Beranda blog Halaman 260

Satgas TMMD Percepat Pengecoran RTLH Meski Ramadan

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat melaksanakan pengecoran lantai RTLH. (Dok-Ichal/MKN)

SENDAWAR — Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat terus menunjukkan progres signifikan. Senin (23/2/2026), pekerjaan memasuki tahap pengecoran lantai sebagai bagian penting dalam penyempurnaan struktur bangunan.

Serka Yulianta bersama anggota Satgas TMMD terlihat kompak menyiapkan material campuran semen, pasir, dan kerikil sebelum dituangkan ke permukaan lantai. Proses pengecoran dilakukan secara bertahap dan diratakan dengan cermat guna memastikan hasil akhir kokoh serta nyaman saat ditempati.

Tahapan ini dinilai krusial karena menjadi fondasi kenyamanan penghuni rumah. Lantai yang kuat dan rata akan menunjang ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Meski berlangsung di bulan Ramadan, semangat personel Satgas tidak surut. Mereka tetap bekerja secara gotong royong untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan.

“Pengecoran lantai ini merupakan bagian penting dari proses pembangunan RTLH. Kami ingin rumah yang dibangun benar-benar layak, kuat, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab agar hasilnya tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memenuhi standar kelayakan hunian.

Dengan progres yang terus dikebut, pembangunan RTLH diharapkan segera rampung sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan warga penerima. Program TMMD ini menjadi bukti nyata kolaborasi TNI dan masyarakat dalam menghadirkan hunian yang lebih layak melalui semangat kebersamaan dan kemanunggalan. (MK)

Editor: Agus S

TMMD Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Prajurit Juga Rangkul Anak-Anak

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat bermain bersama anak-anak di Kampung Linggang Amer. (Dok-Ichal/MKN)

SENDAWAR — Di tengah padatnya kegiatan pembangunan jalan dalam program TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, suasana berbeda terlihat di Kampung Linggang Amer. Senin (23/2/2026), anggota Satgas TMMD menyempatkan diri berbagi keceriaan bersama anak-anak setempat di sela waktu istirahat pengerjaan.

Prada Ilham dan Serda Firman tampak membaur dengan anak-anak yang antusias mendekat. Tawa dan canda menghiasi lokasi kegiatan, mencairkan suasana di tengah aktivitas pembangunan yang berlangsung sejak pagi hari.

Kehadiran anggota Satgas tidak hanya dirasakan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui kedekatan emosional dengan masyarakat. Bagi anak-anak Kampung Linggang Amer, momen tersebut menjadi pengalaman berkesan yang menumbuhkan rasa bangga dan kedekatan dengan TNI.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa kehadiran Satgas TMMD harus memberi manfaat secara menyeluruh, tidak terbatas pada pembangunan fisik semata.

“Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga ingin membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kebersamaan seperti ini menjadi bagian dari pengabdian kami kepada rakyat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan TMMD. Hubungan yang terjalin dengan masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan mampu memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Melalui momen sederhana tersebut, Satgas TMMD menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa tidak hanya diwujudkan lewat pembangunan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga melalui senyum, perhatian, dan kebersamaan yang tulus. (MK)

Editor: Agus S

RTLH Program TMMD Mulai Tahap Pemasangan Dinding

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat bersama warga memasang dinding rumah program RTLH. (Dok-Ichal/MKN)

SENDAWAR — Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Memasuki tahap pemasangan dinding, Satgas TMMD bersama warga setempat bekerja dengan penuh ketelitian untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga, Senin (23/2/2026).

Sejak pagi hari, anggota Satgas terlihat kompak memasang papan kayu satu per satu pada rangka rumah yang sebelumnya telah berdiri. Setiap papan diukur dan disesuaikan secara presisi agar terpasang rapi dan memiliki daya tahan maksimal.

Tahap ini menjadi bagian krusial setelah pondasi dan rangka bangunan rampung. Ketelitian sangat diperlukan agar rumah yang dibangun benar-benar kokoh, aman, dan nyaman ditempati oleh penerima manfaat.

Semangat gotong royong tampak jelas dalam pengerjaan tersebut. Anggota Satgas dan masyarakat saling membantu, mulai dari mengangkat material hingga proses pemasangan, sehingga pekerjaan berjalan lancar dan sesuai target yang ditetapkan.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama dalam setiap sasaran fisik program TMMD.

“Kami ingin memastikan rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan tahan lama. Karena itu, setiap tahap dikerjakan dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Harapannya, rumah ini dapat memberikan kenyamanan serta meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kebersamaan dan kerja keras antara TNI dan masyarakat, pembangunan RTLH di wilayah sasaran TMMD diharapkan selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

Program TMMD sendiri tidak hanya menyasar pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah, khususnya di wilayah pedalaman Kutai Barat. (MK)

Editor: Agus S

Wasbang dan Bela Negara, Satgas TMMD Sasar Generasi Muda

0
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara oleh Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat di SMK Negeri 1 Linggang Bigung. (Dok-Ichal/MKN)

SENDAWAR — Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara di SMK Negeri 1 Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Badan Kesbangpol Suwito, Danramil 0912-04 Long Iram Kapten Arm Sutrisno, serta Babinsa Kampung Linggang Amer Sertu Muryanto. Sosialisasi diikuti siswa dan siswi SMK Negeri 1 Linggang Bigung dengan antusias.

Dalam pemaparannya, Kepala Badan Kesbangpol Suwito menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di kalangan pelajar. Ia menekankan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen terhadap NKRI sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

“Pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen terhadap NKRI harus terus ditanamkan agar generasi muda memiliki karakter yang kuat, nasionalis, serta berintegritas dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Babinsa Kampung Linggang Amer, Sertu Muryanto, turut memotivasi siswa untuk menjaga semangat gotong royong, menghormati guru dan orang tua, serta aktif dalam kegiatan positif di sekolah. Ia juga mengingatkan pentingnya bijak dalam bermedia sosial agar tidak mudah terpengaruh hal-hal yang dapat merusak persatuan.

Danramil 0912-04 Long Iram, Kapten Arm Sutrisno, dalam sambutannya menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk pelajar.

“Bela negara bukan hanya menjadi tugas TNI, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk para pelajar. Implementasikan melalui kedisiplinan, semangat belajar, menjaga persatuan, serta menghormati perbedaan,” ungkapnya.

Secara terpisah, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912 Kutai Barat, Letkol Inf Doni Fransisco, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi bagian dari komitmen TNI membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda adalah penerus bangsa, sehingga harus memiliki semangat nasionalisme, disiplin, serta rasa tanggung jawab terhadap keutuhan NKRI,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa aktif bertanya dan berdiskusi mengenai peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Diharapkan, nilai-nilai Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud nyata cinta tanah air. (MK)

Editor: Agus S

Pemkab Mahulu Sambangi Long Bagun, Bupati Tekankan Kebersamaan di Ramadan

0
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Mahulu, Agustinus Teguh Santoso saat membacakan sambutan Bupati dalam Safari Ramadan Pemkab Mahulu di Masjid Al-Yasin, Kecamatan Long Bagun. (Dok-Ichal/MKN)

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026 di Masjid Al-Yasin, Kampung Long Bagun, Kecamatan Long Bagun, Selasa (24/2/2026) sore.

Kegiatan yang berlangsung pukul 17.00 hingga 18.37 Wita itu dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Mahulu, Agustinus Teguh Santoso. Ia hadir didampingi Ketua Panitia Gema Ramadan 1447 H yang juga Kepala BPBD Mahulu, H. Agus Darmawan, Sekretaris Disparpora Irawan Sanjaya, serta Kepala Bagian Kesra Setkab Mahulu Agnes Luaq. Hadir pula pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Ketua KKSS Mahulu, Arifin.

