Beranda blog Halaman 285

Wawali Tinjau Kualitas MBG di Dua Sekolah Berbas Pantai

0
Peninjauan kualitas MBG di dua SDN di Berbas Pantai. (ist)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 010 dan SDN 003 Berbas Pantai, Bontang Selatan, Jumat (13/2/2026)

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengiriman hingga penyajian makanan kepada siswa berjalan sesuai standar, baik dari sisi ketepatan waktu maupun kualitas.

Agus Haris menegaskan, bahwa higienitas dan kesegaran bahan makanan menjadi perhatian utama pemerintah. Ia meminta agar seluruh bahan pokok seperti sayuran, tempe, tahu, ayam, dan lauk lainnya dipastikan dalam kondisi segar saat dibeli.

“Tidak boleh disimpan sampai tiga hari. Paling lama dua hari. Kalau beli hari ini, langsung diproses. Besok harus sudah kosong penyimpanannya dan belanja lagi untuk kebutuhan berikutnya,” tegasnya.

Menurutnya, kualitas bahan sangat menentukan keamanan makanan, apalagi anak-anak masih dalam masa pertumbuhan dengan daya tahan tubuh yang belum stabil. Ia juga mengingatkan bahwa makanan mudah mengalami perubahan kualitas apabila tidak ditangani secara higienis.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Masalah Tumpukan Sampah Kembali Mencuat di Musrenbang Kecamatan

0
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Isu sampah kembali mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, yang digelar selama dua hari, 11–12 Februari 2026 kemarin.

Dalam forum tersebut, sedikitnya 80 usulan program dihimpun dari masing-masing desa, dengan rata-rata 20 usulan per desa. Usulan itu didominasi tiga sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan ekonomi.

Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi menegaskan, sektor infrastruktur menjadi perhatian paling besar. Terutama soal drainase yang dinilai belum maksimal dan kerap menimbulkan banjir lokal saat musim hujan.

“Dari tiga bidang yang diusulkan itu, yang banyak kami soroti terutama infrastruktur, khususnya drainase di Sangatta Utara,” ujar Hasdiah di Kantor BPU Kecamatan Sangatta Utara.

Ia menyebut, normalisasi drainase di Jalan Yos Sudarso 1 hingga Yos Sudarso 4 menjadi prioritas. Pasalnya, aliran air dari gang-gang menuju jalur utama sering tersumbat sehingga air meluap hingga masuk ke permukiman warga dan fasilitas umum.

“Kalau kita lihat, banjir lokal sering terjadi karena saluran air di gang-gang tersumbat dan air masuk ke rumah-rumah maupun sekolah. Pembuangan dari gang itu menuju ke Yos Sudarso untuk diteruskan ke sungai, tetapi karena ada sumbatan, air tidak bisa mengalir. Itu yang kami minta untuk dinormalisasi,” jelasnya.

Tak hanya drainase, persoalan sampah juga kembali masuk daftar usulan prioritas. Hasdiah menilai, dengan jumlah penduduk yang besar, Sangatta Utara membutuhkan sistem pengelolaan sampah yang lebih optimal agar sejalan dengan statusnya sebagai ibu kota Kabupaten Kutai Timur.

“Masalah sampah ini setiap tahun kami masukkan dalam Musrenbang karena memang menjadi kebutuhan mendesak,” tegasnya.

Di bidang kesehatan, Musrenbang juga menyoroti isu stunting. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 345 anak berisiko stunting dan 3.686 keluarga berisiko stunting di Sangatta Utara.

Untuk mendukung penanganan tersebut, pihak kecamatan telah melakukan koordinasi dengan PLN dan PDAM guna memperkuat layanan dasar masyarakat. Saat ini masih ditemukan 11 titik di 11 RT yang belum teraliri listrik. Sementara sekitar 915 kepala keluarga (KK) juga belum mendapatkan layanan air bersih dari PDAM.

“Kami sudah berdiskusi dengan PDAM dan PLN. Dalam waktu dekat akan turun bersama kecamatan dan desa untuk mengecek langsung titik-titik yang belum terlayani dan melihat permasalahannya apa,” ungkap Hasdiah.

Ia menambahkan, sejumlah usulan yang belum terealisasi pada Musrenbang tahun sebelumnya tetap akan kembali diajukan. Terutama yang menyangkut kebutuhan mendesak masyarakat, seperti penanganan sampah dan normalisasi drainase.

“Itu tetap kami usulkan karena betul-betul skala prioritas bagi masyarakat Sangatta Utara,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Wawali Sayangkan Wewenang SMA di Provinsi, Soroti Ketimpangan Pemberian Bantuan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb13feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Din Syamsuddin Nilai Penetapan Tersangka Roy Suryo Cs Cederai Hak Konstitusional

0
Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin hadir di Polda Metro Jaya memenuhi panggilan sebagai saksi ahli dr. Tifauzia Tyassuma dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mendatangi Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026), untuk memberikan keterangan sebagai saksi ahli bagi dr. Tifauzia Tyassuma dalam perkara dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo.

Din mengaku hadir atas kesadaran pribadi untuk menyampaikan pandangan akademik dan moral terkait penetapan tersangka terhadap Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr. Tifauzia Tyassuma.

“Saya datang dengan penuh kesadaran untuk menjadi ahli dalam kasus pentersangkaan dr. Tifauzia Tyassuma. Saya terdorong atas motivasi menegakkan kebenaran dan keadilan demi Ketuhanan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Ia menyampaikan telah menjalani pemeriksaan selama lebih dari tiga jam dan menerima sekitar 18 pertanyaan dari penyidik, meskipun sebagian menyangkut identitas serta latar belakang pribadinya.

Menurut Din, penetapan tersangka terhadap para pelapor dugaan ijazah palsu tidak selaras dengan prinsip etika, moral, maupun konstitusi. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi mengabaikan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat.

“Menurut pendapat saya itu adalah hak konstitusional sebagai seorang warga negara yang dijamin oleh konstitusi, terutama Pasal 28 tentang kebebasan berpendapat,” tegasnya.

Din berpandangan bahwa tudingan dugaan pemalsuan ijazah semestinya diuji dan dibuktikan terlebih dahulu secara terbuka dan transparan. Jika tuduhan itu belum diproses secara tuntas, maka penetapan tersangka terhadap pelapornya dinilai tidak tepat.

Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kriminalisasi. Dalam pandangannya, proses hukum harus berjalan secara adil dan imparsial karena perkara ini menyangkut figur yang pernah menduduki jabatan tertinggi di negara.

“Sebenarnya mudah diselesaikan. Tinggal tunjukkan mana ijazah aslinya dan kemudian diteliti oleh para ahli secara independen,” ucapnya.

Din juga menyinggung konsekuensi hukum apabila tudingan tersebut terbukti benar atau tidak. Menurutnya, jika ijazah dinyatakan asli, tudingan bisa masuk ranah pencemaran nama baik. Sebaliknya, jika terbukti palsu, konsekuensi hukumnya jauh lebih berat.

Ia menegaskan seluruh keterangannya diberikan secara sukarela dan siap dipertanggungjawabkan secara akademik maupun moral. (MK)

Editor: Agus S

Astra MdR Latih 27 Guru IKN, Seni Budaya Jadi Bekal Pendidikan di Kawasan Ibu Kota

0
Sekitar 27 guru dari 15 sekolah di delineasi IKN mengikuti workshop menari di IKN. Ada sesi pengambilan video di TKB sebagai rekam jejak untuk monitoring hasil pelatihan. (Istimewa)

NUSANTARA – Penguatan seni dan budaya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai digarap serius. Sepanjang Januari hingga Februari 2026, sebanyak 27 guru dari 15 sekolah di wilayah delineasi IKN mengikuti program pembinaan seni budaya yang digagas Yayasan Pendidikan Astra Michael de Ruslim (Astra MdR).

Dalam pelaksanaannya, Astra MdR menggandeng Sanggar Seni Borneo Benuotaka untuk memberikan workshop secara intensif kepada para guru pendamping. Program ini dirancang bukan sekadar pelatihan teori, tetapi langsung praktik agar dapat diterapkan kembali di sekolah masing-masing.

Founder Sanggar Seni Borneo Benuotaka sekaligus narasumber dari Yayasan Pendidikan Astra, Ari Febrian Masis, merinci bahwa 15 sekolah tersebut terdiri atas 11 SD, 2 SMP, dan 2 SMK.

“Total ada 27 guru yang ikut. Mereka berasal dari 11 SD, 2 SMP, dan 2 SMK di kawasan delineasi IKN,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Pelatihan berlangsung dalam lima kali pertemuan. Empat pertemuan difokuskan pada latihan praktik, sementara pertemuan kelima menjadi sesi implementasi sekaligus pengambilan video sebagai bentuk monitoring hasil pelatihan.

 

Pengambilan video dilakukan di kawasan Taman Kusuma Bangsa (TKB), Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Dokumentasi ini menjadi rekam jejak digital untuk mengevaluasi capaian pelatihan sekaligus memastikan materi benar-benar dikuasai peserta.

“Jadi bukan hanya sekadar teori dan praktik, tetapi langsung implementasi. Guru-guru ini nantinya akan mentransfer kembali ilmunya kepada siswa di sekolah binaan Astra,” jelas Ari.

Workshop tersebut juga didukung tim pelatih dan asisten, yakni M Nabil, Fauzan Mutiar Saldil, dan Lutfi Angga Saputra.

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga penguatan karakter melalui seni dan budaya di kawasan ibu kota baru. (MK)

Editor: Agus S

Balikpapan Siapkan Diri Jadi Kota Penopang IKN, Infrastruktur dan Pangan Digenjot

0
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud.

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai memperkuat infrastruktur dan ketahanan pangan sebagai langkah antisipasi dampak operasional penuh Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyeksi lonjakan penduduk dan aktivitas ekonomi menjadi alasan utama pemerintah bergerak lebih cepat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa kota yang terus tumbuh tidak pernah lepas dari kebutuhan fasilitas publik yang semakin besar.

“Kalau berbicara kekurangan, kota yang tumbuh pasti akan selalu merasa kurang. Gedung yang dibangun hari ini, beberapa tahun ke depan bisa jadi sudah tidak mencukupi lagi. Puskesmas, rumah sakit, sekolah, ruang terbuka hijau—semuanya akan terus dituntut untuk bertambah,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Menurut Rahmad, pembangunan tidak boleh menunggu hingga kebutuhan menjadi mendesak. Pemerintah memilih membangun lebih awal selama waktu dan anggaran masih tersedia.

“Jangan sampai kita baru membangun ketika kebutuhan sudah sangat mendesak. Selagi ada waktu dan anggaran, kita siapkan fondasinya dari sekarang,” jelasnya.

Seiring target operasional penuh IKN pada 2028 dan seterusnya, Balikpapan diperkirakan menjadi salah satu kawasan hunian pilihan bagi aparatur sipil negara (ASN), anggota DPR RI, hingga pegawai BUMN. Kondisi ini diyakini akan mendorong peningkatan kebutuhan perumahan, layanan pendidikan, kesehatan, serta sektor jasa dan perdagangan.

Di sektor pendidikan, penambahan sekolah negeri tetap menjadi prioritas meski sempat memunculkan perdebatan. Pemerintah menilai, proyeksi pertumbuhan penduduk harus direspons dengan kesiapan fasilitas belajar yang memadai.

Tak hanya infrastruktur fisik, Pemkot juga menggarap sektor ketahanan pangan. Melalui kolaborasi dengan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3), pemerintah mendorong pelaku usaha lokal memperkuat produksi bahan pangan.

“Dulu kebutuhan ayam dan telur masih banyak dipasok dari luar daerah. Sekarang kebutuhannya meningkat signifikan. Ini momentum agar pelaku usaha lokal bisa menjadi tuan rumah di kota sendiri,” tambah Rahmad.

Ia menekankan, Balikpapan tidak hanya harus siap menjadi kota penyangga IKN, tetapi juga tumbuh sebagai kota yang mandiri secara ekonomi dengan fondasi infrastruktur yang kuat menuju 2030. (MK)

Editor: Agus S

SP3 Dua Tersangka, Oegroseno Minta Perlakuan Setara di Kasus Ijazah Jokowi

0
Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno hadir di Polda Metro Jaya memenuhi panggilan sebagai saksi dari kubu Roy Suryo dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA — Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno menyoroti penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dalam perkara dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Ia menilai penghentian penyidikan tidak boleh dilakukan secara parsial terhadap sebagian tersangka saja.

Pernyataan itu disampaikan Oegroseno usai memberikan keterangan sebagai ahli bagi Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifauziah Tyassuma di Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, apabila dasar hukum penghentian penyidikan terhadap Eggi dan Damai telah dianggap terpenuhi, maka secara logika hukum perlakuan yang sama seharusnya diberlakukan kepada pihak lain yang dilaporkan dalam perkara serupa.

“Saudara Eggi Sudjana dan Saudara Damai Hari Lubis itu karena mereka melaporkan delapan orang, berarti penghentian penyidikan juga harusnya diberikan kepada seluruh yang dilaporkan oleh Pak Jokowi dan kawan-kawan tadi. Jadi tidak bisa diambil sendiri dua orang di-SP3, yang lain tidak,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan penggunaan mekanisme restorative justice (RJ) dalam penghentian perkara tersebut. Menurut Oegroseno, harus ada kejelasan apakah syarat RJ telah benar-benar terpenuhi.

“Harus jelas RJ dalam rangka apa. Yang dihentikan dua tersangka itu tidak meninggal dunia. Kalau meninggal dunia lain ceritanya. Kalau masih hidup, maka perlakuannya juga harus sama,” katanya.

Oegroseno menilai proses yang terjadi belum sepenuhnya memenuhi prinsip restorative justice karena belum terlihat adanya penyelesaian substansial.

“Tidak bisa hanya karena sudah bertemu lalu disebut RJ. Itu baru pertemuan awal, bukan penyelesaian yang utuh,” tegasnya.

Selain soal SP3, ia juga mengkritisi penerapan Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah dalam kasus ini. Menurutnya, delik aduan harus jelas unsur perbuatan pidana yang dituduhkan.

“Tidak pernah terjadi delik aduan pencemaran nama baik atau fitnah dengan melaporkan terlapor lebih dari satu tanpa penjelasan konkret perbuatan masing-masing. Unsur perbuatannya harus eksplisit,” ucapnya.

Ia menilai laporan dugaan tindak pidana dalam perkara ini tidak dijabarkan secara terang terkait perbuatan yang dianggap memenuhi unsur pencemaran atau fitnah, sehingga berpotensi bertentangan dengan asas legalitas dalam KUHP.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu tersebut, yang terbagi dalam dua klaster. Dari klaster pertama, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis telah menerima SP3. Sementara proses hukum terhadap Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifauziah Tyassuma masih berjalan setelah berkas perkara dikembalikan jaksa untuk dilengkapi.

Penyidik kini kembali memeriksa sejumlah saksi, termasuk mantan Presiden Joko Widodo selaku pelapor, guna melengkapi berkas perkara. (MK)

Editor: Agus S

Air Sahur dan Berbuka Dijamin Aman, PTMB Kebut Penguatan Jaringan

0
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin.

BALIKPAPAN – Lonjakan pemakaian air saat sahur dan menjelang berbuka kerap memicu keluhan warga, terutama di kawasan perbukitan Balikpapan. Namun menjelang Ramadan 2026, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) memastikan distribusi air bersih dalam kondisi siap dan stabil.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menegaskan seluruh pekerjaan teknis strategis telah dirampungkan sebelum Ramadan. Mulai dari penambahan pompa, perbaikan titik kebocoran, hingga penguatan jaringan pipa utama.

“Kami selesaikan pekerjaan sebelum Ramadan agar masyarakat bisa beribadah dengan nyaman tanpa gangguan air,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Menurut Yudhi, setiap Ramadan konsumsi air meningkat signifikan dan terjadi hampir bersamaan pada pukul 03.00–05.00 Wita saat sahur serta menjelang Magrib. Air digunakan untuk memasak, mandi, berwudhu, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Lonjakan pemakaian serentak ini sering berdampak pada penurunan tekanan air, khususnya di wilayah perbukitan atau kawasan dengan elevasi tinggi,” jelasnya.

Salah satu pekerjaan krusial yang telah diselesaikan adalah pengoneksian pipa berdiameter 600 milimeter di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 5,5, tepatnya di segmen jembatan setelah Perumahan Bhumi Nirwana. Jalur ini menjadi salah satu tulang punggung suplai air Balikpapan.

Selain itu, PTMB juga memperbaiki sejumlah titik kebocoran dan memperkuat jaringan distribusi utama. Untuk pelanggan di kawasan dengan tekanan rendah, pompa tambahan disiapkan dan akan dioperasikan saat beban pemakaian meningkat.

“Jika terjadi gangguan distribusi, masyarakat diminta segera melapor agar petugas dapat langsung melakukan penanganan. Kami juga menyiagakan mobil tangki sebagai solusi cepat,” tegasnya.

Saat ini kapasitas produksi air PTMB mencapai 1.500 liter per detik dengan distribusi sekitar 1.450 liter per detik. Tahun ini juga ada tambahan suplai 50 liter per detik dari SILPA Waduk Manggar.

Tambahan tersebut diprioritaskan untuk membuka sambungan baru di Balikpapan Barat dan Balikpapan Utara, dua wilayah yang terus berkembang.

Dengan penguatan jaringan dan kesiapan operasional tersebut, PTMB optimistis layanan air bersih selama Ramadan berjalan lancar tanpa gangguan berarti. (MK)

Editor: Agus S

3.000 Sumur Tua Migas Siap Diaktifkan, Kaltim Bidik Lonjakan Produksi dan PAD

0
Staf Khusus Menteri ESDM RI, Nanang Abdul Manaf. (Foto: Hanafi)

SAMARINDA – Sekitar 3.000 sumur tua minyak dan gas bumi (migas) di Kalimantan Timur disiapkan untuk kembali dikelola melalui skema kerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Koperasi Unit Desa (KUD), hingga pelaku UMKM. Langkah ini diproyeksikan mampu mendongkrak produksi migas sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Migas.

Staf Khusus Menteri ESDM RI, Nanang Abdul Manaf, menyebutkan ribuan sumur tua itu sebelumnya berada di bawah pengelolaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) seperti Pertamina Hulu Energi (PHE), Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), hingga Pertamina Hulu Mahakam (PHM).

“Sumur-sumur ini ditinggalkan karena secara keekonomian kurang menarik bagi perusahaan besar, terutama akibat tingginya kadar air. Namun bagi mitra lokal, sumur tua masih memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara efisien,” ujar Nanang di Samarinda.

Ia menjelaskan, SKK Migas bersama KKKS akan melakukan inventarisasi menyeluruh, mulai dari jumlah sumur, titik koordinat, lokasi presisi, hingga kondisi teknis di lapangan.

“Setelah data lengkap dan diverifikasi, pemerintah akan membuka peluang bagi BUMD, KUD, dan UMKM untuk mengajukan proposal pengelolaan,” katanya.

Proses seleksi mitra, lanjut Nanang, akan dilakukan secara ketat. Aspek teknis, manajerial, pengalaman di bidang terkait, hingga kesehatan keuangan menjadi syarat utama.

“Tujuannya agar sumur tua benar-benar dikelola secara profesional, aman, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai pengaktifan kembali 3.000 sumur tua bisa memberi kontribusi besar terhadap produksi migas daerah.

“Jika seluruh potensi ini dimaksimalkan, kita bisa menambah produksi minyak hingga 100–150 ribu barel per hari. Dampaknya bukan hanya pada sektor energi, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi rakyat dan peningkatan PAD,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim menyatakan siap mendukung program tersebut, termasuk memfasilitasi BUMD dan koperasi agar mampu memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif sesuai regulasi yang berlaku. (MK)

Editor: Agus S

386 Posko Digital Disiagakan, Pemerintah Jaga Jaringan Saat Puncak Mudik 2026

0
Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan paparan terkait persiapan Idul Fitri 2026 dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat. (Dok. Kemkomdigi)

JAKARTA — Pemerintah mempersiapkan pengamanan infrastruktur digital secara menyeluruh menjelang arus mudik Ramadan dan Idulfitri 2026. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiagakan 386 posko serta sistem pemantauan terpadu guna memastikan jaringan telekomunikasi tetap stabil selama lonjakan mobilitas masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, peningkatan trafik telekomunikasi saat Ramadan dan Lebaran selalu terjadi di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, hingga permukiman.

“Setiap Ramadan dan Idul Fitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial. Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” ujar Meutya Hafid dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/02/2026).

Untuk masa siaga 15–29 Maret 2026, Kemkomdigi menyiapkan lima posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi. Seluruh posko akan beroperasi 24 jam untuk memantau performa jaringan dan merespons gangguan secara cepat.

Pemerintah juga mengaktifkan dashboard monitoring nasional yang mampu memantau kepadatan arus fisik dan kualitas sinyal seluler secara real time. Sistem ini memungkinkan koordinasi cepat antar kementerian dan lembaga dalam mendeteksi potensi hambatan di jalur transportasi maupun lonjakan trafik digital.

Meutya menyebutkan, pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026, kualitas layanan internet rata-rata tercatat 80 Mbps untuk unduh dan 35–36 Mbps untuk unggah. Angka ini meningkat dibandingkan Lebaran 2025 yang mencatat 44,75 Mbps (unduh) dan 24,43 Mbps (unggah).

“Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,” jelasnya.

Selain menjaga kualitas jaringan, Kemkomdigi memperkuat pengawasan spektrum frekuensi untuk memastikan operasional penerbangan dan perkeretaapian, termasuk kereta cepat Whoosh, berjalan aman. Evaluasi gangguan interferensi pada periode libur sebelumnya menjadi perhatian khusus tahun ini.

Pemerintah juga mewaspadai potensi kejahatan siber, termasuk praktik fake BTS yang memanfaatkan perangkat pemancar ilegal untuk mengirim pesan penipuan di titik kemacetan.

“Fake BTS biasanya beroperasi secara mobile, menggunakan kendaraan box dengan perangkat pemancar dan baterai besar. Mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” tegas Meutya.

Layanan darurat 112 tetap diaktifkan selama periode mudik. Optimalisasi kapasitas jaringan dan rekayasa trafik data juga dilakukan di wilayah yang diprediksi mengalami lonjakan penggunaan internet tertinggi.

Pemerintah menargetkan arus mudik 2026 tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga terjaga dari sisi konektivitas digital dan perlindungan masyarakat di ruang siber. (Ichal/MK)

Editor: Agus S