Beranda blog Halaman 179

Damkar Bontang Evakuasi Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter di Gunung Elai

0
Petugas Disdamkartan saat mengevakuasi ular piton. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, bergerak cepat menindaklanjuti adanya laporan warga, terkait kemunculan seekor ular piton di Jalan Keladi, RT.4, tepatnya di belakang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Gunung Elai, Kamis (2/4/2026) dini hari.

Menanggapi laporan itu, Tim Rescue Regu Alfa Disdamkartan Bontang langsung bergerak cepat ke lokasi dengan menggunakan unit rescue.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan proses evakuasi dengan mengedepankan prosedur keselamatan. Dalam waktu singkat, ular piton tersebut berhasil diamankan oleh petugas, tanpa menimbulkan korban maupun gangguan lebih lanjut bagi warga sekitar.

“Adanya laporan yang masuk, petugas yang sedang menjalankan piket langsung bergerak menuju TKP. Untuk panjang ular yang diamankan ada sekitaran 2,5 meter,” ucap Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin.

Petugas yang telah turun di lapangan memastikan bahwa proses evakuasi berjalan lancar, berkat kesiapsiagaan tim serta kerja sama warga yang turut membantu memberikan informasi akurat.

“Intinya kami sangat mengimbau ke masyarakat, apabila ada kejadian yang serupa lebih baik hubungi petugas damkar. Jangan coba-coba untuk menangkapnya sendiri, apa lagi tanpa menggunakan peralatan yang memadai. Mari kita hindari, potensi resiko yang tidak diinginkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sempat Dilaporkan Hilang, Nelayan Berbas Pantai Kembali Sendirian

0
Nelayan yang sempat dilaporkan hilang kembali dengan keadaan selamat. (istimewa)

BONTANG – Nelayan yang sempat dilaporkan hilang kontak sejak Jumat (27/03/2026) telah kembali dengan kondisi selamat pada Kamis (02/04/2026).

Saharuddin, yang merupakan nelayan asal Berbas Pantai dinyatakan tiba di Pelabuhan Berbas Pantai pada pukul 11.30 Wita.

Lurah Berbas Pantai, Hadi, mengatakan nelayan tersebut pulang sendiri, ia tiba di pelabuhan RT 19. Ia belum sempat mengetahui ataupun bertanya kepada Saharuddin lantaran kondisi yang sudah lemas.

“Pas datang sudah lemas, langsung dibawa ke rumah,” ungkapnya.

Nelayan tersebut dibawa ke rumah sakit karena mengeluh merasakan sakit beberapa bagian badannya, sehingga pada pukul 12.30 Wita ia langsung dibawa ke RSUD Taman Husada.

“Nanti setelah nelayan tersebut sudah lebih baik kami akan menanyai kejadian yang terjadi, kenapa ia sempat hilang dan akhirnya kembali,” tambahnya.

Sebelumnya, sang istri melaporkan Saharuddin yang merupakan suaminya telah hilang kontak dengannya selama dua hari ke pihak BPBD setempat.

Informasi terakhir sebelum ia menghilang ia berada di perairan Muara Berau dan disinyalir kapal yang ia bawa terbawa arus ke Teluk Balikpapan.

Bersama Tim Basarnas juga sempat melakukan koordinasi dan pencarian di wilayahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Nominal Berbeda-beda, Dugaan Pungli di Layanan Kesehatan Mencuat

0
Kantor Dinkes Kukar (Ady/MKN)

TENGGARONG – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam layanan kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pusban) Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Kartanegara (Kukar).

Dinkes memastikan akan menelusuri keluhan warga dan tidak segan mengambil tindakan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

Keluhan mencuat setelah sejumlah warga mengaku dimintai biaya dalam pengurusan administrasi kesehatan, khususnya surat rujukan. Padahal, layanan tersebut seharusnya diberikan secara gratis.

Salah satu warga menyebut nominal pungutan tidak seragam dan berbeda antar pasien. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi pelayanan.