Dalam sambutan tertulis Bupati Mahulu Angela Idang Belawan yang dibacakan Agustinus Teguh Santoso, disampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Mari kita perbanyak amal kebaikan, mempererat tali silaturahmi, menjaga persatuan, serta memperkokoh rasa kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan pada periode pertama kepemimpinan Bupati Angela Idang Belawan, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan proses pembangunan yang telah dirintis sebelumnya. Program di bidang pelayanan publik dan pembangunan akan terus dijalankan demi kesejahteraan masyarakat.

Namun demikian, pemerintah daerah juga harus menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Penyesuaian ini tentu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan tanggung jawab, agar penggunaan anggaran tetap tepat sasaran dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, pemerintah daerah tetap optimistis pembangunan dapat berjalan bertahap dan berkelanjutan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk bersilaturahmi dan bertatap muka, tetapi juga untuk mendengar. Pemerintah daerah selalu membuka ruang komunikasi. Apabila ada saran, masukan, maupun aspirasi dari masyarakat, kami dengan senang hati akan menerimanya sebagai bagian dari upaya kita bersama membangun daerah ini menjadi lebih baik,” terangnya.

Menutup sambutan, ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus Masjid Al-Yasin dan seluruh masyarakat yang hadir.

“Semoga ibadah kita di bulan suci Ramadan ini dapat kita jalankan dengan lancar, puasa dapat kita tunaikan dengan penuh keikhlasan hingga akhir, dan seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Mahulu Perkuat Stabilitas Pangan, Wabup Terima Kunjungan Badan Pangan Nasional

0
Wabup Mahulu, Suhuk saat menyerahkan cinderamata diterima oleh Direktur SPHP Badan Pangan Nasional, di Ruang Rapat Bupati Lantai III, Kantor Bupati Mahakam Ulu, Jumat (20/2/2026).

UJOH BILANG — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menerima kunjungan Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional dalam rangka memperkuat pengendalian harga dan distribusi pangan di wilayah perbatasan.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mewakili Bupati Angela Idang Belawan, menyambut langsung rombongan di Ruang Rapat Bupati Lantai III, Kantor Bupati Mahakam Ulu, Jumat (20/2/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah pusat dalam menjaga ketersediaan, pasokan, serta stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat pengawasan keamanan dan mutu pangan di daerah. Agenda ini juga sejalan dengan Surat Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026.

Satgas tersebut melibatkan lintas kementerian dan lembaga, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan pengendalian harga serta distribusi berjalan efektif. Mahakam Ulu sebagai wilayah dengan tantangan geografis dan akses distribusi yang terbatas menjadi salah satu fokus perhatian.

Wabup Suhuk menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur SPHP beserta jajaran yang turun langsung meninjau kondisi pasokan dan harga di lapangan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan ini. Dengan melihat langsung kondisi pasokan dan harga di Kabupaten Mahakam Ulu, diharapkan terdapat perhatian dan dukungan melalui kewenangan yang dimiliki pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan gudang Bulog di Mahakam Ulu guna memperkuat ketahanan stok pangan, khususnya beras dan gula.

“Keberadaan gudang tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas stok beras dan gula, terutama menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu yang berpotensi mengganggu distribusi,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan itu Direktur SPHP Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Anny Muryani, serta jajaran Badan Pangan Nasional lainnya.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkab Mahakam Ulu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara aman dan terjangkau. (MK)

Editor: Agus S

Mobil Pengangkut Ayam Ikut Karam Saat Feri Tenggelam di Mahakam

0
Tangkapan layar detik-detik karamnya kapal di Sirbaya. (Istimewa)

TENGGARONG — Aktivitas penyeberangan di Sirbaya, Kecamatan Sebulu, mendadak berubah menjadi kepanikan, Selasa (24/2/2026) sore. Feri Fatimah 2 dilaporkan tenggelam di tengah lintasan Sungai Mahakam saat membawa sejumlah kendaraan.

Sebelum aparat tiba di lokasi, warga di sekitar dermaga lebih dulu berlari memberikan pertolongan. Momen karamnya kapal sempat direkam warga dan beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, feri berwarna hijau tosca dan biru itu tampak mengangkut tiga kendaraan. Sebuah truk kuning berada di bagian belakang, sementara dua mobil pikap di bagian depan membawa muatan sembako dan ayam hidup untuk dipasarkan. Kapal terlihat miring sebelum akhirnya perlahan tenggelam.

Insiden terjadi saat feri berlayar dari Desa Sebulu Ulu menuju Tenggarong. Di tengah perjalanan, kapal diduga mengalami gangguan sehingga berupaya menepi. Namun sebelum mencapai titik aman, kapal lebih dulu kehilangan keseimbangan dan karam.

Warga yang berada di sekitar lokasi bergerak cepat melakukan evakuasi. Beberapa membantu penumpang turun dari kapal, sementara lainnya memastikan tidak ada yang tertinggal di atas feri. Respons spontan tersebut memastikan seluruh penumpang dan awak kapal selamat.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, membenarkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini saya baru mau menuju TKP,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan informasi awal, Fatimah 2 beroperasi pada jalur penyeberangan yang biasa dilayani bersama Feri H. Muhammad. Insiden terjadi di tengah lintasan sehingga kapal tidak sempat mencapai dermaga.

Proses evakuasi kendaraan direncanakan dilakukan setelah Magrib dengan menunggu dukungan peralatan dari instansi teknis. Kerugian sementara diperkirakan berupa kerugian material pada kendaraan dan muatan yang ikut terendam.

“Sementara informasinya yang saya terima itu, nanti akan saya update lagi setelah di TKP untuk memantau evakuasi,” tambah Edy.

Akibat kejadian ini, aktivitas penyeberangan kendaraan di jalur Sirbaya untuk sementara terganggu. Pihak terkait masih melakukan penelusuran guna memastikan penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut. (MK)

Editor: Agus S

Tuntut Reformasi Polri, Mahasiswa Unikarta Datangi Polres Kukar

0
Suasana aksi di halaman Polres Kukar (Ady/MKN)

TENGGARONG — Puluhan mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar aksi unjuk rasa di halaman Mapolres Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (24/2/2026) siang. Di tengah suasana Ramadan, mereka menyuarakan tuntutan reformasi internal kepolisian.

Aksi tersebut dipicu sorotan terhadap dugaan kekerasan yang melibatkan oknum anggota Brimob, Bripda MS, terhadap seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri berinisial AT (14) di Tual, Maluku Tenggara, yang berujung pada kematian korban.

Bagi mahasiswa, kasus itu bukan sekadar persoalan pidana individu, melainkan menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Mereka yang seharusnya melindungi masyarakat, justru menjadi pelaku kekerasan. Ini mencederai rasa keadilan,” ujar Ketua BEM Unikarta, Zulkarnain, saat menyampaikan orasi.

Dalam aksinya, mahasiswa menilai reformasi Polri tidak boleh berhenti sebatas slogan. Mereka menyinggung masih adanya dugaan tindakan represif terhadap masyarakat sipil yang dinilai menjadi indikator perlunya pembenahan serius di tubuh institusi.

“Reformasi Polri jangan hanya menjadi slogan. Ketika masih ada kekerasan terhadap masyarakat sipil, itu artinya pembenahan harus dipercepat. Kami sebagai masyarakat merasa terancam dengan tindakan brutal dan represif aparat,” tegas Zulkarnain.

Mahasiswa juga berharap dapat berdialog langsung dengan Kapolres Kukar. Namun, ketidakhadiran pimpinan kepolisian setempat menjadi catatan tersendiri bagi massa aksi.

“Seharusnya kami bisa berdialog langsung dengan Kapolres. Namun karena beliau tidak bisa hadir, ini menjadi kekecewaan bagi kami. Kami tegaskan, aksi akan terus berlanjut dengan massa yang lebih besar,” ujarnya.

Pihak kepolisian diwakili Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Roganda. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolres serta memastikan proses hukum atas kasus di Tual berjalan sesuai ketentuan.

“Kami menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya adik kita di Tual. Perkara tersebut telah ditangani sesuai prosedur, baik secara etik, profesi, maupun pidana. Proses hukumnya sedang berjalan,” jelasnya.

Ia juga menyebut aspirasi mahasiswa sebagai bentuk kontrol sosial yang penting.

“Kami berterima kasih atas masukan dari teman-teman mahasiswa. Kritik ini merupakan wujud kecintaan kepada Polri agar kami dapat terus berbenah dan bertindak profesional, proporsional, serta sesuai aturan hukum yang berlaku,” tambahnya.

Aksi berlangsung dalam pengawalan aparat dan berjalan tertib hingga massa membubarkan diri menjelang waktu berbuka puasa. (MK)

Editor: Agus S

Kapal Feri Fatimah 2 Karam di Mahakam, 8 Orang Selamat

0
Proses evakuasi kapal yang tenggelam di Sirbaya (Istimewa)

TENGGARONG — Insiden tenggelamnya Kapal Feri Fatimah 2 di perairan Sungai Mahakam, Dusun Sirbaya, Kecamatan Sebulu, Selasa (24/2/2026) sore, diduga dipicu kebocoran pada bagian lambung kapal saat melintasi arus deras.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.15 Wita di RT 011 Dusun Sirbaya, Desa Sebulu Modern, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Saat kejadian, kapal penyeberangan tersebut membawa enam penumpang dewasa, satu nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK). Total delapan orang berada di atas kapal.

Nahkoda Ujas (29) dan ABK Agus (29), keduanya warga Desa Sebulu Modern, dipastikan selamat. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Saksi mata Marmoyo (36) menuturkan, saat itu kapal melaju dalam posisi lurus melintasi arus sungai yang cukup kuat. Namun tak lama kemudian terlihat air masuk ke dalam kapal yang diduga berasal dari bagian lambung yang bocor.

Mengetahui kondisi tersebut, kapal sempat dipacu dengan harapan bisa segera mencapai dermaga. Upaya itu tak membuahkan hasil. Feri berhenti sekitar 100 meter dari dermaga sebelum akhirnya perlahan tenggelam.

“Sekitar 100 meter lagi dari dermaga tenggelamnya,” sebut Maryoyo.

Saksi lain, Basuki (46), membenarkan bahwa kejadian berlangsung cepat. Penumpang langsung berusaha menyelamatkan diri begitu kapal mulai kehilangan keseimbangan.

Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar. Kerugian tersebut meliputi satu unit kapal Feri Fatimah 2 serta tiga unit mobil yang berada di atas kapal saat insiden terjadi.

Ketiga kendaraan tersebut ikut terendam bersama badan kapal di perairan Sungai Mahakam.

Dari laporan awal, dugaan sementara penyebab kecelakaan air ini adalah kebocoran pada badan kapal yang membuat air masuk dan mengurangi daya apung. Namun penyebab pasti masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.

Insiden ini kembali menjadi peringatan penting soal keselamatan transportasi sungai di Kutai Kartanegara, terutama di jalur penyeberangan yang menjadi akses vital mobilitas warga dan distribusi barang setiap hari. (MK)

Editor: Agus S

Gratispol Disorot di Paripurna, Infrastruktur Dasar Masih Dikeluhkan

0
Suasana Rapat Paripurna di Gedung B, Komplek DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, (K. Irul Umam/MKN).

SAMARINDA – Rapat Paripurna ke-3 masa sidang III tahun 2025 DPRD Kalimantan Timur, Senin (23/2/2026), diwarnai evaluasi tajam terhadap program Gratispol dan kondisi infrastruktur dasar di sejumlah daerah.

Sebanyak 32 anggota dewan menyampaikan hasil reses yang dilakukan pada 25 Januari–1 Februari 2026. Aspirasi dihimpun dari berbagai daerah pemilihan dan mengerucut pada dua isu utama: efektivitas Gratispol serta ketimpangan layanan dasar.

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud itu turut dihadiri Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama jajaran Pemprov dan kepala perangkat daerah.

Dari laporan tujuh fraksi, keluhan masyarakat dinilai relatif seragam. Infrastruktur jalan lingkungan, akses air bersih, drainase, hingga fasilitas pendidikan disebut belum merata. Namun sorotan paling kuat tetap tertuju pada implementasi Gratispol, terutama sektor pendidikan dan kesehatan.

Fraksi PDI Perjuangan melalui Yonavia menilai terdapat sejumlah persoalan teknis dalam Gratispol pendidikan. Proses verifikasi dianggap lambat, sementara skema pembiayaan dinilai belum sepenuhnya gratis.

“Mahasiswa masih menanggung kekurangan UKT karena hanya ditanggung maksimal Rp5 juta per semester. Ada pembatasan usia dan jenis kelas, sehingga dianggap tidak sesuai dengan janji kampanye,” ungkapnya saat membacakan laporan fraksi.

Selain itu, fraksi tersebut juga menyinggung distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) yang belum optimal. Hambatan regulasi pusat diakui ada, namun pemerintah daerah dinilai perlu mencari solusi alternatif.

“Belajar dari Sulawesi Selatan, alsintan tetap bisa diberikan lewat komunikasi intens antara provinsi dan pemerintah pusat,” imbuhnya.

Fraksi PAN–NasDem mencatat 312 usulan dari 66 titik desa dan kelurahan. Infrastruktur jalan masih menjadi aspirasi dominan, termasuk keluhan terhadap kondisi Tol Balikpapan–Samarinda yang bergelombang.

Masalah lain yang mencuat meliputi belum meratanya air bersih, lampu penerangan jalan umum (LPJU), serta kebutuhan pembangunan dan renovasi sekolah, mulai dari SMA, SMK hingga PAUD.

Di bidang kesehatan, fraksi menyoroti dinonaktifkannya sejumlah peserta BPJS PBI yang berdampak pada akses layanan masyarakat. Warga berharap Gratispol kesehatan dapat menjadi solusi.

“Program beasiswa juga belum menyeluruh. Banyak siswa dan mahasiswa yang belum mendapatkan manfaatnya,” ujar Baharuddin Demmu membacakan laporan fraksi.

Menanggapi berbagai catatan tersebut, Rudy Mas’ud menyampaikan apresiasi atas hasil reses DPRD. Ia menyebut laporan tersebut menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Ia mengungkapkan bahwa pada tahap kedua, Pemprov telah menganggarkan sekitar Rp1,37 triliun untuk bantuan keuangan pendidikan Gratispol, mencakup mahasiswa hingga semester delapan.

“Kami akui memang mesti ada evaluasi. Tetapi tahap kedua sudah kami anggarkan sekitar Rp1,37 triliun. Tentu ada mekanisme pendaftaran yang harus diikuti mahasiswa,” jelasnya.

Rudy menegaskan pentingnya efektivitas penggunaan anggaran agar benar-benar berdampak pada pengurangan kesenjangan wilayah dan peningkatan layanan publik.

Namun dari berbagai aspirasi yang disampaikan, pesan yang muncul cukup jelas: persoalan tidak hanya terletak pada besaran anggaran, tetapi pada eksekusi, pemerataan, dan konsistensi antara janji dan realisasi di lapangan.

Reses kali ini menjadi pengingat bahwa di balik angka triliunan rupiah dan program unggulan, masyarakat masih menuntut hal-hal mendasar—jalan yang layak, air bersih yang mengalir, sekolah representatif, dan bantuan yang benar-benar terasa manfaatnya. (MK)

Editor: Agus S