Beranda blog Halaman 286

Air PDAM di Kampung Jawa Hanya Mengalir Malam Hari, Warga Keluhkan Gangguan Seminggu Terakhir

0
Kondisi air mengalir sangat kecil di wilayah Kampung Jawa. (Dwi S).

BONTANG – Warga di wilayah Kampung Jawa, tepatnya di Jalan Awang Long, Gang. II, RT.19, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, mengeluhkan distribusi air PDAM yang tidak normal dalam sepekan terakhir.

Pasalnya, pasokan air bersih disebut hanya mengalir pada malam hari saja dengan waktu yang tidak menentu. Terkadang ketika di malam hari pun, air mengalir sangat kecil bahkan tidak mengalir sama sekali.

Arif, salah satu warga sekitar menyampaikan bahwa kondisi tersebut menyulitkan aktivitas sehari-hari, terutama untuk kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, hingga mandi.

“Air biasanya baru hidup pas malam hari, itu pun tidak pasti jamnya. Kadang tengah malam baru keluar airnya, di waktu-waktu subuh,” ucapnya, Selasa (31/3/2026).

Situasi ini memaksa warga harus menampung air pada malam hari, untuk digunakan keesokan harinya. Namun, tidak semua warga memiliki penampungan yang memadai, sehingga sebagian harus mencari alternatif sumber air lainnya.

“Kadang mereka ada juga yang beli air tangki, karena air PDAM yang tidak sama sekali mengalir. Kita sebagai warga disini, cukup kesulitan. Soalnya air kan sangat dibutuhkan untuk keseharian kita,” bebernya.

Warga berharap pihak PDAM Bontang bisa segera memberikan penjelasan, terkait dengan penyebab gangguan distribusi tersebut serta melakukan perbaikan agar pasokan air kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM Bontang, dengan kendala yang terjadi di wilayah tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Bocah 10 Tahun Tewas Diterkam Buaya di Sungai Bengalon

0
Jenazah anak SD yang diterkam buaya di Sungai Bengalon Kutim. (Dok Polres Kutim)

SANGATTA – Tragedi serangan buaya kembali terjadi di Kutai Timur (Kutim). Seorang bocah berusia 10 tahun, Muhamad Isam, tewas setelah diterkam saat mandi di Sungai Jembatan 6 Kudung, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto melalui Kapolsek Bengalon AKP Asriadi menegaskan, lokasi tersebut memang dikenal sebagai kawasan rawan serangan buaya. Masyarakat pun diminta tidak lagi beraktivitas di sekitar sungai demi keselamatan.

“Lokasi tersebut merupakan daerah rawan serangan buaya. Kami minta masyarakat mematuhi imbauan yang sudah dipasang dan tidak melakukan aktivitas di sungai,” tegasnya.

Peristiwa nahas itu terjadi saat korban mandi bersama sejumlah rekannya di pinggir sungai. Tiba-tiba, korban berteriak meminta tolong. Salah satu temannya sempat mencoba menarik tubuh korban, namun gagal karena kuatnya tarikan dari dalam air.

Tak lama berselang, seekor buaya muncul dan terlihat menggigit bagian pundak korban sebelum menyeretnya ke arah semak bambu di tepi sungai.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pencarian. Setelah lebih dari tiga jam, sekitar pukul 17.30 WITA, korban ditemukan sekitar 40 meter dari lokasi awal.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Salah seorang warga nekat melempar tombak ke arah buaya hingga korban akhirnya bisa dilepaskan.

Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Bengalon kembali mengingatkan, sebelumnya sudah ada larangan beraktivitas di sungai tersebut karena potensi bahaya satwa liar yang kerap muncul di kawasan itu.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami harap masyarakat benar-benar mematuhi larangan beraktivitas di sungai tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Bontang Capai Zero Kemiskinan Ekstrem 2025

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb31mar2026/mobile/

Wali Kota Imbau Orang Tua Batasi Penggunaan Gadget ke Anak SD

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat ditemui. (Dwi S).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak memberikan gadget secara berlebihan, ke anak usia sekolah. Khususnya anak di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Imbauan tersebut disampaikan secara lagsung, setelah pihaknya menemukan kasus seorang anak masih menduduki bangku SD yang putus sekolah, akibat tinggal kelas serta belum lancar membaca dan berhitung.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pendidikan dasar di Kota Bontang. Terlebih lagi, bagi pengguna gadget yang tidak terkontrol dinilai dapat berdampak negatif terhadap kemampuan belajar anak.

“Ibu kalau sayang anaknya jangan dikasih main handphone terus, anak-anak harus belajar demi masa depannya,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam mengawasi tumbuh kembang anak, termasuk dalam membatasi penggunaan gadget.

Selain itu, Neni juga menegaskan bahwa untuk kebiasaan bermain gawai secara berlebihan, dapat menurunkan daya tangkap serta minat belajar anak. Sebab sudah terbiasa bermain gadget tanpa batasan waktu.

Sehingga, Neni sangat meminta kepada orang tua untuk lebih peduli terhadap pendidikan anak, dan memastikan mereka tetap aktif dalam kegiatan belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

“Lebih baik kembali sekolah, mengaji, daripada di rumah saja. Banyak beraktivitas dengan belajar, jangan memberikan gadget terus-menerus,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Neni telah meminta orang tua anak tersebut untuk kembali menyekolahkan anaknya. Ia juga mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, guna menangani persoalan tersebut, sehingga anak yang bersangkutan dapat kembali melanjutkan pendidikannya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mudahkan ASN Kutim, Urus Dokumen Kependudukan Bisa Lewat BKPSDM

0
Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disdukcapil dan BKPSDM, layanan administrasi kependudukan bagi ASN resmi dibuat lebih praktis dan terintegrasi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kabar baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kutai Timur (Kutim). Kini, pengurusan dokumen kependudukan tak lagi harus antre di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Disdukcapil dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), layanan administrasi kependudukan bagi ASN resmi dibuat lebih praktis dan terintegrasi. Penandatanganan dilakukan pada Selasa (31/3/2026) di Kantor BKPSDM.

Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan bahwa kerja sama ini memungkinkan ASN mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke Disdukcapil. Seluruh proses kini dapat difasilitasi melalui BKPSDM.

Terutama untuk kebutuhan yang berkaitan dengan perubahan status kepegawaian, seperti pasca pensiun, baik karena batas usia pensiun (BUP) maupun karena meninggal dunia.

“Ini bentuk komitmen kami untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik. Kami ingin memastikan masyarakat, termasuk ASN, bisa merasakan kemudahan dalam mengakses layanan administrasi kependudukan,” ujar Jumeah.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang cepat, efisien, dan tidak membebani masyarakat.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kutim menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung implementasi kerja sama tersebut. Menurutnya, integrasi layanan ini akan sangat membantu ASN, terutama dalam situasi administratif yang membutuhkan kecepatan dan kepastian dokumen.

“ASN tidak perlu lagi meninggalkan pekerjaan hanya untuk mengurus dokumen. Semua bisa difasilitasi melalui BKPSDM,” tegasnya.

Dengan adanya PKS ini, Pemkab Kutim berharap pelayanan administrasi kependudukan semakin responsif dan praktis. ASN pun kini bisa lebih fokus menjalankan tugas, tanpa direpotkan urusan birokrasi yang berbelit.

“Harapannya, kemudahan ini benar-benar dirasakan dan memberi dampak nyata bagi ASN di Kutai Timur,” pungkas Jumeah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Halal Bihalal Alumni HIPMA-KT: Wacana Asrama Mahasiswa Menguat

0
Momentum HIPMA-KT menggelar Halal bihalal. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Halal bihalal alumni Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) yang digelar di Ruang Panel DPRD Kutai Timur, tak berhenti pada seremoni tahunan. Forum ini menjelma menjadi ruang konsolidasi lintas generasi yang memunculkan agenda strategis, terutama di sektor pendidikan.

Salah satu isu yang mengemuka adalah kebutuhan mendesak pembangunan asrama mahasiswa bagi pelajar Kutai Timur yang menempuh pendidikan di luar daerah. Ketua DPRD Kutim, Jimmi, menilai keberadaan asrama merupakan bentuk dukungan konkret yang selama ini belum terpenuhi.

“Ini bisa kita wujudkan secara bertahap, termasuk melalui pemanfaatan dana CSR. Kuncinya kolaborasi,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Ia menyebut sejumlah kota tujuan utama mahasiswa Kutim seperti Samarinda, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, hingga Malang sebagai prioritas pembangunan. Tingginya jumlah mahasiswa Kutim di kota-kota tersebut dinilai menjadi alasan kuat perlunya fasilitas penunjang yang representatif.

Gagasan ini langsung mendapat sambutan positif dari para alumni. Selain membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa, asrama juga dinilai strategis sebagai pusat pembinaan karakter dan penguatan jejaring antar mahasiswa Kutai Timur di perantauan.

Di sisi lain, forum halal bihalal ini juga menjadi pintu masuk menuju agenda besar organisasi, yakni Musyawarah Besar (Mubes) HIPMA-KT yang dijadwalkan pada 15 April 2026. Agenda tersebut disebut-sebut akan menjadi penentu arah gerak organisasi ke depan.

Ketua panitia kegiatan, Arif Bolly, menegaskan bahwa momentum halal bihalal harus dimaknai lebih dari sekadar ajang temu kangen.

“Kami ingin ini jadi titik awal kolaborasi nyata. Bukan hanya kumpul, tapi bergerak untuk daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran Ikatan Alumni (IKA) dalam membina mahasiswa aktif agar potensi yang dimiliki bisa berkembang secara terarah dan berkelanjutan.

“Potensi adik-adik kita besar. Tinggal bagaimana alumni hadir untuk mengarahkan dan membuka jalan,” tambahnya.

Arif berharap dukungan penuh dari seluruh alumni untuk menyukseskan Mubes mendatang. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting yang berkaitan langsung dengan masa depan HIPMA-KT.

Suasana keakraban yang terasa sepanjang kegiatan menjadi modal awal terbentuknya konsolidasi yang lebih kuat. Alumni lintas generasi yang hadir sepakat, sinergi yang terbangun harus berujung pada kontribusi nyata bagi pembangunan Kutai Timur khususnya dalam memperkuat sektor pendidikan.

“Kalau kita solid, bukan tidak mungkin asrama ini benar-benar terwujud dan jadi legacy untuk generasi berikutnya,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

DTT dan Dana Baznas Digelontorkan untuk Pulihkan Korban Kebakaran Batu Ampar

0
Kebakaran yang menyisakan puing-puing. (Istimewa)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tancap gas menangani dampak kebakaran hebat di Kecamatan Batu Ampar. Fokus utama kini beralih pada percepatan pemulihan korban yang kehilangan tempat tinggal.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memastikan langkah konkret segera dijalankan. Salah satunya dengan mencairkan Dana Belanja Tidak Terduga (DTT) guna mendukung kebutuhan mendesak warga terdampak.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat dukungan, khususnya dalam penyediaan hunian sementara.

“DTT segera kita gunakan. Baznas juga kita libatkan untuk membantu kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dampak kebakaran tergolong besar. Camat Batu Ampar, Ahmad Syah, menyebutkan sebanyak 117 kepala keluarga atau 337 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda mereka.

Upaya pemadaman saat kejadian berlangsung telah dilakukan secara maksimal. Dua unit mobil pemadam kebakaran milik kecamatan dikerahkan, dibantu armada perusahaan sekitar dan peralatan swadaya warga.

Namun, kobaran api sulit dikendalikan hingga meluas ke permukiman padat.

“Saya sedih, yang terbakar ini keluarga saya semua. Kami sudah berusaha, tapi ini kehendak Allah,” ujar Ahmad Syah.

Pasca kebakaran, penanganan darurat langsung dilakukan lintas sektor. Aparat TNI dan Polri mengamankan lokasi, sementara tenaga kesehatan dari puskesmas bersiaga memberikan layanan medis.

Bantuan logistik pun terus disalurkan, di antaranya: 2.290 kilogram beras, 500 liter minyak goreng, 115 paket sembako, Bantuan sandang seperti sarung, bed cover, dan terpal.

Selain itu, pemerintah juga memastikan anak-anak korban tetap dapat melanjutkan aktivitas belajar.

Dalam upaya percepatan pemulihan, Baznas Kutim menyiapkan dana sekitar Rp772 juta yang bersumber dari zakat ASN.

Anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan hunian sementara bagi para korban, agar mereka segera memiliki tempat tinggal yang layak.

Langkah cepat ini diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses .

Pemkab Kutim menargetkan dalam waktu satu pekan, rencana penanganan sekaligus penataan kawasan terdampak sudah rampung.

Rencana tersebut akan diajukan hingga ke pemerintah pusat sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi pascabencana.

Langkah ini diharapkan memberi kepastian bagi warga sekaligus mempercepat proses pemulihan secara menyeluruh.

Di balik upaya maksimal di lapangan, keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran menjadi sorotan.

Ardiansyah mengakui, jumlah armada yang terbatas serta akses jalan yang sempit menjadi kendala utama saat proses pemadaman berlangsung.

“Fasilitas sudah ada, tapi belum maksimal. Apinya besar, mobilnya cuma dua, jalan juga sempit, jadi penanganannya agak lambat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Disorot Pergantian Direksi, Gubernur Beber Korupsi hingga Dividen Anjlok di Bankaltimtara

0

SAMARINDA — Sorotan publik terhadap langkah pergantian direksi Bankaltimtara dalam beberapa pekan terakhir akhirnya dijawab Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Ia menegaskan, keputusan tersebut bukan langkah tiba-tiba, melainkan respons atas persoalan serius yang terjadi di tubuh bank daerah itu.

Rudy mengungkap, salah satu faktor utama adalah dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dengan nilai kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

“Di Kalimantan Utara terjadi tindak pidana korupsi, ratusan miliar uang rakyat hilang. Itu tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi alarm keras bagi manajemen Bankaltimtara karena menyangkut langsung dana masyarakat dan kepercayaan publik.

“Ini menyangkut uang negara dan kepercayaan masyarakat. Jadi harus dikelola oleh orang-orang yang benar-benar profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain itu, Rudy juga menyoroti penurunan kinerja keuangan Bankaltimtara yang berdampak langsung pada daerah. Dividen yang diterima pemerintah provinsi tercatat turun signifikan dari target Rp338 miliar menjadi sekitar Rp191 miliar.

“Turunnya sampai 32 persen. Ini berdampak langsung pada APBD,” katanya.

Penurunan tersebut memaksa pemerintah daerah melakukan penyesuaian dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Oleh sebab itu perlu kita lakukan evaluasi,” tambahnya.

Pernyataan ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik terkait percepatan pergantian direksi, termasuk posisi Direktur Utama yang masa jabatannya belum berakhir.

Dirut Serahkan ke Pemegang Saham

Di tengah sorotan tersebut, Direktur Utama Bankaltimtara Muhammad Yamin memilih menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pemegang saham melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Saya kira itu wewenang daripada pemegang saham. Saya akan mengikuti apapun keputusan pemegang saham melalui RUPS,” kata Muhammad Yamin.

Meski baru menjabat sejak 2024 dan masih memiliki sisa masa jabatan, posisinya kini masuk dalam evaluasi. Yamin menilai penurunan kinerja tidak bisa dilepaskan dari kondisi ekonomi daerah.

“Situasi ekonomi kan juga 2025 kita tahu. Ya, PDRB itu juga turun ya. KRP-nya itu turun,” bantahnya.

Sementara terkait kasus korupsi di Kalimantan Utara, ia menegaskan bahwa proses hukum telah berjalan.

Seleksi Terbuka dan Minim Putra Daerah

Rudy juga menanggapi sorotan lain dalam proses pergantian direksi, yakni minimnya partisipasi putra daerah dalam seleksi.

“Kenapa putra daerah kita tidak banyak yang mendaftar? Padahal sudah dibuka secara umum. Jangan tanya ke kami, kalau prosesnya sudah terbuka,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan profesional tanpa intervensi.

“Ada putra daerah yang mendaftar, tetapi dalam seleksi tidak lolos. Ini kan proses profesional, jadi berbasis penilaian,” jelasnya.

Sejumlah kandidat telah mengikuti tahapan fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan.

“Semua orang boleh mendaftar. Yang penting profesional, akuntabel, dan memiliki kompetensi,” ujarnya.

“Yang menentukan layak atau tidak itu pansel dan OJK. Setelah itu baru diserahkan ke kami untuk dipilih berdasarkan nilai,” tegasnya.

Jawaban atas Sorotan Publik

Dengan penjelasan tersebut, pergantian direksi Bankaltimtara kini tidak lagi berdiri sebagai keputusan sepihak, melainkan sebagai respons atas akumulasi persoalan yang belakangan mencuat—baik dari sisi integritas, kinerja keuangan, maupun kualitas sumber daya manusia.

“Ini bank besar, bukan bank kaleng-kaleng. Jadi yang mengelola harus orang yang benar-benar qualified,” tegas Rudy.

RUPS mendatang akan menjadi penentu arah Bankaltimtara ke depan, sekaligus menguji apakah langkah evaluasi ini mampu menjawab sorotan publik yang terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. (MK)

Pewarta: K Irul Umam/Hanafi
Editor: Agus S

Legislator Samarinda Ingatkan Program Harus Tepat Sasaran

0
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain. (Ist)

SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Dr. Sani Bin Husain, memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja Pemerintah Kota Samarinda dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025. Namun, ia juga mengingatkan adanya dua pekerjaan rumah (PR) besar yang harus menjadi perhatian ke depan.

“Semua pencapaian tentu patut dihargai. Namun, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bersama demi kemajuan kota tercinta,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Dr. Sani menegaskan bahwa DPRD memiliki peran memastikan program pemerintah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia menyoroti dua isu utama. Pertama, perlunya penyelarasan antara program yang dijalankan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, program penanganan banjir sudah banyak dilakukan, namun masih terdapat sejumlah wilayah yang kerap tergenang.

“Ini menjadi PR bagi kita bersama, bagaimana memperkecil gap antara program yang dijalankan dengan harapan masyarakat,” katanya.

Kedua, ia mengingatkan pentingnya pengendalian anggaran, khususnya pada proyek multiyears. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan terowongan Samarinda yang mengalami kenaikan anggaran dari Rp395 miliar menjadi Rp517 miliar pada awal 2026.

Menurutnya, efisiensi anggaran sekecil apa pun tetap penting, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang menantang.

“Efisiensi anggaran bukan hanya soal angka, tetapi juga memastikan manfaat maksimal bagi warga sekaligus menjaga kepercayaan publik,” jelasnya.

Dr. Sani berharap ke depan pemerintah kota dapat lebih optimal dalam merancang dan menjalankan program pembangunan agar lebih tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan evaluasi yang tepat, ia optimistis kinerja pemerintah daerah dapat semakin baik sekaligus memperkuat kepercayaan warga terhadap pembangunan di Kota Samarinda. (MK)

Penulis: Hanafi
Editor: Agus S

Bontang Capai Zero Kemiskinan Ekstrem, Wali Kota: Hasil Intervensi Terpadu

0
Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berhasil mencapai kondisi zero kemiskinan ekstrem pada tahun 2025. Capaian ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bontang terkait penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025.

Neni mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari berbagai intervensi yang dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah, dengan melibatkan lintas sektor dan pemangku kepentingan.

“Dalam program penanggulangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, seluruh sasaran telah tertangani sehingga Kota Bontang dinyatakan mencapai kondisi zero kemiskinan ekstrem,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Selain itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kota Bontang juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 7.110 jiwa, kemudian turun menjadi 6.180 jiwa pada tahun 2025.

Penurunan ini menjadi indikator positif atas efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak membuat pemerintah berpuas diri. Ke depan, Pemkot Bontang akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi guna mempercepat penurunan angka kemiskinan secara menyeluruh.

“Ini menjadi acuan bagi kami untuk terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dalam rangka percepatan penurunan angka kemiskinan pada tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam