Beranda blog Halaman 233

Pemkot Dorong SDM Berkualitas Melalui Lomba Kreatif Digital

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri kegiatan Lomba Desain Poster dan Video. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan bahwa sektor pendidikan, menjadi salah satu prioritas utama bagi Pemkot Bontang. Berbagai program telah dijalankan untuk mendukung hal tersebut, mulai dari pembagian seragam, sepatu, dan tas gratis bagi pelajar.

Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan kompetisi yang diselenggarakan oleh CPanel STITEK Bontang di Auditorium Taman 3D, Jalan Awang Long, Sabtu (25/4/2026).

Selain itu kata Neni, hingga dengan pemberian Uang Kuliah Tunggal (UKT) gratis bagi mahasiswa. Terlebih lagi, dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas, selaras dengan perintah untuk terus membaca dan belajar.

“Saya juga berharap ke depannya anak-anak Bontang dapat beraktualisasi membuat film-film pendek, untuk memajukan ekonomi kreatif melalui digitalisasi, tentunya dengan pendampingan dari Dispopar dan STITEK,” ujarnya.

Neni turut mengapresiasi perkembangan STITEK Bontang yang dinilai terus berinovasi. Saat ini, kampus tersebut tengah berproses menuju status universitas, sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim).

“Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda Bontang, khususnya Gen-Z, mampu mengembangkan kreativitas sekaligus memahami etika dalam pemanfaatan teknologi digital, sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Ketua DPRD Kutim Ikut Retret di Akmil, Ini Pesan Dari Presiden

0
Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, membeberkan sejumlah arahan penting dari presiden usai mengikuti retret pimpinan DPRD se-Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang, 15–19 April 2026.

Forum yang diikuti 503 ketua DPRD itu menyoroti sejumlah isu krusial yang berkaitan langsung dengan kinerja pemerintah daerah.

Salah satu perhatian utama adalah persoalan pengelolaan sampah. Presiden menilai, penanganan sampah menjadi indikator mendasar dalam mengukur kemajuan suatu daerah.

“Kalau menangani sampah saja tidak beres, bagaimana menangani situasi yang lebih kompleks seperti perang dan sebagainya,” ujar Jimmi.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan. Pemerintah pusat, kata dia, mendorong agar program tersebut tetap dijalankan secara optimal meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan di lapangan.

“MBG ini harus dimaksimalkan. Dampak positifnya bukan sekarang, tapi jangka panjang. Walaupun ada polemik soal prosedur, tujuannya tetap untuk masa depan,” jelasnya.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah dalam menjamin kualitas generasi mendatang.

“Yang penting kebutuhan makan anak-anak harus terjamin, dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Terkait isu pemilihan kepala daerah melalui DPRD, Jimmi memastikan hal itu tidak dibahas dalam forum retret. Seluruh peserta masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan aturan lanjutan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tidak dibicarakan. Kita tunggu saja keputusan MK dan PKPU,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kebakaran di Batu Ampar, Obat Nyamuk Diduga Jadi Penyebabnya

0

SANGATTA – Kebakaran kembali terjadi di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Sabtu (25/4/2026). Satu unit rumah milik warga di Dusun Suka Damai, Desa Mawai Indah, ludes dilalap api.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Mangga RT 04 dan 05. Laporan pertama diterima dari warga bernama Herman. Tim kemudian menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 09.15 Wita.

Api berhasil dikendalikan oleh relawan kebakaran (Redkar) Desa Mawai Indah sebelum merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Rumah yang terbakar diketahui milik Sukapti dengan ukuran sekitar 8 x 10 meter. Seluruh bangunan terdampak, dengan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, menyampaikan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari obat nyamuk bakar.

“Diduga api berasal dari obat nyamuk bakar yang menyambar material mudah terbakar di dalam rumah,” ujarnya kepada Media Kaltim.

Penanganan di lapangan sempat terkendala jarak tempuh yang cukup jauh, sekitar 35 kilometer dari pos pemadam, serta kondisi medan berbukit. Akibatnya, unit mobil pemadam tidak dapat menjangkau lokasi.

Sebagai langkah penanganan, personel dari Pos Batu Ampar dan Pos Bengkal tetap dikerahkan dengan membawa pompa portable serta peralatan pendukung untuk mencegah api meluas.

Hingga kini, data jumlah jiwa dalam satu kartu keluarga masih dalam proses pendataan lebih lanjut.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Beasiswa Kutim Tuntas Lanjut Terus, Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

0
Ilustrasi program beasiswa Kutim tuntas. (Ilustrasi AI)

SANGATTA – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang mulai diterapkan di berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan program Beasiswa Kutim Tuntas tetap berlanjut tanpa pengurangan.

Program ini bahkan ditegaskan sebagai prioritas utama daerah karena dinilai memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim, Norhadi, menegaskan bahwa anggaran untuk program beasiswa unggulan tersebut tetap aman.

“Tidak ada perubahan untuk di Kutim Tuntas. Kalau yang lain pasti ada dikurangi. Tapi di Kutim Tuntas, alhamdulillah aman,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, keberlanjutan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat Kutim, baik bagi pelajar berprestasi maupun mereka yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Berdasarkan data tahun 2025, program Beasiswa Kutim Tuntas telah menjangkau ratusan mahasiswa, mulai dari jenjang S1 hingga S2. Sebanyak 331 mahasiswa tercatat menerima bantuan dengan nominal sekitar Rp10 juta per orang.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan Beasiswa Stimulan. Untuk kategori mahasiswa, bantuan diberikan kepada 848 penerima dengan besaran Rp6 juta untuk S1 dan Rp10 juta untuk S2.

Sementara di tingkat pelajar, sebanyak 2.565 siswa SMA menerima Beasiswa Stimulan dengan nilai masing-masing Rp2,5 juta.

Tingginya minat masyarakat terhadap program ini juga menjadi tantangan tersendiri. Norhadi menyebut, jumlah pendaftar terus meningkat setiap tahun.

“Kami akan melakukan sharing data. Jika ditemukan double, salah satu harus dihapus atau dipilih,” tegasnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah akan memperketat proses seleksi dan verifikasi data calon penerima. Langkah ini dilakukan guna mencegah adanya penerima ganda maupun data yang tidak valid.

Rencananya, pendaftaran Beasiswa Kutim Tuntas tahun 2026 akan dibuka pada Mei mendatang. Saat ini, pemerintah masih mematangkan berbagai persiapan, baik dari sisi teknis maupun administrasi.

Salah satu fokus utama adalah penyempurnaan sistem pendaftaran berbasis daring agar lebih efektif dan transparan.

Program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa asal Kutim yang menempuh pendidikan di luar daerah, selama memiliki KTP Kutim.

“Harapan kami mereka kembali ke Kutim, bersama-sama membangun daerah agar lebih maju dan bermartabat,” kata Norhadi.

Di sisi lain, kendala teknis masih menjadi perhatian, khususnya terkait sistem website yang saat ini masih terintegrasi dengan platform Kaltim Tuntas.

Pemerintah memastikan perbaikan terus dilakukan agar proses pendaftaran hingga verifikasi berjalan lancar tanpa hambatan.

Masyarakat pun diimbau untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi pembukaan pendaftaran dalam waktu dekat.

“Sebentar lagi kami akan buka link untuk mendaftar Kutim Tuntas. Insyaallah dalam waktu dekat. Kami perlu prosedur,” tutupnya.

Penulis; Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kebakaran Lahan di Jalan Soekarno – Hatta

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb24apr2026/mobile/

Bursa Ketua Kadin Kutim Memanas, Jelang Mukab V Tiga Nama Muncul

0
Pengambilan formulir pendaftaran oleh bakal calon di Sekretariat Panitia Mukab. (Ist)

SANGATTA – Atmosfer perebutan kursi Ketua Kadin Kutai Timur (Kutim) mulai terasa panas. Jelang Musyawarah Kabupaten (Mukab) V, tiga nama sudah lebih dulu tancap gas dengan mengambil formulir pendaftaran.

Mereka adalah Sesthy S Bumbungan, Charolina Laoh, dan Angga Redi Niata. Tiga figur ini jadi pembuka persaingan yang diprediksi bakal makin seru dalam beberapa hari ke depan.

Ketua Panitia Pelaksana Mukab V Kadin Kutim, Alimuddin Rauf, membenarkan bahwa sejak pendaftaran dibuka 5 April, pergerakan kandidat mulai terlihat.

“Sudah ada tiga yang ambil formulir bakal calon ketua,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Tapi, jangan buru-buru menyimpulkan peta kekuatan. Sampai sekarang, status mereka masih sebatas bakal calon. Panitia masih menunggu pengembalian formulir lengkap beserta syarat administrasi untuk menentukan siapa yang resmi maju.

Pendaftaran sendiri masih dibuka sampai 29 April. Artinya, peluang munculnya nama-nama baru masih terbuka lebar.

Panitia juga mengingatkan, kontestasi ini bukan sekadar soal popularitas. Pemahaman aturan organisasi jadi kunci. Mulai dari AD/ART sampai Peraturan Organisasi (PO) wajib dipahami calon.

“Kami imbau semua calon cek aturan di website resmi Kadin, supaya tidak salah langkah,” tegas Alimuddin.

Yang pasti, prosesnya nggak bakal longgar. Semua bakal calon akan disaring lewat verifikasi ketat oleh Steering Committee sebelum ditetapkan sebagai peserta Mukab.

Mukab V sendiri dijadwalkan digelar 6–7 Mei di Hotel Royal Victoria, Sangatta. Sementara anggota yang ingin ikut sebagai peserta, wajib daftar sebelum 29 April di Sekretariat Panitia, Jalan H. Masdar, Sangatta Utara.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

KORMI Kutim Periode 2026 – 2030 Resmi Dilantik, Targetkan Olahraga Rekreasi hingga Level Nasional

0
Momen Pelantikan KORMI Kutim Periode 2026-2030. (Istimewa)

SANGATTA – Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat (KORMI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masa bakti 2026–2030 resmi dilantik, Jumat (25/4/2026), di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim.

Pelantikan dilakukan Sekretaris KORMI Kalimantan Timur, Bunga Rengganis, disaksikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kutim, serta jajaran Forkopimda. Turut hadir Kepala Dispora Kutim, Ketua KONI Kutim, manajemen KPC, dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bunga Rengganis menyampaikan optimisme terhadap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Syaiful Bahri. Ia menilai KORMI Kutim memiliki potensi besar dengan dukungan sumber daya manusia yang mumpuni.

“Ini menjadi awal tanggung jawab besar untuk menjalankan amanah dengan dedikasi dan semangat kebersamaan. Inorga yang telah bergabung harus terus dibina agar mampu mendorong kemajuan olahraga di tengah masyarakat,” ujarnya.

Bupati Ardiansyah Sulaiman turut memberikan apresiasi atas pelantikan ters. ebut. Ia mendorong KORMI Kutim agar lebih aktif dalam mengembangkan olahraga rekreasi, khususnya olahraga tradisional yang menjadi bagian dari kearifan lokal.

Menurutnya, kiprah KORMI Kutim selama ini sudah menunjukkan hasil positif dengan berbagai event yang digelar, mulai tingkat lokal hingga internasional.

“Kita akan terus dorong agar olahraga rekreasi dan tradisional menjadi instrumen penting dalam membudayakan gaya hidup sehat di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kutim Syaiful Bahri mengaku bersyukur pelantikan berjalan lancar. Ia menyebut amanah yang diemban menjadi tanggung jawab besar untuk memasyarakatkan olahraga sekaligus melestarikan olahraga tradisional.

Saat ini, kata dia, sebanyak 25 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) telah bergabung dalam KORMI Kutim. Ke depan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi serta mengembangkan olahraga berbasis potensi daerah.

“Tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan, termasuk pengurus periode sebelumnya.

“Hari ini menjadi langkah awal untuk membangun KORMI yang lebih baik. Saya bangga menjadi bagian dari KORMI Kutim, karena wadah ini terbuka untuk semua kalangan tanpa membedakan usia maupun kondisi fisik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tindaklanjuti Laporan Warga, Lurah Loktuan Gelar Patroli Keamanan Dini Hari

0
Kegiatan patroli di wilayah Loktuan. (Ist).

BONTANG – Lurah Loktuan bersama unsur keamanan dan perangkat kelurahan melaksanakan patroli wilayah, Jumat (24/4/2026) dini hari, sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait aktivitas berkumpul hingga larut malam di sejumlah titik.

Kegiatan patroli dimulai pukul 01.00 Wita hingga pukul 03.00 Wita, tim menyisir beberapa lokasi yang dianggap rawan di wilayah Kelurahan Loktuan, meliputi Jalan Slamet Riyadi, Jalan NPK Pelangi, kawasan pujasera NPK, hingga wilayah Selambai.

Petugas gabungan yang turun ke lapangan, memberikan imbauan secara humanis kepada masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, khususnya di jam istirahat malam.

“Selain itu, patroli ini juga bertujuan untuk meningkatkan kehadiran aparat di tengah masyarakat, guna menciptakan rasa aman,” ucap Lurah Loktuan, Sunyk Widiarih.

Dengan adanya kegiatan patroli ini, sebagai salah satu bentuk respons cepat dari pemerintah, bersama unsur keamanan dalam menjaga situasi kantibmas tetap kondusif.

“Patroli ini kami lakukan sebagai tindak lanjut laporan warga, sekaligus langkah preventif untuk memastikan lingkungan tetap aman dan tertib,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa adanya gangguan, sehingga patroli berjalan lancar hingga selesai.

Melalui kegiatan ini, sangat diharapkan wilayah Kelurahan Loktuan senantiasa dalam kondisi aman dan nyaman, serta terhindar dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga juga diharapkan terus terjaga demi menciptakan lingkungan yang kondusif,” ungkapnya.

Dalam kegiatan patroli ini, turut melibatkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Kasi (Kepala Seksi) Pemerintahan, staf kelurahan, anggota pospol, serta Ketua Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) beserta anggotanya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Air Kebutuhan Masyarakat, Tak Seharusnya Melonjak!

0
Lisa Agustin. (Dok Pribadi)

Oleh:
Lisa Agustin
Aktivis Muslimah

Lonjakan tagihan air hingga Rp1,9 juta yang dialami warga di Kelurahan Tanjung Laut bukan sekadar persoalan teknis, melainkan alarm serius bagi tata kelola layanan publik. Besarnya biaya tersebut dinilai tidak sebanding dengan penggunaan air sehari-hari, yang hanya untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan mencuci.

Air, yang sejatinya merupakan kebutuhan dasar, tiba-tiba berubah menjadi beban berat yang tidak masuk akal bagi masyarakat kecil.

Pemerintah melalui sidak yang dilakukan Wakil Wali Kota Bontang memang menunjukkan respons cepat. Namun, pertanyaannya: apakah ini solusi atau sekadar reaksi sesaat? Imbauan agar masyarakat aktif mengadu memang penting, tetapi jika akar masalahnya tidak diselesaikan, keluhan hanya akan terus berulang.

Di sisi lain, penjelasan dari pihak Perumda Tirta Taman mengenai batas penggunaan air rumah tangga dan solusi pemasangan meteran baru justru menimbulkan persoalan baru. (radarbontang.com, 14/04/2026)

Bagi masyarakat, solusi tersebut terasa seperti “memindahkan beban”, bukan menyelesaikan masalah. Alih-alih meringankan, warga justru diminta menambah biaya demi mengontrol penggunaan air yang sebenarnya sudah mereka gunakan secara wajar.

Analisa Masalah

Tarif air naik sebenarnya sudah terjadi di wilayah lain, di Kota Bontang dengan melonjaknya tarif air dengan skema tertentu membuat warga terkejut. Mengeluh pasti, namun jika solusinya tetap menyusahkan rakyat seperti harus membuat meteran baru, ya sama saja. Sidak penguasa hanya populis pencitraan, warga disuruh nerima air tetap naik.

Naiknya harga tagihan air ini mencerminkan pengelolaan kebutuhan rakyat berbasis sistem kapitalisme sekuler. Dalam pandangan kapitalisme, setiap layanan masyarakat (penyediaan air bersih) dianggap sebagai komoditas dagang, sehingga penyediaan air bersih selalu dilihat hanya dari sudut pandang ekonomi dan regulasi.

Air diposisikan sebagai komoditas ekonomi, bukan sebagai hak dasar masyarakat. Ketika logika yang digunakan adalah untung-rugi dan efisiensi bisnis, maka konsekuensinya rakyatlah yang menanggung risiko—baik dalam bentuk tarif yang melonjak maupun kebijakan yang tidak berpihak.

Padahal, air bukan komoditas. Ia adalah kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Dalam kondisi ekonomi yang sudah berat akibat kenaikan harga kebutuhan lain, lonjakan tagihan air hanya akan semakin menekan daya hidup masyarakat.

Pandangan Islam

Dalam perspektif Islam, persoalan ini seharusnya tidak terjadi. Air merupakan kepemilikan umum yang wajib dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat. Air adalah milik umum yang tidak boleh dimonopoli atau dikomersialkan secara eksploitatif.

Penyediaan air bersih merupakan kewajiban negara dan hak komunal rakyat seharusnya gratis dan berkualitas. Negara berfungsi sebagai raa’in (pengurus), bukan sebagai regulator yang melempar tanggung jawab ke masyarakat.

Rasulullah ﷺ bersabda,
“Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api.”

Prinsip ini menegaskan bahwa air tidak boleh menjadi objek komersialisasi yang memberatkan rakyat. Negara wajib memastikan aksesnya mudah, merata, dan terjangkau—bahkan idealnya tanpa beban yang mencekik.

Sejarah mencatat bagaimana penguasa dalam sistem Islam memastikan distribusi air berjalan adil dan merata, tanpa menjadikannya sumber eksploitasi ekonomi. Negara bertanggung jawab penuh atas pembiayaan dan pengelolaannya, bukan menyerahkannya kepada mekanisme yang membebani rakyat.

Layanan air bersih bisa optimal karena negara memiliki sumber pendapatan dan kepemilikan sesuai tata kelola Islam. Oleh karena itu, persoalan lonjakan tagihan air ini seharusnya menjadi momentum evaluasi menyeluruh. Bukan hanya soal sistem tarif atau teknis meteran, tetapi tentang paradigma tentang mengurus kebutuhan rakyat.

Hadirnya Islam sebagai way of life sebagai solusi atas permasalahan pengelolaan air yang merupakan bagian dari SDA milik rakyat. Islam merupakan suatu paradigma yang berasal dari Sang Pencipta Manusia dan alam semesta. Maka sudah seharusnya tata kelola kepemilikan umum menggunakan paradigma Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Dalam Islam negara yang mengadopsi paradigma Islam disebut dengan istilah Khilafah. Begitulah para ulama menyebutnya. Maka hanya negara Khilafah saja yang mampu menerapkan kebijakan pelayanan kepada masyarakat secara adil dan merata.

Wallahu alam.

Kasus Narkotika di Muara Badak, Dua Pelaku Diduga Miliki Sabu Seberat 16,55 Gram

0
Barang bukti yang berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Unit Reskrim Polsek Muara Badak dan Polres Bontang, berhasil mengungkap tindak pidana narkotika, di wilayah Desa Batu-Batu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat, yang menyebutkan adanya aktivitas transaksi narkotika di Jalan Poros Muara Badak – Samarinda, RT.02. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan di lokasi.

Setiba di lokasi, anggota Unit Reskrim mencurigai dua pria yang tengah berboncengan menggunakan sepeda motor, Honda Scoopy berwarna putih biru dengan nomor polisi KT 2498 BBR. Keduanya kemudian dihentikan dan dilakukan penggeledahan.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan satu bungkus plastik klip besar dan empat bungkus plastik klip kecil berisi kristal bening, yang diduga narkotika jenis sabu,” ucap Kapolsek Muara Badak, Iptu Danang.

Barang haram tersebut disimpan dalam bungkus rokok di saku celana. Total berat kotor barang bukti mencapai 16,55 gram. Dua tersangka yang diamankan yakni Ka (29), warga Muara Badak, serta Az (35), warga Samarinda.

“Selain sabu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa dua unit handphone, korek api, tas hitam, celana panjang, serta satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku,” tambahnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto ketentuan dalam KUHP terbaru, dengan ancaman hukuman berat.

Saat ini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Muara Badak, guna proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami, kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam