Beranda blog Halaman 303

Pemkot Bontang Mulai Tahapan Pembebasan Lahan Parkir Pasar Taman Citra Mas Loktuan

0
Pasar Taman Citra Mas Loktuan. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai melakukan tahapan pembebasan lahan, untuk pengembangan area parkir di Pasar Taman Citra Mas, Kelurahan Loktuan.

Wali Kota Bontang menegaskan, proses pembebasan lahan tidak bisa dilakukan secara langsung karena harus melalui mekanisme dan prosedur hukum yang berlaku.

“Sudah mulai tahapan-tahapan. Nanti ada appraisal, tidak bisa kita tentukan harga seenaknya,” ujarnya saat melakukan sidak di Pasar Citra Mas Loktuan, Selasa (17/4/2026).

Ia menjelaskan, proses tersebut akan melibatkan sejumlah pihak, mulai dari tim teknis, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Pertanahan, hingga aparat penegak hukum seperti kejaksaan.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari, khususnya terkait pengadaan lahan.

“Saya tidak mau staf saya sudah bekerja maksimal, ternyata ada masalah hukum. Terutama kasus tanah, ini harus sesuai aturan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot sempat mengupayakan hibah lahan dari pihak perusahaan kawasan industri, namun opsi tersebut tidak terealisasi sehingga pemerintah harus menempuh jalur pembelian.

Besaran anggaran pembebasan lahan sendiri masih menunggu hasil penilaian dari tim appraisal independen.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Suspek Campak di Bontang Capai 120 Kasus, Wali Kota Ingatkan Pentingnya Imunisasi

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mencatat sekitar 120 kasus suspek campak sejak Januari hingga Maret tahun ini. Meski begitu, sebagian besar pasien dilaporkan telah sembuh setelah mendapatkan penanganan medis.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tim kesehatan untuk melakukan surveilans dan pemeriksaan laboratorium terhadap kasus yang muncul.

“Dari 120 yang kita data dari Januari sampai Maret, alhamdulillah sudah banyak yang sembuh,” katanya.

Pemkot juga terus mengingatkan masyarakat untuk melengkapi imunisasi campak pada anak. Menurutnya, vaksinasi penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius akibat virus campak.

Ia menilai masih ada sebagian orang tua yang menolak imunisasi, sehingga berpotensi menimbulkan risiko penyakit menular di kemudian hari.

“Masih ada orang tua yang tidak berkenan anaknya diimunisasi. Padahal kalau tidak vaksin, suatu saat penyakit seperti polio bisa muncul kembali,” jelasnya.

Selain imunisasi, pemerintah juga memberikan vitamin A dosis tinggi kepada anak sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Neni juga mengimbau masyarakat menghindari kebiasaan kontak fisik seperti cium pipi saat bertemu, karena dapat menjadi media penularan berbagai penyakit menular seperti campak dan tuberkulosis.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Gelar Open House Sederhana di Lebaran Hari ke-2

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, berencana menggelar open house secara sederhana saat Hari Raya Idulfitri tahun ini.

Ia menyebut kegiatan tersebut tetap dilakukan untuk menjaga silaturahmi dengan masyarakat, namun dengan konsep yang tidak berlebihan.

Pada hari pertama lebaran, open house akan digelar di kediaman pribadinya bersama keluarga di Lembah Hijau.

Sementara pada hari kedua, kegiatan serupa akan dilanjutkan untuk masyarakat di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota.

“Yang hari pertama di rumah saya, kemudian hari kedua di Pendopo rujab, untuk masyarakat,” ujarnya.

Neni menegaskan, bahwa pelaksanaan open house dilakukan secara sederhana tanpa kemewahan. Ia ingin suasana Lebaran tetap hangat namun tidak berlebihan.

“Kita terbuka siapa saja yang ingin datang dipersilahkan,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ketua PHDI Kutim: Esensi Nyepi Bukan Heningnya Lingkungan Tapi Kemampuan Umat Mengendalikan Diri.

0
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutim, I Gusti Bagus Oka Mahendra. (Ist)

SANGATTA – Perayaan Hari Raya Nyepi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berlangsung khidmat meski tidak sepenuhnya sunyi seperti di Pulau Bali. Umat Hindu tetap menjalankan ritual dengan penuh makna, di tengah kehidupan masyarakat yang berjalan terbatas.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kutim, I Gusti Bagus Oka Mahendra, menegaskan bahwa esensi Nyepi tidak hanya terletak pada kondisi lingkungan yang hening, tetapi pada kemampuan umat dalam mengendalikan diri.

“Yang utama itu bagaimana kita melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan sungguh-sungguh. Walaupun di luar tidak sepenuhnya sepi, makna Nyepi tetap bisa dirasakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, umat Hindu di Sangatta tetap menjalankan empat pantangan utama, yakni tidak menyalakan api berlebihan, tidak bekerja, tidak bepergian, serta tidak menikmati hiburan. Semua itu menjadi bagian dari proses introspeksi diri dan penyucian batin.

Sehari sebelum Nyepi, semarak pawai Ogoh-ogoh turut mewarnai perayaan. Patung raksasa berwujud menyeramkan diarak oleh para pemuda sebagai simbol Bhuta Kala atau energi negatif yang harus dinetralisir.

“Ogoh-ogoh itu simbol. Setelah diarak, biasanya dimaknai sebagai pelepasan hal-hal buruk dalam diri manusia sebelum memasuki hari hening,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan Nyepi di Kutai Timur memiliki ciri khas tersendiri karena berada di tengah masyarakat multikultural. Aktivitas umum tidak berhenti total, namun toleransi antarumat beragama berjalan baik.

Ia mengapresiasi masyarakat non-Hindu yang turut menjaga ketenangan selama Nyepi, khususnya di lingkungan tempat ibadah dan permukiman umat Hindu.

“Ini yang kami rasakan di Kutim, kebersamaan dan saling menghargai itu sangat kuat. Nyepi bukan hanya milik umat Hindu, tapi juga menjadi momentum memperkuat toleransi,” tuturnya.

Dengan kondisi tersebut, ia berharap nilai-nilai Nyepi tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam mengendalikan diri di tengah dinamika sosial.

“Harapan kami, semangat Nyepi ini bisa membawa kedamaian, bukan hanya bagi umat Hindu, tapi untuk seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Sentilan Plt Ketua DPD Demokrat Kaltim di Momen Jelang Lebaran: Jabatan Itu Amanah, Bukan Ajang Kuasa

0
Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim), Bambang Soepriyadi. (Ist)

SANGATTA – Momentum Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Plt Ketua DPD Partai Demokrat Kalimantan Timur (Kaltim), Bambang Soepriyadi, untuk menyentil para pemegang kekuasaan. Ia mengingatkan, jabatan bukanlah ajang mempertontonkan kuasa, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menurut Bambang, Idulfitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga sebagai momen refleksi untuk kembali pada nilai-nilai fitrah. Nilai tersebut, kata dia, mencakup kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sosial, termasuk dalam tata kelola pemerintahan.

“Lebaran ini harus jadi pengingat. Kekuasaan bukan sekadar kewenangan administratif, tapi amanah yang berat,” tegasnya.

Ia pun mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Pesan tersebut, lanjut Bambang, seharusnya menjadi pegangan utama bagi setiap pejabat dalam menjalankan tugas.

Lebih jauh, ia menilai fitrah manusia sejatinya condong pada kebaikan. Karena itu, momentum Idulfitri harus dimanfaatkan untuk mengoreksi diri, terutama dalam penggunaan kekuasaan agar tidak melenceng dari nilai moral.

“Jangan sampai jabatan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Kekuasaan harus hadir untuk melayani masyarakat dan mendorong kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Bambang berharap, semangat Idulfitri dapat memperkuat komitmen para pemimpin dalam menjaga etika dan integritas. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemerintahan tetap terjaga di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. (rls)

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Rayakan Nyepi, Umat Hindu Arak Ogoh-Ogoh Keliling Sangata

0
Ogoh-Ogoh Diarak, Tanda Bersih Diri Sambut Hari Raya Nyepi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Umat Hindu menggelar pawai ogoh-ogoh sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi. Patung raksasa yang identik dengan wajah menyeramkan itu diusung beramai-ramai, menjadi simbol “pengusiran” sifat buruk dan energi negatif dalam diri manusia.

Prosesi arak-arakan berlangsung meriah. Warga tumpah ruah menyaksikan iring-iringan ogoh-ogoh yang diarak keliling sebelum akhirnya dimusnahkan. Ritual ini menjadi bagian penting dalam rangkaian penyucian diri dan alam semesta sebelum memasuki hari suci Nyepi.

Tak sekadar tontonan, tradisi ini juga sarat makna spiritual. Di sisi lain, pawai ogoh-ogoh menjadi bukti kuatnya pelestarian budaya sekaligus cermin kerukunan antarumat beragama di Kutai Timur.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, turut memberikan perhatian. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada umat Hindu yang akan merayakan Nyepi.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan selamat Tahun Baru Saka 1948,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Ardiansyah menilai, keberlangsungan tradisi ogoh-ogoh menjadi bagian penting dari kekayaan budaya daerah. Ia juga mengapresiasi konsistensi umat Hindu dalam menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

“Ini bukti bahwa keberagaman di Kutim adalah kekuatan. Harus terus kita jaga bersama,” tegasnya.

Momentum Nyepi tahun ini juga dinilai spesial. Pasalnya, waktunya berdekatan dengan perayaan Idulfitri. Situasi ini disebut menjadi ruang untuk mempererat toleransi dan memperkuat kebersamaan.

Sementara itu, Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman. Pengamanan dilakukan bersama TNI dan unsur terkait.

“Kami ingin seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar. Semoga umat Hindu selalu diberi kesehatan dan keberkahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban. Menurutnya, kebersamaan dalam keberagaman menjadi kunci menjaga kondusivitas daerah.

“Persatuan harus terus kita rawat, apalagi di momen keagamaan seperti ini,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Penyelidikan Kasus Dugaan Tabrak Lari Balita di Jalan Brigjen Katamso Terkendala Minim Bukti dan CCTV

0
Ilustrasi (AI).

BONTANG – Kasus dugaan tabrak lari yang terjadi di Jalan Brigjen Katamso, Selasa (17/3/2026) kemarin hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Penanganan kasus tersebut terkendala minimnya alat bukti serta keterangan saksi di lokasi kejadian tersebut.

Dari hasil konfirmasi, pihak kepolisian menyebutkan bahwa saat ini proses yang dilakukan masih sebatas pengumpulan keterangan dari para saksi. Belum ada barang bukti kuat yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

“Masih dalam proses penyelidikan, karena minimnya alat bukti dan saksi. Saat ini kami masih meminta keterangan dari saksi-saksi,” ucap Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, Rabu (18/3/2026).

Selain itu, upaya penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) juga mengalami hambatan. Sejumlah CCTV di sekitar lokasi kejadian, diketahui dalam kondisi rusak, sementara kamera yang sudah aktif tidak, mengarah langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Banyak CCTV yang rusak, dan yang mengarah ke TKP tidak ada,” tambahnya.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor, guna membantu mengungkap kasus tabrak lari ini.

Sebelumnya dalam kasus tersebut, seorang anak perempuan berusia sekitar 3-4 tahun menjadi korban dugaan tabrak lari, yang dimana korban langsung ditemukan oleh orang tuanya dalam keadaan tergeletak dengan kondisi memprihatinkan.

Korban mengalami luka berat di bagian kepalanya, sehingga saat korban langsung dilarikan ke RSUD Taman Husada Bontang untuk penanganan medis, korban tidak dapat diselamatkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pria Gasak Puluhan Bungkus Rokok di Toko Gabby 2, Kerugian Capai Rp 800 Ribu

0
Pelaku tertangkap di kamera CCTV. (Ist)

BONTANG – Seorang pria diduga melakukan aksi pencurian puluhan bungkus rokok di Toko Gabby 2, di kawasan Lengkol, Kelurahan Tanjung Laut, Selasa (17/3/2026).

Aksi tersebut terjadi saat kondisi toko sedang sepi pengunjung, yang dimana pelaku datang dengan menggunakan modus berpura-pura membeli rokok, namun mengambil sejumlah barang dagangan milik korban.

Dari rekaman video melalui CCTV yang beredar, pelaku terlihat mengenakan kaos berwarna cokelat, celana pendek, serta memakai helm GM hitam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku telah berhasil membawa kabur sekitar 20 slop bungkus rokok. Akibat kejadian tersebut, pemilik toko mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 800 ribu.

“Kemungkinan pernah tinggal, karena dia panggilnya oma, jadi orang ini dengan dugaan bukan orang asing yang sudah paham sama keadaan toko. Bahkan pelaku tinggalnya tidak jauh dari sini,” ucap anak pemilik toko saat ditemui.

Korban pun menyayangkan aksi pencurian yang terjadi di tengah suasana bulan Ramadan. Saat kejadian berlangsung pun kondisi toko memang sedang sepi, karena aktivitas warga berkurang akibat menjalankan ibadah puasa.

“Selain itu, pelaku juga diketahui datang menggunakan sepeda motor jenis Sonic, berwarna hitam dan biru,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga korban berharap pelaku segera dikenali dan ditindak, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan sekitar.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Islam Rahmat Bagi Sekalian Alam, Bukan Hanya Umat Muslim

0
Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd. (Dok pribadi)

Oleh:
Dyan Indriwati Thamrin, S. Pd.
Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

Ancaman kemunculan buaya di wilayah Kota Bontang kini menunjukkan tren peningkatan dan tidak bisa lagi dianggap sepele. Dilaporkan, sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 25 kasus kemunculan buaya di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa tingginya angka kemunculan buaya tersebut menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret. “Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tadi saya sudah rapat dengan dinas terkait untuk penanganannya. Buaya sudah ada di mana-mana, baik di darat maupun di laut. Sebisa mungkin kita harus selesaikan,” ujarnya.

Perhatian terhadap persoalan ini semakin menguat, setelah insiden penyerangan terhadap seorang anak berusia 12 tahun saat berenang di perairan rawa-rawa, Kelurahan Loktuan beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menambah daftar kasus dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Neni menggelar rapat koordinasi lanjutan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan), serta Lurah Guntung dan Lurah Loktuan. Kedua wilayah itu dinilai rawan karena kerap terjadi kemunculan buaya dalam beberapa waktu terakhir.

Meski upaya sosialisasi dan penangkapan telah beberapa kali dilakukan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait regulasi serta keterbatasan peralatan medis hewan untuk penanganan satwa liar.

Pemkot Bontang pun berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Samarinda, guna mempercepat proses evakuasi buaya yang dinilai meresahkan masyarakat. https://radarbontang.com/ancaman-buaya-meningkat-neni-sebut-situasi-sudah-darurat/

Walaupun buaya terkategori hewan yang berbahaya dan merupakan reptil pemburu yang hebat, tetapi pada dasarnya buaya tidak memangsa manusia. Hellen Kurniati, Peneliti utama Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesa (LIPI) mengatakan bahwa penyebab buaya menyerang manusia adalah karena buaya kehilangan pakan alaminya.

Ketika wilayah yang ditinggali buaya mengalami penurunan jumlah makanan, maka buaya akan mencari wilayah baru yang mampu menjamin keberlangsungan hidup mereka.

Pembangunan wilayah yang mengalihfungsikan kawasan habitat buaya juga berdampak pada jumlah makanan buaya. Karena pembangunan, habitat alami buaya terganggu dan buaya menjadi mudah bersinggungan dengan manusia secara langsung.

Dilansir dari laman BBC, Rick Langley dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan North Carolina di Raleigh, mengatakan bahwa serangan buaya cenderung menjadi lebih umum karena populasi manusia dan buaya semakin meningkat.

Sedangkan pembangunan yang dilakukan oleh manusia semakin gencar dilakukan dan merambah habitat buaya. https://nationalgeographic.grid.id/read/13899651/buaya-tidak-berencana-memakan-manusia-lalu-mengapa-mereka-menyerang?page=all

Ingatan melayang pada sejarah peradaban Islam di masa lampau. Abdurrahman bin Abu Bakar al-Suyuthi, seorang imam yang menguasai berbagai ilmu, dalam kitab Tarikh al-Khulafa, mengutip beberapa komentar orang ternama yang menyaksikan keadilan Umar bin Abdul Aziz, Khalifah Islam ke-8 pada masa Bani Umayyah.

Jisr al-Qasshab berkata, “Aku melihat domba dan serigala hidup damai pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Subhanallah, serigala sama sekali tidak membahayakan gerombolan domba.” Lalu seorang pengembala berkata, “Jika kepala dalam keadaan baik, maka seluruh tubuh tidak akan bermasalah.”

Malik bin Dinar, seorang tokoh besar sufi berkata, “Saat Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, para pengembala berkata, Siapakah orang shalih yang menjadi khalifah umat ini? Keadilannya telah mencegah serigala-serigala memangsa domba-domba kami.”

Fenomena di atas dirasakan oleh sejumlah pengembala. Mereka yakin hal tersebut berkaitan dengan keadilan Umar bin Abdul Aziz. Salah satu tanda nyatanya adalah saat beliau meninggal, serigala kembali memangsa para domba dengan buasnya. Musa bin A’yun berkata, “Aku pernah mengembalakan kambing di Karman pada masa Umar bin Abdul Azis. Pada saat itu serigala tidak memangsa domba-domba. Namun, tiba saat kami mendapati serigala memangsa domba, maka aku berkata, Pasti orang shalih itu telah meninggal.” Dan benar pada saat itu Umar bin Abdul Aziz telah meninggal. https://alif.id/1bYg/keadilan-umar-bin-abdul-aziz

Dari sejarah ini apakah yang bisa kita jadikan pelajaran? Rahmat bagi sekalian alam yang sungguh terasa terbukti di masa pemerintahan Umar Bin Abdul Aziz bukan melulu karena akhlak sang khalifah. Melainkan karena penguasa benar-benar menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dalam semua sendi kehidupan negara. Tidak hanya rakyatnya yang sejahtera, hewan pun tak terkecuali. Sampai-sampai serigala pun tak merasa perlu memangsa domba.

Bandingkan dengan kondisi saat ini. Jangankan hewan, manusia pun begitu sulitnya hanya sekadar bertahan hidup dari hari ke hari. Akibat penerapan sistem kapitalis, hilang rahmat yang semestinya melingkupi kehidupan alam semesta. Kerusakan alam yang luar biasa masif, tidak hanya menimpa masyarakat tetapi juga kehidupan hewan dalam hal ini buaya. Buaya pun kesulitan bertahan hidup karena habitatnya telah terganggu atau malah kian menyempit.

Sistem kapitalisme yang hanya bertujuan mencari keuntungan materi, mengeksploitasi alam gila-gilaan, tanpa peduli kerusakan lingkungan. Tanpa berniat sedikit pun mengecilkan upaya yang sudah ada, solusi penangkapan maupun pemusnahan masih belum menyentuh akar persoalan. Buaya sendiri bukan lah hewan tanpa manfaat. Buaya berperan sebagai predator puncak yang krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Mereka mengontrol populasi mangsa (ikan, reptil, mamalia kecil) agar tidak terjadi kelebihan populasi, membantu membersihkan sungai dari bangkai, serta menciptakan habitat mikro bagi satwa lain melalui pembuatan lubang air saat kemarau. (rri.co.id).

Maka sudah saatnya tidak lagi bersandar pada sistem kapitalisme dalam menyolusi problematika kehidupan. Belum cukupkah pelajaran dari sejarah Khalifah Umar Bin Abdul Azis sebagai penguasa yang menerapkan Islam sebagai satu-satunya hukum dalam mengatur kehidupan? Peradaban kapitalisme tidak akan pernah mampu menyamai kesejahteraan maksimal yang bahkan mencakup sampai kehidupan hewan.

Semoga segera tumbuh kesadaran di tengah-tengah masyarakat, bahwa sistem Islam mampu mendatangkan kesejahteraan bagi sekalian alam, sehingga bersedia memperjuangkan Islam untuk kembali diterapkan dalam segala aspek kehidupan.

Wallahualam.

Memasuki 2026, Pupuk Kaltim Perkuat Kontribusi pada Pembangunan Kalimantan Timur dan Bontang

0
Kegiatan bukber PT Pupuk Kaltim bersama awak media. (Yusva Alam)

BONTANG – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmennya
untuk terus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan regional Kalimantan Timur, termasuk Kota
Bontang. Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyampaikan bahwa komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian, industri, serta pemberdayaan masyarakat
sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Pupuk Kaltim juga terus memperkuat perannya dalam mendukung keberlanjutan swasembada pangan melalui penyediaan pupuk yang andal, efisien, dan berkelanjutan.

Upaya peningkatan efisiensi dan keandalan produksi tersebut ditopang oleh program revitalisasi industri pupuk, antara lain melalui Revamping Ammonia Pabrik-2. “Pupuk Kaltim akan terus memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan pupuk yang andal, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mengambil bagian sebagai penggerak pembangunan ekonomi regional di Kalimantan Timur, termasuk Kota Bontang, melalui penguatan industri, penciptaan lapangan kerja, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), serta dukungan bagi UMKM,” ujar Anggono Wijaya.

Pupuk Kaltim Memperkuat Sektor Pertanian, Industri, dan Pemberdayaan Masyarakat

  • Pertanian: Pupuk Kaltim menjalankan pendampingan Agrosolution di Kalimantan Timur dengan cakupan per Februari 2026 sebanyak 209 petani dan 1.705 hektar lahan. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.
  • Industri dan lapangan kerja: Proyek pengembangan pabrik soda ash terus didorong untuk membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat Bontang. Sementara itu, proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 yang telah selesai dilaksanakan juga telah memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Seiring pelaksanaan berbagai proyek tersebut, dampak positifnya turut dirasakan oleh perekonomian masyarakat sekitar, mulai dari penyediaan kebutuhan konsumsi harian, layanan transportasi, hingga penyediaan jasa dan pasokan barang dari pelaku usaha lokal, termasuk pelaku UMKM.
  • TJSL: Sepanjang 2025, Pupuk Kaltim berhasil merealisasikan program TJSL dengan total Rp59 miliar yang difokuskan pada 5 bidang prioritas, yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, hukum, dan tata kelola. Program TJSL tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan di berbagai sektor.
  • Bantuan Ramadan: Pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pupuk Kaltim melaksanakan program Bantuan PKT Proaktif Tahun 2026 yang difokuskan untuk memberikan berbagai bentuk dukungan kepada masyarakat Kota Bontang.

Program ini meliputi penyaluran Sembako Ramadan, bantuan operasional dan fasilitas bagi masjid dan musala di Kota Bontang, bantuan kepada panti asuhan, panti jompo, dan pondok pesantren, dukungan kegiatan buka puasa bersama, hingga program mudik gratis bagi masyarakat Bontang.

Secara keseluruhan, total bantuan yang akan disalurkan melalui program ini mencapai hampir Rp 4,3 miliar

Pupuk Kaltim Menjaga Keberlanjutan Swasembada Pangan melalui Keandalan Produksi dan Pasokan

  • Kinerja produksi 2025: Pupuk Kaltim mencatat capaian produksi 2025 sebesar 6.679.415 ton (107,3% dari target), terdiri dari 3.578.366 ton urea, 328.154 ton NPK, dan 2.772.895 ton amonia.
  • Akselerasi produksi 2026: Pada 2026, Pupuk Kaltim menggenjot produksi dengan capaian per 28 Februari 2026 sebesar 1.010.458 ton, dengan rincian:
    ○ 400.662 ton Amoniak (14,62% dari target)
    ○ 553.248 ton Urea (15,99% dari target)
    ○ 56.548 ton NPK (17,62% dari target)
  • Mandat pupuk subsidi 2026: Pupuk Kaltim berkomitmen menjalankan mandat produksi pupuk subsidi yang diberikan Pupuk Indonesia selaku holding untuk memastikan ketersediaan pupuk bagi petani. Strategi pemenuhan mandat dilakukan dengan menjaga keandalan operasional pabrik dan peningkatan efisiensi, salah satunya dengan selesainya proyek Revamping Ammonia Pabrik-2.

Pupuk Kaltim Mendorong Revitalisasi Industri untuk Keberlanjutan Operasi dan Produksi

● Proyek Pabrik Soda Ash:
○ Profil proyek: Bersama Pupuk Indonesia selaku holding, Pupuk Kaltim memulai proyek pengembangan pabrik soda ash pertama di Indonesia pada 31 Oktober 2025, sebagai bagian dari strategi hilirisasi untuk memperkuat kemandirian industri nasional, sekaligus swasembada pangan.

Pabrik ini menargetkan pasar domestik dan ekspor, serta menerapkan prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan emisi CO2 sebagai bahan baku utama produksi soda ash. Pabrik dibangun di lahan ±16 hektar di Kaltim Industrial Estate, Bontang dengan target penyelesaian pada Maret 2028.

○ Spesifikasi utama dan kontribusi:

■ Pabrik dirancang memiliki kapasitas produksi soda ash 300.000 ton per tahun
dan amonium klorida 300.000 ton per tahun. Soda ash merupakan bahan baku
strategis yang dibutuhkan berbagai sektor industri nasional, seperti kaca, deterjen, makanan, pulp and paper, serta keramik yang saat ini masih dipenuhi dari impor.

Sementara itu, amonium klorida dapat dimanfaatkan sebagai pupuk langsung sebagai sumber nitrogen, maupun sebagai bahan baku campuran untuk produksi pupuk NPK, sehingga mendukung upaya keberlanjutan swasembada pangan.

■ Melalui kapasitas produksi soda ash sebesar 300.000 ton per tahun, pabrik ini
ditargetkan mampu memenuhi sekitar ±30% kebutuhan domestik dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp1 triliun per tahun dari substitusi impor.

Sementara itu, kapasitas produksi amonium klorida sebesar 300.000 ton per
tahun membuka peluang substitusi impor bahan baku pupuk dengan nilai sekitar
Rp250 miliar per tahun.

○ Dampak keberlanjutan: Dari sisi keberlanjutan, pabrik akan menyerap sekitar 174.000 ton CO2 per tahun dari emisi fasilitas eksisting sebagai bahan baku produksi soda ash, sebagai bagian dari dukungan terhadap program dekarbonisasi.

○ Dampak ekonomi: Proyek ini mendorong dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja serta pelibatan industri, pelaku usaha lokal dan UMKM. Selain itu, proyek ini juga berpotensi menambah serapan garam lokal sebesar 17.000 ton per tahun.

Pupuk Kaltim berkomitmen memprioritaskan 75% kebutuhan tenaga kerja pembangunan pabrik soda ash bagi masyarakat Bontang yang memenuhi syarat dan keahlian, sesuai ketentuan dari
Pemerintah Kota Bontang. Perekrutan tenaga kerja lokal akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahapan proyek.

● Revamping Ammonia Pabrik-2:

○ Profil pabrik: Pupuk Kaltim meresmikan proyek Revamping Ammonia Pabrik-2 pada 29 Januari 2026 sebagai langkah meningkatkan efisiensi energi dan memperkuat keberlanjutan industri pupuk nasional melalui modernisasi teknologi.

Pabrik-2 merupakan pabrik tertua milik Pupuk Kaltim yang dibangun pada 1982 dan mulai beroperasi pada 1984, dengan kapasitas 595.000 ton amonia per tahun serta 570.000 ton urea per tahun.

Melalui revamping, Pupuk Kaltim mendorong operasi produksi yang lebih hemat energi, rendah emisi, dan berdaya saing.

○ Dampak: Revamping ditujukan untuk menurunkan konsumsi gas sebesar 4 MMBtu per ton amonia (10% dari kondisi sebelumnya) dan menurunkan emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.

Inisiatif ini juga berpotensi menekan biaya produksi melalui peningkatan efisiensi, didukung pembaruan dan modernisasi teknologi pada rangkaian sistem produksi.

Secara keseluruhan, peremajaan ini mampu memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun.

○ Signifikansi: Melalui efisiensi energi, revamping mendukung biaya produksi yang lebih hemat sehingga menjaga keterjangkauan harga pupuk dan keberlanjutan swasembada pangan.

Inisiatif ini juga sejalan mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui pengurangan emisi yang dihasilkan. (Rls)

Editor: Yusva Alam