Beranda blog Halaman 308

Bupati Sebut Inflasi Kutim Masih Tetap Terkendali

0
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat mengikuti rakor Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual. (Ist)

SANGATTA – Kondisi inflasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih terjaga. Pemerintah daerah memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas di pasaran masih dalam batas wajar dan belum memberikan tekanan berarti terhadap daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Timur, Senin (16/3/2026).

Ardiansyah menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas utama di pasar. Beberapa di antaranya seperti beras, minyak goreng, cabai, hingga daging ayam.

“Dari pantauan pasar, Alhamdulillah hanya sekitar tiga sampai empat komoditas yang berada di atas harga acuan dan kenaikannya juga tidak terlalu tinggi,” paparnya.

Berdasarkan catatan Bagian Ekonomi, tingkat inflasi daerah saat ini masih berada di kisaran 0,21 hingga 0,22 persen. Angka tersebut menunjukkan kondisi harga di Kutai Timur relatif stabil.

“Artinya kenaikan harga masih sangat terukur dan kemampuan belanja masyarakat juga masih cukup baik,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut, pemerintah daerah juga menyoroti percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Ardiansyah meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan berkoordinasi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mendorong pedagang maupun pelaku usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar segera mengurus sertifikat halal.

Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan kualitas usaha sekaligus memberikan jaminan kepada konsumen.

Pemkab Kutim juga memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin di pasar. Jika terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu, pemerintah siap mengambil langkah antisipasi.

“Pemantauan harga terus dilakukan. Kalau nanti ada kenaikan signifikan, tentu ada langkah seperti operasi pasar untuk menekan inflasi,” katanya.

Sejumlah komoditas yang terpantau mengalami kenaikan di antaranya cabai dan daging ayam ras. Namun kenaikannya masih dinilai dalam batas wajar.

Di sisi lain, sektor pertanian di Kutim dinilai masih cukup mendukung ketersediaan pangan daerah. Meski demikian, beberapa komoditas pokok masih dipasok dari luar daerah.

“Untuk beras misalnya, sebagian masih didatangkan dari Sulawesi dan Jawa. Daging sapi juga masih ada pasokan dari luar daerah, sementara untuk ayam masih cukup tersedia di Kutai Timur,” ungkapnya.

Selain membahas inflasi, rakor tersebut juga menyinggung dukungan pemerintah daerah terhadap program pembangunan tiga juta rumah dari pemerintah pusat. Ardiansyah menyebut Pemkab Kutim turut berkontribusi melalui program pembangunan rumah di daerah.

“Kita juga memiliki program pembangunan 1.000 rumah. Sampai bulan ini sudah sekitar 500 unit yang terbangun,” terangnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menjalankan program bedah rumah sebanyak 5.000 unit untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga tetap terjaga sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kutai Timur.

“Kita ingin harga tetap stabil dan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Satu Tahun Danantara Indonesia, Pupuk Indonesia Group Ikut Bagikan Paket Perlengkapan Sekolah di Gresik dan Bontang

0
Satu Tahun Danantara Indonesia, Pupuk Indonesia Group Ikut Bagikan Paket Perlengkapan Sekolah di Gresik dan Bontang
Penyerahan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak sekolah. (Ist)

JAKARTA – Danantara Indonesia menandai satu tahun perjalanan kelembagaannya melalui kegiatan refleksi bersama yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para Menteri Kabinet, serta pimpinan dan seluruh insan Danantara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh insan Danantara Indonesia mengenai pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Presiden menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.”

Syukuran satu tahun ini mengusung tema “Satu Danantara”, yang mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak dalam satu langkah bersama dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi yang mendatang.

Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa tahun pertama perjalanan Danantara difokuskan pada pembangunan fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat, sekaligus memastikan bahwa arah pengelolaan investasi negara tetap berpijak pada penciptaan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia,” ujarnya.

Komitmen tersebut tercermin tidak hanya dalam penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara, tetapi juga dalam berbagai inisiatif yang menegaskan bahwa hasil pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk bagi generasi muda Indonesia.

Sebagai simbol komitmen terhadap masa depan anak bangsa, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan secara serentak oleh BUMN di berbagai daerah sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.

Pupuk Indonesia Grup turut berpartisipasi dalam gerakan nasional Danantara yakni memberikan bantuan paket perlengkapan sekolah bagi para siswa. Melalui dua anak usahanya, PT Petrokimia Gresik dan PT Pupuk Kaltim menyalurkan masing-masing 2.500 paket perlengkapan sekolah kepada siswa di Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap sejak 3 Maret lalu sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung akses pendidikan bagi generasi muda.

“Partisipasi Pupuk Indonesia Grup pada gerakan nasional Danantara ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menciptakan dampak sosial melalui pendidikan untuk melahirkan generasi emas Indonesia,” jelas Rahmad Pribadi Direktur Utama Pupuk Indonesia.

Pupuk Indonesia, lanjut Rahmad, saat ini juga tengah meneruskan agenda transformasi subsidi pupuk melalui penguatan tata kelola dan efisiensi operasional usaha. Utamanya lewat program revitalisasi dan modernisasi pabrik-pabrik pupuk untuk meningkatkan daya saing agar dapat mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Melalui momentum satu tahun perjalanan ini, Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk terus memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.

“Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia.” tutup Rosan. (adv)

Editor: Agus S

Seluruh Outsourcing Satpol PP Kutim Tetap Dipertahankan, Tak Ada Rekrutan Baru

0
Ilustrasi Outsourcing Satpol PP Kutim tega 323 orang. (Ilustrasi-AI)

SANGATTA – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, tidak berdampak pada jumlah tenaga outsourcing di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kepala Satpol PP Kutai Timur, Fata Hidayat, memastikan seluruh tenaga outsourcing yang saat ini bekerja tetap dipertahankan. Anggaran untuk mereka disebut telah dialokasikan dalam perencanaan sebelumnya sehingga kontraknya dapat diperpanjang tahun ini.

“Alhamdulillah tahun ini sudah teranggarkan dan kontraknya juga diperpanjang,” kata Fata saat dihubungi, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Satpol PP Kutim memiliki 323 tenaga outsourcing. Dari jumlah tersebut, 127 orang ditempatkan di berbagai kecamatan, sementara sisanya bertugas di wilayah kabupaten untuk mendukung operasional dan penegakan ketertiban umum.

Fata juga meluruskan isu yang sempat beredar di masyarakat mengenai adanya penerimaan tenaga outsourcing baru di Satpol PP. Menurutnya, informasi tersebut tidak benar.

“Di luar ada isu seakan-akan Satpol PP masih membuka penerimaan baru. Padahal yang ada hanya perpanjangan kontrak tenaga yang sudah ada,” jelasnya.

Selain tenaga outsourcing, Satpol PP Kutim juga diperkuat oleh 87 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) penuh waktu serta 50 pegawai negeri sipil (PNS).

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait kebijakan anggaran untuk tahun 2027, terutama mengenai keberlanjutan tenaga outsourcing di lingkungan Satpol PP.

“Kami masih menunggu arahan untuk anggaran tahun 2027,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pemerintah Jamin Stok Pangan Aman Meski Geopolitik Memanas

0
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Fajri/Media Kaltim)

JAKARTA – Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan stok berbagai komoditas pangan utama masih dalam kondisi mencukupi dengan harga yang relatif stabil.

“Jadi saudara-saudara, apa pun yang terjadi di Timur Tengah, kalau soal pangan kita siap. Stoknya cukup, harga terjangkau,” ujar Zulkifli Hasan usai menghadiri pelepasan program Mudik Ceria PAN 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan sejumlah komoditas pangan seperti beras, jagung, telur, ikan, dan daging ayam saat ini masih tersedia dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, ia mengakui sempat terjadi kenaikan harga pada komoditas cabai dalam beberapa waktu terakhir. Namun kondisi tersebut mulai berangsur stabil.

“Memang sedikit naik cabai, tapi sekarang sudah mulai agak turun. Jadi stok pangan aman insyaallah,” katanya.

Selain ketersediaan pangan, pemerintah juga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap aman.

Menurutnya, cadangan BBM nasional saat ini diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 30 hari ke depan.

“BBM aman, stok kita bisa sampai 30 hari,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri, pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah intervensi, salah satunya melalui penyelenggaraan pasar murah di sejumlah daerah.

“Kita bikin pasar murah, subsidi dari bupati, dari wali kota. Tiap kecamatan dan kelurahan ada pasar murah,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi bagi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran. Program tersebut antara lain berupa bantuan pangan untuk jutaan keluarga serta potongan harga tiket transportasi guna meringankan beban masyarakat selama periode mudik.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Ramadan Bulan Mulia, Lahirkan Generasi Takwa

0
Yuliati. (Dok pribadi)

Oleh:
Yuliati
Pegiat Literasi (Penulis)

Setiap zaman melahirkan generasinya sendiri. Sejarah menunjukan bahwa perubahan besar dalam peradaban manusia lahir dari generasi yang memiliki visi dan keyakian yang kokoh serta memiliki komitmen moral yang tinggi.

Bulan Ramadhan yang begitu mulia dan penuh keberkahan, seharusnya menjadi ajang peningkatan keimanan dan ketakwaan, kenyataannya justru berbeda. Karna memang kondisi generasi muslim hari ini cukup memprihatinkan. Mental rapuh, mudah putus asa, pergaulan bebas , tidak beradab, bahkan sangat mudah tersulut emosi dan berujung tawuran.

Laman media mengabarkan aksi perang sarung yang melibatkan sejumlah remaja dilaporkan terjadi di kawasan Indrakilla, Balikpapan, pada awal Ramadan saat waktu shalat tarawih. Peristiwa tersebut membuat warga resah setelah muncul dugaan sebagian peserta membawa benda tajam. Sementara dimuara badak juga terjadi anak perang petasan, petasan yang seharusnya diarahkan kelangit agar meledak diatas justru mereka saling mengarahkan satu sama lain. https://radarbontang.com/15-anak-perang-petasan-di-muara-badak-polisi-panggil-orang-tua-dan-beri-pembinaan

Sedangkan di kota Bontang, Polres Bontang menindak aksi balap liar yang marak terjadi selama Ramadan, di sejumlah ruas jalan Kota Bontang. Razia digelar tiga hari berturut-turut di beberapa tempat yakni kawasan Loktuan, Kilometer 3, dan Gunung Sari, dan Simpang Berbas. Satlantas Polres Bontang mengamankan 5 pengendara dan di total delapan sepeda motor yang digunakan untuk kebut-kebutan. https://radarbontang.com/delapan-motor-diamankan-polisi-sasar-balap-liar-usai-tarawih-hingga-subuh

Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano melalui Kasat Lantas Purwo Asmadi mengatakan hingga memasuki pekan kedua Ramadan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 50 kendaraan. Terdiri dari, 40 kendaraan dengan knalpot brong serta 10 sepeda motor yang diduga terlibat balapan liar. Adapun pengendara yang menggunakan knalpot brong langsung diberikan penilangan. Kendaraan mereka juga diamankan di Polres. https://mediakaltim.com/satlantas-polres-bontang-amankan-50-motor-knalpot-brong-dan-terlibat-balap-liar/

Generasi Amoral Cerminan Pendidikan Sekuler

Kenakalan remaja masih kerap terjadi tidak terkecuali di Bulan Ramadhan. Waktu tarawih atau sahur justru dijadikan sebagai ajang perang sarung, perang sandal, petasan, balap liar, ataupun kenakalan lainnya hingga mencelakakan orang lain. Krisis iman dan adab pada generasi membutuhkan peran dari berbagai pihak, keluarga, sekolah dan masyarakat.

Tentu saja ini juga membutuhkan peran negara untuk menerapkan sistem yang tepat dalam mendidik generasi, yakni sistem pendidikan berlandaskan akidah Islam. Pasalnya perilaku buruk para remaja tidak bisa dilepaskan dari kepribadian bebas yang lahir dari pendidikan sekuler.

Kehidupan sekuler ini menjadikan remaja kita sangat jauh dari Islam. Karena mereka hidup berdasarkan asas kebebasan (liberal). Salah satunya adalah kebebasan untuk berprilaku yang saat ini menjadi standar perilaku remaja. Mereka merasa bebas berbuat apapun meskipun bertentangan dengan norma agama.

Momen Ramadhan diberharapkan suasana keislaman kental mewarnai remaja, namun sayang tidak memberikan pengaruh besar. Sebab, masyarakat butuh support sistem yang ideal untuk mendukung syu’ur keimanan, sehingga saat Ramadhan tiba semakin meningkat ketakwaannya.

Islam Mencetak Generasi Bersyaksiyah Islamiyah

Islam adalah sebuah ideologi yang mengatur kehidupan manusia. Begitupun dalam hal pendidikan, Islam memandang sebagai salah satu kebutuhan dasar yang harus direalisasikan. Sistem pendidikan dalam Islam berlandaskan akidah Islam, yang bertujuan untuk mencetak generasi bersyaksiah Islam. Syekh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitabnya Syakhshiyyah al-Islamiyyah menyatakan bahwa perilaku manusia merupakan cerminan langsung dari mafahim (persepsi) yang dibentuk oleh sistem pendidikan dan lingkungan ideologis tempat ia tumbuh. Alhasil para remaja terdorong untuk menjadi umat terbaik dengan menjahuhi hal-hal tidak bermanfaat ataupun tindak kriminal.

Islam pernah melahirkan generasi terbaik dalam Sejarah umat manusia sebagaimana generasi para sahabat yang mampu mengubah hanya dalam beberapa dekade. Mereka bukan sekadar menganut agama tetapi menjadikannya sebagai panduan hidup. Mengemban risalah yang menyatukan akidah, ibadah,akhlak, serta sistem kehidupan dalam satu-kesatuan yang utuh/kaffah.

Saat ini umat islam kembali membutuhan generasi muslim pelopor perubahan yang memikul tugas mulia, yaitu mengemban risalah Islam. Bukan hanya dalam aspek individu, tetapi juga dalam tatanan masyarakat dan peradaban.

Hanya pendidikan Islam yang mampu melahirkan kepribadian Islam yang kuat dan kokoh. Dengan diterapkannya Islam kaffah maka sistem pendidikan Islam dan support sistem lainnya akan membentuk remaja bertakwa jauh dari maksiat. Tiga pilar negara Islam pun jadi kuncinya yaitu:

Pertama, keluarga. Orang tua adalah ujung tombak lahirnya bibit unggul generasi. Keluarga adalah sekolah yang pertama dan yang utama bagi anak setiap keluarga yang menginginkan anaknya cerdas dan bertakwa maka wajib menjadikan akidah islam sebagai basis dalam mendidik dan membentuk kepribadian anak . Setiap anak harus dibekali keimanan dan kecintaan yang tinggi kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan bekal iman inilah yang akan mencegah mereka dari perbuatan maksiat

Kedua adalah Masyarakat. Di dalam sistem Islam, perilaku Masyarakat akan selalu kondusif. Dengan masyarakat yang bertakwa, amar makruf nahi mungkar akan berjalan secara efektif. Dengan lingkungan Masyarakat yang senantiasa mengajak pada ketaatan maka akan berdampak positif pada generasi muda.

Ketiga, sistem islam menerapkan hukum islam disetiap lini kehidupan. Negara akan mengoptimalkan potensi remaja untuk hal yang baik termasuk memfasilitasi sarana yang menunjang keilmuannya, kesehatan, dan bakatnya untuk kemaslahatan umat. Sehingga tidak ada celah untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat atau pun tindak kriminal.

Demikianlah dengan support sistem akan mencegah kenakalan remaja dan menjaga generasi agar tetap dalam koridor syari’at Islam. Hanya dengan Islam kaffah mencetak generasi emas yang memiliki visi dan misi hidup yang jelas, bertakwa, berakhlak mulia dan menjadi umat terbaik .

Wallau’alam bisshawab

Muhammadiyah Bontang Sudah Tetapkan 5 Lokasi Salat Idulfitri 1447 H

0
Ilustrasi salat id. (Ist)

BONTANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang mengumumkan kesiapan pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026.

PDM Bontang telah memetakan dan menetapkan lima titik lokasi utama yang tersebar di wilayah Kota Taman.

Penyiapan lima lokasi strategis ini merupakan wujud pelayanan maksimal persyarikatan, untuk memudahkan jamaah dalam menjangkau tempat ibadah terdekat dari kediamannya.

Formasi khatib dan imam yang akan bertugas di setiap lokasi pun telah disusun dengan sangat matang, dan menghadirkan tokoh-tokoh yang mumpuni di bidangnya.

Bagi jamaah di kawasan pusat kota, pelaksanaan salat akan diselenggarakan di lapangan terbuka Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang).

PDM Bontang secara khusus menghadirkan Dr. dr. Andi Sofyan Hasdam, Sp.N (Ketua Komite I DPD RI) sebagai khatib, dan Ustadz H. Ali Hamdi selaku imam di lokasi tersebut.

Bagi warga persyarikatan di wilayah utara, pelaksanaan ibadah dipusatkan di GOR Loktuan bersama khatib Ustadz Arif Syarifuddin, Ph.D. (Majelis Tarjih PWM Kaltim) dan imam Ustadz Reka Anshori, S.P.

Titik ibadah ketiga berlokasi di Masjid Al-Ikhlas Muhammadiyah, kawasan Gunung Sari.

Di lokasi ini, Ustadz Setiyoko Waluyo, S.Pd AUD. dari Korp Muballigh Muhammadiyah akan memberikan tausiyah agamis, didampingi imam Ustadz Agus Setiawan R.

Istimewanya lagi, PDM Bontang turut menghadirkan perwakilan dari Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk bertugas di Masjid Darul Ilmi, kompleks Sekolah Kreatif Jalan Bandung 4.

Ia adalah Ustadz Muhammad Rofiq, Ph.D., yang akan memandu jamaah memberikan siraman rohani usai salat yang dipimpin oleh imam Ustadz Khalid Amrullah, S.Pd.

Terakhir, titik kelima berada di Masjid Fastabikhul Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Laut.

Di tempat yang penuh berkah ini, Ustadz Achmad Thoyib, S.Pdi dari Korp Muballigh Muhammadiyah akan menjadi khatib, bersama Ustadz Rachman sebagai imam.

PDM Bontang mengajak seluruh warga persyarikatan dan umat Islam secara umum, untuk hadir meramaikan pelaksanaan salat sunah muakkadah ini bersama keluarga tercinta. (Rls)

Editor: Yusva Alam

Runstreet Ramadan Tenggarong Ramai, Ratusan Warga Padati Kedaton

0
Pelaksanaan Runstreet Ramadan di Tenggarong. (Istimewa)

TENGGARONG – Runstreet Ramadan kembali memeriahkan suasana malam di Tenggarong. Ratusan warga memadati kawasan depan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura pada Sabtu malam (14/3/2026) untuk menyaksikan ajang yang kini telah memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan Ramadan, tetapi juga dinilai mampu menjadi ruang positif bagi kalangan remaja untuk menyalurkan energi dan kreativitas mereka.

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Runstreet Ramadan yang terus berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, kegiatan tersebut terbukti mampu mengarahkan generasi muda ke aktivitas yang lebih bermanfaat.

“Selama tiga tahun terakhir kegiatan ini konsisten digelar dan terbukti mampu mengalihkan perhatian remaja dari hal-hal negatif menjadi kegiatan yang membangun,” ujarnya.

Ia menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap Runstreet Ramadan terus meningkat setiap tahunnya.

Bahkan kegiatan serupa kini mulai bermunculan di sejumlah kecamatan lain di Kukar, menunjukkan bahwa semangat positif yang dibangun melalui kegiatan tersebut mulai menyebar di masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Runstreet Ramadan, Jordi, menyebutkan bahwa sekitar 200 peserta mengikuti perlombaan tahun ini dengan total hadiah mencapai Rp10 juta.

Sejak dibuka pada 25 Februari 2026, jumlah pendaftar bahkan telah mencapai ribuan orang, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut diminati dan memberi dampak positif bagi generasi muda.

“Pertumbuhan antusiasme setiap tahun menjadi bukti bahwa Runstreet Ramadan diminati dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Jordi.

Ia berharap dukungan masyarakat serta para donatur dapat terus mengalir agar kegiatan ini bisa diselenggarakan lebih meriah dan memberi manfaat yang lebih luas di masa mendatang.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

Satu Kampung Dilalap Api, 5 Rumah dan Gedung TK Terbakar

0
Warga berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya saat kebakaran di Kampung Tiong Bu’u, Kecamatan Long Apari. (Dok/Istimewa)

UJOH BILANG – Kebakaran besar melanda Kampung Tiong Bu’u, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu malam (14/3/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Dalam peristiwa tersebut, lima unit rumah warga serta satu bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) hangus dilalap api.

Kapolsek Long Apari, Ipda Paris, menjelaskan kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang pelajar bernama Paulin Ubeq (14) yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.

Saat itu Paulin berada di dalam kamar rumahnya dan merasa kepanasan. Ketika keluar rumah, ia melihat bangunan milik Halim yang berada di sekitar lokasi sudah dalam keadaan terbakar.

“Melihat kejadian tersebut, Paulin langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar,” ujar Ipda Paris saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).

Teriakan tersebut kemudian didengar oleh Tasya (24), seorang karyawan Bank BPD yang juga berada di sekitar lokasi. Ia segera mengambil sepeda motor dan menuju masjid untuk memberi tahu warga yang sedang berada di sana agar segera datang membantu memadamkan api.

Warga kemudian berupaya memadamkan kebakaran dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun kobaran api terus membesar dan dengan cepat menjalar ke beberapa bangunan di sekitarnya.

“Meski warga berusaha memadamkan api, kobaran api terus membesar dan menjalar ke bangunan lain,” jelas Kapolsek.

Akibat kejadian tersebut, lima unit rumah warga dan satu bangunan TK dilaporkan hangus terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Meski demikian, kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 miliar.

Saat ini pihak terkait masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak serta melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Pewarta: Ichal
Editor: Agus S

1.750 Pemudik Padati Pelabuhan Samarinda, Kapal Berangkat Lebih Cepat

0
Penumpang saat memasuki kapal Prince Soya di Pelabuhan Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Arus mudik Lebaran melalui jalur laut dari Pelabuhan Samarinda menuju Parepare, Sulawesi Selatan, mulai meningkat pada Minggu (15/3/2026). Ribuan pemudik memadati terminal penumpang untuk bertolak menggunakan armada kapal milik PT Bunga Teratai.

Direktur Utama PT Bunga Teratai, Syahril Sarapping, mengungkapkan jumlah penumpang pada keberangkatan hari ini mencapai 1.750 orang. Jumlah tersebut termasuk penambahan kapasitas melalui dispensasi sekitar 50 persen guna mengakomodasi tingginya minat masyarakat.

“Kapasitas kita 1.750 penumpang, jadi ada penambahan risiko sekitar 50 persen. Untuk jadwal berikutnya, insyaallah hari Rabu dan Kamis nanti ada lagi pemberangkatan dari Samarinda menuju Parepare,” ujar Syahril saat ditemui di dermaga.

Keberangkatan kapal pada hari ini juga dimajukan sekitar dua jam dari jadwal semula. Keputusan tersebut diambil karena mempertimbangkan kondisi teknis di jalur pelayaran.

“Kita berangkatkan lebih cepat dua jam karena melihat siklus air. Ada pendangkalan di bibir muara sungai, sehingga kapal harus mengejar air pasang agar perjalanan tetap aman,” jelasnya.

Meski terjadi kepadatan penumpang, Syahril menilai volume arus mudik tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menduga kondisi ekonomi yang fluktuatif membuat sebagian masyarakat memilih tidak pulang kampung.

Selain itu, terdapat perubahan kebijakan dalam sistem keberangkatan kapal tahun ini. Penumpang tidak lagi diperbolehkan naik ke kapal sebelum waktu yang ditentukan.

“Kapal kini disterilkan sebelum keberangkatan. Penumpang wajib menunggu di ruang tunggu yang disediakan Pelindo. Ini bagian dari evaluasi keamanan,” tegasnya.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut diambil untuk menghindari potensi risiko keselamatan, seperti kebakaran akibat aktivitas merokok di dalam kapal sebelum proses keberangkatan.

“Kami bekerja sama dengan otoritas pelabuhan, KSOP, dan Pelindo untuk memastikan sistem ini berjalan lebih aman,” tambahnya.

Salah satu penumpang tujuan Makassar, Abdullah Faisal, mengaku pelayanan di pelabuhan tahun ini terasa lebih tertib dibandingkan sebelumnya.

“Mudik tahun ini saya rasa lebih tertib. Sistem yang diterapkan membuat penumpang tidak berjubel. Semuanya sudah lebih rapi,” katanya.

Abdullah memilih jalur laut setelah gagal mendapatkan tiket pesawat yang harganya melonjak tinggi dan sulit diperoleh.

Dengan harga tiket kapal sekitar Rp500 ribu, ia menilai biaya perjalanan jauh lebih terjangkau meski harus melanjutkan perjalanan darat dari Parepare menuju Makassar.

“Yang penting bisa pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga,” ujarnya.

Pewarta: Dimas
Editor: Agus S

Wawali Imbau Warga Waspada Campak Jelang Lebaran

0
Foto: Ilustrasi

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak yang kembali ditemukan di sejumlah daerah.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan penanganan medis semata. Langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang paling penting untuk dilakukan saat ini.

Agus Haris menekankan pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarga. Ia juga meminta para ibu rumah tangga agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak yang rentan tertular penyakit tersebut.

“Yang paling penting sekarang adalah edukasi kepada masyarakat, kalau ketemu anak kecil juga jangan langsung cium-cium atau pegang-pegang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap berhati-hati saat melakukan kegiatan silaturahmi menjelang dan saat Hari Raya Idulfitri. Jika terdapat anggota keluarga atau warga yang mengalami gejala penyakit menular, masyarakat diminta untuk sementara menjaga jarak guna menghindari penularan lebih luas.

Selain itu, pemkot berencana mendorong penyampaian edukasi kesehatan melalui berbagai jalur, mulai dari sekolah hingga lingkungan RT, agar informasi pencegahan penyakit dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Di sisi lain, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memantau perkembangan kasus penyakit menular tersebut. Upaya ini dilakukan agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan kasus baru di wilayah Bontang.

Penulis: Syakurah.
Editor: Yusva Alam