Beranda blog Halaman 174

Dukung Pemulihan Pasca Bencana, PKT Proaktif Salurkan Rp100 Juta Bagi Korban Kebakaran Berebas Tengah

0

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program PKT Proaktif, salurkan bantuan Rp100 Juta bagi korban kebakaran di Jalan Veteran, Gang Intan RT 21, Kelurahan Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan. Kepedulian sosial itu diserahkan Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya kepada perwakilan korban, Kamis (2/4/2026).

Diungkapkan Anggono, bantuan ini wujud komitmen perusahaan bagi masyarakat, sekaligus menegaskan peran Pupuk Kaltim sebagai agen pembangunan yang senantiasa hadir dan responsif terhadap kondisi sosial di Kota Bontang. Dimana ada 17 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban sekaligus terdampak pada peristiwa tersebut, sehingga Pupuk Kaltim merasa terpanggil untuk turut meringankan beban para korban.

PKT Proaktif dirancang sebagai instrumen perusahaan untuk merespons kebutuhan masyarakat secara cepat, adaptif, dan berdampak langsung dalam menyikapi kondisi yang terjadi. Program ini pun bagian dari semangat keberlanjutan perusahaan, yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.

“Melalui PKT Proaktif, Pupuk Kaltim berupaya memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya tercermin dari kontribusi di sektor industri dan ekonomi, tapi juga melalui langkah nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan bencana,” ungkap Anggono, saat penyerahan bantuan secara langsung di lokasi kebakaran.

Dijelaskan Anggono, Pupuk Kaltim sebelumnya juga menyalurkan ratusan paket makanan, sebagai respon cepat untuk pemenuhan kebutuhan pokok harian para korban. Termasuk pakaian layak pakai yang dihimpun karyawan beserta keluarga besar perusahaaan, yang juga disalurkan langsung ke lokasi kejadian.

Hal ini bagian dari langkah proaktif perusahaan untuk hadir secara sigap saat situasi darurat, sekaligus memastikan korban mendapat dukungan awal sambil menunggu proses penanganan dan pemulihan lanjutan.

“Dengan dukungan lanjutan ini, kami harap dapat membantu proses pemulihan pasca kejadian, sekaligus dorongan semangat bagi para korban untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan dengan lebih baik,” kata Anggono.

Anggono pun memastikan Pupuk Kaltim akan terus hadir memberi manfaat nyata dengan lebih signifikan, sebagai bentuk keberpihakan perusahaan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Melalui langkah ini, Pupuk Kaltim menegaskan perusahaan bukan sekadar entitas industri, tapi bagian dari ekosistem sosial yang memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat.

“Komitmen inilah yang terus dijaga Pupuk Kaltim, agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya di Kota Bontang,” tambah Anggono.

Mewakili Pemkot Bontang, Plt Camat Bontang Selatan, Hatamuddin, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pupuk Kaltim bagi warganya. Kata dia, bantuan ini sangat dibutuhkan para korban maupun yang terdampak kebakaran. Sesuai koordinasi antara Perusahaan dengan pihak Kecamatan, bantuan dibagi dalam tiga klasifikasi yakni korban pemilik rumah, penyewa dan terdampak. Hal ini disesuaikan dengan prioritas penanganan untuk pemulihan kondisi pascabencana.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang peduli dengan warga kami sejak awal kebakaran. Bantuan kali ini kami pastikan disalurkan sesuai sasaran bagi seluruh korban maupun yang terdampak,” tutur Hatamuddin.

Senada, Ketua RT 21 Misidianto, pun menyebut bantuan perusahaan sangat berarti bagi para korban, terlebih Pupuk Kaltim telah hadir sejak awal kejadian melalui penyaluran makanan hingga pakaian. Dirinya menilai langkah tersebut mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim sebagai mitra masyarakat, yang senantiasa hadir saat situasi sulit dan butuh dukungan bersama.

“Semoga ini menjadi berkah dan amal jariyah bagi seluruh karyawan serta keluarga besar Pupuk Kaltim. Kami hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi perusahaan,” kata Misidianto.

Salah satu korban pemilik rumah, Yati, mengaku sangat bersyukur adanya bantuan Pupuk Kaltim. Mengingat kondisi rumahnya yang hangus di bagian belakang, butuh perbaikan segera agar bisa kembali ditempati seperti semula. Apalagi dengan keterbatasan ekonomi, dia sebelumnya hanya bisa pasrah dan berharap ada kepedulian untuk membantu perbaikan huniannya tersebut.

“Alhamdulillah ada Pupuk Kaltim yang bantu, sehingga rumah kami bisa segera diperbaiki. Ini sangat berarti bagi kami sekeluarga,” ucap Yati. (ADV)

Paskah Aman, Ratusan Personel Disiagakan di Gereja

0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat memeriksa Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi Samarinda. (Foto: Dimas/Media Kaltim)
SAMARINDA – Polresta Samarinda mengerahkan sebanyak 600 personel gabungan untuk mengamankan rangkaian ibadah Paskah 2026. Pengamanan dilakukan sejak Kamis Putih, Jumat Agung, hingga puncak perayaan Paskah pada Minggu mendatang.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa seluruh gereja di Samarinda dipastikan mendapatkan pengamanan agar umat Nasrani dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
“Kami memastikan akan selalu hadir memberikan pelayanan dan pengamanan. Seluruh gereja di Samarinda dipastikan ada anggota yang berjaga,” ujarnya saat meninjau salah satu gereja, Jumat (3/4/2026).
Meski pengamanan dilakukan secara menyeluruh, kepolisian memberikan perhatian khusus pada empat gereja besar dengan jumlah jemaat signifikan, yakni Gereja Katedral Santa Maria Penolong Abadi, Gereja Immanuel, Gereja Santo Lukas di Jalan A. Yani, serta Gereja HKBP di Jalan Merak.
Sebagai langkah preventif, Polresta Samarinda juga melibatkan personel Brimob untuk melakukan sterilisasi di sejumlah lokasi ibadah.
“Sterilisasi sudah dilakukan oleh Batalyon B Sat Brimob Polda Kaltim. Setelah dinyatakan aman, baru dilakukan penempatan personel pengamanan,” jelasnya.
Selain itu, kepolisian juga menjalin komunikasi intensif dengan pengurus gereja terkait jadwal misa dan kebaktian, guna memastikan distribusi personel berjalan efektif di setiap titik pengamanan.
Kapolresta berharap pengamanan berlapis ini dapat memberikan rasa aman bagi umat dalam menjalankan ibadah dengan khidmat tanpa gangguan.
Ia juga mengapresiasi peran serta pengurus gereja yang kooperatif dalam mendukung kelancaran pengamanan di lapangan.
Dengan kesiapan personel dan koordinasi lintas pihak, Polresta Samarinda memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah tahun ini berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (MK)
Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Cekcok Parkir Berakhir Penikaman, Pelaku Dibekuk

0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat menggelar press conference beberapa pekan lalu. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Aksi penikaman brutal akibat konflik lahan parkir terjadi di Samarinda pada Rabu (1/4/2026) malam. Dua pelaku yang terlibat dalam insiden tersebut berhasil diringkus aparat kepolisian setelah sempat mencoba melarikan diri.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengungkapkan bahwa kedua pelaku berinisial KA (Khoirul) dan S alias Badak ditangkap di lokasi berbeda dalam waktu yang berdekatan.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Unit Jatanras Polresta Samarinda, Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Polsek Samarinda Kota, serta didukung Jatanras Polda Kaltim.

“KA diamankan di Jalan Kemuning, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang sekitar pukul 20.45 Wita. Sementara S alias Badak ditangkap satu jam kemudian di Jalan Poros Samarinda–Bontang saat hendak melarikan diri,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, insiden tersebut dipicu konflik antara dua kelompok juru parkir liar yang berebut lahan parkir, ditambah adanya dendam pribadi.

Perselisihan memuncak saat kedua kelompok bertemu dan terlibat cekcok mulut sebelum pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.

“Pelaku menganggap korban sering mengganggu dan menyebabkan kehilangan barang di area parkir mereka,” jelas Hendri Umar.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi juga mengandalkan rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku. Pakaian yang dikenakan saat penangkapan identik dengan yang terekam di lokasi kejadian.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua parang dengan panjang 30 cm dan 20 cm, satu sangkur sepanjang 15 cm, serta pakaian yang digunakan saat kejadian.

Akibat serangan tersebut, dua korban mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Dirgahayu Samarinda.

“Kondisi korban cukup memprihatinkan dan membutuhkan perawatan serius,” tambahnya.

Kini kedua pelaku telah ditahan di Polsek Samarinda Ulu dan dijerat pasal penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman hukuman penjara berat.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menghindari konflik serupa dan menyerahkan persoalan hukum kepada aparat, guna mencegah terjadinya tindak kekerasan di ruang publik. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Anti Bisa Ular Tidak Instan, Dinkes Tegaskan Prosedur Ketat

0
Saat dinas pemadam kebakaran memberikan petunjuk bagaimana kedepannya menghadapi hewan liar yaitu ular. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Insiden gigitan ular kobra hitam terhadap relawan Destana Makroman memicu evaluasi serius terkait prosedur keselamatan dan penanganan medis darurat di Samarinda. Meski korban kini dilaporkan dalam kondisi membaik, peristiwa ini menjadi catatan penting bagi seluruh pihak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur menegaskan bahwa penanganan medis terhadap korban gigitan ular tidak dapat dilakukan secara instan. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fitnawati, menjelaskan bahwa pemberian serum anti-bisa ular (anti-venom) harus melalui tahapan medis yang ketat.

“Bukan keterlambatan. Ada tahapan pemeriksaan yang harus dilalui, mulai dari kondisi fisik hingga laboratorium, agar penanganan tepat dan tidak membahayakan pasien,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Ia juga memastikan ketersediaan anti-venom di Kaltim dalam kondisi siaga selama 24 jam. Distribusi ke rumah sakit rujukan dapat dilakukan dengan cepat saat terjadi kondisi darurat.

Di sisi lain, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda menyoroti aspek keselamatan di lapangan. Kepala Disdamkarmat, Hendra AH, menyebut korban diduga melakukan evakuasi tanpa alat pelindung diri (APD) yang memadai.

“Relawan menangkap ular dengan tangan kosong tanpa alat bantu seperti stick grab. Ini sangat berbahaya, apalagi jenisnya kobra hitam dengan bisa tinggi,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberanian relawan harus diimbangi dengan pengetahuan dan perlengkapan yang sesuai standar keselamatan.

Sebagai tindak lanjut, puluhan relawan dan petugas Damkar kini mengikuti sosialisasi intensif terkait penanganan ular berbisa. Materi yang diberikan mencakup identifikasi jenis ular hingga teknik penanganan dan imobilisasi pasca-gigitan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangani ular secara mandiri. Jika menemukan hewan berbisa di lingkungan permukiman, warga diminta segera menghubungi petugas Damkar guna menghindari risiko korban jiwa.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan satwa liar membutuhkan keahlian, prosedur, dan peralatan yang tepat demi keselamatan semua pihak. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Harga Rumah Stabil Tipis, Properti Komersial Justru Turun

0
(Ilustrasi) Perumahan.

BALIKPAPAN – Sektor properti di Kota Balikpapan menunjukkan tren perlambatan pada akhir 2025. Harga rumah baru tercatat melandai, sementara properti komersial justru mengalami penurunan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyebut Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan IV 2025 tercatat sebesar 106,52 atau tumbuh 0,43 persen secara tahunan (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,67 persen.

“Perlambatan ini terjadi di semua tipe rumah, baik besar, menengah, maupun kecil,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Kenaikan harga rumah tipe besar tercatat 1,27 persen (yoy), tipe menengah 0,07 persen (yoy), dan tipe kecil 0,14 persen (yoy), seluruhnya mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

Dari sisi penjualan, volume transaksi rumah baru juga masih terbatas. Pada triwulan IV 2025, jumlah rumah terjual tercatat 119 unit atau turun 42,79 persen (yoy).

Meski demikian, segmen rumah tipe besar justru menunjukkan peningkatan signifikan secara triwulanan, dari 13 unit menjadi 27 unit atau naik 108 persen, dengan kontribusi nilai penjualan mencapai 74 persen.

Robi menjelaskan, perlambatan ini dipengaruhi oleh permintaan yang belum sepenuhnya pulih, serta dampak dari proyek strategis seperti pengembangan kilang RDMP dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap pertama yang mulai memasuki fase penyelesaian.

“Mobilitas pekerja dan aktivitas ekonomi ikut memengaruhi dinamika sektor properti,” jelasnya.

Dalam hal pembiayaan, mayoritas masyarakat masih mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pangsa mencapai 78 persen. Penyaluran KPR tercatat sebesar Rp4,97 triliun atau tumbuh 4,16 persen (yoy), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap di bawah 5 persen.

Di sisi lain, sektor properti komersial juga mengalami tekanan. Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) tercatat turun 0,36 persen (yoy) menjadi 105,86.

Penurunan terjadi pada hampir seluruh segmen seperti perkantoran, hotel, dan apartemen, sementara sektor ritel relatif stabil.

“Terbatasnya permintaan hotel dan menurunnya aktivitas MICE menjadi faktor utama penurunan,” tambahnya.

Meski mengalami perlambatan, prospek sektor properti di Balikpapan dinilai masih positif, didorong oleh potensi pengembangan industri hilirisasi serta kelanjutan pembangunan IKN tahap kedua pada 2026.

Bank Indonesia juga terus mendorong pembiayaan melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial guna mempercepat pemulihan sektor properti.

“Harapannya, penyaluran kredit dapat meningkat dan mendukung pemulihan ekonomi secara berkelanjutan,” tutup Robi. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

El Nino Mengancam, Distribusi Air Balikpapan Disiapkan Skema Khusus

0
Rapat koordinasi PTMB bersama Balai Wilayah Sungai Wilayah IV.

BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan langkah strategis menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026 guna memastikan layanan air bersih tetap stabil bagi masyarakat.

Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai Wilayah IV pada 31 Maret 2026, dengan fokus pada mitigasi berbasis data dan simulasi teknis.

Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin, menegaskan bahwa seluruh skenario disusun secara terukur, mulai dari potensi penurunan air baku hingga dampaknya terhadap produksi dan distribusi.

“Kami tidak bekerja berdasarkan asumsi, tetapi berbasis data dan simulasi. Semua potensi sudah kami hitung,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ketergantungan Balikpapan terhadap sumber air tadah hujan, khususnya Waduk Manggar, menjadi perhatian utama. Dalam kondisi normal, muka air waduk dapat turun sekitar 5 sentimeter per hari, dan berpotensi lebih cepat saat curah hujan menurun.

Selain penurunan volume, kualitas air juga berisiko terganggu akibat peningkatan kekeruhan, masuknya pasir dan udara ke sistem pompa, serta pertumbuhan gulma air.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PTMB menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya optimalisasi Waduk Manggar dan pemanfaatan Bendungan Sungai Wain melalui pengaturan pintu air.

PTMB juga menerapkan skenario pengambilan air sebesar 75 persen dengan asumsi inflow hanya 50 persen, guna menjaga ketersediaan air hingga akhir tahun.

Selain itu, bendungan pengendali (bendali) seperti Bendali 1, Bendali 3, dan Bendali 4 akan dimanfaatkan sebagai sumber tambahan.

Dari sisi distribusi, skema penggiliran air akan diterapkan jika produksi turun di bawah 70 persen, dengan sistem bertahap dari wilayah hulu ke hilir agar distribusi tetap merata.

Sebagai langkah darurat, sekitar 30 unit mobil tangki air telah disiapkan untuk melayani wilayah prioritas, termasuk kawasan dataran tinggi, daerah terjauh, serta fasilitas vital seperti rumah sakit.

PTMB juga menyiapkan strategi jangka menengah melalui reaktivasi sumur bor, pembangunan sumur baru, serta peningkatan fungsi bendali untuk memperkuat cadangan air.

Selain upaya teknis, PTMB mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi potensi krisis.

“Dengan kesiapan ini, kami optimistis layanan air bersih tetap terjaga selama El Nino 2026,” tutup Yudi. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Aset Negara Diamankan, PLN Lakukan Pemetaan Lahan Transmisi

0
Petugas PLN UIP KLT dan BPN Berau melakukan pengukuran dan pemetaan tapak tower SUTT 150 kV untuk memastikan kepastian hukum infrastruktur ketenagalistrikan di Berau.

