Beranda blog Halaman 163

Kejagung Dalami Dugaan Aliran Dana Korporasi ke Eks Ombudsman

0
Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan Yeka Hendra Fatika sebagai tersangka dalam kasus dugaan obstruction of justice perkara korupsi minyak goreng. (Dok. Kejagung)

JAKARTA — Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan mantan anggota Ombudsman Republik Indonesia, Yeka Hendra Fatika, sebagai tersangka dalam perkara dugaan perintangan penuntutan kasus korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya tahun 2022.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup.

“Tim penyidik menetapkan saudara YHF selaku anggota Ombudsman RI periode 2021 sampai dengan 2026 sebagai tersangka dalam penyidikan dimaksud,” ujarnya di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (25/5/2026) malam.

Menurut Kejagung, perkara tersebut berkaitan dengan dugaan upaya menghalangi proses penyidikan, penuntutan, hingga pemeriksaan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor CPO yang menyeret sejumlah korporasi besar.

Penyidik menduga Yeka berperan dalam perubahan substansi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Ombudsman terkait polemik minyak goreng tahun 2022.

Awalnya, investigasi Ombudsman disebut berfokus pada persoalan kelangkaan minyak goreng dan dugaan maladministrasi distribusi. Namun isi laporan diduga berubah menjadi rekomendasi pencabutan kebijakan domestic market obligation (DMO) yang berkaitan dengan kepentingan ekspor.

“Saudara YHF telah mengubah materi laporan informasi Ombudsman RI tersebut yang semula terkait kelangkaan minyak goreng menjadi pencabutan DMO untuk kepentingan ekspor yang disusun secara melawan hukum,” kata Syarief.

Kejagung menyebut laporan tersebut kemudian digunakan dalam gugatan terhadap Kementerian Perdagangan RI di PTUN hingga dijadikan bagian dari pleidoi yang berujung pada putusan lepas terhadap tiga korporasi besar, yakni Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group.

Selain dugaan obstruction of justice, penyidik juga mendalami dugaan penerimaan uang dari salah satu korporasi terkait penyusunan laporan tersebut.

“Saudara YHF telah menerima sejumlah uang dari korporasi PT Wilmar Group terkait LHP tersebut melalui rekening orang lain,” ujar Syarief.

Penyidik mengaku telah mengantongi bukti transfer dan rekening nominee yang digunakan dalam transaksi tersebut. Namun nominal uang yang diduga diterima belum diungkap ke publik.

Atas perkara tersebut, Yeka dijerat Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kejagung juga langsung melakukan penahanan terhadap tersangka selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. (Fajri)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Retribusi Rp600 Ribu Dipersoalkan, Pedagang Minta Transparansi

0
Plt Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Polemik rencana kontrak baru kios di Pasar Tangga Arung Square kembali mencuat setelah menuai keberatan dari para pedagang.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Kartanegara, Sayid Fathullah, menegaskan bahwa dokumen kontrak tersebut belum bersifat final dan masih dalam tahap sosialisasi kepada pedagang.

“Kontrak baru TAS masih dalam tahap sosialisasi, masih tahap menerima saran dan masukan melalui forum pedagang,” ujarnya.

Menurut Sayid, pemerintah daerah masih membuka ruang dialog dan menerima berbagai masukan sebelum kontrak pemanfaatan kios ditetapkan secara resmi.

Namun di lapangan, sejumlah pedagang mengaku keberatan terhadap beberapa klausul dalam draft kontrak tersebut. Salah satu yang paling disorot yakni ancaman penarikan kios apabila penyewa menunggak pembayaran retribusi lebih dari tiga bulan.

Selain itu, pedagang juga mempertanyakan masa berlaku kontrak yang disebut dimulai sejak Januari 2026, sementara dokumen baru disampaikan pada Mei 2026.

Kondisi tersebut dinilai memunculkan ketidakjelasan terkait status tunggakan maupun implementasi aturan di lapangan.

Pedagang juga menyoroti klausul yang menyatakan penandatangan dianggap telah memahami seluruh isi perjanjian, padahal menurut mereka sosialisasi belum dilakukan secara menyeluruh.

Tak hanya itu, besaran retribusi sebesar Rp600 ribu turut menjadi perhatian pedagang. Mereka meminta pemerintah membuka dasar hukum serta regulasi yang menjadi acuan penetapan tarif tersebut.

Beberapa poin lain dalam kontrak juga dianggap masih multitafsir karena belum dijelaskan secara rinci.

Selain persoalan isi kontrak, pedagang turut meminta kepastian terkait masa berlaku perjanjian yang hanya satu tahun. Mereka berharap ada mekanisme perpanjangan yang jelas agar aktivitas usaha dapat berjalan lebih stabil.

Menanggapi berbagai keberatan tersebut, Sayid memastikan seluruh aspirasi pedagang telah ditampung dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah.

“Sudah kita siapkan solusinya untuk mengakomodir apa yang menjadi keresahan pedagang,” tegasnya. (Ady Wahyudi)

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Warga Padati Salat Iduladha di Masjid Al Hijrah, Neni Soroti Kasus Narkoba hingga Kesejahteraan Masyarakat

0
Masyarakat Bontang memadati Masjid Agung Al Hijrah saat salat Iduladha. (Dwi S).

BONTANG – Ribuan warga Kota Bontang memadati Masjid Agung Al Hijrah untuk melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah, Jumat (27/5/2026) pagi.

Pelaksanaan Salat Iduladha turut dihadiri Wali Kota Bontang beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala OPD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan sejumlah misi strategis pemerintah daerah yang menyentuh berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penanganan kasus narkoba, peningkatan kesejahteraan warga, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Saat sambutan berlangsung, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika, khususnya yang melibatkan usia remaja dan pelajar di Kota Bontang. Menurutnya, persoalan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak kita harus diselamatkan dari bahaya narkoba. Peran keluarga, lingkungan, sekolah, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus,” ujarnya.

Selain itu ia turut menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), kepolisian, sekolah, serta tokoh masyarakat dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya itu, Neni pun menyoroti pentingnya pemerataan kesejahteraan masyarakat, dimana pemerintah terus mendorong berbagai program yang berfokus pada peningkatan ekonomi warga, penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, hingga bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, semangat Iduladha harus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dan semangat berbagi merupakan pondasi penting, dalam membangun kota yang harmonis dan sejahtera.

“Iduladha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga bagaimana kita memperkuat rasa empati dan membantu sesama. Pemerintah ingin memastikan pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Sehingga Neni mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan stabilitas daerah, agar program pembangunan dapat berjalan optimal. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan Bontang sebagai kota yang maju dan berdaya saing.

Dalam pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Al Hijrah berlangsung lancar dengan pengamanan dari aparat gabungan. Usai salat, panitia kurban mulai melakukan persiapan penyembelihan hewan kurban yang nantinya akan dibagikan kepada warga.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak warga memanfaatkan momentum Iduladha, untuk bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat usai melaksanakan ibadah.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Takbir Keliling BSD Bontang Meriah, 41 Ekor Sapi Disembelih untuk 1.505 KK

0
Suasana takbir keliling dan Salat Iduladha warga Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang berlangsung semarak. Warga dari berbagai RT membawa ornamen islami dan mengikuti rangkaian Iduladha hingga penyembelihan hewan kurban di lingkungan masing-masing. Foto: Istimewa

Malam Iduladha (26/5/2026) di Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Bontang kembali ramai tahun ini. Takbir keliling kembali digelar warga BSD dengan suasana yang meriah. Hampir seluruh RT di BSD ikut turun ke jalan. Saya ikut berjalan bersama rombongan RT 39 BSD.

Takbir keliling dimulai dari bundaran depan Masjid Fathul Khoir. Rombongan lalu bergerak ke Jalan Gunung Putri, keluar hingga depan BC Mart di Jalan Cipto Mangunkusumo, kemudian kembali masuk ke kawasan BSD melalui Jalan Gunung Tambora dan Gunung Merbabu sebelum finis lagi di bundaran.

Sepanjang jalan, beberapa warga terlihat ikut menonton iring-iringan peserta. Anak-anak membawa obor dan lampu kecil. Ibu-ibu kompak memakai gamis dan hijab seragam. Para bapak sibuk mengawal rombongan sambil sesekali mengatur kendaraan yang melintas.

Yang paling menarik tentu berbagai ornamen yang dibawa masing-masing RT. Ada miniatur Ka’bah lengkap dengan lampu hias. Ada replika bulan sabit bertuliskan lafaz Allah. Ada miniatur masjid dari botol plastik bekas. Ada juga replika hewan kurban dan gapura islami yang menyala warna-warni sepanjang jalan.

RT 26 paling mencuri perhatian lewat ornamen masjid berukuran besar dari botol air mineral dengan permainan cahaya lampu yang cukup megah. Sementara rombongan RT 39 membawa ornamen Ka’bah dan tulisan Allah-Muhammad sederhana yang tetap ramai mendapat perhatian warga saat melintas di jalan utama BSD.

Di tengah perjalanan, rombongan RT 39 sebenarnya sempat mengalami kendala kecil. Sound system yang dibawa tiba-tiba mati karena baterai drop. Tetapi rombongan tetap berjalan. Takbir tetap bergema. Ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak tetap kompak melantunkan takbir sepanjang jalan tanpa bantuan speaker.

Sementara rombongan RT lain tetap semarak dengan suara sound masing-masing yang bersahutan memenuhi kawasan BSD. Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan pemenang takbir keliling. Juara pertama diraih RT 26, disusul RT 27 di posisi kedua dan RT 41 di posisi ketiga.

BACA JUGA :  Mobil Dinas Gubernur dan Angka 8,5 Miliar

Paginya (27/5/2026), suasana berubah lebih khidmat. Sejak selepas subuh, warga mulai memadati bundaran BSD depan Masjid Fathul Khoir untuk mengikuti Salat Iduladha 1447 Hijriah.

Lapangan bundaran perlahan penuh. Anak-anak duduk di saf depan bersama orang tua. Sebagian besar warga membawa sajadah sendiri dan memilih datang lebih awal agar mendapat tempat nyaman.

Di lingkungan BSD sendiri sebenarnya ada dua masjid besar, yakni Masjid Fathul Khoir dan Masjid Al Jabal. Namun untuk Salat Id, seluruh warga dipusatkan di satu lokasi di bundaran BSD. Ribuan warga hadir pagi tadi.

Khotib Salat Id adalah Ustaz M. Syukur Yusuf, Lc., Dipl. SI. Dalam khutbahnya, ia banyak mengingatkan soal pentingnya berbakti kepada orang tua, menjaga keluarga dan memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat yang makin berat.

Ia juga mengingatkan bahwa sesama muslim harus saling menguatkan seperti satu bangunan yang kokoh. Usai Salat Id, aktivitas warga BSD belum selesai. Di masing-masing RT, warga kembali berkumpul untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Total hewan kurban di lingkungan BSD tahun ini mencapai 41 ekor sapi dan 5 ekor kambing. Sementara jumlah mustahiq atau penerima daging kurban tercatat mencapai 1.505 kepala keluarga.

Di lingkungan RT 39 sendiri, warga melakukan penyembelihan empat ekor sapi.

Sejak pagi suasana gotong royong langsung terasa. Para bapak membantu proses penyembelihan dan pemotongan daging. Sementara ibu-ibu sibuk menimbang, membungkus hingga menyusun pembagian daging kurban untuk warga.

Anak-anak juga terlihat ikut membantu sambil bermain di sekitar lokasi penyembelihan.

Suasana seperti ini yang membuat Iduladha di lingkungan BSD selalu terasa berbeda. Bukan hanya soal ramai takbir keliling. Tetapi karena kebersamaan warganya masih benar-benar hidup. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Kucuran APBN lewat Sapi Jumbo Presiden Prabowo, 13 Ekor Disebar ke Kaltim hingga IKN

0
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto di Islamic Center Samarinda saat Iduladha 1447 Hijriah. Foto: Adpim Pemprov Kaltim

Sapi-sapi jumbo bantuan Presiden Prabowo Subianto tahun ini menyebar ke seluruh Kaltim.

Total ada 13 ekor yang dibagikan. Sepuluh ekor untuk seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Satu ekor untuk tingkat provinsi, dan dua ekor khusus untuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Iduladha, Rabu (27/5/2026) pagi, salah satu sapi jumbo itu diserahkan langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Islamic Center Samarinda. Bobotnya lebih dari satu ton.

Sejak pagi sapi itu sudah menjadi perhatian warga yang datang saat Salat Iduladha. Banyak yang berhenti melihat dari dekat. Ada yang merekam video. Anak-anak juga terlihat mengerubungi area sapi kurban bantuan Presiden tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, laporan wartawan Mediakaltim.com dari berbagai daerah juga hampir sama.

Di Balikpapan, sapi jumbo bantuan Presiden ramai dibicarakan warga karena ukurannya yang tidak biasa.

Di Bontang, Kukar, Berau, Paser hingga Mahakam Ulu, kedatangan sapi Presiden juga menjadi perhatian masyarakat menjelang penyembelihan kurban. IKN bahkan mendapat dua ekor sapi khusus.

Skalanya memang tidak kecil. Secara nasional, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke seluruh Indonesia. Ratusan di antaranya dibagikan ke provinsi, kabupaten dan kota. Sisanya diberikan ke pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh agama hingga kawasan strategis seperti IKN.

Dan seluruhnya dibiayai lewat APBN.

Kalau dihitung kasar, nilai program ini mencapai puluhan bahkan mendekati ratusan miliar rupiah. Harga sapi bantuan Presiden rata-rata berada di kisaran puluhan hingga lebih dari Rp100 juta per ekor, tergantung bobot dan jenisnya.

Program seperti ini sebenarnya bukan hal baru. Di era Presiden Joko Widodo, juga rutin dilakukan setiap Iduladha. Negara membeli sapi dari peternak lokal lalu mendistribusikannya ke daerah-daerah sebagai bantuan Presiden.

Bedanya, tahun ini distribusinya terasa lebih besar.

Apalagi Kaltim sekarang menjadi salah satu pusat perhatian nasional karena keberadaan IKN.

Kaltim sekarang bukan daerah biasa. IKN membuat perhatian pemerintah pusat otomatis ikut tertuju ke sini.

Tetapi di balik besarnya bantuan kurban Presiden ini, Kaltim masih punya pekerjaan rumah cukup besar.

Kaltim ternyata masih bergantung pada pasokan sapi dari luar daerah.

Sebagian besar kebutuhan sapi potong masih didatangkan dari Sulawesi dan NTT. Padahal Kaltim punya APBD besar dan sekarang menjadi lokasi IKN.

Artinya, sektor peternakan kita memang belum kuat. Kita bisa mendatangkan sapi jumbo dari luar daerah memakai APBN. Tetapi kebutuhan besar itu belum bisa dipenuhi dari peternak lokal sendiri.

Padahal perputaran anggaran dari program seperti ini seharusnya juga bisa ikut menghidupkan peternak lokal.

Karena sapi bantuan Presiden selalu didistribusikan setiap tahun. Tetapi tanpa peternak lokal yang kuat, Kaltim akan terus bergantung pada pasokan luar daerah. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

PLN UIP KLT Musyawarah Bentuk Ganti Kerugian Tanah Tapak Tower SUTT di Samboja Barat

0
Suasana sosialisasi dan diskusi penyampaian nilai tanah tapak tower TM.1 SUTT 150 kV Incomer 2 Phi GI Samboja di Kantor Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kamis (21/5). Kegiatan ini menjadi ruang koordinasi bersama antara PLN UPP KLT 1, stakeholder terkait, dan pemilik lahan yang berhak. (ist)

BALIKPAPAN — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (PLN UPP KLT 1) melaksanakan musyawarah bentuk ganti kerugian tanah tapak tower SUTT 150 kV Incomer 2 Phi GI Samboja jalur Karangjoang–Harapan Baru di Kantor Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan pengadaan tanah untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam musyawarah tersebut, PLN menyampaikan informasi terkait bentuk dan nilai ganti kerugian tanah tapak tower kepada pihak yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan bahwa pembangunan SUTT 150 kV Incomer 2 Phi GI Samboja merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat keandalan pasokan listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya.

“PLN memastikan setiap tahapan pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan transparansi, komunikasi yang baik, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Musyawarah ini menjadi ruang dialog bersama masyarakat agar proses pembangunan dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Basuki, Rabu (27/5/2026).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transmisi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan keandalan listrik seiring pertumbuhan kebutuhan energi, aktivitas ekonomi, dan pembangunan wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Manager PLN UPP KLT 1, I Made Gita Prawira, menjelaskan musyawarah dilakukan melalui koordinasi langsung bersama pemerintah daerah, aparat kewilayahan, serta masyarakat pemilik lahan.

“Melalui kegiatan ini, PLN menyampaikan informasi bentuk dan nilai ganti kerugian tanah tapak tower sekaligus membangun pemahaman bersama agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan sesuai ketentuan,” jelas Gita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN), Camat Samboja Barat, Danramil Samboja Barat, Kapolsek Samboja Barat, Korwil Kutai Kartanegara BINDA Kaltim, Lurah Karya Merdeka, serta pihak yang berhak.

Melalui kegiatan ini, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara profesional, akuntabel, dan humanis guna mendukung penguatan sistem kelistrikan di Kabupaten Kutai Kartanegara dan wilayah sekitarnya. (Bom)

Sapi Kurban Presiden Prabowo Diserahkan ke Masjid Al-Hijrah, Siapkan Distribusi untuk 400 KK

0
Penyerahan sapi kurban presiden di Masjid Al Hijrah. (istimewa)

BONTANG – Bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto berupa satu ekor sapi kurban, resmi diserahkan kepada pengurus Masjid Agung Al-Hijrah Bontang, Selasa (26/5/2026).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di halaman Masjid Agung Al-Hijrah.

Sapi kurban dengan bobot sekitar 732 kilogram itu, akan menjadi hewan pertama yang dipotong pada pelaksanaan Iduladha tahun ini di Masjid Al-Hijrah.

Neni mengatakan, bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah, khususnya warga Bontang.

“Alhamdulillah Kota Bontang kembali mendapatkan bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI berupa satu ekor sapi kurban dengan berat sekitar 732 kilogram,” ujarnya.

Ia berharap daging kurban nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama warga yang membutuhkan.

“Atas nama Pemerintah Kota Bontang dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan ini,” katanya.

Sementara itu, panitia kurban Masjid Agung Al-Hijrah, Muhammad Sidin mengatakan distribusi daging kurban akan diprioritaskan kepada warga sekitar masjid, jamaah aktif, serta para muqorrib.

“Kurang lebih ada sekitar 400 kepala keluarga yang akan menerima, ditambah jamaah aktif dan muqorrib,” jelasnya.

Ia menyebutkan, total hewan kurban yang terkumpul di Masjid Al-Hijrah tahun ini mencapai 12 ekor sapi, termasuk bantuan Presiden RI, serta 12 ekor kambing.

Menurut Sidin, proses penyembelihan hewan kurban dijadwalkan berlangsung pada Kamis (28/5/2026) atau H+2 Idul Adha. Hal itu dilakukan karena pada hari pertama masjid masih dipadati berbagai kegiatan pasca salat Id.

“Pemotongan dilakukan hari kedua lebaran, karena setelah salat Ied banyak agenda kegiatan di masjid. Sapi bantuan Presiden akan menjadi yang pertama dipotong,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

9 Perusahaan di Kutim Kena PROPER Merah, Pengawasan Lingkungan Disorot

0
Ilustrasi 9 Perusahaan di Kutim kena Proper Merah. (AI)

SANGATTA – Pengawasan terhadap aktivitas perusahaan di Kabupaten Kutai Timur kembali menjadi sorotan. Hal itu menyusul keluarnya hasil Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang menempatkan sembilan perusahaan di Kutim dalam kategori merah.

Peringkat merah diberikan kepada perusahaan yang dinilai belum memenuhi standar pengelolaan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Penilaian mencakup pengendalian pencemaran, pengelolaan limbah, pelaksanaan dokumen lingkungan hingga tanggung jawab terhadap dampak operasional di sekitar wilayah kerja.

Perusahaan yang masuk daftar PROPER merah berasal dari berbagai sektor usaha. Mulai dari pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, kawasan industri hingga industri semen.

Kesembilan perusahaan tersebut yakni PT Batuta Chemical Industrial Park, PT Tawabu Mineral Resources, PT Tambang Damai, PT Kaltim Prima Coal, PT Nala Palma Cadudasa, PT Kresna Duta Agroindo-PKS Rantau Panjang, PT Long Bangun Prima Sawit, dan PT Kobexindo Cement.

Beberapa perusahaan bahkan tercatat kembali menerima peringkat merah untuk kedua kalinya. Di antaranya PT Tawabu Mineral Resources, PT Tambang Damai, dan PT Nala Palma Cadudasa.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menilai hasil penilaian tersebut menjadi alarm serius terkait lemahnya pengawasan perusahaan di daerah, khususnya sektor sumber daya alam.

Menurut dia, salah satu kendala utama terletak pada minimnya pengawas dari kementerian yang berada langsung di daerah.

“Kesulitan kita ini karena pengawas dari kementerian memang tidak ada yang standby di daerah,” ujarnya saat di konfirmasi, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai kondisi tersebut menyebabkan pengawasan lapangan belum berjalan optimal. Padahal aktivitas perusahaan memiliki potensi besar menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak diawasi secara ketat dan berkelanjutan.

Jimmi juga menegaskan pemerintah pusat seharusnya tidak hanya fokus pada penerbitan izin usaha, tetapi ikut memastikan seluruh kewajiban perusahaan terkait pengelolaan lingkungan benar-benar dijalankan.

“Karena mereka yang mengeluarkan izin, mereka juga harus memastikan pengawasannya berjalan. Prinsipnya seperti itu,” katanya.

DPRD Kutim, lanjut dia, akan terus mendorong adanya tindak lanjut konkret setelah hasil PROPER diumumkan. Menurutnya, penilaian tidak boleh berhenti hanya sebagai laporan administratif tanpa pengawasan nyata di lapangan.

“Tetap kita dorong supaya ada tindak lanjut setelah laporan itu keluar. Jangan hanya penilaian saja, tapi harus ada langkah berikutnya,” tegasnya.

Ia juga mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan dalam mengambil tindakan langsung terhadap perusahaan yang berada di bawah pengawasan kementerian.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting agar pengawasan lingkungan di Kutim berjalan lebih efektif.

Jimmi berharap perusahaan yang memperoleh peringkat merah segera melakukan pembenahan sistem pengelolaan lingkungan agar aktivitas usaha tidak menimbulkan dampak merugikan bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dua Pelajar di Bontang Ditangkap, Diduga Edarkan 854 Gram Sabu

0
Konferensi pers pengungkapan narkoba Polres Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Polres Bontang ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu, dengan menangkap dua remaja yang masih berstatus pelajar SMK. Dari tangan keduanya, polisi menyita total 854,67 gram sabu.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkoba di kawasan Kecamatan Bontang Utara.

“Peristiwanya terjadi Senin (11/5/2026). Tim berhasil mengamankan dua orang remaja yang diduga memiliki, menyimpan, dan mengedarkan narkotika jenis sabu,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (26/5/2026).

Kedua tersangka masing-masing berusia 17 tahun pelajar kelas 1 SMK dan berusia 18 tahun pelajar kelas 2 SMK.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.00 Wita di Jalan Brigjen Katamso RT 16, Kelurahan Gunung Elai. Saat itu keduanya tengah berboncengan menggunakan sepeda motor.

“Dari penggeledahan badan ditemukan tiga bungkus sabu di dalam kotak rokok. Kemudian saat dilakukan pemeriksaan kendaraan, ditemukan lagi tiga bungkus sabu yang disimpan di dashboard motor,” katanya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan ke rumah salah satu tersangka dan kembali menemukan 15 bungkus sabu beserta barang bukti lain.

Adapun barang bukti yang diamankan di antaranya tiga bungkus sabu seberat 1,47 gram, satu kotak rokok, satu unit iPhone 8 Plus, serta sepeda motor. Sementara dari tersangka lainnya ditemukan delapan bungkus sabu dengan berat total 853,2 gram, dua bundel plastik klip, dan satu unit iPhone 13.

“Total sabu yang diamankan dari kedua terduga mencapai 854,67 gram,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 112 ayat 2 junto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda hingga Rp10 miliar.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua remaja tersebut diduga hanya berperan sebagai kurir yang diperintah seseorang berinisial Emon. Mereka mengaku menerima instruksi melalui pesan WhatsApp dari nomor tidak dikenal dan dijanjikan upah Rp15 juta apabila berhasil menyelesaikan pengantaran barang.

“Mereka hanya disuruh mengantar dan menaruh barang. Pembeli sudah diatur oleh pengendali,” jelasnya.

Polres Bontang juga berencana meningkatkan sosialisasi bahaya narkoba ke lingkungan sekolah, dengan melibatkan pihak guru agar lebih peka terhadap perubahan perilaku siswa.

Selain itu, karena salah satu tersangka masih di bawah umur, proses hukum akan menggunakan sistem peradilan pidana anak dengan tetap menjamin hak-hak anak selama proses berjalan.

“Namun kami tegaskan, penindakan terhadap peredaran narkotika tetap menjadi perhatian utama dan tidak akan kami toleransi,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Rudy Sebut Potensi SDA Kaltim Belum Maksimal karena Minim Listrik

0
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengungkapkan masih terdapat 72 desa di Kaltim yang hingga kini belum menikmati aliran listrik.

Hal itu disampaikan Rudy saat menghadiri groundbreaking proyek PLTA Batoq Kelo dan pembangunan Access Road Kaltara di Pendopo Odah Etam, Senin (25/5/2026).

Menurut Rudy, ketersediaan energi menjadi salah satu tantangan besar pembangunan di Kalimantan Timur, meski daerah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

“Energi menjadi harapan utama kami. Kalimantan Timur punya banyak potensi sumber daya alam, mulai batu bara sampai emas. Tetapi potensi-potensi itu belum bisa diolah maksimal karena minimnya infrastruktur,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rudy juga menyampaikan apresiasi kepada Darmawan Prasodjo atas upaya percepatan elektrifikasi di Kaltim serta menyampaikan salam kepada Presiden RI melalui Hashim Djojohadikusumo.

“Atas nama masyarakat Kalimantan Timur, kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan kepada Pak Hashim sebagai utusan langsung Bapak Presiden,” katanya.

Rudy menjelaskan, sebelumnya terdapat sekitar 110 desa yang belum dialiri listrik. Namun sebagian wilayah kini sudah mulai terjangkau jaringan listrik, meski masih tersisa puluhan desa terpencil yang membutuhkan perhatian serius.

“Hari ini masih ada 72 desa yang belum teraliri listrik. Harapan kami mudah-mudahan segera bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Wilayah yang belum menikmati listrik tersebut tersebar di sejumlah kabupaten seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, hingga Berau.

Menurut Rudy, luas wilayah Kaltim yang mencapai sekitar 127 ribu kilometer persegi menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan infrastruktur dasar.

“Wilayah kami hampir setara Pulau Jawa, tetapi penduduknya hanya sekitar 4 juta jiwa. Jadi pendekatannya memang berbeda,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Hashim Djojohadikusumo memastikan pihaknya akan menindaklanjuti kebutuhan elektrifikasi desa-desa di Kaltim bersama PLN dan Kementerian ESDM.

“Nanti saya akan follow up dengan Pak Dirut PLN agar 72 desa itu bisa dipenuhi listriknya. Nanti kita akan lobi Pak Menteri ESDM,” ujarnya.

Hashim juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan energi bersih dan proyek pembangkit listrik di Kalimantan Timur yang dinilai penting untuk mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semoga masyarakat bisa mendapatkan listrik murah dan bersih,” katanya.

Ia menegaskan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PLN, dan investor menjadi kunci pemerataan energi hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

“Saya berharap Kalimantan Timur akan semakin maju dan berjaya untuk rakyat Kalimantan Timur,” pungkasnya. (Hanafi)

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S