Beranda blog Halaman 348

Wawali Subuh Berjamaah di Masjid Terapung, Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menghadiri kegiatan Subuh berjamaah dan gerakan bersih-bersih masjid di Masjid Darul Irsyad Al Muhajirin. (Dok Pemkot Bontang)

BONTANG – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menghadiri kegiatan Subuh berjamaah dan gerakan bersih-bersih masjid di Masjid Darul Irsyad Al Muhajirin atau Masjid Terapung, Loktuan, Bontang Utara, Ahad (1/3).

Dalam sambutannya wawali menekankan gerakan bersih-bersih masjid bukan sekadar aktivitas menyapu atau mengepel lantai, tetapi memiliki makna yang lebih dalam. “Ini bukan sekadar menyapu atau mengepel lantai, melainkan memberikan kenyamanan ketika masjid kita bersih dan asri, hati dan jiwa kita pun akan merasakan ketenangan yang mendalam. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah cara kita memakmurkan masjid, membudayakan kembali semangat gotong royong, serta mempererat tali ukhuwah Islamiah di antara kita semua,” tegasnya.

Agus Haris juga meyakini, bahwa pembangunan fisik kota harus berjalan seiring dengan pembangunan nilai-nilai religius dan sosial. Sebagai wujud komitmen tersebut, melalui Program Komitmen Bontang Tahun 2026, Pemerintah Kota Bontang mengalokasikan anggaran sebesar Rp24 miliar untuk memberikan insentif kepada sekitar 2.000 pegiat agama.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memakmurkan masjid dan menjaga kebersihan lingkungan. “Dengan sinergi antara pemerintah, ulama, pemuda masjid, dan seluruh elemen masyarakat, Kota Bontang yang kita cintai ini senantiasa dilimpahi keberkahan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Target Zero Kecelakaan, Polres Kutim Sisir Bus Karyawan

0
Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto bersama Kasatlantas Polres Kutim turun langsung mengecek bus angkutan karyawan perusahaan. (Dok.Humas Polres Kutim)

SANGATTA – Tak mau kecolongan saat arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah, jajaran Polres Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat. Bus angkutan karyawan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur (Kutim) ikut disisir dan diperiksa kelayakannya, Minggu (01/03/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari pengamanan Operasi Ketupat Mahakam 2026 dengan target zero kecelakaan lalu lintas.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan, pemeriksaan tidak hanya menyasar travel dan kendaraan umum antarkota, tetapi juga armada bus perusahaan yang setiap hari mengangkut puluhan karyawan.

“Kami menargetkan zero laka lantas. Jangan sampai ada kelalaian, apalagi kendaraan mengangkut banyak penumpang. Semua harus dipastikan benar-benar layak jalan,” tegasnya.

Menurutnya, bus angkutan karyawan memiliki risiko tinggi apabila tidak dalam kondisi prima. Selain jumlah penumpang yang banyak, rute yang ditempuh umumnya cukup jauh dengan intensitas perjalanan tinggi.

Pengecekan dilakukan menyeluruh. Mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, lampu penerangan, kaca spion, hingga kelengkapan administrasi kendaraan dan surat-surat pengemudi.

Petugas Satlantas juga memberikan edukasi langsung kepada sopir agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.

“Faktor kelelahan sering menjadi pemicu kecelakaan. Kami ingatkan pengemudi agar istirahat cukup sebelum bertugas,” ujarnya.

Tak hanya pengemudi, perusahaan pun diminta ikut bertanggung jawab. Kapolres mengimbau manajemen rutin melakukan perawatan armada dan memastikan sopir memiliki kompetensi serta kondisi fisik yang baik sebelum berangkat.

“Keselamatan bukan hanya tugas polisi. Perusahaan juga harus disiplin dalam perawatan kendaraan,” tandasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Bocah Korban Serangan Buaya Masih Kritis, Bhabinkamtibmas Dorong Adanya Bantuan

0
Saat setelah anak digigit buaya dilarikan ke rumah sakit. (ist)

BONTANG – Kondisi anak laki-laki berusia 12 tahun yang diterkam buaya di kawasan rawa-rawa Kelurahan Loktuan, masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU lantaran kondisinya kritis dan belum sadarkan diri.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Loktuan, Bambang, menyampaikan bahwa hingga kini kondisi korban masih dalam pengawasan pihak rumah sakit.

Di balik peristiwa itu, terungkap pula kondisi keluarga korban yang memprihatinkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, anak tersebut telah lama ditinggalkan kedua orang tuanya.

Tidak lama setelah lahir anak diasuh oleh neneknya. Namun beberapa tahun lalu, sang nenek meninggal dunia. Sejak saat itu, korban berpindah-pindah tinggal bersama kerabatnya, termasuk tantenya.

“Memang kondisi keluarganya cukup memprihatinkan. Identitas kependudukannya juga belum lengkap. Kartu keluarga belum ada, jadi anak ini belum bisa bersekolah,” jelasnya.

Saat ini, pihak keluarga tengah mengurus administrasi kependudukan agar korban bisa dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga tantenya. Proses tersebut difasilitasi melalui koordinasi RT dan pihak kelurahan, agar nantinya bisa dilanjutkan dengan pengurusan BPJS Kesehatan guna membantu pembiayaan rumah sakit.

“Baru mau diuruskan BPJS. Karena sebelumnya terkendala administrasi, bukan anak kandung, jadi belum bisa langsung dimasukkan,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Bhabinkamtibmas bersama aparat setempat berupaya mendorong adanya bantuan dari berbagai pihak.

“Kita coba dorong bantuan, karena memang anak ini secara kondisi keluarga sangat membutuhkan. Kita koordinasikan lewat Pak RT dan Pak Lurah,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ratusan Galon Racun Hilang, Pelaku Diciduk Polsek Muara Kaman

0
Tersangka bersama barang bukti yang diamankan polisi. (Istimewa)

TENGGARONG – Jajaran Polsek Muara Kaman mengungkap dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan penadahan yang melibatkan dua pria berinisial HR dan CU. Keduanya kini telah diamankan dan menjalani proses hukum setelah diduga terlibat dalam penjualan racun rumput milik perusahaan serta penimbunan solar untuk diperjualbelikan kembali.

Kasus ini bermula dari laporan hilangnya racun rumput merek Rollup milik PT SHJ. Dari hasil penyelidikan, polisi menduga racun tersebut digelapkan oleh HR yang memiliki akses terhadap barang tersebut. Selanjutnya, racun rumput itu dijual kepada CU.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Herwin, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dugaan penyimpangan tersebut.

“Kami menerima laporan adanya dugaan penggelapan racun rumput milik perusahaan. Setelah dilakukan penyelidikan, kami mengamankan dua orang yang diduga terlibat,” ujarnya.

Dalam pendalaman kasus, polisi juga menemukan dugaan tindak pidana lain. CU diduga tidak hanya membeli racun hasil penggelapan, tetapi juga membeli atau menimbun solar dari sopir-sopir truk pengangkut kayu milik PT RTS untuk kemudian dijual kembali.

“Selain racun rumput, tersangka CU juga diduga menimbun solar yang dibeli dari sopir truk pengangkut kayu untuk dijual kembali,” jelas Herwin.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita 157 galon racun rumput merek Rollup, uang tunai sebesar Rp1 juta yang diduga hasil transaksi, serta satu unit sepeda motor Honda Supra Fit tanpa nomor kendaraan.

“Barang bukti yang kami amankan berupa 157 galon racun rumput, uang tunai satu juta rupiah, dan satu unit sepeda motor tanpa nomor kendaraan,” ungkapnya.

Saat ini, kedua tersangka telah dititipkan di Rumah Tahanan Polres Kutai Kartanegara untuk proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk alur distribusi solar yang diduga diperjualbelikan secara ilegal.

Kapolsek menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap praktik penyalahgunaan jabatan maupun penadahan yang merugikan perusahaan dan berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

“Kami akan menindak tegas setiap tindak pidana yang merugikan masyarakat maupun perusahaan. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya. (MK)

Editor: Agus S

Transaksi Meningkat, Polres Kukar Imbau Cek Uang dengan Metode 3D

0
Ilustrasi peredaran uang palsu. (Istimewa)

TENGGARONG – Meningkatnya perputaran uang tunai menjelang Idulfitri 2026 membuat kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi peredaran uang palsu. Aktivitas belanja kebutuhan Lebaran, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), hingga penukaran uang pecahan baru dinilai menjadi momen rawan penyalahgunaan.

Kabag Ops Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Kompol Roganda, mengatakan Ramadan hingga Idulfitri kerap dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menyisipkan uang palsu di tengah tingginya transaksi masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat benar-benar waspada terhadap peredaran uang palsu. Periksa setiap lembar uang yang diterima, jangan sampai lengah,” ujarnya.

Menurutnya, kelengahan sering terjadi saat transaksi berlangsung cepat, seperti di pasar takjil, pusat perbelanjaan, maupun saat penukaran uang pecahan kecil untuk kebutuhan berbagi THR kepada anak-anak.

Roganda mengingatkan masyarakat agar menerapkan metode 3D dalam memeriksa keaslian uang, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Secara visual, uang asli memiliki warna dan detail cetakan yang tajam. Saat diraba, terdapat bagian tertentu yang terasa lebih kasar karena teknik cetak khusus. Sementara saat diterawang ke arah cahaya, akan terlihat benang pengaman serta tanda air yang menjadi ciri khas uang asli.

“Kalau ada yang mencurigakan, jangan ragu untuk menolak. Jangan pula mengedarkan kembali uang yang diduga palsu,” tegasnya.

Ia menekankan, mengedarkan kembali uang yang diduga palsu, meski dengan alasan tidak ingin merugi, tetap berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

Selain itu, Polres Kukar juga menyoroti maraknya jasa penukaran uang tidak resmi yang biasanya bermunculan di pinggir jalan menjelang Lebaran. Praktik ini dinilai berisiko karena tidak ada jaminan keaslian uang yang ditukarkan.

Masyarakat disarankan melakukan penukaran uang di bank atau lembaga resmi guna meminimalkan potensi kerugian.

“Jangan tergiur kemudahan atau selisih kecil. Pastikan menukar uang di tempat resmi agar lebih aman,” tandas Roganda.

Apabila terlanjur menerima uang yang dicurigai palsu, warga diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti.

Selama Ramadan hingga Idulfitri, kepolisian memastikan akan terus melakukan sosialisasi dan pengawasan. Partisipasi masyarakat dalam memeriksa keaslian uang serta melaporkan temuan mencurigakan dinilai menjadi kunci menekan potensi peredaran uang palsu di Kukar. (MK)

Editor: Agus S

Dua Dekade Lebih Setia, Pak Sufyan Rawat Masjid Cagar Budaya

0
Marbot sekaligus Juru Pelihara (Jupel) PPPK Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur, Pak Sufyan menjadi salah satu penjaga hidup Masjid Shiratal Mustaqiem (Abika/MKN).

SAMARINDA – Sore menjelang magrib di kawasan Samarinda Seberang terasa berbeda. Asap tipis mengepul dari dapur sederhana di depan Masjid Shiratal Mustaqiem. Aroma bubur peca memenuhi udara, bercampur suara sendok beradu dan percakapan warga yang bersiap menyambut waktu berbuka.

Di tengah kesibukan itu, Pak Sufyan melangkah tenang dari rumahnya yang hanya berjarak beberapa langkah dari masjid. Selama sekitar 23 tahun, sejak 2003, ia menjadi salah satu penjaga Masjid Shiratal Mustaqiem—masjid tertua di Samarinda yang telah berdiri lebih dari 145 tahun.

“Sudah sekitar 23 tahun saya di sini,” ujarnya pelan.

Sebagai marbot sekaligus Juru Pelihara (Jupel) PPPK Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur, tugasnya bukan sekadar membersihkan dan merawat. Masjid ini berstatus cagar budaya, sehingga bentuk aslinya tak boleh diubah.

“Kalau rusak boleh diperbaiki, tapi tidak boleh mengubah bentuk aslinya,” katanya, menunjuk bagian atap yang pernah bocor diterpa hujan dan angin kencang.

Dinding kayu ulin yang menghitam dimakan usia tetap dipertahankan. Jika ada bagian rusak, penggantian harus menggunakan material serupa dan melalui prosedur pelestarian. Seolah waktu dibiarkan berjalan, tetapi tanpa menghapus jejak sejarahnya.

Pak Sufyan bukan warga asli Samarinda. Ia perantau dari Kalimantan Selatan yang datang ke lingkungan mayoritas Bugis. Adaptasi awal tak mudah—bahasa dan kebiasaan berbeda. Namun masjid menjadi ruang pertemuan yang melampaui sekat identitas.

“Kita kerja dengan keikhlasan saja. Alhamdulillah masyarakat menerima,” tuturnya.

Di masa awal pengabdian, ia juga sering membantu memandikan jenazah warga sekitar. Dari gang ke gang, panggilan datang tanpa jeda. Kini, masyarakat sudah banyak yang mampu melakukannya sendiri.

“Dulu hampir semua kami yang urus,” kenangnya.

Bagi Pak Sufyan, perubahan itu bukan kehilangan peran, melainkan tanda masyarakat semakin kuat dalam pemahaman keagamaan.

Ramadan menjadi momen paling terasa. Tradisi bubur peca, pengajian rutin, dan belajar Al-Qur’an bagi anak-anak tetap berlangsung. Masjid bukan hanya tempat salat, tetapi ruang sosial yang menjaga kebersamaan.

Masjid tua itu sehari-hari dirawat dua orang petugas. Perbedaan latar belakang tak menjadi penghalang.

“Yang penting saling mengerti,” ujarnya ringan.

Saat langit berubah jingga, jamaah berdatangan membawa takjil. Anak-anak berlarian di halaman. Ketika ditanya apa yang ia rasakan selama lebih dari dua dekade menjaga masjid ini, jawabannya sederhana.

“Keberkahan. Ketenangan hati itu yang paling besar,” katanya. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD dan Persit Turun ke Jalan, Bagikan Takjil di Bundaran Linggang Bigung

0
SIMADA (Macan Dahan) bersama Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0912/Kubar dan Persit KCK LXII Dim 0912/Kubar saat membagikan takjil di Bundaran Linggang Bigung. (Istimewa)

SENDAWAR – Suasana sore di Bundaran Linggang Bigung tampak lebih semarak pada Jumat (27/2/2026). Di tengah aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, ikon kebanggaan Kabupaten Kutai Barat, SIMADA (Macan Dahan), turun gunung bersama Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar serta Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang LXII Dim 0912/Kubar untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya di bulan suci Ramadhan.

Anggota Satgas TMMD dan Persit turun langsung ke jalan membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, serta masyarakat yang melintas. Kehadiran SIMADA menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak dan remaja yang antusias menyaksikan sekaligus mengabadikan momen tersebut.

Pembagian takjil ini bertujuan membantu masyarakat yang masih dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu. Dengan adanya takjil gratis, para pengguna jalan tidak perlu khawatir apabila belum tiba di rumah saat azan Magrib berkumandang.

Dandim 0912/Kutai Barat sekaligus Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat.

“Momentum Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan berbagi. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga membangun kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini semakin mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat serta menumbuhkan solidaritas di tengah kehidupan bermasyarakat.

Senyum dan ucapan terima kasih dari warga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seluruh personel yang terlibat. Melalui semangat berbagi di bulan suci, Satgas TMMD Ke-127 dan Persit KCK LXII Dim 0912/Kubar berkomitmen terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Kutai Barat. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD dan Siswa TK Linggang Bigung Tanam Matoa dan Jambu

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama guru dan siswa TK Linggang Bigung saat melaksanakan penanaman bibit pohon di halaman sekolah. (Istimewa)

SENDAWAR — Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus ditanamkan sejak usia dini. Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) bersama pihak TK Linggang Bigung melaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon di halaman sekolah, Jumat (27/2/2026).

Beberapa bibit pohon produktif seperti matoa dan jambu ditanam di lahan milik sekolah. Selain untuk menghijaukan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak tentang pentingnya menjaga dan merawat alam.

Sejak pagi, anggota Satgas TMMD bersama guru bergotong royong membersihkan area, menggali lubang tanam, hingga menyiram bibit yang telah ditanam. Anak-anak TK tampak antusias menyaksikan proses tersebut. Mereka diperkenalkan pada manfaat pohon, mulai dari menghasilkan oksigen, memberi keteduhan, hingga menghasilkan buah yang bermanfaat.

Salah satu guru TK Linggang Bigung, Syofiah Widodo, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Satgas TMMD dalam kegiatan edukatif tersebut.

“Kegiatan ini sangat positif karena anak-anak bisa belajar langsung di lapangan. Kami berharap pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh subur dan menjadi pengingat pentingnya mencintai lingkungan,” ujarnya.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda.

“Menanam pohon bukan sekadar seremonial. Ini investasi jangka panjang bagi lingkungan dan masa depan anak-anak. Kami ingin nilai kepedulian terhadap alam tertanam sejak dini,” tegasnya.

Dengan penanaman pohon ini, suasana TK Linggang Bigung diharapkan semakin hijau dan nyaman sebagai tempat belajar. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan cinta lingkungan kepada generasi penerus. (MK)

Editor: Agus S

Berpuasa Tak Surutkan Semangat, Jalan Linggang Amer Dikebut

0
Anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar bersama warga saat melaksanakan semenisasi jalan di Kampung Linggang Amer. (Istimewa)

SENDAWAR — Bulan suci Ramadan tidak menyurutkan semangat pengabdian anggota Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar). Mereka tetap kebut pengerjaan semenisasi jalan yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Jumat (27/2/2026).

Sejak pagi hari, sebelum matahari semakin terik, personel Satgas sudah berada di lokasi. Bersama warga setempat, mereka bergotong royong menyiapkan badan jalan, memasang bekisting, mengangkut material, mencampur semen, hingga melakukan pengecoran dan perataan permukaan jalan.

Setiap tahapan dikerjakan secara teliti agar hasil pembangunan kokoh dan tahan lama. Meski dalam kondisi berpuasa, semangat para personel tidak surut. Keringat yang bercucuran justru menjadi simbol kesungguhan dalam menjalankan tugas.

Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan seluruh personel tetap berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target waktu.

“Bulan Ramadan bukan alasan untuk mengurangi semangat kerja. Justru ini menjadi momentum meningkatkan nilai ibadah melalui pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin hasil pembangunan ini segera dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.

Ia menambahkan, program semenisasi jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin lancar, aman, dan nyaman.

Partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengerjaan turut memperkuat semangat kebersamaan. Gotong royong antara TNI dan warga mencerminkan kemanunggalan yang terus terjaga.

Melalui kerja keras tanpa mengenal lelah di bulan suci ini, Satgas TMMD Wiltas Ke-127 menunjukkan bahwa pengabdian tidak mengenal waktu. Pantang kendur di bulan Ramadan, mereka terus berupaya memberikan yang terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (MK)

Editor: Agus S

Jum’at Berkah PLN Melak, Pegawai Sisihkan Zakat untuk Warga Kurang Mampu

0
Petugas YBM PLN bersama pegawai PLN Rayon Melak saat mengantarkan dan menyerahkan paket sembako kepada warga Melak dalam aksi sosial Jum’at Berkah. (Dok. PLN Rayon Melak)

SENDAWAR — Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Rayon Melak melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Jum’at Berkah PLN Melak” dengan menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen insan PLN untuk tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar. Paket sembako disalurkan kepada warga kurang mampu guna membantu meringankan kebutuhan pokok sehari-hari.

Manager PLN ULP Rayon Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin YBM PLN yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN.

“Melalui program Jum’at Berkah ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat langsung bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi penerima maupun seluruh pegawai PLN yang telah berkontribusi,” ujarnya kepada pewarta di Kutai Barat, Sabtu (28/2/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran dan transparansi. Warga penerima menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur dan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut.

Agung menambahkan, PLN ULP Rayon Melak berharap program sosial ini mampu mempererat hubungan antara PLN dan masyarakat di wilayah kerja Melak dan sekitarnya.

“Dengan semangat berbagi dan menguatkan, PLN berkomitmen untuk terus menebarkan energi kebaikan bagi negeri,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S