Beranda blog Halaman 302

Banjir Rob Kembali Rendam Jalan Pierre Tendean, Tinggi Air Sampai Lutut

0
Banjir yang terjadi di Bontang Kuala (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara kembali dilanda banjir rob. Tepatnya di Jalan Pierre Tendean, banjir sejak sore mulai meninggi. Hingga saat ini di pukul 19.00 Wita, ketinggian air pasang sudah mencapai lutut orang dewasa.

Aam, salah satu warga sekitar mengatakan bahwa banyak motor dan mobil yang mencoba untuk menerjang banjir rob tersebut, akan tetapi sebagian kendaraan yang sedang melintas mengalami mogok di tengah jalan.

Akibat mencoba menerobos banjir, banyak motor yang mengalami mati total, sebab air masuk ke dalam knalpot.

“Jangan dipaksa lewat, airnya semakin tinggi. Sudah banyak motor yang mogok karena nekat terobos banjir, itu banyak yang terjebak di tengah saat mencoba lewat,” ucapnya, Selasa (3/2/2026).

Selain merendam jalan, air laut juga masuk ke beberapa rumah warga sekitar yang berada wilayah Bontang Kuala. Warga terpaksa mengangkut dan menyimpan perabot rumah tangga mereka lebih tinggi, agar tidak terendam air asin.

“Ini bukan untuk yang pertama kalinya, sudah sering seperti ini. Biasanya air surut sampai jam 9 atau setengah 10 malam,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tebang Pohon Berujung Maut, Pria di Bengalon Tewas Tertindih Ulin

0
Polisi melakukan proses identifikasi di lokasi kejadian. (Ist)

SANGATTA – Seorang pria di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), tewas mengenaskan setelah tertindih pohon ulin yang ditebangnya sendiri, Senin (3/2/2026).

Korban diketahui bernama Jianto (58), warga Desa Tepian Langsat. Ia meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) usai tertimpa batang pohon ulin saat melakukan penebangan menggunakan mesin chainsaw di kebun miliknya.

Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sejak pagi hari. Korban berangkat ke kebun bersama istrinya untuk membersihkan lahan dan menebang sejumlah pohon.

“Korban dan istrinya berada di lokasi yang berbeda. Saat menebang pohon terakhir, diduga arah robohnya tidak terkendali sehingga batang pohon ulin menimpa korban,” sebut AKP Asriadi saat dikonfirmasi, Selasa (3/2/2026).

Istri korban baru menyadari kejadian nahas itu setelah suara mesin senso yang digunakan korban tiba-tiba berhenti. Curiga dengan kondisi tersebut, sang istri kemudian mendatangi lokasi korban bekerja.

“Setelah didatangi, korban sudah dalam kondisi tertindih batang pohon dan tidak sadarkan diri,” lanjutnya.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan bantuan. Bersama Ketua RT dan Kepala Dusun, warga mengevakuasi korban dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Bengalon. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas Polsek Bengalon yang menerima laporan langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti berupa mesin chainsaw.

“Hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis menunjukkan korban mengalami luka serius akibat benturan keras,” jelas AKP Asriadi.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan penolakan dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.

Kapolsek Bengalon pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas berisiko, khususnya pekerjaan menebang pohon.

“Gunakan alat pelindung diri dan pastikan perhitungan arah robohnya pohon agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pengawasan Program Rp 250 Juta per RT: Terjunkan Pendamping, Tak Sesuai Aturan Langsung Coret

0
Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Program unggulan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupa alokasi Rp 250 juta per RT dipastikan tidak bisa dijalankan sembarangan. Tahun ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kutim memasang pengawasan ketat dengan menerjunkan petugas pendamping sejak tahap perencanaan hingga realisasi di lapangan.

Pendamping tersebut bertugas memastikan setiap usulan kegiatan RT benar-benar sesuai regulasi. Usulan yang dinilai keluar dari ketentuan, meskipun telah disepakati dalam musyawarah warga, dipastikan langsung dicoret.

“Fungsi pendamping ini sebagai penyaring. Kalau ada usulan di luar ketentuan, meskipun disepakati warga, tetap tidak diperbolehkan,” tegas Kepala DPMDes Kutim, Muhammad Basuni, Selasa (3/2/2026).

Tak hanya memperketat pengawasan, Pemkab Kutim juga mengubah mekanisme penyaluran anggaran. Jika sebelumnya dana Rp 250 juta per RT disalurkan melalui skema hibah, kini program tersebut menyatu dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Kebijakan baru ini diambil untuk memperkuat akuntabilitas dan pertanggungjawaban keuangan. Dengan masuk ke APBDes, seluruh proses pengadaan, penggunaan hingga pelaporan anggaran akan mengikuti sistem keuangan desa yang berlaku.

“Pertimbangannya aspek pertanggungjawaban. Kalau melalui RT sebagai lembaga, metodenya harus hibah. Karena ini program melekat, maka penyalurannya menjadi pendapatan dalam APBDes,” jelas Basuni.

Meski secara administratif dikelola oleh desa, peran RT tetap menjadi kunci. RT diberi kewenangan penuh dalam tahap perencanaan melalui musyawarah warga untuk menentukan prioritas pembangunan di lingkungannya, selama tetap mengacu pada regulasi.

Basuni menyebut, perencanaan penggunaan anggaran Rp 250 juta per RT wajib berpedoman pada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 13 Tahun 2023.

“RT melakukan perencanaan detail. Mereka mengundang warga untuk mengalokasikan anggaran, lalu usulan itu dimasukkan ke desa,” bebernya.

Adapun alokasi dana tersebut difokuskan pada tiga sasaran utama, yakni penurunan angka kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat, penanganan stunting, serta pembangunan sarana dan prasarana skala kecil yang belum terakomodasi APBD.

Dengan pengawasan berlapis dan perubahan skema penyaluran ini, Pemkab Kutim berharap program Rp 250 juta per RT benar-benar tepat sasaran, tepat guna, dan minim celah penyimpangan, sekaligus tetap mendorong partisipasi aktif warga di tingkat RT.

Basuni menegaskan, pengawasan ketat ini bukan untuk membatasi kreativitas warga, melainkan memastikan program berjalan sesuai tujuan dan aturan yang telah ditetapkan.

“Intinya kami ingin dana ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sepanjang sesuai regulasi, silakan direncanakan dan dijalankan. Tapi kalau melenceng dari aturan, pasti kami hentikan,” tandasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Ops Keselamatan Mahakam 2026, Satlantas Polres Bontang Sasar 8 Pelanggaran

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Satlantas Polres Bontang menggelar kegiatan Ops Keselamatan Mahakam 2026, yang berlangsung mulai 2 hingga 15 Februari 2026 mendatang. Kegiatan ini terdapat 8 pelanggaran yang akan ditindak.

Pertama, akan menindak pengendara yang menggunakan handphone saat berkendara. Kedua pengendara yang masih di bawah umur. Ketiga pengendara sepeda motor yang berboncengan melebihi dari tiga orang.

“Adapun pengendara yang tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara beroda empat, pastinya juga akan kami tindak,” ucap Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi.

Selanjutnya pengendara yang tidak menggunakan helm SNI. Pengendara yang di bawah pengaruh miras atau obat-obatan terlarang, hingga pengendara yang melawan arus.

“Selain itu, kami menindak pengendara yang melebihi batas kecepatan. Jadi patuhi peraturan berlalu lintas,” tambahnya.

Untuk lokasi razia, nantinya akan dilakukan di tempat-tempat tertentu dan secara acak, hingga tidak berpatokan dengan satu lokasi saja. Begitu pun dengan waktunya.

“Sementara razia belum kami laksanakan, karena belum ada arahan lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pengunjung Keluhkan Kondisi Toilet di Pujasera Berbas Pantai, Kepala Dispoparekraf: Segera Kami Perbaiki

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Sejumlah pengunjung di Pujasera Berbas Pantai, mengeluhkan kondisi toilet umum yang dinilai sangat kurang layak dan tidak terawat, dimana fasilitas toilet merupakan kebutuhan utama di kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.

Salah satu pengunjung menyebutkan kondisi toilet terlihat sangat kotor, terlebih lagi saluran air tersumbat dan tidak lancar, serta minimnya perawatan rutin. Hal ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan pengunjung yang datang di kawasan tersebut.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Eko Mashudi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan secara langsung di lapangan, dan memastikannya. Terlihat ada dua toilet yang kurang layak untuk digunakan.

“Dalam waktu dekat, toilet di Pujasera Berbas Pantai akan segera kami benahi agar kembali bersih dan layak digunakan. Kami akan melakukan perbaikan di tahun ini,” ucapnya saat dihubungi, Selasa (3/2/2026).

Selain permasalahan toilet, pihaknya juga akan melakukan perbaikan lampu beserta dengan penambahan pemasangan kanopi di setiap sisi bagian Pujasera. Sebagai upaya penataan sarana dan prasarana (sarpras) di kawasan wisata dan kuliner jadi lebih tertata rapi.

“Untuk pengerjaannya belum tahu pasti kapan, yang jelas di tahun ini akan segera kami realisasikan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Jalan menuju SDN 002 Barat Rusak, Dewan Lakukan Sidak

0
Sidak Jalan Pontianak 2 yang rusak diduga pasca pembangunan proyek. (Syakurah)

BONTANG – Komisi C DPRD Kota Bontang melakukan sidak ke Jalan Surabaya 2 yang juga mengalami kerusakan cukup parah setelah menyidak jalan di Kampung Timur, Kelurahan Gunung Telihan, Selasa (03/02/2026).

Jalan tersebut berada di perbatasan RT 19 dan RT 20 dan menghubungkan Jalan Pontianak dan Jalan Perintis. Jalanan tersebut berada di dekat sekolahan sehingga selain lalu lalang warga, anak-anak sekolah kerap mondar-mandir di wilayah tersebut.

Kondisi jalanan yang rusak diduga terjadi karena aktivitas kendaraan pengangkut material, saat pembangunan rombel SDN 002 Bontang Barat dan pembangunan siring sungai di 2024 lalu.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Sem Nalpa mengatakan bahwa pembangunan kota memanglah penting, namun perlu perhatian dari dampak setelah adanya pengerjaan proyek tersebut.

“Dari setelah proyek pembangunan selesai, jalanan tersebut tidak pernah tersentuh perbaikan,” ujarnya.

Terdapat beberapa lubang besar di jalanan tersebut yang sangat berdampak kepada pengguna jalan, seperti Kepala SDN 002 Bontang Barat, Suhartini mengatakan ban mobil miliknya pernah rusak saat melintas lantaran terdapat besi yang mencuat akibat jalan terkikis.

Ketua RT 20 kelurahan Gunung Telihan, Sadrak, mengatakan pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan tersebut. Untuk itu ia berharap adanya hasil setelah sidak dilakukan.

“Semoga setelah ini dapat terealisasi,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ular Piton Masuk ke Pemukiman Warga di Gang Basalt

0
Petugas Disdamkartan Bontang saat mengevakuasi ular piton. (Ist).

BONTANG – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang mengevakuasi seekor ular piton yang masuk ke pemukiman warga di Gang Basalt I, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 04.15 Wita.

Ular tersebut ditemukan masuk ke area pemukiman warga, dimana membuat warga sekitar menjadi resah. Sehingga warga langsung menghubungi petugas Disdamkartan untuk mengevakuasi.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin mengatakan bahwa proses evakuasi ular piton berjalan lancar tanpa kendala, ular berhasil diamankan menggunakan peralatan khusus agar tidak melukai warga maupun petugas.

“Evakuasi dilakukan sesuai prosedur keselamatan, dimana petugas menggunakan alat pelindung diri serta grab capit untuk menangkap ular tersebut. Setelah diamankan, ular akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman,” ucapnya.

Diketahui, petugas yang turun langsung ke lokasi berjumlah sekitar 5 sampai 6 petugas dalam satu regu. Proses evakuasi pun berlangsung sekitar kurang lebih 35 menit.

Adanya hal tersebut, Disdamkartan Bontang mengimbau ke seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan, karena kemunculan hewan liar seperti ular cenderung meningkat.

“Ular biasanya muncul di tempat yang lembab, ular juga kemungkinan datang akibat ada rantai makanannya,” tambahnya.

Selain harus waspada, masyarakat juga diminta untuk tidak mencoba menangkap ular seorang sendiri, apalagi tidak memakai pelindung. Maka Disdamkartan Bontang menyarankan untuk segera melapor apabila menemukan hewan yang berbahaya.

“Layanan evakuasi hewan berbahaya ini merupakan bagian dari tugas penyelamatan Disdamkartan, guna memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat Kota Bontang,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disidak Dewan soal Jalan Kampung Timur, PUPRK Paparkan Terbatasnya Anggaran dan Skema Penanganan

0
DPRD Kota Bontang melakukan sidak pada jalan Kampung Timur Kelurahan Kanaan RT 1. (Syakurah)

BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang merespons sidak Komisi C DPRD Bontang terkait kondisi jalan di Kampung Timur, Kelurahan Kanaan RT 1, Selasa (3/2/2026).

Kabid Bina Marga PUPRK Bontang, Anwar Nurdin, mengakui ruas jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan, namun terkendala prioritas dan keterbatasan anggaran.

Ia menjelaskan, perencanaan pembangunan badan jalan di wilayah tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2023. Awalnya, PUPRK berencana menembus akses hingga ke wilayah HOP. Namun pada 2024, penanganan hanya bisa dilakukan sepanjang 788 meter melalui program TMMD bersama TNI AD.

“Perencanaan kami sudah ada sejak 2023. Target awal 600 meter, tapi di lapangan hampir 800 meter. Namun kalau dihitung keseluruhan kebutuhan, masih sangat panjang,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Anwar menjelaskan, pada 2025 kemarin pihaknya menangani sekitar Rp200 miliar, tahun ini hanya tersisa sekitar Rp40 miliar untuk menangani 87 ruas jalan, termasuk kebutuhan jembatan.

“Kebutuhan penanganan jalan yang sudah kami ranking sebenarnya hampir mencapai Rp1 triliun. Tapi dengan keterbatasan anggaran, banyak yang belum bisa ditangani sekaligus,” tambahnya.

Terkait Jalanan di Kampung Timur, Anwar berharap usulan tersebut bisa menjadi prioritas dalam Musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam alokasi anggaran kota maupun skema pendanaan lain seperti DBH Sawit atau CSR.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan menurunkan tim lapangan untuk penanganan darurat penambalan jalan pada Rabu (4/2/2026) esok hari.

“Insyaallah besok saya turunkan alat dan tenaga harian lepas kami. Alat kami saat ini ada di Sekambing dan akan kami arahkan ke lokasi,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Antrean BBM Kembali Terjadi, Picu Kemacetan di Jam Sibuk

0
Sejumlah kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 mengantri BBM di SPBU Pendidikan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Antrian kendaraan kembali mengular di sejumlah SPBU yang ada di Sangatta, salah satunya SPBU Pendidikan dan SPBU Yos Sudarso, Sangatta Utara, Kutai Timur.

Sejak pagi hari, antrean kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati pintu masuk SPBU hingga meluber ke badan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan tersendat, bahkan sempat memicu kemacetan pada jam-jam sibuk.

“Kalau sudah antre begini, bisa habis waktu satu jam lebih. Padahal cuma mau isi BBM,” keluh Sita Nurcholis, warga Sangatta yang mengaku hampir setiap hari harus menghadapi antrean panjang. Menurutnya, persoalan antrean di SPBU Pendidikan bukan hal baru dan tak kunjung menemukan solusi.

Keluhan serupa disampaikan Siti Hamsina, pengendara sepeda motor. Ia menilai antrean panjang kerap terjadi meski stok BBM masih tersedia. “Bukan karena kosong, tapi yang antre banyak. Kadang ada juga yang isi lama, jadi makin panjang,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Warga menduga lemahnya pengaturan dan pengawasan menjadi salah satu pemicu antrean yang tak terkendali. Praktik pengisian berulang hingga dugaan penggunaan tangki modifikasi kembali menjadi sorotan masyarakat setiap kali antrean mengular.

“Kalau tidak ada penertiban yang tegas, ya begini terus. Setiap hari antre, setiap hari macet,” tambahnya.

Hingga siang hari, antrean kendaraan masih terlihat padat di SPBU Pendidikan. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait tidak lagi menormalisasi kondisi ini dan segera menghadirkan solusi konkret agar drama BBM yang terus berulang tidak semakin membebani aktivitas masyarakat.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Warga Resah Aktivitas Bus Tambang, Spanduk Bernada Protes Bermunculan

0
Sejumlah spanduk bernada protes terpasang di beberapa titik jalan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Sepekan pasca kecelakaan bus perusahaan yang merenggut nyawa seorang warga, gelombang protes mulai bermunculan di berbagai sudut Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Spanduk-spanduk bernada kritik terpasang di sejumlah titik strategis, menyuarakan keresahan masyarakat terhadap aktivitas bus perusahaan di jalan raya, sekaligus menyentil sikap pemerintah daerah yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas.

Protes terbuka itu dinilai sebagai akumulasi kekecewaan publik. Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIPER Kutai Timur, Yogi Oktanis, menyebut kemunculan spanduk sebagai ekspresi kecemasan warga yang selama ini terpendam.

“Kita tak perlu heran dengan spanduk yang bertebaran itu. Itulah bentuk kekecewaan masyarakat, bentuk protes, sekaligus kecemasan warga Sangatta,” ujar Yogi, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, aktivitas bus karyawan yang melintasi kawasan perkotaan bukan hanya memicu kemacetan, tetapi juga berpotensi tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Tragedi yang baru terjadi, kata Yogi, seharusnya menjadi titik balik bagi pemerintah daerah untuk bertindak lebih konkret.

Ia menilai, tanpa intervensi serius, pembiaran justru membuka peluang terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari.

Nada kritik serupa disampaikan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutim, Zambohari. Ia menyoroti lemahnya regulasi dan pengawasan terhadap operasional bus karyawan perusahaan di jalan umum.

“Mereka hanya tertib di dalam kawasan tambang. Begitu keluar ke jalan raya, sering kali asal-asalan,” ujarnya.

Zambohari menilai aksi pemasangan spanduk merupakan cara warga menyadarkan pemerintah bahwa keselamatan publik berada dalam kondisi genting. Ia menambahkan, bus pengangkut karyawan perusahaan kerap memadati ruas Jalan Yos Sudarso, Sangatta Utara, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kutai Timur, Deo Datus Feran Kacaribu, mengingatkan agar tragedi tersebut tidak dinormalisasi oleh pemerintah maupun perusahaan.

“Jangan karena sudah terbiasa lalu pemerintah tutup mata dan perusahaan lepas tangan. Ini bukan soal siapa, tapi soal keselamatan semua orang. Kalau harus menunggu korban jiwa lagi baru bertindak, saya rasa tidak ada yang sudi,” tegas Deo.

Menurutnya, persoalan keselamatan di jalan umum yang melibatkan kendaraan operasional perusahaan merupakan ancaman lintas sektor dan tidak bisa dianggap sebagai isu kelompok tertentu semata.

Tekanan juga datang dari kelompok pemuda. Koordinator G20 Mei Kutim, Erwin Syuhada, menilai rangkaian kecelakaan maut di jalan utama Sangatta sebagai alarm keras atas kelalaian sistemik dalam pengelolaan operasional kendaraan perusahaan.

“Jalan umum yang seharusnya aman bagi warga, anak-anak, dan pengguna sepeda motor justru berubah menjadi jalur industri berisiko tinggi. Ini tidak bisa terus ditoleransi,” katanya.

Erwin mengungkapkan, fakta bahwa korban berasal dari kelompok rentan menunjukkan keselamatan publik belum menjadi prioritas utama. Ia menegaskan, protes warga tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan lahir dari rentetan kecelakaan yang berulang tanpa perubahan signifikan.

“Jika tidak segera ditanggapi dengan kebijakan nyata, maka yang terjadi adalah pembiaran terhadap potensi korban berikutnya,” pungkasnya.

Penulis : Ramlah
Editor: Yusva Alam