Beranda blog Halaman 345

Isu Rp 9 M untuk Satu Ambulans Mencuat, Ini Penjelasan Pemkab Kutim

0
Anggaran Rp 9 miliar itu diperuntukkan bagi 40 unit ambulans operasional. (Istimewa)

SANGATTA – Isu pengadaan ambulans Rp9 miliar yang disebut-sebut hanya untuk satu unit kendaraan sempat bikin gaduh ruang publik. Informasi itu cepat menyebar di media sosial dan memantik tanda tanya warga. Namun, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tak tinggal diam, pemerintah langsung angkat bicara.

Faktanya? Anggaran Rp9 miliar tersebut bukan untuk satu ambulans, melainkan untuk 40 unit ambulans operasional.

Kepala Bagian Umum Setkab Kutim, Uud Sudiharjo, menegaskan kabar yang beredar tidak utuh sehingga menimbulkan tafsir keliru di masyarakat.

“Anggaran Rp9 miliar itu diperuntukkan bagi 40 unit ambulans operasional, bukan satu unit seperti yang beredar. Seluruh proses pengadaan sudah sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya, Senin (2/3/2026).

Jika dihitung rata-rata, nilai per unit ambulans sekitar Rp225 juta. Spesifikasi kendaraan disesuaikan untuk pelayanan kesehatan dasar dan kebutuhan operasional sosial di lapangan. Artinya, ambulans tersebut bukan kendaraan mewah, melainkan unit standar layanan kesehatan masyarakat.

Langkah pengadaan ini, lanjut Uud, merupakan bagian dari strategi memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di Kutim yang memiliki wilayah geografis luas. Keberadaan ambulans dinilai krusial untuk mempercepat mobilitas pasien menuju fasilitas kesehatan, terutama dalam kondisi darurat.

Tak hanya ditempatkan di fasilitas kesehatan formal, 40 unit ambulans itu juga disalurkan ke berbagai elemen masyarakat. Rinciannya: sembilan masjid, sembilan kerukunan, tiga yayasan, lima desa, enam RT, Palang Merah Indonesia (PMI), serta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan lainnya.

Distribusi ini dimaksudkan agar akses layanan darurat makin dekat dengan warga. Dengan ambulans yang tersebar di titik-titik komunitas, respons terhadap warga sakit atau kondisi genting diharapkan lebih cepat.

Teguh, pengurus Masjid Al Hidayah di Jalan APT Pranoto, Sangatta, mengaku bantuan tersebut sangat membantu aktivitas sosial di lingkungannya.

“Kami sangat bersyukur menerima ambulans ini. Sekarang kalau ada warga yang membutuhkan penanganan cepat, kami bisa langsung bergerak,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Siswanto, pengurus Masjid Baabul Jannah di Teluk Rawa, Kabo Jaya. Menurutnya, keberadaan ambulans menjadi sarana vital bagi masyarakat sekitar.

“Ambulans ini sangat penting untuk membantu warga yang sakit atau dalam keadaan darurat. Manfaatnya langsung dirasakan,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas anggaran. Setiap penggunaan APBD, termasuk pengadaan ambulans, dapat diawasi sesuai mekanisme oleh DPRD maupun lembaga pengawas lainnya.

Melalui klarifikasi ini, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Di tengah derasnya arus informasi, sumber resmi dinilai menjadi rujukan utama agar publik mendapatkan gambaran yang utuh dan tidak terjebak pada potongan data yang menyesatkan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Datang ke IKN, Gubernur Rudy Setir Sendiri Range Rover Putih

0
Mobil yang dinaiki Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menghadiri pelantikan pengurus Kadin Kaltim di Kemenko 3 KIPP IKN, Senin (2/3/2026). (Atmaja Riski)

NUSANTARA – Pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (2/3/2026), diwarnai perhatian pada kendaraan yang digunakan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Rudy tiba di Kemenko 3 menggunakan Range Rover putih bermotif cokelat keemasan dengan nomor polisi KT 1 (pelat putih). Selama kegiatan berlangsung di Multifunction Hall, kendaraan tersebut tampak terparkir di bagian depan gedung.

Momen menarik terjadi saat gubernur hendak meninggalkan lokasi acara. Sejumlah pengurus Kadin yang mengantarnya ke luar gedung sempat melontarkan candaan.

“Inikah mobil itu,” celetuk salah seorang di antaranya.

Rudy pun menanggapi dengan santai sambil tertawa. “Sebelum mobil itu datang, sudah mobil kita yang turun,” ujarnya sembari menepuk bagian pintu kiri kendaraan. Suasana pun langsung riuh oleh gelak tawa.

Gubernur diketahui menyetiri sendiri kendaraan tersebut saat datang maupun meninggalkan lokasi.

Kemunculan mobil itu tak lepas dari perbincangan publik, menyusul polemik mobil dinas Gubernur Kaltim yang sempat menjadi sorotan karena nilai pengadaannya mencapai Rp8,5 miliar dan kini dalam proses pengembalian.

Berdasarkan penelusuran harga pasar, kendaraan Range Rover dengan spesifikasi serupa berada pada kisaran Rp7,66 miliar hingga Rp10,94 miliar, tergantung tipe dan variannya. (MK)

Editor: Agus S

Video Range Rover Putih Hebohkan Publik, Diskominfo: Itu Kendaraan Pribadi

0
Mobil Gubernur Kaltim berpelat KT 1 terparkir di kawasan Kemenko 3 IKN saat pelantikan Kadin Kaltim, Senin (2/3/2026). (Rizky/Media Kaltim)

SAMARINDA — Polemik mobil dinas Gubernur Kaltim kembali memanas. Di tengah proses pengembalian unit Range Rover senilai Rp8,49 miliar, publik dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan kendaraan berwarna putih berpelat KT 1 melintas di Samarinda dan kawasan IKN.

Video tersebut memicu spekulasi. Banyak warganet menduga kendaraan itu adalah unit mobil dinas yang sebelumnya diumumkan dibatalkan pembeliannya. Padahal, Pemprov Kaltim telah menyatakan mobil dinas tersebut masih berada di Jakarta dan belum pernah digunakan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan kendaraan yang viral bukanlah mobil dinas yang sedang dalam proses pengembalian.

“Tidak sama. Coba lihat dari samping, pelatnya KT 1. Itu mobil pribadi gubernur. Ada dua kendaraan pribadi beliau, yang putih dan Defender hitam,” tegas Faisal, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, mobil dinas yang dibatalkan hingga kini belum keluar dari Jakarta. Bahkan, kata dia, kendaraan tersebut belum dipasangi pelat nomor dan belum pernah dioperasikan.

Range Rover putih berpelat KT 1 yang digunakan Gubernur Kaltim saat menghadiri pengukuhan Kadin Kaltim di IKN. (Rizky/Media Kaltim)

“Mobil itu belum jalan sama sekali. Masih di Jakarta, plastik pelindungnya pun masih ada. Saya jamin itu bukan mobil yang kami rilis hari ini,” ujarnya.

Faisal menambahkan, kesamaan merek atau tipe kendaraan tidak otomatis menunjukkan kesamaan status kepemilikan.

“Kalau seseorang punya mobil perusahaan dan mobil pribadi dengan merek sama, tetap saja beda kepemilikan. Ini jangan dicampuradukkan,” katanya.

Sementara itu, Direktur CV Afisera Samarinda selaku penyedia, Subhan, mengakui kendaraan yang viral kemungkinan memiliki jenis yang serupa. Namun ia menegaskan spesifikasi teknis tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan luar.

“Itu jenis yang sama mungkin, tapi spesifikasinya belum tentu sama dengan unit yang dikembalikan,” jelasnya.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meninggalkani lokasi pelantikan Kadin Kaltim di Kemenko 3 IKN, Senin (2/3/2026). (Rizky Maulana/Media Kaltim)

Sebelumnya, CV Afisera menyatakan siap menerima pengembalian unit dan mengembalikan dana sepenuhnya ke kas daerah setelah proses administrasi selesai.

Di tengah sorotan publik, Pemprov memastikan Gubernur Rudy Mas’ud tetap beraktivitas menggunakan kendaraan operasional lama milik pemerintah daerah. Faisal menyebut, dalam beberapa kesempatan, gubernur juga menggunakan kendaraan pribadi saat meninjau lapangan.

“Pak gubernur tidak ada masalah. Untuk operasional, beliau gunakan kendaraan yang ada. Kalau medan berat, beliau kadang pakai kendaraan pribadi karena memang senang menyetir sendiri,” tutupnya.(MK)

Editor: Agus S

Hasil Mediasi, Ojol Diperbolehkan Masuk Melalui Tiga Pintu di PC PKT

0
VP Keamanan di PKT, I Made Darmadi Giri saat ditemui awak media. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Aksi ratusan pengemudi ojek online (ojol) meminta kejelasan kebijakan akses masuk ke perumahan PC PKT membuahkan hasil.

Usai mediasi antara pihak keamanan PC PKT dengan ojol, kebijakan berubah dari yang tadinya hanya 1 pintu diperluas jadi 3 pintu.

VP Keamanan PKT, I Made Darmadi Giri menyampaikan bahwa saat ini pintu GOR untuk sementara waktu tetap ditutup. Sementara itu, akses masuk untuk dilalui oleh ojol bakal dibuka, melalui pintu Bontang Kuring, Seruni, dan Wanatirta.

“Untuk di GOR tetap kita tutup sementara, karena ada kegiatan umum yang masih kita batasi. Mulai per hari ini, untuk akses masuk ojol menjadi tiga pintu dari hasil pertemuan tadi,” ucapnya, Senin (2/3/2026) siang.

Made menjelaskan, kebijakan sebelumnya yang hanya membuka satu pintu dilakukan semata-mata demi alasan keamanan di Perumahan PC PKT. Namun setelah dilakukan mediasi bersama dengan para ojol Bontang, telah diputuskan adanya kelonggaran dengan membuka kembali tiga pintu akses tersebut.

Selain itu, pihak keamanan juga memberikan kemudahan prosedur bagi pihak yang hendak melintas. Jika sebelumnya harus meninggalkan sejumlah identitas seperti SIM dan STNK, kini hanya cukup meninggalkan KTP saja, saat melewati pos penjagaan.

“Kalau mau lewat, cukup tinggalkan KTP. Tidak perlu lagi meninggalkan kartu identitas lainnya,” tegasnya.

Sehingga pihak-pihak yang ingin masuk ke kawasan tersebut sudah terdata, dan telah tergabung dalam grup komunikasi WhatsApp bersama dirinya. Hal itu memudahkan koordinasi apabila ditemukan tindakan yang dinilai tidak sesuai kesepakatan, termasuk jika ada oknum petugas keamanan yang bertindak tidak semestinya.

“Mereka sudah masuk dengan kita, sudah terdata, dan punya kontak saya. Kalau ada tindakan negatif di luar kesepakatan dari petugas keamanan, maka silahkan laporkan. Saya punya amanah sebagai pimpinan keamanan di wilayah ini. Kalau anggota saya salah, pasti akan saya tindak dan ingatkan,” bebernya.

Selain itu, Made turut menegaskan bahwa dari hasil mediasi ini, menjadi solusi bersama agar keamanan tetap terjaga tanpa menghambat aktivitas yang telah disepakati.

“Intinya dari satu pintu sekarang menjadi tiga pintu, dan ada kelonggaran cukup meninggalkan KTP saja. Semua ini tetap demi menjaga keamanan,” pungkasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pasca 12 Tahun Diresmikan, Bandara Uyang Lahai Masih Terkendala Lahan

0
Landasan Bandara Uyang Lahai yang masih berupa tanah membuat pesawat tidak dapat mendarat saat hujan. (Istimewa)

SANGATTA – Sudah diresmikan sejak 19 September 2013, namun hingga kini Bandara Uyang Lahai belum benar-benar bisa berfungsi optimal. Masalah klasiknya belum berubah: landasan pacu masih berupa tanah.

Setiap kali hujan turun, aktivitas penerbangan langsung terhenti. Permukaan runway berubah licin dan berisiko bagi keselamatan pendaratan. Dampaknya, akses udara untuk wilayah pedalaman seperti Kongbeng, Muara Wahau, dan Telen ikut lumpuh.

Bandara yang mulai dibangun sejak 1976 itu sebenarnya digadang-gadang menjadi penghubung strategis kawasan pedalaman Kutai Timur (Kutim). Namun, setelah 12 tahun diresmikan, fasilitas dasarnya belum juga tuntas.

Dari total lahan sepanjang 2.300 meter, landasan yang terbangun baru sekitar 820 meter. Itu pun belum dilapisi aspal ataupun beton. Alhasil, hanya pesawat kecil berkapasitas delapan hingga sembilan penumpang yang bisa mendarat – itupun dengan catatan cuaca bersahabat.

Camat Kongbeng, Petrus Ivung, tak menampik kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Ia menilai, pengerasan landasan menjadi solusi mendesak agar bandara tak lagi bergantung pada cuaca.

“Kalau landasan ini sudah dicor, saya yakin pasti tidak ada kendala,” tegas Petrus Ivung saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, keberadaan bandara sangat dibutuhkan, bukan hanya oleh masyarakat pedalaman, tetapi juga perusahaan-perusahaan perkebunan di sekitar wilayah itu. Akses udara dinilai mampu memangkas waktu tempuh dan meningkatkan konektivitas ekonomi.

“Yang seharusnya ini bandara kita sudah dipakai, sudah dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan sekitar termasuk masyarakat di beberapa kecamatan,” ujarnya.

Tak hanya persoalan fisik, administrasi bandara juga belum sepenuhnya rampung. Dokumen Register Bandar Udara (RBU) belum selesai, sehingga bandara perintis tersebut belum masuk dalam sistem navigasi nasional secara penuh. Kondisi ini membuat operasionalnya belum maksimal.

Padahal, letaknya yang strategis membuat Uyang Lahai berpotensi menjadi simpul transportasi penting di kawasan pedalaman Kutim. Tanpa pengerasan landasan dan kelengkapan administrasi, potensi tersebut masih tertahan.

Pemerintah kecamatan mengaku terus berkoordinasi dengan Pemkab Kutim dan Kementerian Perhubungan untuk mempercepat pembangunan.

“Kita komunikasi dengan pihak kementerian, dan koordinasi dengan pihak Kabupaten Kutim juga. Kita akan bersama-sama,” pungkas Petrus.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Lebaran, Kapolres Kutim Sidak Terminal Bus

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto saat melakukan pengecek di terminal dan Armada Bus. (Istimewa)

SANGATTA – Tak mau kecolongan jelang puncak arus mudik Lebaran, jajaran Polres Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat. Kapolres Kutai Timur, Fauzan Arianto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Sangatta, Senin (2/3/2026).

Satu per satu armada bus diperiksa. Mulai dari kondisi ban, sistem pengereman, lampu, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan sopir. Tak ada toleransi bagi kendaraan yang tak memenuhi standar keselamatan.

Kapolres menegaskan, langkah ini bagian dari komitmen pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat Mahakam 2026. Targetnya jelas: menekan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik.

“Keselamatan penumpang adalah prioritas utama. Jangan sampai ada kelalaian yang berujung fatal,” tegas Fauzan di sela pengecekan.

Menurutnya, mudik bukan sekadar perjalanan biasa. Ada ribuan harapan dan kebahagiaan keluarga yang dipertaruhkan dalam setiap keberangkatan.

“Pergi harus selamat, berkumpul dengan keluarga dengan bahagia, dan kembali pun harus selamat,” ujarnya.

Tak hanya memeriksa fisik kendaraan, jajaran Satlantas juga mengingatkan para sopir agar menjaga kondisi fisik, tidak memaksakan diri saat lelah, serta tidak ugal-ugalan demi mengejar target setoran.

Pengamanan arus mudik tahun ini diperkuat dengan tiga pendekatan utama. Pertama, rekayasa lalu lintas yang adaptif untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Kedua, pemanfaatan teknologi pemantauan digital di titik rawan. Ketiga, koordinasi lintas instansi guna memastikan jalur dan fasilitas umum dalam kondisi layak.

Dengan sidak mendadak ini, Polres Kutai Timur berharap masyarakat bisa melakukan perjalanan mudik dengan rasa aman dan nyaman. Target zero kecelakaan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen yang terus dikawal hingga arus balik usai.

“Kami tidak ingin ada kabar duka saat Lebaran. Pastikan kendaraan laik jalan, sopir dalam kondisi prima, dan patuhi aturan. Keselamatan penumpang adalah yang utama,” tegas Fauzan.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Keberangkatan Jemaah Umrah Kutim Direm Sementara Pasca Timur Tengah Memanas

0
Situasi di Makkah. (Dok. Kemenhaj).

SANGATTA – Gejolak keamanan di kawasan Timur Tengah bikin pemerintah ambil langkah cepat. Keberangkatan jemaah umrah asal Kutai Timur (Kutim) untuk sementara direm. Meski begitu, penerbangan langsung (direct flight) ke Arab Saudi masih terpantau aman.

Kepala Kantor Kemenhaj Kutim, Basmawati Sija, menegaskan keputusan tersebut mengikuti imbauan resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI). Penundaan dilakukan hingga situasi di kawasan dinyatakan kembali kondusif.

“Kami mengikuti imbauan dari Kemenlu RI untuk menunda sementara keberangkatan jamaah umrah. Keselamatan jamaah adalah prioritas utama,” tegas Basmawati, Senin (2/3/2026).

Imbauan itu tertuang dalam surat edaran Kemenlu yang ditujukan kepada Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Surat tersebut terbit menyusul eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.

Basmawati memastikan, kebijakan ini bukan pembatalan, melainkan penundaan sementara sebagai langkah antisipatif. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah biro perjalanan umrah di Kutim.

“Begitu situasi dinyatakan aman, keberangkatan akan kembali dibuka,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Travel Siap Umroh Haji, Laila Suryanti, menyampaikan hingga saat ini belum terdapat pembatalan untuk penerbangan langsung maskapai Garuda Indonesia menuju Arab Saudi.

“Untuk penerbangan direct Garuda Indonesia, sejauh ini belum ada pembatalan. Sementara untuk penerbangan kami dengan Emirates, memang ada penundaan operasional di Bandara Internasional Dubai sampai 2 Maret,” ujar Laila.

Ia memastikan, jamaah Travel Siap Umroh Haji belum ada yang terdampak langsung. Kebetulan, pada hari ini tidak terdapat jadwal keberangkatan yang transit di Dubai.

“Alhamdulillah, jamaah kami belum ada yang tertunda. Tapi kami tetap patuh pada imbauan pemerintah untuk menunda sementara keberangkatan sampai kondisi benar-benar aman,” jelasnya.

Laila menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan maskapai serta otoritas terkait demi memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah.

Di Sangatta, sejumlah calon jemaah memilih bersabar. Mereka memahami keputusan tersebut demi keselamatan bersama.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

30 Desainer Unjuk Karya di HALIF Fashion Kareem, Samarinda Bergemerlap

0
Peragaan busana desainer lokal yang menjadi puncak acara HALIF Fashion Kareem 2026. (Nuzul/Media Kaltim)

SAMARINDA – Panggung fashion Ramadan di Kalimantan Timur resmi mencapai puncaknya. HALIF (Halal Lifestyle) Fashion Kareem 2026 sukses menggelar peragaan busana spektakuler di Temindung Hub Samarinda, Minggu (1/3/2026), dengan menghadirkan 30 desainer, 90 model, dan total 170 busana yang memukau pengunjung hingga larut malam.

Event yang digagas Fascreeya dan Kalland Project ini menjadi acara pamungkas dalam rangkaian Kampung Ramadan Temindung. Selama tiga hari, HALIF tak hanya menghadirkan fashion show, tetapi juga workshop kreatif, beauty class, hingga talk show bertema wastra dan industri fashion.

Founder Fascreeya, Anas Maghfur, menyebut pelaksanaan tahun ini merupakan edisi kedua setelah sebelumnya mengusung tema Teras Fashion Kareem.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Total ada 170 busana yang diperagakan selama dua hari. Harapan kami, HALIF bisa konsisten menjadi event tahunan modest wear di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Sebanyak 30 desainer dari berbagai daerah seperti Berau, Sangatta, Bontang, Penajam Paser Utara, Samarinda, hingga Tenggarong ambil bagian. Karya mereka diperagakan oleh 90 model yang telah melalui proses audisi dari lebih 100 peserta, baik luring maupun daring.

Tak hanya desainer profesional, pelajar SMK jurusan Tata Busana juga diberi ruang tampil. Di antaranya SMK 1 Sangatta Utara, SMKN Tenggarong, SMK 3 dan SMK 14 Samarinda. Kehadiran siswa ini menjadi bukti pembinaan ekosistem fashion yang berkelanjutan.

Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Vanessa, model asal Kenya yang turut tampil di panggung HALIF.

“Pengalaman luar biasa. Ini menjadi penanda eksistensi desainer dan model lokal. Saya menantikan event yang lebih besar lagi ke depan,” katanya.

Selain peragaan busana, HALIF 2026 juga menghadirkan workshop menghias goodie bag dengan sulam dan payet, menghias toples Lebaran, desain kaos anak, hingga workshop fashion design bersama desainer lulusan Islamic Fashion Institute Bandung. Talk show bertema wastra pun memperkaya wawasan pelaku industri kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, yang membuka resmi acara, menegaskan HALIF merupakan bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya sektor wastra.

“Kita ingin lewat HALIF ada penguatan ekosistem wastra sebagai sektor unggulan ekonomi kreatif Kaltim. Kolaborasi seperti ini harus berkelanjutan,” ujarnya.

Antusiasme pengunjung terlihat sejak sore hingga melewati pukul 23.00 WITA. HALIF Fashion Kareem 2026 tak sekadar menjadi ajang peragaan busana, tetapi momentum konsolidasi desainer, model, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk naik kelas.

Dengan kolaborasi lintas komunitas dan dukungan pemerintah, HALIF Fashion Kareem diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Kaltim dalam peta modest wear nasional.(MK)

Editor: Agus S

Try Sutrisno Tutup Usia, Indonesia Berduka

0
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menemui Mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno. (Sumber: YT Setwapres RI)

JAKARTA — Indonesia berduka. Mantan Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, wafat pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar wafatnya disampaikan keluarga pada Senin pagi. Jenazah almarhum dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke kediaman keluarga di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pernyataan resmi, keluarga memohon doa dan keikhlasan masyarakat.

“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak Ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian pernyataan keluarga.

Informasi mengenai lokasi dan waktu pemakaman akan diumumkan lebih lanjut.

Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh militer senior yang menapaki karier panjang di TNI Angkatan Darat. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Panglima Komando Daerah Militer, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, hingga Panglima ABRI.

Pada 1993, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto untuk periode 1993–1998. Masa tersebut menjadi periode penting dalam dinamika politik dan ekonomi nasional menjelang akhir pemerintahan Orde Baru.

Setelah tidak lagi menjabat, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan kenegaraan dan sosial kemasyarakatan. Sosoknya dikenal sebagai figur disiplin, tegas, serta memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan bangsa.

Kepergian Try Sutrisno menambah daftar panjang tokoh bangsa yang berpulang. Warisan pengabdian dan jejak sejarahnya akan tetap tercatat dalam perjalanan militer dan politik Indonesia.(MK)

Editor: Agus S

Pindah dari Samarinda ke IKN, Pengukuhan Ketua Kadin Kaltim Digelar Siang Ini

0
Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan latar Gedung Kemenko 3. (Ist)

NUSANTARA – Pengukuhan Putri Amanda Nurrahmadani sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur periode 2025–2030 resmi digelar siang ini di Gedung Kemenko 3 Ibu Kota Nusantara (IKN), sekira pukul 14.00 Wita.

Agenda ini sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Samarinda. Namun, menjelang pelaksanaan, lokasi kegiatan dialihkan ke IKN.

Informasi yang dihimpun menyebutkan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, dijadwalkan hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Sumber internal di Otorita IKN menyampaikan bahwa penyelenggaraan acara sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kadin Kaltim. Otorita IKN hanya memfasilitasi penggunaan tempat serta memberikan sambutan.

“Astaga maaf kemarin lupa balas bang. Betul nanti jam 14.00 di Kemenko 3 bang (pelantikan Kadin),” ujar sumber tersebut.

Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan Putri Amanda Nurrahmadani, yang sebelumnya terpilih dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Kadin Kaltim di Hotel Mercure Samarinda pada Jumat (28/11/2025) malam, menjelang pergantian hari.

Putri menggantikan Dayang Donna Faroek sebagai ketua sebelumnya. Di bawah kepemimpinan baru, Kadin Kaltim menegaskan komitmen untuk mendorong pengusaha lokal agar menjadi pelaku utama dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Sosok Putri Amanda yang berusia 23 tahun menjadi perhatian publik, mengingat dinamika dan ekspektasi besar terhadap peran Kadin Kaltim dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, khususnya di sekitar kawasan IKN.

Pengukuhan di jantung kawasan pemerintahan baru Nusantara ini dinilai menjadi simbol kesiapan Kadin Kaltim mengambil posisi strategis dalam ekosistem ekonomi dan investasi di Kalimantan Timur ke depan.(MK)

Editor: Agus S