Beranda blog Halaman 215

Tak Cuma Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar, Mahyunadi Temukan Jalan Longsor hingga Kios Tak Layak

0
Wakil Bupati, Mahyunadi saat meninjau dan menyambangi pedagang di Pasar Sangatta Selatan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Peninjauan pasar yang dilakukan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menjelang Idulfitri tak hanya berfokus pada pemantauan harga bahan pokok. Dalam kunjungannya, ia juga menemukan sejumlah persoalan fasilitas di kawasan pasar yang perlu segera mendapat perhatian.

Beberapa infrastruktur pasar dilaporkan mulai mengalami kerusakan. Mahyunadi menyebut terdapat jalan di sekitar kawasan pasar yang mulai longsor sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung.

Selain itu, sejumlah kios di area pasar juga dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan perbaikan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan lebih nyaman dan aman.

Menurut Mahyunadi, kondisi fasilitas pasar Sangatta Selatan menjadi bagian penting dalam mendukung perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah akan mengevaluasi dan mencari solusi untuk perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan.

Ia juga menyoroti kondisi Pasar Sangatta Selatan yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para pedagang. Padahal, pasar tersebut dibangun untuk menunjang aktivitas perdagangan di wilayah tersebut.

“Pasar Induk Sangatta Selatan ini hampir tidak terpakai semuanya. Ke depan tentu kita akan mencari cara supaya fasilitas yang ada bisa dimaksimalkan,” ujar Mahyunadi, Jum’at (13/3/2026).

Mahyunadi menegaskan pemerintah daerah akan menindaklanjuti temuan tersebut agar fasilitas pasar bisa kembali berfungsi optimal dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat.

“Kalau ada fasilitas yang rusak tentu harus segera kita benahi. Pasar ini kan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, jadi harus kita pastikan kondisinya baik dan bisa dimanfaatkan dengan maksimal,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Harga Cabai Rawit Meroket, Tembus Rp70 Ribu per Kg, Ini Kata Disperindag Kutim

0
Pemantauan stok dan harga sejumlah bahan pokok di Kutim dilakukan oleh Pemerintah Kutim. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Harga sejumlah bahan pokok di Kutai Timur (Kutim) mulai merangkak naik menjelang Idulfitri. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah cabai rawit. Saat ini harga cabai rawit di tingkat pasar tercatat sudah mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Nora Ramadani mengatakan, kenaikan harga tersebut merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan. Peningkatan permintaan dari masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga di pasaran.

“Memang setiap hari besar keagamaan biasanya permintaan meningkat, sehingga harga juga ikut naik. Tapi ini sifatnya temporal saja dan masih lebih baik dibandingkan kondisi tahun lalu,” ujarnya usai melaksanakan sidak di Pasar, Jum’at (13/3/2026).

Menurut Nora, sekitar sepekan lalu pihaknya sempat mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring bersama Bupati Kutai Timur. Pada saat itu, harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram.

“Sekitar seminggu lalu kami sempat melakukan Zoom dengan Kemendagri bersama Pak Bupati, saat itu harga cabai rawit masih di Rp55 ribu,” jelasnya.

Selain memantau harga komoditas, Disperindag juga menjelaskan adanya perbedaan pengelolaan pasar di wilayah Sangatta. Nora menuturkan, pasar yang ditemukan menjual cabai dengan harga lebih tinggi merupakan pasar pribadi yang tidak berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, pasar yang dikelola langsung oleh pemerintah daerah adalah Pasar Induk Sangatta. Sementara Pasar Sangatta Selatan merupakan pasar milik pribadi.

“Saya juga menjelaskan kepada Pak Wakil Bupati bahwa Pasar Sangatta Selatan itu merupakan pasar pribadi, bukan dikelola oleh Pemda. Yang dikelola oleh pemerintah daerah adalah Pasar Induk,” terangnya.

Karena statusnya sebagai pasar pribadi, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam melakukan intervensi harga di pasar tersebut.

“Kalau pasar pribadi, kita memang agak sulit untuk melakukan intervensi harga. Berbeda dengan pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, Mahyunadi Sidak Pasar hingga Agen LPG

0
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi saat turun langsung melakukan pemantauan di agen LPG dan SPBU di Sangatta. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan ketersediaan bahan pokok dan energi di pasaran tetap aman. Wakil Bupati Kutim Mahyunadi turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi dan pusat perdagangan di Sangatta, Jumat (13/3/2026).

Dalam sidak tersebut, Mahyunadi meninjau beberapa agen LPG, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), hingga pasar tradisional. Langkah itu dilakukan untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang Lebaran.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Mahyunadi menyebut kondisi pasokan bahan pokok penting (bapokting) di Kutim masih mencukupi. Aktivitas perdagangan di pasar juga berjalan normal tanpa adanya gejolak harga yang berarti.

“Alhamdulillah, dari hasil keliling hari ini ke beberapa agen LPG, SPBU, dan pasar tradisional, ketersediaan bahan pokok masih sangat mencukupi untuk masyarakat menjelang Idulfitri. Tidak ada kelangkaan dan harga juga relatif stabil,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga dan distribusi barang agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga hari raya nanti.

Mahyunadi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Menurutnya, kondisi stok di Kutai Timur masih aman sehingga warga tidak perlu khawatir.

“Masyarakat tidak perlu panic buying. Stok aman dan aktivitas jual beli juga berjalan normal,” tegasnya.

Sidak tersebut turut melibatkan tim gabungan dari unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait. Selain memantau harga bahan pokok, tim juga mengecek distribusi LPG serta kondisi antrean di SPBU.

Mahyunadi menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan hingga mendekati Lebaran guna memastikan kondisi tetap terkendali.

“Kami ingin masyarakat menyambut Idulfitri dengan tenang. Pemerintah akan terus memantau harga dan ketersediaan barang agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pertumbuhan Ekonomi Kutim di Tahun 2025 Anjlok, Ini Penyebabnya

0
Kepala BPS Kutai Timur (Kutim) Widiyantono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2025 mengalami perlambatan tajam. Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim mencatat pertumbuhan ekonomi daerah hanya mencapai 1,05 persen, jauh menurun dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 9,82 persen.

Kepala BPS Kutai Timur (Kutim) Widiyantono menjelaskan, perlambatan tersebut dipicu oleh melemahnya kinerja sektor pertambangan yang mengalami pertumbuhan negatif sekitar -0,99 persen.

Menurutnya, sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung perekonomian Kutim dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap struktur ekonomi daerah. Karena porsinya sangat besar, sedikit saja penurunan pada sektor ini langsung berpengaruh terhadap angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Struktur ekonomi Kutai Timur masih sangat didominasi sektor pertambangan. Jadi ketika sektor ini mengalami kontraksi, dampaknya langsung terasa terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Widiyantono, Jum’at (13/3/2026).

Meski demikian, sejumlah sektor non-pertambangan justru menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2025. Salah satunya industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan cukup tinggi, yakni sekitar 19 persen.

Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum, konstruksi, serta berbagai sektor jasa lainnya juga mengalami peningkatan aktivitas.

Widiyantono menambahkan, apabila sektor pertambangan tidak dihitung dalam struktur ekonomi daerah, maka pertumbuhan ekonomi non-pertambangan Kutim bahkan mencapai sekitar 11 persen.

“Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat sebenarnya cukup dinamis. Perdagangan, usaha kuliner, hingga UMKM terus berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, dampak perlambatan ekonomi terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan masih menunggu hasil survei resmi dari BPS. Data tersebut akan diketahui melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Di sisi lain, perkembangan harga di daerah juga terus dipantau melalui indikator inflasi atau deflasi serta Indeks Perkembangan Harga (IPH).

Meski pertumbuhan ekonomi melambat, sektor non-pertambangan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi motor baru perekonomian Kutai Timur ke depan. Diversifikasi ekonomi pun dinilai penting agar daerah tidak terlalu bergantung pada sektor tambang.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

DKP3 Luncurkan Gerakan Tanam Cabai Rawit di Pekarangan, Ini Tujuannya

0
Kepala DKP3 Bontang, Ahmad Aznem. (Syakurah)

BONTANG – Dalam rangka menangani inflasi yang ada di Kota Bontang, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mengajak masyarakat untuk menanam cabai di halaman maupun pekarangan rumah.

Kepala DKP3 Kota Bontang, Ahmad Aznem mengatakan, pihaknya meluncurkan program inovasi Gerakan Menanam Cabai Rawit berupa Pekarangan Rumah Tangga (Gembira Pak RT).

“Program ini rencananya dimasukkan ke Pro RT dan dianggarkan berapa persen untuk ketahanan pangan,” pungkasnya.

Pihaknya berkolaborasi dengan perusahaan seperti Bank Indonesia, Bank Kaltimtara, PT Pupuk Kaltim, PT Badak, Indominco, dan PT Pamapersada.

“Harga cabai sudah Rp 100 ribu, kalau punya pohonnya sendiri tidak perlu pusing karena inflasi,” tuturnya.

Sebagai langkah awal gerakan ini berbasis komunitas yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di setiap kelurahan.

Adapun sistem pelaksanaannya, program ini melibatkan skema kolaborasi antara pemerintah, kelompok masyarakat, dan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pihaknya berperan memberikan penyuluhan teknis, menyediakan benih cabai, melakukan pengawasan terhadap hama dan penyakit tanaman serta memonitor program tersebut hingga berhasil.

CSR dalam hal ini menjadi penyediaan sarana produksi seperti polybag, media tanam, pupuk organik, bantuan alat pertanian, serta fasilitasi pemasaran apabila terjadi surplus produksi.

“Total ada 15 RT, perwakilan dari masing-masing kelurahan 1 RT. Itu sedang menjadi percontohan dan sedang berlangsung,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kesalehan Pemimpin Membawa Karamah Keganjilan Alam

0
Rahmi Surainah, M.Pd. (dok pribadi)

Oleh:
Rahmi Surainah, M.Pd
Alumni Pascasarjana Unlam Banjarmasin

Khalifah Umar bin Abdul Aziz terkenal dengan sikap adil dan zuhud. Salah satu kisah seputar keadilannya ini terekam dalam sebuah kisah sebagaimana diceritakan dalam kitab “Hikayat Islamiyyah Qablan Naumi lil Atfhal” hasil karya Najwa Husain Abdul Aziz.

Dalam kitab tersebut diceritakan suatu ketika ada seekor serigala pada masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang bercampur dengan ratusan kambing yang digembalakan oleh seseorang peternak kambing. Dikisahkan bahwa ada seorang hamba shaleh yang melewati tempat gembalaan kambing seorang Arab Badui dan melihat keanehan perihal serigala yang bisa bersatu dengan kambing-kambing tersebut.

Merasa aneh dan heran, akhirnya orang saleh tersebut mendekati penggembala kambing dan bertanya perihal yang dilihatnya tersebut. Hamba saleh bertanya “Wahai penggembala, kenapa bisa bercampur antara serigala dan kambing-kambing yang Tuan gembala kan, dan serigala tersebut tidak memangsa kambing-kambing yang bersamanya?” Tanya orang saleh keheranan.

Kemudian penggembala menjawab, “Wahai saudaraku apa yang tuan lihat itu adalah karamah dan bukti keadilan khalifah Umar bin Abdul Aziz dalam memimpin”.

Beberapa hari kemudian orang saleh itu melewati kembali lokasi gembalaan kambing, dan menyaksikan serigala yang sedang memangsa salah satu kambing. Si kambing menjerit histeris dan akhirnya mati. Dan ternyata kejadian tersebut sekaligus bersamaan dengan wafatnya khalifah Umar bin Abdul Aziz. Seorang penggembala Arab Badui yang jauh di pusat kota pun dapat mengetahui bahwa pemimpin yang shaleh telah wafat.
pesantrenonline.or.id/inilah-karamah-umar-bin-abdul-azis-serigala-jadi-jinak/

Demikianlah bagaimana sosok pemimpin membawa karamah akan keganjilan alam, yakni binatang buas pun tak memangsa hewan di sekitarnya. Inilah berkah dari pemimpin yang shaleh, takut dan sangat mencintai Rabb-Nya sehingga ia memimpin dengan keadilan.

Berkaca dari Sirah di atas, bagaimana dengan kondisi saat ini? Khususnya Kota Bontang yang dikatakan darurat akibat keberadaan buaya yang sering muncul di pemukiman warga bahkan memangsa manusia.

Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, sepanjang 2025 terdapat 25 laporan penampakan buaya di sejumlah wilayah pesisir. Dari jumlah tersebut, petugas berhasil mengevakuasi 10 ekor buaya. Sementara itu, sebagian lainnya tidak berhasil ditangani karena predator tersebut langsung kembali ke perairan.

Amiluddin menilai kemunculan buaya di sekitar permukiman warga juga dipengaruhi oleh ketersediaan sumber makanan, salah satunya limbah ikan yang dibuang ke laut. Buaya memiliki penciuman yang kuat sehingga jika ada limbah ikan yang dibuang ke laut akan mengundang buaya datang. Selain faktor makanan, berkurangnya habitat alami juga diduga membuat buaya semakin sering muncul di kawasan permukiman pesisir.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni pun mengungkapkan bahwa tingginya angka kemunculan buaya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. Meski upaya sosialisasi dan penangkapan telah beberapa kali dilakukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait regulasi serta keterbatasan peralatan medis hewan untuk penanganan satwa liar.

Keberadaan buaya mengancam nyawa manusia tentu pemerintah harus segera mengambil tindakan agar tidak ada lagi korban. Berapa banyak sudah kabar buaya memangsa manusia? Terbaru salah satu warga Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, menjadi korban gigitan buaya saat ingin BAB, Jumat (23/1/2026).

Sebelumnya seorang warga di Kelurahan Gunung Elai diserang buaya saat melintas di jembatan titian, Jumat (27/12/2025) sore. Korban dirujuk ke Samarinda dan akhirnya meninggal dunia. Masih ada kasus lain yang mana seorang anak berumur 11 tahun di Jalan Family, Tanjung Limau, menjadi korban gigitan buaya saat sedang berenang, Senin (24/11/2025). (Sumber diambil dan dirangkum dari media online Radarbontang)

Memang populasi buaya di wilayah pesisir Kota Bontang diperkirakan terus bertambah. Hal ini dipicu kemampuan reproduksi predator tersebut yang tergolong tinggi. Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan satu induk buaya mampu menghasilkan puluhan telur dalam sekali masa berkembang biak. Menurutnya, dalam satu kali bertelur, induk buaya dapat menghasilkan sekitar 30 butir telur. Jika sebagian besar telur tersebut menetas dan mampu bertahan hidup, jumlah populasi buaya di suatu wilayah bisa meningkat dalam waktu relatif singkat.

Buaya pada dasarnya tidak mengganggu jika tidak diganggu. Artinya ketidakseimbangan alam akan berpengaruh pada binatang sehingga mengganggu manusia. Kondisi faktor alam yang dirusak oleh manusia membuat buaya semakin ganas. Pasalnya keberadaan buaya yang awalnya hanya di sungai sekali-kali ke darat kini merambah ke pemukiman warga bahkan memangsa manusia.

Himbauan kepada warga dan mengandalkan pemadam kebakaran tidaklah cukup. Pemerintah harus lebih serius menjaga keamanan masyarakatnya. Sudah banyak korban buaya seharusnya perlu penanganan cepat agar tidak menambah korban lagi. Jangan sampai pemerintah bergerak ketika telah terjadi korban, perlu penanganan yang tentu modal dari pemerintah sehingga masyarakat tidak bertindak mandiri, mengandalkan pawang buaya atau mistis lainnya.

Tidak hanya Kota Bontang, ancaman buaya juga terjadi di beberapa daerah lain Kaltim. Penanganan buaya seharusnya mendapat perhatian serius dari negara sekaligus menjadi evaluasi bagaimana alam kini tidak lagi bersahabat.

Fenomena kerusakan alam tidak hanya mengakibatkan banjir dan longsor tetapi binatang pun ikut terganggu. Sistem kehidupan Kapitalisme Sekuler dengan eksploitasi SDAE membuat kerusakan di mana-mana. Sudah saatnya kita kembali kepada aturan Islam dan pemimpin yang amanah takut kepada Allah.

Wallahu’alam.

PWI Bontang Berbagi dengan Anak Panti, Serahkan Sembako Hasil Donasi Internal dan Relasi

0
PWI Bontang saat menyerahkan sembako di Panti Asuhan Nurul Ichsan. (Ist)

BONTANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang menggelar kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako ke Panti Asuhan Nurul Ichsan, Rabu (11/3/2026). Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun dari internal anggota PWI Bontang serta sejumlah relasi.

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung Ketua PWI Bontang, Kusnadi Said. Rombongan disambut hangat pimpinan pondok pesantren, Ustadz Khumaini Rosadi, bersama para santri yang tinggal di panti asuhan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kusnadi Said mengatakan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian insan pers kepada masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan, terlebih di bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

“Semoga bantuan yang kami serahkan ini bisa bermanfaat bagi adik-adik di Panti Asuhan Nurul Ichsan. Ini juga menjadi wujud kebersamaan dan kepedulian teman-teman PWI Bontang bersama para relasi yang ikut berdonasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi para pihak yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, pimpinan ponpes sekaligus pengasuh panti asuhan, Ustadz Khumaini Rosadi, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh PWI Bontang.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian dari keluarga besar PWI Bontang dan para donatur. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi anak-anak di sini,” ungkapnya.

Setelah menyerahkan bantuan dan bersilaturahmi dengan para santri, kegiatan PWI Bontang kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang digelar di Kafe Uttara. Momen tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota PWI Bontang. (*)

Editor: Yusva Alam

Isu Penundaan Porprov Kaltim Menguat, Kukar Pastikan Tetap Siap

0
Sekretaris Dispora Kukar, Dery Warhana. (Ady)

TENGGARONG — Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim yang semula dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Kabupaten Paser berpotensi mundur hingga tahun 2027. Wacana penundaan muncul karena sejumlah daerah di Kaltim mengaku belum siap dari sisi anggaran.

Isu tersebut mencuat dalam rapat koordinasi Dinas Pemuda dan Olahraga se-Kaltim bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim yang digelar di Samarinda.

Dalam forum tersebut, hampir seluruh kabupaten dan kota menyarankan agar pelaksanaan Porprov ditunda karena keterbatasan kesiapan anggaran untuk membiayai kontingen serta kebutuhan perlengkapan atlet.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan tetap siap mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, baik jika digelar sesuai jadwal pada 2026 maupun jika pelaksanaannya bergeser ke 2027.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Dery Warhana, mengatakan Kukar telah menyiapkan anggaran untuk mengikuti Porprov, termasuk untuk pengadaan perlengkapan bagi para atlet.

“Alhamdulillah kalau Kukar kita konsisten karena menganggarkan untuk mengikuti dan pembelian peralatan. Artinya dari dua itu saja Kukar secara kesiapan kita sudah 70 persen kita siap,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan final mengenai jadwal pelaksanaan Porprov tetap berada di tangan Panitia Besar (PB) Porprov Kaltim bersama hasil kesepakatan kabupaten dan kota se-Kaltim.

“Teman-teman dari PB Porprov yang akan menentukan masukan-masukan dari kabupaten kota lain di Kaltim bagaimana menyikapi ini. Tapi kalau Kukar kita siap untuk kondisi itu,” jelasnya.

Dery menyebutkan Dispora bersama KONI Kukar juga telah mulai melakukan pemetaan kebutuhan perlengkapan atlet.

Proses ekspose kebutuhan peralatan hampir rampung sebagai dasar pengadaan perlengkapan yang akan digunakan para atlet saat bertanding.

“Ini juga KONI dan Dispora sudah mulai, hari ini sepertinya terakhir kita ekspose untuk kebutuhan peralatan. Jadi nanti pada saat pembelian barang, itu yang akan digunakan oleh teman-teman yang akan bertanding,” katanya.

Jika Porprov tetap digelar pada November 2026, Kukar memastikan kontingen siap mengikuti. Namun apabila pelaksanaannya bergeser ke 2027, penyesuaian juga akan dilakukan terhadap agenda olahraga lainnya.

“Kalau untuk mengikuti kan di bulan 11 ya, tapi kalau bergeser di 2027 pasti juga akan menggeser event besar lainnya di keolahragaan. Tapi Kukar tetap optimis, dengan kondisi yang ada tetap bisa mengikuti,” ujarnya.

Terkait penggunaan anggaran yang telah dialokasikan pada tahun ini, Dispora Kukar berencana berkonsultasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menentukan langkah teknis apabila Porprov benar-benar ditunda.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memaksimalkan anggaran untuk pembelian perlengkapan atlet agar kualitas peralatan yang digunakan bisa lebih baik.

“Kami akan coba berkonsultasi dengan tim anggaran Pemda, khususnya TAPD, bagaimana nanti itu bisa dimaksimalkan untuk pembelian peralatan,” katanya.

Menurutnya, apabila Porprov mundur ke 2027, tidak menutup kemungkinan dilakukan ekspose ulang terhadap kebutuhan perlengkapan agar kualitas peralatan atlet dapat lebih optimal.

“Tidak menutup kemungkinan kalau ditunda kita lakukan ekspose ulang supaya ini bisa kita maksimalkan. Kita tidak mau juga peralatan yang dipakai tidak bisa digunakan dengan baik oleh teman-teman atlet di Kukar,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Pemkab Kukar telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk mendukung keikutsertaan kontingen pada Porprov Kaltim.

Dery menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung para atlet Kukar agar dapat tampil maksimal dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

“Insyaallah Kukar siap mengikutkan Pekan Olahraga Provinsi,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Kemenag Kaltim Gandeng 18 LAZ Perluas Penyaluran Bantuan Ramadan

0
Kemenag Kaltim menyalurkan paket bantuan bagi kaum duafa dalam program Ramadan 2026. (Hanafi)

SAMARINDA — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga amil zakat untuk memperluas penyaluran bantuan kepada masyarakat kurang mampu selama Ramadan 1447 Hijriah.

Kolaborasi tersebut dijalankan melalui program Selasar Hangat Lintas Agama yang mengusung semangat “Indonesia Berdaya melalui Tebar Harapan Ramadan”.

Program ini menjadi wadah kerja sama antara pemerintah dan lembaga pengelola zakat guna mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Seksi Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Kaltim, Munawwarah, mengatakan kegiatan ini melibatkan sekitar 18 Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Kaltim bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tingkat provinsi.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan penyaluran bantuan Ramadan dapat menjangkkau lebih banyak masyarakat yang berhak menerima, terutama delapan golongan asnaf,” ujarnya di Samarinda, Kamis (12/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ratusan paket santunan diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan selama bulan Ramadan.

Selain penyaluran bantuan, Kanwil Kemenag Kaltim juga menjalankan berbagai program penguatan literasi zakat dan wakaf.

Salah satunya melalui program Teras Zakat dan Wakaf (Zawa) yang digelar di kawasan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai zakat dan wakaf sekaligus mendorong pengelolaan dana umat yang lebih transparan dan produktif.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas para pengelola zakat juga dilakukan melalui kegiatan Tadarus Zakat dan Wakaf yang dilaksanakan secara daring.

Kegiatan ini diikuti oleh para nazir wakaf, pengelola zakat, hingga anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Kanwil Kemenag Kaltim juga mengimbau masyarakat Muslim untuk menunaikan zakat fitrah lebih awal agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Penyaluran zakat dapat dilakukan melalui Baznas, LAZ resmi, maupun masjid yang telah memiliki legalitas sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” kata Munawwarah.

Untuk tahun 2026, besaran zakat fitrah di Kaltim bervariasi antarwilayah. Nilai tertinggi tercatat di Kabupaten Mahakam Ulu sebesar Rp75.000 per jiwa.

Sementara nominal terendah sebesar Rp35.000 per jiwa berlaku di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Berau.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Mantan Menag Yaqut Ditahan KPK, Bantah Terima Aliran Dana

0
KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Fajri)

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penyelenggaraan dan pembagian kuota haji.

Penahanan dilakukan setelah Yaqut diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Usai pemeriksaan, Yaqut membantah menerima aliran dana dalam perkara yang menjeratnya tersebut.

“Saya tidak pernah menerima sepeser pun dari kasus yang dituduhkan kepada saya,” ujar Yaqut kepada wartawan.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan yang diambil saat menjabat sebagai Menteri Agama semata-mata ditujukan untuk kepentingan dan keselamatan jemaah haji Indonesia.

“Saya lakukan semua kebijakan ini semata-mata untuk keselamatan jemaah,” katanya.

Kasus yang ditangani KPK ini berkaitan dengan pembagian tambahan kuota haji Indonesia pada tahun 2024 yang mencapai sekitar 20 ribu jemaah.

Tambahan kuota tersebut awalnya dimaksudkan untuk mempercepat antrean keberangkatan jemaah haji Indonesia yang selama ini cukup panjang.

Namun dalam pelaksanaannya, pembagian kuota tersebut diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan aturan, kuota haji khusus seharusnya maksimal delapan persen dari total kuota haji nasional.

Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan mantan staf khusus Menteri Agama, Isfan Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka.

Sejumlah pihak telah dimintai keterangan oleh penyidik KPK dalam proses penyidikan, termasuk pejabat di lingkungan Kementerian Agama serta pihak penyelenggara perjalanan ibadah umrah.

KPK menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan dan perkara tersebut akan dibawa ke persidangan untuk mengungkap seluruh fakta hukum terkait pembagian kuota haji tersebut.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S