Beranda blog Halaman 187

Hilang Kabar Sejak Jumat, Istri Laporkan Nelayan Hilang di Perairan Muara Berau

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Seorang nelayan asal Bontang dilaporkan hilang. Laporan tersebut disampaikan oleh istrinya, Nasriani (40), kepada pihak berwenang.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengatakan Kapal pemancing bernama Nur Hikmah yang dinakhodai Saharuddin diketahui berangkat sejak Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WITA dari Pelabuhan Berbas Pantai. Kapal tersebut menuju area kapal bor di sekitar perairan Muara Berau.

Namun, sejak Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WITA, korban dilaporkan hilang kontak. Diduga, hal ini disebabkan kerusakan mesin saat berada di tengah perjalanan, dengan perkiraan jarak sekitar 60 mil dari pelabuhan Berbas Pantai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas langsung melakukan pencarian dan sempat bermalam di Muara Pegah. Rencana awal pencarian difokuskan di sekitar lokasi pengeboran Wesenol, Selat Makassar, sesuai dengan titik terakhir komunikasi korban.

Namun, setelah dilakukan koordinasi lanjutan dengan Basarnas Balikpapan serta analisis terhadap arah angin dan arus laut sejak 27 hingga 29 Maret 2026, strategi pencarian pun diubah.

Ia menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan karena adanya pergeseran potensi lokasi korban.

“Awalnya pencarian tidak langsung mengarah ke Balikpapan karena berdasarkan titik hilang kontak berada di sekitar Muara Berau. Namun setelah dianalisis arah angin dan arus beberapa hari terakhir, pergerakan cenderung ke Laut Balikpapan,” ujarnya.

Dengan pertimbangan tersebut, operasi pencarian pada hari ini difokuskan ke perairan Balikpapan. BPBD Bontang bersama Basarnas dan unsur terkait terus berupaya maksimal untuk menemukan korban.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Balikpapan, agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal.

“Koordinasi terus kami lakukan. Kami berharap korban segera ditemukan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dua Kapal Sandar, 3.000 Penumpang Padati Semayang

0
Ribuan penumpang KM Bukit Siguntang turun dari kapal di Pelabuhan Semayang. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Arus balik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Semayang mencapai puncaknya pada Minggu (29/3/2026). Pada hari tersebut, tercatat lebih dari 3.000 penumpang tiba di Balikpapan menggunakan dua kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Dua kapal yang bersandar yakni KM Bukit Siguntang dan KM Dorolonda. KM Bukit Siguntang yang berlayar dari Makassar tiba pada pukul 10.00 WITA dengan membawa sebanyak 1.816 penumpang. Sementara KM Dorolonda yang bertolak dari Surabaya bersandar pada pukul 15.30 WITA dengan jumlah penumpang mencapai 1.396 orang.

Kepala Cabang Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, mengatakan bahwa tanggal 29 Maret menjadi puncak arus balik di Pelabuhan Semayang karena kedatangan kapal dari kota-kota besar.

“Pada hari ini tercatat lebih dari 3.000 penumpang yang kembali ke Kalimantan Timur melalui Pelabuhan Semayang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah penumpang yang kembali ke Balikpapan selama periode arus balik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 10.000 hingga 11.000 orang.

“Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pascalibur Idulfitri, khususnya yang menggunakan transportasi laut,” jelasnya.

Meski terjadi lonjakan penumpang, Pelni memastikan seluruh operasional kapal berjalan normal. Aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama selama masa arus balik.

“Kami memastikan seluruh layanan tetap optimal, baik dari sisi operasional kapal maupun pelayanan kepada penumpang, sehingga perjalanan arus balik berjalan aman dan lancar,” tambah Ridwan.

Dengan tingginya jumlah penumpang tersebut, Pelabuhan Semayang kembali menjadi salah satu pintu utama mobilitas masyarakat menuju Kalimantan Timur setelah perayaan Lebaran. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

23 Ribu Penumpang Padati Sepinggan di Puncak Arus Balik

0
Kedatangan penumpang di terminal kedatangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Arus balik Lebaran 2026 di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan mencapai puncaknya pada Sabtu (28/3/2026). Pada hari tersebut, total pergerakan penumpang tercatat menembus angka sekitar 23.000 orang, dengan mayoritas merupakan kedatangan menuju Balikpapan.

Lonjakan ini terlihat dari padatnya aktivitas di bandara sejak pagi hingga malam hari. Ribuan penumpang memadati area kedatangan, menandai tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke Kalimantan Timur usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Wiyana Mahdar, mengatakan angka tersebut telah sesuai dengan prediksi sebelumnya.

“Untuk puncak arus balik tahun ini, jumlah penumpang mencapai sekitar 23.000 orang dan didominasi oleh kedatangan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, penumpang yang kembali ke Balikpapan berasal dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, Makassar, Surabaya, Tarakan, hingga Yogyakarta.

“Memang dari kota-kota tersebut yang paling banyak menyumbang penumpang,” jelasnya.

Secara keseluruhan, trafik penumpang pada periode angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan tren peningkatan. Bandara mencatat kenaikan sebesar 6,90 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Sementara jika dibandingkan dengan 2025, terjadi peningkatan sebesar 2,3 persen.

“Puncak arus mudik terjadi pada H-6 atau 14 Maret 2026 dengan jumlah penumpang 19.113 orang. Sedangkan arus balik mencapai puncak pada H+7 atau 28 Maret 2026 dengan sekitar 23.000 penumpang,” tambah Iwan.

Dengan tingginya pergerakan ini, pihak bandara memastikan seluruh operasional berjalan lancar serta pelayanan kepada penumpang tetap optimal, guna menjaga kenyamanan dan keselamatan selama masa arus balik Lebaran. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Emosi Tak Terkontrol, Bapak dan Anak Aniaya IRT di Samarinda

0
Kedua pelaku pengeroyokan. (Ist)

SAMARINDA – Insiden kekerasan menggegerkan warga Jalan S. Parman, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Seorang ibu rumah tangga berinisial IH (41) menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh dua pelaku yang merupakan bapak dan anak, FA (40) dan RJ (62).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) sore. Kejadian bermula saat korban sedang duduk di samping rumahnya. Saat itu, seorang petugas koperasi datang menanyakan alamat rumah mertua salah satu pelaku. Karena tidak mengetahui, korban menjawab apa adanya dan menyarankan agar menanyakan langsung kepada keluarga yang bersangkutan.

Namun, jawaban tersebut diduga disalahartikan oleh pelaku. FA yang tersulut emosi kemudian mengajak ayahnya untuk mendatangi korban.

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksar, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh kesalahpahaman yang berujung pada tindakan kekerasan.

“Terjadi kesalahpahaman yang membuat pelaku emosi. Bukannya mengklarifikasi, pelaku justru mendatangi korban dengan amarah,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Cekcok mulut yang terjadi di lokasi kemudian berubah menjadi aksi penganiayaan. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban ditarik rambutnya hingga terjatuh. Dalam kondisi tersebut, pelaku mencekik leher korban dan menodongkan parang sambil mengancam.

Sementara itu, pelaku lainnya terus memukul wajah korban, terutama pada bagian mata. Korban yang sempat berusaha melarikan diri kembali dikejar dan mengalami kekerasan lanjutan berupa tendangan dan pukulan.

“Korban sempat mencoba melarikan diri, namun terjatuh dan kembali dianiaya oleh kedua pelaku,” tambahnya.

Setelah menerima laporan serta hasil visum yang menunjukkan luka lebam di bagian wajah, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang segera melakukan penindakan. Pelaku FA berhasil diamankan di kawasan Jalan Rajawali, sementara RJ ditangkap di kediamannya di Jalan S. Parman.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah parang yang digunakan untuk mengancam korban. Keduanya kini telah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kedua tersangka sudah mengakui perbuatannya dan dijerat dengan pasal terkait pengeroyokan serta pengancaman,” tegas AKP Aksar.

Saat ini korban masih menjalani pemulihan akibat luka fisik dan trauma yang dialaminya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Pantai Manggar Tetap Primadona, Ribuan Wisatawan Padati Kawasan

0
Keramaian di Pantai Manggar Segarasari. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Lonjakan wisatawan terjadi di kawasan Pantai Manggar Segarasari menjelang akhir pekan dalam masa libur Lebaran 2026. Destinasi unggulan Kota Balikpapan ini kembali dipadati pengunjung yang memanfaatkan momen libur panjang bersama keluarga.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pantai Manggar, peningkatan jumlah pengunjung terjadi signifikan dari Jumat (27/3/2026) ke Sabtu (28/3/2026). Pada Jumat, total kunjungan tercatat sebanyak 1.132 orang, terdiri dari 921 pengunjung dewasa dan 211 anak-anak. Sementara jumlah kendaraan yang masuk mencapai 321 unit, dengan rincian 137 kendaraan roda dua dan 184 kendaraan roda empat.

Namun, angka tersebut melonjak tajam pada Sabtu. Total kunjungan mencapai 3.057 orang atau hampir tiga kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 2.418 merupakan pengunjung dewasa dan 639 anak-anak. Jumlah kendaraan juga meningkat menjadi 794 unit, terdiri dari 269 kendaraan roda dua, 520 roda empat, serta lima kendaraan roda enam.

Kepala UPTD Pantai Manggar, Yusdi Linting, mengatakan lonjakan tersebut sudah sesuai dengan prediksi. Tren peningkatan kunjungan memang kerap terjadi saat akhir pekan di tengah libur panjang.

“Pantai Manggar masih menjadi destinasi favorit, baik bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan dominasi kendaraan roda empat menunjukkan tingginya kunjungan keluarga yang datang secara berkelompok. Kondisi ini berdampak pada kepadatan di area parkir dan sejumlah titik kawasan pantai.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pengelola telah melakukan berbagai langkah, mulai dari pengaturan arus kendaraan, penambahan personel, hingga peningkatan pengawasan kebersihan dan keamanan.

Petugas juga disiagakan di titik-titik strategis guna membantu pengunjung dan menjaga ketertiban selama aktivitas wisata berlangsung.

Yusdi mengimbau pengunjung agar tetap menjaga kebersihan serta mematuhi aturan yang berlaku. Menurutnya, kesadaran wisatawan menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan keberlanjutan destinasi.

Dengan tren yang terus meningkat, jumlah kunjungan diperkirakan masih akan bertambah hingga mencapai puncak arus libur Lebaran.

Pemerintah Kota Balikpapan diharapkan terus memperkuat pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, sehingga sektor ini dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan asli daerah. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Event Nasional Jadi Kunci Dongkrak PAD Pariwisata Balikpapan

0
Kepala DPOP Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah mencatat kontribusi sekitar 34 persen pada tahun sebelumnya, sektor ini ditargetkan meningkat hingga menembus 35 persen pada 2026.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menyampaikan optimisme tersebut seiring berbagai strategi yang tengah disiapkan pemerintah daerah.

“Kami berharap kontribusi pariwisata bisa sama atau bahkan lebih dari 35 persen. Tahun lalu sekitar 34 persen dari PAD,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Salah satu strategi utama yang diandalkan adalah memperbanyak penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional. Kegiatan ini dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi sektor perhotelan, kuliner, dan jasa pendukung lainnya.

Pemkot Balikpapan saat ini tengah menjajaki sejumlah agenda besar, salah satunya Indonesia International Motor Show (IIMS) yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang. Event tersebut diyakini mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Event besar seperti ini memiliki efek berantai. Hotel terisi, restoran ramai, dan pelaku usaha ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.

Selain event, pengembangan destinasi wisata juga menjadi fokus. Pemerintah memetakan potensi wisata mulai dari heritage, wisata alam, hingga rencana pembangunan miniatur kilang sebagai sarana edukasi.

Di sisi lain, pembenahan destinasi yang sudah ada terus dilakukan, termasuk peningkatan aksesibilitas dan perluasan jam operasional objek wisata agar lebih fleksibel bagi pengunjung.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Pasar Tumpah Pringgodani yang direncanakan dapat beroperasi setiap hari. Selama ini, keterbatasan waktu operasional dinilai menjadi kendala dalam memaksimalkan kunjungan wisata.

“Ada destinasi yang sebenarnya sudah dikenal luas, bahkan meraih penghargaan nasional, tetapi belum bisa diakses setiap hari. Ini yang kami dorong agar lebih fleksibel,” tambahnya.

Pemkot juga memperkuat branding kawasan wisata unggulan seperti Melawai, serta mengembangkan kawasan pantai sebagai ruang publik yang nyaman dan atraktif.

Melalui strategi terpadu yang mencakup penguatan event, pengembangan destinasi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Balikpapan optimistis sektor pariwisata dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Kami terus mendorong sinergi semua pihak agar pariwisata semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi PAD,” tutup Ratih. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

BGN Perkuat Distribusi MBG, Fokus Daerah 3T

0
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Dok. BPMI Setpres)

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan skema distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan berbeda sesuai kondisi wilayah, guna memastikan pemenuhan gizi anak sekolah berjalan optimal.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa secara umum program MBG diberikan selama lima hari dalam sepekan mengikuti hari sekolah. Namun, khusus untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta wilayah dengan risiko stunting tinggi, program akan diberikan selama enam hari.

“Pemberian MBG untuk daerah 3T dan risiko stunting tinggi dilakukan selama enam hari sekolah atau Senin sampai Sabtu. Ini langkah strategis untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup setiap hari,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (29/3/2026).

Penentuan wilayah prioritas tersebut mengacu pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan. Data tersebut menjadi dasar dalam mengidentifikasi daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang tinggi.

Menurut Dadan, akurasi data menjadi faktor krusial agar program ini tepat sasaran. Untuk itu, BGN akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dinas pendidikan dan dinas kesehatan.

“Tim kami akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan kesehatan setempat untuk memastikan data yang digunakan benar-benar valid,” katanya.

Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, hingga tingkat prevalensi stunting di setiap wilayah. Sejumlah daerah di Indonesia timur, Sumatera, hingga Papua menjadi perhatian utama karena masih memiliki angka stunting yang relatif tinggi.

BGN menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar pemberian makanan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Program ini menyangkut masa depan generasi muda. Karena itu, tidak boleh ada anak yang tertinggal dalam pemenuhan gizi,” tegasnya.

Melalui skema tersebut, pemerintah berharap kebutuhan gizi anak-anak sekolah, terutama di wilayah rentan, dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

SETARA Institute Minta Presiden Turun Tangan Usut Teror Aktivis

0
Aktivis KontraS Andrie Yunus korban penyiraman air keras. (Foto: Projectmultatuli)

JAKARTA — SETARA Institute mendesak Presiden Prabowo Subianto segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menilai pembentukan TGPF menjadi langkah paling realistis di tengah dinamika penanganan kasus yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kejelasan.

“Tidak ada pilihan lain bagi Presiden selain membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta,” ujar Hendardi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, sejumlah perkembangan justru memunculkan kekhawatiran terhadap proses penegakan hukum. Salah satunya terkait pengunduran diri Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Letjen TNI Yudi Abrimantyo, yang disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Selain itu, Hendardi juga menyoroti perubahan sikap aparat kepolisian yang dinilai tidak lagi seprogresif pada tahap awal penyelidikan. Padahal sebelumnya, kepolisian sempat aktif menyampaikan perkembangan kasus, termasuk mengungkap identitas awal terduga pelaku.

“Perkembangan tersebut tentu saja merupakan polemik yang sangat mengkhawatirkan bagi penegakan hukum,” katanya.

Ia menambahkan, adanya perbedaan informasi antara pihak kepolisian dan TNI terkait identitas pelaku semakin memperkeruh situasi dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

“Mencermati perkembangan mutakhir, kehendak politik untuk menegakkan hukum hanya mungkin diwujudkan melalui pembentukan TGPF,” tegasnya.

Kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Korban mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Tim medis mencatat korban mengalami luka bakar sekitar 24 persen di bagian wajah, dada, serta kedua lengan. Selain itu, terdapat gangguan serius pada mata kanan akibat kerusakan jaringan.

Sejumlah tindakan medis telah dilakukan, termasuk pembersihan luka dan cangkok kulit. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu panjang, bahkan hingga dua tahun.

Dalam perkembangan terbaru, empat anggota BAIS TNI telah diamankan terkait kasus tersebut. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai motif maupun pihak yang diduga menjadi dalang di balik serangan tersebut. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Panitia Kampung Terima 9 Bacalon Petinggi, Penetapan Final di DPMK

0
(Kenakan baju hitam) Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Petinggi Kampung Ujoh Bilang, Romirianus Rominus Sudan saat menerima pengembalian formulir dari bacalon petinggi. (dok. Kantor Petinggi Kampung Ujoh Bilang)

UJOH BILANG – Sedikitnya sembilan bakal calon (bacalon) Petinggi Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu telah mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran kepada panitia penjaringan tingkat kampung.

Pendaftaran bacalon dibuka selama sembilan hari, terhitung sejak 21 Maret hingga 29 Maret 2026. Seluruh bacalon yang mendaftar telah mengembalikan berkas kepada panitia.

Kepala Seksi Pemerintahan Kantor Petinggi Kampung Ujoh Bilang yang juga panitia penjaringan, Romirianus Rominus Sudan, menjelaskan bahwa saat ini panitia tengah melakukan verifikasi kelengkapan berkas administrasi.

“Setelah menerima berkas, kami melakukan pengecekan apakah syarat sudah lengkap atau belum. Jika ada kekurangan, bacalon diberi waktu melengkapi hingga 15 April 2026,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026).

Ia menegaskan, panitia tingkat kampung hanya bertugas melakukan penjaringan dan verifikasi administrasi. Sementara penetapan calon tetap menjadi kewenangan panitia tingkat kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK).

“Jika jumlah bacalon lebih dari lima orang dan memenuhi syarat, maka akan diserahkan ke panitia kabupaten untuk dilakukan seleksi hingga ditetapkan lima calon,” tegasnya.

Dalam pelaksanaan pemilihan, panitia telah menyiapkan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS 01 meliputi RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, 12, 13, dan 14 dengan jumlah pemilih 1.602 orang. Sementara TPS 02 mencakup RT 07 hingga RT 11 serta RT 15, dengan jumlah pemilih 1.962 orang.

Secara keseluruhan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kampung Ujoh Bilang mencapai 3.564 orang.

Romirianus juga memaparkan tahapan lanjutan, mulai dari proses penyaringan hingga 25 April 2026, seleksi tambahan jika diperlukan pada 26–28 April, hingga pengumuman hasil seleksi pada 29 April sampai 2 Mei 2026.

Penetapan calon dan pengundian nomor urut dijadwalkan pada 3–11 Mei 2026, dilanjutkan masa sanggah, kampanye, hingga masa tenang sebelum pemungutan suara pada 25 Mei 2026.

Adapun sembilan bacalon yang telah mendaftar yakni Yakobus Jaang, Benidiktus Liing, Rahmad Hidayat, Liah Jiu Gun, Damianus Dalung Lawing, Petrus Dalung Ding, Gazali Rahman, Kamilius Asun, dan Petrus Jumri.

Tahapan berikutnya meliputi pelaporan hasil pemilihan, penerbitan keputusan bupati, hingga pelantikan petinggi terpilih yang dijadwalkan pada Juni 2026, serta serah terima jabatan pada 1 Agustus 2026. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Devung Paran: RPJMD Bukan Sekadar Formalitas, Harus Tepat Sasaran

0
Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran. (dok. istimewa)

UJOH BILANG – Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran, menegaskan bahwa agenda rapat paripurna memiliki makna strategis dan tidak sekadar menjadi rutinitas formal dalam proses legislasi daerah.

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif untuk memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan dokumen perencanaan pembangunan selama lima tahun. Oleh karena itu, pembahasannya harus dilakukan secara cermat, komprehensif, dan akuntabel,” ujar Devung Paran saat memimpin rapat paripurna bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mahakam Ulu di Samarinda, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, tahapan pengambilan keputusan dalam rapat paripurna merupakan momen krusial untuk menentukan apakah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dapat disepakati dan ditetapkan sebagai pedoman pembangunan daerah ke depan.

“Keputusan ini menjadi tahapan penting apakah Raperda dapat disetujui bersama menjadi peraturan daerah sebagai pedoman pembangunan Mahakam Ulu lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Devung Paran berharap, dengan disetujuinya RPJMD 2025–2029, arah pembangunan Mahakam Ulu semakin terarah dan mampu menjawab berbagai tantangan serta kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain RPJMD, ia juga menyoroti pentingnya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) sebagai bagian dari siklus penyelenggaraan pemerintahan daerah. LKPJ, kata dia, merupakan bentuk pertanggungjawaban kepala daerah atas pelaksanaan program dan kebijakan selama satu tahun anggaran.

“Setelah LKPJ disampaikan, DPRD akan melakukan pembahasan sesuai ketentuan perundang-undangan untuk kemudian memberikan rekomendasi sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Rapat paripurna ini merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Melalui rapat paripurna tersebut, DPRD Mahakam Ulu diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan secara optimal serta menghasilkan rekomendasi yang konstruktif dan strategis guna meningkatkan kualitas kinerja pemerintah daerah.

Selain itu, arah pembangunan daerah juga diharapkan tetap sejalan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Mahakam Ulu. (MK)

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S