Beranda blog Halaman 259

THR PNS Bontang Masih Tunggu Kepastian Pusat

0
PJ Sekda Kota Bontang Akhmad Suharto. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang masih menunggu kepastian jadwal pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari pemerintah pusat.

Pj Sekda Bontang, Akhmad Suharto, mengatakan secara prinsip THR akan dibayarkan sebelum Hari Raya Idulfitri. Namun hingga kini, tanggal pasti pencairan masih dalam pembahasan.

“Biasanya sebelum lebaran sudah harus dibayarkan. Untuk tanggalnya kita masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia memastikan, pemerintah daerah siap menindaklanjuti begitu regulasi dan petunjuk teknis diterbitkan. Pemkot juga mengupayakan agar proses pencairan dapat dilakukan secepatnya setelah ada keputusan resmi

“Kita usahakan segera setelah ada kepastian,” tambahnya.

Dengan demikian, ASN di lingkungan Pemkot Bontang diminta bersabar menunggu pengumuman resmi terkait jadwal pencairan THR tahun.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Awal Maret Diprediksi Potensi Banjir Rob, BPBD Imbau Warga Pesisir Siaga

0
Banjir rob yang terjadi di wilayah Bontang Kuala. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Potensi banjir rob diprediksi bakal kembali terjadi di wilayah pesisir Kota Bontang, tepatnya pada awal Maret 2026 mendatang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang mengimbau warga yang bermukim di kawasan pesisir, agar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap pasangnya air laut, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada pekan pertama di bulan tersebut.

“Perkiraan di Bulan Maret, ketinggian pasang banjir rob cukup tinggi. Sekitar 2 meter. Ini kami melihatnya dari infografis di BMKG,” ucap Ismail, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

Untuk wilayah-wilayah yang bakal terdampak oleh banjir rob meliputi Bontang Kuala, Tanjung Laut Indah, Berbas Tengah atau Lembah, Berbas Pantai dekat sekolah DDI, hingga daerah di sekitaran Salebba.

“Untuk banjir rob dengan ketinggian air segitu, sepertinya bakal dimulai dari 2 Maret hingga 7 Maret 2026. Semoga dengan mulai pasangnya banjir rob ini, tidak bertepatan dengan curah hujan yang lebat,” tambahnya.

Sebab, jika terjadi pasang air laut bersamaan dengan hujan yang berintensitas tinggi, genangan air diperkirakan dapat merendam akses jalan utama, pemukiman warga, hingga fasilitas umum.

Terlebih lagi, ketinggian air berpotensi mencapai puluhan sentimeter, bahkan bisa lebih di titik-titik tertentu yang berada di dataran rendah. Selain itu, terdapat potensi bahaya lain seperti kemunculan hewan liar, termasuk buaya.

“Maka sangat kami imbau ke masyarakat untuk bisa selalu waspada, dimana waspadai terhadap ancaman buaya. Imbauan ini juga termasuk ke anak-anak, agar jangan bermain di lokasi banjir rob. Bahkan masyarakat bisa menyimpan dokumen-dokumen berharganya, supaya tidak basah,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

DP3A Kutim Ngaku Tak Punya Dana Operasi Tertibkan Anjal

0
Nampak Anak Jalanan Mangkal untuk menjajakan dagangannya. (Ramlah/Radar Bontang).

SANGATTA – Anak jalanan (anjal) kembali terlihat di sejumlah simpang lampu merah bahkan di sejumlah toko modern terlihat “mangkal” menjajakan dagangan. Padahal, penertiban sebelumnya sempat dilakukan. Namun, fenomena itu kembali berulang dalam hitungan pekan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, Idham Chalid, mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan di lapangan.

“Ngaruh sekali. Kami tidak punya dana operasional untuk turun melakukan operasi. Bahkan anggaran untuk kelanjutan pembinaan anak juga tidak tersedia,” ujarnya saat diwawancara Media Kaltim, Selasa (25/2/2026).

Idham menegaskan, persoalan anak jalanan bukan sepenuhnya menjadi kewenangan DP3A. Penanganan di jalan, kata dia, merupakan tugas pokok dan fungsi Dinas Sosial. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi lintas sektor bersama Dinas Sosial dan Satpol PP.

“Sudah kami koordinasikan. Karena ini tidak bisa satu dinas saja. Harus lintas sektor,” tegasnya.

Menurutnya, operasi penertiban memang kerap dilakukan. Namun, tanpa dukungan pembinaan berkelanjutan dan solusi jangka panjang, anak-anak tersebut kembali turun ke jalan.

“Biasanya setelah beberapa minggu ditertibkan, muncul lagi. Ini yang jadi tantangan,” katanya.

Ia juga menyinggung dampak efisiensi anggaran yang membuat sejumlah program tidak bisa berjalan maksimal. Saat ini, hanya dua bidang yang tetap berjalan tanpa dukungan kegiatan pemberdayaan dan pemenuhan lanjutan.

“Kita harus menunggu perubahan anggaran. Untuk sekarang memang tidak ada,” tandasnya.

Meski demikian, Idham memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dan tetap berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan bisa lebih terarah.

“Kami tidak ingin ini hanya jadi penertiban sesaat. Anak-anak ini harus dilindungi dan dibina. Begitu ada dukungan anggaran, kami siap bergerak bersama,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jalan Lohan Amblas, Perbaikan Sementara Segera Dilakukan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb25feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Strategi SPPG APT Pranoto Selama Ramadan: Menu Kering Jadi Andalan

0
SPPG APT Pranoto saat melakukan pendistribusian ke siswa penerima manfaat. (Istimewa)

SANGATTA— Ramadan tak membuat distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kutai Timur (Kutim) terhenti. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) APT Pranoto justru memutar strategi. Menu basah digeser, makanan kering dijadikan andalan.

Langkah itu diambil demi menjaga kualitas pangan sekaligus menghormati siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala SPPG APT Pranoto Kutai Timur (Kutim), Dinand Perdana, menegaskan perubahan menu merupakan tindak lanjut arahan resmi dari Badan. Selama Ramadan, makanan yang dibagikan dipastikan lebih tahan lama dan aman dikonsumsi saat berbuka.

“Menu yang dipakai sekarang menu kering, artinya makanan yang bisa bertahan 4 sampai 6 jam. Jadi yang dibagikan itu seperti roti, donat, risol, dan nanti rencana puding buah,” ujar Dinand saat diwawancara, Rabu (25/2/2026).

Seluruh menu diproduksi langsung di dapur SPPG. Pihaknya menghindari makanan berisiko cepat basi, terutama karena distribusi kini menyesuaikan jam pulang sekolah.

Tak lagi pagi hari, pengantaran dilakukan mendekati waktu siswa pulang. Kebijakan itu diterapkan khususnya di sekolah dengan mayoritas siswa muslim.

“Kasihan guru-gurunya juga. Mereka kan mengajarkan anak-anak puasa. Kalau kita datang jam 8 seperti biasa, itu bisa mengganggu,” katanya.

Sebelum perubahan jadwal diterapkan, koordinasi dilakukan dengan pihak sekolah agar tidak terjadi salah paham. Jika ada sekolah yang keberatan, jadwal disesuaikan kembali.

“Kalau sekolah tidak berkenan, tidak masalah. Kita sesuaikan distribusinya,” tambahnya.

Untuk sekolah negeri maupun sekolah dengan siswa non-muslim, distribusi relatif berjalan tanpa kendala. Bahkan beberapa sekolah menyatakan fleksibel menerima menu kering maupun basah.

Ramadan juga mengubah ritme dapur. Jika sebelumnya produksi dilakukan besar-besaran sejak dini hari, kini tim dapur lebih fokus pada pengemasan menu ringan.

“Kami mulai habis sahur jam 5 atau paling lambat jam 6. Masaknya hanya sekitar 8 sampai 10 persen saja, menu yang simpel,” jelas Dinand.

Pengiriman menyesuaikan jam pulang. Sekolah yang bubar pukul 12.00 menerima distribusi sekitar pukul 11.00. Sekolah yang pulang lebih awal mendapat kiriman lebih cepat.

Menu yang sudah dibagikan dalam beberapa hari terakhir di antaranya roti dan donat. Risol mulai diuji coba, sementara puding buah disiapkan sebagai tambahan variasi.

Distribusi menggunakan totebag khusus bertuliskan identitas SPPG yang dipakai berulang. Untuk menjaga kebersihan, disiapkan dua hingga tiga kantong berbeda.

“Kalau cuma satu dipakai sebulan, pasti kotor,” ujarnya.

Dinand juga menyinggung sistem zonasi dapur. Pembagian wilayah dilakukan agar distribusi lebih efektif. Beberapa sekolah seperti SMP 3 tidak masuk cakupan SPPG APT Pranoto karena terdapat dapur lain yang lebih dekat.

“Supaya lebih maksimal. Kalau dapur terlalu jauh, distribusinya makan waktu,” katanya.

Wilayah Sangatta Utara menjadi kawasan dengan jumlah penerima manfaat terbesar.

“Data terakhir penerima manfaat di Sangatta Utara itu mencapai 70 ribu,” sebutnya.

Saat ini, SPPG APT Pranoto melayani enam sekolah dan satu posyandu dengan total penerima manfaat sekitar 2.750 orang.

Selain siswa, MBG juga disalurkan untuk kelompok B3 balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui posyandu. Distribusi dilakukan dua kali sepekan, Senin dan Kamis.

Untuk kelompok ini, standar keamanan lebih ketat.

“Balita itu tidak boleh sembarangan. Teksturnya harus lembut, karena kalau keras bisa berisiko,” ujarnya.

Menu posyandu selama Ramadan meliputi roti abon, roti kacang hijau, donat, susu UHT, serta susu khusus ibu hamil.

Dinand menegaskan prinsip “zero mistake” menjadi komitmen utama agar tidak terjadi kejadian luar biasa (KLB) seperti di sejumlah daerah lain.

“Yang paling penting itu makanan harus segar. Jangan masak hari ini, besok baru distribusi. Itu bahaya,” tegasnya.

Hingga kini, distribusi MBG di Kutim dipastikan berjalan aman tanpa laporan KLB. Soal wacana penggantian MBG menjadi bantuan tunai, Dinand menegaskan pihaknya tetap bekerja sesuai fungsi dapur.

“Kami ini pelaksana. Kalau ada aturan baru, tentu kami ikut,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jembatan Nibung Resmi Beroperasi Setelah 12 Tahun Dinanti

0
Jembatan Nibung diresmikan langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud didampingi Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Humas)

SANGATTA— Jembatan Sungai Nibung resmi difungsikan setelah diresmikan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. Infrastruktur sepanjang 390 meter itu kini menjadi penghubung vital Desa Kandungan Jaya dan Desa Pelawan.

Tak sekadar mempersingkat jarak tempuh, jembatan tersebut diyakini menjadi pemantik kebangkitan ekonomi wilayah Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang.

Camat Kaubun, Saprani, menegaskan kehadiran jembatan menjadi angin segar bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan adanya jembatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat kami,” ujarnya.

Selama bertahun-tahun, warga hanya mengandalkan ponton untuk menyeberangkan hasil perkebunan. Saat cuaca buruk, distribusi kerap tersendat. Dampaknya, kualitas komoditas terutama kelapa sawit ikut terpengaruh.

Kini, akses darat terbuka lebar. Biaya logistik diprediksi lebih efisien, waktu tempuh semakin singkat.

Tak hanya menopang sektor perkebunan, Jembatan Nibung juga memperlancar jalur menuju kawasan wisata di Kabupaten Berau, khususnya Biduk-Biduk. Daerah yang dikenal dengan pantai eksotis dan wisata baharinya itu menjadi destinasi favorit di Kaltim.

Dengan akses yang semakin mulus, arus kendaraan dari Kutim menuju Biduk-Biduk dipastikan meningkat. Efek dominonya, peluang usaha di sepanjang jalur penghubung ikut menggeliat. Warung makan, penginapan, bengkel, hingga pelaku UMKM lokal diprediksi kecipratan berkah.

Kepala Desa Pelawan, Nurhanuddin, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Pembangunan yang dimulai sejak 2014 itu akhirnya rampung.

“Mewakili masyarakat Desa Pelawan, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Timur,” katanya.

Ia berharap keberadaan jembatan benar-benar menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan Kutim–Berau.

“Semoga dengan adanya jembatan ini bisa lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga Pelawan,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Balap Liar Jadi Atensi Ramadan, Polres Petakan Titik Rawan

0
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano. (Syakurah)

BONTANG – Aksi balap liar kembali menjadi perhatian Polres Bontang selama bulan Ramadan. Sejumlah titik di Kota Bontang dipetakan sebagai lokasi rawan yang kerap dimanfaatkan para remaja untuk melakukan aksi tersebut.

Beberapa lokasi yang disebut rawan di antaranya kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo arah Jalan Soekarno Hatta, serta beberapa ruas jalan yang sekitanya minim hambatan.

Kapolres Kota Bontang, AKBP Widho Anriano menyatakan telah menempatkan personel di titik-titik tersebut guna mencegah terjadinya balap liar.

“Di lokasi yang sering dijadikan tempat balap liar akan kita tempatkan personel. Minimal tidak ada kegiatan serupa di sana,” ujarnya.

Selain penempatan personel, patroli juga dilakukan secara mobile setiap hari, mulai dari aktivitas masyarakat siang hari, menjelang berbuka puasa, saat ibadah tarawih, hingga waktu sahur.

Sejauh ini, penanganan terhadap pelaku balap liar masih bersifat preemtif dan preventif. Pihaknya mengutamakan teguran humanis serta pembinaan, terutama bagi pelajar.

“Kita lakukan pembinaan, termasuk berkoordinasi dengan pihak sekolah agar para pelajar diberi imbauan supaya tidak melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat,” katanya.

Menurut kepolisian, dalam beberapa hari terakhir intensitas balap liar mulai menurun, seiring peningkatan patroli dan kehadiran polisi di lapangan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Gelar Apel Siaga Ramadan 1447 H, Siapkan Skema Pengamanan hingga Lebaran

0
Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano. (Syakurah)

BONTANG – Polres Bontang menggelar apel siaga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Apel tersebut merupakan persiapan pengamanan selama Ramadan, termasuk menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat pada malam hari hingga menjelang Idulfitri.

Pihak kepolisian menyebut, pengamanan tidak hanya difokuskan pada kegiatan ibadah, tetapi juga mobilitas warga di pusat keramaian serta potensi gangguan seperti balap liar dan kerawanan lainnya.

“Menjelang hari raya nanti akan dibentuk pos-pos pengamanan seperti tahun sebelumnya. Untuk jumlah dan lokasi masih dalam pendataan dan menyesuaikan perkembangan situasi,” ujarnya.

Sejumlah wilayah di dalam kota maupun kawasan penyangga seperti Marangkayu dan Muara Badak turut menjadi perhatian dalam pemetaan pengamanan.

Selain pendirian pos, patroli rutin akan ditingkatkan pada jam-jam rawan, mulai sore hari menjelang berbuka puasa, saat pelaksanaan salat tarawih, hingga dini hari saat sahur.

“Kalau ada gangguan, masyarakat bisa menghubungi 110, karena selama Ramadan ada saja yang menggunakan untuk melaporkan gangguan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Hanya Dipecat, Komnas HAM Desak Proses Pidana Kasus Tual

0
Bripda Mesias Viktor Siahaya (MS) disanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) dalam kasus penganiayaan pelajar hingga tewas di Tual, Maluku. (Sumber: Sosial media)

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menilai sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Bripda Mesias Viktor Siahaya (MS) belum cukup untuk menuntaskan kasus penganiayaan pelajar hingga meninggal dunia di Tual, Maluku.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan bahwa proses etik internal Polri tidak boleh menjadi akhir dari penanganan perkara. Menurutnya, jalur pidana harus tetap berjalan guna menjamin akuntabilitas dan mencegah praktik impunitas.

“Komnas HAM menilai bahwa proses etik yang sudah berlangsung dan ada putusan PTDH ini tidak cukup dan tidak bisa berhenti hanya pada proses itu karena kita ingin mendorong agar ada proses hukum yang akuntabel, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban,” kata Anis di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia menekankan bahwa hak hidup merupakan hak asasi manusia yang paling fundamental dan tidak dapat dikurangi dalam kondisi apa pun. Apalagi korban dalam kasus ini adalah anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan penuh dari negara.

Menurut Anis, penegakan hukum pidana penting untuk memastikan bahwa setiap pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, terutama yang mengakibatkan hilangnya nyawa, diproses secara terbuka dan adil.

Komnas HAM melalui perwakilannya di Maluku telah melakukan pemantauan langsung, termasuk menghadiri sidang etik di Polda Maluku. Sementara itu, tim dari pusat juga berencana turun ke lapangan untuk menggali informasi tambahan.

“Nanti akan kami informasikan berikutnya ya siapa yang perlu kami panggil, siapa yang perlu kami temui, dan data informasi sejauh apa yang harus kami dapatkan ketika turun ke lapangan itu,” ujarnya.

Anis juga meminta perhatian serius Kapolri terhadap kasus tersebut. Ia menilai insiden serupa bukan kali pertama terjadi dan harus menjadi momentum pembenahan internal.

“Dan kami ingin menyampaikan bahwa kasus ini harus diberikan atensi yang serius oleh Kapolri karena ini bukan peristiwa yang pertama terjadi, tetapi merupakan peristiwa yang berulang, ya, yang sekali lagi tidak boleh ada impunitas,” tuturnya.

Sebelumnya, Bripda MS dijatuhi sanksi PTDH setelah dinyatakan melanggar Kode Etik Profesi Polri dalam sidang selama 14 jam. Namun, Komnas HAM menegaskan bahwa pemecatan administratif tidak menggugurkan kewajiban penegakan hukum pidana demi keadilan bagi korban dan keluarganya. (MK)

Editor: Agus S

Ketua BEM UGM Diduga Diteror, Komnas HAM Ingatkan Hak Kritik

0
Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto yang sempat mendapatkan teror usai mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Sumber: Instagram)

JAKARTA — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menanggapi dugaan teror yang dialami Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, setelah menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menegaskan bahwa kritik merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin dalam sistem demokrasi dan tidak boleh dibungkam melalui intimidasi.

“Tentu kritik terhadap kebijakan juga bagian dari implementasi hak atas kebebasan berpendapat, berekspresi dan itu harusnya dihormati, dilindungi, dan dipenuhi oleh negara. Untuk itu, semestinya, pemerintah enggak perlu reaktif,” ujar Anis di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, kritik adalah bentuk partisipasi publik sekaligus mekanisme kontrol terhadap kebijakan negara. Ia menekankan, selama disampaikan secara damai dan tidak mengarah pada kekerasan, kritik harus dilindungi.

“Sejauh ini, berdasarkan pantauan saya, cara-cara BEM ini menyampaikan kritik juga dengan cara-cara yang damai,” tambahnya.

Komnas HAM menyatakan hingga kini belum menerima laporan resmi terkait dugaan ancaman tersebut. Meski demikian, lembaga itu tetap memantau perkembangan situasi.

Kasus ini mencuat setelah Tiyo Ardianto dilaporkan menerima pesan WhatsApp bernada ancaman penculikan dari nomor berkode internasional Inggris. Dalam pesan tersebut, pengirim menudingnya sebagai agen asing dan mencari perhatian publik.

Kritik yang dilontarkan Tiyo sebelumnya menyasar program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang agar tidak mengabaikan persoalan ketimpangan ekonomi yang lebih luas.

Komnas HAM kembali menegaskan bahwa ruang kebebasan berpendapat merupakan pilar penting negara hukum. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil memiliki hak untuk menyampaikan pandangan secara kritis tanpa rasa takut. (MK)

Editor: Agus S