Beranda blog Halaman 289

7.256 PPPK di Kutim Dipastikan Aman, Tak Terdampak Pengurangan Tenaga Kerja

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat memimpin Apel pagi pasca Lebaran. (Istimewa)

SANGATTA – Di tengah gelombang penyesuaian fiskal yang mulai dirasakan sejumlah daerah di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan kondisi ketenagakerjaan di lingkungan birokrasi tetap aman. Seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dipastikan tidak terdampak kebijakan pengurangan tenaga.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan hingga saat ini tidak ada satu pun PPPK yang dirumahkan. Seluruh aparatur tetap menjalankan tugas seperti biasa di masing-masing perangkat daerah.

“Tidak ada yang dirumahkan. PPPK di Kutim semuanya tetap bekerja,” tegas Ardiansyah usai mengikuti Rapat Paripurna XVII DPRD Kutim, Senin (30/3/2026).

Data pemerintah daerah mencatat, jumlah PPPK di Kutim saat ini mencapai 7.256 orang. Mereka tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari pelayanan publik hingga administrasi pemerintahan, dan seluruhnya masih aktif menjalankan tugas.

Menurut Ardiansyah, kondisi fiskal Kutim masih cukup kuat untuk menopang seluruh kewajiban belanja daerah, termasuk pembayaran gaji dan tunjangan aparatur. Karena itu, pemerintah daerah tidak perlu mengambil langkah drastis yang berpotensi mengganggu stabilitas birokrasi.

Ia menambahkan, kondisi tersebut mencerminkan pengelolaan keuangan daerah yang berjalan secara hati-hati dan terukur. Pemerintah tetap menjaga komposisi belanja, menyeleksi prioritas dengan cermat, serta melakukan efisiensi tanpa mengorbankan pelayanan kepada masyarakat.

Di sejumlah daerah lain, penyesuaian terhadap tenaga PPPK mulai dilakukan sebagai dampak tekanan fiskal, terutama setelah adanya kebijakan penyesuaian dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Namun, situasi tersebut tidak terjadi di Kutim.

Pemkab Kutim dinilai masih mampu menjaga keseimbangan anggaran. Dampaknya, seluruh kewajiban terhadap aparatur sipil tetap terpenuhi, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan tanpa gangguan.

Ardiansyah menekankan, keberlanjutan tenaga kerja birokrasi bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian dari upaya menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah.

“Selama aparatur tetap bekerja, pelayanan kepada masyarakat tidak akan terhenti. Itu yang kami jaga,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Target 31, Wali Kota Bontang Resmikan SPPG ke-19 di Bontang Lestari

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat meresmikan SPPG di Bonles. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-19 di Bontang Lestari (Bonles), Senin (30/3/2026).

Berdasarkan hasil laporan Koordinator Wilayah SPPG Bontang, Surya Dwi menuturkan bahwa pihaknya merencanakan akan membangun sebanyak 31 SPPG di Kota Bontang. Untuk SPPG ke-19 yang terletak di Bontang Lestari, dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Mitra Boga Raya.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasinya saat sambutan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan dan operasional SPPG, khususnya ke BGN Kota Bontang beserta para pemangku kepentingan lainnya.

“Saya menyampaikan apresiasi atas segala upaya dan kinerja yang telah dicurahkan dalam meningkatkan kualitas gizi, generasi masa depan Kota Bontang,” ucapnya.

Selain itu, ia turut menegaskan bahwa pelayanan gizi tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan saja, akan tetapi juga harus memperhatikan keseimbangan gizi, kebersihan, serta mutu dan kualitas makanan yang disajikan.

“Tidak hanya sekadar memasak, tetapi kualitas, keseimbangan gizi, kebersihan, dan mutu harus tetap dijaga,” tegasnya.

Program ini juga menyasar kelompok rentan, seperti anak-anak yang mengalami stunting serta ibu hamil. Sehingga Neni menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah strategis yang harus dijalankan, secara optimal oleh seluruh pihak terkait.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang juga mendorong pemberdayaan pelaku UMKM, di sekitar SPPG Bontang Lestari. Guna menciptakan perputaran ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Peresmian ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bontang dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi generasi masa depan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Temukan Anak Putus Sekolah, Disdikbud Lakukan Asesmen dan Siapkan Opsi Pendidikan

0
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menindaklanjuti temuan anak putus sekolah di Kelurahan Bontang Lestari, yang sebelumnya ditemukan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat kunjungan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengungkapkan bahwa pihaknya telah diperintahkan untuk segera melakukan asesmen guna mengetahui penyebab anak tersebut tidak melanjutkan pendidikan.

“Tadi kami langsung diperintahkan melakukan asesmen. Pertama, kita ingin mengetahui kenapa anak ini belum bisa membaca. Bisa jadi ada faktor kesehatan, seperti gangguan penglihatan, atau juga pengaruh penggunaan HP,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, faktor kesehatan seperti mata silinder juga menjadi perhatian, karena dapat menghambat kemampuan membaca anak. Selain itu, penggunaan gawai secara berlebihan juga diduga berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Dari hasil penelusuran sementara, diketahui anak tersebut sempat berpindah tempat tinggal ke Tenggarong saat duduk di kelas 2 SD, mengikuti tantenya. Namun, tidak lama kemudian kembali ke Bontang.

“Pihak sekolah sebenarnya sudah mendatangi keluarga untuk mengajak anak ini kembali bersekolah. Namun, saat itu orang tua beralasan ingin memasukkan anak ke pesantren, meski pada akhirnya juga tidak terealisasi,” jelasnya.

Abdu Safa menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, keputusan anak berhenti sekolah berasal dari orang tua. Padahal, pendidikan dasar merupakan bagian dari program wajib belajar yang harus dipenuhi.

“Kalau orang tua tetap tidak memberikan akses, tentu ke depan harus ada langkah tegas. Karena ini menyangkut wajib belajar, bahkan bisa masuk ranah perlindungan anak yang diatur undang-undang,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan berbagai opsi pendidikan kepada anak tersebut.

Disdikbud menawarkan dua jalur pendidikan, yakni kembali ke sekolah formal atau mengikuti pendidikan non-formal.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah. Jika anak ini mau kembali ke formal, akan kita masukkan di kelas 3 SD, menyesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak. Tidak mungkin langsung ke kelas 5 seperti teman seangkatannya,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

LKPJ 2025: Pendapatan Kutim Tembus Rp8,55 Triliun, Ekonomi Melambat ke 1,05 Persen

0
Rapat Paripurna terkait pemaparan kinerja Pemerintah Kutim sepanjang tahun 2025. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (30/3/2026). Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan langsung nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

Dalam laporannya, Ardiansyah menegaskan bahwa dokumen LKPJ bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan potret menyeluruh atas kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk capaian pembangunan di tengah masa transisi perencanaan.

Dari sisi pendapatan, Pemkab Kutim mencatat realisasi sebesar Rp8,55 triliun atau 86,50 persen dari target. Sumbernya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), transfer pemerintah pusat dan daerah, serta lain-lain pendapatan yang sah.

Menariknya, PAD justru melampaui target. Realisasinya mencapai Rp551,66 miliar atau 125,04 persen. Rinciannya meliputi pajak daerah Rp301,08 miliar, retribusi Rp137,41 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp7,52 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp105,63 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer tercatat Rp7,92 triliun atau 84,56 persen dari target. Komponen terbesar berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp6,64 triliun, disusul transfer antar daerah Rp1,28 triliun. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp79,31 miliar.

Di sisi belanja, realisasi anggaran mencapai Rp8,58 triliun atau 85,91 persen. Belanja tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, hingga belanja transfer. Belanja operasi mendominasi dengan nilai Rp4,58 triliun, yang terdiri dari belanja pegawai Rp2,06 triliun, belanja barang dan jasa Rp2,36 triliun, serta belanja hibah Rp151,15 miliar.

Adapun belanja modal tercatat Rp2,92 triliun, dengan porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan, jaringan, dan irigasi sekitar Rp1,73 triliun. Sementara itu, pembiayaan daerah juga mencakup penerimaan dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya sebesar Rp113,99 miliar serta penyertaan modal daerah sekitar Rp15 miliar.

Selain aspek keuangan, laporan tersebut juga memuat indikator makro pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutai Timur pada 2025 tercatat 76,48 poin. Persentase penduduk miskin berada di angka 8,07 persen, tingkat pengangguran terbuka 6,20 persen, serta indeks gini di level 0,305 yang masih tergolong kesenjangan rendah.

Namun, pada sektor ekonomi, laju pertumbuhan mengalami perlambatan signifikan. Sepanjang 2025, ekonomi Kutai Timur hanya tumbuh sekitar 1,05 persen, turun tajam dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 9,82 persen.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi melambatnya sektor pertambangan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Meski demikian, sektor non-pertambangan mulai menunjukkan geliat positif.

Aktivitas di sektor pertanian, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi, hingga jasa lainnya tercatat mengalami peningkatan. Hal ini turut mendorong pergeseran struktur ekonomi Kutai Timur ke arah yang lebih beragam.

“Fenomena ini menjadi sinyal positif bagi upaya transformasi ekonomi daerah menuju struktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” jelas Ardiansyah.

Secara keseluruhan, capaian kinerja pembangunan daerah mencapai 91,74 persen dan masuk kategori sangat tinggi berdasarkan indikator dalam RPJMD. Berbagai sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga lingkungan hidup juga menunjukkan tren perbaikan.

Melalui penyampaian LKPJ ini, pemerintah daerah berharap DPRD dapat memberikan masukan dan rekomendasi sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kutai Timur ke depan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Hilang Kabar Sejak Jumat, Istri Laporkan Nelayan Hilang di Perairan Muara Berau

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Seorang nelayan asal Bontang dilaporkan hilang. Laporan tersebut disampaikan oleh istrinya, Nasriani (40), kepada pihak berwenang.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengatakan Kapal pemancing bernama Nur Hikmah yang dinakhodai Saharuddin diketahui berangkat sejak Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WITA dari Pelabuhan Berbas Pantai. Kapal tersebut menuju area kapal bor di sekitar perairan Muara Berau.

Namun, sejak Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WITA, korban dilaporkan hilang kontak. Diduga, hal ini disebabkan kerusakan mesin saat berada di tengah perjalanan, dengan perkiraan jarak sekitar 60 mil dari pelabuhan Berbas Pantai.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas langsung melakukan pencarian dan sempat bermalam di Muara Pegah. Rencana awal pencarian difokuskan di sekitar lokasi pengeboran Wesenol, Selat Makassar, sesuai dengan titik terakhir komunikasi korban.

Namun, setelah dilakukan koordinasi lanjutan dengan Basarnas Balikpapan serta analisis terhadap arah angin dan arus laut sejak 27 hingga 29 Maret 2026, strategi pencarian pun diubah.

Ia menjelaskan bahwa perubahan ini dilakukan karena adanya pergeseran potensi lokasi korban.

“Awalnya pencarian tidak langsung mengarah ke Balikpapan karena berdasarkan titik hilang kontak berada di sekitar Muara Berau. Namun setelah dianalisis arah angin dan arus beberapa hari terakhir, pergerakan cenderung ke Laut Balikpapan,” ujarnya.

Dengan pertimbangan tersebut, operasi pencarian pada hari ini difokuskan ke perairan Balikpapan. BPBD Bontang bersama Basarnas dan unsur terkait terus berupaya maksimal untuk menemukan korban.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Balikpapan, agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun kapal.

“Koordinasi terus kami lakukan. Kami berharap korban segera ditemukan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dua Kapal Sandar, 3.000 Penumpang Padati Semayang

0
Ribuan penumpang KM Bukit Siguntang turun dari kapal di Pelabuhan Semayang. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Arus balik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Semayang mencapai puncaknya pada Minggu (29/3/2026). Pada hari tersebut, tercatat lebih dari 3.000 penumpang tiba di Balikpapan menggunakan dua kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia.

Dua kapal yang bersandar yakni KM Bukit Siguntang dan KM Dorolonda. KM Bukit Siguntang yang berlayar dari Makassar tiba pada pukul 10.00 WITA dengan membawa sebanyak 1.816 penumpang. Sementara KM Dorolonda yang bertolak dari Surabaya bersandar pada pukul 15.30 WITA dengan jumlah penumpang mencapai 1.396 orang.

Kepala Cabang Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, mengatakan bahwa tanggal 29 Maret menjadi puncak arus balik di Pelabuhan Semayang karena kedatangan kapal dari kota-kota besar.

“Pada hari ini tercatat lebih dari 3.000 penumpang yang kembali ke Kalimantan Timur melalui Pelabuhan Semayang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah penumpang yang kembali ke Balikpapan selama periode arus balik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 10.000 hingga 11.000 orang.

“Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pascalibur Idulfitri, khususnya yang menggunakan transportasi laut,” jelasnya.

Meski terjadi lonjakan penumpang, Pelni memastikan seluruh operasional kapal berjalan normal. Aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama selama masa arus balik.

“Kami memastikan seluruh layanan tetap optimal, baik dari sisi operasional kapal maupun pelayanan kepada penumpang, sehingga perjalanan arus balik berjalan aman dan lancar,” tambah Ridwan.

Dengan tingginya jumlah penumpang tersebut, Pelabuhan Semayang kembali menjadi salah satu pintu utama mobilitas masyarakat menuju Kalimantan Timur setelah perayaan Lebaran. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

23 Ribu Penumpang Padati Sepinggan di Puncak Arus Balik

0
Kedatangan penumpang di terminal kedatangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Arus balik Lebaran 2026 di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan mencapai puncaknya pada Sabtu (28/3/2026). Pada hari tersebut, total pergerakan penumpang tercatat menembus angka sekitar 23.000 orang, dengan mayoritas merupakan kedatangan menuju Balikpapan.

Lonjakan ini terlihat dari padatnya aktivitas di bandara sejak pagi hingga malam hari. Ribuan penumpang memadati area kedatangan, menandai tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke Kalimantan Timur usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.

General Manager Angkasa Pura Indonesia Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Wiyana Mahdar, mengatakan angka tersebut telah sesuai dengan prediksi sebelumnya.

“Untuk puncak arus balik tahun ini, jumlah penumpang mencapai sekitar 23.000 orang dan didominasi oleh kedatangan,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan, penumpang yang kembali ke Balikpapan berasal dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta, Makassar, Surabaya, Tarakan, hingga Yogyakarta.

“Memang dari kota-kota tersebut yang paling banyak menyumbang penumpang,” jelasnya.

Secara keseluruhan, trafik penumpang pada periode angkutan Lebaran tahun ini menunjukkan tren peningkatan. Bandara mencatat kenaikan sebesar 6,90 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Sementara jika dibandingkan dengan 2025, terjadi peningkatan sebesar 2,3 persen.

“Puncak arus mudik terjadi pada H-6 atau 14 Maret 2026 dengan jumlah penumpang 19.113 orang. Sedangkan arus balik mencapai puncak pada H+7 atau 28 Maret 2026 dengan sekitar 23.000 penumpang,” tambah Iwan.

Dengan tingginya pergerakan ini, pihak bandara memastikan seluruh operasional berjalan lancar serta pelayanan kepada penumpang tetap optimal, guna menjaga kenyamanan dan keselamatan selama masa arus balik Lebaran. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Emosi Tak Terkontrol, Bapak dan Anak Aniaya IRT di Samarinda

0
Kedua pelaku pengeroyokan. (Ist)

SAMARINDA – Insiden kekerasan menggegerkan warga Jalan S. Parman, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Seorang ibu rumah tangga berinisial IH (41) menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh dua pelaku yang merupakan bapak dan anak, FA (40) dan RJ (62).

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/3/2026) sore. Kejadian bermula saat korban sedang duduk di samping rumahnya. Saat itu, seorang petugas koperasi datang menanyakan alamat rumah mertua salah satu pelaku. Karena tidak mengetahui, korban menjawab apa adanya dan menyarankan agar menanyakan langsung kepada keluarga yang bersangkutan.

Namun, jawaban tersebut diduga disalahartikan oleh pelaku. FA yang tersulut emosi kemudian mengajak ayahnya untuk mendatangi korban.

Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksar, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh kesalahpahaman yang berujung pada tindakan kekerasan.

“Terjadi kesalahpahaman yang membuat pelaku emosi. Bukannya mengklarifikasi, pelaku justru mendatangi korban dengan amarah,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Cekcok mulut yang terjadi di lokasi kemudian berubah menjadi aksi penganiayaan. Berdasarkan keterangan kepolisian, korban ditarik rambutnya hingga terjatuh. Dalam kondisi tersebut, pelaku mencekik leher korban dan menodongkan parang sambil mengancam.

Sementara itu, pelaku lainnya terus memukul wajah korban, terutama pada bagian mata. Korban yang sempat berusaha melarikan diri kembali dikejar dan mengalami kekerasan lanjutan berupa tendangan dan pukulan.

“Korban sempat mencoba melarikan diri, namun terjatuh dan kembali dianiaya oleh kedua pelaku,” tambahnya.

Setelah menerima laporan serta hasil visum yang menunjukkan luka lebam di bagian wajah, Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang segera melakukan penindakan. Pelaku FA berhasil diamankan di kawasan Jalan Rajawali, sementara RJ ditangkap di kediamannya di Jalan S. Parman.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah parang yang digunakan untuk mengancam korban. Keduanya kini telah diamankan di Mapolsek Sungai Pinang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kedua tersangka sudah mengakui perbuatannya dan dijerat dengan pasal terkait pengeroyokan serta pengancaman,” tegas AKP Aksar.

Saat ini korban masih menjalani pemulihan akibat luka fisik dan trauma yang dialaminya. (MK)

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Pantai Manggar Tetap Primadona, Ribuan Wisatawan Padati Kawasan

0
Keramaian di Pantai Manggar Segarasari. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Lonjakan wisatawan terjadi di kawasan Pantai Manggar Segarasari menjelang akhir pekan dalam masa libur Lebaran 2026. Destinasi unggulan Kota Balikpapan ini kembali dipadati pengunjung yang memanfaatkan momen libur panjang bersama keluarga.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pantai Manggar, peningkatan jumlah pengunjung terjadi signifikan dari Jumat (27/3/2026) ke Sabtu (28/3/2026). Pada Jumat, total kunjungan tercatat sebanyak 1.132 orang, terdiri dari 921 pengunjung dewasa dan 211 anak-anak. Sementara jumlah kendaraan yang masuk mencapai 321 unit, dengan rincian 137 kendaraan roda dua dan 184 kendaraan roda empat.

Namun, angka tersebut melonjak tajam pada Sabtu. Total kunjungan mencapai 3.057 orang atau hampir tiga kali lipat dibandingkan hari sebelumnya. Dari jumlah itu, sebanyak 2.418 merupakan pengunjung dewasa dan 639 anak-anak. Jumlah kendaraan juga meningkat menjadi 794 unit, terdiri dari 269 kendaraan roda dua, 520 roda empat, serta lima kendaraan roda enam.

Kepala UPTD Pantai Manggar, Yusdi Linting, mengatakan lonjakan tersebut sudah sesuai dengan prediksi. Tren peningkatan kunjungan memang kerap terjadi saat akhir pekan di tengah libur panjang.

“Pantai Manggar masih menjadi destinasi favorit, baik bagi warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Ia menjelaskan dominasi kendaraan roda empat menunjukkan tingginya kunjungan keluarga yang datang secara berkelompok. Kondisi ini berdampak pada kepadatan di area parkir dan sejumlah titik kawasan pantai.

Untuk mengantisipasi lonjakan, pengelola telah melakukan berbagai langkah, mulai dari pengaturan arus kendaraan, penambahan personel, hingga peningkatan pengawasan kebersihan dan keamanan.

Petugas juga disiagakan di titik-titik strategis guna membantu pengunjung dan menjaga ketertiban selama aktivitas wisata berlangsung.

Yusdi mengimbau pengunjung agar tetap menjaga kebersihan serta mematuhi aturan yang berlaku. Menurutnya, kesadaran wisatawan menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan dan keberlanjutan destinasi.

Dengan tren yang terus meningkat, jumlah kunjungan diperkirakan masih akan bertambah hingga mencapai puncak arus libur Lebaran.

Pemerintah Kota Balikpapan diharapkan terus memperkuat pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, sehingga sektor ini dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan asli daerah. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S

Event Nasional Jadi Kunci Dongkrak PAD Pariwisata Balikpapan

0
Kepala DPOP Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma. (Istimewa)

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah mencatat kontribusi sekitar 34 persen pada tahun sebelumnya, sektor ini ditargetkan meningkat hingga menembus 35 persen pada 2026.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (DPOP) Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma, menyampaikan optimisme tersebut seiring berbagai strategi yang tengah disiapkan pemerintah daerah.

“Kami berharap kontribusi pariwisata bisa sama atau bahkan lebih dari 35 persen. Tahun lalu sekitar 34 persen dari PAD,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).

Salah satu strategi utama yang diandalkan adalah memperbanyak penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional. Kegiatan ini dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung, terutama bagi sektor perhotelan, kuliner, dan jasa pendukung lainnya.

Pemkot Balikpapan saat ini tengah menjajaki sejumlah agenda besar, salah satunya Indonesia International Motor Show (IIMS) yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang. Event tersebut diyakini mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Event besar seperti ini memiliki efek berantai. Hotel terisi, restoran ramai, dan pelaku usaha ikut merasakan dampaknya,” jelasnya.

Selain event, pengembangan destinasi wisata juga menjadi fokus. Pemerintah memetakan potensi wisata mulai dari heritage, wisata alam, hingga rencana pembangunan miniatur kilang sebagai sarana edukasi.

Di sisi lain, pembenahan destinasi yang sudah ada terus dilakukan, termasuk peningkatan aksesibilitas dan perluasan jam operasional objek wisata agar lebih fleksibel bagi pengunjung.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan Pasar Tumpah Pringgodani yang direncanakan dapat beroperasi setiap hari. Selama ini, keterbatasan waktu operasional dinilai menjadi kendala dalam memaksimalkan kunjungan wisata.

“Ada destinasi yang sebenarnya sudah dikenal luas, bahkan meraih penghargaan nasional, tetapi belum bisa diakses setiap hari. Ini yang kami dorong agar lebih fleksibel,” tambahnya.

Pemkot juga memperkuat branding kawasan wisata unggulan seperti Melawai, serta mengembangkan kawasan pantai sebagai ruang publik yang nyaman dan atraktif.

Melalui strategi terpadu yang mencakup penguatan event, pengembangan destinasi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemkot Balikpapan optimistis sektor pariwisata dapat menjadi tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Kami terus mendorong sinergi semua pihak agar pariwisata semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi PAD,” tutup Ratih. (MK)

Pewarta: Aprianto
Editor: Agus S