Beranda blog Halaman 287

DPR Bela Pekerja Kreatif, Dorong Amsal Sitepu Tidak Ditahan

0
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman saat memimpin rapat dengan terdakwa kasus proyek video profil desa, Amsal Sitepu. (Sumber: YT Parlemen TV)

JAKARTA — Komisi III DPR RI menyatakan siap menjadi penjamin dalam pengajuan penangguhan penahanan terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi proyek video profil desa di Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu.

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap pelaku industri kreatif sekaligus upaya mendorong penegakan hukum yang lebih berkeadilan.

“Komisi III DPR mengajukan agar Saudara Amsal Christy Sitepu diberikan penangguhan penahanan dengan Komisi III DPR RI sebagai penjamin,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menekankan bahwa penanganan perkara ini perlu mengedepankan keadilan substantif, mengingat objek perkara berkaitan dengan hasil kerja kreatif yang tidak memiliki standar harga baku.

“Penegakan hukum harus mengedepankan keadilan substantif, bukan sekadar kepastian hukum formalistik,” tegasnya.

Menurutnya, pekerjaan di sektor kreatif seperti ide, konsep, editing, hingga dubbing tidak bisa dinilai secara kaku. Penilaian nol rupiah terhadap komponen tersebut dinilai tidak mencerminkan realitas kerja di industri kreatif.

Habiburokhman juga menegaskan bahwa tujuan utama penegakan hukum bukan hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan kerugian negara.

“Dengan nilai kerugian Rp202 juta, akan lebih efektif jika sejak awal dimaksimalkan pengembalian kerugian negara,” katanya.

Komisi III DPR juga mengingatkan agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk yang dapat menghambat perkembangan industri kreatif di Indonesia akibat kekhawatiran kriminalisasi.

Selain itu, DPR meminta majelis hakim untuk mempertimbangkan putusan yang adil, termasuk kemungkinan putusan bebas atau setidaknya hukuman ringan dengan mempertimbangkan rasa keadilan di masyarakat.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga sebagai refleksi perlindungan terhadap pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Parkir Tangga Arung Disorot, Ormas Minta Keadilan untuk Putra Daerah

0
Suasana demo tiga ormas di Tangga Arung Square. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kutai Kartanegara menggelar aksi damai di kawasan Tangga Arung Square, Senin (30/3/2026), menyoroti pengelolaan parkir serta peluang usaha yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat lokal.

Aksi tersebut melibatkan aliansi Remaong Koetai Berdjaya, Remaong Kutai Menamang, dan Kayuh Baimbai. Mereka menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar serta aktivitas CV Ngayau yang dinilai belum transparan.

Ketua Aliansi sekaligus Ketua Remaong Koetai Berdjaya, Hebby Nurlan Arafat, menyebut pihaknya telah menempuh jalur komunikasi resmi sebelum memutuskan turun ke jalan.

“Ini pun belum ada kejelasan, makanya kami ambil langkah aksi. Kami sudah mengikuti prosedur, tapi belum ada perhatian,” ujarnya.

Ia menyoroti belum adanya kejelasan legalitas dan pola pengelolaan parkir di kawasan tersebut. Menurutnya, keterlibatan ormas sebelumnya justru atas ajakan pihak pengelola.

“Kami ini diajak, dirangkul, tapi sampai sekarang legalitasnya tidak jelas. Seolah dikelola tanpa kepastian,” tegasnya.

Selain itu, Hebby juga menilai peluang usaha lebih banyak diberikan kepada pihak luar daerah, sementara putra daerah dinilai belum mendapat ruang yang adil.

“Mereka bilang sudah investasi besar, tapi kami juga siap. Banyak putra daerah yang mampu, hanya saja tidak diberi kesempatan,” katanya.

Sebagai bentuk protes, massa aksi sempat menggratiskan parkir di kawasan tersebut. Meski demikian, aksi dipastikan berlangsung damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, perwakilan CV Ngayau, Ridwan, menyebut komunikasi dengan ormas sebenarnya masih berjalan. Ia menjelaskan bahwa aspirasi yang muncul berkaitan dengan keinginan untuk terlibat dalam pengelolaan parkir, termasuk melalui skema investasi.

“Audiensi sudah beberapa kali dilakukan. Kendalanya ada pada kesepahaman dengan pemegang modal,” ujarnya.

Ridwan menambahkan, saat ini pengelolaan parkir masih dalam tahap uji coba sejak 2 Februari 2026, sehingga berbagai aspek masih dalam proses penyesuaian.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tetap melibatkan anggota ormas dalam operasional, seperti sebagai juru parkir dan kasir.

“Kami tidak menutup ruang. Sampai sekarang mereka masih terlibat,” jelasnya.

Terkait aksi penggratisan parkir, pihak pengelola mengingatkan adanya konsekuensi terhadap kewajiban pajak dan operasional. Pada Februari, mereka mengaku telah menyetor pajak sekitar Rp9 juta, sementara pendapatan masih belum stabil.

Dalam waktu dekat, manajemen menargetkan adanya keputusan lanjutan setelah komunikasi dengan para pemegang modal kembali dilakukan. (MK)

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Permintaan Bebas dari DPR Ditanggapi, Kejagung: Ada Mekanisme Hukum

0
Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna. (Dok. Kejagung)

JAKARTA — Kejaksaan Agung menegaskan bahwa putusan terhadap terdakwa kasus dugaan mark up proyek video desa di Kabupaten Karo, Amsal Christy Sitepu, sepenuhnya berada di tangan majelis hakim.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan bahwa pihaknya menghormati sikap Komisi III DPR RI yang mendorong adanya putusan bebas atau keringanan hukuman bagi terdakwa. Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Yang pertama kami menghormati dan memang fungsi DPR untuk mengawasi agar penegak hukum berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, Anang menekankan bahwa kewenangan memutus perkara sepenuhnya berada di tangan hakim. Tidak ada pihak di luar pengadilan yang dapat menentukan hasil akhir perkara.

“Terkait permohonan terdakwa, silakan ditempuh melalui mekanisme hukum. Setelah tuntutan, berikutnya ada pleidoi atau pembelaan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan Kejagung siap memberikan penjelasan secara terbuka kepada DPR dalam forum resmi sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.

“Terkait RDP, kami siap dan menghormati. Ini menjadi bagian kontrol agar penegakan hukum berjalan sesuai aturan dan memenuhi rasa keadilan masyarakat,” tambahnya.

Sebelumnya, Komisi III DPR RI melalui Ketua Komisi III, Habiburokhman, meminta agar majelis hakim mempertimbangkan putusan bebas atau setidaknya hukuman ringan bagi Amsal Sitepu.

Menurut DPR, perkara ini tidak hanya menyangkut nasib terdakwa, tetapi juga menjadi preseden penting bagi perlindungan pelaku ekonomi kreatif agar tidak terjerat hukum akibat perbedaan penilaian terhadap harga jasa.

Kasus ini kini memasuki tahap pembelaan (pleidoi), sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan akhir dalam persidangan. (MK)

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Basuki Ungkap Persiapan Istana Wapres di IKN Sudah Rampung

0
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono saat raker dengan Komisi II DPR RI di Jakarta. (Istimewa)

NUSANTARA – Wacana berkantornya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mencuat dalam rapat kerja Komisi II DPR RI bersama Otorita IKN, Senin (30/3/2026) di Jakarta.

Isu tersebut mencuat setelah Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, mempertanyakan secara langsung kesiapan pemerintah terkait kemungkinan Wapres mulai berkantor di IKN pada tahun ini.

“Ada isu, katanya Wapres Gibran mau berkantor di IKN, kira-kira tahun ini bisa berkantor di sana nggak?” tanyanya dalam rapat yang disiarkan melalui TV Parlemen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan jawaban yang cukup optimistis. Ia menyebut sejumlah langkah persiapan telah dilakukan, termasuk penugasan puluhan staf untuk mendukung operasional awal.

“Saya kira ini, iya, karena sudah ada penugasan sekitar 50 staf kepresidenan ke sana untuk persiapan. Mudah-mudahan segera bisa berkantor di IKN,” ujar Basuki.

Ia menjelaskan, berbagai kebutuhan teknis juga tengah disiapkan, termasuk pengisian furnitur di Istana Wakil Presiden yang sudah rampung secara fisik.

Meski demikian, Basuki belum bisa memastikan waktu pasti kapan Gibran benar-benar mulai berkantor di IKN. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini statusnya masih dalam tahap perencanaan dan persiapan.

“Insyaallah bisa berkantor tahun ini,” katanya singkat.

Optimisme tersebut juga didukung oleh kesiapan infrastruktur utama di kawasan inti pemerintahan, termasuk bangunan Istana Wakil Presiden yang telah selesai dibangun.

Sebelumnya, media juga telah diajak meninjau langsung kesiapan fasilitas tersebut oleh Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw.

Basuki menegaskan bahwa harapannya pemerintah pusat dapat segera memulai aktivitas pemerintahan di IKN secara bertahap, termasuk kehadiran Wakil Presiden sebagai simbol awal perpindahan pusat pemerintahan.

“Harapannya tahun ini sudah bisa berkantor di IKN, karena gedungnya sudah siap,” pungkasnya. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Edukasi Humanis Brimob Kubar, Anak SD Diajak Belajar di Lapangan

0
Personel Brimob Kutai Barat foto bersama siswa SD Transformasi dan guru pendamping di Mako Brimob usai memberikan edukasi pengenalan tugas dan fungsi Polri, khususnya Brimob. //foto-ichal-mediakaltim.

SENDAWAR – Satuan Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Kutai Barat menerima kunjungan siswa Sekolah Dasar (SD) Transformasi Kutai Barat dalam kegiatan field trip edukatif di Markas Komando (Mako) Brimob, Jalan Sendawar Raya, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Senin (30/3/2026).

Kunjungan yang diikuti siswa kelas 2 dan 3 beserta guru pendamping ini bertujuan mengenalkan tugas dan fungsi Polri, khususnya Satuan Brimob, melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut langsung Komandan Kompi (Danki) Brimob, Ipda Abdullah Hadi, bersama personel.

Ketua Yayasan Pendidikan Transformasi Kutai Barat, Widodo Rahayu, menjelaskan bahwa kegiatan field trip merupakan bagian dari metode pembelajaran berbasis pengalaman.

“Kegiatan ini dirancang agar siswa belajar melalui observasi, simulasi profesi, dan aktivitas luar ruangan, bukan hanya teori di kelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut rutin dilakukan dengan mengunjungi berbagai instansi, seperti perbankan, kepolisian, kejaksaan, DPRD, hingga lembaga pemerintahan, guna memperkenalkan lingkungan kerja kepada peserta didik sejak dini.

Sementara itu, Ipda Abdullah Hadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Brimob terhadap dunia pendidikan sekaligus pembinaan karakter generasi muda.

“Kunjungan ini bertujuan mengenalkan tugas Polri, khususnya Brimob, serta menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, dan cinta tanah air sejak dini,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob menyampaikan materi secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Materi meliputi pengenalan tugas Brimob, pentingnya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta keselamatan diri.

Selain itu, siswa juga diajak berinteraksi melalui sesi tanya jawab dan kegiatan ringan yang bersifat edukatif, sehingga suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Para guru menilai program tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasan serta membangun karakter siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri, khususnya Brimob, dengan dunia pendidikan, sekaligus menciptakan generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan cinta tanah air. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Tujuh Raperda Dibahas, Pemkab Kubar Apresiasi Masukan Fraksi

0

SENDAWAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Rapat Paripurna VI Masa Sidang I Tahun 2026 dengan agenda mendengarkan jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi terhadap tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Senin (30/3/2026).

Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kubar tersebut sekaligus menjadi tahapan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk pembahasan lanjutan Raperda.

Jawaban pemerintah daerah disampaikan Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, yang membacakan sambutan tertulis Bupati. Ia menyampaikan apresiasi atas masukan konstruktif dari tiga fraksi DPRD, yakni PDI Perjuangan, Golkar, serta gabungan Gerindra, Demokrat, dan Keadilan (GDK).

Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani saat membacakan sambutan tertulis Bupati Kutai Barat dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kubar. //foto-istimewa.

“Seluruh masukan fraksi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan substansi Raperda agar selaras dengan arah pembangunan daerah,” ujarnya.

Nanang menjelaskan, ketujuh Raperda yang diajukan telah diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta misi pembangunan Kutai Barat. Implementasinya nanti akan didukung oleh kelembagaan, sumber daya manusia, dan penganggaran yang memadai.

Salah satu Raperda yang menjadi perhatian adalah terkait izin membuka tanah negara. Regulasi ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, menertibkan administrasi pertanahan, serta mendukung kebijakan pembangunan daerah.

Selain itu, Raperda tentang pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal juga dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ini mencakup dukungan fiskal dan nonfiskal guna memperlancar kegiatan investasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah daerah juga menanggapi Raperda pemindahan ibu kota Kecamatan Bongan yang telah melalui kajian akademik, serta Raperda pelestarian adat istiadat yang menitikberatkan pada penguatan kelembagaan adat.

Sementara itu, Raperda penetapan nama kampung dan kelurahan bertujuan memperbaiki sejumlah penulisan nama wilayah yang sebelumnya tidak sesuai dalam dokumen resmi.

Menanggapi pandangan Fraksi Golkar, pemerintah daerah sepakat bahwa seluruh Raperda harus disesuaikan dengan kondisi geografis, jumlah penduduk, serta potensi daerah agar memberikan dampak nyata terhadap pelayanan publik.

Pemerintah juga berharap pansus yang akan dibentuk dapat bekerja secara profesional, objektif, dan aspiratif dalam membahas seluruh Raperda dengan mempertimbangkan aspek yuridis, sosiologis, dan filosofis.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kubar Ridwai, didampingi Wakil Ketua I Agustinus dan Wakil Ketua II Sepe Martinus, serta dihadiri anggota DPRD, unsur Forkopimda, dan kepala perangkat daerah.

Melalui sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, diharapkan seluruh tahapan pembahasan berjalan lancar dan menghasilkan produk hukum daerah yang berkualitas serta berpihak pada kepentingan masyarakat Kutai Barat. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Kebakaran Hebat di Balikpapan, Akses Petugas Terkendala Kerumunan

0
Kebakaran di Karang Jati. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Kebakaran kembali melanda permukiman warga di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah, Senin (30/3/2026) malam. Api dengan cepat membesar dan disertai asap tebal yang membumbung tinggi, membuat situasi di lokasi sempat panik.

Sejumlah rumah warga yang mayoritas berbahan kayu dengan mudah dilalap api. Warga setempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun tidak berhasil karena kobaran api terus meluas dan sulit dikendalikan.

Kepanikan tak terhindarkan. Warga berhamburan menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah sebelum api merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman. Mereka dibantu personel TNI-Polri, relawan, serta masyarakat setempat untuk menjinakkan api agar tidak semakin meluas.

Namun, proses pemadaman sempat mengalami kendala. Banyaknya warga yang memadati lokasi untuk menyaksikan kejadian menghambat akses masuk dan pergerakan armada pemadam.

Kondisi tersebut membuat upaya penanganan menjadi lebih menantang, terutama di kawasan permukiman padat dengan akses jalan yang terbatas.

Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman masih berlangsung. Pihak berwenang juga masih melakukan pendataan terkait dampak kebakaran serta penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di kawasan padat penduduk, serta perlunya kesadaran masyarakat untuk tidak menghambat proses penanganan darurat demi keselamatan bersama. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Bupati Kubar Tegaskan OPD Wajib Tepat Waktu dan Akuntabel

0

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menegaskan pentingnya akuntabilitas, transparansi, dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan program pemerintah daerah. Penegasan itu disampaikan saat membuka rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan kegiatan Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Senin (30/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ) tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan perencanaan dan pelaksanaan program agar berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Rakor ini dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, Penjabat Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, para asisten, serta seluruh pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kubar.

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin saat memberikan arahan kepada pimpinan perangkat daerah dalam rakor di Gedung Auditorium ATJ Pemkab Kubar. //foto-istimewa.

Dalam arahannya, Frederick Edwin menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh komitmen dan kedisiplinan seluruh perangkat daerah dalam menjalankan program kerja.

“Saya mengingatkan agar setiap perangkat daerah memperhatikan aspek akuntabilitas, transparansi, serta ketepatan waktu dalam pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah sebagai kunci utama keberhasilan program. Menurutnya, komunikasi yang intensif dan berkelanjutan harus terus diperkuat agar setiap program dapat berjalan selaras dengan tujuan pembangunan daerah.

“Koordinasi yang baik antar perangkat daerah menjadi kunci utama. Seluruh OPD harus meningkatkan komunikasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Selain sebagai forum penyelarasan program, rakor ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan sebelumnya. Berbagai strategi dibahas, mulai dari pengelolaan anggaran, percepatan realisasi program, hingga antisipasi hambatan di lapangan.

Perangkat daerah juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan serta kendala yang dihadapi sebagai bahan perbaikan ke depan.

Melalui rakor ini, Pemkab Kutai Barat berharap seluruh perangkat daerah semakin siap dalam menjalankan program Tahun 2026 secara optimal dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk meningkatkan kinerja, memperkuat sinergi, serta menjaga kualitas pelaksanaan program pembangunan di Kutai Barat. (MK)

Pewarta : Ichal
Editor : Agus S

Api Melahap Tiga Rumah di Balikpapan, Belasan Armada Damkar Dikerahkan

0
Kebakaran di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah, pada Senin (30/3/2026) malam. (Istimewa)

BALIKPAPAN — Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah, Senin (30/3/2026) malam. Sedikitnya tiga rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara sejumlah bangunan lain mengalami kerusakan pada bagian atap akibat rambatan api.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 20.50 Wita. Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

“Setibanya di lokasi, api sudah membesar karena sebagian besar bangunan berbahan kayu sehingga cepat menjalar,” ujarnya.

Untuk mengendalikan kebakaran, BPBD mengerahkan sekitar 15 hingga 18 unit armada pemadam. Penanganan juga melibatkan unsur TNI, Polri, Pertamina, Perusahaan Air Minum (PAM), Angkatan Laut, serta relawan.

Kondisi permukiman yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Selain itu, akses jalan yang sempit serta kerumunan warga turut menghambat pergerakan armada pemadam.

“Kami mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran karena bisa membahayakan keselamatan dan menghambat proses pemadaman,” tegas Usman.

Meski menghadapi sejumlah kendala, api berhasil dikendalikan dalam waktu relatif cepat, sekitar 30 menit hingga satu jam setelah petugas tiba di lokasi.

Berdasarkan data sementara, tiga rumah terbakar habis, sementara beberapa rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian, terutama pada bagian atap. Petugas masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian.

Terkait penyebab kebakaran, pihak BPBD menyebut masih dalam penyelidikan kepolisian.

“Untuk dugaan sementara belum bisa dipastikan. Masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, petugas tetap melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi benar-benar aman serta mengantisipasi munculnya titik api baru.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di kawasan padat penduduk, terutama dengan bangunan berbahan mudah terbakar. Di tengah musibah, kolaborasi lintas instansi dan kepedulian masyarakat menjadi faktor kunci dalam mencegah dampak yang lebih besar. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

IKN Ramai Saat Libur Panjang, Kunjungan Tembus 352 Ribu Orang

0
Banyak orang penasaran sejauh apa pembangunan IKN. Libur panjang pun tak disia-siakan untuk berkunjung. (Dok. Otorita)

NUSANTARA – Antusiasme masyarakat terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus meningkat. Selama periode libur panjang dan Lebaran, tercatat sebanyak 352.102 orang mengunjungi kawasan tersebut, dengan total kendaraan mencapai 80.105 unit, mulai dari roda dua, roda empat, hingga bus.

Lonjakan kunjungan ini terjadi dalam rentang waktu 18 hingga 29 Maret 2026, menandai tingginya minat publik untuk melihat langsung perkembangan pembangunan calon ibu kota baru Indonesia tersebut.

Otorita IKN memastikan pelayanan kunjungan tetap berjalan optimal, khususnya di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara yang menjadi pusat aktivitas pengunjung.

Pelayanan ini didukung oleh Tim Pelayanan Kunjungan Masyarakat yang dipimpin Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, dengan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, sebagai wakil ketua.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran pelayanan kunjungan, termasuk TNI, Polri, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan pelayanan kunjungan masyarakat ke IKN. Seeing is believing, masyarakat bisa melihat langsung bagaimana perkembangan pembangunan Nusantara,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunjungan ini tidak hanya memperlihatkan progres fisik pembangunan, tetapi juga perkembangan ekosistem kawasan yang tengah dibangun secara bertahap.

Antusiasme juga datang dari wisatawan mancanegara. Salah satunya Michael De Jong, turis asal Belanda, yang menilai IKN sebagai destinasi yang layak dikunjungi.

“Saya pikir kota ini harus dilihat. Jika Anda berada di Kalimantan, Anda wajib meluangkan waktu untuk mengunjungi Nusantara, karena sangat berbeda,” ungkapnya.

Selama periode kunjungan, sejumlah titik menjadi favorit pengunjung, di antaranya kawasan Istana Negara, Masjid Negara IKN, jembatan kaca di area glamping, Bendungan Sepaku Semoi, serta Taman Kusuma Bangsa.

Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga mulai berkembang sebagai destinasi wisata baru yang menarik perhatian masyarakat luas. (MK)

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S