DPRD Bontang tinjau lokasi pembangunan batching plant di Kelurahan Tanjung Laut Indah (Dwi/RadarBontang).
BONTANG – Sejak berdirinya instalasi batching plant beberapa hari yang lalu langsung ditolak warga setempat, kini pihak perusahaan PT Tahta Indonesia Muda berencana akan membongkar alat tersebut, Senin (2/2/2026).
Hal ini disampaikan secara langsung oleh Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah ketika pihaknya beserta para jajaran, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang melakukan sidak.
Dirinya mengatakan, bahwa lokasi berdirinya instalasi batching plant di Tanjung Laut Indah ini, merupakan wilayah permukiman, serta wilayah perdagangan dan jasa. Maka pihak perusahaan akan membongkar instalasi tersebut.
“Untuk batching plant ini akan segera diangkut, dan dipindahkan dalam waktu dekat, adapun saya coba hubungi lagi pihak perusahaan, katanya pagi ini akan dikerjakan. Jadi mohon bersabar buat warga sekitar,” jelasnya.
Kabar ini tentunya membuat masyarakat sekitar bisa bernafas dengan lega, terutama warga di wilayah RT.14 Kelurahan Tanjung Laut Indah. Sebab apabila masih saja diteruskan, kedepan akan ada dampak yang timbul, seperti keributan yang membuat kenyamanan masyarakat jadi terganggu, serta debu yang tebal.
“Terima kasih banyak semua atas bantuannya, batching plant tidak jadi dibangun. Saya yang mewakili masyarakat disini dan yang paling terdampak, sangat bersyukur akhirnya anak-anak kami bisa menghirup udara segar kembali. Terima kasih,” ucap Hasriani.
Sebelumnya, warga melihat instalasi batching plant berdiri sejak 23 Januari 2026 kemarin, dan warga merasa sangat keberatan dengan keberadaannya. Karena potensi lalu lalang truk bermuatan berat, serta truk molen yang beroperasi setiap hari.
Terlebih lagi, aktivitas tersebut dinilai akan menimbulkan kebisingan, debu, serta berisiko merusak jalan di sekitar permukiman. Sebab pihak dari perusahaan juga tidak ada sosialisasi sebelumnya.
Momen Penyerahan Bantuan kemanusiaan dari Kutim yang diantarkan langsung oleh Ketua dan Sekretaris PMI Kutim. (Ist)
SANGATTA – Palang Merah Indonesia (PMI) Kutim menuntaskan penyaluran bantuan kemanusiaan selama dua hari, 29–30 Januari 2026, di dua wilayah terdampak parah, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Dipimpin langsung Ketua PMI Kutim Kasmidi Bulang, rombongan PMI Kutim turun ke lokasi bencana dengan membawa 700 paket perlengkapan sekolah untuk pelajar SD, SMP, hingga SMA sederajat. Bantuan itu menjadi harapan baru bagi pelajar yang kehilangan perlengkapan belajar akibat terjangan banjir bandang disertai lumpur.
Jejak bencana masih terasa kuat saat rombongan tiba di Aceh Tamiang. Meski hampir dua bulan berlalu, debu sisa lumpur masih pekat, puing bangunan berserakan, tenda-tenda pengungsian berdiri di sepanjang Jalur Nasional Medan–Aceh. Bahkan, garis kuning bekas genangan air masih membekas jelas di dinding Markas PMI Aceh Tamiang menjadi penanda tingginya banjir yang sempat melumpuhkan kawasan itu.
Selain menyerahkan bantuan di Markas PMI, rombongan juga meninjau langsung SMPN 1 dan SMAN 1 Manyak Payed. Lingkungan sekolah masih dipenuhi relawan TNI dan Taruna Latsitarda Nusantara yang berjibaku membersihkan sisa lumpur menggunakan alat berat.
Di hadapan siswa dan guru, Kasmidi Bulang menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian masyarakat Kutai Timur (Kutim) terhadap saudara-saudara mereka di Aceh, khususnya para pelajar.
“School kit yang dibagikan ini adalah amanah masyarakat Kutai Timur. Terutama dari adik-adik dan anak-anak sekolah di Kutai Timur. Alhamdulillah, hari ini bantuan itu sudah kita sampaikan langsung,” ujar Kasmidi, didampingi Sekretaris PMI Kutim Willhelmus Wio Doi, Senin (2/2/2026).
Wakil Bupati Kutim periode 2016–2024 itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak mulai dari masyarakat, pelajar, relawan, hingga swasta yang telah mempercayakan penyaluran bantuan melalui PMI Kutim. Ia berharap, bantuan tersebut menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat.
“Kepada adik-adik yang tertimpa musibah, tetap semangat. Kita ini satu Indonesia, saling menguatkan. Jadikan ini pelajaran untuk terus belajar lebih giat demi masa depan yang lebih kuat,” pesannya.
Rinciannya, di Aceh Tamiang PMI Kutim menyerahkan 150 paket sekolah untuk pelajar SMAN 1 Manyak Payed dan 197 paket sekolah untuk SMPN 1 Manyak Payed. Sementara di Aceh Timur, bantuan disalurkan sebanyak 157 paket sekolah untuk MAN 2 Aceh Timur dan 196 paket sekolah untuk SDN Tanah Rata.
Tak hanya bantuan fisik, PMI Kutim juga memberikan trauma healing kepada anak-anak korban banjir bandang melalui terapi bermain. Suasana ceria pun tercipta. Anak-anak terlihat antusias, saling berebut menjawab pertanyaan yang diselingi hadiah uang tunai.
Dalam misi kemanusiaan ini, PMI Kutim juga menyalurkan 130 Al-Qur’an bantuan Baznas Kutim ke sejumlah rumah ibadah, mulai dari masjid, musala, hingga pondok pesantren.
Menariknya, penyaluran bantuan turut melibatkan perwakilan pelajar dari Kutim. Mereka diajak melihat langsung kondisi pascabencana sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran. Dua pelajar tersebut yakni Marvel Octavian Marampa (SMP YPPS) sebagai perwakilan pelajar SMP dan Jamilah, siswi SMAN 2 Sandaran, sebagai perwakilan pelajar SMA.
Meski ikan susah, Imran, pedagang ikan masih memilih berjualan di Pasar Induk. (Ramlah/Radar Bontang)
SANGATTA – Pasar Induk Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tak seramai biasanya. Sejumlah lapak pedagang ikan tampak kosong. Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan membuat pasokan ikan tersendat. Akibatnya, harga ikan melonjak dan banyak pedagang memilih tidak berjualan.
Pantauan di lapangan, lapak ikan yang umumnya dipenuhi tumpukan ikan segar berbagai jenis kini terlihat lengang. Hanya beberapa pedagang yang tetap membuka lapak dengan stok terbatas. Kondisi ini berbeda jauh dibanding hari normal, ketika pilihan ikan laut dan ikan air tawar melimpah.
Pedagang ikan, Imran, mengatakan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kelangkaan ikan. Nelayan banyak yang tidak melaut karena gelombang tinggi, sementara pasokan dari luar daerah datang tidak menentu.
“Sekarang ikan susah. Kalau ada pun harganya mahal semua,” ujar Imran, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan harga signifikan. Saat kondisi normal, ikan tongkol dijual di kisaran Rp28–32 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp45–50 ribu. Ikan kembung yang biasanya Rp35–38 ribu, sekarang mencapai Rp50–55 ribu per kilogram.
Sementara itu, ikan bandeng naik dari Rp30–33 ribu menjadi Rp40–45 ribu per kilogram. Ikan nila yang normalnya Rp30–32 ribu kini dijual Rp38–42 ribu per kilogram, sedangkan ikan patin naik dari Rp28–30 ribu menjadi Rp35–40 ribu per kilogram.
Menurut Imran, lonjakan harga membuat risiko kerugian semakin besar. Modal yang dibutuhkan tinggi, sementara daya beli masyarakat menurun. Karena itu, sebagian pedagang memilih menutup lapak sementara.
“Daripada rugi, lebih baik tidak jualan dulu. Ikan mahal, pembeli juga sepi,” katanya.
Kondisi ini turut dirasakan pembeli. Sebagian warga mengurangi pembelian ikan atau beralih ke lauk lain. Pedagang berharap cuaca segera membaik agar nelayan kembali melaut, pasokan ikan kembali normal, dan harga di Pasar Induk Sangatta bisa kembali stabil.
Apel Gelar Pasukan Ops Keselamatan Mahakam 2026 di Mako Polres Kutim, Senin (2/2/2026). (Ramlah/ Radar Bontang)
SANGATTA– Untuk menekan potensi laka lantas, Polri menggelar Operasi Keselamatan Mahakam 2026 secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Kutai Timur.
Di Kutai Timur, operasi ini diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mako Polres Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta Utara, Senin (2/2/2026) pagi. Apel dipimpin Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah yang membacakan amanat Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur.
Dalam amanatnya, Kapolda Kaltim menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Mahakam merupakan operasi kepolisian kewilayahan terpusat yang difokuskan untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas yang cenderung meningkat menjelang Idulfitri. Operasi ini akan berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama. Pelanggaran lalu lintas adalah pemicu utama kecelakaan, dan ini harus ditekan sejak dini,” tegas Kapolda dalam amanatnya.
Operasi Keselamatan Mahakam 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Ops Ketupat 2026”. Pendekatan yang dikedepankan meliputi langkah preemtif dan preventif melalui edukasi dan sosialisasi, disertai penegakan hukum secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
Sasaran prioritas operasi diarahkan pada pelanggaran yang selama ini menjadi penyumbang utama laka lantas, seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan.
Selain kendaraan pribadi, operasi juga menyasar angkutan umum, khususnya bus pariwisata dan travel yang kerap mengangkut penumpang jarak jauh. Kegiatan ramp check terhadap kendaraan, pengemudi, dan perusahaan otobus dilakukan untuk memastikan kelaikan kendaraan dan kesiapan pengemudi, sebagai upaya pencegahan kecelakaan massal.
Apel gelar pasukan diikuti personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Sinergi lintas instansi dinilai krusial dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas di Kutai Timur.
Di akhir amanatnya, Kapolda Kaltim menekankan agar seluruh personel mengedepankan sikap profesional dan humanis di lapangan, serta menjadikan keselamatan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap tindakan.
“Penegakan hukum bukan semata-mata penindakan, tetapi upaya menyelamatkan nyawa pengguna jalan. Laka lantas harus dicegah, bukan sekadar ditangani,” pungkasnya.
DPRD Bontang meninjau lokasi pembangunan Batching Plant di Tanjung Laut Indah (Dwi/RadarBontang).
BONTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang melakukan sidak ke lokasi proyek pembangunan Batching Plant milik PT Tahta Indonesia Muda, di Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (2/2/2026) pagi.
Anggota Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib mengatakan bahwa proyek pembangunan batching plant dinilai sangat tidak pantas, apabila beroperasinya berdekatan dengan pemukiman masyarakat.
Terlebih lagi, selain mengganggu aktivitas masyarakat pastinya juga nanti kedepan akan menimbulkan dampak bagi warga sekitar. Padahal seperti kawasan industri, perumahan, maupun jasa telah memiliki tempatnya masing-masing.
“Ini tidak bisa dibiarkan, perusahaan boleh membanggun apapun itu, tapi lebih dipastikan lagi tempat dan lokasinya. ini harus disesuaikan di tempatnya masing-masing, agar tata kota itu bagus,” jelasnya.
Kesempatan yang sama, Arfian Arsyad Anggota DPRD Bontang turut mengingatkan ke seluruh lapisan masyarakat maupun pengusaha di wilayah Bontang, agar dapat mengurus surat izin terlebih dahulu, sebelum membangun proyek. Terlebih lagi, harus pintar dalam memilih lokasi pembangunan yang sesuai pada tempatnya.
“Kalau bisa urus dulu surat izinnya, baru dilakukan pembangunan. Jangan sampai membangun dulu, baru ngurus surat perizinan. Ini diimbau ke seluruh para pengusaha, semoga bisa dilaksanakan,” bebernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo juga mengatakan bahwa pihak perusahan dari PT Tahta Indonesia Muda, saat ini belum ada memiliki dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) sebagai syarat utama operasional.
BONTANG – Kuota haji Kota Bontang kembali terjun bebas. Pada tahun 2026, Bontang hanya kebagian sekitar enam puluh jamaah. Turun drastis dari kondisi normal 130–150 orang pada tahun-tahun sebelumnya.
Penurunan ini bukan disebabkan minimnya minat masyarakat, melainkan dampak langsung perubahan sistem penetapan kuota nasional yang kini sepenuhnya berbasis nomor urut pendaftaran, bukan lagi jatah per daerah.
Suasana keberangkatan Jamaah Haji Bontang tahun 2025. (Dok Pemkot Bontang)
Fluktuasi kuota haji tersebut membuat Bontang kembali berada pada situasi serupa masa pandemi Covid-19, ketika jumlah jamaah yang diberangkatkan juga menyusut tajam. Padahal, dalam tiga tahun terakhir kuota haji Bontang sempat kembali ke angka normal.
Penurunan kuota ini mengikuti kebijakan pemerintah pusat yang disesuaikan dengan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi, sekaligus mempertimbangkan kondisi internal penyelenggaraan haji nasional.
KUOTA NORMAL SEBELUM PANDEMI
Sebelum pandemi Covid-19 melanda, kuota haji Kota Bontang relatif stabil. Pada 2019, jumlah jamaah yang diberangkatkan mencapai 146 orang. Kisaran tersebut menjadi angka “normal” tahunan bagi Bontang, sejalan dengan pembagian kuota nasional ke daerah.
Najmuddin Tamini, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Bontang, menunjukkan data dan dokumen kuota jamaah haji. Foto: Istimewa
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Bontang, Najmuddin Tamini, menegaskan bahwa peningkatan kuota pascapandemi sejatinya bukan penambahan baru. “Bukan bertambah, sebenarnya hanya kembali ke kuota normal sebelum pandemi saja,” ujar Najmuddin.
Ia menjelaskan, sebelum pandemi, kuota haji Bontang berada di angka 146 jamaah. Saat pandemi, jumlah tersebut menyusut tajam menjadi sekitar 70 orang.
DUA TAHUN TANPA KEBERANGKATAN
Pada puncak pandemi Covid-19, Pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2020 dan 2021. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah perlindungan jamaah, seiring pembatasan ketat aktivitas ibadah haji di Arab Saudi.
Kedatangan jamaah haji dari luar Arab Saudi baru kembali dibuka pada 2022. Namun, pada tahun pertama pembukaan itu, kuota nasional masih dibatasi secara signifikan. Dampaknya, Kota Bontang hanya memperoleh jatah 71 jamaah haji pada 2022.
Setahun berselang, kondisi mulai membaik. Pada 2023, kuota haji Bontang kembali meningkat menjadi 133 jamaah. Jumlah tersebut naik lagi menjadi 150 jamaah pada 2024, lalu sedikit turun menjadi 145 jamaah pada 2025.
BERDASARKAN NOMOR URUT PENDAFTARAN
Situasi berubah kembali pada 2026. Kali ini, penurunan kuota bukan dipicu pandemi, melainkan perubahan sistem penetapan jamaah berangkat. Pemerintah pusat menerapkan sistem seleksi berdasarkan nomor urut pendaftaran secara nasional, dengan tetap mengacu pada kuota provinsi.
Najmuddin menjelaskan, jamaah yang diberangkatkan tidak lagi ditentukan berdasarkan kuota kabupaten/kota, melainkan murni berdasarkan urutan pendaftaran nasional.
“Misalnya, istri mendaftar dan mendapat nomor urut sekian. Suaminya mendaftar beberapa saat kemudian, tetapi dari daerah lain ada orang yang mendaftar sepersekian detik lebih dulu, maka nomor suaminya bisa terlewati,” jelasnya, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, sistem ini mengacu pada jamaah yang telah lama mendaftar, khususnya mereka yang mendaftarkan diri sejak 2012. Untuk tahun 2026, dari total 3.007 kuota Provinsi Kalimantan Timur, hanya 72 nama asal Bontang yang masuk dalam daftar berhak berangkat.
“Dari 72 itu, hanya 62 yang dipastikan akan berangkat karena sudah melakukan pelunasan biaya haji sampai 9 Januari kemarin,” ungkap Najmuddin.
Dengan sistem baru ini, mulai 2026 tidak ada lagi kuota haji per daerah, dan seluruh pemberangkatan sepenuhnya mengikuti nomor urut pendaftaran nasional.
DAERAH LAIN JUGA TERDAMPAK
Bontang bukan satu-satunya daerah yang terdampak kebijakan tersebut. Sejumlah kabupaten/kota lain di Kaltim juga mengalami penurunan signifikan, seperti Kutai Timur dan Tenggarong yang biasanya memberangkatkan sekitar 400 hingga 500 jamaah, namun tahun ini hanya sekitar 160 orang.
Sebaliknya, daerah dengan jumlah pendaftar lama lebih banyak justru mengalami kenaikan. Samarinda memberangkatkan sekitar 1.100 jamaah, sementara Balikpapan sekitar 600 jamaah.
“Di wilayah itu banyak yang sudah lama mendaftar. Sistem ini dibuat supaya adil, sesuai dengan siapa yang lebih dulu mendaftar,” pungkas Najmuddin.
Barang bukti yang berhasil diamankan polisi. (Dok Polres Bontang)
BONTANG – Sinergi Subdit 2 Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur bersama Unit II Satresnarkoba Polres Bontang kembali membuahkan hasil. Pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 20.00 Wita, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial YP (25) yang diduga kuat terlibat kepemilikan dan peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang.
Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di Jalan Selat Lombok.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penangkapan terhadap tersangka di pinggir jalan, tepatnya di depan kantor jasa ekspedisi di kawasan tersebut. Dari hasil penggeledahan awal, petugas menemukan tiga plastik klip berisi sabu yang berada di tangan tersangka.
Penggeledahan lanjutan dilakukan di sekitar lokasi dan kendaraan yang digunakan tersangka. Petugas kembali menemukan sejumlah barang bukti berupa satu tas kecil berisi sabu, dompet berisi sabu dan alat isap, satu unit telepon genggam, serta satu unit mobil yang digunakan tersangka. Total barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan dengan berat bruto 4,85 gram.
Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini merupakan hasil nyata dari soliditas dan kolaborasi antar-satuan.
“Ini adalah bentuk komitmen kami bersama Polda Kaltim dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Bontang. Informasi dari masyarakat sangat berperan, dan akan terus kami tindak lanjuti secara profesional,” ujarnya.
Saat ini tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Satresnarkoba Polres Bontang untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. (Rls Polres Bontang)
Personel Satuan Samapta Polresta Balikpapan mendatangi lokasi laporan dugaan pencurian di kawasan Pasar Buton. //dok-Istimewa
BALIKPAPAN — Kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan tindak pidana pencurian di kawasan Pasar Buton, Balikpapan. Setelah dilakukan pengecekan menyeluruh di lokasi, polisi memastikan situasi aman dan tidak ditemukan kerugian materiil.
Personel Satuan Samapta Polresta Balikpapan mendatangi lokasi kejadian pada Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 22.23 Wita. Penanganan dilakukan oleh personel Patroli Motor (Patmor) bersama Unit Reaksi Cepat (URC) usai menerima laporan dari masyarakat.
Kegiatan patroli dan pengecekan lapangan tersebut berada di bawah kendali Kasat Samapta Polresta Balikpapan, AKP M. Chusen, dengan pengawasan Kanit Obvit, IPTU Cucuk Quintanto.
AKP M. Chusen menjelaskan, laporan bermula dari dugaan adanya orang mencurigakan yang masuk ke rumah warga saat pemilik sedang berada di luar rumah.
“Begitu menerima laporan, personel Raimas Presisi dan URC langsung kami kerahkan ke lokasi untuk memastikan kondisi keamanan. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan pelaku maupun kerugian, sehingga situasi dinyatakan aman dan kondusif,” ujar Chusen.
Berdasarkan keterangan kepolisian, pemilik rumah bernama Yuli Agus Aji Subagyo mencurigai adanya orang tak dikenal masuk ke rumahnya setelah melihat rekaman CCTV melalui telepon genggam. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria berpakaian hitam masuk ke dalam rumah.
Pelapor sempat menegur orang tersebut melalui fitur audio CCTV dan meminta bantuan warga sekitar. Warga yang datang ke lokasi menduga terduga pelaku masih berada di dalam rumah.
Petugas kepolisian bersama pemilik rumah, saksi bernama Pintono, serta Ketua RT 66 Batu Ampar, Yati, kemudian melakukan pengecekan menyeluruh di dalam dan sekitar rumah. Namun, hasil pemeriksaan tidak menemukan keberadaan terduga pelaku.
Pengecekan lanjutan turut melibatkan personel Raimas Presisi, URC, Polsek Balikpapan Utara, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Batu Ampar. Dari hasil tersebut dipastikan tidak ada barang yang hilang maupun kerugian materiil yang dialami pemilik rumah.
“Setelah situasi dipastikan aman, personel kembali melanjutkan patroli rutin untuk menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polresta Balikpapan,” pungkas Chusen. (MK)
Salah seorang pelanggar knalpot brong saat ditertibkan petugas.
BALIKPAPAN — Patroli malam yang digelar Satuan Samapta Polresta Balikpapan kembali menyasar pelanggaran lalu lintas yang meresahkan warga. Dalam patroli dini hari, petugas menindak tujuh sepeda motor yang menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi teknis.
Penindakan dilakukan oleh personel Patroli Motor (Patmor) Satsamapta saat patroli rutin yang dimulai sekitar pukul 00.00 Wita, Minggu (1/2/2026). Kegiatan berlangsung di sekitar Pos Raimas Presisi dan kawasan sekitarnya.
Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polresta Balikpapan AKP Muhamad Chusen, dengan IPTU Cucuk Quintanto selaku perwira pengendali.
Dalam kegiatan itu, petugas mendapati sejumlah pengendara roda dua yang menggunakan knalpot brong, yang menimbulkan kebisingan dan berpotensi mengganggu ketertiban serta kenyamanan masyarakat, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Sebanyak tujuh unit kendaraan roda dua kami amankan karena menggunakan knalpot tidak sesuai standar,” ujar AKP Muhamad Chusen.
Seluruh kendaraan pelanggar kemudian dibawa ke Pos Raimas Presisi untuk menjalani penindakan lanjutan. Di lokasi tersebut, petugas langsung melakukan penggantian knalpot brong dengan knalpot standar sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut AKP Muhamad Chusen, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan sekaligus pembinaan agar para pengendara tidak mengulangi pelanggaran serupa di kemudian hari.
“Penindakan ini bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi juga untuk memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” tegasnya.
Usai penindakan, personel Patmor Satsamapta kembali melanjutkan patroli di sejumlah titik rawan di wilayah Kota Balikpapan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
“Kegiatan patroli akan terus kami lakukan secara berkelanjutan untuk menjaga kondusivitas Kota Balikpapan dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tutup AKP Muhamad Chusen. (MK)
Penampilan SMA Negeri 3 Samarinda di ajang iForte National Dance Competition (NDC) Kalimantan.
BALIKPAPAN — Wakil Kalimantan untuk ajang iForte National Dance Competition (NDC) “Inspirasi Diri” 2025–2026 resmi ditetapkan. SMA Negeri 3 Samarinda dan Universitas Mulawarman keluar sebagai juara pertama di kategori masing-masing dan berhak melaju ke babak Grand Final nasional di Jakarta pada April 2026.
Kepastian itu ditentukan pada babak Kurasi Offline iForte NDC Regional Balikpapan yang digelar di Penta City Mall Balikpapan, Minggu (1/2/2026), yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan.
Head of Marketing Communication iForte, Victor Sihombing, menjelaskan kompetisi ini menjadi ruang ekspresi kreatif bagi pelajar SMA/SMK dan mahasiswa, dengan menggabungkan musik pop modern dan kekayaan budaya Nusantara dalam satu panggung.
“Kompetisi ini dibuka sejak 16 Oktober 2025 dan berhasil menjaring 710 pendaftar dari 227 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,” ujar Victor.
Pada tahap kurasi Balikpapan, sebanyak 19 grup semifinalis tampil, terdiri dari 12 grup SMA/SMK dan 7 grup perguruan tinggi. Setiap peserta diwajibkan menampilkan dua koreografi, yakni tarian dengan lagu tema Inspirasi Diri dan tarian bebas dengan eksplorasi budaya daerah masing-masing.
Dari hasil penilaian dewan juri, tiga besar ditetapkan untuk setiap kategori. Juara pertama secara otomatis mewakili regional ke Grand Final nasional.
Untuk kategori SMA/SMK, Juara 1 diraih SMA Negeri 3 Samarinda, Juara 2 SMK Negeri 5 Samarinda, dan Juara 3 SMA Frater Don Bosco Banjarmasin.
Sementara kategori Perguruan Tinggi, Juara 1 diraih Universitas Mulawarman, Juara 2 Universitas Tanjungpura, dan Juara 3 Universitas Palangka Raya.
Victor menambahkan, kompetisi ini menggunakan lagu tema Inspirasi Diri, hasil kolaborasi iForte dan Protelindo Group bersama musisi Eross Candra dan Yura Yunita. Lagu tersebut memadukan musik pop dengan senandung bahasa Toraja, chanting Indonesia, serta iringan 11 alat musik tradisional dari berbagai daerah.
“Ini menjadi simbol keberagaman budaya Indonesia yang dikemas secara modern dan relevan dengan generasi muda,” jelasnya.
Perwakilan SMA Negeri 3 Samarinda, Nindia Nur Aifa, mengaku pencapaian tersebut diraih setelah latihan intensif selama sebulan penuh.
“Untuk Jakarta nanti, kami akan latihan lebih keras dan lebih disiplin karena membawa nama Kalimantan di tingkat nasional,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rion, perwakilan Universitas Mulawarman. Ia menyebut keberhasilan ini menjadi pemacu semangat tim untuk tampil lebih matang di babak final.
“Persaingan di nasional pasti lebih berat. Kami akan memaksimalkan persiapan,” katanya.
Grand Final iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026 akan mempertemukan perwakilan dari 13 regional se-Indonesia, dengan target tidak hanya meraih prestasi, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke panggung nasional. (MK)