Beranda blog Halaman 175

SPPG Mulai Lirik Kebun Sayur Pemuda Kutim

0
Rombongan Korwil dan SPPG Kutim saat melakukan kunjungan ke kawasan Pemuda Kutim Hebat Farming untuk melihat langsung potensi pertanian sayuran. (Istimewa)

SANGATTA – Upaya memperkuat ketahanan pangan lokal di Kutai Timur (Kutim) terus digencarkan. Kali ini, rombongan Korwil dan SPPG Kutai Timur (Kutim) melakukan kunjungan ke kawasan Pemuda Kutim Hebat Farming, untuk melihat langsung potensi pertanian sayuran yang dinilai mampu menopang kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di lokasi tersebut, rombongan meninjau berbagai tanaman hortikultura yang dibudidayakan para pemuda, mulai dari sawi, kangkung, cabai hingga aneka sayuran lainnya. Kebun tersebut dinilai memiliki prospek besar sebagai pemasok bahan pangan sehat bagi dapur MBG di Kutim.

Korcam sekaligus Kepala SPPG Dapur MBG APT Pranoto Kutim, Dinand, mengatakan keberadaan Pemuda Kutim Hebat Farming diharapkan bisa menjadi percontohan bagi masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun produktif.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bercocok tanam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui keterlibatan langsung dalam rantai pasok MBG.

“Kami berharap masyarakat Kutai Timur, terutama yang memiliki lahan kosong maupun lahan produktif, bisa ikut berkebun sayuran. Karena masyarakat juga dapat berkontribusi dan ikut andil dalam program MBG ini,” katanya, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, hasil panen masyarakat nantinya akan dibeli untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di dapur MBG. Dengan demikian, warga yang menanam sayuran memiliki kepastian pasar terhadap hasil produksinya.

“Karena hasil kebun sayur masyarakat akan kami beli untuk kebutuhan dapur MBG. Jadi ini bisa menjadi peluang ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Pemuda Kutim Hebat Farming menyambut positif dukungan dari Korwil dan SPPG Kutai Timur. Mereka berharap semakin banyak generasi muda maupun masyarakat umum yang tertarik mengembangkan pertanian skala rumah tangga maupun kebun produktif.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian lokal yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pasokan pangan bergizi untuk masyarakat Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

PPPK Formasi 2021 Waspada! Kinerja Akan Dievaluasi

0
Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutai Timur (Kutim) memberi peringatan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi 2021, agar menjaga disiplin dan kualitas kerja menjelang evaluasi perpanjangan kontrak.

Pasalnya, seluruh rekam jejak pegawai selama lima tahun masa kerja akan menjadi bahan penilaian pemerintah daerah sebelum memutuskan perpanjangan kontrak yang berakhir pada November 2026 mendatang.

Kepala BKPSDM Kutim, Misliansyah, menegaskan evaluasi tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga menyangkut kehadiran, kedisiplinan, hingga capaian kinerja masing-masing pegawai selama bertugas di perangkat daerah.

“Semua akan dilihat. Mulai dari absensi, disiplin kerja, sampai capaian SKP pegawai selama masa kontrak berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk memastikan PPPK yang dipertahankan benar-benar memiliki komitmen dan kontribusi nyata terhadap pelayanan publik di lingkungan Pemkab Kutim.

BKPSDM juga akan meminta rekomendasi dari kepala perangkat daerah sebagai bahan pertimbangan utama sebelum usulan perpanjangan kontrak diproses lebih lanjut.

“Pimpinan OPD tentu lebih memahami bagaimana kinerja pegawainya sehari-hari. Itu akan menjadi salah satu dasar penilaian,” katanya.

Selain laporan kinerja, data absensi pegawai akan diverifikasi ulang oleh BKPSDM guna memastikan tidak ada pelanggaran disiplin ataupun catatan kehadiran buruk selama masa kerja.

Pemerintah daerah, lanjut Misliansyah, tidak ingin perpanjangan kontrak diberikan hanya berdasarkan status kepegawaian tanpa melihat kualitas kerja pegawai yang bersangkutan.

“Kalau selama bekerja tidak menunjukkan peningkatan kinerja atau tidak maksimal menjalankan tugas, tentu ada pertimbangan khusus dari pemerintah,” tegasnya.

Saat ini, PPPK angkatan pertama tahun 2021 di lingkungan Pemkab Kutim tersebar di berbagai organisasi perangkat daerah dengan jumlah mencapai ratusan orang.

Menjelang proses evaluasi, BKPSDM mengimbau seluruh PPPK tetap menjaga profesionalisme, meningkatkan etos kerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Semua memiliki peluang yang sama. Tetapi hasil evaluasi nanti tetap bergantung pada rekam jejak kerja masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Neni Minta ASN Tak Sekadar Sidak dan Foto, Wilayah Berprestasi Disiapkan Insentif Rp500 Juta

0
Wali Kota Bontang, Neni saat sambutan di pelantikan pejabat tinggi pratama dan pengukuhan kepala sekolah. (Syakurah)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan, pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bontang tidak cukup hanya melakukan inspeksi mendadak atau sidak, tanpa menghasilkan penyelesaian nyata di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Neni saat memberikan arahan dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pengukuhan kepala sekolah, serta penandatanganan perjanjian kinerja penurunan stunting dan penanganan sampah.

Ia menyoroti pola kerja birokrasi yang menurutnya masih sebatas laporan formalitas dan dokumentasi kegiatan.

“Jangan hanya sekadar datang, sidak-sidak, tahu-tahunya besok mulai lagi. Bukan itu. Bukan sekadar foto dan laporan, tapi bagaimana impact-nya disampaikan kepada wali kota,” tegasnya.

Ia mengaku lebih menyukai aparatur yang bekerja dengan hasil konkret, dibanding sekadar menunjukkan aktivitas seremonial.

“Saya enggak suka orang yang memang hanya mau lapor ke wali kota, saya sudah lakukan ini. Saya suka orang yang kerja nyata,” ujarnya.

Menurutnya, setiap persoalan di wilayah harus memiliki solusi yang terukur dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia mencontohkan penanganan persoalan sosial seperti anak ngelem, sampah lingkungan, hingga ketertiban wilayah yang menurutnya tidak cukup hanya dilakukan melalui razia sesaat.

Sebaliknya, camat, lurah hingga OPD diminta melakukan pendekatan berkelanjutan dan menyelesaikan akar persoalan.

Aparatur lebih aktif turun langsung ke wilayah dan tidak hanya menunggu laporan administratif. Ia juga menyinggung terkait sungai dan drainase yang masih dipenuhi sampah di sejumlah kawasan Bontang.

“Masa satu lurah saja belum selesai. Kota Bontang ini kecil, punya camat, lurah, RT dan kader,” ucapnya.

Untuk mendorong percepatan program prioritas, Neni mengatakan Pemkot Bontang juga menyiapkan insentif bagi wilayah yang berhasil menunjukkan capaian nyata dalam penanganan stunting dan pengelolaan sampah.

“Bagi wilayah camat dan lurah yang berhasil, kita juga akan memberikan insentif. Nilainya Rp500 juta,” ujarnya.

Menurutnya, penghargaan itu diberikan agar aparatur di tingkat wilayah memiliki semangat dan tanggung jawab yang sama dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Ia menegaskan seluruh program harus memiliki indikator capaian yang jelas dan dapat dievaluasi secara berkala.

“Kalau kita menerima amanah ini dengan ikhlas dan tulus, insyaallah semuanya akan dimudahkan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Perkuat Sistem Listrik Kaltim, PLN UIP KLT dan PT Energi Batu Hitam Sinergikan Jalur SUTT Melak–Kotabangun

0
PLN UIP KLT bersama PT Energi Batu Hitam menggelar penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Ruang Rapat Kantor PLN UIP KLT. (ist)

BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) terus bergerak untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Timur melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pinjam Pakai Lahan dengan PT Energi Batu Hitam (PT EBH). Kerjasama tersebut mendukung pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Melak–Kotabangun yang melintasi wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT EBH di Kabupaten Kutai Barat.

Penandatanganan PKS dilaksanakan di Kantor PLN UIP KLT, Balikpapan, Kamis (21/5/2026), yang dihadiri oleh General Manager PLN UIP KLT Basuki Widodo, Manager PLN UPP KLT 3 Junaedi, Manager Hukum Kalimantan Timur Surya Milpan Tambunan, serta Kepala Teknik Tambang PT Energi Batu Hitam Herlambang beserta jajaran.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan pembangunan jalur transmisi dapat berjalan aman, tertib, dan selaras dengan aktivitas operasional di sekitar area kerja. Secara keseluruhan, proyek SUTT 150 kV Melak–Kotabangun mencakup pembangunan 488 tower, dengan 16 titik tower berada pada area yang berkaitan dengan wilayah IUP PT Energi Batu Hitam.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang baik dan kolaborasi yang solid agar setiap tahapan pekerjaan dapat terlaksana dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan. Kami mengapresiasi dukungan PT Energi Batu Hitam dalam pembangunan SUTT 150 kV Melak–Kotabangun,” ujar Basuki.

Menurutnya, pembangunan SUTT 150 kV Melak–Kotabangun merupakan bagian dari upaya PLN memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Timur guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat.

“Melalui kerja sama ini, PLN berkomitmen memastikan proses pembangunan berjalan lancar dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Manager PLN UPP KLT 3, Junaedi, menjelaskan bahwa PKS tersebut memberikan landasan administrasi yang jelas bagi pelaksanaan pekerjaan pada titik tower yang berada di wilayah IUP PT Energi Batu Hitam.

“Perjanjian ini mendukung pelaksanaan pekerjaan agar berjalan lebih tertib dan terkoordinasi. PLN juga memastikan seluruh proses pembangunan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja dan ketentuan K3LH,” jelas Junaedi.

Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT Energi Batu Hitam, Herlambang, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama PLN dalam mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan Timur.

“Kami mendukung langkah PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan daerah. Harapannya, kerja sama ini dapat berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan wilayah,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, PLN UIP KLT menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan Timur. (Bom)

Nelayan Bontang yang Hilang Kontak di Perairan Ataka Pulang dengan Selamat

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb21mei2026/mobile/

Empat Kepala Dinas Dilantik Bersama Pengukuhan Kepala Sekolah

0

BONTANG – Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji pejabat pimpinan tinggi pratama dan pengukuhan kepala sekolah dilaksanakan Kamis (21/5/2025) di Pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang.

Sebanyak 10 kepala sekolah dilantik, di antaranya 9 kepala sekolah SD dan 1 kepala sekolah SMP.

Kemudian, sebanyak 4 kepala dinas juga turut berganti di antaranya Toetoek Pribadi Ekowati dari Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat menjadi kepala Dinas Kesehatan.

Bahtiar Mabe dari Kepala Dinas Kesehatan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

Eddy Forestwanto dari Kepala Dinas Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menjadi Satpol PP

Terakhir, Ahmad Yani Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menjadi Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

Rotasi jabatan yang dilakukan Pemerintah Kota Bontang, merupakan upaya penyegaran serta optimalisasi perangkat daerah yang ada di Kota Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Nelayan Bontang yang Hilang Kontak di Perairan ATAKA Pulang dengan Selamat

0
Nelayan Bontang yang Hilang Kontak di Perairan ATAKA Pulang dengan Selamat
Jamaluddin (kiri) nelayan yang dikabarkan sempat hilang, kini kembali dengan kondisi selamat. (Ist).

BONTANG – Seorang nelayan asal Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar wilayah pengeboran lepas pantai ATAKA, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Korban diketahui bernama Jamaluddin (50), warga Jalan Pangandaran RT.13, Kelurahan Berbas Pantai. Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 09.39 Wita.

Sebelumnya, berdasarkan laporan keluarga, Jamaluddin berangkat melaut sejak Minggu (10/5/2026), sekitar pukul 07.00 Wita dari Pelabuhan Berbas Tengah. Ia diketahui memancing di sekitar area pengeboran lepas pantai Wesenol sebelum berpindah ke wilayah pengeboran ATAKA.

Pihak keluarga mulai khawatir setelah korban tidak kunjung memberikan kabar selama beberapa hari. Kondisi tersebut sempat memicu upaya koordinasi dan pencarian oleh pihak terkait.

Namun, kabar melegakan akhirnya datang setelah Jamaluddin dipastikan telah kembali dengan selamat. Lurah Berbas Pantai, Hadi Jumianto, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi.

“Alhamdulillah untuk nelayan yang dikabarkan hilang sudah kembali pulang. Katanya memang sengaja belum pulang karena hasil tangkapan ikannya masih sedikit,” ujarnya.

Hadi juga memastikan tidak ada kendala maupun kerusakan pada kapal yang digunakan korban selama melaut.

“Tidak ada masalah di kapal. Katanya masih ingin lanjut mencari ikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Satpolairud Polres Bontang Bongkar Rantai Peredaran Sabu, Amankan Terduga serta Barang Bukti Puluhan Gram

0
Pelaku beserta barang bukti berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Bontang berhasil membongkar rangkaian kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Bontang Selatan hingga Bontang Utara.

Pengungkapan tersebut dilakukan secara bertahap, setelah polisi menerima laporan masyarakat, terkait aktivitas mencurigakan di kawasan Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Dari hasil pengembangan kasus, petugas berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku, beserta barang bukti narkotika dengan total berat puluhan gram.

Pengungkapan pertama dilakukan pada Minggu malam, 17 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 Wita di sebuah rumah kontrakan di Jalan Belanak, Bontang Selatan. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial AR alias COP (34).

Dari lokasi penangkapan, polisi menemukan satu paket sabu dengan berat bersih 0,46 gram. Selain itu, turut diamankan satu unit timbangan elektronik model mouse, alat hisap sabu atau bong, serta satu unit handphone merek Vivo Y17s warna hijau metalik.

“Berdasarkan dari hasil interogasi awal, AR mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial AM,” ucap Kasat Polairud Polres Bontang, AKP Fahrudi, Rabu (20/5/2026).

Berbekal informasi itu, Satpolairud Polres Bontang langsung melakukan pengembangan kasus. Hasilnya, Senin (18/5/2026) sekitar pukul 01.30 Wita, tim kembali berhasil mengamankan dua orang terduga lainnya masing-masing berinisial A alias R (36) dan AM (35).

Dari tangan A, petugas menemukan satu paket sabu dengan berat bersih 3,69 gram. Polisi juga menyita satu unit timbangan digital, handphone merek Infinix warna silver, plastik klip kosong, sendok takar sabu, hingga kotak bekas penyimpanan narkotika.

Sementara dari pengembangan terhadap AM, polisi menemukan tiga paket besar yang berisi total 12 bungkus sabu dengan berat bersih mencapai 40,61 gram. Petugas juga mengamankan pakaian yang diduga digunakan untuk menyimpan narkotika tersebut.

“Penyelidikan terus dikembangkan hingga mengarah pada pengungkapan ketiga di hari yang sama,” tambahnya.

Sehingga polisi berhasil mengamankan tiga orang terduga masing-masing berinisial AW (23), MFI (19), dan GD (36). Adapun dari tangan para terduga, polisi menyita satu paket sabu dengan berat bersih 97,85 gram.

Selain itu turut diamankan tiga unit handphone, satu pipet kaca alat hisap sabu, satu jaket hoodie warna kuning hijau, serta kantong plastik hitam yang digunakan untuk menyimpan narkotika.

“Jadi seluruh pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja cepat anggota di lapangan, dalam menindaklanjuti laporan masyarakat dan melakukan pengembangan secara berantai,” pungkasnya.

Saat ini seluruh terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mako Satpolairud Polres Bontang, guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap, kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Warga Kampung Sidrap Tetap Bisa Daftar SD dan SMP Negeri di Bontang, Ini Jalurnya

0
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha (Kiri), saat ditemui awak media. (Dwi S).

BONTANG – Warga Kampung Sidrap, Desa Martadinata, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dipastikan tetap dapat mengakses layanan pendidikan di Kota Bontang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membuka kesempatan bagi warga Sidrap, untuk mendaftarkan anak mereka di sekolah negeri, baik jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menjelaskan bahwa warga Kampung Sidrap memang tidak bisa menggunakan jalur domisili atau zonasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Hal itu disebabkan status administrasi wilayah Kampung Sidrap yang masuk dalam Kutim, bukan wilayah Kota Bontang.

Meski begitu, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir karena masih tersedia jalur lain yang dapat digunakan, untuk mengikuti proses penerimaan siswa baru.

“Tapi warga di Kampung Sidrap tidak perlu khawatir. Kalau menggunakan jalur domisili tentu tidak memungkinkan, karena mereka berasal dari luar daerah. ” ucapnya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, warga Sidrap tetap memiliki peluang yang sama untuk diterima di sekolah negeri, melalui jalur afirmasi maupun jalur mutasi. Kedua jalur tersebut masih tersedia di sejumlah sekolah yang ada di Kota Bontang.

Terlebih lagi, Disdikbud Bontang tetap memberikan akses pendidikan yang terbuka bagi seluruh peserta didik, termasuk masyarakat di wilayah perbatasan yang selama ini banyak bergantung pada fasilitas pendidikan di Bontang.

Di tahapan SPMB untuk jenjang SD Negeri telah memasuki pembukaan jalur domisili dan afirmasi. Adapun kuota penerimaan siswa di masing-masing sekolah berbeda-beda, menyesuaikan kapasitas ruang belajar dan daya tampung sekolah.

Untuk tingkat SD Negeri, kuota jalur domisili mencapai 70 persen dari total penerimaan siswa baru. Sementara di tingkat SMP Negeri, kuota jalur domisili ditetapkan sebesar 40 persen.

“Sementara untuk warga Sidrap bisa menggunakan jalur afirmasi atau mutasi,” terangnya.

Abdu Safa juga menegaskan, bahwa tidak ada perlakuan berbeda terhadap warga Kampung Sidrap, dalam proses penerimaan peserta didik baru. Seluruh calon siswa tetap memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi persyaratan sesuai jalur pendaftaran yang dipilih.

“Hanya saja mereka tidak bisa menggunakan jalur zonasi, karena status administrasi wilayah berada di Kabupaten Kutim,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Peringati Harkitnas 2026, PLN UIP KLT Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian untuk Negeri

0
Peserta memberikan penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih di Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 (bom)

BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) menggelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor PLN UIP KLT pada Rabu (20/5/2026). Upacara yang diikuti oleh jajaran Manajemen dan seluruh pegawai PLN UIP KLT tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan, menjadi pengingat bahwa api perjuangan para pendiri bangsa harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian untuk Indonesia.

Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, peringatan Harkitnas tahun ini menjadi simbol kebangkitan bangsa yang berpijak pada semangat persatuan, keberanian, dan tekad untuk terus maju menghadapi tantangan zaman. Tema tersebut merefleksikan semangat kolektif seluruh elemen bangsa untuk menjaga harapan generasi penerus sekaligus memperkuat kedaulatan nasional, khususnya di era transformasi teknologi dan digitalisasi yang berkembang semakin cepat.

Dalam amanat yang disampaikan pada upacara tersebut, ditegaskan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran bersama bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan, kerja keras, dan gotong royong. Semangat perjuangan yang diwariskan oleh para pelopor bangsa menjadi inspirasi untuk terus menghadirkan perubahan nyata demi Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Peringatan Harkitnas 2026 juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan semangat “Boedi Oetomo” dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah dinamika global dan derasnya arus perubahan, bangsa Indonesia dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi tampil sebagai pelaku utama pembangunan yang mampu menciptakan inovasi, memperkuat solidaritas sosial, dan menjaga persatuan sebagai fondasi kemajuan bangsa.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi energi bagi seluruh insan PLN untuk terus menghadirkan karya terbaik bagi masyarakat dan negara.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa lahir dari persatuan, semangat perjuangan, dan pengabdian tanpa henti. Sebagai bagian dari BUMN yang mengemban amanah menyediakan infrastruktur ketenagalistrikan, PLN UIP KLT berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan nasional melalui penyediaan listrik yang andal, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Basuki.

Ia juga menambahkan bahwa tantangan masa depan harus dijawab dengan inovasi, kolaborasi, dan semangat pantang menyerah sebagaimana dicontohkan para pendiri bangsa.
“Kita harus mampu menjaga semangat kebangkitan ini dengan terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Dari Kalimantan Timur, kita ingin menjadi bagian dari penggerak kemajuan Indonesia menuju bangsa yang semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing,” tambahnya.

Bagi PLN UIP KLT, semangat kebangkitan nasional diwujudkan melalui komitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Setiap pembangunan yang dilakukan bukan hanya tentang menghadirkan listrik, tetapi juga tentang menyalakan harapan, membuka peluang, dan menggerakkan masa depan Indonesia menuju kedaulatan energi yang berkelanjutan.

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026, PLN UIP KLT mengajak seluruh insan untuk terus menjaga semangat pengabdian, memperkuat optimisme, dan melangkah bersama membangun negeri. Sebab kebangkitan nasional sejatinya lahir dari kesadaran setiap anak bangsa untuk bergerak, berkarya, dan memberikan yang terbaik demi kejayaan Indonesia di masa depan.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 di lingkungan PLN UIP KLT berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat, meninggalkan semangat heroik yang menguatkan tekad seluruh peserta untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara. (Bom)