TANJUNG REDEB – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) terus memperkuat legalitas aset strategis nasional melalui kolaborasi dengan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Berau.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan pengukuran dan pemetaan lahan tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Tanjung Redeb–Talisayan yang dilaksanakan pada Februari 2026.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa penguatan legalitas aset merupakan prioritas utama dalam menjaga keberlangsungan infrastruktur ketenagalistrikan.

“Kami terus berkomitmen memperkuat legalitas hukum pada setiap aset yang dikelola. Sinergi dengan Kantah Berau memudahkan sinkronisasi data dan percepatan administrasi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, pengukuran batas tanah secara presisi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aset PLN berada dalam status hukum yang jelas atau clear and clean.

Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin lama antara PLN UIP KLT dan Kantah Berau menjadi faktor kunci dalam kelancaran proses di lapangan.

“Tujuannya agar infrastruktur yang melayani masyarakat ini berdiri di atas legalitas hukum yang sah,” tambahnya.

Tim gabungan dari PLN dan Kantah Berau melakukan pengambilan data koordinat di lapangan sesuai standar pertanahan. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar dalam penataan administrasi aset negara secara akuntabel.

Basuki juga menegaskan bahwa pengamanan aset ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjaga fasilitas publik yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kemitraan strategis ini penting untuk melindungi fasilitas hajat hidup orang banyak agar tetap andal,” tegasnya.

Dengan penguatan legalitas tersebut, jalur transmisi listrik di wilayah pesisir Berau diharapkan semakin kokoh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta pelayanan energi bagi masyarakat Kalimantan Timur. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Kukar Bidik Sukses Penyelenggaraan MTQH 2026

0

SAMARINDA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026.

Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kukar sekaligus Ketua LPTQ Kukar, Sunggono, dalam rapat persiapan di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan teknis pelaksanaan telah dipersiapkan, termasuk penentuan 13 lokasi arena perlombaan. Halaman Kantor Bupati Kukar akan menjadi arena utama, sekaligus lokasi pembukaan dan penutupan kegiatan.

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono saat memaparkan kesiapan MTQH dalam rapat di Kantor Gubernur Kaltim. (Istimewa)

Selain itu, sejumlah fasilitas pemerintah akan digunakan sebagai venue lomba, di antaranya Ruang Serbaguna Kantor Bupati, Pendopo Wakil Bupati, Aula Bappeda, Disdikbud, Dispora, BKPSDM, BPKAD, Ruang Rapat DPRD, MAN 2, hingga Ruang Dewan Masjid Indonesia.

Tak hanya venue, Kukar juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, seperti akomodasi hotel dan homestay, layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, hingga cinderamata bagi peserta.

Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, mengapresiasi kesiapan Kukar yang dinilai cukup komprehensif dalam memaparkan rencana penyelenggaraan.

“Kukar sudah terbiasa menyelenggarakan berbagai event, baik tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, pelaksanaan tahun 2026 ini menggabungkan MTQ dan STQH, sehingga seluruh cabang lomba akan dipertandingkan, termasuk hafalan hadist, karya tulis ilmiah hadist, serta cabang lainnya.

“Mempertahankan sebagai juara umum itu lebih sulit daripada meraih juara,” tegasnya.

Sri Wahyuni berharap penyelenggaraan MTQH di Kukar dapat dilaksanakan secara sederhana namun tetap elegan dan khidmat.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setda Kaltim, Dasmiah, menyampaikan berbagai pengalaman dari pelaksanaan MTQ Nasional ke-30 di Samarinda serta STQH sebelumnya sebagai bahan evaluasi.

Ia juga menegaskan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara LPTQ provinsi dan kabupaten sebagai tuan rumah agar pelaksanaan berjalan optimal.

MTQH ke-46 Kaltim dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Tenggarong. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam serta meningkatkan kualitas kafilah Kaltim di tingkat nasional maupun internasional. (MK)

Pewarta: Rls
Editor: Agus S

Jelang Porprov VIII Kaltim 2026, Ini Strategi Anggaran Dispopar Bontang

0
Dispopar Kota Bontang saat mengikuti rapat di Kabupaten Paser. (ist)

BONTANG – Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur pada November 2026 mendorong Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mulai menyusun strategi, termasuk penyesuaian anggaran.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lanjutan yang digelar di Pendopo Bupati Paser, Kamis (2/4/2026), sekaligus memastikan Porprov tidak mengalami penundaan ke tahun 2027.

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, mengungkapkan bahwa perubahan jadwal ini membuat daerah harus segera melakukan penyesuaian, terutama dalam perencanaan keikutsertaan atlet dan kesiapan anggaran.

“Dengan dipastikan berlangsung November 2026, tentu kami menyesuaikan perencanaan, termasuk pengajuan anggaran di APBD Perubahan,” ujarnya.

Dalam menghadapi ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut, Dispopar Bontang menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya dengan melakukan efisiensi melalui pengurangan nomor pertandingan.

Selain itu, pendekatan skala prioritas juga akan diterapkan dengan mengutamakan atlet-atlet potensial yang memiliki peluang meraih medali, dibandingkan mengirimkan peserta dalam jumlah besar.

“Fokus kita kualitas, bukan kuantitas. Jadi atlet yang dikirim benar-benar yang berpeluang,” jelasnya.

Tak hanya itu, pelaksanaan Porprov VIII juga akan menerapkan sistem desentralisasi cabang olahraga. Artinya, tidak semua pertandingan akan dipusatkan di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah.

Sejumlah cabang olahraga bahkan direncanakan digelar di luar daerah, seperti layar, golf, squash, rugbi, dan bowling, menyesuaikan ketersediaan sarana dan prasarana.

Dari sisi pembiayaan, Dispopar Bontang mengusulkan anggaran awal sekitar Rp 6 miliar dalam APBD Perubahan 2026. Namun, besaran final masih menunggu pembahasan dan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah.

“Nominalnya masih usulan awal, nanti akan disesuaikan dengan kondisi anggaran dan target capaian medali,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tarif Naik Tapi Air Masih Keruh, Warga Keluhkan Layanan PDAM

0
Kondisi air di wilayah Kampung Jawa. (Dwi S).

BONTANG – Sejumlah warga mengeluhkan kenaikan tarif air bersih Perumda Tirta Taman yang tidak sebanding dengan kualitas layanan yang diterima.

Selain tagihan yang melonjak, kondisi air yang disalurkan juga dinilai masih belum layak, karena keruh dan mengandung endapan kotoran.

Abdul, salah satu warga di Kampung Jawa, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, mengaku baru saja menempati rumah kontrakannya selama tiga hari. Namun sudah dibebani tagihan air, sekitar Rp 200-ribuan. Padahal, penggunaan air disebut masih sangat minim.

Sebelum menempati kontrakan tersebut, terlihat untuk tagihan air PDAM hanya tercatat sekitar Rp 56 ribu saja, dari penghuni yang sebelumnya selama kontrakan masih kosong. Akan tetapi usai mencoba menyedot air pihaknya langsung dikejutkan dengan pembayaran yang terbilang cukup tinggi.

“Pas saya pindah ke sini, dan saya baru pakai air sekitar 3 harian, tapi tagihannya sudah naik. Air hanya dipakai mandi saja padahal, dicoba kembali untuk dicek malah jadi sekitaran Rp 200-an ribu,” ujarnya saat ditemui, Jumat (3/4/2026).

Tak hanya mempersoalkan tagihan PDAM yang naik, kualitas air juga menjadi sorotan warga sekitar. Air yang mengalir ke rumah warga, terlihat keruh dan meninggalkan endapan kotoran setelah ditampung.

Kondisi ini membuat warga ragu untuk menggunakan air tersebut, terutama untuk kebutuhan memasak dan konsumsi sehari-hari.

“Airnya keruh sekali, tidak jernih. Setelah ditampung dan disedot, ada kotoran yang mengendap di bawahnya. Kami jadi khawatir untuk dipakai masak,” tambahnya.

Warga berharap pihak PDAM Bontang segera memberikan penjelasan terkait lonjakan tagihan yang dinilai tidak wajar, sekaligus memperbaiki kualitas distribusi air agar layak digunakan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Bontang, terkait keluhan yang disampaikan masyarakat tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam