaya ikan kakap bukan sekadar kegiatan perikanan, melainkan investasi jangka panjang yang nantinya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami, hasil budidaya ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pengelolaan perikanan yang berkelanjutan,” ujarnya kepada awak media, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, konsep pengembangan kawasan tersebut tetap berpijak pada pelestarian lingkungan dan pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan. Keindahan pantai, hamparan pesisir, dan suasana alami Pulau Perancis menjadi modal utama untuk menarik kunjungan wisatawan. Kawasan itu sendiri telah lama dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata potensial di Kutai Timur.

Tak hanya mengembangkan tambak, mantan anggota DPRD Kutim itu juga membangun fasilitas pendukung berupa Dermaga Nederland. Keberadaan dermaga tersebut diproyeksikan menjadi akses utama bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Perancis maupun melihat langsung aktivitas budidaya ikan di Tambak Muara Gabus.

“Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga bisa menyaksikan langsung proses budidaya ikan yang kami kembangkan,” katanya.

Konsep wisata edukasi itu menjadi pembeda dibanding destinasi pesisir lainnya. Pengunjung akan diajak mengenal proses budidaya perikanan, mulai dari penebaran benih hingga masa panen, sehingga wisata tidak hanya berorientasi pada rekreasi semata.

Seluruh benih ikan kakap yang ditebar dibeli secara mandiri sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan kawasan tersebut. Herlang menilai sinergi antara sektor wisata dan perikanan memiliki peluang besar untuk menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Kutai Timur.

“Kami terus membaca peluang dan beradaptasi dengan berbagai tantangan. Harapannya, Pulau Perancis, Dermaga Nederland, dan Tambak Muara Gabus bisa menjadi destinasi unggulan yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

DPRD Bontang Desak Pemkot Tertibkan Aset Mangkrak

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb10juni2026/mobile/

Pemkab Mahulu Janji Terus Dampingi Penguatan Masyarakat Adat

0
Wabup Mahulu Suhuk secara simbolis menyerahkan SK pengakuan Masyarakat Adat Dayak Bahau Umaq Suling Long Isun dan Long Pahangai I di Ruang Ballroom Lantai III Kantor Bupati Mahulu.//dok-Istimewa.

UJOH BILANG – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung keberadaan masyarakat hukum adat melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) pengakuan kepada Komunitas Dayak Bahau Umaq Suling Long Isun dan Komunitas Dayak Bahau Umaq Suling Long Pahangai I, Senin (8/6/2026).

Penyerahan SK dilakukan Bupati Mahulu Angela Idang Belawan yang diwakili Wakil Bupati Suhuk di Ruang Ballroom Lantai III Kantor Bupati Mahulu.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wabup Suhuk, disebutkan bahwa masyarakat adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah serta jati diri Kabupaten Mahakam Ulu.

Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun terbukti memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan sosial, kelestarian lingkungan, dan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

“Nilai kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat adat terbukti jadi pondasi penting menjaga keharmonisan sosial, melestarikan lingkungan, serta mengatur kehidupan bermasyarakat secara arif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Wabup Suhuk menegaskan, penyerahan SK tersebut menjadi bentuk pengakuan dan penghormatan negara maupun pemerintah daerah terhadap keberadaan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisional yang melekat di dalamnya.

Pengakuan itu meliputi wilayah adat, kelembagaan adat, hingga sistem hukum adat yang hingga kini masih hidup dan dijalankan masyarakat.

“Pengakuan ini jadi landasan hukum kuat melindungi wilayah adat, sumber daya alam, serta warisan budaya dari berbagai ancaman yang bisa mengurangi atau menghilangkan hak adat warisan turun-temurun,” katanya.

Pemkab Mahulu juga memastikan akan terus mendampingi masyarakat hukum adat melalui berbagai kebijakan dan program pemberdayaan.

“Kami terus buka ruang kerja sama untuk penyusunan regulasi turunan, pendampingan teknis, penguatan kelembagaan adat, serta program pemberdayaan yang tujuannya tingkatkan kesejahteraan masyarakat adat dan jaga kelestarian lingkungan hidup,” tegas Suhuk.

Penyerahan SK tersebut dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan hak masyarakat adat sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan itu turut dihadiri kepala OPD di lingkungan Pemkab Mahulu, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala kampung dan perangkat Kampung Long Isun dan Long Pahangai I, perwakilan NGO, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Melalui pengakuan resmi tersebut, Pemkab Mahulu berharap masyarakat hukum adat semakin aktif menjaga identitas budaya, mengelola wilayah adat secara berkelanjutan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Seminar Wirausaha Jadi Langkah Awal Ciptakan Lapangan Kerja Baru

0

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kubar menggelar Seminar Wirausaha Muda bertema “Meningkatkan Minat Anak Muda Untuk Berwirausaha Menuju Kemandirian Ekonomi Daerah Melalui Potensi Lokal” di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, unsur Forkopimda Kubar, Kabid PPO Dispora Agus Syahrani, Ketua KNPI Kubar Ferlita Ananda, serta peserta dari kalangan pelajar SMA sederajat.

Kepala Dispora Kubar Gamas Laden mengatakan seminar digelar untuk mengubah pola pikir generasi muda agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja.

Menurutnya, selama ini sebagian besar anak muda masih berpikir setelah lulus sekolah harus menjadi pegawai perusahaan atau aparatur pemerintah.

Kepala Dispora Kubar Gamas Laden saat memberikan sambutan dalam Seminar Wirausaha Muda di Gedung Auditorium ATJ Pemkab Kubar.//dok-Ichal-MK.

“Fakta di lapangan, jadi PNS atau TKK sudah sangat sulit karena aturan yang membatasi. Apalagi sekarang ada efisiensi di mana-mana. Jadi karyawan perusahaan juga banyak persyaratannya,” ujarnya.

Karena itu, Dispora Kubar ingin membuka wawasan generasi muda agar mulai melihat peluang lain melalui dunia usaha dan pemanfaatan potensi lokal daerah.

“Selama ini generasi muda tahunya sekolah dan belajar. Yang jurusan ekonomi mungkin sudah dapat arahan wirausaha saat sekolah. Nah, ini kita perkuat lagi,” katanya.

Gamas menilai Kutai Barat memiliki banyak potensi ekonomi yang bisa dikembangkan anak muda, mulai dari peternakan ayam potong, usaha keramba ikan, perkebunan, hingga sektor usaha produktif lainnya.

Ia mencontohkan sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat Kubar seperti ayam, telur, hingga ikan masih dipasok dari luar daerah.

“Semua kebutuhan pokok seperti ayam, telur, ikan selama ini didatangkan dari luar Kubar. Kenapa tidak pemasoknya dari Kubar saja. Jiwa wirausaha ini yang kita tumbuhkan dari seminar ini,” tegasnya.

Dispora Kubar berharap seminar tersebut menjadi langkah awal membangun mental kewirausahaan generasi muda agar lebih mandiri dan kreatif menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Ke depan, Dispora juga berencana menggelar pelatihan yang lebih spesifik dengan menggandeng berbagai pihak terkait agar peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga keterampilan praktik usaha.

“Ia juga mendorong anak muda Kubar bertransformasi jadi pencipta lapangan kerja. Kewirausahaan tentang kemandirian, kreativitas, inovasi, dan keberanian ambil risiko untuk membawa solusi bagi masyarakat,” pungkasnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Anak Muda Kubar Diajak Manfaatkan Teknologi Digital untuk Bisnis

0
Wabup Kubar Nanang Adriani saat membuka Seminar Wirausaha Muda di Gedung Auditorium ATJ Pemkab Kubar.//dok-Ichal-MK.

SENDAWAR – Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani mendorong generasi muda Kubar bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja melalui jalur kewirausahaan.

Hal itu disampaikan Nanang saat membacakan sambutan Bupati Kutai Barat dalam kegiatan Seminar Wirausaha Muda yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kubar di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Komplek Perkantoran Pemkab Kubar, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, perkembangan zaman dan perubahan ekonomi global membuat generasi muda tidak bisa lagi hanya bergantung pada peluang kerja formal semata.

“Era digital telah membuka peluang sekaligus tantangan luar biasa besar bagi kita semua, khususnya masyarakat Kutai Barat. Generasi muda tidak bisa lagi hanya bergantung pada keinginan jadi pencari kerja. Paradigma itu harus kita ubah,” ujarnya.

Nanang menegaskan anak muda Kubar harus mulai berani mengambil peran sebagai pelaku usaha yang mampu menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

“Hari ini anak muda Kubar harus mampu bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja melalui kewirausahaan,” tegasnya.

Ia menilai tema seminar “Meningkatkan Minat Anak Muda Untuk Berwirausaha Menuju Kemandirian Ekonomi Daerah Melalui Potensi Lokal” sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Menurutnya, Pemerintah Daerah berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem UMKM dan penguatan ekonomi lokal agar terus berkembang di tengah persaingan era digital.

“Kewirausahaan bukan sekadar urusan mencari keuntungan materi, tapi tentang kemandirian, kreativitas, inovasi, dan keberanian mengambil risiko untuk membawa solusi bagi kebutuhan masyarakat sekitar,” katanya.

Nanang juga mengingatkan bahwa menjadi pengusaha sukses membutuhkan proses panjang, konsistensi, serta mental yang kuat dalam menghadapi tantangan usaha.

Ia menyebut seminar tersebut menjadi wadah penting bagi anak muda untuk memperluas wawasan, menyerap pengalaman dari para narasumber, sekaligus membangun jaringan bisnis.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga menitipkan tiga pesan penting kepada peserta seminar, yakni menggali ilmu sebanyak mungkin dari mentor dan narasumber, memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar produk lokal, serta tidak takut menghadapi kegagalan.

“Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah sekolah terbaik untuk membentuk mental juara,” pesannya.

Pemkab Kubar berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.

“Semoga dari seminar ini lahir wirausahawan muda Kubar yang mandiri, kreatif, dan siap bersaing di era digital,” pungkasnya. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Kapolri Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Organisasi

0
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad saat mengesahkan RUU Polri. Foto: YT/Parlemen TV

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi undang-undang dalam rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Pengesahan dilakukan setelah seluruh fraksi di DPR menyatakan persetujuan terhadap hasil pembahasan revisi regulasi tersebut. Rapat dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta persetujuan seluruh peserta sidang sebelum mengetok palu pengesahan.

“Tiba saatnya kami meminta persetujuan fraksi-fraksi terhadap rancangan Undang-Undang tentang perubahan ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, apakah dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?” tanya Dasco dalam sidang paripurna.

Peserta rapat kemudian secara serempak menyatakan persetujuan sebelum pengesahan resmi dilakukan.

Sebelum pengambilan keputusan tingkat II di rapat paripurna, Komisi III DPR RI bersama pemerintah telah menyelesaikan seluruh pembahasan substansi revisi UU Polri. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyampaikan laporan hasil pembahasan, sementara pemerintah diwakili Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, yang menyampaikan pendapat akhir pemerintah.

Salah satu poin utama dalam revisi UU Polri tersebut adalah perubahan batas usia pensiun anggota kepolisian.

Dalam ketentuan baru, tamtama dan bintara dapat bertugas hingga usia maksimal 59 tahun. Sementara perwira pertama, perwira menengah, dan perwira tinggi memiliki batas usia pensiun hingga 60 tahun.

Khusus bagi perwira tinggi bintang empat, termasuk jabatan Kapolri, masa dinas dapat diperpanjang selama satu tahun atau sesuai kebutuhan organisasi berdasarkan keputusan presiden.

Ketentuan tersebut menggantikan aturan lama dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 yang menetapkan batas usia pensiun seluruh anggota Polri pada usia 58 tahun, kecuali personel tertentu yang memiliki keahlian khusus dan masih dibutuhkan institusi.

Pengesahan revisi UU Polri ini disebut menjadi bagian dari upaya penyesuaian kebutuhan organisasi, penguatan sumber daya manusia, serta efektivitas kelembagaan kepolisian di tengah tantangan keamanan yang terus berkembang.

Penulis: Fajri
Editor: Agus S