Beranda blog Halaman 306

Mulai 18 Maret, Pengurusan SIM di Paser Ditutup

0
Layanan pengurusan SIM di kantor Satpas Polres Paser. (Nash/Media Kaltim)

PASER – Polres Paser menghentikan sementara layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta pengurusan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kasat Lantas Polres Paser AKP Wenny Wahyuningsih menjelaskan, penutupan layanan berlaku selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 Maret 2026.

“Seluruh layanan terkait SIM dan BPKB, baik di kantor utama maupun layanan pendukung, akan dihentikan sementara. Dibuka kembali setelah masa libur panjang berakhir pada 25 Maret,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini juga mencakup layanan SIM keliling yang biasanya beroperasi di sejumlah kecamatan.

Penyesuaian layanan tersebut mengacu pada Surat Telegram Korps Lalu Lintas Polri Nomor ST/379/III/YAN.1.1/2026 terkait pengaturan pelayanan selama libur hari besar keagamaan.

Meski layanan dihentikan sementara, masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis pada periode 18 hingga 24 Maret tetap diberikan kemudahan.

Pemohon dapat melakukan perpanjangan pada 25 hingga 31 Maret 2026 tanpa harus membuat SIM baru.

“Untuk SIM yang masa berlakunya habis per tanggal 18-24 Maret, dapat diperpanjang pada 25-31 Maret. Jika tidak melakukan perpanjangan sampai tenggat waktu tersebut, maka berlaku mekanisme normal yaitu pembuatan SIM baru,” jelasnya.

Polres Paser mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jadwal layanan ini agar tidak terlambat melakukan perpanjangan.

Penulis: Nash
Editor: Agus S

Rumah Kosong Jadi Fokus Pengamanan Polisi di Kukar

0
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polres Kutai Kartanegara mulai memetakan rumah-rumah kosong sebagai langkah antisipasi potensi tindak kriminalitas selama musim mudik.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menegaskan, langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi preventif dengan melibatkan peran aktif masyarakat dalam sistem pengamanan.

“Untuk terkait dengan rumah kosong, ini juga menjadi imbauan kami kepada para Kapolsek dan juga Bhabinkamtibmas ke depannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama tanpa pengawasan memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga perlu didata untuk menentukan pola patroli yang lebih efektif.

Pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam memetakan wilayah rawan dan menentukan titik patroli prioritas bagi personel di lapangan.

Selain itu, peran Bhabinkamtibmas diperkuat sebagai penghubung langsung antara kepolisian dan masyarakat. Mereka diminta aktif berkomunikasi dengan warga, termasuk menggali informasi terkait rencana mudik.

“Kami tetap mengimbau kepada masyarakat yang melakukan mudik atau liburan dan rumahnya kosong agar bisa menyampaikan informasi itu kepada Bhabinkamtibmas ataupun Polsek terdekat,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci dalam menciptakan keamanan yang kondusif selama periode Lebaran.

Polres Kukar juga mengingatkan warga untuk melakukan langkah pencegahan mandiri sebelum meninggalkan rumah, seperti memastikan pintu dan jendela terkunci serta menitipkan pengawasan kepada tetangga.

Dengan dukungan data dari masyarakat, kepolisian optimistis dapat meningkatkan efektivitas patroli dan menekan potensi kejahatan.

“Dengan adanya informasi dari masyarakat, kami bisa mengetahui rumah yang kosong dan menjadikannya perhatian dalam kegiatan patroli,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Jelang Idulfitri, Daging Sapi di Tenggarong Tembus Rp170 Ribu

0
Lapak daging sapi di Pasar Mangkurawang Tenggarong. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga daging sapi di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, mulai mengalami kenaikan akibat lonjakan permintaan masyarakat.

Kenaikan harga ini terjadi dalam beberapa hari terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk hidangan Lebaran. Pasokan yang tidak sepenuhnya mampu mengimbangi permintaan membuat harga daging perlahan merangkak naik.

Salah satu pedagang, Nasirudin, mengatakan harga daging sapi lokal kualitas premium kini mencapai Rp170 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp165 ribu.

“Sekarang untuk kualitas terbaik sudah Rp170 ribu per kilo, sebelumnya masih Rp165 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, fluktuasi harga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stok dari pengepul. Ketika pasokan berkurang sementara permintaan meningkat, harga otomatis ikut terdorong naik.

Ia memperkirakan tren kenaikan ini masih akan berlanjut hingga mendekati puncak Lebaran, terutama pada H-1 saat kebutuhan masyarakat berada di titik tertinggi.

Sementara itu, daging sapi kualitas menengah saat ini dijual di kisaran Rp150 ribu per kilogram, menjadi alternatif bagi sebagian pembeli yang menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

Meski harga mengalami kenaikan, aktivitas jual beli di pasar tetap ramai. Daging sapi masih menjadi salah satu komoditas utama yang diburu masyarakat menjelang Idulfitri.

“Pembeli masih ada saja, tidak turun drastis. Hanya saja memang banyak yang mengeluh karena harganya terus naik,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Polisi Tetapkan Samarinda Ulu Wilayah Paling Rawan Kriminal

0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar bersama jajaran menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polresta Samarinda menetapkan Kecamatan Samarinda Ulu sebagai wilayah dengan tingkat kriminalitas tertinggi berdasarkan hasil Operasi Pekat Mahakam 2026.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan, pemetaan ini menjadi dasar dalam menentukan prioritas pengamanan di seluruh wilayah kota.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat konferensi pers di Mako Polresta Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

“Samarinda Ulu dengan 9 kasus, lalu Sungai Kunjang sebanyak 7 kasus, dan Samarinda Utara 7 kasus,” ungkapnya dalam konferensi pers di Mako Polresta Samarinda.

Ia menegaskan, ketiga wilayah tersebut akan menjadi fokus utama peningkatan patroli dan langkah pencegahan.

“Kami sudah mengantongi pola sebaran kejahatan di tiap kecamatan. Wilayah Samarinda Ulu, Sungai Kunjang, dan Samarinda Utara memerlukan perhatian ekstra,” ujarnya.

Selain itu, beberapa kecamatan lain juga masuk dalam pemetaan, di antaranya Samarinda Seberang, Samarinda Ilir, Sungai Pinang, Samarinda Kota, dan Loa Janan Ilir yang masing-masing mencatatkan 4 kasus. Kecamatan Sambutan mencatat 3 kasus, sementara Palaran menjadi wilayah paling kondusif dengan 2 kasus.

Merespons kondisi tersebut, Polresta Samarinda akan melakukan penebalan personel di titik-titik rawan, dengan pendekatan tidak hanya represif tetapi juga preventif dan preemtif.

“Fokus kami tidak hanya penindakan, tetapi juga pencegahan dini melalui patroli dan pembinaan masyarakat,” tegasnya.

Meski ada wilayah prioritas, Hendri memastikan pengamanan tetap dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan.

Polresta Samarinda berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif agar aktivitas masyarakat, baik ibadah maupun ekonomi selama Ramadan hingga Idulfitri, berjalan aman dan lancar.

“Kami ingin masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan tenang. Polisi akan terus hadir di lapangan untuk menekan potensi kejahatan,” pungkasnya.

Penulis: Dimas
Editor: Agus S

Wahana Rainbow Slide Ramaikan TAS Tenggarong

0
Rainbow Slide di tengah tangga Arung Square, Tenggarong. (Ady/MKN)

TENGGARONG – Rainbow Slide di kawasan Tangga Arung Square (TAS) langsung menjadi magnet baru bagi pengunjung menjelang Lebaran. Baru empat hari beroperasi, wahana ini sudah dipadati antrean warga yang ingin merasakan sensasi meluncur di tengah kawasan pasar.

Di tengah ramainya aktivitas belanja Ramadan, kehadiran lintasan warna-warni ini menghadirkan suasana berbeda. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun tampak antusias mencoba wahana tersebut.

Irwan, pengelola Rainbow Slide TAS, mengatakan ide menghadirkan wahana ini berawal dari inspirasi sederhana yang ia temukan dari internet.

“Di Tenggarong belum ada wahana seperti ini, jadi kami mencoba menghadirkannya,” ujarnya.

Ia mengakui, wahana yang ada saat ini masih dalam tahap uji coba. Ketinggian lintasan belum dibuat maksimal karena pihak pengelola masih melakukan evaluasi terkait aspek keamanan.

“Masih uji coba, kami juga masih melihat potensi risiko. Ke depan mungkin akan ditambah perlengkapan seperti helm untuk keamanan,” jelasnya.

Meski masih dalam tahap awal, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan wahana yang lebih besar dan menarik.

Irwan menyebut pihak pengelola pasar juga mendorong agar wahana tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih megah ke depannya.

“Kalau minat bagus, kami akan kembangkan lagi, dibuat lebih tinggi dan lebih bagus,” katanya.

Untuk menikmati wahana ini, pengunjung cukup menyewa ban sebagai alat peluncur dengan tarif Rp20 ribu untuk satu ban dan Rp30 ribu untuk dua ban.

Satu ban bahkan dapat digunakan lebih dari satu orang, terutama untuk anak-anak.

“Hitungannya per ban. Satu ban Rp20 ribu, dua ban Rp30 ribu. Bisa dipakai dua orang, bahkan anak kecil bisa sampai tiga orang,” tuturnya.

Meski demikian, pengelola tetap mengingatkan pentingnya pendampingan, khususnya bagi anak-anak, demi menjaga keselamatan saat bermain.

“Kalau anak kecil sebaiknya ditemani orang tua atau kakaknya supaya lebih aman,” tambahnya.

Lebih dari sekadar wahana hiburan, kehadiran Rainbow Slide juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan TAS.

“Harapan kami pasar ini semakin ramai, sehingga UMKM di sekitar sini juga ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Diduga Korban Tabrak Lari, Balita Meninggal Dunia Terlindas Mobil

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Terjadi kecelakaan yang menimpa balita perempuan berusia sekitar empat tahun. Balita tersebut menjadi korban dugaan tabrak lari, di Jalan Brigjen Katamso, Selasa (17/3/2026) siang.

Salah satu saksi di lokasi kejadian, Yanto mengatakan bahwa anak tersebut ditemukan langsung oleh orang tuanya sudah dalam terkapar di jalan dengan kondisi yang cukup memperhatikan, dimana keadaan korban bagian sisi kepalanya mengalami luka yang cukup berat.

Untuk sementara, pelaku yang telah menabrak korban tersebut kabur begitu saja. Sebab, saat sang anak ditemui dalam kondisi terkapar di jalan, tidak ada seorang pun atau kendaraan yang berhenti di lokasi kejadian.

“Jadi yang pertama kali melihat anak ini adalah orang tuanya sendiri, dengan kondisi luka di bagian kepala. Tapi tidak tahu siapa pelakunya yang menabrak. Ada bekas ban mobil,” ucapnya saat ditemui.

Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang, untuk mendapatkan penanganan medis. Akan tetapi, saat korban telah dibawa ke Rumah Sakit (RS) ternyata anak tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahapan penyelidikan.

“Semua masih dalam lidik, kami masih mendalami kronologi kejadian tersebut,” tegasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Modus Pemilik Warung Dibikin Sibuk, Pelaku Gondol 200 Gram Emas dan Rp30 Juta di Rawa Indah

0
Ilustrasi. (AI)

BONTANG – Aksi pencurian terjadi di kawasan Rawa Indah. Seorang pemilik warung dilaporkan kehilangan emas sekitar 200 gram dan uang tunai Rp30 juta dalam kejadian yang berlangsung Senin (16/3/2026) kemarin, sekitar pukul 07.00 Wita.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kapolsek Bontang Selatan, AKP Muh. Rakib, mengungkapkan pelaku menggunakan modus mengalihkan perhatian korban dengan berpura-pura sebagai pembeli.

“Modusnya pelaku membuat korban sibuk. Dia pesan barang ini, lalu minta lagi ke tempat lain, sehingga posisi korban menjauh dari tempat penyimpanan uang,” jelasnya, Selasa (17/3/2026).

Saat korban lengah, pelaku langsung mengambil barang yang sebelumnya telah dipantau. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga pelaku merupakan pria dan bukan warga lokal. Ciri-ciri pelaku sudah dikantongi, namun belum dipublikasikan karena masih dalam kepentingan penyidikan.

“Anggota meyakini ini bukan pemain lokal. Kemungkinan pelaku dari luar daerah,” tambahnya.

Pelaku juga diketahui menggunakan kendaraan dengan pelat nomor palsu untuk menghindari pelacakan. Bahkan, jenis pelat yang digunakan terdeteksi tidak sesuai dengan kendaraan aslinya.

Polisi saat ini tengah mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperkuat identifikasi pelaku. Namun, keterbatasan rekaman pada jam kejadian menjadi kendala.

“Kami mendapat CCTV di sekitar, terutama yang merekam antara pukul 07.00 sampai 08.00 Wita, tapi hasilnya buram,” ujarnya.

Kasus ini diduga memiliki kemiripan dengan kejadian sebelumnya yang menimpa seorang pedagang sayur sekitar satu hingga dua bulan lalu. Dalam kasus tersebut, korban juga kehilangan uang dengan modus serupa.

“Modusnya sama, korban disuruh bolak-balik mengambil barang di beberapa titik, lalu pelaku memanfaatkan kelengahan itu,” terang Rakib.

Polisi telah memperluas radius pencarian berdasarkan sejumlah informasi yang diterima, termasuk dugaan keberadaan pelaku di area pasar.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Buka Layanan Penitipan Kendaraan Bagi yang Mudik Lebaran

0
Ilustrasi. (AI).

BONTANG – Polres Bontang membuka layanan penitipan sepeda motor dan barang berharga, bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik di Hari Raya Idulfitri.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi mengatakan bahwa masyarakat yang akan mudik dapat menitipkan kendaraannya maupun barang berharganya, di kantor Polsek Bontang sesuai dengan wilayahnya masing-masing. Bahkan masyarakat juga bisa langsung menitipkannya di Mako Polres Bontang.

Bagi masyarakat yang bakal menitipkan barangnya, sangat diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan yang ada, seperti menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), lalu mengisi formulir penitipan, hingga meninggalkan STNK atau BPKB kendaraan. Turut serta mencantumkan nomor kontak yang dapat dihubungi.

“Pastinya kendaraan yang telah dititipkan bakal aman, dan penitipan ini gratis tanpa pungut biaya,” ucapnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).

Selain Itu tujuan dibukanya layanan ini guna memberikan rasa aman ke masyarakat yang bakal meninggalkan rumah saat mudik, sehingga dapat meminimalisasi risiko kehilangan kendaraan maupun barang berharga saat ditinggalkan tanpa rasa khawatir.

“Maka selain membuka layanan penitipan, kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga keamanan lingkungan, selama masa mudik dan perayaan lebaran,” tambahnya

Akan tetapi, masyarakat juga diimbau untuk bisa segera melaporkan, apabila telah menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar melalui layanan call center 110.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Aksi Kepergok Warga, Pencuri Motor di Bontang Selatan Ditangkap

0
Tersangka R pelaku pencurian sepeda motor. (Syakurah)

BONTANG – Polsek Bontang Selatan berhasil mengamankan seorang pencuri motor R (26), Senin (16/3/2026). Kejadian terjadi pukul 10.30 WITA di wilayah Tanjung Laut.

R merupakan warga Berbas Pantai yang melancarkan aksinya di Jalan kenangan RT 29. Ia melihat kesempatan saat motor salah satu warga terparkir di depan rumah.

“Pas pemilik motor mau pakai, kaget dilihat motornya sudah tidak ada, tapi ternyata dilihat maling mulai jalan menjauh jadi sempat diteriakin,” kata Kapolsek Bontang Selatan, AKP Muh Rakib.

Setelah mengetahui kehilangan, pihak keluarga melapor ke Polsek untuk segera ditindak lanjuti dengan melakukan penyisiran, “Dilihat di Pantai Galau, tapi karena nggak berani ngejar sempat papasan, akhirnya warga yang cegat dan kita tangkap,” ujarnya.

Diketahui tersangka R merupakan orang yang sering viral di salah satu akun sosial media karena kasus pencurian tabung gas.

Untuk itu, tersangka dijatuhi hukuman mengacu pada pasal 477 ayat 1 huruf f UU nomor 1 tahun 2023 KUHP mengatur tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun atau denda kategori V.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Viral! Video Siswi SMA di Bontang Terkena Penyakit Kutil Kelamin Akibat Hubungan Seksual Bebas

0
Dokter Badi bagikan video percakapan dengan pasien yang merupakan siswi SMA. (Tangkapan Layar).

BONTANG – Sebuah video percakapan antara dokter kandungan dan pasien tengah viral di Kota Taman. Dimana dalam video tersebut menyebutkan, pasien yang merupakan siswi SMA ini mengalami penyakit akibat hubungan seksual.

Dalam percakapannya di video tersebut, remaja itu diduga mengalami kondiloma, atau kutil kelamin yang kerap disebut dengan ‘Jengger Ayam’ disebabkan oleh infeksi virus HPV (Human Papillomavirus).

Dalam video yang telah beredar luas, bahkan sudah ditonton jutaan kali, dr. Fakhruzzabadi, Sp.OG, sebagai dokter spesialis kandungan (Obgyn) di RS Amalia Bontang menjelaskan, bahwa kutil kelamin mampu menyebar cukup luas, mulai dari bagian dalam hingga luar organ intim, bahkan mendekati area anus. Penyakit ini diketahui merupakan salah satu infeksi menular seksual, yang penularannya terjadi melalui hubungan seksual.

Bukan hanya itu saja, dalam percakapan pun disebutkan bahwa penularan penyakit tersebut kemungkinan besar berasal dari pasangannya. Sehingga dokter Badi sapaan akrabnya sangat menyarankan, agar pasangan pasien turut menjalani pemeriksaan dan pengobatan guna mencegah penularan berulang.

“Ini bisa menyebar dari dalam sampai luar, bahkan sampai dekat anus. Penularannya memang dari hubungan seks, ini akibat virus. Kalau masih ada pacarnya, suruh pacarnya berobat juga,” ucapnya dalam video tersebut.

Bahkan yang menjadi sorotan dalam video, remaja tersebut mengaku masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini memicu keprihatinan publik, terkait pergaulan remaja dan minimnya edukasi kesehatan reproduksi.

“Jadi nantinya akan kami tindak menggunakan laser, kita laser semua dan kita buang. Kalau pun sampai ada jaringan kulit yang terbuka, nantinya bakal kita jahit,” tambahnya.

Namun demikian, proses tindakan medis tidak dapat dilakukan tanpa persetujuan orang tua, mengingat pasien masih tergolong di bawah umur. Maka Badi menegaskan bahwa persetujuan harus diberikan oleh orang tua atau keluarga inti, bukan teman sebagai wakilnya.

“Harus ada orang tua atau minimal kakak kandung untuk tanda tangan persetujuan tindakan. Tidak bisa diwakilkan oleh teman. Kalau tidak ada orang tua atau wakilnya, siapa yang bakal tanda tangan. Tidak bisa seperti itu teman sebagai wakilnya, berani berbuat harus berani juga bertanggung jawab,” tegasnya.

Dari video tersebut menjadi perhatian publik akan bahayanya penyakit tersebut, maka pihaknya mengimbau orang tua dan lingkungan sekitar untuk lebih aktif memberikan pemahaman kepada remaja, mengenai bahaya penyakit menular seksual, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam