Beranda blog Halaman 346

Mulai 2 Maret, Tiket Wisata Bontang Sudah Dikenakan Retribusi

0
Ilustrasi retribusi wisata. (AI)

BONTANG – Penerapan retribusi di sejumlah destinasi wisata Kota Bontang yang sempat tertunda akhirnya resmi diberlakukan mulai Senin (2/3/2026). Sebelumnya, kebijakan tersebut direncanakan berjalan pada 1 Maret 2026, namun mengalami penyesuaian teknis.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan keterlambatan terjadi karena peralatan retribusi berada di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan tidak dapat diambil pada hari libur.

“Karena tanggal 1 Maret kemarin hari Minggu, peralatan seperti karcis dan perangkat lainnya yang ada di Bapenda tidak bisa kami ambil. Jadi baru hari ini bisa diberlakukan,” ujarnya.

Ia memastikan, mulai hari ini seluruh sistem sudah aktif dan petugas telah disiagakan di masing-masing lokasi. Pengunjung tidak hanya dapat membayar secara tunai, tetapi juga melalui sistem non-tunai menggunakan e-money.

“Kita sudah pakai alat, jadi otomatis terdata. Sekarang petugas juga sudah lengkap berjaga di lokasi,” tambahnya.

Adapun destinasi yang mulai dikenakan retribusi antara lain Mangrove Berbas Pantai, Pelataran Bontang Kuala, serta kawasan wisata Beras Basah.

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Retribusi Daerah, sebagai tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

Dengan diberlakukannya retribusi ini, pemerintah berharap pengelolaan destinasi wisata semakin tertib, transparan, serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.(MK)

Editor: Agus S

Proyek Terowongan Samarinda Minta Tambahan Rp90 Miliar, Dewan Pertanyakan Urgensi

0
Komisi III DPRD Kota Samarinda melakukan tinjauan langsung ke terowongan Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda turun langsung ke proyek terowongan penghubung Jalan Sultan Alimuddin dan Jalan Kakab, Senin (2/3/2026). Sidak ini tak sekadar memantau progres fisik, tetapi juga menguliti usulan tambahan anggaran sebesar Rp90 miliar yang dinilai cukup besar.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni, menegaskan pihaknya ingin memastikan pengerjaan lanjutan, khususnya penanganan longsor di sisi inlet dan outlet, benar-benar sesuai kebutuhan teknis.

Berdasarkan laporan kontraktor pelaksana, PT PP, telah dilakukan perpanjangan struktur terowongan sepanjang 126 meter, terdiri dari 72 meter di sisi inlet dan 54 meter di outlet, guna memperkuat keamanan konstruksi.

Namun, yang menjadi perhatian adalah rencana tambahan biaya Rp90 miliar untuk pekerjaan regrading atau penataan lereng di sisi inlet.

“Kami mempertanyakan angka Rp90 miliar ini. Sebelumnya sudah ada penambahan sekitar Rp32 hingga Rp50 miliar untuk penguatan struktur beton setebal 50 sentimeter. Dengan tambahan struktur tersebut, seharusnya sudah mampu menahan beban longsoran. Ini akan kami kaji kembali,” tegas Deni di lokasi proyek.

Sekretaris Dinas PUPR Samarinda, Hendra, yang turut hadir, belum memastikan apakah anggaran tersebut sudah masuk dalam skema APBD 2026. DPRD menyatakan akan melakukan cross-check lebih lanjut sebelum menyetujui tambahan anggaran tersebut.

Selain isu anggaran, DPRD juga menyoroti kepastian operasional terowongan. Berdasarkan penjelasan kontraktor, aturan terbaru mengharuskan proyek mengantongi Sertifikat Layak Fungsi (SLF) sebelum dibuka untuk umum, bukan hanya melalui uji kelayakan biasa.

“Kami ingin ada kepastian tahapan. Harapannya, minimal saat Lebaran nanti sudah bisa dilakukan uji coba agar masyarakat tahu progresnya,” tambah Deni.

Dalam sidak tersebut, Komisi III juga menerima aspirasi warga terkait dampak lingkungan. Di sisi Sultan Alimuddin, dilaporkan air hujan melimpas hingga ke area SMP 9. DPRD meminta tambahan drainase agar sekolah dan permukiman tidak terdampak.

Sementara di sisi Jalan Kakab, tepatnya RT 09, terdapat laporan drainase tersumbat di pertigaan ujung jalan. DPRD mendesak Pemkot segera menangani konektivitas saluran air agar tidak terjadi genangan saat terowongan resmi beroperasi.

“Kontraktor hanya mengerjakan area proyek. Drainase menuju permukiman adalah tanggung jawab pemerintah kota. Ini harus sinkron agar tidak menimbulkan masalah baru,” tutupnya.(MK)

Editor: Agus S

Pemkot Imbau Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu, Posko Pengaduan Disiapkan

0

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang? Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb2mar2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Mengulik Kisah Nasir, Jamaah Umrah Bontang di Tengah Perang AS-Israel Vs Iran: Belum Bisa Pulang, Harga Tiket Tembus Rp 40 Juta

0
Situasi terkini di Masjidil Haram, Senin (3/3/2026) bada subuh. (Dok pribadi)

BONTANG – Perang antara Amerika – Israel versus Iran membuat situasi di Timur Tengah kian memanas. Kondisi ini memaksa sejumlah bandara ditutup dan penerbangan ke/dari Timur Tengah dibatalkan, akibatnya ribuan jamaah umrah asal Indonesia pun terancam tak bisa pulang ke Tanah Air.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) yang dikutip dari CNBCIndonesia.com, saat ini tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Tak ayal, jamaah umrah asal Bontang pun ikut terdampak dalam situasi ini. Salahsatunya Muhammad Nasir. Nasir sapaan akrabnya menceritakan kondisi terkini di tanah suci Makkah kepada pewarta RadarBontang.com, Senin (2/3/2026).

Dijelaskan Nasir, dia dan keluarga yang beranggotakan 6 orang sedang melaksanakan umrah jalur mandiri. Rencana awal berangkat tanggal 17 Februari 2026 dan kembali ke Indonesia tanggal 03 Maret 2026.

Namun karena situasi memanas ini ia dan keluarga harus mengurungkan jadwal kepulangan, lantaran maskapai penerbangan yang sudah dibooking sejak awal untuk kepulangan membatalkan penerbangan. “Sabtu (28/2/2026) bada subuh kami sudah dengar info perang itu, tapi kami anggap biasa. Mendekati zuhur kami dapat info pembatalan dari pihak Singapore Airlines,” ujarnya.

Dengan eskalasi yang memanas itu, menurutnya situasi di tanah suci aman-aman saja. Warga sekitar pun tidak terlihat kepanikan. Tidak juga terlihat rudal-rudal beterbangan seperti yang berseliweran di media sosial. Kepanikan justru tampak dari jamaah umrah asal Indonesia. Beberapa jamaah asal Indonesia yang ditemui Nasir gelisah lantaran kepulangan harus tertunda. “Ada 2 keluarga saya temui, walaupun penerbangan dibatalkan tapi tetap berangkat ke bandara di Jeddah. Tapi saya gak tau bagaimana infonya sekarang,” ungkapnya.

Usai pembatalan itu karyawan PT Pupuk Kaltim ini berupaya untuk merefund tiket, lantaran tak ada kejelasan dari pihak maskapai sampai kapan. Ia sekeluarga kemudian melakukan war tiket, karena masih ada beberapa maskapai yang tetap terbang ke Indonesia seperti Saudi airlines, Garuda Indonesia dan Lion Air Group, dan penerbangan transit, Oman Air. “Setelah mendapatkan info cancelled, kami war tiket. Harga mulai naik, yang awalnya Jeddah-Jakarta dikisaran Rp 4.7 juta jadi naik ke Rp 28 juta. Terakhir ada kami liat di OTA mencapai Rp 40 jutaan,” keluhnya.

Tak menyerah, ia terus mencari. Sekali dapat tiket harga normal di tanggal 10 Maret via Garuda Airlines, namun ia belum berani langsung issued karena masih takut terkena canceled lagi. “Qadarullah pas kami mau issued harga sudah naik 2 kali lipatnya dari harga awal,” katanya.

Upaya itu membuahkan hasil. Tiket kepulangan berhasil digenggam tepat di tanggal 13 Maret dengan harga normal. Namun hal itu belum menenangkan dirinya. Lantaran tanggal 3 Maret mereka harus cek out dari hotel. “Sambil menunggu tanggal pulang, kami masih bingung ini nyari penginapan, karena kami harus cek out tanggal 3. Sementara harga hotel yang dekat-dekat masjidil haram mendekati akhir Ramadan juga naik dari harga normal biasanya,” bebernya.

Bahkan hingga tulisan ini dinaikkan, Nasir sekeluarga belum dapat kepastian tempat menginap. “Ada kami dapat info teman, cuman jaraknya jauh dari Masjidil Haram, dan ada tersedia 1 kamar, sementara kami butuh 2 kamar (kami rombongan keluarga ber 6),” pungkasnya.

Seperti diketahui, saling serang antara Amerika-Israel melawan Iran pada Sabtu (28/2) masih berlangsung hingga kini. Bahkan dikabarkan hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Iran balas menyerang, tak hanya ke Israel tapi juga negara-negara yang menampung pangkalan militer AS, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Qatar.

Situasi mencekam akibat saling serang di Timur Tengah membuat sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke wilayah tersebut.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Dibatasi Akses Masuk ke PC PKT, Ratusan Ojol Gelar Aksi Minta Kejelasan Kebijakan

0
Rombongan ojol di Bontang saat mendatangi Departemen Keamanan PKT. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mengeluhkan kebijakan adanya pembatasan akses masuk, di sejumlah pintu kawasan PC PKT.

Untuk pembatasan pintu masuk bagi ojol mulai dari pintu Seruni, Wanatirta, hingga Pintu GOR PKT. Kebijakan dalam penutupan akses tersebut, mulai diberlakukan sejak Kamis (26/2/2026) lalu, hingga menuai aksi protes karena dinilai mendadak dan memberatkan kalangan ojol.

Andre, Salah satu perwakilan ojol menyampaikan bahwa sebelumnya tidak ada larangan bagi siapa saja untuk melintas atau masuk melalui pintu-pintu tersebut. Namun sejak Kamis lalu, di pintu tersebut kini telah terpasang peringatan yang menyatakan ojol dilarang melintas atau masuk kawasan.

“Awalnya tidak ada apa-apa, dan mau masuk atau lewat pun tidak ada batasan. Tapi kenapa secara tiba-tiba sudah ada tulisan ojol dilarang melintas atau masuk. Kami mempertanyakan kenapa kendaraan lain boleh, sementara ojol tidak diperbolehkan,” ucapnya saat ditemui, Senin (2/3/2026).

Akibat adanya kebijakan tersebut, maka seluruh pengemudi ojol yang hendak masuk di kawasan Perumahan PC PKT bakal diarahkan melalui satu akses pintu, yakni melalui pos Bontang Kuring. Hal itu membuat para pengemudi harus memutar arah dan menempuh jarak lebih jauh dari rute sebelumnya.

Sehingga menurut mereka, kondisi tersebut berdampak langsung pada pendapatan. Pasalnya, tarif perjalanan dihitung berdasarkan jarak di aplikasi dengan harus memutar, jarak yang ditempuh menjadi lebih panjang, namun tarif yang diterima tetap menyesuaikan sistem awal pemesanan.

“Kalau harus memutar, otomatis biayanya seharusnya bertambah karena waktu tempuh lebih lama. Sementara ongkos dibayar sesuai jarak di aplikasi. Kami berharap ada solusi, misalnya tambahan biaya atau kebijakan yang lebih adil,” tambahnya.

Para pengemudi ojol berharap ada penjelasan resmi dari pihak pengelola kawasan, maupun instansi terkait mengenai alasan pembatasan tersebut. Mereka juga meminta agar kebijakan yang diterapkan tidak merugikan satu pihak saja, serta tetap mempertimbangkan aspek keadilan bagi seluruh pengguna jalan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Anak 12 Tahun Diserang Buaya Masih di ICU, Kondisi Keluarga Memprihatinkan

0
Saat setelah anak digigit buaya dilarikan ke rumah sakit (Ist)

BONTANG – Kondisi anak laki-laki berusia 12 tahun yang menjadi korban serangan buaya di kawasan rawa-rawa Kelurahan Loktuan masih memprihatinkan. Hingga kini, korban menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan belum sadarkan diri.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Bambang, mengatakan tim medis terus melakukan pengawasan ketat terhadap kondisi korban yang mengalami luka serius akibat gigitan buaya.

“Masih dalam pengawasan rumah sakit. Kondisinya belum sadar dan dirawat intensif di ICU,” ujarnya.

Di balik peristiwa tersebut, terungkap kondisi sosial keluarga korban yang cukup memprihatinkan. Anak tersebut telah lama ditinggalkan kedua orang tuanya. Sejak bayi diasuh oleh neneknya, namun beberapa tahun lalu sang nenek meninggal dunia.

Sejak itu, korban berpindah-pindah tempat tinggal bersama kerabat, termasuk tantenya. Persoalan administrasi kependudukan pun menjadi kendala serius.

“Identitas kependudukannya belum lengkap. Kartu Keluarga belum ada, jadi anak ini belum bisa bersekolah,” jelas Bambang.

Saat ini, keluarga dibantu aparat RT dan kelurahan tengah mengurus administrasi agar korban dapat dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga tantenya. Langkah ini penting agar proses pengurusan BPJS Kesehatan bisa segera dilakukan untuk membantu pembiayaan pengobatan.

“Baru akan diurus BPJS-nya. Sebelumnya terkendala administrasi karena bukan anak kandung,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas bersama aparat setempat mendorong adanya perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

“Kami coba dorong bantuan karena anak ini memang sangat membutuhkan. Kami koordinasikan lewat RT dan lurah agar ada solusi cepat,” pungkasnya.(MK)

Editor: Agus S

Kapolres Kutim Turun Langsung Periksa Bus Perusahaan, Tekan Risiko Kecelakaan

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto bersama Kasatlantas Polres Kutim turun langsung mengecek bus angkutan karyawan perusahaan. (Dok.Humas Polres Kutim)

SANGATTA – Polres Kutai Timur tak ingin kecelakaan lalu lintas mencoreng arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam rangka Operasi Ketupat Mahakam 2026, bus angkutan karyawan perusahaan yang beroperasi di Kutim menjadi sasaran pemeriksaan ketat, Minggu (01/03/2026).

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto turun langsung bersama Kasatlantas melakukan pengecekan armada. Ia menegaskan target utama pengamanan tahun ini adalah zero kecelakaan lalu lintas.

“Kami menargetkan zero laka lantas. Jangan sampai ada kelalaian, apalagi kendaraan mengangkut banyak penumpang. Semua harus dipastikan benar-benar layak jalan,” tegas Fauzan.

Menurutnya, bus angkutan karyawan memiliki tingkat risiko tinggi karena mengangkut puluhan penumpang dengan rute yang relatif jauh dan intensitas perjalanan yang padat.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh. Petugas mengecek sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, kaca spion, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan surat izin pengemudi.

Selain aspek teknis, Satlantas juga mengingatkan para sopir agar tidak memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah. Faktor kelelahan disebut sebagai salah satu pemicu utama kecelakaan lalu lintas.

“Faktor kelelahan sering menjadi penyebab laka. Kami imbau sopir istirahat cukup sebelum bertugas,” ujarnya.

Kapolres juga meminta manajemen perusahaan ikut bertanggung jawab memastikan armada selalu dalam kondisi prima dan pengemudi memiliki kompetensi serta kesehatan yang memadai.

“Keselamatan bukan hanya tugas polisi. Perusahaan harus disiplin dalam perawatan kendaraan dan pengawasan sopir,” tandasnya.(MK)

Editor: Agus S

Lampu Segiri Tak Capai 1.200 Lux, PSSI Alihkan AFF U-17 ke Sidoarjo-Gresik

0
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Yunus Nusi saat diwawancarai langsung oleh mediakaltim.com. (Dimas/Media Kaltim)

SAMARINDA – Peluang Kalimantan Timur menjadi tuan rumah AFF U-17 pada April 2026 resmi kandas. PSSI memutuskan memindahkan penyelenggaraan turnamen kelompok umur tersebut ke Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, setelah hasil verifikasi stadion di Kaltim tidak memenuhi standar pencahayaan internasional.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menegaskan keputusan itu diambil setelah tim verifikasi profesional melakukan inspeksi ke Stadion Segiri Samarinda dan Stadion Batakan Balikpapan.

Masalah utama terletak pada pencahayaan Stadion Segiri yang belum mencapai standar minimal 1.200 lux sebagaimana ketentuan AFF/AFC.

“Standar minimal pertandingan internasional kelompok umur adalah 1.200 lux. Hasil verifikasi staf ahli kami, Segiri saat ini berada di kisaran 900-an lux. Masih kurang sekitar 300 lux,” ujar Yunus saat diwawancarai di KONI Kaltim, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, peningkatan kapasitas lampu dinilai tidak memungkinkan dikejar dalam waktu singkat.

“Karena ada deadline kepastian stadion, Ketua Umum dan saya memutuskan memindahkan AFF U-17 ke Stadion Gelora Delta Sidoarjo dan Stadion Joko Samudro Gresik,” tegasnya.

Padahal dari sisi fasilitas lain, Segiri dinilai sangat layak. Tribun, ruang medis, hingga ruang wasit disebut sudah memenuhi standar. Namun aspek pencahayaan menjadi syarat mutlak.

Untuk Stadion Batakan Balikpapan, Yunus menyebut sebenarnya sudah memenuhi standar dengan pencahayaan di atas 1.300 lux. Namun karena konsep penyelenggaraan menggunakan paket venue, kendala di Segiri ikut berdampak pada keseluruhan status tuan rumah.

Sementara Stadion Palaran juga mendapat catatan khusus terkait faktor keselamatan pemain.

Meski demikian, Yunus yang juga putra daerah Kaltim memberi peluang ke depan. Ia berencana mengusulkan Kaltim menjadi tuan rumah Piala Kemerdekaan U-17 atau ajang uji coba internasional pada September mendatang, dengan catatan perbaikan pencahayaan segera dilakukan.

“Saya berharap lampu bisa ditingkatkan minimal 1.200 lux, bahkan idealnya 1.600 lux. Kalau itu terpenuhi, bukan hanya timnas kelompok umur, timnas senior pun bisa bermain di sini,” ujarnya.

Pembatalan ini juga berdampak pada rencana pemusatan latihan (Training Center). Awalnya, PSSI berencana menggelar TC di Ibu Kota Nusantara (IKN) sebelum pertandingan di Samarinda dan Balikpapan.

“Di IKN sudah ada tiga lapangan latihan. Rencana awal TC di sana, lalu tanding di Kaltim. Karena pindah ke Jawa Timur, kemungkinan TC akan dipusatkan di Jogja atau Solo agar lebih dekat dengan venue,” pungkasnya.(MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD 127 Gelar Tangkap Ikan, Danau Lapak Oros Penuh Sorak Warga

0
Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama warga saat lomba tangkap ikan di Danau Lapak Oros, Linggang Amer.//dok-Istimewa.

SENDAWAR – Suasana Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (28/2/2026) sore, berubah riuh. Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) menggelar lomba tangkap ikan yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 Wita itu dihadiri langsung oleh Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, Ketua Persit KCK Cabang LXII Dim 0912/Kubar Ny. Doni Tata, petinggi serta perangkat Kampung Linggang Amer, dan ratusan warga yang memadati lokasi.

Sejak sebelum acara dimulai, masyarakat sudah berkumpul di sekitar danau. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias menyaksikan perlombaan yang menjadi hiburan tersendiri di tengah pelaksanaan program TMMD.

Setiap tim terdiri dari tiga orang. Begitu aba-aba diberikan, para peserta serentak turun ke danau. Dalam durasi satu jam, mereka berlomba menangkap ikan sebanyak mungkin hanya dengan menggunakan tangan. Air danau yang semula tenang mendadak bergolak oleh semangat para peserta.

Sorak sorai dan gelak tawa warga mengiringi jalannya lomba. Meski berlangsung kompetitif, suasana tetap penuh sportivitas. Kekompakan tim menjadi kunci untuk meraih hasil tangkapan terbanyak.

Dansatgas TMMD, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan.

“Kegiatan ini untuk mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan emosional antara Satgas TMMD dan masyarakat. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat,” ujarnya.

Setelah satu jam, perlombaan ditutup dengan penyerahan hadiah kepada tim dengan hasil tangkapan terbanyak. Warga pun pulang dengan wajah ceria.

Kegiatan ini mempertegas bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat hingga program berakhir.(MK)

Editor: Agus S

Suasana Akrab Warnai TMMD 127 Sebelum Tangkap Ikan Dimulai

0
Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bercengkerama bersama warga sebelum lomba tangkap ikan di Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer.//dok-Istimewa.

SENDAWAR – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa menjelang lomba tangkap ikan yang digelar Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) di Danau Lapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (28/2/2026).

Sebelum perlombaan dimulai, warga Kampung Linggang Amer tampak berbaur tanpa sekat bersama anggota Satgas TMMD. Mereka duduk santai di atas mobil truk yang terparkir di sekitar lokasi kegiatan. Obrolan ringan, canda tawa, hingga diskusi kecil soal strategi lomba mengalir alami sembari menunggu waktu pelaksanaan.

Kebersamaan itu mencerminkan hubungan harmonis yang telah terjalin selama program TMMD berlangsung. Tidak ada jarak antara prajurit dan masyarakat, semua larut dalam suasana kekeluargaan.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa momen seperti ini menjadi bagian penting dari tujuan TMMD.

“TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kebersamaan dan kedekatan emosional dengan masyarakat. Di sinilah kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terasa,” ujarnya.

Tak lama berselang, lomba tangkap ikan resmi dimulai. Para peserta yang tergabung dalam tim beranggotakan tiga orang bersiap turun ke danau dan berlomba selama satu jam. Suasana yang sebelumnya santai berubah menjadi riuh penuh semangat dan sorak dukungan warga.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara Satgas dan masyarakat Kampung Linggang Amer.(MK)

Editor: Agus S