Beranda blog Halaman 337

Sertifikasi Sambil Jalan, Operasional Dapur MBG di Bontang Dipastikan Aman dan Terawasi

0
Dapur MBG ke-14 di wilayah Bontang Barat. (Syakurah)

BONTANG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang dipastikan tetap mengedepankan keamanan pangan, meskipun sebagian dapur masih menjalani proses Sertifikat Laik Sanitasi (SLAS).

Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra, sertifikasi SLAS memang tidak dapat dilakukan sebelum dapur beroperasi. Proses ini membutuhkan tahapan pengambilan sampel makanan, air, serta pemeriksaan kebersihan alat dan lingkungan dapur, sehingga dilakukan secara bertahap sambil dapur berjalan.

“SLAS itu butuh proses running. Sampel makanan dan air harus diuji. Jadi sambil jalan, tapi tetap dalam pengawasan ketat,” jelasnya.

Sebelum dapur mulai beroperasi, setiap penyedia diwajibkan memenuhi standar dasar, mulai dari pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga alur distribusi. Selain itu, tenaga masak juga harus memenuhi kualifikasi tertentu.

Pengawasan dilakukan secara berlapis, baik internal maupun eksternal. Di internal SPPG terdapat pengawas gizi yang merupakan tenaga ahli, pengawas keuangan, serta kepala SPPG yang memastikan penerapan SOP. Sementara pengawasan eksternal melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan tim satgas kota.

Jika ditemukan pelanggaran atau temuan di lapangan, tim akan langsung melakukan investigasi dan menetapkan langkah perbaikan sebelum layanan dilanjutkan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dapur MBG ke-14 Diresmikan, Sekitar 22 Ribu Sasaran di Bontang Masih Belum Terlayani

0
Peresmian dapur MBG ke-14 di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang kembali bertambah dengan beroperasinya Dapur MBG ke-14, yang diresmikan pada Jumat (16/1/2026) di wilayah Bontang Barat. Meski demikian, capaian layanan program nasional ini masih belum maksimal.

Kepala Regional SPPG BGN Bontang, Surya Dwi Saputra mengatakan, hingga pertengahan Januari 2026 masih terdapat sekitar 22 ribu penerima manfaat yang belum terlayani. Angka tersebut setara dengan sekitar 50 persen dari total sasaran MBG di Kota Bontang yang meliputi anak sekolah, balita, serta kelompok prioritas lainnya.

Keterbatasan ini disebabkan oleh jumlah dapur MBG yang belum mencukupi. Saat ini baru 14 dapur yang aktif beroperasi, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai sekitar 28 dapur, agar distribusi makanan bergizi dapat menjangkau seluruh sasaran secara merata.

“Yang sekarang kita resmikan dapur ke-14, setelah ini barulah mereka mulai aktif melakukan distribusi,” pungkasnya.

Penambahan dapur dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan sarana, prasarana, serta ketersediaan mitra. Selain membangun dapur baru, program MBG juga memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah dan kerja sama dengan pihak ketiga.

Ke depan, pemerintah menargetkan penambahan dapur MBG bisa dipercepat, agar cakupan layanan dapat meningkat dan seluruh penerima manfaat di Kota Bontang dapat segera terlayani.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Banjir Pasir di RT 1 Kanaan Belum Surut, Warga Fokus Bikin Aliran Drainase

0
Proses pengerukan pasir di RT 1 Kanaan. (ist)

BONTANG – Banjir disertai material pasir yang terjadi di wilayah Kanaan RT 1 masih belum mengalami perubahan yang signifikan pada Jum’at (16/1/2026).

Ketua RT 1 Kanaan, Rismanto menyatakan bahwa saat ini terdapat alat berat berupa excavator berukuran kecil, yang membantu mengeruk pasir yang cukup tinggi.

“Beberapa itu ada yang cukup tinggi pasirnya, jadi cukup lama kalo sampai ke dasar,” katanya.

Saat ini pihaknya fokus untuk membuat aliran drainase terlebih dahulu, lantaran endapan air tidak bisa diresapi ke tanah maupun mengalir. Sejak kemarin pun air baru turun sangat sedikit.

Saat ini penghuni dua rumah yang tertimbun pasir mengungsi di rumah keluarga masing-masing. Adapun pada Jum’at ini mereka kembali ke rumah untuk membersihkan barang yang sekiranya dapat diselamatkan.

“Fokus kita bikin aliran dulu, agak lama nembus karena pasir cukup tinggi. Yang penting air bisa hilang dulu dari rumah warga,” tambahnya.

Diketahui alat berat telah beroperasi mulai Kamis sore, dan dilanjutkan sejak pagi tadi. Pihak kelurahan, BPBD, serta Polres Bontang juga sempat meninjau tempat tersebut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Libur Panjang Isra Mikraj 2026, KAI Layani 184 Ribu Penumpang dalam Sehari

0
Sejumlah orang berjalan di samping kereta api. Foto: Istimewa

JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang pada hari pertama libur panjang Isra Mikraj 2026. Pada Kamis (15/1/2026), sebanyak 184.063 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api untuk bepergian ke berbagai daerah di Indonesia.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, jumlah tersebut melampaui kapasitas tempat duduk yang disediakan.

“Pada Kamis, 15 Januari 2026, KAI berhasil melayani 184.063 pelanggan, dengan tingkat okupansi mencapai 112,55 persen dari total 163.544 tempat duduk yang disediakan,” ujar Anne dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan, tingkat okupansi yang melebihi 100 persen merupakan karakteristik operasional kereta api jarak jauh. Hal ini dimungkinkan karena pola perjalanan penumpang yang dinamis, di mana pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun antara stasiun awal hingga stasiun akhir.

“Dalam satu hari, satu tempat duduk bisa digunakan oleh lebih dari satu pelanggan. Ini mencerminkan pemanfaatan kapasitas kereta api secara optimal selama periode libur panjang,” jelasnya.

Pergerakan Penumpang Selama Libur Panjang

Selain hari pertama, KAI juga mencatat pergerakan penumpang selama periode libur panjang Isra Mikraj 2026 yang berlangsung pada 15–18 Januari 2026, dengan rincian sebagai berikut:
15 Januari 2026 tercatat 184.063 pelanggan.
16 Januari 2026 tercatat 152.613 pelanggan.
17 Januari 2026 tercatat 97.138 pelanggan.
18 Januari 2026 tercatat 130.458 pelanggan.

Secara keseluruhan, KAI menyediakan 658.754 tempat duduk selama periode libur panjang tersebut. Hingga 16 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, tiket yang telah terjual mencapai 564.272 tiket atau setara 85,66 persen dari total kapasitas yang disediakan.

“Angka ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihan selama libur panjang,” kata Anne.

Stasiun Tujuan Favorit

Berdasarkan data KAI, terdapat 10 stasiun tujuan favorit pelanggan selama libur panjang Isra Mikraj 2026, yakni Pasarsenen dengan 38.530 pelanggan, Gambir 37.767 pelanggan, Yogyakarta 33.986 pelanggan, Semarang Tawang 22.053 pelanggan, Bandung 19.619 pelanggan, Surabaya Pasar Turi 18.035 pelanggan, Surabaya Gubeng 17.817 pelanggan, Lempuyangan 17.243 pelanggan, Purwokerto 15.798 pelanggan, dan Solo Balapan 15.537 pelanggan.

Anne menambahkan, hingga kini tiket kereta api masih tersedia untuk sejumlah relasi dan jadwal perjalanan. Masyarakat diimbau segera melakukan pengecekan dan pembelian tiket melalui aplikasi resmi Access by KAI agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman.

“KAI terus memastikan layanan berjalan aman, tertib, dan lancar selama libur panjang, sekaligus mengajak pelanggan memanfaatkan kanal resmi dalam perencanaan perjalanan,” tutup Anne. (MK)

Editor: Agus S

Indef: Kehadiran Danantara di WEF 2026 Jadi Angin Segar Ekonomi Indonesia

0
Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dradjad Wibowo.

JAKARTA — Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance Dradjad Wibowo menilai kehadiran Danantara Indonesia dalam World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, berpotensi menjadi angin segar bagi kemajuan ekonomi nasional dan penguatan posisi Indonesia di panggung ekonomi global.

Menurut Dradjad, WEF merupakan forum strategis yang selama satu dekade terakhir tidak dihadiri langsung oleh pemimpin Indonesia. Padahal, forum ini menjadi titik temu tokoh-tokoh kunci jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi dunia.

“Tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar buat kemajuan ekonomi Indonesia. Itu forum yang tepat, karena para tokoh dan orang kuat di jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi hadir di sana,” ujar Dradjad dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri WEF 2026 yang berlangsung di Davos pada 19–23 Januari 2026. Forum tahunan tersebut mengusung tema “A Spirit of Dialogue” dan melibatkan pemimpin negara, pengusaha global, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil.

Dradjad menilai kehadiran Danantara Indonesia dalam WEF 2026 memiliki nilai strategis karena badan investasi tersebut dapat menjelaskan arah kebijakan ekonomi nasional, termasuk perannya dalam mengelola modal negara yang diperkirakan mencapai 1 triliun dolar Amerika Serikat.

“Ujungnya adalah membangun confidence, kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia,” katanya.

Ia menekankan bahwa WEF harus dimanfaatkan Danantara untuk menjelaskan secara gamblang kepada para konglomerat dunia, kepala negara, serta inovator teknologi mengenai tujuan pembentukan dan peran strategis sovereign wealth fund Indonesia tersebut.

“Para raksasa dunia itu harus jelas, iklim bisnis apa yang mau kita bangun dengan SWF Indonesia ini,” ujar Dradjad.

Menurutnya, membangun kepercayaan investor tidak cukup hanya melalui paparan di forum internasional, tetapi juga harus diikuti dengan kesiapan ekosistem di dalam negeri.

“Setelah dari WEF, persiapkan segalanya. Saat riset mereka atau intelijen bisnis mereka datang, mereka harus melihat faktor-faktor yang membuat mereka mau masuk dan merasa nyaman dengan iklim serta ekosistem bisnis Indonesia,” katanya.

Sebagai catatan, Presiden Indonesia terakhir kali hadir di WEF lebih dari satu dekade lalu. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tercatat berpidato di WEF 2011 dengan mengangkat tema ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Pada WEF 2026 mendatang, Presiden Prabowo direncanakan hadir bersama CEO Danantara Rosan Roeslani, serta sejumlah menteri, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Sementara itu, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief sebelumnya menyatakan bahwa kehadiran Danantara di WEF 2026 akan dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang strategis untuk membangun keterhubungan dengan modal global.

Menurut Al-Arief, WEF dapat menjembatani kepentingan pembangunan nasional dengan akses pembiayaan internasional melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Kehadiran kami di sini sekaligus memperkenalkan Danantara secara institusi. Indonesia memerlukan badan pengelolaan investasi strategis nasional dengan tata kelola yang baik, dan kami siap menjadi mitra bagi mitra-mitra global,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S

Bali Terbaik di Dunia Versi Tripadvisor 2026, Pengalaman Positif Wisatawan Jadi Kunci

0
Wisatawan mancanegara mengunjungi Cagar Budaya Pura Taman Ayun, Badung, Bali, Senin (5/1/2026). Foto: Istimewa

JAKARTA — Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyebut penobatan Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia pilihan pelancong tahun 2026 menjadi bukti kuat bahwa Pulau Dewata masih menjadi ikon pariwisata Indonesia yang mampu menghadirkan kesan dan pengalaman positif bagi wisatawan.

Menurut Made, capaian tersebut diraih karena wisatawan yang berkunjung ke Bali benar-benar mendapatkan pengalaman yang berkesan, mulai dari layanan, atraksi, hingga atmosfer destinasi. Hal itu tercermin dari ulasan jujur para pelancong global yang menjadi dasar penilaian TripAdvisor.

“Wisatawan yang berkunjung itu mendapatkan pengalaman positif dan mengesankan ketika mereka mengunjungi Bali. Karena TripAdvisor ini kan berbasis ulasan, jadi apa yang mereka rasakan itulah yang mereka tulis,” ujar Made dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dalam The Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination List 2026, Bali berhasil menempati peringkat pertama, mengungguli sejumlah destinasi pariwisata ternama dunia di Thailand, Jepang, Inggris, hingga Italia. Capaian ini menjadi tonggak baru, mengingat sebelumnya Bali secara konsisten masuk jajaran 10 besar, namun belum pernah menduduki posisi puncak.

“Semoga capaian ini bisa memberi semangat bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan dan memajukan pariwisata Indonesia yang berkualitas,” kata Made.

Penghargaan The Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination List 2026 disusun berdasarkan ulasan dan penilaian wisatawan global sepanjang 2025. Dari jutaan review tersebut, Bali dinilai paling unggul dan sukses mengalahkan destinasi populer dunia seperti London, Dubai, Hanoi, Paris, dan Roma.

Tak hanya dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia, Bali juga menempati peringkat pertama dalam kategori Destinasi Bulan Madu Terbaik. Selain itu, Bali masuk dalam Top 10 Destinasi Budaya Terbaik, Top 10 Destinasi Wisata Solo Terbaik, serta Top 20 Kota Paling Tren di Dunia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turut menyampaikan apresiasi kepada wisatawan internasional atas ulasan dan penilaian positif yang diberikan kepada Bali.

“Terima kasih atas ulasan dan rating yang diberikan kepada Bali melalui TripAdvisor. Terpilihnya Bali sebagai destinasi wisata terbaik di dunia versi Tripadvisor menunjukkan bahwa Bali masih menjadi magnet pariwisata dunia,” ujar Widiyanti.

Ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong pengembangan Bali sebagai destinasi pariwisata berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, Bali diharapkan tidak hanya mempertahankan reputasi globalnya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pengembangan destinasi wisata lain di Indonesia. (MK)

Editor: Agus S

Petugas Haji Diminta Bijak Bermedsos, Unggahan Tanpa Konteks Bisa Picu Kegaduhan Nasional

0
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha

JAKARTA — Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Ichsan Marsha mengingatkan seluruh calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial selama menjalankan tugas di Tanah Suci.

Peringatan tersebut disampaikan Ichsan saat memberikan materi dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 di Jakarta, Jumat, menyusul evaluasi pelaksanaan haji pada tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, sejumlah kegaduhan di Tanah Air justru dipicu oleh unggahan foto atau video petugas maupun jamaah yang tidak disertai konteks utuh.

Ichsan mencontohkan kasus unggahan foto jamaah haji yang tampak duduk-duduk di depan hotel. Tanpa penjelasan memadai, foto tersebut kemudian viral dan berkembang menjadi narasi bahwa jamaah haji Indonesia terlantar dan tidak mendapatkan akomodasi.

“Misalnya tadi saya sampaikan, ada postingan berbicara tentang jamaah di depan hotel yang justru tanpa konteks dipersepsikan dan dinarasikan bahwa jamaah terlantar. Padahal faktanya tidak demikian,” ujar Ichsan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Menurut dia, konten “mentah” yang langsung dipublikasikan tanpa verifikasi sangat berbahaya. Selain menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, unggahan semacam itu juga berdampak langsung pada psikologis keluarga jamaah yang berada di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa petugas haji memiliki tanggung jawab moral untuk memilah informasi. Tidak semua kejadian di lapangan layak langsung diunggah ke ruang publik, terlebih jika berpotensi menimbulkan salah tafsir.

“Kenapa kami tekankan ini? Karena apa yang di-posting ataupun diunggah oleh para petugas maupun jamaah akan berbanding lurus dengan wajah kita di Tanah Suci,” kata Ichsan.

Ia mengingatkan, di era digital saat ini media sosial telah menjadi salah satu indikator persepsi publik terhadap keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji. Isu kecil yang seharusnya dapat diselesaikan di lapangan bisa dengan cepat teramplifikasi menjadi persoalan nasional hanya karena unggahan yang tidak bijak.

Oleh sebab itu, Kementerian Haji dan Umrah meminta para petugas tidak hanya fokus pada pelayanan teknis jamaah, tetapi juga berperan melindungi ketenangan keluarga jamaah di Tanah Air dengan tidak menyebarkan informasi yang membingungkan atau belum terkonfirmasi.

Petugas haji diharapkan mampu menjadi filter informasi di lapangan. Jika menemukan persoalan, petugas diminta melakukan kroscek dan penanganan terlebih dahulu melalui jalur koordinasi resmi, bukan langsung memublikasikannya di media sosial.

Dengan sikap tersebut, Ichsan berharap narasi yang berkembang mengenai penyelenggaraan ibadah haji Indonesia ke depan adalah narasi yang positif, konstruktif, dan sesuai dengan fakta di lapangan, sekaligus mencerminkan profesionalisme petugas haji Indonesia di mata dunia. (MK)

Editor: Agus S

Enam Rute Perintis Dibuka Kembali, Bandara APT Pranoto Jaga Akses Wilayah 3TP Kaltim

0
Pihak Bandara APT Pranoto Samarinda melayani penerbangan perintis untuk menjangkau transportasi wilayah 3T Kaltim. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Aji Pangeran Tumenggung Pranoto memastikan keberlanjutan akses transportasi udara menuju wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) di Kalimantan Timur dengan mengoperasikan kembali enam rute penerbangan perintis sepanjang tahun 2026.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengatakan kontrak subsidi angkutan udara perintis Tahun Anggaran 2026 telah berlaku efektif sejak 5 Januari hingga 31 Desember 2026, dengan menggandeng Smart Aviation sebagai operator.

“Kontrak subsidi angkutan udara perintis tahun anggaran 2026 ini sudah berlaku efektif mulai 5 Januari hingga 31 Desember mendatang dengan menggandeng operator Smart Aviation,” kata Kadek di Samarinda, Jumat.

Ia menjelaskan, enam rute vital yang kembali dilayani meliputi penerbangan pulang pergi (PP) dari Samarinda menuju Long Ampung, Datah Dawai, Muara Wahau, dan Maratua. Selain itu, terdapat rute penghubung antarwilayah, yakni Datah Dawai–Melak serta Maratua–Berau.

Frekuensi penerbangan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat mobilitas masyarakat di masing-masing daerah. Rute Samarinda–Long Ampung dan Samarinda–Datah Dawai, misalnya, dilayani hingga empat kali dalam sepekan. Sementara rute Maratua–Berau dijadwalkan satu kali dalam sepekan.

“Masyarakat akan dilayani menggunakan armada pesawat jenis Grand Caravan C208-B berkapasitas 12 kursi penumpang. Setiap penumpang mendapatkan fasilitas bagasi tercatat cuma-cuma seberat 10 kilogram serta tambahan bagasi kabin 5 kilogram,” jelas Kadek.

Terkait mekanisme pembelian tiket, pihak bandara menerapkan sistem pembelian langsung di loket bandara atau pemesanan melalui telepon kepada petugas di masing-masing bandara tujuan. Skema ini diterapkan karena keterbatasan jaringan internet yang belum merata di wilayah 3TP Kalimantan Timur.

Kadek menambahkan, Smart Aviation kembali terpilih sebagai operator penerbangan perintis melalui mekanisme e-purchasing. Maskapai tersebut dinilai menawarkan harga paling kompetitif serta memiliki rekam jejak operasional yang lancar dan memuaskan pada pelaksanaan penerbangan perintis tahun sebelumnya.

“Kami menetapkan target keterisian kursi atau load factor yang optimal, yakni antara 10 hingga 12 penumpang per penerbangan. Hal ini penting untuk menjaga efisiensi subsidi angkutan udara yang diberikan negara,” ujarnya.

Meski fokus utama subsidi adalah layanan angkutan penumpang, pesawat perintis juga berpotensi mengangkut kargo kebutuhan pokok. Pengangkutan kargo dapat dilakukan apabila masih tersedia ruang muat setelah kebutuhan penumpang dan bagasi terpenuhi.

Kadek menegaskan tidak ada persyaratan administrasi khusus bagi masyarakat yang hendak menggunakan penerbangan perintis ke wilayah perbatasan dan pedalaman. Namun demikian, standar keselamatan penerbangan tetap diberlakukan secara ketat, termasuk kewajiban membawa surat keterangan dokter bagi ibu hamil atau penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu.

“Kami berharap layanan penerbangan perintis ini mampu membuka isolasi wilayah 3TP, mempersempit kesenjangan pembangunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di tengah tantangan geografis Kalimantan Timur yang beragam,” demikian Kadek. (MK)

Editor: Agus S

Sinergi Dinkes Kaltim–Baznas, Puluhan Anak Dhuafa Jalani Operasi Sumbing Gratis di Balikpapan

0
Operasi celah bibir, kerja sama Baznas Kaltim dan Dinas Kesehatan Kaltim. Foto: Istimewa

SAMARINDA — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalimantan Timur memfasilitasi operasi celah bibir dan langit-langit (sumbing) bagi anak-anak dari keluarga dhuafa. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup, kepercayaan diri, serta masa depan anak-anak di Benua Etam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar anak-anak dengan kelainan bawaan tersebut memperoleh layanan kesehatan yang layak dan berkualitas.

“Melalui kerja sama lintas sektor seperti ini, anak-anak yang mengalami celah bibir dan langit-langit dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak, aman, dan berkualitas, sehingga kepercayaan diri mereka dapat pulih dan masa depan tetap terjaga,” ujar Jaya di Samarinda, Jumat.

Program kemanusiaan bertajuk “Satu Senyuman, Sejuta Harapan Anak Kaltim” ini terlaksana berkat kolaborasi dengan RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan yang berada di bawah naungan Dinas Kesehatan Kaltim. Jaya menilai, intervensi medis tersebut tidak semata perbaikan fisik, melainkan upaya krusial memperbaiki kondisi psikososial serta mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Menurutnya, bakti sosial ini efektif membantu pemerintah daerah mendongkrak derajat kesehatan masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera yang selama ini terkendala akses terhadap layanan kesehatan spesialis.

Acara ini dibuka secara resmi oleh HM Syirajudin, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pelaksanaan tahun ini menjadi momentum istimewa karena merupakan tahun keempat program berjalan dan untuk pertama kalinya digelar di Kota Balikpapan. Puluhan anak dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur difasilitasi mengikuti rangkaian pemeriksaan medis ketat sebelum menjalani tindakan operasi oleh tim dokter profesional.

Selain tindakan kuratif, Dinas Kesehatan Kaltim juga terus menggencarkan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan ibu dan anak, guna menekan risiko kelainan bawaan sejak dini.

Ketua Baznas Kalimantan Timur, Ahmad Nabhan, menegaskan seluruh biaya ditanggung penuh oleh Baznas agar tidak ada kendala ekonomi bagi keluarga pasien.

“Seluruh biaya kami tanggung, mulai dari tindakan operasi, transportasi pulang-pergi pasien dan maksimal dua pendamping, hingga akomodasi penginapan selama masa perawatan,” ujar Nabhan.

Tak hanya itu, Baznas Kaltim juga memberikan uang saku sebesar Rp1 juta untuk setiap anak. Orang tua pasien tidak perlu memikirkan biaya makan selama mendampingi anak menjalani perawatan di rumah sakit.

Program ini dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak penderita sumbing yang kerap menjadi korban perundungan, bahkan hingga memutuskan berhenti sekolah. Melalui operasi gratis ini, pemerintah daerah bersama Baznas berharap anak-anak tersebut dapat kembali tersenyum, tumbuh percaya diri, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (MK)

Editor: Agus S

Korban Terakhir Kecelakaan Ketinting di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal, SAR Akhiri Operasi Hari Keempat

0
Tim SAR dan warga setempat saat persiapan mengevakuasi korban pada Jumat siang (16/1). Foto: Istimewa

KUTAI KARTANEGARA — Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan korban terakhir kecelakaan perahu ketinting yang tertabrak kapal LCT di Sungai Belayan, Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian.

Komandan SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Nur Ngalim, mengatakan korban terakhir bernama Arani (58) ditemukan pada Jumat sekitar 27 kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Tim SAR gabungan pada pencarian hari keempat berhasil menemukan korban terakhir atas nama Arani dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan sekitar 27 kilometer dari lokasi kejadian awal,” ujar Nur Ngalim di Kembang Janggut, Jumat.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut.

Sebelumnya, pada hari ketiga pencarian, tim SAR telah melakukan penyisiran sungai sejauh kurang lebih 10 kilometer ke arah hilir sesuai rencana operasi. Namun hingga Kamis petang, korban belum ditemukan. Operasi sempat dihentikan sementara pada pukul 18.00 Wita dan dilanjutkan kembali pada Jumat pagi mulai pukul 07.00 Wita dengan memperluas area pencarian.

Berdasarkan data yang dihimpun SAR, kecelakaan tersebut melibatkan perahu ketinting atau perahu bermesin tempel yang membawa dua penumpang. Satu penumpang atas nama Ilan (21) berhasil selamat, sementara Arani dinyatakan hilang dan diduga tenggelam sesaat setelah perahu mereka tertabrak kapal LCT di Sungai Belayan.

Dalam operasi pencarian ini, tim SAR gabungan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, TNI, Polri, BPBD Kutai Kartanegara, Damkarmatan Kota Bangun, aparatur Kecamatan Kembang Janggut, Pramuka Peduli, ERT PT Bayan Resources Tbk, relawan gabungan, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Berbagai peralatan dikerahkan dalam pencarian, mulai dari perahu karet, boat Basarnas, speed boat Satpolairud, rescue boat BPBD Kukar, rubber boat Damkarmatan Kota Bangun, rubber boat ERT PT Bayan, perahu ketinting milik warga, hingga peralatan SAR air, komunikasi, dan medis.

Nur Ngalim mengungkapkan bahwa proses pencarian tidak berjalan mudah. Sejumlah kendala dihadapi tim di lapangan, terutama arus sungai yang cukup kuat serta kondisi lingkungan yang masih rawan karena keberadaan binatang buas seperti buaya di sekitar Sungai Belayan.

“Arus sungai yang deras serta potensi ancaman satwa liar menjadi tantangan serius bagi tim SAR selama operasi pencarian,” ujarnya. (MK)

Editor: Agus S