“Kalau memang ada aturan nominalnya tidak masalah, asal sama rata. Ini berbeda-beda. Mertua saya dimintai Rp15 ribu, saya Rp20 ribu, sementara keluarga lain tidak dimintai,” ujarnya.

Keluhan lain juga muncul terkait biaya pendampingan berobat yang disebut mencapai ratusan ribu rupiah dan terjadi lebih dari satu kali.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kukar, Waode Nuraida, menegaskan tidak ada dasar bagi tenaga kesehatan untuk menarik biaya dari masyarakat dalam layanan pengobatan.

“Tidak boleh. Tidak ada alasan pustu meminta bayaran. Mereka sudah digaji, apalagi sekarang sudah ada program berobat gratis bagi warga Kukar yang menggunakan KTP,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seluruh layanan kesehatan di puskesmas maupun pustu pada prinsipnya gratis bagi warga yang memiliki KTP Kukar dan terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

Selain itu, sistem rujukan juga telah berbasis digital dan mengikuti standar operasional prosedur, sehingga tidak seharusnya ada biaya tambahan.

“Rujukan itu harus melalui dokter di puskesmas dan sekarang sudah berbasis online, itu gratis selama menggunakan BPJS,” jelasnya.

Meski demikian, Dinkes mengakui ada beberapa layanan di luar pengobatan, seperti pemeriksaan kesehatan untuk keperluan administrasi kerja, yang memang dapat dikenakan biaya.

Namun, pungutan di luar ketentuan tetap tidak dibenarkan. Dinkes memastikan akan memanggil pihak terkait untuk melakukan klarifikasi.

“Kalau terbukti ada pelanggaran, tentu akan kami tegur. Bahkan jika berulang, bisa dilakukan tindakan lebih tegas,” pungkasnya. (MK)

Penulis : Ady Wahyudi
Editor : Agus S

Rusdiansyah Aras Tak Maju Lagi, Persaingan Ketua KONI Kaltim Menghangat

0
Kolase: Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras (frame terbesar), dari atas kanan hingga kiri bawah; Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim Fraksi Golkar, Sapto Setyo Pramono, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud, Ketua DPRD Kota Balikpapan Fraksi Golkar, Alwi Al Qadri, dan General Manager Borneo FC Samarinda, Anderiy Syachrum.

SAMARINDA — Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur (KONI Kaltim) mulai memanaskan tahapan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) 2026 dengan membentuk Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua KONI Kaltim periode 2026–2030.

Pembentukan TPP diputuskan dalam rapat jajaran pimpinan yang digelar di Kantor KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Selasa (31/3/2026). Tahapan ini menjadi pintu awal dalam proses pemilihan ketua baru, menyusul kepastian Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, yang tidak kembali maju pada periode berikutnya.

Rusdiansyah menegaskan bahwa pembentukan TPP merupakan langkah penting untuk memastikan proses penjaringan berjalan sesuai mekanisme organisasi. Musorprov sendiri direncanakan berlangsung pada akhir April 2026, meski tanggal pastinya masih menunggu kesediaan Gubernur Kaltim untuk membuka agenda tersebut.

“TPP bertugas membuka pendaftaran, menerima berkas, serta menyeleksi persyaratan calon ketua sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dalam struktur yang dibentuk, Ego Arifin dipercaya sebagai Ketua TPP, didampingi Ashari sebagai sekretaris, serta tujuh perwakilan pemerintah provinsi sebagai anggota.

Seiring terbentuknya TPP, bursa calon Ketua KONI Kaltim mulai menghangat. Sejumlah nama dari kalangan politisi, pengusaha, hingga penggiat olahraga mulai mencuat sebagai kandidat potensial.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menjadi salah satu figur yang secara terbuka menyatakan kesiapan maju. Ia mengaku mendapat dorongan dari sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) dan telah mengantongi dukungan awal.

Sementara itu, nama pengusaha sekaligus General Manager Borneo FC Samarinda, Anderiy Syachrum, juga mencuat. Dukungan terhadapnya bahkan diklaim telah datang dari delapan kabupaten/kota.

Di sisi lain, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, Syahariah Mas’ud, turut masuk radar kandidat. Ia menekankan pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kapasitas dan kinerja nyata.

“Jangan hanya mau dibilang Ketua KONI, tapi kinerjanya nol,” tegasnya.

Adapun politisi senior Sapto Setyo Pramono membantah isu pencalonannya, meskipun disebut memiliki kapasitas yang cukup untuk maju.

Figur lain yang juga mencuat adalah Rusman Ya’qub yang menawarkan gagasan pembinaan olahraga berbasis sport science sebagai upaya meningkatkan prestasi atlet.

Dengan tahapan penjaringan yang segera dibuka, dinamika kandidat saat ini masih berada pada fase komunikasi awal. Peta persaingan diperkirakan akan semakin mengerucut setelah jadwal Musorprov ditetapkan secara resmi oleh KONI Kaltim.

Penulis: Hadi Winata
Editor: Agus S

Tangan Balita Membengkak dan Menghitam, Dinkes Kaltim Lakukan Pendalaman

0
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Jaya Mualimin. (Foto: Hanafi/Mediakaltim)

SAMARINDA – Dugaan malpraktik mencuat di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) setelah seorang balita berusia tiga bulan mengalami kondisi mengkhawatirkan usai menjalani perawatan. Kasus ini kini tengah didalami Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.

Balita tersebut awalnya dirawat karena gejala muntah. Namun, perhatian muncul setelah tindakan pemasangan infus diduga tidak berjalan sesuai prosedur. Akibatnya, tangan pasien dilaporkan membengkak dan berubah warna menjadi kehitaman.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyampaikan pihaknya telah menerima informasi awal terkait kejadian tersebut dan saat ini masih melakukan pendalaman.

“Saya masih mendalami kasus ini. Informasi awal sudah ada, namun detailnya masih kami kumpulkan. Yang jelas, ini harus diselesaikan terlebih dahulu oleh pihak rumah sakit,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia mengungkapkan, laporan awal diterima dari Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA). Meski demikian, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari RSUD AWS.

Berdasarkan dokumentasi awal yang diterima, terlihat adanya luka pada bagian tangan balita yang diduga merupakan bekas tindakan infus. Kasus ini pun dikategorikan sebagai kejadian tidak diinginkan dalam pelayanan kesehatan.

Jaya menegaskan, mutu layanan dan keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama. Setiap tindakan medis wajib dilakukan sesuai standar operasional prosedur guna mencegah risiko yang merugikan pasien.

“Kejadian yang tidak diinginkan dalam pelayanan kesehatan seharusnya nol persen. Tidak boleh ada, apalagi sampai menimbulkan dampak serius,” tegasnya.

Terkait dugaan malpraktik, ia menekankan bahwa hal tersebut merupakan ranah hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran. Sementara itu, Dinas Kesehatan akan fokus pada evaluasi mutu pelayanan di fasilitas kesehatan.

Ia juga mengimbau media dan masyarakat untuk mengawal kasus ini secara proporsional berdasarkan fakta di lapangan.

“Sampaikan sesuai fakta, jangan dilebihkan atau dikurangi, agar bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan,” katanya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kaltim masih menunggu laporan resmi dari pihak rumah sakit sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Kerja Sama Digital RI–Korea Resmi Diteken, AI Jadi Prioritas

0
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid saat penandatanganan kerja sama dengan Korea Selatan. (Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Republik Korea resmi menjalin kerja sama strategis di sektor digital yang mencakup peningkatan kualitas jaringan, penguatan keamanan data, serta pengembangan talenta kecerdasan artifisial (AI).

Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital RI dengan Kementerian Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Korea Selatan di Seoul, Rabu (1/4/2026).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kerja sama ini dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan kualitas layanan digital.

“Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jaringan digital. Masyarakat akan merasakan koneksi internet yang lebih stabil untuk sekolah, layanan kesehatan, dan kegiatan usaha,” ujarnya.

Selain infrastruktur, aspek keamanan data juga menjadi perhatian utama. Pemerintah berupaya memperkuat sistem pengawasan dan perlindungan data guna mencegah kebocoran maupun penyalahgunaan informasi.

Program ini turut diperkuat dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu menggunakan teknologi secara aman dan produktif.

“Internet harus lebih stabil, data pribadi harus lebih aman, dan layanan publik harus lebih mudah diakses,” tambah Meutya.

Di sektor teknologi, pengembangan AI menjadi fokus penting dengan penerapan pada bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan.

“Teknologi harus membantu guru mengajar, tenaga kesehatan bekerja lebih cepat, dan petani mengambil keputusan,” jelasnya.

Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha, startup, dan sektor swasta dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Sementara itu, pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui program pelatihan, beasiswa, serta pertukaran tenaga ahli guna mencetak talenta digital yang kompetitif.

“Talenta digital menjadi kunci. Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi,” ujarnya.

Sebagai langkah implementasi, kedua negara akan membentuk komite bersama untuk memastikan program berjalan efektif. Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital.

Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi yang lebih luas dan inklusif. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Perluasan Penerima BLT, Pemkot Bontang Tambah Cakupan hingga Desil 5

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus melakukan pembaruan data bagi masyarakat penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), guna memastikan penyaluran tepat sasaran.

Terhitung sejak periode Januari sampai Maret 2026, jumlah penerima bantuan tersebut telah tercatat ada sebanyak 460 orang yang masih dihitung, berdasarkan dari kategori desil 1 hingga desil 4.

Namun, kebijakan tersebut kini telah mengalami perubahan. Melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota terbaru atau perwali yang baru saja diterbitkan per 1 April 2026, untuk cakupan penerima BLT diperluas hingga desil 5. Saat ini, regulasi tersebut masih dalam tahap harmonisasi, di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM, di Samarinda.

Perluasan ini sangat berdampak pada penambahan jumlah penerima bantuan di tiap wilayah, termasuk di RT 24, Kampung Mandar, Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara.

Untuk jumlah penerima yang sebelumnya, hanya terdapat 11 orang, akan tetapi saat ini bertambah menjadi 26 orang, setelah adanya tambahan 15 penerima baru dari kategori desil 5.

“Penambahan ini terjadi karena cakupan wilayah penerima semakin luas. Jika sebelumnya hanya desil 1 sampai 4, kini diperluas hingga desil 5. Sehingga jumlah penerima otomatis semakin bertambah,” ucap Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, Rabu (1/4/2026).

Meski demikian, pemerintah mengakui masih adanya persepsi di masyarakat terkait ketimpangan penerimaan bantuan. Sebagian warga masih merasa ada yang menerima bantuan, sementara lainnya tidak. Kondisi tersebut dinilai wajar mengingat data penerima bersifat dinamis.

Perubahan data dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti kelahiran, kematian, hingga mobilitas penduduk. Sebagai kota industri, Bontang juga mengalami arus masuk penduduk yang cukup tinggi, sehingga mempengaruhi pembaruan data secara berkala.

“Data tidak bisa bersifat tetap. Ketika ada kelahiran, terutama dari keluarga kurang mampu, maka akan masuk dalam data baru. Begitu juga dengan penyandang disabilitas, tetap menjadi prioritas dalam pendataan,” jelasnya.

Pemerintah memastikan akan menelusuri secara langsung jika terdapat warga yang belum menerima bantuan untuk memastikan kelayakan mereka. Penyaluran BLT pun dilakukan secara hati-hati dan teliti, mengingat adanya pengawasan dari aparat penegak hukum.

“Intinya fleksibel, tapi tetap harus rapi dan akurat. Kami juga diawasi, jadi tidak bisa sembarangan dalam menentukan penerima,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Rencana Kebijakan WFH, Kupon BBM Kendaraan Dinas Bakal Dikurangi

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana melakukan penyesuaian terhadap kupon Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan dinas, seiring rencana penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut setiap kendaraan dinas saat ini telah memiliki jatah kupon BBM. Namun, dengan adanya kebijakan WFH yang akan mengurangi mobilitas pegawai, maka jatah tersebut dipastikan ikut disesuaikan.

“Memang ada kupon jatah bensin untuk setiap mobil dinas. Dengan WFH, kemungkinan besar akan dikurangi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengurangan kupon BBM ini menjadi bagian utama dari upaya efisiensi yang ingin dicapai Pemkot Bontang. Sebab, selama ini penggunaan kendaraan dinas menjadi salah satu penyumbang konsumsi BBM di lingkungan pemerintah.

“Penghematannya memang di situ, dari penggunaan BBM. Jadi otomatis akan direduksi,” jelasnya.

Meski dilakukan pengurangan, Agus Haris memastikan operasional layanan publik tidak akan terganggu. Kendaraan dinas yang digunakan untuk pelayanan langsung kepada masyarakat maupun tugas lapangan tetap akan disesuaikan kebutuhannya.

“Yang pelayanan tetap jalan, tentu akan disesuaikan. Tidak mungkin kita hambat,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemkot Bontang Rencanakan WFH Setiap Rabu

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu. Kebijakan ini masih menunggu keputusan resmi Wali Kota Bontang sebelum diterapkan secara menyeluruh.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan rencana WFH ini merupakan bagian dari upaya efisiensi, khususnya dalam pengurangan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan pemerintah daerah.

“Rencananya hari Rabu. Kita tunggu keputusan wali kota karena ini akan dituangkan dalam bentuk edaran,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini juga akan dilaporkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri, sebagai bentuk langkah konkret penghematan energi. Pemkot ingin memastikan bahwa pengurangan mobilitas ASN berdampak langsung pada konsumsi BBM kendaraan dinas.

Ia menjelaskan, sebelumnya opsi WFH sempat direncanakan pada hari Jumat. Namun, karena bertepatan dengan agenda rutin kerja bakti, maka dipindahkan ke hari Rabu agar tidak mengganggu kegiatan tersebut.

“Kalau hari Jumat kan ada kerja bakti, jadi kurang efektif. Maka disarankan pindah ke hari Rabu,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan tidak semua layanan akan menerapkan WFH. Pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa dan pegawai yang bertugas di sektor layanan diwajibkan tetap masuk kantor.

“Pelayanan tetap masuk, tidak boleh dilakukan dari rumah. Itu harus tetap berjalan,” tegasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wacana Pemangkasan 50 Persen Penggunaan Mobil Dinas ASN Kutim Belum Terwujud

0
Ilustrasi.(AI)

SANGATTA – Wacana pembatasan penggunaan mobil dinas hingga 50 persen belum berlaku di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Hingga kini, kendaraan operasional pemerintah masih digunakan normal oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa mobil dinas memang diperuntukkan menunjang aktivitas kerja dan pelayanan publik. Karena itu, penggunaannya dinilai masih relevan selama sesuai fungsi.

“Mobil dinas itu kita berikan kepada ASN untuk dipelihara, dijaga, dan digunakan sebagaimana mestinya. Jadi, itu hal yang wajar,” ujarnya kepada awak media, Rabu (2/4/2026).

Terkait isu pemangkasan hingga 50 persen, Ardiansyah memastikan belum ada kebijakan tersebut di Kutim. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi armada yang sebagian besar sudah berusia tua.

“Mobil dinas kita ini banyak yang sudah tua-tua. Sementara ini kita juga belum ada pengadaan baru, jadi masih aman,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, Pemkab Kutim memilih mempertahankan pola penggunaan yang ada. Mobil dinas pun tetap menjadi andalan ASN dalam mendukung mobilitas dan kelancaran tugas pemerintahan sehari-hari.

“Yang penting dipakai sesuai kebutuhan tugas dan tetap dijaga dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam