Beranda blog Halaman 304

Tewas Mendadak di Jalan Harun Nafsi, Pria Asal Semarang Diduga Sakit Saat Cari Kerja

0
Korban tergeletak di pinggir jalan, tepatnya di tengah jembatan kayu. (Istimewa)

SAMARINDA — Seorang pria asal Semarang ditemukan meninggal dunia secara mendadak di Jalan Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Senin (2/2/2026) siang. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar karena korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan, tepat di tengah jembatan kayu.

Korban diketahui bernama Asikin (59), warga asal Semarang, Jawa Tengah. Ia ditemukan dalam posisi terlentang sekitar pukul 14.30 WITA, tak jauh dari akses jalan utama kawasan tersebut.

Keterangan kepolisian menyebutkan, korban diduga datang ke Samarinda untuk mencari pekerjaan. Informasi itu diperoleh dari keterangan warga dan laporan awal di lokasi kejadian.

“Informasi yang didapat, laki-laki ini datang ke sini untuk meminta pekerjaan. Namun, saat baru sampai di depan lokasi ini, ia tiba-tiba masuk dan langsung rebah dalam keadaan terlentang,” ujar Riyan Riski, Kanit Pamapta III.

Setelah menerima laporan warga sekitar pukul 14.00 WITA, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi dan mengamankan area. Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab kematian.

“Identitas korban bernama Asikin, laki-laki, 59 tahun, domisili Semarang, Jawa Tengah,” jelas Ipda Riyan Riski.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit.

“Untuk sementara kami masih mencari tahu penyebab pasti meninggalnya. Secara kasat mata dan hasil pantauan Inafis tadi, diduga karena sakit. Kami juga masih memeriksa apakah ada tanda kekerasan lainnya,” tambahnya.

Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lanjutan. Pihak kepolisian masih menunggu kehadiran keluarga korban guna proses selanjutnya. (MK)

Editor: Agus S

Jelang Ramadan dan Mudik, Satlantas PPU Gelar Operasi Keselamatan Mahakam 14 Hari

0
Kasatlantas PPU, AKP Dedik Prasetyo saat diwawancarai. (Deddy/MKNN)

PPU — Satlantas Polres Penajam Paser Utara mengintensifkan upaya pencegahan kecelakaan dengan menggelar Operasi Keselamatan Mahakam selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini menjadi langkah awal kepolisian dalam menyiapkan pengamanan lalu lintas menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Penajam Paser Utara, Dedik Prasetyo, menyampaikan bahwa operasi difokuskan pada peningkatan kesadaran berlalu lintas, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang diproyeksikan melakukan perjalanan mudik.

“Operasi Keselamatan Mahakam ini kami laksanakan sebagai persiapan Ramadan dan Lebaran 2026. Tujuannya agar kami lebih siap, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat berlalu lintas, baik pengguna roda dua maupun roda empat yang akan melakukan perjalanan mudik,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Selama pelaksanaan operasi, Satlantas Polres PPU meningkatkan kehadiran personel di lapangan melalui patroli rutin dan patroli mobile. Langkah ini diarahkan pada pencegahan kecelakaan sejak dini, sebelum memasuki puncak arus mudik.

Selain patroli, kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan acak (random check) terhadap kendaraan angkutan yang diperkirakan digunakan sebagai angkutan Lebaran, baik angkutan umum maupun kendaraan lain yang membawa penumpang.

“Selama operasi ini kami akan lebih aktif turun ke lapangan. Patroli ditingkatkan dan kami menitikberatkan random check terhadap angkutan yang akan digunakan sebagai angkutan Lebaran,” jelasnya.

Pemeriksaan mencakup kelayakan kendaraan, kondisi teknis, kelengkapan administrasi, serta kesiapan pengemudi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar aman dan layak jalan.

Operasi Keselamatan Mahakam digelar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah kabupaten, terutama pada ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi dan potensi kecelakaan. Penempatan personel disesuaikan dengan karakteristik lalu lintas masing-masing wilayah, termasuk jalur lintas antarkecamatan dan akses menuju kawasan strategis.

“Kegiatan operasi akan dilaksanakan di beberapa titik yang tersebar di seluruh wilayah PPU,” terangnya.

Dedik mengakui, wilayah PPU memiliki tantangan tersendiri. Secara geografis, bentang wilayah yang panjang dengan banyak jalur lalu lintas membutuhkan pengamanan ekstra. Selain itu, kawasan Ibu Kota Nusantara hingga kini masih berada dalam wilayah administratif PPU, sehingga pengamanan lalu lintas di kawasan tersebut juga menjadi tanggung jawab Polres PPU.

“Wilayah PPU bentangnya cukup panjang dan jalur lalu lintasnya beragam. IKN juga masih masuk wilayah PPU, sehingga menjadi bagian dari tanggung jawab kami,” ungkapnya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, kepolisian berkomitmen memaksimalkan pengamanan selama Operasi Keselamatan Mahakam agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia menegaskan, operasi ini tidak semata mengedepankan penindakan, melainkan pencegahan dan edukasi keselamatan berlalu lintas. Dengan dimulainya operasi sejak Februari, diharapkan kesadaran dan kesiapan masyarakat semakin baik saat memasuki Ramadan hingga puncak mudik Lebaran.

“Kami maksimalkan pengamanan dan memastikan keselamatan berkendara selama mudik. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Tahun Ketiga Beruntun Setor PAD, Tirta Mahakam Kukar Masih Tunggu Audit KAP

0
Dirut Perumda Tirta Mahakam, Suparno (Ady/MKN)

TENGGARONG — Perumda Tirta Mahakam kembali menegaskan komitmennya untuk menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026. Jika terealisasi, ini menjadi tahun ketiga berturut-turut perusahaan daerah tersebut berkontribusi bagi kas daerah sejak 2024, meski besaran setoran masih menunggu hasil audit independen.

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengatakan nominal PAD belum bisa diumumkan karena laporan keuangan perusahaan masih diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

“Secara prinsip, insya Allah pasti ada PAD. Tapi soal nominal kami belum bisa sampaikan sekarang, karena masih menunggu hasil audit. Kalau saya sebut angka sekarang, takutnya nanti meleset,” ujarnya.

Suparno menekankan, upaya meningkatkan kontribusi PAD terus dilakukan seiring perbaikan kinerja perusahaan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa fungsi utama PDAM tetap sebagai penyedia layanan dasar air bersih bagi masyarakat, sesuai arahan Pemkab Kutai Kartanegara.

“BUMD memang dituntut memberi kontribusi pendapatan daerah. Tapi khusus PDAM, fungsi utamanya adalah pelayanan dasar masyarakat. Amanat Pak Bupati jelas, bagaimana PDAM mempercepat dan memperluas pelayanan air bersih di 20 kecamatan,” tegasnya.

Meski demikian, setelah kebutuhan layanan dasar terpenuhi, potensi PAD tetap menjadi target yang digarap. Menurut Suparno, Tirta Mahakam menjalankan dua peran sekaligus—fungsi sosial dan fungsi ekonomi—yang harus berjalan seimbang.

“Kalau pelayanan sudah berjalan dengan baik dan ada potensi menambah PAD, tentu akan kami lakukan. Dua fungsi ini harus seimbang,” katanya.

Terkait tren kontribusi, Suparno memastikan PAD tahun ini cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya, meski angka pastinya baru bisa dipastikan setelah audit rampung.

“Insya Allah meningkat, cuma angkanya belum bisa kami pastikan. Ini sudah tahun ketiga kami menyetor PAD, dan itu hasil kerja bersama perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya. (MK)

Editor: Agus S

Banjir Tutup Total Jalur Kota Bangun–Tenggarong, Warga Terjebak dan Arus Logistik Tersendat

0
Banjir di Jalan Poros Tenggarong–Kota Bangun, kawasan Desa Senoni (Istimewa)

TENGGARONG — Banjir kembali melumpuhkan jalur vital di Kutai Kartanegara. Jalan Poros Kota Bangun–Tenggarong di kawasan Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, terendam banjir dan tak dapat dilintasi kendaraan sejak Senin (2/2/2026) pagi. Akses penghubung antarkecamatan itu terputus total, membuat aktivitas warga tersendat.

Genangan air terjadi sebelum KM 40 dan menutup badan jalan dengan arus yang deras. Akibatnya, mobilitas masyarakat terganggu, mulai dari perjalanan kerja, aktivitas ekonomi harian, hingga distribusi barang antarwilayah. Dari dua arah, kendaraan terpaksa berhenti dan mengantre panjang menunggu kondisi memungkinkan untuk melintas.

Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak dini hari. Luapan sungai dengan debit tinggi mengalir deras ke badan jalan, menciptakan kondisi berbahaya—terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan ringan.

Salah seorang warga, Ahmad, mengaku terpaksa menunda perjalanan menuju Kecamatan Kembang Janggut karena derasnya arus.
“Airnya sudah menutup jalan dan arusnya kuat sekali. Kalau dipaksakan bisa berbahaya,” ujarnya.

Sebagian pengendara dari arah Kota Bangun memilih memutar melalui jalur alternatif jalan hauling di wilayah Lebaho Ulaq, Muara Kaman. Namun jalur tersebut bukan akses umum, memerlukan waktu tempuh lebih lama, dan tidak semua kendaraan berani melintas.

Hingga siang hari, banjir dilaporkan belum sepenuhnya surut. Warga berharap penanganan cepat dari pihak terkait mengingat jalan poros tersebut merupakan urat nadi transportasi masyarakat. Pengguna jalan diimbau menunda perjalanan dan terus memantau informasi resmi hingga kondisi kembali aman dilalui. (MK)

Editor: Agus S

Badai Malam Hadang Kepulangan, Tim SAR Selamatkan 12 Pemancing di Perairan Lamaru

0
Tim SAR saat mengevakuasi 12 pemancing yang terjebak badai.

BALIKPAPAN — Cuaca ekstrem yang datang mendadak nyaris berujung petaka di perairan Lamaru, Balikpapan Timur. Sebanyak 12 orang rombongan pemancing beserta anggota keluarga mereka terjebak badai saat berada di tengah laut. Berkat respons cepat tim SAR gabungan, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Operasi pencarian dan pertolongan dipimpin tim gabungan, termasuk personel dari Basarnas Balikpapan. Insiden terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 19.30 WITA, ketika satu keluarga pemancing berada di bagang untuk mengambil ikan. Tak lama berselang, cuaca berubah drastis dengan hembusan angin kencang dan gelombang tinggi.

Kepala Seksi Operasi KPP Balikpapan, Endrow Sasmita, menjelaskan kondisi tersebut membuat kapal yang digunakan rombongan tidak mampu kembali ke daratan.
“Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat kapal mereka tidak mampu kembali ke daratan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Situasi kian membahayakan seiring waktu. Sebagian korban mulai mengalami kedinginan dan kelelahan. Menyadari kondisi darurat, salah satu anggota rombongan menghubungi Kantor SAR Balikpapan pada Senin dini hari sekitar pukul 01.15 WITA untuk meminta bantuan.

Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Balikpapan segera bergerak. Pada pukul 01.30 WITA, satu Search and Rescue Unit (SRU) diberangkatkan dari Dermaga Somber menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dengan dukungan peralatan SAR lengkap, mulai dari perlengkapan air dan selam hingga medis serta komunikasi.

“Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 03.00 WITA. Meski hujan ringan, kondisi angin dan gelombang masih cukup tinggi dan menjadi tantangan dalam proses evakuasi,” jelas Endrow.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Seluruh 12 korban berhasil dipindahkan dari bagang satu per satu tanpa adanya korban luka serius maupun korban hilang. Setelah itu, rombongan dibawa ke Dermaga TPI Manggar sebelum akhirnya tiba kembali di Dermaga Somber sekitar pukul 05.45 WITA untuk konsolidasi dan debriefing.

Endrow menegaskan, keberhasilan operasi ini ditopang koordinasi yang solid antarunsur SAR serta kecepatan pengambilan keputusan di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

“Dengan seluruh korban dalam keadaan aman, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan kembali ke status siaga,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Data Kemiskinan Bontang Didigitalisasi, Pemkot Tancap Gas Tekan Angka Kemiskinan

0

Pemerintah Kota Bontang mulai mengarahkan pengelolaan data kemiskinan ke sistem digital guna memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkot Bontang untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb2feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Data Kemiskinan Bontang Menuju Digitalisasi, Pemkot Tegas Turunkan Angka Kemiskinan

0

Melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM), Pemkot Bontang menggelar Pleno Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan Kota Bontang Tahun 2025, Jumat pagi (30/01/2026), di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

Pleno ini menjadi tahapan penting dalam menyaring dan memastikan keabsahan data usulan masyarakat yang dihimpun dari tingkat RT hingga kelurahan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb2feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya

Sopir Vios yang Kabur Usai Tabrak Scoopy di Juanda Jadi Tersangka, Hanya Wajib Lapor

0
Tangkapan layar mobil tersangka yang diamankan. (ist)

BONTANG – Kasus kecelakaan maut di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Rabu (28/1/2026) lalu, menetapkan pengemudi Toyota Vios silver bernomor polisi KT 1733 B berinisial S (53) kini resmi berstatus sebagai tersangka.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasat Lantas Polres Bontang AKP Purwo Asmadi menjelaskan, penetapan tersangka didasarkan pada fakta, S meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertolongan kepada korban, pengendara Honda Scoopy merah bernomor polisi KT 4169 QC, R.A.D (36).

“Tersangka dijerat Pasal 312 jo Pasal 231 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukumannya maksimal tiga tahun penjara dan denda hingga Rp75 juta,” katanya ,Senin (2/2/2026).

Meski berstatus tersangka, S tidak ditahan. Polisi hanya memberlakukan wajib lapor tiga kali dalam seminggu karena ancaman pidananya di bawah lima tahun.

Dari hasil olah TKP, kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.35 Wita. Saat itu, R.A.D hendak menyeberang menuju Bukit Indah. Di saat bersamaan, Toyota Vios yang dikemudikan S datang dari arah Rawa Indah menuju Bukit Indah di jalur yang sama.

Polisi menduga kondisi cuaca gerimis dan jalannya yang licin turut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan. Hal ini diperkuat dengan temuan bekas benturan pada fender bawah ban depan kanan mobil, yang mengindikasikan adanya kontak pada fase awal tabrakan.

Insiden tersebut membuat R.A.D mengalami luka berat di bagian kepala dan segera dilarikan ke RS Amalia Bontang. Namun, ia dinyatakan meninggal saat menjalani perawatan.

Sebelumnya, S sempat melarikan diri setelah kejadian. Ia akhirnya berhasil diamankan polisi pada hari yang sama di Pasar Telihan saat sedang berjualan. Mobilnya juga ditemukan terparkir di belakang area pasar.

“Penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Kami telah mengamankan barang bukti kendaraan, memeriksa tersangka, serta meminta keterangan para saksi,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Takut Akses Jalan Ditutup Perusahaan, Dewan Desak Pemkot Siapkan Jalan Alternatif

0
DPRD Bontang tinjau akses jalan warga. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Salah satu warga di RT.14, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan melaporkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang terkait akses jalan yang selama ini mereka lalui, dimana jalan tersebut ialah milik dari perusahaan.

Warga merasa sangat khawatir, apabila mereka telah menolak keras pembangunan batching plant milik perusahan PT Tahta Indonesia Muda, mereka nantinya akan kehilangan akses jalan tersebut.

Sebab sudah bertahun-tahun lamanya, mereka keluar masuk hanya melewati jalur itu, dimana jalur tersebut merupakan jalur satu-satunya akses jalan mereka.

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib menegaskan, bahwa pemerintah kota (pemkot) harus bisa memberikan jalan alternatif ke masyarakat, apabila jalan mereka yang sering mereka dilalui ditutup perusahaan.

“Pak Camat dan dari Dinas PU mohon dibantu, untuk bisa buatkan plannya, buat masyarakat disini agar memiliki jalan. Karena kita antisipasi, bisa saja pemilik lahan ini langsung menutup akses jalannya, sehingga warga tidak bisa lewat,” jelasnya.

Kesempatan yang sama, Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan pembuatan jalan alternatif untuk warga sekitar.

“Iya memang sangat penting, warga harus memiliki jalan. Nanti akan kita usulkan pembuatan jalan sekitar dua meter lebih,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Dapat Penolakan, Pihak Perusahaan Siap Pindah Lokasi

0
DPRD Bontang tinjau lokasi pembangunan batching plant di Kelurahan Tanjung Laut Indah (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Sejak berdirinya instalasi batching plant beberapa hari yang lalu langsung ditolak warga setempat, kini pihak perusahaan PT Tahta Indonesia Muda berencana akan membongkar alat tersebut, Senin (2/2/2026).

Hal ini disampaikan secara langsung oleh Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah ketika pihaknya beserta para jajaran, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang melakukan sidak.

Dirinya mengatakan, bahwa lokasi berdirinya instalasi batching plant di Tanjung Laut Indah ini, merupakan wilayah permukiman, serta wilayah perdagangan dan jasa. Maka pihak perusahaan akan membongkar instalasi tersebut.

“Untuk batching plant ini akan segera diangkut, dan dipindahkan dalam waktu dekat, adapun saya coba hubungi lagi pihak perusahaan, katanya pagi ini akan dikerjakan. Jadi mohon bersabar buat warga sekitar,” jelasnya.

Kabar ini tentunya membuat masyarakat sekitar bisa bernafas dengan lega, terutama warga di wilayah RT.14 Kelurahan Tanjung Laut Indah. Sebab apabila masih saja diteruskan, kedepan akan ada dampak yang timbul, seperti keributan yang membuat kenyamanan masyarakat jadi terganggu, serta debu yang tebal.

“Terima kasih banyak semua atas bantuannya, batching plant tidak jadi dibangun. Saya yang mewakili masyarakat disini dan yang paling terdampak, sangat bersyukur akhirnya anak-anak kami bisa menghirup udara segar kembali. Terima kasih,” ucap Hasriani.

Sebelumnya, warga melihat instalasi batching plant berdiri sejak 23 Januari 2026 kemarin, dan warga merasa sangat keberatan dengan keberadaannya. Karena potensi lalu lalang truk bermuatan berat, serta truk molen yang beroperasi setiap hari.

Terlebih lagi, aktivitas tersebut dinilai akan menimbulkan kebisingan, debu, serta berisiko merusak jalan di sekitar permukiman. Sebab pihak dari perusahaan juga tidak ada sosialisasi sebelumnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam