Beranda blog Halaman 216

Polda Kaltim Siagakan Belasan Ribu Personel Pengamanan Idulfitri

0
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro. (Ist)

BALIKPAPAN — Polda Kaltim mengerahkan 11.975 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026.

Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan apel gelar pasukan yang digelar di Balikpapan, Kamis (12/3/2026), sebagai langkah memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan operasi ini digelar untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama rangkaian perayaan Idulfitri.

“Pada hari ini kami melaksanakan apel kesiapan pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam 2026. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, sarana, dan perlengkapan dalam mendukung pengamanan Hari Raya Idulfitri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengamanan Lebaran tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait lainnya.

“Pengamanan ini tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Tujuannya untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat selama perayaan Idulfitri berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Dalam Operasi Ketupat Mahakam 2026, sebanyak 11.975 personel gabungan diterjunkan di berbagai wilayah Kaltim. Personel tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, hingga pengamanan swakarsa.

Khusus di wilayah Polresta Balikpapan, sebanyak 286 personel disiagakan untuk membantu pengamanan berbagai titik strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat.

Selain itu, aparat juga menyiapkan puluhan pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai daerah.

Secara keseluruhan terdapat 52 pos pengamanan, 22 pos pelayanan, serta 14 pos terpadu yang akan beroperasi selama masa pengamanan Lebaran.

Tidak hanya itu, aparat juga akan mengamankan sedikitnya 2.211 objek vital yang menjadi fokus pengawasan selama masa Idulfitri.

Objek tersebut meliputi bandara, pelabuhan, tempat wisata, kawasan permukiman, pusat keramaian, hingga lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan.

Kapolda juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan.

“Kami mengajak masyarakat yang akan mudik untuk memastikan rumah dalam keadaan aman. Jika ada kendaraan atau barang berharga yang ingin dititipkan, masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas penitipan di kantor kepolisian,” tambahnya.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, patroli rutin juga akan ditingkatkan terutama di kawasan permukiman yang banyak ditinggalkan pemiliknya selama mudik.

Langkah ini diharapkan mampu mencegah potensi tindak kejahatan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat selama perayaan Idulfitri.

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb12mar2026/mobile/

Insiden Kebakaran di Guntung Diduga Karena Anak-anak Bermain Bakar-bakaran

0
Kondisi mobil yang hangus terbakar di lokasi kejadian. (Dwi S).

BONTANG – Peristiwa kebakaran yang terjadi di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, tepatnya di sebelah lapangan futsal, Kamis (12/3/2026) sore, diduga karena anak-anak yang bermain bakar-bakaran di sekitar lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Hingga kini pihak berwenang masih melakukan penyelidikan, untuk memastikan sumber api dan kronologi kejadian.

“Dugaan sementara ada anak-anak yang main di sekitaran sini, sambil bakar-bakar. Untuk sebab kejadian pastinya kami belum mengetahui, semuanya masih tahapan penyelidikan,” ucapnya.

Kesempatan yang sama, salah satu anak pemilik mobil yang mengalami kebakaran mengatakan, bahwa mereka sering kali memarkirkan mobilnya di lokasi tersebut, sebab rumah mereka berada di dalam jadi mobil tidak dapat masuk ke sekitaran rumah.

“Iya sering kami kalau parkir mobilnya disini, untuk insiden kebakarannya belum tahu karena apa. Ini mobil masih baru, terbakar dan tidak ada yang tersisa,” jelasnya.

Salah satu warga turut menyampaikan apabila masyarakat yang tinggal di sekitaran lokasi, memang sering kali memarkirkan kendaraan mobilnya di dekat rumah Adat Panggung Guntung. Lantaran bangunan tersebut adalah bangunan lama, yang sudah tidak digunakan kembali.

“Jadi pas kebakaran berlangsung ada dua mobil yang ikut terbakar, salah satunya mobil milik warga yang tinggal pas di sebelah lapangan. Satu mobil dalam keadaan rusak, satu mobil lagi posisi masih sering digunakan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Takjil di Kantor Gubernur dan Pelajaran Kepemimpinan Umar

0
Warga berdesakan di pintu masuk Kantor Gubernur Kaltim saat antre pembagian takjil Ramadan di Samarinda, Kamis (12/3/2026). Foto: Istimewa

Kamis hari ini (12/3) beberapa potongan video pembagian takjil di depan Kantor Gubernur Kaltim beredar di berbagai grup WhatsApp. Isinya, antrean panjang, kerumunan warga, dan suasana yang sulit dikendalikan di pintu masuk kantor gubernur.

Ratusan masyarakat memadati pagar utama. Sebagian sudah datang sejak pagi, bahkan sekitar pukul 07.00 WITA, hanya untuk mendapatkan takjil gratis yang disediakan Pemprov Kaltim.

Di luar pagar, massa berdesakan mencoba masuk. Di dalam area kantor gubernur, antrean juga sudah mengular. Satpol PP terlihat berusaha mengatur kerumunan agar tidak semakin padat.

Namun situasi akhirnya tetap sulit dikendalikan. Dalam salah satu potongan video yang beredar, terlihat seorang perempuan berbaju merah harus ditandu masuk ke area Kantor Gubernur karena diduga pingsan akibat desak-desakan di tengah antrean.

Peristiwa ini seharusnya menjadi perhatian serius. Program pembagian takjil tersebut sebenarnya merupakan kegiatan resmi Pemprov Kaltim selama Ramadan melalui program “Gebyar Ramadan Berbagi Takjil.” Kegiatan ini berlangsung sejak 26 Februari hingga 12 Maret 2026 di halaman Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada, Samarinda.

Setiap hari disiapkan sekitar 1.000 hingga 1.050 paket takjil yang dibagikan kepada masyarakat. Isi takjil, kurma, kue, minuman manis, makanan ringan, dan air mineral.

Anggaran yang digunakan juga tidak kecil. Sekitar Rp50 juta per hari. Berasal dari kontribusi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim yang bergiliran menjadi penyelenggara.

Secara konsep, program ini memang dimaksudkan untuk berbagi kebahagiaan Ramadan kepada masyarakat.

Namun hari terakhir pembagian takjil menjadi berbeda. Jumlah warga yang datang jauh lebih banyak dibanding hari-hari sebelumnya. Salah satu pemicunya adalah isu yang beredar bahwa pada hari terakhir akan ada tambahan amplop. Isu ini cepat menyebar. Banyak warga datang lebih awal untuk memastikan tidak kehabisan.

Akibatnya antrean menjadi sangat padat.

Ketika jumlah masyarakat yang datang jauh lebih besar daripada paket yang tersedia, situasi mudah berubah menjadi tidak terkendali. Dorong-mendorong pun tidak terhindarkan.

Di sinilah persoalannya. Niat berbagi sebenarnya baik. Tetapi jika pelaksanaannya tidak dirancang dengan pengelolaan kerumunan yang matang, kegiatan sosial justru bisa menimbulkan masalah baru.

Orang datang untuk mendapatkan takjil gratis. Namun dalam praktiknya sebagian harus menghadapi antrean panjang, desakan massa, bahkan risiko jatuh sakit.

Ironisnya, ada orang yang datang dalam kondisi sehat untuk mendapatkan takjil, tetapi justru harus keluar dari lokasi dalam keadaan lemah dan ditandu.

Peristiwa ini mengingatkan kita pada standar kepemimpinan yang sering diceritakan dalam sejarah dan kerap dikutip dalam berbagai ceramah. Dalam literatur sejarah Islam terdapat kisah tentang Khalifah Umar bin Khattab. Suatu malam ia berkeliling memantau kondisi rakyatnya dan menemukan seorang ibu yang anak-anaknya menangis kelaparan.

Sang ibu hanya merebus air di dalam panci agar anak-anaknya mengira makanan sedang dimasak.

Mendengar itu, Umar tidak sekadar memerintahkan bawahannya. Ia memanggul sendiri karung gandum dari Baitul Mal, membawanya ke rumah keluarga tersebut, lalu membantu memasak hingga anak-anak itu benar-benar kenyang.

Kisah ini sering dikutip bukan karena dramatisnya cerita tersebut, tetapi karena standar tanggung jawab seorang pemimpin terhadap rakyatnya.

Memberi bantuan bukan sekadar soal membagikan sesuatu. Tetapi memastikan bantuan itu sampai dengan cara yang tidak merendahkan martabat orang yang menerima.

Peristiwa antrean takjil di Samarinda tentu tidak bisa langsung disamakan dengan kisah sejarah tersebut. Namun ada satu pelajaran yang sama. Perhatian kepada rakyat tidak cukup hanya dengan program. Pemimpin juga harus hadir dalam cara pelaksanaan.

Jika kegiatan sosial berpotensi menimbulkan kerumunan besar, maka pengaturan distribusi, sistem antrean, hingga pengelolaan informasi harus dirancang lebih matang.

Apalagi di era media sosial seperti sekarang. Satu isu kecil, seperti kabar adanya amplop tambahan, bisa dengan cepat menggiring ribuan orang datang ke satu lokasi.

Ramadan adalah bulan berbagi. Namun berbagi juga harus dilakukan dengan cara yang menjaga ketertiban, keamanan, dan martabat masyarakat.

Peristiwa hari ini seharusnya menjadi bahan evaluasi. Bukan untuk menyalahkan niat baik siapa pun, tetapi agar kegiatan serupa di masa depan tidak lagi menghadirkan pemandangan warga yang harus berdesakan di depan pagar kantor pemerintah hanya untuk mendapatkan takjil. (*)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Kecelakaan di Gunung Sari, Korban Sempat Kejang dan Pingsan Akibat Benturan di Kepala

0
Kecelakaan yang terjadi di wilayah Gunung Sari. (Ist).

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Gunung Sari, Jalan Jenderal Soedirman, tepatnya di seberang Erafresh, Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 16.08 Wita. Dilaporkan korban mengalami kejang-kejang dan sempat pingsan, setelah terlibat insiden tersebut.

Korban diketahui merupakan pelajar yang berdomisili di Pisangan. Usai kejadian, korban langsung dievakuasi oleh relawan menggunakan unit ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit (RS) Badak Bontang, untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban mengalami benturan cukup keras di bagian kepala. Benturan tersebut diduga menjadi penyebab korban mengalami kejang-kejang sesaat setelah kejadian.

“Karena ada benturan di kepala korban, jadinya korban sempat mengalami kejang-kejang. Ini korban masih pelajar, karena tidak memiliki KTP,” ucap salah satu relawan yang berada di lokasi kejadian.

Dari kronologi sementara, kecelakaan diduga terjadi setelah kendaraan korban ditabrak dari arah belakang, oleh kendaraan lain. Akibat tabrakan tersebut, korban terjatuh dan kepalanya membentur ke permukaan jalan.

Relawan yang tiba di lokasi segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban langsung ke RS. Hingga saat ini korban masih menjalani penanganan medis, untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Sementara itu, pihak terkait masih mengumpulkan informasi lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bangunan dan Dua Mobil di Sebelah Lapangan Futsal Guntung Hangus Terbakar

0
Kebakaran yang terjadi di Guntung. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Terjadi kebakaran hebat di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, tepatnya di sebelah lapangan futsal, Kamis (12/3/2026) sore.

Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang berada di lokasi tersebut. Dalam kejadian itu, terdapat dua unit mobil yang sedang terparkir di sekitar bangunan juga ikut hangus terbakar dalam sekejap.

Warga sekitar yang melihat kobaran api sempat berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya, sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Tak lama kemudian, sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Kepala Dinas pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Berdasarkan informasi yang ia terima sebelumnya, bahwa adanya aktivitas pembakaran sampah di sekitar. Sehingga api langsung merembet ke bangunan hingga mobil.

“Katanya ada pembakaran sampah disini, tapi kami belum mengetahui pasti apa penyebabnya,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Dalam hal ini tidak ada korban jiwa, namun kebakaran tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar yang memadati area kejadian. Pihak berwenang saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mesin Mogok, Tiga Pemancing Asal Guntung Terdampar di Perairan Segajah

0
Kapal pemancing yang terdampar di dekat Pulau Segajah. (Ist).

BONTANG – Tiga pemancing asal Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, dilaporkan sempat terdampar di perairan Pulau Segajah, setelah mesin kapal yang mereka gunakan tiba-tiba mengalami kerusakan, Rabu (11/3/2026) sore.

Informasi tersebut pertama kali diterima melalui Layanan Darurat 112, sekitar pukul 16.11 Wita. Dalam laporan yang disampaikan pelapor bernama Khairu, menyebutkan bahwa ada sebuah kapal kecil berada di tengah laut dengan kondisi mesin yang macet di sekitar kawasan Segajah, tepatnya di deretan kapal tanker.

Pelapor meminta bantuan agar petugas melakukan penanganan terhadap kapal yang tidak bisa bergerak tersebut.

Laporan darurat itu langsung diteruskan kepada sejumlah instansi terkait, di antaranya Polres Bontang, Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kodim 0908 Bontang untuk segera di tindak lanjut.

Diduga kapal yang digunakan ketiga pemancing tersebut mengalami gangguan mesin saat berada di tengah laut, sehingga mereka tidak dapat kembali ke daratan dan meminta bantuan pertolongan.

“Area tersebut dikenal sebagai jalur aktivitas kapal, termasuk kapal tanker yang kerap melintas,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, Kamis (12/3/2026).

Setelah mendapatkan informasi, petugas gabungan kemudian langsung bersiap melakukan pengecekan dan upaya evakuasi, guna memastikan keselamatan para pemancing yang terdampar.

“Lewat kejadian ini, kami imbau untuk para pemancing yang akan menyewa kapal, bisa selalu memastikan keselamatan seperti pelampung badan dan kondisi mesin diperhatiin,” katanya.

Beruntung, petugas melakukan evakuasi terhadap pemancing hingga sampai di Muara Bontang Kuala (BK), selanjutnya pemancing tersebut dijemput oleh pemilik kapal dan dibawa hingga pelabuhan loktuan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, Pemkab Kukar Ingatkan Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu

0
Sekretaris Disnakertrans Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Ady)

TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengingatkan seluruh perusahaan agar tidak menunda pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerja menjelang Idulfitri. Selain itu, bonus hari raya juga diminta diberikan kepada pengemudi dan kurir layanan angkutan berbasis aplikasi.

Imbauan tersebut disampaikan melalui surat edaran pemerintah daerah terkait pelaksanaan pemberian THR keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan, serta Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi dan kurir layanan berbasis aplikasi pada tahun 2026.

Sekretaris Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans) Kutai Kartanegara, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan kebijakan tersebut merujuk pada sejumlah regulasi ketenagakerjaan yang berlaku secara nasional.

“Surat edaran ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan,” ujarnya.

Dalam ketentuan tersebut terdapat dua jenis hak yang harus dipenuhi perusahaan menjelang hari raya, yakni THR bagi pekerja atau buruh serta BHR bagi pengemudi dan kurir layanan angkutan berbasis aplikasi.

Dendy menjelaskan bahwa THR diberikan kepada pekerja yang telah memiliki masa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus dan memiliki hubungan kerja dengan perusahaan.

Hubungan kerja tersebut dapat berupa Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) maupun Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Sementara itu, BHR diperuntukkan bagi pengemudi dan kurir yang terdaftar secara resmi sebagai mitra pada perusahaan aplikasi dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.

“Baik THR maupun BHR wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” jelasnya.

Untuk besaran THR, pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih berhak menerima sebesar satu bulan upah.

Sedangkan pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun akan menerima pembayaran secara proporsional sesuai lama masa kerja.

Adapun untuk BHR bagi pengemudi dan kurir layanan berbasis aplikasi, besarannya dianjurkan sekitar 25 persen dari rata-rata pendapatan bersih selama 12 bulan terakhir.

Dalam proses perhitungannya, perusahaan aplikasi juga diminta bersikap transparan kepada para mitra mengenai dasar perhitungan pendapatan yang digunakan sebagai acuan pemberian bonus tersebut.

“Perusahaan aplikasi diharapkan transparan kepada para pengemudi maupun kurir mengenai dasar perhitungan pendapatan tersebut,” tambah Dendy.

Ia berharap seluruh perusahaan dapat mematuhi ketentuan tersebut agar hak para pekerja maupun mitra pengemudi dapat terpenuhi menjelang hari raya.

“Kami berharap tahun ini laporan terkait keterlambatan atau tidak dibayarkannya THR maupun BHR semakin minim, bahkan kalau bisa tidak ada sama sekali,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Arus Mudik Lebaran, Gate Tol Balsam Ditambah Jadi Lima Lajur

0
Tinjauan ruas Jalan Tol Balikpapan–IKN menjelang pengoperasian jalur fungsional untuk arus mudik Lebaran. (Ist)

BALIKPAPAN — PT Jasa Marga Balikpapan–Samarinda memastikan kesiapan jalur tol fungsional untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah kapasitas layanan di gerbang tol dengan mengoperasikan lima lajur transaksi.

Direktur Utama PT Jasa Marga Balikpapan–Samarinda (Balsam), Muhammad Taufik, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan setelah melakukan evaluasi terhadap pengoperasian tol fungsional pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

“Evaluasi dari operasional fungsional saat Natal dan Tahun Baru menjadi dasar kami melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk penambahan mobil leader serta penguatan pengaturan lalu lintas di beberapa titik rawan pertemuan arus kendaraan,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurut Taufik, salah satu titik yang menjadi perhatian adalah pertemuan arus kendaraan dari arah Manggar menuju Seksi 3A yang akan bertemu dengan kendaraan dari Seksi 1B.

Pada titik tersebut, petugas akan disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas guna memastikan keselamatan dan kelancaran perjalanan pengguna jalan tol.

PT Jasa Marga Balsam juga memproyeksikan adanya peningkatan jumlah kendaraan selama masa mudik Lebaran tahun ini.

Berdasarkan perhitungan yang mengacu pada pola libur tahun 2024 yang dinilai memiliki kemiripan dengan kondisi tahun ini, jumlah kendaraan yang melintas di ruas tol Balsam diperkirakan mencapai sekitar 23 ribu kendaraan.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan sekitar 23 ribu kendaraan akan melintas. Angka ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 20 ribu kendaraan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi antrean kendaraan di gerbang tol, pihak pengelola menambah kapasitas layanan transaksi.

Jika sebelumnya hanya tersedia tiga lajur transaksi, kini jumlahnya ditingkatkan menjadi lima lajur agar proses pembayaran dapat berlangsung lebih cepat.

Selain itu, sejumlah kendaraan operasional seperti mobile reader (MR) juga disiagakan di beberapa titik.

Di Seksi 1 Manggar, selain gardu tol tetap, petugas juga menyiapkan unit MR guna membantu mempercepat proses transaksi ketika terjadi peningkatan volume kendaraan.

Langkah serupa juga disiapkan di Seksi 1B serta Seksi 3A untuk memastikan antrean kendaraan dapat segera diurai jika terjadi lonjakan lalu lintas.

“Kami menyiapkan beberapa unit MR di sejumlah seksi agar antrean kendaraan bisa segera diurai ketika terjadi peningkatan volume lalu lintas,” tambah Taufik.

Di sisi lain, pihak pengelola juga memastikan kondisi infrastruktur jalan tol berada dalam kondisi baik dan aman dilalui pemudik.

Perbaikan jalan di sejumlah titik yang sebelumnya mengalami kerusakan telah ditangani secara bertahap agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Melalui berbagai langkah tersebut, pengelola berharap operasional tol fungsional selama masa mudik Lebaran dapat berjalan lancar serta memberikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kami berharap masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik dengan lebih lancar, aman, dan selamat sampai tujuan,” tutupnya.

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Kajari Baru Samarinda Mulai Susun Strategi Penegakan Hukum

0
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda yang baru, Haedar, membagikan hampers kepada wartawan senior Lukman dari Detak Kaltim. (Dimas)

SAMARINDA — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda yang baru, Haedar, langsung bergerak melakukan pemetaan terhadap penanganan perkara di wilayah hukumnya meski baru dua hari menjabat.

Langkah awal tersebut dilakukan untuk memahami secara menyeluruh dinamika penegakan hukum di Samarinda sebelum menentukan arah kebijakan dan strategi penanganan perkara ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Haedar di sela-sela kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda, Jalan M. Yamin, Rabu malam.

Acara tersebut menjadi momentum perdana Haedar bertatap muka secara formal dengan jajaran pegawai kejaksaan, para purnajaksa, serta awak media yang selama ini meliput kegiatan di lingkungan Kejari Samarinda.

Menurut Haedar, memahami peta penanganan perkara yang sedang berjalan merupakan langkah penting sebelum menjalankan program kerja secara menyeluruh.

“Mengingat saya baru dua hari menjabat, tentu program kerja saat ini adalah melakukan pemetaan terhadap penanganan perkara yang ada di wilayah hukum Samarinda. Namun, beberapa langkah strategis tentu sudah kita siapkan,” ungkap Haedar.

Ia menilai pemetaan tersebut penting agar setiap kebijakan yang diambil dapat selaras dengan kondisi nyata di lapangan.

Selain fokus pada konsolidasi internal, Haedar juga memberikan perhatian khusus pada hubungan kemitraan dengan media massa.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak insan pers, khususnya yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Samarinda, untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan pihak kejaksaan.

Menurutnya, peran media sangat penting dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan dan akuntabel.

Media juga dinilai menjadi jembatan informasi yang mampu menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara objektif kepada masyarakat.

“Kami memohon dukungan teman-teman media agar kami dapat bekerja dengan baik dan terbuka kepada publik. Hubungan yang baik ini penting dalam memastikan keterbukaan informasi,” tambahnya.

Haedar berharap hubungan kemitraan antara Kejari Samarinda dan media dapat terus terjalin dengan baik sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang akurat mengenai kinerja penegakan hukum di daerah tersebut.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S