Beranda blog Halaman 348

Purbaya Murka, Perusahaan China Jual Baja di RI Tanpa Setor Pajak

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Fajri/MKN)

JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meluapkan kemarahannya setelah menemukan praktik penghindaran pajak yang diduga dilakukan perusahaan asing asal China di sektor baja dan bahan bangunan di Indonesia.

Purbaya mengungkapkan Kementerian Keuangan telah mengantongi data perusahaan-perusahaan tersebut. Mereka diduga menjual produk langsung ke klien dengan sistem transaksi tunai (cash basis), namun tidak memungut dan menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sehingga merugikan keuangan negara dalam jumlah besar.

“Pajak itu juga banyak industri liar yang tidak kena pajak. Yang saya tahu baja dan bahan bangunan, ya pengusahanya dari China, punya perusahaan di sini, orang China semua, nggak bisa bahasa Indonesia,” ujar Purbaya usai Konferensi Pers APBN KiTa, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan praktik tersebut bukan persoalan sepele. Penjualan dilakukan secara langsung ke pembeli tanpa pencatatan dan pelaporan pajak.

“Jual langsung ke klien, cash basis, enggak bayar PPN. Saya rugi banyak itu. Nanti kita tindak dengan cepat,” tegasnya.

Berdasarkan pengakuan pelaku usaha yang selama ini taat pajak, Purbaya menyebut potensi penerimaan negara yang hilang akibat praktik ilegal tersebut diperkirakan menembus lebih dari Rp4 triliun per tahun.

Hal yang paling membuatnya geram, kata Purbaya, adalah kenyataan bahwa perusahaan asing berskala besar dan cukup dikenal justru bisa beroperasi bebas tanpa menjalankan kewajiban perpajakan secara semestinya.

“Kalau pajak saja dari orang yang sudah insaf itu setahun bisa Rp4 triliun lebih. Tapi yang saya heran, ada perusahaan asing yang familiar bisa beroperasi di sini, sementara aparat pajak seperti tutup mata,” ucapnya.

Menurut Purbaya, jika dirinya dapat mengetahui praktik tersebut, maka aparat pajak dan bea cukai seharusnya memiliki data yang jauh lebih lengkap. Karena itu, ia memastikan akan melakukan pembenahan besar-besaran di Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Ia bahkan melontarkan peringatan keras kepada jajaran internal Kementerian Keuangan yang dinilai tidak bekerja optimal.

“Kalau tidak bisa dibetulkan setahun, ya betul-betul dirumahkan,” katanya dengan nada tinggi.

Meski demikian, Purbaya menegaskan langkah penertiban ini dilakukan untuk menyelamatkan institusi dan pegawai yang bekerja dengan benar, sekaligus menindak tegas oknum yang membiarkan praktik penghindaran pajak terus berlangsung.

“Yang bagus tetap bekerja. Yang jelek-jelek, kita rumahkan,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

HUT ke-69 Kaltim: Pendidikan Jadi Investasi Utama, Pemerataan Masih Tantangan

0
Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji usai menari tarian tradisional secara kolosal. (Hadi Winata/MKN)

SAMARINDA — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Provinsi Kalimantan Timur menjadi penanda arah pembangunan daerah yang kian menajam. Rudy Mas’ud menegaskan sektor pendidikan sebagai fondasi strategi jangka panjang menuju visi Kaltim Sukses dan Indonesia Emas 2045.

Usai memimpin upacara peringatan, Rudy menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah investasi terbesar pemerintah provinsi dalam menyiapkan generasi masa depan. Melalui program pendidikan gratis menyeluruh (Gratispol), Pemprov Kaltim menargetkan lahirnya generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

“Visi besar kita adalah membangun manusia Kalimantan Timur yang unggul. Pendidikan adalah investasi paling penting yang kita dorong dalam satu tahun terakhir,” ujar Rudy.

Tema peringatan HUT ke-69, menurutnya, mencerminkan pergeseran fokus pembangunan yang menempatkan manusia sebagai pusat kemajuan. Kaltim Sukses tidak hanya dimaknai sebagai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas SDM serta pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Meski demikian, Rudy mengakui bahwa upaya mencetak generasi emas tidak dapat berdiri sendiri. Pemerintah provinsi terus mengejar pemerataan infrastruktur sebagai penopang utama akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sejumlah proyek strategis masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya peningkatan jalan penghubung Kutai Timur–Berau serta akses Sotek di Penajam Paser Utara menuju Bongan, Kutai Barat, untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah.

“Konektivitas yang baik akan mempercepat distribusi logistik, membuka akses layanan dasar, dan mendorong ekonomi lokal,” kata Rudy.

Di tengah ambisi besar tersebut, tantangan pembangunan Kalimantan Timur dinilai semakin kompleks. Ketimpangan wilayah, kualitas layanan publik, serta kebutuhan kolaborasi lintas sektor menjadi isu yang harus dihadapi secara terbuka.

Rudy menegaskan keberhasilan visi generasi emas tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga soliditas masyarakat. “Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita optimistis Kalimantan Timur mampu melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Pada usia ke-69 ini, Benua Etam dihadapkan pada pilihan penting: memastikan visi besar pembangunan manusia benar-benar dirasakan hingga pelosok, atau sekadar menjadi slogan tahunan tanpa dampak nyata. (MK)

Editor: Agus S

Rem Blong, Truk Koral Masuk Bengkel dan Hantam 9 Kendaraan

0
Kecelakaan beruntun kembali terjadi di Bengalon. (Ist)

SANGATTA– Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan sembilan kendaraan terjadi di Jalan Mulawarman, tepatnya di depan Bengkel Etam RT 22, Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Jumat (9/1/2026). Insiden ini dipicu oleh dump truck bermuatan batu koral yang diduga mengalami rem blong saat melintas di jalan menurun.

Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut terdiri dari tiga unit dump truck, satu unit mobil Toyota Hilux, serta lima unit sepeda motor yang tengah terparkir di area bengkel. Akibat kejadian itu, tiga orang karyawan bengkel mengalami luka ringan, sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta.

Kapolsek Bengalon AKP Asriadi menjelaskan, kecelakaan bermula saat dump truck Mitsubishi Fuso warna oranye bernomor polisi DD 8903 SC yang dikemudikan Amran Basran (44) melaju dari arah Sangkulirang menuju Simpang Perdau. Saat tiba di lokasi kejadian, sistem pengereman kendaraan tiba-tiba tidak berfungsi.

“Truk menabrak bagian belakang Toyota Hilux di depannya, kemudian terseret hingga masuk ke halaman bengkel. Lima sepeda motor yang terparkir di lokasi ikut tertabrak dan tertimpa,” ujar AKP Asriadi saat dikonfirmasi.

Benturan tidak berhenti di situ. Dump truck Fuso tersebut kemudian menghantam bangunan bengkel dan sebuah pohon mangga hingga akhirnya terbalik. Bak kendaraan yang terbalik kembali membentur dump truck Isuzu di depannya, menyebabkan kendaraan tersebut berpindah jalur dan bertabrakan dengan dump truck Hino yang datang dari arah berlawanan.

Akibat peristiwa tersebut, tiga karyawan Bengkel Etam mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan telah mendapatkan penanganan medis. Sementara pengemudi dump truck Fuso dilaporkan mengalami sesak napas dan kini dalam kondisi membaik.

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan pihaknya akan menangani peristiwa ini secara profesional. Ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, khususnya bagi pengemudi kendaraan berat.

“Kami mengimbau seluruh pengemudi, terutama kendaraan angkutan bermuatan, agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum beroperasi. Pemeriksaan rem dan sistem keselamatan lainnya wajib dilakukan untuk mencegah kecelakaan,” tegasnya.

AKBP Fauzan menambahkan, Satlantas Polres Kutim telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mendata saksi serta pengemudi yang terlibat, dan mengamankan barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Kejadian ini diharapkan menjadi peringatan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Klarifikasi Weti soal Dugaan Perampasan: Saya Mungkin di Lingkaran Setan, Tapi Saya Bukan Dajal

0
Press conference dari Weti terkait dugaan perampasan. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Kasus dugaan tindak pidana pencurian dan perampasan yang menyeret nama Weti memasuki babak baru. Didampingi kuasa hukumnya, Weti memberikan klarifikasi resmi untuk membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya setelah mendatangi Polsek Sungai Kunjang, Rabu (7/1/2026) malam.

Kuasa hukum Weti, Adrianus Ola Keba Tukan, menegaskan kliennya tidak pernah melakukan tindakan kriminal sebagaimana dilaporkan dalam peristiwa tertanggal 30 Desember 2025.

Salah satu poin krusial yang diluruskan ialah kabar mengenai pinjaman uang sebesar Rp1,8 juta yang disebut-sebut membengkak menjadi Rp45 juta. Weti dengan tegas menyatakan informasi tersebut tidak sesuai fakta.

“Saya memang meminjamkan uang Rp1,8 juta kepada NC, namun saya tidak pernah menjadikan pinjaman itu menjadi Rp45 juta. Itu tidak benar. Saya ini mungkin berada di lingkaran setan (lingkaran utang piutang), tapi saya bukan dajal,” ujar Weti saat memberikan keterangan di sebuah kafe di Jalan Anggur, Kamis (8/1/2026).

Weti menjelaskan, pelapor (NC) memiliki sangkutan utang kepada sejumlah pihak, termasuk rekan-rekan kerjanya. Kedatangannya ke rumah orang tua pelapor di kawasan Loa Bakung pada akhir Desember lalu, kata dia, semata-mata untuk menagih tanggung jawab terkait pinjaman dana, kewajiban arisan, serta pengembalian emas miliknya yang diduga dibawa oleh pelapor.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 30 Desember 2025, saat dirinya mendatangi rumah tersebut, pelapor telah melarikan diri ke Semarang. Namun sehari kemudian, tepat 31 Desember, pelapor justru datang ke rumah Weti untuk menyampaikan permohonan maaf.

“Dia mengakui telah menjual emas milik saya. Bahkan saat itu dia berjanji akan menggadaikan BPKB motor untuk mengembalikan emas dan melunasi sebagian utang. Komunikasi kami berjalan sangat baik,” tuturnya.

Kekecewaan Weti muncul ketika dirinya mengetahui telah dilaporkan ke polisi dua hari setelah pertemuan yang ia anggap telah menemukan titik terang.

Menanggapi laporan tersebut, Adrianus menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyebut sedang menyiapkan langkah hukum lanjutan guna melindungi hak kliennya yang merasa dirugikan, termasuk kemungkinan laporan balik terkait dugaan laporan palsu atau pencemaran nama baik.

“Kami sudah memberikan penjelasan resmi kepada penyidik. Selanjutnya, kami akan menempuh langkah hukum lanjutan demi melindungi hak klien kami,” tegas Adrianus.

Kasus ini kini masih ditangani oleh jajaran Polsek Sungai Kunjang untuk mendalami fakta lapangan serta keterangan dari kedua belah pihak. (MK)

Pewarta: Dimas

Silaturahmi dengan Ketua RT di Berbas Pantai dan Tanjung Laut, Ini yang Disampaikan Wali Kota

0
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menggelar silaturahmi bersama perangkat RT Kelurahan Berbas Pantai dan Kelurahan Tanjung Laut. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menggelar silaturahmi bersama perangkat RT Kelurahan Berbas Pantai dan Kelurahan Tanjung Laut di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan RT sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.

Sebanyak 24 RT dari Kelurahan Berbas Pantai dan 28 pengurus RT Kelurahan Tanjung Laut turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan komitmennya dalam penanganan banjir yaitu pembangunan folder di wilayah Tanjung Laut. Pembangunan folder ini ditujukan sebagai upaya penanggulangan banjir sekaligus pengembangan potensi wisata kota.

“Kita ingin Bontang lebih tertata, bersih, dan nyaman. Ini cita-cita bersama yang harus dimulai dari lingkungan RT,” ujar Neni.

Wali kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus RT beserta perangkatnya, atas dedikasi dalam menjaga lingkungan dan pelayanan warga. Ia menekankan pentingnya transformasi sosial di tengah masyarakat, salah satunya melalui penggalakan Program Tengok Tetangga untuk meningkatkan kepedulian sosial, kesehatan mental, serta kewaspadaan terhadap narkoba, HIV, dan berbagai permasalahan sosial lainnya.

Selain itu, setiap RT diminta mengontrol pengelolaan bank sampah agar residu dapat ditekan hingga 5 persen. Program ini sejalan dengan target Pemerintah Kota Bontang menjadikan kota sebagai salah satu kota terbersih, yang diawali dengan gerakan bersama dari tingkat RT.

“Ini tidak mudah, tapi harus kita lakukan bersama. Setiap RT harus aktif mengelola bank sampahnya, menjaga kebersihan, dan lingkungan,” tegasnya.

Neni juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan RT, termasuk bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) hingga Rp50 juta serta seribu lima ratus lebih sambungan gas. Seluruh RT diminta mendata kondisi pos kamling, bank sampah, RTLH, serta program-program yang belum tuntas agar segera diselesaikan.

Menjelang pelaksanaan Musrenbang, wali kota juga mengingatkan pentingnya rembug RT sebagai dasar perencanaan pembangunan yang partisipatif.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Di Tengah Tekanan Fiskal, Neni Fokus Pemerataan Ekonomi

0
Wali Kota Neni saat memimpin silaturahmi pemkot dengan kelurahan. (Ist)

BONTANG – Wali Kota Neni menekankan, salah satu fokusnya tahun ini yakni pemerataan ekonomi, di tengah tekanan fiskal yang disebabkan oleh berkurangnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang mengalami penurunan.

Hal itu ia sampaikan pada acara silaturahmi Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kelurahan Satimpo dan Kelurahan Gunung Telihan bersama Pemerintah Kota Bontang,Minggu (04/01/2026) malam di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

“APBD kita turun, tapi saya tidak mau indeks gini kita rendah. Saya mau memperkecil gap (kesenjangan) antara si kaya dan si miskin, tegasnya.

Hal ini dibuktikan dengan komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan para pengurus RT melalui gaji yang diberikan.

Lebih lanjut pihaknya meminta para Ketua RT untuk serius dalam membantu Kota Bontang mencapai visi dan misnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Bontang Raih Penghargaan Arindama Bidang Pembangunan Sosial di HUT Pemprov Kaltim ke-69

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (kiri) saat menerima penghargaan Arindama Bidang Pembangunan Sosial. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berhasil meraih penghargaan Arindama di Bidang Pembangunan Sosial, yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) ke-69.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Jumat (9/1/2026), oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

Kesempatan yang sama, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari perangkat daerah hingga partisipasi aktif masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” ucapnya.

Terlebih lagi, penghargaan yang diberikan kepada daerah dinilai berhasil menghadirkan kebijakan dan program yang berdampak nyata, terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, yang dimana Bontang dinilai mampu menjaga keberlanjutan pembangunan sosial seiring dengan pertumbuhan daerah.

Sejalan dengan tema HUT Kaltim ke-69, yakni “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”, Pemkot Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.

Prestasi ini sekaligus menegaskan posisi Kota Bontang sebagai salah satu daerah yang konsisten, mendukung arah pembangunan Provinsi Kaltim, menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan mampu berdaya saing.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Seragam hingga Sepatu Gratis Didistribusikan, Validitas Dapodik Disorot

0
Sejumlah siswa menunjukkan paket bantuan pendidikan yang telah diterima di sekolah. (Ramlah/Radarbontang)

SANGATTA – Bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, buku, hingga alat tulis mulai disalurkan kepada siswa TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, di Kutai Timur (Kutim).

Program ini digadang-gadang sebagai upaya meringankan beban orang tua, sekaligus memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari pendidikan. Namun di balik distribusi bantuan tersebut, validitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik) justru menjadi faktor penentu siapa yang berhak menerima.

Kepala Dinas Pendidikan Kutim, Mulyono, menegaskan bahwa seluruh penerima bantuan ditetapkan berdasarkan data siswa yang tercatat di Dapodik. Artinya, kelengkapan dan ketepatan input data oleh sekolah menjadi kunci utama.

“Jumlah penerima mengacu pada data Dapodik. Kalau masih ada siswa yang belum menerima bantuan, kemungkinan besar karena datanya belum diinput oleh operator sekolah,” ujar Mulyono saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (9/1/2026).

Ia mengingatkan para operator sekolah agar tidak menganggap enteng persoalan administrasi. Menurutnya, kelalaian dalam memperbarui data berimplikasi langsung pada hak siswa.

“Kami minta operator sekolah rutin mengecek dan memperbarui data. Kasihan anak-anak jika namanya tidak masuk daftar hanya karena persoalan input data,” tegasnya.

Di lapangan, program bantuan ini memang disambut positif, namun belum sepenuhnya tanpa masalah. Sejumlah orang tua siswa mengeluhkan ketidaksesuaian ukuran seragam dan sepatu yang diterima anak mereka. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan distribusi tidak hanya berhenti pada data penerima, tetapi juga pada ketepatan pemetaan kebutuhan siswa.

Menanggapi hal tersebut, Mulyono menyebut evaluasi akan terus dilakukan agar ke depan penyaluran bantuan lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan penerima.

“Masukan dari orang tua menjadi catatan penting bagi kami. Program ini akan terus dievaluasi supaya kualitas distribusinya semakin baik,” sebutnya.

Meski demikian, apresiasi tetap mengalir dari masyarakat.

Nur Aslina, salah seorang orang tua siswa penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Sebagai orang tua, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah atas bantuan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak kami. Bantuan ini sangat lengkap dan benar-benar meringankan beban orang tua, sekaligus memberi semangat bagi anak-anak untuk terus belajar,” ujar Lina kepada Media Kaltim.

Ia berharap program ini tidak hanya berlanjut, tetapi juga semakin tepat sasaran. “Kami merasakan langsung manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan sekolah sehari-hari. Semoga ke depan pendataannya makin rapi, sehingga tidak ada anak yang tertinggal,” tambahnya.

Melalui program bantuan perlengkapan sekolah ini, Disdik Kutim berharap tidak ada lagi siswa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan hanya karena keterbatasan sarana, sekaligus menegaskan bahwa ketepatan data menjadi kunci keberhasilan program bantuan pendidikan daerah.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Kabur dari Penjara, 4 Tahanan Jadi Buron Polres Kutim

0
Polisi sebar gambar wajah para tahanan yang kabur dari sel tahanan Polsek Sangkulirang. (Ist)

SANGATTA– Empat tahanan Mapolsek Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) melarikan diri dari ruang tahanan, Kamis (8/1/2026). Para tahanan ini melarikan diri di waktu subuh sekira pukul 04.30 wita dan kini menjadi perhatian serius jajaran Polres Kutai Timur.

Menindaklanjuti kejadian itu, Polres Kutim langsung membentuk tim khusus untuk melakukan pengejaran. Sebanyak 40 personel dikerahkan dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, guna memburu para tahanan yang kabur.

Pelarian tersebut dibenarkan oleh Ps. Kasubsi Penmas Si Humas Polres Kutim, Aiptu Wahyu Winarko. Ia menyebutkan, hingga saat ini kepolisian masih fokus melakukan pencarian intensif terhadap para tahanan.

“Benar, pada Kamis pagi sekitar pukul 04.30 Wita telah terjadi pelarian empat orang tahanan dari ruang tahanan Polsek Sangkulirang,” ujar Wahyu, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, keempat tahanan tersebut terjerat perkara pidana yang berbeda. Dua orang merupakan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat), satu orang kasus narkotika, dan satu orang lainnya tersangkut perkara pencabulan.

Selain pengejaran, Polres Kutim juga melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar serta pihak terkait lainnya untuk mempersempit ruang gerak para pelarian. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan mengoptimalkan informasi di lapangan.

“Polres Kutai Timur telah menurunkan tim dan melakukan upaya pencarian secara intens, termasuk berkoordinasi dengan jajaran terkait,” tegas Wahyu.

Di sisi lain, kepolisian memastikan akan melakukan evaluasi internal menyeluruh terkait insiden tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap pelarian, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kelalaian dalam sistem pengamanan ruang tahanan.

“Jika dalam proses penyelidikan ditemukan adanya kelalaian, maka akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Polres Kutim menegaskan komitmennya untuk segera menangkap kembali para tahanan yang melarikan diri serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kutai Timur tetap kondusif.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

BPBD Bontang Lakukan Pencarian Kapal Nelayan yang Diduga Hilang

0

BPBD Kota Bontang bergerak cepat melakukan operasi pencarian terhadap sebuah kapal nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Bontang. Tim gabungan dikerahkan menyisir lokasi terakhir kapal diketahui, di tengah kondisi cuaca dan gelombang laut yang cukup menantang.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb9jan2026/mobile/

Radar Bontang — Aktual & Terpercaya!