Beranda blog Halaman 286

LitaOne Mejeng di Jogja Fashion Parade 2026, Modest Wear Karya Desainer Kota Minyak Curi Perhatian

0
Salah satu look dari desainer Marlita Silvianti di “Blue of Wafe” JPF lalu. (Istimewa)

NUSANTARA – Brand fesyen muslim asal Kota Minyak, LitaOne by Marlita Silvianti, ikut tampil dalam ajang Jogja Fashion Parade (JPF) 2026 yang digelar 6–8 Februari di Sleman City Hall, Yogyakarta. Kehadiran Lita menjadi representasi desainer Kalimantan Timur di panggung nasional yang menghadirkan sekitar 150 desainer dari berbagai daerah.

Mengusung tema “Blue of Wafe”, JPF 2026 menjadi ruang kolaborasi desainer dari luar Jawa hingga Kalimantan. Marlita Silvianti—yang akrab disapa Lita—mengaku bersyukur bisa ambil bagian dalam ajang tersebut.

Marlita Silvianti.(Istimewa)

“Seru banget. Semua antusias. Di Yogya ada beberapa teman juga yang ikut hadir menyaksikan show LitaOne di JPF. Alhamdulillah mereka sangat kagum dan minat dengan karya LitaOne,” ujar Lita saat ditemui usai audiensi bersama Otorita IKN di Gedung Oval Galery IKN, dua hari lalu.

Dalam peragaan tersebut, Lita menampilkan delapan look yang disiapkan selama dua pekan di butiknya sendiri. Koleksi yang dibawa tetap mengusung DNA modest wear—potongan longgar, tertutup, dan tidak menonjolkan lekuk tubuh.

“Di JPF tempo hari saya bawa 8 look. Nyiapkannya 2 minggu. Dirancang di butik sendiri,” jelasnya.

Respons pasar pun mulai terlihat. Lita menyebut sudah ada pesanan yang masuk, termasuk busana keluarga untuk Lebaran.

Menurutnya, keikutsertaan dalam JPF bukan sekadar tampil di panggung, tetapi membawa misi untuk menunjukkan bahwa busana muslim kini bisa tampil anggun, elegan, dan tetap modis tanpa meninggalkan nilai syariat.

“Terpenting, busana muslim sekarang bisa dikemas berbagai model trendi dan modern. Namun tentunya tak mengurangi syariat Islamnya. Tetap anggun dan elegan bagi pemakainya,” tegas Lita.

Ia berharap LitaOne dapat terus berkembang, berkontribusi di dunia fesyen muslim Kalimantan Timur, Indonesia, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus memperluas koleksi modest wear yang semakin variatif dan berdaya saing. (MK)

Editor: Agus S

Menag Dijadwalkan Isi Tausiyah Tarawih Hari Kedua Ramadan di Masjid Negara IKN

0
Kunjungan Wamenag, Romo Syafi’i ke IKN meninjau kesiapan fungsional Masjid Negara jelang Ramadan. (Dok.OIKN)

NUSANTARA – Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) dipastikan mulai difungsikan untuk ibadah Ramadan tahun ini. Menteri Agama Republik Indonesia dijadwalkan mengisi tausiyah sekaligus menghadiri pelaksanaan tarawih pada hari kedua puasa.

Kepastian tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenag) R Muhammad Syafi’i saat meninjau langsung kesiapan Masjid Negara IKN, Rabu (12/2/2026).

“Bapak Menteri Agama akan mengisi tausiyah tarawih pada hari kedua Ramadan di sini (Masjid Negara IKN). Ini sebagai bagian dari penguatan syiar dan kebersamaan umat,” ujar Wamenag yang akrab disapa Romo Syafi’i.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenag memastikan progres pembangunan masjid telah rampung secara fungsional dan siap digunakan untuk menyambut Ramadan yang tinggal menghitung hari. Ia menegaskan momentum ini menjadi langkah awal penguatan aktivitas keagamaan di kawasan ibu kota baru.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nusanthyasto, yang turut mendampingi kunjungan, menyatakan bahwa Masjid Negara IKN sudah dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

“Saat ini kami memastikan kelengkapan fasilitas di dalamnya agar dapat mendukung pelaksanaan ibadah selama Ramadan,” jelas Bimo.

Selama bulan suci, Otorita IKN juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung di sekitar kawasan masjid. Di antaranya bazar Ramadan, pengajian, serta safari Ramadan untuk menghadirkan suasana kebersamaan bagi masyarakat yang beraktivitas di IKN.

Kunjungan Wamenag diawali dengan salat subuh berjamaah di Masjid Negara, dilanjutkan kultum, serta mendengarkan paparan progres pembangunan Gereja Katolik dan pengembangan ekosistem kawasan IKN. Agenda ditutup dengan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol harmoni dan keberlanjutan. (MK)

Editor: Agus S

DJ Ilegal hingga 60 Botol Miras Disembunyikan, Sidak Malam Satpol PP Samarinda Bongkar Dua Pelanggaran

0
Suasana Pesona Cafe saat di sidak oleh anggota Satpol PP Kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Operasi gabungan Satpol PP Kota Samarinda bersama TNI, Polri, dan POM, Rabu (11/2/2026) malam hingga Kamis dini hari, membongkar dua pelanggaran berbeda di dua lokasi hiburan malam. Mulai dari dugaan alih fungsi izin usaha hingga temuan puluhan botol minuman keras yang disembunyikan di semak belukar.

Sekitar pukul 22.00 WITA, tim menyasar Cafe Pesona di Jalan Pelita 3. Sidak dilakukan setelah beredarnya video viral aktivitas DJ di lokasi tersebut. Saat petugas tiba, suasana kafe masih ramai. Mayoritas pengunjung terlihat mengenakan seragam putih abu-abu.

Petugas Satpol PP Kota Samarinda menyisir kafe di sepanjang Jalan Kapten Soedjono. (Dimas/MKN)

Petugas kemudian memeriksa dokumen perizinan. Dari hasil pengecekan, tempat tersebut hanya mengantongi izin usaha mikro atau angkringan. Secara aturan, izin tersebut tidak memperbolehkan penyelenggaraan hiburan malam dengan DJ.

“Kami bahkan ditantang duel satu lawan satu oleh pengelola. Tapi anggota tetap sabar hingga pukul 01.00 dini hari saat musik akhirnya kami hentikan paksa,” ujar Kasatpol PP Samarinda, Anis Siswantini.

Terkait isu yang sempat beredar soal temuan miras di Pelita 3, Anis menegaskan tidak ada barang bukti minuman keras di lokasi tersebut. Pelanggaran yang ditemukan adalah penyalahgunaan izin usaha dan gangguan ketertiban umum.

Memasuki pukul 01.00 WITA, tim bergerak ke Jalan Kapten Soedjono yang dikenal sebagai kawasan warung remang-remang. Sejumlah kafe langsung menutup usaha saat rombongan tiba.

Petugas kemudian memeriksa Cafe Monster yang masih beroperasi. Pemilik kafe mengaku tidak menjual miras. Namun anggota tetap melakukan penyisiran hingga ke bagian belakang bangunan.

Hasilnya, lima dus berisi sekitar 60 botol miras berbagai merek ditemukan tersembunyi di antara rumput dan semak belukar.

“Owner-nya bilang tidak ada, tapi ternyata disembunyikan di hutan belakang kafe,” kata Anis.

Atas temuan tersebut, Satpol PP akan berkoordinasi dengan DPMPTSP untuk menindak Cafe Pesona terkait pelanggaran izin usaha. Sementara pemilik Cafe Monster dipanggil ke Mako Satpol PP untuk diperiksa penyidik (PPNS). Jika terbukti berulang, perkara akan dilimpahkan ke pengadilan.

Anis juga mengingatkan masyarakat agar aktif melaporkan gangguan ketertiban. Ia menegaskan seluruh proses pengurusan barang bukti di kantor Satpol PP tidak dipungut biaya. (MK)

Editor: Agus S

Distribusi Sempat Terlambat, Beras 5 Ton Habis Diserbu Warga dalam Waktu Sekejap

0
GPM di UMKM Center Bontang. (Ist).

BONTANG – Distribusi beras untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) sempat mengalami keterlambatan, akibat mobil pengantar mengalami mogok di wilayah Gunung Menangis, Jalan Poros Samarinda – Bontang. Namun begitu, beras sebanyak 5 ton itu habis dalam waktu sekejap di serbu oleh warga di GPM, yang berlangsung di UMKM Center, Rabu (11/2/2026).

Kepala Bidang (Kabid) Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Debora Kristina mengatakan bahwa penjualan beras yang semula dijadwalkan lebih awal, terpaksa digeser hingga pukul 14.00 Wita. Meski sempat terkendala akibat truk pengangkut beras mogok, akan tetapi antusiasme masyarakat tidak surut.

Sehingga dalam waktu sekitar empat jam, seluruh stok beras habis terjual, yang dimana GPM kali ini, DKP3 menyiapkan beras SPHP sebanyak 800 sak atau 4.000 kilogram, serta beras premium sebanyak 1.000 kilogram atau 200 sak.

“Walaupun pengiriman beras mengalami keterlambatan karena ada kendala teknis, namun stok beras yang ada semuanya telah laku terjual sampai sore hari. Kami memohon maaf sebelumnya ke masyarakat,” ucapnya.

Selain beras, di GPM turut tersedia pula telur ayam lokal, minyak goreng, tepung, aneka sayuran, hingga macam-macam jajanan. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah, dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok menjelang ramadan.

“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mengendalikan inflasi harga, dan menjaga pasokan pangan. Harapannya, akses pangan masyarakat tetap aman, terutama menjelang hari besar keagamaan nasional seperti ramadan,” jelasnya.

Debora menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan manifestasi konkret kebijakan stabilisasi harga dan penguatan ketahanan pangan daerah. Program ini dirancang untuk memastikan keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat.

Terlebih lagi, Debora juga mengimbau ke masyarakat untuk bisa menerapkan pola konsumsi yang bijak dan tidak melakukan aksi beli panik.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan panic buying, berbelanja sesuai kebutuhan, dan berpartisipasi aktif menjaga stabilitas pasar,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Kusnadi Resmi Gantikan Suriadi Said Pimpin PWI Bontang

0
Kusnadi terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kota (Konferkot) PWI Bontang yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (12/2/2026). (Dok PWI Bontang)

BONTANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bontang resmi memiliki ketua baru. Muhammad Kusnadi dipercaya memimpin organisasi profesi wartawan tersebut untuk masa bakti 2026–2029, menggantikan Suriadi Said yang telah menakhodai PWI Bontang selama dua periode.

Kusnadi terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kota (Konferkot) PWI Bontang yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (12/2/2026). Ia menjadi calon tunggal dalam forum tertinggi organisasi tingkat kota tersebut.

Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua, Kusnadi menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program kerja yang telah dirintis kepengurusan sebelumnya. Ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi anggota untuk menyampaikan gagasan demi kemajuan organisasi.

“Program yang sudah berjalan akan kita evaluasi dan tingkatkan. Kami ingin PWI Bontang semakin solid, profesional, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Ketua demisioner, Suriadi Said, turut menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru. Ia berharap estafet kepemimpinan ini dapat membawa PWI Bontang semakin berkembang dan adaptif terhadap perubahan, khususnya di era digital yang menuntut wartawan lebih modern dan profesional.

Pria yang akrab disapa Isur itu juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan berbagai mitra, sehingga PWI Bontang tetap menjadi organisasi yang kredibel dan dipercaya publik.

Sementara itu, Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurahman Amin, mengapresiasi kinerja PWI Bontang periode sebelumnya. Menurutnya, kontribusi PWI Bontang dalam mendukung program kerja PWI Kaltim sangat signifikan, termasuk sukses menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) Kaltim pada akhir 2025 lalu.

“Semoga kepengurusan berikutnya tetap solid. Apa yang sudah dibangun oleh ketua-ketua PWI Bontang sebelumnya bisa terus dijaga,” pesannya.

Konferkot PWI Bontang juga dihadiri Wali Kota Bontang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan insan pers sangat diperlukan guna memastikan ruang publik dipenuhi informasi yang edukatif dan mencerdaskan.

Menurutnya, PWI sebagai organisasi profesi memiliki peran strategis dalam menjaga marwah jurnalistik, membina anggotanya, serta menegakkan etika dalam setiap karya pemberitaan.

“Pertanggungjawaban pengurus lama adalah bentuk akuntabilitas, perumusan program kerja menjadi arah gerak organisasi, dan pemilihan ketua baru merupakan momentum regenerasi untuk memperkuat peran PWI di Kota Bontang,” tandasnya.

SUSUNAN PENGURUS PWI KOTA BONTANG MASA BAKTI 2026-2029

Ketua: Muhammad Kusnadi
Sekretaris: Qadlie Fachruddin S
Bendahara: Dahlia

Seksi Pendidikan
Ketua: Bambang
Anggota: Mega Asri Rahayu, Mirah Hayati, Jumardi Salam

Seksi Wartawan Olahraga
Ketua: Zuhaji
Anggota: Hilal, Hermawan, Nasrullah

Seksi Pembelaan Wartawan
Ketua: Adiel Kundhara
Anggota: Michael Fredy Yacob, Nur Sa’adah, Yusva Alam

Seksi Organisasi
Ketua: Muhammad Zulfikar Akbar
Anggota: Suci Surya Dewi, Iqlima Syakurah, Maimunah Afiah

Seksi Komunikasi dan Hubungan Eksternal
Ketua: Rudy M
Anggota: Muhammad Raihan Wahyudi, Lutfi Aziz, Dwi S

Buat Surat Perjanjian, Perkelahian Dua Anak di Rawa Indah Berakhir Damai

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Perkelahian dua anak di salah satu gang di Rawa Indah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, yang terekam pada video yang beredar beberapa waktu lalu berakhir damai. Kedua anak bersama orang tuanya membuat surat perjanjian di Polsek Bontang Selatan, Rabu (11/2/2026).

Sebelumnya, video perkelahian tersebut sempat beredar luas. Dalam rekaman itu, kedua anak terlihat saling adu fisik, mulai dari menendang, meninju hingga tarik-menarik. Sementara sejumlah anak lainnya hanya menonton, bahkan ada yang memberi dukungan tanpa berupaya melerai.

Salah satu orang tua anak yang terlibat mengatakan, seluruh anak yang ada dalam video tersebut dipanggil ke Polsek Bontang Selatan untuk dimintai keterangan. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Ternyata yang membuat surat perjanjian bukan hanya anak saya dan anak yang berkelahi, tetapi semua anak yang terlibat di dalam video juga,” ucapnya saat dihubungi, Kamis (12/2/2026).

Dirinya turut menambahkan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua orang tua dari anak yang berkelahi, termasuk orang tua anak yang merekam dan menjadi wasit dalam kejadian tersebut, telah saling memaafkan.

“Permasalahan sudah selesai di Polsek kemarin. Kami semua sepakat berdamai dan anak-anak juga sudah saling meminta maaf,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wawali Sayangkan Wewenang SMA di Provinsi, Soroti Ketimpangan Pemberian Bantuan

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Syakurah)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengalihan kewenangan SMA/SMK ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia mempertanyakan apakah kualitas pendidikan benar-benar meningkat setelah kewenangan diambil alih.

Agus Haris mengungkapkan bahwa banyak keluhan terkait SMA/SMK sederajat di Bontang, tetapi Pemkot tidak bisa berbuat banyak karena bukan lagi kewenangan daerah.

“Harus ada kajian objektif. Apakah setelah diambil alih provinsi, kualitas pendidikan naik? Kalau tidak, lebih baik dikembalikan ke kota beserta anggarannya,” tegasnya.

Ia mengusulkan evaluasi berbasis data, seperti jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi dan capaian akademik mereka setelah lulus.

Jika terbukti lebih baik di bawah provinsi, maka kewenangan bisa tetap di sana. Namun, jika tidak, Agus menilai Bontang seharusnya kembali mengelola pendidikan menengah.

Di sisi lain, Agus juga menyoroti persoalan bantuan seragam sekolah. Pemkot pernah memberikan bantuan seragam untuk SMA pada 2019, tetapi kini tidak bisa lagi karena SMA sudah menjadi wewenang dari provinsi.

Akibatnya, muncul kecemburuan antara siswa SD–SMP yang mendapat bantuan dan siswa SMA/SMK yang tidak, “Provinsi sudah tahu visi-misi Bontang soal bantuan seragam. Seharusnya mereka juga menyiapkan anggaran agar tidak terjadi kesenjangan di tingkat SMA/SMK,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tiga Usulan Prioritas Musrenbang Bontang Barat Dibawa ke Tingkat Kota

0
Kegiatan Musrenbang Kecamatan Bontang Barat. (Syakurah)

BONTANG – Kecamatan Bontang Barat menetapkan tiga usulan prioritas hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, untuk dibawa ke pembahasan tingkat kota.

Camat Bontang Barat, Ida Idris, mengatakan tiga usulan tersebut merupakan program yang dinilai paling mendesak dan menyentuh kebutuhan masyarakat di masing-masing kelurahan.

“Untuk tingkat kota, kita prioritaskan masing-masing kelurahan satu usulan, jadi total ada tiga yang kita bawa,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Tiga usulan tersebut meliputi pelebaran jalan di kawasan Jalan Pongtiku, pengadaan pompa beserta pembangunan rumah pompa, serta revitalisasi jembatan dan normalisasi sungai di Jalan Dahlia 11.

Ida menjelaskan, pengadaan pompa dan pembangunan rumah pompa sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.

“Pompa itu untuk penyedotan air ketika terjadi genangan. Jadi untuk mengurangi ketinggian air saat hujan deras, supaya tidak terlalu lama tergenang,” jelasnya.

Sementara itu, revitalisasi jembatan dan normalisasi sungai di Jalan Dahlia 11, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air serta meminimalisir potensi banjir di wilayah tersebut.

Selain tiga usulan yang dibawa ke tingkat kota melalui skema APBD, Ida menyebut masih ada sejumlah kebutuhan lain yang diharapkan dapat direalisasikan melalui dukungan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Ia mencontohkan kondisi di wilayah RT 002, yang sempat terdampak banjir hingga menghambat aktivitas pelajar.

“Kemarin di RT 002 ada yang cukup parah banjirnya, sampai anak-anak SD tidak bisa masuk sekolah. Mudah-mudahan itu juga bisa dibantu melalui Pokir dewan untuk perbaikan jalannya,” katanya.

Dalam Musrenbang tersebut, sejumlah anggota DPRD turut hadir dan menyatakan kesiapan membantu memperjuangkan usulan masyarakat, baik melalui pembahasan anggaran di tingkat kota maupun melalui Pokir.

“Alhamdulillah tadi juga dihadiri anggota DPRD, dan mereka siap membantu. Harapannya, usulan yang belum terakomodasi di APBD bisa didorong lewat Pokir atau sumber anggaran lainnya,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Musrenbang Kecamatan Bontang Barat Didominasi Perbaikan Drainase

0
Musrenbang Kecamatan Bontang Barat. (Syakurah)

BONTANG – Musrenbang Kecamatan Bontang Barat RKPD Tahun 2027 telah dibahas. Permintaann terbanyak yang diajukan oleh warga ialah perbaikan drainase, revitalisasi sungai hingga pembuatan parit.

Musrenbang ini dihadiri oleh jajaran forkopimda, OPD, serta perwakilan delegasi dari masing-masing Kelurahan Kanaan, Belimbing dan Gunung Telihan.

Dari seluruh delegasi memaparkan total sebanyak 42 permasalahan dari tiga kelurahan yang tersebut yang telah dikerucutkan.

Dalam pertemuan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman mengatakan Musrenbang perlu dilakukan lantaran perlu adanya
Pemilihan pembangunan prioritas.

“Anggaran kita terbatas, sehingga perlu adanya diskusi untuk menentukan skala prioritas,” ujarnya.

Adapun Camat Bontang Barat, Ida Idris menjelaskan perlu setelah adanya pertemuan ini. Pihaknya akan kembali membawa usulan tersebut ke tingkat kota dimana permasalahan yang dipaparkan tersisa tiga usulan.

“Jadi kita satu kelurahan satu usulan, yang pasti prioritas,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ultimatum Pemkab Kutim: Bus Karyawan Wajib Masuk Titik Jemput Resmi

0
Tim Wasdal turun langsung melakukan survei untuk halte bus karyawan di Jalan Yos Sudarso, Sangatta. (Ist)

SANGATTA – Setelah berbulan-bulan menjadi keluhan warga dan memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akhirnya mengambil langkah tegas terhadap operasional bus angkutan karyawan di sepanjang Jalan Yos Sudarso I hingga IV, Sangatta Utara.

Ruas jalan yang menjadi jalur utama aktivitas warga dan kendaraan industri itu kini masuk tahap penataan ulang. Pemkab Kutim menegaskan, keselamatan publik menjadi prioritas utama dalam kebijakan tersebut.

Keputusan itu lahir dari rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada Senin (9/2/2026) lalu. Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Kutim duduk bersama Dinas Perhubungan, Polres Kutim, PT Kaltim Prima Coal (KPC), hingga perwakilan serikat buruh.

Agenda utamanya bukan menghentikan denyut industri, melainkan mencari keseimbangan antara mobilitas pekerja dan keamanan masyarakat yang selama ini terdampak aktivitas bus karyawan yang kerap berhenti sembarangan.

Asisten Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Trisno, menegaskan pemerintah tidak memilih jalan pintas dengan menghentikan operasional bus. Namun, Pemkab akan memperketat pengawasan melalui pembentukan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal).

Tim tersebut akan melibatkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Satuan Lalu Lintas Polres Kutim.

“Kami harus memastikan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saat ini, titik resmi penjemputan karyawan sudah harus ditetapkan dan tidak boleh ada lagi bus yang menaik-turunkan penumpang di sembarang tempat,” tegas Trisno saat di konfirmasi, Kamis (12/2/2026).

Pemkab Kutim juga mewajibkan perusahaan untuk memasang rambu khusus yang memuat lokasi serta jam operasional resmi. Ketentuan itu disebut bukan sekadar imbauan, melainkan aturan yang akan diikuti dengan penindakan langsung apabila ditemukan pelanggaran.

Penataan Jalan Yos Sudarso pun tidak hanya menyasar bus karyawan. Pemkab Kutim turut menyoroti kondisi bahu jalan yang selama ini tergerus aktivitas usaha dan lapak tidak resmi.

Satpol PP diarahkan untuk membersihkan Daerah Milik Jalan (Damija) dari bangunan maupun kegiatan yang mempersempit ruang lalu lintas. Praktik tersebut dinilai berkontribusi besar terhadap kemacetan sekaligus meningkatkan potensi kecelakaan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah persuasif berupa sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat maupun pihak perusahaan. Langkah itu dilakukan agar kebijakan penertiban tidak berhenti sebatas dokumen administratif, tetapi benar-benar dipahami dan dijalankan di lapangan.

Pengetatan aturan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menata kembali wajah Jalan Yos Sudarso. Ruas tersebut bukan hanya jalur kendaraan industri, tetapi juga ruang hidup masyarakat Sangatta Utara serta bagian dari jalur strategis Trans Kalimantan.

Trisno menegaskan, Pemkab Kutim tidak akan ragu menindak jika masih ada pelanggaran setelah tenggat waktu yang ditetapkan.

“Kalau masih ada bus yang berhenti dan menaik-turunkan penumpang di luar titik resmi, tentu akan kami tindak. Ini demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam