Beranda blog Halaman 302

Ribuan Wisatawan Padati Pulau Beras Basah, BPBD Pastikan Kondisi Aman

0
Kondisi Pulau Beras basah selama libur lebaran. (ist)

BONTANG – Kunjungan wisatawan ke Pulau Beras Basah membludak selama libur Lebaran. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, sebanyak 1.295 orang tercatat mengunjungi destinasi andalan Kota Taman tersebut pada Minggu (22/3/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, mengatakan lonjakan pengunjung didominasi wisatawan lokal.

“Mayoritas berasal dari Bontang sebanyak 975 orang, disusul Balikpapan, Samarinda, dan beberapa daerah lain,” ujarnya.

Selain dari Bontang, pengunjung juga datang dari Samarinda (78 orang), Balikpapan (83 orang), Kutai Timur (55 orang), Kutai Kartanegara (35 orang), Penajam Paser Utara (35 orang), Kutai Barat (16 orang), Kalimantan Tengah (5 orang), hingga Medan (13 orang).

Ia menjelaskan, selama kegiatan pemantauan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 16.00 WITA, kondisi cuaca relatif mendukung aktivitas wisata.

“Secara umum kondisi cuaca cukup bersahabat sehingga aktivitas wisata berjalan lancar,” tambahnya.

Ia juga memastikan, selama kegiatan berlangsung tidak ditemukan adanya kejadian bencana maupun musibah. “Nihil kejadian, semua berjalan aman dan terkendali,” tegasnya.

BPBD pun mengimbau para wisatawan untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat menggunakan transportasi laut dan beraktivitas di kawasan pantai, guna menjaga situasi tetap kondusif selama masa libur Lebaran.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Geger Idulfitri, Kasus Mutilasi Sempaja Terbongkar, Pelaku Diamankan

0
Kedua pelaku diamankan di Mapolresta Samarinda. (Istimewa)

SAMARINDA – Suasana Hari Raya Idulfitri 1447 H di Jalan Gunung Pelandu, RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, mendadak berubah mencekam. Warga dikejutkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang tersebar di dua titik tak jauh dari permukiman, Sabtu (21/3/2026).

Penemuan ini menjadi awal terkuaknya kasus pembunuhan sadis yang kemudian dipastikan sebagai mutilasi, dengan korban seorang perempuan yang hingga kini masih dalam proses identifikasi mendalam.

Ditemukan Anak-anak, Warga Langsung Geger

Peristiwa mengerikan ini pertama kali diketahui oleh dua anak yang sedang bermain di sekitar lokasi. Mereka menemukan bungkusan karung mencurigakan di semak-semak, lalu melaporkannya kepada warga.

Ketua RT setempat yang menerima laporan dari warga bernama Suwono langsung menuju lokasi. Saat diperiksa, ditemukan bagian tubuh berupa jari, lengan, dan paha manusia.

“Anak-anak yang menemukan pertama kali. Mereka langsung lapor, lalu kami cek bersama,” ujar Ketua RT di lokasi.

Lokasi tersebut dikenal sebagai “kampung buntu” yang hanya memiliki satu akses keluar masuk dan jarang dilalui orang luar, sehingga penemuan ini sangat mengejutkan warga.

Polisi Temukan 7 Potongan Tubuh di Dua Titik

Dalam olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan total tujuh potongan tubuh yang tersebar di dua lokasi dengan jarak sekitar 70 hingga 100 meter.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengungkapkan bahwa seluruh bagian tubuh korban berhasil dikumpulkan.

“Ada tujuh potongan, termasuk kepala utuh, dua tangan, dua kaki, paha, dan badan. Untuk sementara organ tubuh ditemukan lengkap,” jelasnya.

Selain potongan tubuh, polisi juga mengamankan dua karung yang digunakan untuk membungkus jenazah serta pakaian korban di sekitar lokasi. Namun, senjata tajam yang digunakan pelaku belum ditemukan.

Korban Perempuan, Diduga Dibunuh Secara Sadis

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan masih berstatus Mrs X.

Polisi menduga korban mengalami penganiayaan berat sebelum akhirnya dimutilasi.

“Dugaan awal penganiayaan berat yang berlanjut pada tindakan mutilasi. Saat ini masih dalam pendalaman,” terang Ipda Mat Bahri.

Seluruh bagian tubuh korban telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk dilakukan autopsi serta identifikasi DNA.

Kurang dari 24 Jam, Dua Pelaku Ditangkap

Kerja cepat tim gabungan Jatanras Polresta Samarinda, Polda Kaltim, serta jajaran Polsek membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam setelah penemuan, dua terduga pelaku berhasil diamankan pada Minggu (22/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA.

Kedua pelaku terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi secara intensif sejak siang hari.

Saat ini, keduanya telah diamankan di Mapolresta Samarinda untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Dalami Motif dan Peran Pelaku

Meski pelaku telah diamankan, polisi masih mendalami peran masing-masing serta motif di balik aksi keji tersebut.

Sejumlah barang bukti tambahan juga telah disita untuk memperkuat proses penyidikan. Polisi berkomitmen mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta identitas korban.

Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi warga Samarinda, terlebih terjadi di momen Idulfitri yang seharusnya menjadi hari penuh kebahagiaan.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Ribuan Jemaah Padati Masjid IKN, Momen Sejarah Idulfitri Perdana

0
Suasana Salat Idulfitri di Masjid Negara IKN. (Atmaja Riski)

NUSANTARA – Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat sejarah religius pertamanya dengan pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Ribuan jemaah dari dalam maupun luar Kalimantan Timur memadati masjid berarsitektur ikonik tersebut.

Sejak dini hari, jemaah telah berdatangan. Bahkan sebagian memilih tiba lebih awal demi mendapatkan tempat parkir dan posisi salat yang strategis.

“Kami jam 3 sudah di sini, takut tidak kebagian parkir. Dari penginapan berangkat setengah tiga, bareng keluarga dari Kalimantan Tengah,” ujar Mahmudin, salah satu jemaah.

Antusiasme tinggi membuat area parkir penuh sejak subuh. Jemaah yang datang kemudian diarahkan menggunakan bus menuju area masjid. Untuk mengurai kepadatan, arus lalu lintas di Jalan Sepaku Raya juga sempat dialihkan melalui jalur bundaran Sumbu Barat menuju kawasan Precinct Core dan Sumbu Tripraja.

Dalam khutbahnya, khatib Prof Muhammad Abzar Duraesa mengajak jemaah mensyukuri momentum Idulfitri sebagai hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

“Ini sejarah pertama kita melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Negara IKN. Mari kita bersukacita setelah sebulan menahan diri dan mengendalikan ego,” ujarnya.

Sebelum pelaksanaan salat, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah yang telah meramaikan kegiatan Ramadan di Masjid Negara IKN, mulai dari salat wajib hingga tarawih yang diisi imam dari Masjid Istiqlal Jakarta.

Salat Idulfitri dipimpin imam Dr Ahmad Muzakir, sementara khatib cadangan Ustaz Dr M Aroka Fadli. Sejumlah petugas turut terlibat, termasuk bilal dan pembawa acara yang memastikan rangkaian ibadah berjalan tertib.

Sejumlah pejabat Otorita IKN turut hadir dalam momen bersejarah tersebut, termasuk Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono. Usai pelaksanaan salat, Basuki juga menyempatkan diri berinteraksi dan berfoto bersama jemaah.

Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana di Masjid Negara IKN ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya kehidupan sosial-keagamaan di ibu kota baru, tetapi juga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk menjadi bagian dari sejarah Nusantara.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Salat Id di Islamic Center, Rudy Mas’ud Tekankan Persatuan

0
Suasana usai Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda. (Hanafi)

SAMARINDA – Ribuan umat Muslim memadati Masjid Baitul Muttaqin Islamic Center Samarinda saat pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3/2026). Sejak pagi hari, jemaah terus berdatangan hingga memenuhi seluruh area masjid, termasuk pelataran luar.

Suasana berlangsung khusyuk dan penuh kebersamaan. Jemaah hadir bersama keluarga dengan mengenakan busana terbaik khas Hari Raya. Cuaca yang cerah turut menambah kenyamanan dalam menjalankan ibadah.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam pelaksanaan salat, di antaranya Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, anggota DPR RI dapil Kaltim, Ketua TP PKK Kaltim Syarifah Suraidah, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Samarinda Mame Sadafal, Kasrem 091/Aji Surya Natakesuma Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, jajaran Forkopimda, hingga Ketua Yayasan Masjid Baitul Muttaqin Irianto Lambrie.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kaltim.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima dan membawa keberkahan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah serta menjadi pribadi yang lebih baik dengan menanamkan nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, momen ini juga penting untuk mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.

“Kita harus terus menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan. Kerukunan adalah kekuatan utama dalam membangun daerah,” tegasnya.

Rudy menambahkan, Kaltim saat ini berada dalam fase penting pembangunan yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Dengan semangat kebersamaan dan tanggung jawab, kita bisa menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya.

Pewarta: Hanafi
Editor: Agus S

Nanang Adriani Ajak Warga Perkuat Keimanan di Hari Raya Idulfitri

0
Usai melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H, Wakil Bupati Nanang Adriani (tengah) berfoto bersama ulama, pengurus PHBI Kubar, dan pengurus Masjid Al-Muttaqin Islamic Center Melak. (dok-istimewa)

SENDAWAR – Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama umat Muslim di Masjid Al-Muttaqin Islamic Center, Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, Sabtu (21/3/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Nanang menyampaikan bahwa Hari Raya Idulfitri merupakan momentum penting bagi umat Muslim untuk kembali kepada fitrah serta memperkuat nilai keimanan dan ketakwaan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali menjadi pribadi yang suci dan terus meningkatkan kualitas keimanan serta kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebersamaan dalam membangun daerah. Menurutnya, kemajuan Kutai Barat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak dan berkarakter. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran hibah dan bantuan sosial kepada lembaga keagamaan dan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami terus berupaya hadir mendukung kegiatan keagamaan melalui berbagai program yang transparan dan sesuai regulasi, sebagai bentuk komitmen memperkuat kehidupan beragama di Kutai Barat,” katanya.

Nanang berharap semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian yang terbangun selama Ramadan dan Idulfitri dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga semangat ini terus terpelihara sehingga kita bersama-sama dapat mewujudkan Kutai Barat yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Polsek Melak Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak Bersama Warga

0
Personel Polsek Melak saat bergotong royong bersama masyarakat setempat memperbaiki jembatan yang rusak di RT 006 Melak Ilir. (dok-Polsek Melak)

SENDAWAR – Kepolisian Sektor (Polsek) Melak bersama masyarakat bergotong royong memperbaiki jembatan rusak di Jalan Raden Botoh RT 006, Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Melak, Iptu Rinto Christianto Simanjuntak, bersama personel Polsek dan warga setempat. Perbaikan dilakukan karena kondisi jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah, seperti kayu lapuk dan berlubang, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian bersama warga melakukan penggantian serta penguatan bagian jembatan yang rusak. Upaya ini bertujuan agar jembatan kembali aman dan layak digunakan, khususnya bagi pelajar, pekerja, dan masyarakat yang melintas setiap hari.

Kapolsek Melak, Iptu Rinto Christianto Simanjuntak, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Kami ingin hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu mengatasi persoalan sosial dan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat yang mengapresiasi langkah cepat Polsek Melak dalam membantu perbaikan infrastruktur lingkungan.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

Jalan KIPP IKN Dibuka 5,85 Km, BBPJN Perkuat Akses Lebaran

0
Ruas jalan West Resident yang melewati Pasar KIPP ini juga difungsikan untuk menunjang kelancaran publik pada Lebaran 2026. (Doc. BBPJN Kaltim)

NUSANTARA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur kembali memfungsikan ruas jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) sepanjang 5,85 kilometer selama libur Lebaran 2026.

Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengatakan pembukaan ruas jalan fungsional ini bertujuan mendukung kelancaran konektivitas jaringan jalan di kawasan KIPP.

“Ini juga agar memudahkan mobilitas masyarakat dan pengunjung yang ingin melihat perkembangan pembangunan IKN di libur Lebaran,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Meski masih dalam tahap penyelesaian, ruas jalan tersebut sudah dapat dimanfaatkan secara terbatas guna menunjang aksesibilitas kawasan.

Adapun ruas jalan yang difungsikan meliputi tujuh segmen, yakni West Resident (ROW 44B) sepanjang 1.075 meter, West Resident (ROW 24B4) sepanjang 688 meter, West Resident (ROW 24B3) sepanjang 820 meter, Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.1 ROW 24) sepanjang 1.198 meter, Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.3 ROW 16) sepanjang 780 meter, Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.10 ROW 54) sepanjang 485 meter, serta Precinct Core & Sumbu Tripraja (2.2 ROW 24) sepanjang 800 meter.

Dengan dibukanya tujuh ruas jalan tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran lalu lintas di kawasan IKN, sekaligus mendukung aktivitas pembangunan dan kunjungan masyarakat.

BBPJN Kaltim juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, mengingat beberapa segmen masih dalam proses pengerjaan.

“Tetap patuhi rambu-rambu, jangan laju berkendara,” tegasnya.

BBPJN menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur jalan guna mendukung konektivitas dan percepatan pembangunan kawasan IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

Hari Kedua Lebaran, Si Jago Merap Lalap Rumah di Belakang Hotel Andhika

0
Tangkapan layar video kebakaran di belakang Hotel Andhika. (Ist)

BONTANG – Memasuki hari kedua idufitri, Minggu (22/3/2026) kebakaran terjadi di wilayah Kampung Baru. Tak ayal kobaran si jago merah menarik perhatian warga sekitar yang sedang berlebaran.

Kejadian itu terekspose pada video yang viral di grup-grup whatasapp. Si jago merah tepatnya melalap beberapa unit rumah persis di area belakang Hotel Andhika, Jalan Veteran, Kelurahan Berbas Tengah

Zulkifli, salahsatu warga sekitar yang kebetulan melintas mengungkapkan, kejadian kebakaran itu terjadi sekitar pukul 10.00 wita. Lalu pemadam datang dengan membawa 3 unit armada dan berhasil memadamkan api yang membumbung tinggi.

“Saya belum tau apa penyebab kebakaran itu. Pemadam sudah berhasil memadamkan api walaupun asap masih terlihat tebal,” ujarnya.

Dari video tersebut terlihat para pemadam berupaya memadamkan api, dan meminta warga yang sedang menoonton kejadian itu untuk menjauh dari lokasi, agar pemadam mudah dalam memadamkan api.

Hingga saat ini belum diketahui berapa unit rumah dan kerugian korban kebakaran.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Arus Mudik Lebaran Jalur Laut (1): Doa di Makam, Antrean Panjang, hingga Malam di Laut

0
Penumpang mengabadikan dari dek atas kapal, sebelum kapal sandar di Surabaya pagi ini. Foto: Agus S./Media Kaltim

Ini perjalanan kedua saya menggunakan kapal laut menuju Surabaya. Perjalanan sebelumnya, tiga tahun lalu, juga saya tempuh bersama istri dan putri saya. Kali ini lebih lengkap, bersama istri, putri pertama, dan putra ketiga.

Satu yang belum ikut, anak kedua kami. Masih di Pondok Pesantren Gontor 3 Kediri, menyelesaikan masa pengabdian.

Perjalanan ini sekaligus untuk menjemputnya. Jadi ini bukan sekadar mudik Lebaran, tapi perjalanan untuk kembali menyatukan keluarga.

Awalnya, perjalanan ini tidak direncanakan lewat laut. Saya sudah menyiapkan opsi menggunakan pesawat, dengan jadwal setelah Lebaran. Lebih cepat, lebih praktis. Tapi seperti biasa, rencana di lapangan bisa berubah.

Tiket pesawat mulai terasa tidak fleksibel. Harga juga tidak lagi masuk akal untuk perjalanan keluarga. Dari situ, saya mulai melirik kembali jalur laut.

Masalahnya, tiket kapal di musim mudik bukan perkara mudah. Harus dipesan jauh-jauh hari. Saya mulai mencari sekitar dua minggu sebelum keberangkatan. Awalnya mencoba lewat aplikasi resmi DLU, tapi sebagian besar sudah penuh. Kalau pun ada, tersisa terbatas di kelas ekonomi.

Akhirnya saya mendapatkan tiket melalui Faspay. Dan masih bersyukur, saya mendapatkan kelas III untuk keberangkatan 17 Maret.

Harga tiket lebih mahal dari biasanya. Tiket penumpang Rp862.500 per orang. Untuk kendaraan Rp2.972.500. Total perjalanan kami sekitar Rp6.422.500. Dengan komposisi keluarga seperti kami, hitungannya masih masuk. Apalagi kendaraan bisa langsung digunakan begitu tiba di Surabaya.

Soal surat jalan kendaraan juga sering ditanyakan. Apakah wajib?

Secara aturan, surat jalan diperlukan jika kendaraan bukan milik sendiri. Misalnya masih kredit atau atas nama orang lain. Kalau kendaraan milik pribadi dan atas nama sendiri, cukup membawa STNK. Untuk berjaga-jaga, bisa membawa fotokopi BPKB.

Dalam perjalanan ini, saya siapkan semuanya. Namun di pelabuhan, tidak ada petugas yang menanyakan itu secara detail. Yang diperiksa hanya tiket penumpang dan kendaraan. Selebihnya berjalan normal.

Perjalanan ini kami mulai dari Bontang, Selasa, 17 Maret. Pukul 06.30 WITA kami berangkat. Singgah di Samarinda, lalu lanjut ke Balikpapan.

Sebelum masuk Pelabuhan Semayang, kami sempat ziarah ke makam orang tua.

Tidak lama. Kami membaca doa, lalu melanjutkan perjalanan.

Sekitar pukul 16.00 WITA, kami tiba di pelabuhan. Padat. Antrean kendaraan mengular panjang. Semua bergerak pelan. Masuk antrean saja butuh waktu. Untuk benar-benar masuk ke kapal, kami baru bisa sekitar pukul 19.00 WITA. Hampir tiga jam menunggu.

Begitu masuk ke kapal, suasana langsung berubah. Lebih tertata. Petugas sibuk, mengarahkan kendaraan parkir. Penumpang dipandu ke jalur masing-masing.

Dharma Lautan Utama (DLU) memang dikenal sebagai kapal swasta yang representatif. Itu terasa sejak awal.

Saya sempat menyusuri bagian dalam kapal KM Dharma Kencana V. Meski sudah pernah naik sebelumnya, saya ingin memastikan kondisi terbaru.

BACA JUGA :  Catatan FGD Kodifikasi UU Pemilu (3): Afirmasi Perempuan, Rekrutmen Penyelenggara, Gakkumdu, dan Efisiensi Demokrasi

Dari informasi petugas, pada musim mudik ini kapal menampung sekitar 1.500 penumpang. Pembagian kelas cukup jelas.

Untuk VIP, kelas I, II, hingga III, penumpang berada di dalam kamar, dengan fasilitas yang berbeda-beda.

Di kelas III tempat saya, satu kamar berisi sekitar delapan tempat tidur bertingkat. Kondisinya bersih dan cukup nyaman untuk perjalanan panjang.

Saya juga pernah mencoba kelas II sebelumnya. Isinya empat orang dalam satu kamar. Lebih lega, dengan tambahan fasilitas seperti televisi.

Untuk musala juga tersedia dan bersih. Namun saat waktu salat, harus bergantian. Bisa beberapa gelombang dalam satu waktu.

Untuk kelas ekonomi duduk, disiapkan kursi dalam ruangan besar. Ada hiburan juga. Semalam sempat ada penyanyi yang mengisi suasana. Ruangannya luas dan menampung banyak penumpang.

Untuk ekonomi tidur, tersedia satu ruangan besar dengan banyak tempat tidur.

Sementara di kelas ekonomi umum, penumpang bebas menggelar alas—karpet, tikar, atau kasur kecil—selama tidak mengganggu jalur lalu lintas orang.

Terlihat penuh. Tapi tetap tertib. Petugas juga rutin membersihkan area.

Di dalam kapal juga tersedia barbershop, bagi penumpang yang ingin merapikan rambut.

Selama perjalanan, kami juga mendapat fasilitas makan. Mulai dari sahur, makan siang, berbuka, hingga sahur lagi pagi ini.

Menunya sederhana, tapi cukup dan layak.

Jika ingin tambahan, tersedia kantin dan restoran kecil. Menjual makanan ringan, kopi, hingga kebutuhan lain seperti perlengkapan mandi.

Kembali ke dek, suasana malam terasa lebih tenang. Lampu kapal memantul di laut. Angin cukup kencang, tapi menenangkan. Beberapa penumpang masih duduk, berbincang ringan. Sebagian lain mulai tertidur.

Saya duduk cukup lama. Sambil berbincang dengan penumpang lain. “Capeknya di pelabuhan saja,” kata seorang bapak.

“Di atas kapal malah bisa istirahat.”

Yang lain menambahkan, “Kalau bawa mobil, ini paling masuk akal.”

Selama perjalanan, satu hal yang terasa, jaringan internet hampir tidak ada.

Kalau pun ada, hanya di beberapa titik selama perjalanan. Biasanya di dek atas. Itu pun tidak stabil.

Di dalam ruang kamar, sejak awal naik kapal, praktis tidak ada jaringan.

Baru menjelang pagi, saat kapal mendekati Surabaya, sekitar perairan Madura, sinyal mulai muncul kembali.

Pagi ini saya masih berada di atas kapal. Sambil menunggu sandar yang dijadwalkan pukul 08.00 WITA, saya menuliskan catatan ini.

Perjalanan ini masih panjang. Dan ini baru bagian pertama. Catatan berikutnya akan saya tulis tentang kepadatan jalur darat di Surabaya, perjalanan ke Kediri menjemput putra saya, hingga ke Jember, sampai nanti arus balik di awal April.

Karena mudik bukan hanya soal sampai. Tapi bagaimana perjalanan itu dijalani. (bersambung)

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Di Balik Terangnya Ramadan dan Idulfitri, PLN UIP KLT Pastikan Sistem Kelistrikan Kaltim-Kaltara Andal

0
Petugas PLN melakukan inspeksi dan pemeliharaan peralatan kelistrikan di gardu Induk guna memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.

BALIKPAPAN – Di saat masyarakat menikmati hangatnya suasana Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka puasa, sampai nantinya merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, terdapat peran penting yang bekerja di balik layar untuk memastikan listrik tetap menyala tanpa henti. PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) hadir sebagai garda terdepan dalam menyiapkan fondasi sistem kelistrikan yang andal melalui pembangunan infrastruktur secara masif dan berkelanjutan.

Sebagai unit yang mempunyai tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, PLN UIP KLT memastikan seluruh sistem siap sebelum listrik disalurkan kepada masyarakat. Melalui berbagai proyek strategis, termasuk penyambungan jaringan interkoneksi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, PLN membangun sistem yang saling terhubung sehingga mampu mendukung keandalan pasokan listrik secara menyeluruh di kedua provinsi.

Penguatan sistem ini ditopang oleh pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi yang membentang sepanjang 921,71 kilometer sirkuit dengan total 1.279 tower yang melintasi sedikitnya lima kabupaten/kota. Infrastruktur ini menghubungkan berbagai gardu induk strategis, sehingga memungkinkan distribusi energi listrik yang lebih merata, efisien, serta mampu menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik di masing-masing wilayah.

General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menyampaikan bahwa keandalan listrik yang dirasakan masyarakat saat ini tidak terlepas dari proses panjang pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan.

“Keandalan listrik bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Ini merupakan hasil dari pembangunan sistem yang kuat dan terintegrasi. Melalui interkoneksi, PLN dapat memastikan pasokan listrik tetap stabil, bahkan dalam kondisi beban meningkat seperti pada Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Basuki.

Dengan sistem yang terhubung, PLN mampu mengoptimalkan pasokan listrik antarwilayah, di mana kelebihan daya di satu sistem dapat dialirkan ke wilayah lain yang membutuhkan. Hal ini menjadikan kondisi sistem tetap aman, andal, dan berada dalam kondisi surplus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain pembangunan infrastruktur, PLN UIP KLT juga memastikan kesiapan sistem melalui pengujian menyeluruh, pemeliharaan berkala, serta koordinasi intensif dengan unit operasi guna menjaga keandalan listrik secara _end to end_, mulai dari pembangkitan hingga penyaluran ke pelanggan.

Sejalan dengan semangat “Lebaran Nyaman Bersama”, PLN UIP KLT terus berkomitmen mendukung kelancaran pasokan listrik selama Hari Raya Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan merayakan momen kebersamaan dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (Bom)