Beranda blog Halaman 238

Polisi Klarifikasi Dugaan Penimbunan Elpiji 3KG di Muara Badak

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb5mar2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Dua Murid SMP Muhammadiyah Bontang Raih Perunggu di Olympic Ahmad Dahlan VIII Makassar

0
Audiensi Wali Kota Bontang bersama pemenang lomba musabaqah Hifdzil Quran tingkat SMP/MTs. (Syakurah)

BONTANG – Dua siswa SMP Muhammadiyah Kota Bontang berhasil menjuarai musabaqah Hifdzil Quran tingkat SMP/MTs yang dilaksanakan di Makassar pada 12 hingga 14 Februari 2026.

Perwakilan putra, Muhammad Zulfahmiansah kelas 9 dan Iklil Qarry ‘aina perwakilan putri yang juga kelas 9 sama-sama mendapatkan juara tiga dalam ajang Olympic Ahmad Dahlan VIII tingkat nasional.

Mereka mengikuti lomba dengan kategori hafalan juz 29 dan 30.

Mereka pun melakukan audiensi bersama Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Rabu (4/3/2026) di rumah jabatan Wali Kota Bontang.

Neni merasa hal ini patut diapresiasi lantaran membawa nama Bontang. Untuk itu mereka berdua akan diberikan insentif sebesar Rp 1 juta langsung dari dirinya.

“Walaupun juara tiga ini menjadi langkah awal mereka untuk menuju puncak yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Adapun Zulfahmiansah menyatakan sistem dalam lomba tersebut ialah tanya jawab, dimana peserta akan diberikan tiga pertanyaan untuk selanjutnya dilakukan sambung ayat.

“Memang ada salah makanya dapat juara tiga,” pungkasnya.

Meskipun begitu ia merasa termotivasi untuk terus memperbaiki hafalannya agar semakin baik.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Satpol PP Gerebek Dua Pasangan Bukan Suami Istri di Penginapan, Satu Pasang Berasal Dari Kutim

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang mendapati pasangan bukan suami istri sah di salah satu penginapan di wilayah Kecamatan Bontang Barat, Rabu (4/3/2025) malam.

Dalam razia tersebut, petugas mendapati dua pasangan bukan suami istri yang sedang berada di kamar hotel. Satu pasangan diketahui merupakan warga Bontang, sementara pasangan lainnya berasal dari Kabupaten Kutai Timur (Kutim), lebih tepatnya Sangatta, yang ditemukan di hotel yang berbeda.

Kepala Seksi Bina Pengawasan dan Penyuluhan (Binwaslu) Satpol PP Bontang, Irwan Febrayana mengatakan bahwa kedua pasangan tersebut langsung diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Bontang, untuk didata dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk dengan menjalani tes urine bagi yang terjaring razia.

“Keduanya bukan pasangan suami istri sah. Saat ini sedang dilakukan asesmen, termasuk tes narkoba oleh BNNK Bontang,” ucapnya, Kamis (5/3/2026).

Terlebih lagi, kegiatan razia yang turut melibatkan instansi lain seperti BNNK Bontang, TNI, Pengadilan Negeri Bontang, Dinas Perhubungan (Dishub), Kementerian Agama (Kemenag), Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Bontang Barat, pihak kecamatan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kota Bontang.

“Jadi sangat diharapkan mampu menghadirkan pengawasan yang lebih menyeluruh, mulai dari aspek perizinan usaha, ketertiban administrasi, hingga pembinaan moral masyarakat,” paparnya.

Tak hanya itu, petugas juga memastikan patroli dan operasi serupa akan terus dilakukan hingga akhir Ramadan. Sasaran razia meliputi hotel, penginapan, tempat hiburan malam, serta sejumlah titik yang dinilai rawan pelanggaran.

“Pemeriksaan identitas dilakukan secara selektif dan profesional, tanpa mengganggu tamu hotel lain yang tidak terkait,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pengawasan Penginapan Diperketat Selama Ramadan, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring Razia

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Petugas Satpol PP berhasil menjaring dua pasangan yang bukan suami istri, di dua hotel yang berbeda, saat razia Rabu (4/3/2026) malam tadi.

Kepala Seksi Bina Pengawasan dan Penyuluhan (Binwaslu) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bontang, Irwan Febrayana mengatakan bahwa dalam razia yang digelar oleh tim gabungan, langkah ini dilakukan guna menjaga ketertiban umum, dan memastikan suasana kota tetap kondusif saat masyarakat menjalankan ibadah puasa.

Dalam patroli tersebut, petugas Satpol PP Bontang turut melibatkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), untuk memastikan tidak ada aktivitas lain yang melanggar hukum, termasuk penyalahgunaan narkotika.

“Sudah dilakukan tes urine kepada pasangan yang terjaring dan yang bersangkutan menunjukkan hasilnya negatif. Di salah satu hotel juga ada pengunjung yang langsung dites urine, dan hasilnya sama,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (5/3/2026).

Razia ini dilaksanakan sesuai surat edaran wali kota, terkait pembatasan aktivitas Tempat Hiburan Malam (THM), penginapan, serta tempat biliar selama bulan Ramadan berlangsung. Tujuannya untuk menjaga ketertiban masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Selain itu, Irwan menambahkan bahwa razia yang dilakukan tidak hanya bersifat penindakan saja, akan tetapi juga sebagai upaya edukasi sekaligus memberikan efek jera kepada masyarakat agar tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Pasangan yang terjaring langsung diberikan pembinaan oleh petugas, agar tidak mengulanginya lagi,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hujan Deras Picu Longsor di Kanaan, Dua Rumah Warga Terdampak

0
Lokasi tanah longsor di wilayah pemukiman warga, di Kanaan. (Ist).

BONTANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Bontang, memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Pendidikan, RT.03, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Rabu (4/3/2026) malam kemarin, sekitar pukul 23.00 Wita.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ismail mengatakan bahwa saat tanah longsor terjadi, telah menyebabkan dua unit rumah warga terdampak. Berdasarkan hasil laporan, terdapat dua Kepala Keluarga (KK) dengan 13 jiwa yang tinggal di rumah terkena dampak dari longsoran tanah.

Dari data yang dihimpun, rumah pertama milik Ibu Sarlota Lumba (60), dimana dirinya tinggal bersama delapan anggota keluarganya, terdiri dari lima anak serta tiga cucu.

Sementara rumah kedua yang ikut terdampak, ialah rumah milik Bapak Marten (65), yang tinggal bersama istrinya beserta dengan kedua cucunya.

“Longsor terjadi diduga akibat curah hujan yang tinggi dan berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan tanah di sekitar pemukiman menjadi tidak stabil. Sehingga kondisi tersebut membuat material tanah bergerak dan mengenai rumah warga di sekitar lokasi,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Kini tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bontang bersama masyarakat setempat, telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi rumah yang terdampak, dimana dapat berpotensi bahaya lanjutan.

“Dari hasil pemantauan sementara, longsor masih berpotensi meluas dan mengancam rumah warga lainnya di sekitar area tersebut,” tambahnya.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Bontang telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk penanganan lebih lanjut. Selain itu, pemantauan kondisi cuaca juga terus dilakukan dengan mengacu pada informasi dari BMKG.

“Dengan itu kami turut mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras, serta menghindari area yang berpotensi mengalami longsor,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hilang Dua Hari, Perempuan Asal Pinrang Ditemukan Mengapung di Laut Paser

0
Proses evakuasi korban tenggelam yang ditemukan mengapung di perairan Adang Bay, Kabupaten Paser. Foto: Istimewa

PASER — Upaya pencarian terhadap seorang perempuan yang dilaporkan tenggelam di Muara Sungai Telake, Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, akhirnya berakhir duka. Setelah dua hari pencarian oleh tim gabungan, korban bernama Puji (50) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di perairan Adang Bay, Rabu (4/3/2026).

Korban yang merupakan warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ditemukan oleh petugas UPP Kelas II Tana Paser di titik koordinat 01°44’152” S – 116°37’426” E, atau sekitar 10,18 mil laut dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam di Muara Sungai Telake.

Kepala Polres Paser AKBP Novy Andi Wibowo melalui Kasat Polairud Polres Paser Andi Ferial menjelaskan bahwa informasi awal mengenai penemuan korban diterima dari kru kapal FC Mitra Pacific yang melintas di kawasan perairan tersebut.

“Selesai menerima laporan, tim gabungan bergerak menuju lokasi dan pada pukul 13.25 Wita jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Proses evakuasi selesai pukul 14.40 Wita dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya, Rabu (4/3/2026).

Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Paser, TNI AL, UPP Kelas II Tana Paser, Polsek Long Kali, Basarnas, BPBD, Damkar, tim PT Kideco Jaya Agung, PT Contrans Asia, serta masyarakat sekitar.

Sebelumnya korban dilaporkan tenggelam pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu Puji bersama Kasirli Tiro (18) berangkat dari pondok tambak di muara Sungai Telake menuju pemukiman Desa Maruat untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

Namun ketika dalam perjalanan kembali menuju pondok tambak, mesin perahu yang mereka gunakan mendadak mati. Di saat bersamaan, ombak besar menghantam perahu hingga terbalik dan tenggelam.

Kasirli Tiro sempat berupaya menolong Puji. Namun karena kondisi ombak yang kuat serta keterbatasan tenaga, korban akhirnya tenggelam.

Kasirli kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menuju daratan. Setelah berhasil mencapai darat, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada keluarga serta warga sekitar. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan di perairan sekitar Muara Telake.

Setelah jenazah korban ditemukan dan dievakuasi, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak melanjutkan proses hukum serta menolak dilakukan pemeriksaan medis,” tutupnya.

Pewarta: Nash
Editor: Agus S

Pemerintah Dorong Koperasi Pesantren Perkuat Sektor Riil

0
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (berpeci hitam) saat menghadiri Nusantara Sharia Economic Forum di Jakarta. Foto: Fajri/MKN

JAKARTA — Pemerintah menilai koperasi yang berkembang di lingkungan pondok pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak sektor riil dalam ekosistem ekonomi syariah nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri Nusantara Sharia Economic Forum yang berlangsung di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menurut Ferry, perkembangan ekonomi syariah Indonesia selama dua dekade terakhir lebih banyak ditopang oleh sektor industri halal dan jasa keuangan syariah. Ke depan, pemerintah ingin memperkuat sektor riil yang berkaitan langsung dengan kegiatan produksi dan distribusi barang.

“Perkembangan koperasi pondok pesantren sangat besar dan bisa menjadi prototipe pengembangan sektor riil ekonomi syariah,” ujar Ferry.

Ia menilai sejumlah koperasi pesantren telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan mengelola berbagai unit usaha yang bahkan telah berkembang hingga skala industri.

Beberapa koperasi pesantren diketahui telah mengelola jaringan ritel, fasilitas produksi, hingga pusat distribusi yang melayani kebutuhan masyarakat luas.

Ferry mencontohkan koperasi pesantren di Lamongan yang telah memiliki fasilitas produksi dan kawasan industri. Di Jawa Timur, jaringan ritel Basmala yang dikelola pesantren juga terus berkembang pesat.

Sementara itu, koperasi pesantren Nurul Jadid di Probolinggo telah mengoperasikan pusat distribusi besar yang memasok kebutuhan berbagai jaringan usaha.

Di Jawa Barat, koperasi pesantren Al-Ittifaq bahkan berhasil menembus pasar modern melalui produk hortikultura seperti sayuran dan buah-buahan.

Menurut Ferry, pemerintah berencana mengintegrasikan pengembangan koperasi pesantren dengan program Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam skema tersebut, koperasi desa akan berfungsi sebagai jaringan ritel di tingkat lokal, sedangkan koperasi pesantren berperan sebagai pusat produksi maupun distribusi barang.

Ia juga menekankan pentingnya pengaturan sektor ritel agar tidak sepenuhnya didominasi oleh jaringan ritel modern, terutama di wilayah pedesaan.

Dengan memperkuat koperasi desa dan pesantren, keuntungan ekonomi diharapkan dapat kembali kepada masyarakat setempat.

Selain memperluas distribusi produk, Kementerian Koperasi juga mendorong lahirnya lebih banyak produk UMKM halal, mulai dari makanan hingga kebutuhan rumah tangga.

Dukungan pembiayaan akan disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta lembaga keuangan berbasis syariah.

“Yang kurang sekarang bukan nasabah bank syariah, tetapi debiturnya. Kita perlu lebih banyak pelaku usaha yang memproduksi barang,” katanya.

Ferry menilai peningkatan kapasitas produksi dari koperasi pesantren berpotensi membuka peluang pasar yang lebih luas, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga menembus pasar internasional.

Pasar Timur Tengah disebut sebagai salah satu tujuan ekspor yang memiliki peluang besar bagi produk-produk halal dari Indonesia.

Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki peluang besar membangun ekosistem ekonomi syariah yang terintegrasi. Dalam konteks tersebut, koperasi pesantren dipandang dapat menjadi fondasi pengembangan sektor riil ekonomi syariah sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.(MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Sikap Baru PKB Kaltim, Fahmi Fadli Mulai Diperhitungkan

0
Bupati Paser Fahmi Fadli. Foto: Istimewa

PASER — Pernyataan sikap politik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur yang memastikan tidak akan lagi mengusung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji pada periode mendatang memunculkan berbagai spekulasi politik di daerah.

Sikap tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, saat menghadiri silaturahmi yang dirangkai dengan buka puasa bersama insan pers di Samarinda, Senin (2/3/2026).

Meski pada Pilkada 2024 PKB menjadi salah satu partai pengusung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji, kini partai tersebut memastikan akan menempuh arah politik berbeda untuk kontestasi ke depan.

“Intinya ke depan, PKB tidak akan dukung Rudy–Seno lagi karena kami memiliki kader sendiri,” tegas Syafruddin.

Anggota DPR RI Komisi XII itu menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah konsolidasi partai menjelang Pilkada dan Pemilu 2029.

Meski belum mengungkapkan secara terbuka siapa kader yang akan diusung, Syafruddin memberi gambaran bahwa PKB tengah menyiapkan figur internal yang dinilai memiliki kapasitas untuk maju dalam kontestasi politik mendatang.

Pernyataan tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai sosok yang dimaksud. Salah satu nama yang cukup menonjol adalah Fahmi Fadli, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Paser.

Fahmi Fadli diketahui merupakan kader PKB sekaligus menjabat sebagai Ketua DPC PKB Paser. Ia juga menjadi satu-satunya kader PKB di Kalimantan Timur yang saat ini menduduki jabatan eksekutif sebagai kepala daerah.

Selain itu, nama Fahmi Fadli beberapa kali disebut oleh Syafruddin dalam berbagai kesempatan sebagai figur yang dinilai memiliki peluang untuk maju pada kontestasi politik 2029 mendatang.

Sekretaris DPC PKB Paser, Zulfikar Yusliskatin, saat dikonfirmasi menilai keputusan PKB untuk mengusung kader sendiri justru akan memperkaya dinamika demokrasi di Kalimantan Timur.

“Saya pikir ini hal yang baik agar masyarakat Kaltim memiliki banyak pilihan-pilihan dalam menentukan pemimpin ke depan. Semakin banyak pilihan semakin seru dan meriah pesta demokrasi kita,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Meski demikian, ia mengaku belum dapat memastikan siapa kader yang akan diusung secara resmi oleh PKB.

Namun ia tidak menampik kemungkinan bahwa Fahmi Fadli, yang saat ini menjabat dua periode sebagai kepala daerah di Kabupaten Paser, dapat menjadi salah satu kandidat yang dipertimbangkan untuk maju pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2029.

Menurut Zulfikar, jika Fahmi Fadli benar-benar diusung, Kalimantan Timur berpotensi menghadirkan model kepemimpinan yang berbeda.

“Kalau memang benar Fahmi Fadli yang dimaksud, maka kita punya model calon pemimpin yang tidak suka flexing atau pencitraan. Dia tidak terlalu banyak bicara tapi lebih bekerja. Beliau berpengalaman di politik dan berlatar belakang dokter,” pungkasnya.(MK)

Pewarta: TB Sihombing
Editor: Agus S

Program SAPA Hadir di Samarinda, Relawan Dampingi Siswa

0
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program SAPA antara Disdikbud Kota Samarinda dan DPC IPPRISIA Samarinda di Kantor Disdikbud Samarinda. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kota Samarinda dalam pelaksanaan Program SAPA (Sahabat Aksi Peduli Anak).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor Disdikbud Kota Samarinda, Jalan Biola. Kegiatan ini turut disaksikan oleh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPPRISIA Kalimantan Timur sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program pendampingan pendidikan berbasis partisipasi masyarakat.

Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan dengan melibatkan masyarakat serta organisasi profesi.

“Pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah dan pemerintah. Perlu kolaborasi dengan masyarakat dan organisasi profesi. Program SAPA diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi belajar serta memperkuat karakter peserta didik,” ujarnya.

Program SAPA merupakan inisiatif pendampingan pendidikan yang menghadirkan relawan profesional sebagai sahabat pendamping anak di satuan pendidikan. Program ini bertujuan mendukung proses pembelajaran agar lebih inklusif, humanis, dan inspiratif.

Ketua DPC IPPRISIA Kota Samarinda drg. Deasy Evriyani menegaskan bahwa relawan SAPA tidak menggantikan peran guru di sekolah.

“Relawan hadir untuk mendukung sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih suportif. Fokusnya pada penguatan karakter, peningkatan motivasi belajar, serta pengembangan potensi peserta didik,” katanya.

Dalam implementasinya, relawan SAPA akan terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan, mulai dari pendampingan pembelajaran di kelas, bimbingan belajar kelompok kecil, penguatan literasi dan numerasi, hingga pengembangan karakter dan keterampilan hidup siswa.

Sementara itu, Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur Marliana Wahyuningrum mengapresiasi terjalinnya sinergi antara organisasi profesi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci menghadirkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

“Program SAPA menunjukkan bahwa keterlibatan organisasi profesi dapat menjadi penguat dalam mendukung pendidikan anak,” ujarnya.

Dengan ditandatanganinya PKS tersebut, Program SAPA direncanakan segera diimplementasikan di sejumlah sekolah di Kota Samarinda. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan pendampingan belajar yang lebih personal sekaligus membangun karakter positif bagi para peserta didik.(MK)

Pewarta: RSF
Editor: Agus S

Langka, Orang Utan Kembar Ditemukan di Kutai Timur

0
Proses evakuasi orang utan betina bernama Jane bersama dua bayi kembarnya di wilayah Perdau, Kutai Timur. Foto: Dok. BKSDA

NUSANTARA — Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama Conservation Action Network (CAN) Borneo mengevakuasi seekor orang utan betina dewasa bersama dua bayi kembarnya di wilayah Perdau, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

Induk orang utan tersebut diberi nama Jane, sementara dua bayi kembarnya dinamai Andrianto dan Parlin.

Kepala BKSDA Kaltim Ari Wibawanto, yang turut terlibat dalam proses evakuasi, menjelaskan bahwa langkah penyelamatan dilakukan setelah tim melihat kondisi habitat hutan di lokasi penemuan yang sudah terfragmentasi dan tidak lagi mendukung kehidupan satwa tersebut.

“Prosesnya dilakukan secara ketat dan terukur. Kemudian kita lakukan pemeriksaan kesehatan dan hasilnya sangat baik. Sehingga tiga jam setelah pemeriksaan kami langsung melakukan pelepasliaran kembali di lokasi yang menurut kita aman yang sudah kami lakukan kajian terkait kelayakan lokasi,” ujar Ari dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (4/3/2026).

Lokasi penemuan Jane dan dua bayi kembarnya berada tidak jauh dari Simpang Perdau, Kecamatan Bengalon, kawasan yang dalam beberapa waktu terakhir cukup sering dilaporkan menjadi tempat kemunculan orang utan yang turun hingga mendekati jalan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim, Jane diperkirakan berusia 15 hingga 20 tahun, sedangkan kedua bayinya diperkirakan berumur sekitar 2 hingga 3 tahun.

Direktur CAN Borneo, Paulinus Kristianto, mengatakan timnya pertama kali menerima laporan dari masyarakat mengenai keberadaan induk orang utan yang terlihat turun ke area terbuka.

Saat dilakukan pengecekan pada hari pertama, tim belum menemukan keberadaan satwa tersebut. Namun pada pencarian berikutnya, Jane akhirnya berhasil ditemukan bersama dua bayinya.

“Ternyata bayinya dua. Awalnya kami bingung apakah ini bayi orang utan lain atau memang bayinya si induk itu. Tapi setelah dilihat ukuran tubuhnya sama, akhirnya dipastikan itu bayi kembar,” ujarnya.

Paulinus menjelaskan bahwa kelahiran orang utan kembar merupakan peristiwa yang sangat langka.

Dalam catatan konservasi, kasus serupa terakhir terjadi pada tahun 2020 di Taman Nasional Tanjung Puting.

“Ini satu dari sekian ratus kasus bayi orang utan kembar yang pernah tercatat,” jelasnya.

Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan dari BKSDA dan CAN langsung melakukan analisis kondisi habitat menggunakan citra satelit. Hasil kajian menunjukkan bahwa hutan di lokasi penemuan Jane sudah tidak cukup mendukung untuk keberlangsungan hidup induk dan dua bayi tersebut.

“Apalagi dengan kondisi ibu yang harus merawat bayi kembar. Artinya kebutuhan makan induk menjadi dua kali lipat karena harus memproduksi susu untuk dua anaknya, sementara habitatnya tidak memungkinkan,” katanya.

Atas pertimbangan tersebut, tim memutuskan untuk mengevakuasi Jane dan bayi kembarnya guna dipindahkan ke habitat yang lebih aman dan layak.

Menariknya, proses penyelamatan berlangsung relatif cepat dan tanpa kendala berarti. Biasanya orang utan yang sudah berada di pohon tinggi akan sulit diturunkan, namun kali ini situasinya berbeda.

“Keajaibannya mereka seperti ingin sekali diselamatkan dan seakan menyerahkan diri. Jadi evakuasi berjalan cepat,” ungkap Paulinus.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan dalam kondisi baik, Jane bersama kedua bayinya kemudian dilepasliarkan kembali ke habitat baru yang telah melalui kajian kelayakan oleh tim konservasi.(MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S