Beranda blog Halaman 216

Guru Honorer Kutim Akhirnya Bisa Tenang, Setelah Kadisdik Kutim Beri Jawaban Ini

0
Kadisdik Kutim, Mulyono. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kegelisahan guru honorer di Kutai Timur (Kutim) akhirnya mendapat jawaban. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kutim menegaskan, tidak ada kebijakan pemberhentian guru non-aparatur sipil negara (non-ASN), meski muncul kekhawatiran pasca terbitnya Surat Edaran (SE) Kemendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026.

Penegasan itu disampaikan menyusul aksi solidaritas sejumlah guru honorer di halaman Kantor BKPSDM Kutim, Senin (4/5/2026) kemarin. Aksi tersebut dipicu kekhawatiran atas ketentuan dalam SE yang menyebut penugasan guru non-ASN di sekolah negeri hanya sampai 31 Desember 2026.

Kadisdik Kutim, Mulyono menjelaskan, redaksi dalam surat edaran tersebut memang menimbulkan multitafsir di lapangan. Namun, ia memastikan tidak ada kalimat yang menyebut penghentian atau penghapusan tenaga honorer.

“Banyak yang memaknai seolah-olah setelah Desember 2026 tidak ada lagi guru non-ASN. Padahal, tidak ada istilah pemberhentian dalam surat edaran itu,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak tinggal diam. Klarifikasi terhadap substansi SE tersebut bahkan telah dibahas dalam forum sarasehan pendidikan di Samarinda yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dari forum tersebut, muncul pandangan bahwa kemungkinan besar akan ada kebijakan lanjutan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan. Artinya, batas 31 Desember 2026 tidak serta-merta menjadi akhir bagi keberadaan guru non-ASN di sekolah negeri.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga pendidik di Kutim masih tinggi. Keterbatasan jumlah ASN membuat peran guru honorer tetap menjadi penopang utama proses belajar mengajar di banyak sekolah.

Berdasarkan data Pemkab Kutim, jumlah tenaga honorer di sektor pendidikan mencapai 1.076 orang. Namun, tidak semuanya dapat diusulkan menjadi ASN atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sekitar 200 orang di antaranya tidak memenuhi kualifikasi jabatan karena bukan tenaga pendidik formal. Dari sisanya, sebanyak 795 orang telah memenuhi analisis jabatan (anjab). Meski demikian, keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala utama.

“Tahun ini kami hanya mampu mengusulkan sekitar 251 orang. Ini sudah melalui perhitungan matang, mengingat kondisi APBD yang menurun,” jelas Mulyono.

Usulan tersebut telah disampaikan BKPSDM kepada pemerintah pusat dengan harapan memperoleh prioritas dalam proses pengangkatan. Di tengah keterbatasan itu, Pemkab Kutim juga tengah mengkaji berbagai alternatif agar tenaga honorer tetap memiliki ruang pengabdian.

Salah satu opsi yang sempat mengemuka adalah skema alternatif penyerapan tenaga kerja. Namun, hingga kini belum ada regulasi yang mengatur skema outsourcing bagi tenaga guru.

“Masih dalam tahap kajian dan belum bisa diterapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mencari solusi terbaik tanpa melanggar ketentuan hukum. Arahan Bupati Kutim pun jelas: membuka ruang agar guru honorer tetap bekerja, namun tetap berada dalam koridor regulasi.

“Kami sudah tegaskan, kepala sekolah dilarang mengangkat tenaga pendidik maupun kependidikan baru,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Niat Curi Mangga, Pria Ini Jatuh dari Pohon hingga Tak Sadarkan Diri

0
Ilustrasi pencurian mangga (AI).

BONTANG – Seorang pria yang diduga hendak mencuri buah mangga mengalami insiden nahas, setelah terjatuh dari pohon dan sempat tak sadarkan diri.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, RT.32, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 03.20 Wita.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api, Brigpol Edo Olo Vrenso Limbong, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga terkait dugaan pencurian tersebut. Saat petugas tiba di lokasi, terduga pelaku sudah berada di bawah pohon dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat terjatuh dari pohon.

“Jadi kami menerima laporan adanya dugaan pencurian mangga. Informasinya, pelaku terjatuh dari pohon saat hendak mengambil buah tersebut,” ucapnya saat di hubungi.

Sebelumnya, informasi dari keterangan warga, pelaku tidak beraksi sendirian saja. Diduga ada dua orang di lokasi kejadian. Namun, saat salah satu pelaku terjatuh, rekannya langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Sehingga warga yang mengetahui kejadian itu, langsung menghubungi Ketua RT setempat, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Api-Api untuk penanganan lebih lanjut.

“Saat ini, kondisi pelaku telah sadar, namun masih dalam keadaan linglung. Untuk pelaku juga sudah mendapatkan perawatan lebih lanjut di RS Amalia,” tambahnya.

Pihak kelurahan bersama unsur keamanan, seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), turut memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai kejadian tersebut.

“Kami selalu mengingatkan warga, khususnya para pemuda usia produktif, agar mengisi waktu dengan kegiatan positif. Jangan sampai melakukan perbuatan yang melanggar hukum karena pada akhirnya hanya akan menimbulkan penyesalan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Akan Tingkatkan Target PBG pada 2027

0
Ilustrasi. (istimewa)

BONTANG – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang akan menaikkan target terkait realisasi target pendapatan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada tahun 2027.

Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspiannur mengatakan hal ini menyusul capaian realisasi pada tahun 2026 yang dalam 4 bulan saja telah melampaui target, untuk itu ia optimistis untuk meningkatkan target di tahun 2027.

“Target pendapatan PBG tahun ini sebesar Rp365 juta. Namun di bulan April 2026 kemarin, capaiannya sudah lebih dari Rp380 juta,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Melihat minat serta ketaatan masyarakat dalam mengurus PBG akan menjadi evaluasi DPMPTSP dalam penyesuaian target di 2027 mendatang.

“Target ini menunjukan tren positif, untuk itu evaluasi selanjutnya akan segera kita lakukan pembahasan,” tuturnya.

Dengan tingginya minat masyarakat tentu hal ini menjadi kabar baik itu pendapatan daerah, dimana saat ini Kota Bontang cukup bergantung pada PAD karena adanya efesiensi dari pusat.

Untuk itu pihaknya optimis ingin menaikkan target ke Rp 1 miliar “Semoga Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor PBG dapat terus meningkat tahun ke tahun,” tambahnya.

Adapun peningkatan pendapatan PBG tidak lepas dari berbagai upaya perbaikan layanan yang dilakukan, mulai dari penyederhanaan proses hingga percepatan waktu penerbitan izin sehingga masyarakat mudah melakukan kepengurusannya. (sya/adv)

Editor: Yusva Alam

Hindari Perempuan Nyeberang Jalan, Pick Up Terjun ke Jurang di Pertigaan Jalan Tembus

0
Mobil pick up yang terperosok ke jurang di Jalan Cipto Mangunkusumo. (Ist).

BONTANG – Sebuah mobil pick up mengalami kecelakaan tunggal hingga masuk ke jurang, di Jalan Cipto Mangunkusumo, tepatnya di dekat lampu merah jalan tembus, Selasa (5/5/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.48 Wita. Berdasarkan pantauan di lokasi, kendaraan dengan nomor polisi KT 8765 RD itu terperosok cukup dalam ke jurang di sisi jalan. Mobil diketahui mengangkut sejumlah alat-alat bangunan.

Menurut keterangan saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat kendaraan melintas di tikungan. Pengemudi mendadak melihat seorang perempuan berambut panjang yang hendak menyeberang jalan.

“Jadi secara refleks, pengemudi membanting setir untuk menghindari, sehingga kendaraan keluar jalur dan terjun ke jurang. Korbannya ada satu orang,” ucap Hendra, Relawan IEA Bontang saat dikonfirmasi.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi mengalami luka ringan. Korban telah dievakuasi dan dilarikan ke IGD Rumah Sakit (RS) PKT, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak terkait telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pengamanan area. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi kejadian terpantau kondusif.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kronologi Kecelakaan di Tanjakan STITEK

0
Kecelakaan yang terjadi di Jalan S Parman KM.6 Bontang Barat. (Ist).

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Letjend S Parman, tepatnya di tanjakan Kampus STITEK KM 6, Kecamatan Bontang Barat, Senin (4/5/2026), melibatkan satu unit mobil Toyota Calya dan sepeda motor Suzuki Spin.

Berdasarkan kronologi kejadian, mobil datang dari arah Telihan dengan kondisi penuh penumpang, mengalami kendala saat melintasi jalan menanjak di tanjakan STITEK. Kendaraan tersebut diduga tidak kuat menanjak, hingga akhirnya mundur ke belakang.

Di waktu bersamaan, sebuah sepeda motor yang berada tepat di belakang mobil tersebut, tidak sempat untuk menghindar. Akibatnya, motor tertabrak dan pengendaranya terlindas oleh mobil yang mundur.

“Penumpang di mobil selamat, tetapi untuk pengendara motor mengalami luka di bagian muka dan kepalanya. Saat ini korban sudah dibawa ke IGD RSUD Taman Husada,” ucap Hendra, salah satu relawan IEA Bontang.

Akibat kejadian itu, pengendara motor mengalami luka serius dan membutuhkan penanganan medis. Tim relawan IEA Wilayah Bontang langsung melakukan respon cepat, dengan mengevakuasi korban serta memberikan pertolongan pertama.

Korban pun dibawa menggunakan mobil pick up menuju ke RSUD, agar cepat mendapatkan perawatan medis.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), relawan, Satlantas Polres Bontang, serta masyarakat yang berada di lokasi kejadian berupaya membantu untuk mengevakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kecelakaan di Tanjakan STITEK, Mobil Tergelincir Tindih Motor

0
Mobil yang mengalami lantas laka di tanjakan Stitek. (Ist).

BONTANG – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Letjend S. Parman, tepatnya di tanjakan Kampus Stitek KM. 6, Kecamatan Bontang Barat, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 21.10 Wita.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, sebuah mobil berwarna silver terlihat keluar dari lintasan jalan. Di bagian bawah mobil tersebut, tampak satu unit sepeda motor dalam kondisi terjepit.

Sejumlah warga dan relawan yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan kepada korban. Para korban kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Taman Husada Bontang menggunakan mobil pickup.

“Untuk para korban sudah langsung dibawa ke IGD RSUD pakai pickup. Kami juga belum tahu bagaimana kondisi korban,” ujar salah satu relawan di lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti untuk kronologi kecelakaan, maupun jumlah korban yang terlibat.

Saat ini pun, pihak dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi kedua kendaraan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ujung Tombak Kemakmuran Masjid, Insentif Imam dan Marbot Naik Jadi Rp 2 Juta

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb4mei2026/mobile/

Hanya 4 Bulan, Pendapatan PBG Bontang Lampaui Target 2026

0
Kepala DPMPTSP, Muhammad Aspianur. (Syakurah)

BONTANG – Realisasi pendapatan dari sektor Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kota Bontang meningkat tajam di awal 2026. Bahkan, sebelum memasuki pertengahan tahun, capaian sudah melampaui target tahunan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang mencatat, target pendapatan PBG tahun ini sebesar Rp365 juta. Namun hingga April 2026, realisasinya telah menembus kisaran Rp380 juta.

Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyebut capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi kinerja sektor perizinan bangunan di daerah.

“Target satu tahun sudah terlampaui, padahal ini baru berjalan beberapa bulan. Ini tentu menjadi indikator yang sangat baik,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, lonjakan pendapatan didorong meningkatnya aktivitas pembangunan di berbagai sektor, mulai dari perumahan, usaha, hingga infrastruktur penunjang.

Ia menambahkan, kepatuhan pelaku usaha dalam mengurus perizinan bangunan juga ikut berperan besar dalam peningkatan tersebut.

“Perusahaan besar turut menyumbang signifikan, termasuk pembangunan kantor dan laboratorium Soda Ash,” jelasnya.

Capaian yang telah melebihi target ini bukan sekadar melampaui, namun mencerminkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas bangunan.

Ke depan, pemerintah berencana melakukan penyesuaian target pendapatan PBG, seiring tingginya realisasi yang telah dicapai pada awal tahun ini.

“Kami akan mengevaluasi dan kemungkinan meningkatkan target tahunan PBG,” tandasnya. (sya/ADV)

Editor: Yusva Alam

Dewan Dorong Perusahaan Terlibat dalam Program Jumat Bersih

0
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto saat kunjungan kerja ke Badak LNG. (Dwi S).

BONTANG – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang, Heri Keswanto mendorong keterlibatan aktif perusahaan dalam mendukung program kebersihan lingkungan, yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat.

Menurutnya, program “Jumat Bersih” tidak hanya menjadi tanggung jawab bagi pemerintah saja, akan tetapi juga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk perusahaan.

Heri menjelaskan, pemerintah selama ini telah menjalankan kegiatan kebersihan lingkungan secara rutin setiap pekan. Namun, bagi perusahaan, pelaksanaan kegiatan serupa secara langsung dinilai cukup berat.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar perusahaan dapat berkontribusi melalui dukungan fasilitas, maupun kebutuhan pendukung lainnya untuk kegiatan Jumat Bersih.

“Kalau perusahaan agak berat untuk menjalankannya secara langsung, minimal bisa membantu dalam bentuk fasilitas. Misalnya meminjamkan alat pemotong rumput atau peralatan kebersihan lainnya, yang bisa digunakan masyarakat,” ujarnya, Senin (4/5/2026) saat kunjungan kerja.

Selain itu, Heri menekankan bahwa program kebersihan lingkungan merupakan bagian dari agenda nasional yang juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia menyebut, kebersihan lingkungan menjadi salah satu prioritas, sebagaimana amanat Presiden Prabowo Subianto.

Heri turut mengingatkan akan pentingnya kesadaran masyarakat, untuk menjaga kebersihan lingkungan. Jika terdapat kondisi lingkungan yang tidak terawat, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat ditangani bersama.

“Jangan sampai hal-hal seperti ini harus sampai dilaporkan ke pusat. Itu tentu menjadi perhatian serius dan bisa memalukan jika tidak ditangani di daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Heri berharap perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam bentuk tenaga, tetapi juga dapat memberikan dukungan lain, seperti penyediaan konsumsi bagi masyarakat yang terlibat dalam kegiatan bersih-bersih.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sangat penting untuk memperluas implementasi program-program kebersihan lingkungan.

Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan keluhan masyarakat terkait kebersihan masih cukup banyak, sehingga diperlukan langkah konkret dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Kami berharap perusahaan dan pemerintah bisa bergandeng tangan, bekerja sama untuk menjawab keluhan masyarakat, khususnya terkait kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Komisi A Dorong Penguatan Pengawasan dan Program di PT Badak NGL

0
Pj Vice president business support Badak LNG, Ravito Karismael (kanan) saat ditemui awak media. (Dwi S).
Pjs Vice president business support Badak LNG, Ravito Karismael (kanan) saat ditemui awak media. (Dwi S).

BONTANG – Hasil pertemuan antara Komisi A DPRD Kota Bontang dengan manajemen PT Badak LNG menghasilkan sejumlah poin penting, terutama terkait penguatan pengawasan dan peningkatan program perusahaan.

Pjs Vice President Business Support Badak LNG, Ravito Karismael, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak masukan konstruktif bagi perusahaan. Salah satunya berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah, yang diharapkan dapat berjalan selaras dengan kebijakan perusahaan.

“Dari pertemuan ini, ada banyak hal yang kami ambil. Pertama terkait program pemerintah, kemudian pelaksanaan tugas pengawasan oleh DPRD untuk memastikan operasional perusahaan, khususnya di bidang ketenagakerjaan, sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Selain itu, dalam diskusi yang berlangsung, pihak perusahaan juga menerima berbagai masukan guna meningkatkan kualitas program-program yang telah berjalan. Perbaikan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak lebih luas, tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga masyarakat sekitar.

“Banyak masukan yang kami terima untuk meningkatkan program yang sudah ada, agar menjadi lebih baik, dan tentunya sejalan dengan program pemerintah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ravito juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan nilai-nilai spiritual. Ia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, perusahaan diingatkan kembali, agar tidak hanya fokus pada kinerja saja, tetapi juga memperhatikan aspek kerohanian dalam bekerja.

“Kami diingatkan juga bahwa dalam bekerja tidak hanya fokus pada pekerjaan semata, tetapi juga harus ada nilai ibadah di dalamnya. Sehingga apa yang kami lakukan tidak hanya bermanfaat bagi perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan sekitar,” bebernya.

Pihak PT Badak NGL masih mengupayakan untuk bisa menerapkan beberapa poin tersebut, dalam kunjungan kerja bersama dengan Komisi A DPRD Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam