Beranda blog Halaman 345

Jembatan Rusak Jadi Ancaman Warga, OIKN Diminta Turunkan Bailey dari Kawasan IKN

0
Jembatan kayu di RT 24 terendam banjir. Kondisinya kian rawan karena banyak berlubang, warga menuliskan imbauan di tepi jembatan. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Kerusakan jembatan yang menjadi satu-satunya akses warga RT 25 Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, kembali memantik keluhan keras masyarakat. Warga menilai kondisi jembatan yang rapuh dan kerap terendam banjir bukan lagi sekadar soal kenyamanan, melainkan ancaman keselamatan yang menuntut solusi cepat dari Otorita Ibu Kota Nusantara.

Ketua RT 25, Rahmad Waras Abdillah, menyampaikan desakan tersebut secara langsung. Ia meminta pembangunan jembatan darurat sebagai langkah paling realistis, sembari menunggu solusi permanen yang hingga kini tak kunjung terealisasi.

“Kami minta solusi segera. Ini mendesak bagi lingkungan kami,” tegas Rahmad di lokasi.

Menurutnya, jembatan kayu yang selama ini digunakan dibangun dan diperbaiki secara swadaya oleh warga. Seiring waktu, struktur kayu semakin rapuh, berlubang di banyak titik, dan sangat berbahaya saat debit air meningkat. Ketika banjir datang, akses warga praktis terputus dan risiko kecelakaan meningkat tajam.

Di wilayah RT 25 sendiri masih terdapat tiga jembatan kayu. Sebelumnya, warga sempat mendapat harapan akan dibangunnya jembatan permanen oleh perusahaan yang terlibat dalam pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara. Namun hingga kini, realisasi tersebut tak pernah tuntas. Satu jembatan sempat dikerjakan oleh pihak swasta PT BRP, tetapi pembangunannya terhenti dan tidak bisa digunakan.

Jembatan RT 24 direnovasi secara swadaya oleh masyarakat. (Istimewa)

Akibat mangkraknya proyek tersebut, warga akhirnya berinisiatif membangun jembatan kecil di sisi lain. Selain untuk akses, jembatan ini berfungsi menjaga kelancaran aliran air. Penyempitan jalur air akibat struktur jembatan yang tidak memadai menyebabkan luapan air ke halaman rumah warga saat hujan deras.

Kepala Dusun Semoga Jaya, Nurul Hofi, menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, terutama untuk keluar-masuk kebun. Ia mendesak agar penanganan darurat segera dilakukan.

“Jadi penanganan yang awal ini, kami berharap untuk menangani jembatan ini tiga. Kami berharap, dapat diaplikasikan segera,” ujarnya.

Terkait persoalan banjir dan aliran sungai, Nurul menyampaikan bahwa Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, telah menjanjikan langkah lanjutan berupa survei lapangan.

“Pak Alimuddin mengatakan, akan ada tim survei memitigasi aliran sungai, kenapa air tidak langsung turun ke muara dengan lancar,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Sarana dan Prasarana Sosial Otorita IKN, Agus Ahyar, mengakui bahwa penanganan banjir bukan sepenuhnya berada di kewenangan direktoratnya. Menurutnya, pengendalian banjir masih menunggu program dari Balai Wilayah Sungai.

Meski demikian, Agus menyebut opsi jembatan darurat masih terbuka. “Paling tidak diupayakan jembatan darurat. Ada di IKN beberapa, mudahan bisa diupayakan dibawa ke sini,” jelasnya.

Bagi warga RT 25, harapan kini bertumpu pada langkah konkret, bukan sekadar janji. Selama jembatan layak belum tersedia, setiap hujan besar selalu berarti ancaman terputusnya akses dan risiko keselamatan yang harus mereka hadapi sendiri. (MK)

Editor: Agus S

Diguyur Hujan Ekstrem, Ruas Tol IKN Amblas 82,5 Meter, BBPJN Sapu Bersih Cek Slab on Pile

0
Kondisi slab on pile ruas Tol IKN Seksi 3A2 Karangjoang–KKT Kariangau yang mengalami penurunan usai diguyur hujan lebat. Foto: Istimewa

NUSANTARA – Insiden penurunan badan jalan di ruas Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A2 Segmen Karangjoang–KKT Kariangau memicu langkah cepat otoritas teknis. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) langsung menyisir dan menginventarisasi seluruh struktur slab on pile di sepanjang tol IKN guna memastikan tidak ada titik lain yang berpotensi mengalami kejadian serupa.

Penurunan terjadi pada satu segmen sepanjang 82,5 meter, setelah kawasan tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama berjam-jam. Peristiwa ini pun menjadi perhatian karena berada di jalur strategis menuju kawasan inti IKN.

Usai kejadian, BBPJN Kaltim bersama pihak proyek segera turun ke lapangan untuk melakukan survei menyeluruh. Langkah ini ditempuh sebagai upaya mitigasi agar insiden serupa tidak terulang di segmen lain.

“Sebentar saya minta datanga dulu ke teman-teman proyek,” ujar Yudi, Minggu (11/1/2026) malam.

“Usai kejadian, kami langsung melakukan survei dan inventarisasi pada seluruh slab on pile di ruas Tol IKN untuk memastikan tidak ada potensi serupa di titik lain,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut jangka panjang, BBPJN Kaltim menyiapkan sejumlah penanganan teknis permanen. Di antaranya pembangunan crossing drain di setiap slab on pile untuk mengendalikan aliran air di bawah struktur, penataan dan peningkatan kapasitas saluran air dari hulu ke hilir, serta pemasangan energy dissipator di outlet saluran guna meredam energi aliran air.

Insiden ini diketahui terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (7/1/2026) pukul 15.35 Wita hingga Kamis (8/1/2026) pagi. Meningkatnya debit air memicu pergerakan tanah di area timbunan, khususnya pada lokasi disposal. Akibatnya, pada Kamis siang, slab on pile beserta beton badan jalan mengalami penurunan.

Penjabat KSO BBPJN Perwakilan Kalimantan Timur, Adhi Hutama, menjelaskan bahwa pergeseran terjadi akibat pergerakan tanah disposal yang dipicu curah hujan tinggi.

“Untuk menghindari kerusakan yang lebih melebar, slab on pile yang bergeser langsung diputuskan untuk diamankan dan dilakukan perbaikan,” katanya.

Ia menegaskan, kejadian tersebut berlangsung saat proyek masih dalam tahap konstruksi, sehingga langkah pengamanan dan perbaikan dapat segera dilakukan tanpa mengganggu fungsi jalan yang telah beroperasi. Seluruh biaya perbaikan permanen pun menjadi tanggung jawab penuh penyedia jasa pelaksana proyek.

“Saat ini, tim lapangan telah melakukan inventarisasi kerusakan, merapikan kembali timbunan hingga mencapai elevasi aman, serta mengamankan struktur yang terdampak,” terangnya.

Perbaikan permanen ditargetkan rampung sekitar Maret 2026 agar ruas tol tersebut dapat difungsikan sesuai rencana, khususnya untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran.

Hal senada disampaikan Pemimpin Proyek Jalan Tol IKN Segmen 3A2, Arief Indriyanto. Ia membenarkan bahwa pergeseran terjadi pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter akibat kondisi cuaca ekstrem.

“Akibat hujan deras itu terjadi pergeseran pada timbunan lumpur di area disposal yang mengakibatkan pergeseran pada tiang slab on pile sepanjang 82,5 meter,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

IKN Dikebut Jadi Pusat Energi Bersih, OIKN–Pertamina Siapkan Proyek Terpadu

0
OIKN dan Pertamina Group bahas sejumlah proyek strategis, mulai dari bidang keberlanjutan energi dan lingkungan hingga pengembangan ekosistem pendidikan di kawasan Nusantara. Pertemuan ini berlangsung di Swissotel Nusantara, KIPP Nusantara, Minggu (11/1/2026). (Dok.OIKN)

NUSANTARA – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga arah masa depan energi dan kualitas sumber daya manusia. Komitmen itu tercermin dalam pertemuan antara Otorita IKN dan Pertamina Group yang membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, mulai dari energi berkelanjutan hingga penguatan ekosistem pendidikan di kawasan Nusantara.

Pertemuan berlangsung di Swissotel Nusantara, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Minggu (11/1/2026), dan menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi lintas sektor mulai dipercepat seiring dibangunnya IKN sebagai kota masa depan.

Pertamina Group hadir dengan kekuatan penuh melalui sejumlah entitas strategis. Mulai dari Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) yang fokus pada energi baru dan terbarukan, PT Patra Jasa di sektor pengembangan properti dan kawasan, Pertamina Foundation yang bergerak di bidang pembangunan berkelanjutan, hingga Universitas Pertamina sebagai pilar pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia.

Kehadiran lintas entitas tersebut menunjukkan pendekatan terpadu Pertamina dalam mendukung pembangunan Nusantara, tidak semata sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai ekosistem hijau dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas potensi proyek strategis yang menyentuh dua pilar utama pembangunan IKN: keberlanjutan energi dan lingkungan, serta penguatan ekosistem pendidikan. Kolaborasi ini diarahkan untuk menjadikan Nusantara sebagai model kota dengan energi bersih sekaligus pusat pengembangan human capital nasional.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menekankan bahwa IKN dibangun dengan semangat birokrasi yang cepat dan adaptif untuk mendukung percepatan investasi.

“IKN ini dibangun sebagai kawasan birokrasi yang cepat, akselerasi ini kita butuhkan, akan kami dukung terus investasi di kawasan Nusantara. Akan kami layani, eman-eman (rugi) pak, kita tidak ingin berlama-lama,” ujar Basuki.

Dari sisi Pertamina, komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan di IKN ditegaskan oleh Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono. Ia menyatakan bahwa Pertamina melihat IKN sebagai ruang strategis untuk mengembangkan model investasi hijau yang terintegrasi.

“Pertamina terus mendukung keberlanjutan IKN, termasuk melalui pengembangan investasi berbasis Nature-Based Solution yang menjaga konservasi, serta Nusantara Sustainability Hub yang mengembangkan human capital dengan prinsip ESG (environmental, social, and governance),” tegas Agung. (MK)

Editor: Agus S

Kolaborasi Pemkot Salurkan Laptop hingga Papan Interaktif untuk Sekolah

0
Pembagian pendidikan oleh Pemkot Bontang. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat komitmen memajukan kualitas pendidikan melalui kolaborasi strategis dengan dunia usaha dan pemerintah pusat. Hal ini diwujudkan dalam acara Penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Gamma Persada Jakarta dan Hibah Pendidikan Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Rabu (8/1/2026).

Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang. Ia menilai transformasi teknologi di sekolah harus terus didorong, namun tetap diimbangi dengan penguatan karakter budaya.
“Kolaborasi pemerintah dan swasta sangat krusial. Bantuan seperti interactive board, laptop, dan alat peraga edukatif ini kita harapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi anak-anak Bontang,” ujar Lukman.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, merincikan bahwa bantuan yang diserahkan berasal dari tiga sumber utama, yakni CSR PT Gamma Persada, APBD Pemkot Bontang, dan Kementerian Pendidikan.

CSR PT Gamma Persada: Bantuan senilai total Rp97,59 juta berupa perangkat pembelajaran berbasis teknologi (interactive board dan tablet) diserahkan kepada SD Negeri 006 Bontang Utara dan SMP Negeri 7 Bontang.

Hibah Pemkot Bontang: Disalurkan berupa 10 unit laptop untuk SMP YPK, SMP IT Yaris, SMP Muhammadiyah II, dan MTs Al Ikhlas. Selain itu, bantuan mebeler (meja-kursi siswa) diberikan kepada SMP Lembah Nyiur (72 set) dan SD Galilea (71 set), serta bantuan kebudayaan bagi Lembaga Adat Kutai Guntung.

Bantuan Kemendikbud: Fokus pada jenjang PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF). Bantuan berupa perangkat pembelajaran interaktif dan laptop disalurkan kepada SKB Negeri, serta sejumlah PKBM (Melati, Jumli, Bunga Padi), puluhan TK, dan SMP negeri maupun swasta.

Pemerintah Kota Bontang juga memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan satuan pendidikan agar disiplin memperbarui data pokok pendidikan (Dapodik). Data yang akurat akan menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan maupun program rehabilitasi sarana prasarana di masa depan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

FLP Luncurkan Empat Buku, Pemkot Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi dan Kemampuan Menulis

0
Serah terima buku dari Kabid KKLK PT IMM, M. Ngirom Hudi selaku tim pembina FLP, kepada Staf Ahli PKSDM, Lukman. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Forum Lingkar Pena (FLP) Bontang meluncurkan empat buku karya penulis lokal Bontang sebagai bentuk komitmen dalam menumbuhkan budaya literasi daerah. Peluncuran buku tersebut diresmikan oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan Kreativitas Sumber Daya Manusia (PKSDM) Kota Bontang, Lukman, yang mewakili Wali Kota Bontang, di Gedung Auditorium 3D, Bontang Utara, Ahad (11/1) pagi.

Dalam sambutannya, Lukman mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi FLP Bontang karena dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis, khususnya di kalangan generasi muda. Ia mengimbau anak-anak Bontang untuk gemar membaca dan terus mengasah keterampilan menulis sebagai bekal masa depan.

“Buku adalah jembatan antara masa kini dan masa mendatang. Melalui buku, nilai-nilai karakter dapat ditanamkan, terutama lewat cerita rakyat, sekaligus merawat daya ingat dan identitas daerah,” ujarnya.

Ketua FLP Bontang, Kartini, menyampaikan bahwa peluncuran empat buku ini lahir dari dedikasi dan kecintaan para penulis terhadap dunia kata. Seluruh karya tersebut merupakan hasil dari kelas menulis yang dihimpun dan dibina oleh FLP Bontang, sebagai ruang belajar dan bertukar gagasan bagi para penulis lokal.

Empat buku yang diluncurkan meliputi buku cerita rakyat dan anak Bontang yang memuat legenda Beras Basah, Guntung, serta berbagai kisah lokal lainnya; kumpulan cerpen Tanah Borneo; kumpulan puisi; serta buku anak berjudul Peta Rahasia.

Kartini berharap, karya-karya tersebut dapat menjadi teman perjalanan pembaca, sumber inspirasi, sekaligus jendela pengetahuan bagi masyarakat.

Selain peluncuran buku, FLP Bontang juga menggelar pelatihan menulis sebagai upaya peningkatan kapasitas penulis lokal. Pelatihan tersebut menghadirkan Asra Arsyad, penulis dan pegiat literasi asal Sangatta, Kutai Timur, sebagai pemateri.

Melalui peluncuran buku dan pelatihan menulis ini, FLP Bontang berharap dapat membuka awal perjalanan panjang yang penuh manfaat bagi dunia literasi, sekaligus melahirkan lebih banyak karya yang memperkaya khazanah pengetahuan dan budaya lokal Bontang.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Wali Kota Instruksikan Jumat Bersih di Perkantoran Bontang Lestari

0
Jumat bersih di Perkantoran Bontang Lestari. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak seluruh jajaran Perangkat Daerah untuk turun tangan menjaga kebersihan dan keindahan pusat pemerintahan.

Melalui surat undangan nomor 600.4.15.1/17/DLH/2026, Wali Kota menginstruksikan pelaksanaan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di kompleks perkantoran Bontang Lestari.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026 lalu, dimulai pukul 07.30 WITA hingga selesai. Adapun lokasi kerja bakti difokuskan pada area gedung dan sekitar Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, serta Graha Taman Praja.

“Diperlukan kerja sama seluruh Perangkat Daerah yang berkantor di kompleks perkantoran Bontang Lestari untuk meningkatkan kebersihan lingkungan,” bunyi undangan yang ditandatangani Wali Kota tersebut.

Sebanyak 16 Perangkat Daerah diundang untuk berpartisipasi, termasuk Sekretariat Daerah, Inspektorat, Bapperida, BKPSDM, hingga dinas-dinas teknis yang berkantor di kawasan tersebut.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pulau Beras Basah Dipastikan Jadi Prioritas Penataan Dispoparekraf Bontang

0
Eko Mashudi, Kepala Dispoparekraf. (Syakurah)

BONTANG – Pulau Beras Basah dipastikan menjadi prioritas dalam rencana penataan dan pengembangan kawasan wisata pesisir di Kota Bontang.

Fokus ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bontang untuk meningkatkan kualitas destinasi unggulan melalui pembenahan sarana, prasarana, dan sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kota Bontang, Eko Mashudi, mengatakan selain Beras Basah, terdapat dua kawasan wisata pesisir lain yang turut menjadi perhatian, yakni Malahing dan Bontang Kuala. Namun, dibanding dua destinasi tersebut, Beras Basah dinilai masih membutuhkan penataan lebih lanjut.

“Untuk Malahing dan Bontang Kuala sudah tertata. Beras Basah ini yang menjadi fokus awal pembenahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan Pulau Beras Basah saat ini masih berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Meski begitu, Pemkot Bontang telah mendapat ruang untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan tersebut melalui surat dari pemerintah provinsi.

Tindak lanjut teknis penataan masih memerlukan koordinasi lanjutan. Dispopar Bontang pun berencana segera melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, guna mematangkan langkah selanjutnya.

“Saya akan berkunjung ke provinsi, untuk membahas hal tersebut,” sebutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengembangan wisata pesisir harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai perangkat daerah. Penataan infrastruktur akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, pengelolaan sampah bersama Dinas Lingkungan Hidup, serta aspek keselamatan dan transportasi laut melibatkan unsur SAR, BPBD, dan Dinas Perhubungan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Surplus Listrik di Ujung Kaltim, PLTS Jadi Tulang Punggung Energi Kampung Batoq Kelo

0
Bambang Arwanto, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kaltim, saat bersama masyarakat Kampung Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu, saat monitoring pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah tersebut. (Ist)

SAMARINDA – Gelap yang selama bertahun-tahun membatasi aktivitas warga Kampung Batoq Kelo, Kabupaten Mahakam Ulu, perlahan ditinggalkan. Melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, kampung di kawasan pedalaman perbatasan itu kini menikmati pasokan listrik stabil yang bahkan melampaui kebutuhan harian warganya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan proyek ini sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian energi desa, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional. PLTS tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga instrumen pemerataan pembangunan di kawasan terpencil.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyebut pengoperasian PLTS di Kampung Batoq Kelo telah melalui proses pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan keandalan sistem.

“Kami telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan sistem pembangkit berjalan optimal dan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Hasil monitoring dan evaluasi teknis menunjukkan, PLTS tersebut beroperasi sesuai perencanaan. Dengan kapasitas terpasang 60,8 kilo Watt peak (kWp) dan inverter 50 kilo Watt (kW), pembangkit ini ditopang baterai penyimpanan energi berkapasitas 576 kilo Watt hour (kWh), sehingga mampu menyediakan listrik sepanjang hari.

Dari sisi produksi, PLTS rata-rata menghasilkan sekitar 243 kWh per hari. Angka ini jauh di atas kebutuhan listrik warga kampung yang tercatat hanya sekitar 85 kWh per hari, sehingga terdapat cadangan energi yang cukup besar untuk mendukung pertumbuhan aktivitas masyarakat.

“Produksi energi ini surplus dan sangat mencukupi untuk mendukung aktivitas warga,” jelas Bambang.

Saat ini, listrik dari PLTS telah mengaliri 107 sambungan, mencakup rumah penduduk dan fasilitas umum kampung. Selain kebutuhan domestik, sistem ini juga menopang penerangan lingkungan dengan 45 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) yang meningkatkan keamanan dan mobilitas warga pada malam hari.

Bagi masyarakat setempat, kehadiran listrik menjadi perubahan besar. Tetua Kampung Batoq Kelo, Antonius Legiu, mengungkapkan bahwa sebelum PLTS beroperasi, warga harus bergantung pada genset dengan biaya tinggi, bahkan sebagian hanya mengandalkan lampu tembok.

“Dulu sebagian warga hanya mengandalkan genset, bahkan ada yang hanya menggunakan lampu tembok. Sekarang kami sudah bisa menikmati listrik dari PLTS Terpusat,” tuturnya.

Ia menilai listrik yang stabil membuka peluang percepatan pembangunan kampung, mulai dari aktivitas ekonomi hingga peningkatan kualitas layanan dasar. Warga pun berharap, kehadiran PLTS menjadi pintu masuk bagi dukungan lanjutan pemerintah di sektor lain.

“Masyarakat berharap setelah listrik, pemerintah juga dapat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih, layanan kesehatan, dan sarana pendidikan yang lebih layak,” pungkas Antonius. (MK)

Editor: Agus S

Enam Perusahaan di Bontang Bandel Bayar PKB, Samsat Siapkan Pelimpahan ke Kejaksaan

0
Kantor Samsat Bontang. (Syakurah)

BONTANG – UPTD Pelayanan Pajak Dan Retribusi Daerah (PPRD) Bontang mencatat masih adanya perusahaan yang tidak patuh membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Dari total sekitar 170 perusahaan yang terdata memiliki kendaraan operasional di Bontang, terdapat enam perusahaan yang dinilai paling bandel.

Kepala Seksi Pengumpulan UPTD Samsat Bontang, Putu Ayu Nerry, mengatakan keenam perusahaan tersebut telah menunggak pajak selama bertahun-tahun dan sudah diberikan sanksi administratif hingga Surat Peringatan Kedua (SP2).

“Ada tiga perusahaan yang sudah kami beri SP2 sejak dua tahun lalu, dan sampai sekarang belum juga membayar. Tiga lainnya ditagih sepanjang 2025, tapi juga belum ada realisasi,” ungkapnya.

Nilai tunggakan dari masing-masing perusahaan bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp60 juta, termasuk denda dan iuran Jasa Raharja. Kendaraan yang menunggak umumnya berupa mobil operasional, baik milik sendiri maupun hasil sewa.

Karena tidak ada itikad baik, Samsat Bontang kini tengah menyiapkan berkas pelimpahan ke kejaksaan sebagai langkah penegakan hukum.

“Kalau sudah sampai SP2 dan tetap tidak ada tanggapan, itu sudah ranah kejaksaan. Kami sedang menyiapkan berkas dan menunggu persetujuan pimpinan,” jelasnya.

Sepanjang 2025, dari sektor perusahaan, Samsat Bontang berhasil merealisasikan PKB sebesar Rp750,8 juta, terdiri dari 148 unit kendaraan roda empat dan 22 unit roda dua. Namun angka tersebut dinilai belum optimal akibat masih adanya perusahaan yang tidak kooperatif.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Buronan Keempat Dibekuk Tim Gabungan, Genap Pelarian Tahanan Berakhir

0
Empat Buronan akhirnya kembali diamankan polisi. (Ist)

SANGATTA – Satu pelarian tahanan berhasil diamankan polisi, sehingga genap 4 buronan yang berhasil dibekuk aparat keamanan.

Tim gabungan Polres Kutai Timur (Kutim) bersama Polsek Sangkulirang dan Polsek Kaliorang berhasil menangkap kembali keempat buronan tersebut setelah melakukan pengejaran intensif.

Penangkapan ini tak lepas dari peran aktif masyarakat yang memberikan informasi kepada aparat kepolisian terkait keberadaan dan pergerakan para tahanan. Informasi tersebut menjadi pintu masuk bagi petugas untuk mempersempit ruang gerak para buronan yang sempat berpindah lokasi.

Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko, membenarkan keberhasilan penangkapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa sejak laporan pelarian diterima, kepolisian langsung bergerak cepat dengan melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian.

“Keempat tahanan yang kabur sudah berhasil kami amankan kembali. Ini hasil kerja keras tim gabungan Polres Kutim, Polsek Sangkulirang, Polsek Kaliorang, serta dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi,” ujar Aiptu Wahyu Winarko saat dihubungi, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, pengejaran dilakukan hingga ke area perkebunan dan wilayah pesisir yang dinilai rawan dijadikan tempat persembunyian. Aparat juga meningkatkan patroli dan pemantauan terhadap orang-orang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat. Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Saat ini, seluruh tahanan telah diamankan kembali dan proses hukum terhadap mereka tetap berjalan. Pihak kepolisian memastikan akan melakukan evaluasi internal terkait insiden kaburnya tahanan tersebut guna memperkuat sistem pengamanan dan mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam