Beranda blog Halaman 301

Niat Bantu Perbaiki Kapal, Remaja di Tanjung Limau Jadi Korban Serangan Buaya

0
Kondisi korban gigitan buaya. (Ist)

BONTANG – Seorang remaja menjadi korban serangan buaya saat membantu ayahnya memperbaiki kapal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Limau, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (24/3/2026) siang.

Salah satu saksi mata, Malik menjelaskan bahwa kronologi remaja yang menjadi korban serangan buaya bermula, dari sang anak yang sedang membantu ayahnya memperbaiki kapal yang rusak, di sekitaran pukul 15.00 Wita.

Saat sang anak sedang membantu untuk memperbaiki kapalnya di pinggiran perairan, ternyata ada seekor buaya yang sudah mengintai dirinya, dimana posisi buaya sudah berada di dekat korban tanpa disadari korban.

“Anak ini ceritanya lagi bantu bapaknya perbaikan kapal di pinggiran, tidak tahu kalau ada buaya palingan ya, jadi tiba-tiba langsung diserang. Bukan anak kecil, anak ini sudah agak besar. Untuk umurnya saya kurang tahu sekitaran umur berapa,” jelasnya saat ditemui.

Adanya insiden tersebut, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban pun mendapatkan beberapa luka akibat serangan buaya, tepat di bagian dahinya dan juga leher.

“Buayanya yang menyerang cukup besar, kemungkinan ada sekitar dua meter. Entah itu bekas cakaran atau gigitan, lukanya di dahi sama leher. Jadi pas habis nyerang anak ini, buayanya langsung pergi. Anaknya juga sudah dibawa ke rumah sakit” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pemukiman di Gang Family Hangus Terbakar, Bupati Kutim Turun Beri Bantuan

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat turun langsung ke lokasi kebakaran di Gang Family. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Amukan si jago merah kembali melanda permukiman warga di Gang Family III, RT 24, Sangatta, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan dan memaksa belasan warga kehilangan tempat tinggal.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 10 kepala keluarga terdampak. Rinciannya, dua rumah ludes terbakar, satu rumah mengalami kerusakan pada dua kamar, serta enam pintu barakan ikut dilalap api.

Merespons kejadian itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, langsung turun ke lokasi pada Selasa (24/3/2026). Ia memastikan penanganan korban berjalan cepat sekaligus menyalurkan bantuan bersama lintas instansi.

Dalam peninjauan tersebut, Pemkab Kutim menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kutim serta Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur. Sinergi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.

Dinas Sosial menyalurkan bantuan berupa sandang dan pangan. Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada anak-anak korban kebakaran dengan menyiapkan seragam, sepatu, hingga perlengkapan sekolah.

Sementara itu, Baznas Kutim memberikan bantuan dalam bentuk dana. Ketua Baznas Kutim, Masnip Sofwan, menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersumber dari pemotongan TPP ASN di lingkungan Pemkab Kutim.

“Dana zakat yang dihimpun dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk bantuan. Salah satunya untuk korban kebakaran ini,” ujarnya.

Bupati Ardiansyah menegaskan, pemerintah hadir untuk memastikan warga terdampak segera mendapatkan bantuan sekaligus dukungan moril. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.

“Sebagian besar kebakaran, sekitar 90 persen, dipicu arus pendek. Karena itu, pengelolaan jalur listrik di rumah harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kunjungan Beras Basah Tembus 2.600 Orang, Cuaca Bersahabat Dukung Lonjakan Wisata

0
Kondisi Pulau beras Basah di hari Selasa (24/3/2025). (istimewa)

BONTANG – Lonjakan wisatawan ke Pulau Beras Basah selama libur Lebaran terus terjadi. Berdasarkan laporan terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, total pengunjung dalam dua hari pemantauan mencapai 2.677 orang

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari kunjungan pada Minggu (22/3/2026) sebanyak 1.295 orang dan laporan sementara Selasa (24/3/2026) hingga pukul 12.00 WITA sebanyak 1.382 orang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, mengatakan tingginya angka kunjungan didukung oleh kondisi cuaca yang relatif stabil dan bersahabat.

“Cuaca didominasi cerah berawan dengan angin dari arah timur laut dan gelombang berkisar 0,3 hingga 0,5 meter. Ini cukup aman untuk aktivitas wisata dan penyeberangan,” ujarnya.

Pada pemantauan Selasa pagi, gelombang tercatat sekitar 0,5 meter dengan kondisi air laut pasang. Memasuki siang hari, tinggi gelombang tetap stabil di angka yang sama, sementara air laut mulai surut.

Sementara itu, sebaran pengunjung pada hari kedua didominasi warga Bontang sebanyak 881 orang, disusul Kutai Timur 188 orang, Samarinda 154 orang, Balikpapan 100 orang, Kutai Kartanegara 50 orang, dan Kutai Barat 9 orang.

BPBD Kota Bontang juga memastikan, selama dua hari pemantauan tidak ditemukan adanya kejadian bencana maupun insiden di kawasan wisata tersebut.

“Alhamdulillah nihil kejadian. Seluruh aktivitas berjalan aman dan terkendali,” tambah Ismail.

Dalam pelaksanaan pengawasan, BPBD menurunkan 7 personel pada hari kedua untuk melakukan pemantauan di area pelabuhan dan pulau, sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk operator kapal wisata di Tanjung Laut Indah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kesadaran Wisatawan Rendah, Sampah Masih Jadi Masalah di Beras Basah Saat Libur Lebaran

0
Sampah yang berserakan di Beras Basah. (istimewa)

BONTANG – Permasalahan sampah di destinasi wisata unggulan Kota Bontang, Pulau Beras Basah, kembali mencuat, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran. Lonjakan jumlah pengunjung kerap diikuti dengan meningkatnya volume sampah yang ditinggalkan di kawasan pulau.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah di Pulau Beras Basah saat ini masih menjadi tanggung jawab masing-masing pengunjung.

Ia menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hanya dapat membantu penanganan sampah setelah dibawa kembali ke daratan. Hal ini disebabkan keterbatasan sarana, terutama tidak adanya kapal khusus untuk mengangkut sampah dari pulau-pulau kecil.

“DLH mau bantu mengurus jika sudah dibawa ke darat, karena mereka tidak memiliki kapal pengangkut sampah ke pulau-pulau kecil,” ujarnya, Selasa (24/3/2025).

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi dasar diterapkannya program Gerakan sampahku itu tanggung jawabku (GESIT), yang mengedepankan prinsip tanggung jawab individu terhadap sampah yang dihasilkan.

“Salah satu program GESIT itu. Karena wisatawan membawa makanan dan minuman dari darat, maka harus bertanggung jawab membawa kembali sampahnya untuk dikelola dengan baik,” tegasnya.

Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan besar. Eko mengakui bahwa membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan bukan perkara mudah.

“Memang membangun kesadaran masyarakat itu susah sekali, mengubah mindset-nya. Capek, lelah, panas, tapi masih saja banyak yang berdebat ketika diajak menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Fenomena ini semakin terlihat saat libur Lebaran, ketika jumlah wisatawan meningkat drastis. Sampah plastik, sisa makanan, hingga botol minuman kerap terlihat berserakan di kawasan pantai, merusak keindahan alam yang menjadi daya tarik utama Pulau Beras Basah.

Pemerintah pun terus mengimbau para wisatawan untuk lebih peduli terhadap lingkungan, dengan tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata serta membawa kembali sampah ke daratan.

“Kami juga mendatangi rombongan dan memberikan plastik sampah, agar mereka dapat merapikan sampah yang mereka miliki,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pesan-pesan Bunda Neni di Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyalami jemaah wanita usai melaksanakan salat id. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Hijrah, Sabtu (21/03/2026) pagi. Wali kota menyampaikan beberapa pesan saat sambutan.

Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan proses pembinaan spiritual dan moral yang diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih bertakwa, berempati, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Idulfitri, lanjutnya, menjadi momentum untuk kembali pada fitrah sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah.

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan bahwa nilai-nilai yang tumbuh selama Ramadan seperti kejujuran, solidaritas, dan semangat berbagi merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkarakter.

Dalam konteks pembangunan daerah, Pemerintah Kota Bontang terus berkomitmen mewujudkan identitas sebagai “Kota Taman” yang tertib, agamis, mandiri, aman, dan nyaman. Upaya tersebut juga sejalan dengan visi Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN.

Berbagai program prioritas pun terus dijalankan, mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, hingga penguatan nilai sosial dan inovasi daerah.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Si Jago Merah Lalap 6 Barakan dan 2 Rumah Tunggal di Samgatta Uttara

0
Kebakaran hebat kembali terjadi di Sangatta Utara, Gang Family III. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Gang Family III Blok P.U Buntu, RT 24, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Senin (23/3/2026) sekitar pukul 18.20 WITA.

Api yang dengan cepat membesar menghanguskan total delapan bangunan, terdiri dari enam barakan dan dua rumah tunggal. Informasi tersebut disampaikan warga setempat, Mama Rafa, yang berada di lokasi saat kejadian.

Menurutnya, api pertama kali terlihat membesar dan dengan cepat merembet ke bangunan lain yang berdempetan di kawasan tersebut.

Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Namun, besarnya kobaran api membuat sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.

“Api cepat sekali menyebar, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ungkap salah seorang warga.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Aparat terkait masih melakukan penyelidikan dan pendataan terhadap jumlah kerugian serta dampak yang ditimbulkan.

Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini. Sementara itu, pihak berwenang masih mengumpulkan keterangan dari saksi di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Wisatawan Melonjak, Satpolairud Kutim Perketat Patroli Laut di Kenyamukan

0
Satpolairud Polres Kutai Timur (Kutim) mengintensifkan patroli laut di Pantai Kenyamukan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Lonjakan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran tak hanya terjadi di darat. Di kawasan pesisir, pengawasan pun diperketat. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kutai Timur (Kutim) mengintensifkan patroli laut di Pantai Kenyamukan, Senin (23/3/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah wisatawan serta aktivitas nelayan yang melaut selama momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Sejak pagi, personel Satpolairud tampak aktif menyisir wilayah pesisir hingga perairan laut. Mereka tak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan, patroli laut menjadi bagian penting dalam pengamanan Operasi Ketupat Mahakam 2026, terutama di kawasan wisata yang rawan kepadatan pengunjung.

“Ini langkah antisipasi kami untuk mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan keselamatan masyarakat, baik wisatawan maupun nelayan,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan menekan risiko kecelakaan di perairan.

Tak hanya itu, para nelayan juga diminta lebih waspada saat melaut. Fauzan mengingatkan agar mereka memperhatikan kondisi cuaca serta melengkapi diri dengan alat keselamatan.

“Jangan memaksakan melaut jika kondisi tidak memungkinkan. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegasnya.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada para pengunjung pantai. Wisatawan diminta tidak berenang terlalu jauh ke tengah laut serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.

Yang tak kalah penting, potensi ancaman dari satwa liar turut menjadi perhatian. Keberadaan buaya di sekitar perairan Kenyamukan disebut masih perlu diwaspadai.

“Kami ingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati. Ada potensi bahaya dari satwa liar seperti buaya. Jangan lengah,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Libur Lebaran, Pantai Teluk Lombok Diserbu Ratusan Wisatawan

0
Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Mahakam 2026 langsung memperketat pengamanan di Lokasi wisata. (Istimewa)

SANGATTA – Lonjakan wisatawan saat libur Lebaran membuat kawasan Pantai Teluk Lombok dipadati pengunjung, Senin (23/3/2026). Ratusan warga terlihat memadati area pantai untuk menikmati suasana libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Mengantisipasi potensi kerawanan, Pos Pengamanan (Pos Pam) Operasi Ketupat Mahakam 2026 langsung memperketat pengamanan di lokasi. Personel gabungan diterjunkan, mulai dari Polsek, Polairud, Polres, TNI AL, Senkom hingga tenaga kesehatan dari Puskesmas Sangatta Selatan.

Kegiatan pengamanan dipimpin Kapos Pam IPDA Tahan Sakka. Diawali dengan apel kesiapan, seluruh personel diberikan arahan sebelum diterjunkan ke lapangan. Patroli rutin kemudian dilakukan dengan menyisir kawasan pantai secara berjalan kaki untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Berdasarkan data di lapangan, jumlah pengunjung terbilang signifikan. Tercatat sekitar 68 kendaraan roda dua, 45 kendaraan roda empat, serta kurang lebih 190 orang memadati kawasan wisata tersebut.

Selain pengawasan, petugas juga aktif memberikan imbauan kepada pengunjung. Masyarakat diminta tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta memperhatikan potensi bahaya di area pantai, termasuk kemungkinan munculnya satwa liar seperti buaya.

Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman selama momen Lebaran.

“Personel gabungan kami siagakan untuk memastikan seluruh aktivitas masyarakat, khususnya di lokasi wisata, berjalan aman dan kondusif. Kami juga mengimbau agar pengunjung mematuhi arahan petugas dan selalu mengutamakan keselamatan,” ujarnya.

Dengan pengamanan yang diperketat, diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Lebaran dengan aman dan nyaman, tanpa mengabaikan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko di kawasan wisata.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Cuaca Bersahabat, Aktivitas Wisata Laut di Beras Basah Berjalan Lancar

0
Situasi Pulau Beras Basah. (ist)

BONTANG – Kondisi cuaca di perairan Pulau Beras Basah selama libur Lebaran terpantau bersahabat. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, cuaca cerah berawan dengan tinggi gelombang relatif rendah, sehingga aktivitas wisata laut berlangsung lancar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail mengatakan pemantauan dilakukan sejak pagi hingga sore hari, Minggu (22/3/2026), untuk memastikan keamanan pengunjung dan aktivitas penyeberangan.

“Secara umum cuaca cukup mendukung. Dari pagi hingga sore didominasi cerah berawan, gelombang laut juga relatif rendah,” ujarnya.

Pada pagi hari, kondisi gelombang tercatat sekitar 0,5 meter dengan air laut dalam kondisi pasang. Memasuki siang hari, tinggi gelombang menurun menjadi sekitar 0,3 meter, disertai air laut yang mulai surut. Sementara pada sore hari, kondisi gelombang tetap stabil di kisaran 0,3 meter dengan air laut kembali berangsur pasang.

Menurut Ismail, kondisi tersebut tergolong aman untuk aktivitas wisata laut, termasuk penyeberangan kapal dari Pelabuhan Tanjung Laut Indah menuju Pulau Beras Basah.

“Dengan gelombang yang relatif kecil, aktivitas penyeberangan berjalan normal dan tidak ada gangguan berarti,” tambahnya.

BPBD Kota Bontang juga memastikan selama pemantauan, tidak ditemukan adanya kejadian bencana maupun insiden di perairan. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat berwisata, terutama di wilayah laut.

“Cuaca memang mendukung, tapi kewaspadaan tetap penting, baik bagi pengunjung maupun operator kapal,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Jimmi Ingatkan Pemudik Jalan Rusak dan Jembatan Kandolo Rawan

0
Ilustrasi Jembatan Kandolo. (Ilustrasi-AI)

SANGATTA – Arus balik Lebaran mulai jadi perhatian serius DPRD Kutai Timur. Lonjakan kendaraan diprediksi mencapai puncaknya pada H+7 Idulfitri. Masyarakat yang kembali dari kampung halaman pun diminta tidak lengah selama perjalanan.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengingatkan agar pemudik bisa mengatur waktu keberangkatan dengan bijak. Menurutnya, durasi libur yang masih cukup panjang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menghindari penumpukan di jalur utama.

“Jangan menumpuk di satu waktu. Kalau bisa diatur, berangkat lebih awal atau setelah puncak arus balik,” ujar Jimmi saat dikonfirmasi, Senin (23/3/2026).

Selain potensi kepadatan, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi sorotan. Sejumlah ruas jalan lintas provinsi di wilayah Kutim dilaporkan mengalami kerusakan. Kondisi ini dinilai berisiko, terutama saat volume kendaraan meningkat signifikan.

Pengendara diminta lebih waspada dan menjaga konsentrasi, khususnya saat melintasi titik-titik jalan yang rusak.

“Memang ada beberapa ruas jalan yang kondisinya kurang bagus, jadi perlu ekstra hati-hati,” katanya.

Tak hanya itu, jembatan di kawasan Kandolo, Kecamatan Teluk Pandan, juga masuk dalam daftar titik rawan. Struktur jembatan tersebut dinilai cukup riskan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat atau saat cuaca ekstrem.

DPRD Kutim berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat, minimal melakukan penanganan darurat agar tidak mengganggu kelancaran arus balik.

“Mudah-mudahan segera ada penanganan, supaya masyarakat merasa lebih aman saat melintas,” tambahnya.

Di sisi lain, Jimmi juga menekankan pentingnya disiplin pengendara. Ia mengingatkan agar pengguna jalan tidak saling mendahului secara sembarangan dan tetap mematuhi rambu lalu lintas.

Menurutnya, keselamatan berkendara bukan hanya ditentukan kondisi jalan, tetapi juga sikap pengendara itu sendiri.

“Tertib di jalan, saling menghargai. Jangan terburu-buru, karena libur Lebaran masih panjang,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam