Beranda blog Halaman 349

Raib di Parkiran RSUD Taman Husada, Polisi Selidiki Motor Mahasiswa PKL Asal Kutim

0

BONTANG – Seorang mahasiswa PKL di RSUD Taman Husada Bontang, Nur kehilangan sepeda motor miliknya yang raib saat diparkir semalaman. Honda Beat bernomor polisi KT 2682 RDD itu diketahui hilang, Kamis pagi (8/1/2026), usai ia menyelesaikan dinas malam dan hendak pulang.

Kasus kehilangan kendaraan itu dibenarkan oleh Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano melalui Kasat Reskrim AKP Randy Anugrah. Ia mengatakan laporan korban sudah diterima dan kini tengah ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Ia menjelaskan, Nur merupakan mahasiswa asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim), berdasarkan keterangan, hilangnya motor tersebut berada di parkiran, “Lokasi kejadian di parkiran. Kejadiannya pada Rabu malam,” ujarnya.

Sebelum melapor ke polisi, korban sempat menyampaikan kejadian itu kepada petugas keamanan rumah sakit. Namun saat dilakukan pengecekan rekaman CCTV, kamera pengawas diketahui tidak aktif pada rentang waktu pukul 23.00 hingga 23.30 Wita akibat padamnya aliran listrik di area tersebut.

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku dan mengumpulkan alat bukti pendukung.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

SPPG 06 Bontang Selatan Diresmikan, Neni: MBG Investasi Jangka Panjang Pembangunan SDM

0
Wali Kota Neni saat meresmikan SPPG 06 Bontang Selatan. (Ist)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) 06 yang berlokasi di Kecamatan Bontang Selatan, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/1/2026).

SPPG 06 Bontang Selatan dikelola oleh Yayasan Mitra Sanbitra Boga Raya sebagai mitra pelaksana. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, ditandai dengan prosesi pengguntingan pita.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa Program MBG melalui dapur SPPG merupakan wujud nyata komitmen negara dalam membangun bangsa melalui pemenuhan gizi anak sejak dini, sejalan dengan arah kebijakan Presiden Republik Indonesia.

“Anak yang sehat dan cukup gizi adalah fondasi utama terciptanya generasi masa depan yang unggul, berdaya saing, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bontang memandang MBG sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan makan. Program ini berperan penting dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak, mencegah stunting, serta menekan risiko gangguan kesehatan.

Menurutnya, manfaat MBG juga dirasakan oleh masyarakat luas, termasuk keluarga, lansia, dan kelompok rentan dalam memenuhi kebutuhan gizi harian.

Lebih lanjut, Neni menyebut Dapur MBG SPPG 06 Bontang Selatan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pola makan sehat, bersih, dan bergizi seimbang sejak usia dini.

“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah porsi, tetapi kualitas dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya penerapan standar kebersihan mulai dari dapur, peralatan, bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan. Penyusunan menu juga wajib mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dengan komposisi karbohidrat, protein, sayur, buah, serta variasi menu yang memadai.

Pemerintah Kota Bontang, lanjut Neni, berkomitmen mendukung keberlanjutan program MBG agar berjalan berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dapur-dapur SPPG diharapkan menjadi contoh penyediaan makanan bergizi yang aman, sehat, dan bertanggung jawab.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengelola dapur, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bontang.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Mengapung 2 Hari Pakai Gabus, ABK Kapal yang Hanyut Ditemukan di Sekitaran Pelabuhan Indominco

0
ABK Kapal yang sempat hilang, kini berhasil ditemukan. (Ist)

BONTANG – Anak Buah Kapal (ABK) yang sempat hilang akibat kapal yang hanyut, telah ditemukan di sekitaran Pelabuhan PT Indominco, Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 01.05 Wita dini hari. Korban ditemukan setelah mengapung selama dua hari menggunakan gabus dari coolbox (kotak pendingin).

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ismail mengatakan, bahwa awal mula korban bernama Suwardi (26) telah ditemukan dari adanya laporan tim pelabuhan ISPS Indominco.

Korban ditemukan oleh Kapal Besar Madu Pisel, yang kemudian tim langsung laporkan hal tersebut ke kepala pelabuhan PT Indominco, sehingga tim langsung melakukan evakuasi.

“Saat korban ditemukan, korban mengapung menggunakan gabus dari kotak pendingin. Korban pun langsung dievakuasi, dan dilarikan ke klinik Indominco untuk mendapatkan bantuan medis dan perawatan,” ucapnya saat dikonfirmasi.

Setelah mendapatkan penanganan secara medis dengan kondisi yang cukup membaik, Suwardi langsung dibawa ke kantor KSOP untuk menunggu jemputan dari pihak keluarga.

Sebelumnya, Rabu (7/1/2025) kemarin, pihak BPBD Bontang telah menerima laporan terkait kapal nelayan yang hilang di perairan Bontang, akibat cuaca yang buruk.

Berdasarkan dari keterangan pemilik kapal sekaligus pemilik bagang, Aba (43), ABK kapal sempat menghubungi Aba untuk melaporkan kondisi darurat.

Saat itu kapal yang terikat di bagang, mulai terlepas setelah tali pengikat putus akibat hujan lebat yang disertai badai. Sehingga kapal mengalami kerusakan mesin.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Simpan Sabu di Kotak Jam, Warga Tanjung Laut Indah Dibekuk Polisi

0
Tersangka beserta barang bukti sabu seberat 6,13 gram berhasil diamankan. (Ist).

BONTANG – Salah satu warga Kelurahan Tanjung Laut Indah, berinisial Ha (28) diamankan Satresnarkoba Polres Bontang, lantaran memiliki sabu seberat 6,13 gram yang disimpan di dalam tas miliknya.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano, melalui Kasat Resnarkoba Polres Bontang, AKP Larto mengatakan, bahwa petugas mengamankan Ha, di Rabu (7/1/2026) kemarin, sekitar pukul 16.20 Wita, di Jalan Kakap Putih 2, Kelurahan Tanjung Laut Indah.

Sebelumnya, petugas mendapatkan informasi dari masyarakat apabila adanya aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut, maka petugas langsung turun untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan Ha saat di pinggir jalan.

“Kami lakukan penggeledahan, dimana dalam sebuah tas tersebut berisikan 18 poket sabu siap edar,” ucapnya, Jumat (9/1/2026).

Tidak berhenti sampai di situ, saat tiba di rumah Ha petugas pun juga menggeledah kamar milik Ha. Petugas menemukan kembali, satu poket sabu yang tersimpan di dalam kotak jam miliknya.

“Setelah kami interogasi, yang bersangkutan mengakui kalau barang tersebut adalah miliknya,” tambahnya.

Sehingga barang bukti yang berhasil diamankan petugas meliputi 19 poket sabu seberat 6,13 gram, satu tas berwarna hitam, satu kotak jam berwarna merah putih, serta satu unit handphone merek Oppo.

“Tersangka beserta dengan barang bukti langsung kami bawa ke Mako Polres Bontang, guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Di Tengah Ekonomi Global Bergejolak, Pemerintah Jaga Defisit APBN 2025 di Level Aman

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Fajri/Media Kaltim

JAKARTA — Pemerintah memaparkan kinerja sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang dinilai tetap solid di tengah dinamika ekonomi global dan domestik sepanjang tahun lalu. APBN disebut mampu berfungsi sebagai instrumen kebijakan yang adaptif dan responsif dalam menghadapi tekanan eksternal maupun tantangan di dalam negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa sepanjang 2025, APBN berperan penting sebagai penyangga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah kondisi global yang bergejolak, kebijakan fiskal diarahkan agar tetap antisipatif tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.

“Dalam kondisi yang volatile di tahun 2025, APBN menjadi instrumen kebijakan yang antisipatif dan responsif menghadapi perkembangan dinamika global dan domestik,” kata Menkeu dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dari sisi penerimaan, realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari outlook semester sebesar Rp2.865,5 triliun. Capaian ini ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target.

Rinciannya, penerimaan pajak terealisasi sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target, sementara penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp300,3 triliun atau 99,6 persen dari target. Di luar pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) justru melampaui target dengan realisasi Rp534,1 triliun atau 104 persen. Adapun penerimaan hibah tercatat sebesar Rp4,3 triliun atau 733,3 persen dari target yang ditetapkan.

Pada sisi belanja, pemerintah merealisasikan pengeluaran negara sebesar Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari outlook semester. Belanja pemerintah pusat mencapai Rp2.602,3 triliun, yang terdiri atas belanja kementerian dan lembaga sebesar Rp1.500,4 triliun serta belanja non-kementerian/lembaga sebesar Rp1.102 triliun.

Sementara itu, transfer ke daerah telah disalurkan sebesar Rp849 triliun guna menjaga kesinambungan pembangunan, pelayanan publik, serta stabilitas ekonomi di daerah.

Dengan kombinasi pendapatan dan belanja tersebut, defisit APBN 2025 tercatat sebesar Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih berada dalam batas aman yang ditetapkan pemerintah, yakni di bawah 3 persen.

“Kita tahu ekonomi kita sedang mengalami downtrend. Kita harus memberikan stimulus ke perekonomian. Ini wujud dari komitmen pemerintah untuk menjaga ekonomi tetap tumbuh secara berkesinambungan tanpa membahayakan APBN. Tapi kita tetap jaga, pastikan bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen,” ujar Menkeu.

Ia menegaskan kebijakan tersebut merupakan penerapan nyata dari prinsip countercyclical, di mana pemerintah memperluas belanja saat ekonomi melambat guna menjaga daya dorong pertumbuhan, sembari tetap menjaga disiplin fiskal.

Pemerintah juga optimistis perbaikan fondasi ekonomi akan membuka ruang fiskal yang lebih sehat ke depan. Dengan momentum pertumbuhan yang menguat, defisit APBN 2026 ditargetkan dapat ditekan lebih rendah dengan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Tahun ini kita asumsikan pertumbuhan ekonominya 5,4 persen, tapi kita akan coba tekan ke level yang lebih tinggi lagi,” kata Menkeu.

Ke depan, pemerintah menegaskan APBN akan terus dioptimalkan sebagai mesin pertumbuhan sekaligus peredam guncangan (shock absorber), guna melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Pewarta: Fajri
Editor: Agus S

Banjir Rendam Mentawir, 54 Rumah dan 147 Jiwa Terdampak di Sepaku

0
Hingga malam hari, tim gabungan masih berjaga di lokasi banjir Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku. Foto: Istimewa

PPU — Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Sepaku dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Mentawir, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebanyak 54 rumah dan 147 jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak Kamis (8/1/2026) dini hari. Hingga pukul 22.07 WITA, air dilaporkan mulai berangsur surut.

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.00 WITA. Laporan kejadian diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sekitar pukul 09.15 WITA. Setelah menerima laporan, BPBD PPU langsung bergerak ke lokasi terdampak sambil terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

Banjir melanda tiga wilayah rukun tetangga (RT), yakni RT 01, RT 02, dan RT 03 Kelurahan Mentawir. Lurah Mentawir, Nelva Susanti, mengatakan ketinggian air di beberapa titik sempat mencapai 1,5 meter hingga 2 meter.

“Alhamdulillah, saat ini air sudah berangsur surut,” ujar Nelva, Kamis (8/1/2026) malam sekitar pukul 22.07 WITA.

Sejumlah bantuan telah disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut antara lain berasal dari BPBD PPU berupa beras dan air mineral, serta bantuan makanan dari wakil rakyat daerah pemilihan Sepaku.

“Dari BPBD ada beras dan air mineral. Dari anggota DPRD PKS ada 150 nasi bungkus,” jelasnya.

Berdasarkan catatan kronologis BPBD PPU, hujan dengan intensitas cukup tinggi terjadi sejak Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 07.00 WITA dan kembali turun pada Kamis (8/1/2026) sejak sekitar pukul 06.00 WITA di wilayah Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku. Kondisi tersebut menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) meluap dan mengakibatkan naiknya tinggi muka air hingga merendam rumah warga yang berada di dataran rendah dan sekitar bantaran sungai.

Adapun rincian rumah dan warga terdampak, di RT 01 tercatat 9 rumah dengan 9 kepala keluarga (KK) atau 25 jiwa. Di RT 02 terdapat 42 rumah dengan 42 KK atau 108 jiwa, sedangkan di RT 03 sebanyak 3 rumah dengan 3 KK atau 14 jiwa.

Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 54 rumah, 54 KK, dan 147 jiwa. Hingga malam hari, kondisi terkini menunjukkan tinggi muka air di wilayah terdampak telah berangsur surut.

BPBD PPU juga melakukan koordinasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terkait rencana pengusulan normalisasi Sungai Mentawir sebagai upaya mitigasi banjir ke depan.

Selain BPBD PPU dan pihak Kelurahan Mentawir, penanganan banjir juga melibatkan unsur Otorita IKN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan PKS, serta warga setempat. Sejumlah kendaraan operasional turut dikerahkan, di antaranya tiga unit mobil operasional dan peralatan penanggulangan bencana, serta satu unit mobil operasional Otorita IKN.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.

PUPR Kaltim Pastikan Jembatan Mahulu Masih Aman Secara Visual, Kendaraan Berat Tunggu Uji Struktur

0
Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda. Foto: Ils/Int

SAMARINDA — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur memastikan kondisi Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda secara visual masih dalam batas aman, khususnya untuk kendaraan kecil, menyusul beberapa insiden tabrakan tongkang terhadap struktur jembatan dalam waktu berdekatan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, M. Muhran, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi dan survei lapangan sehari setelah kejadian tabrakan terakhir. Dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, struktur utama jembatan dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan.

“Secara visual, pilar masih tegak lurus. Lantai jembatan, sambungan, trotoar, dan parapet juga masih terlihat lurus dan rata. Untuk kendaraan kecil, kemungkinan masih aman,” ujar Muhran saat dikonfirmasi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa penilaian tersebut baru sebatas pemeriksaan visual. Untuk memastikan tingkat keamanan secara menyeluruh, terutama bagi kendaraan bertonase besar, PUPR Kaltim masih akan melakukan penyelidikan struktural lanjutan.

“Untuk kendaraan besar, kami belum bisa menyatakan aman atau tidak. Itu perlu penyelidikan struktural lebih lanjut agar benar-benar terukur dan tidak menimbulkan risiko,” jelasnya.

Muhran menyebutkan, selama ini Jembatan Mahulu dikenal sebagai salah satu jembatan dengan kondisi paling baik di Samarinda karena masih mampu dilalui kendaraan besar. Namun, fungsi fender atau pelindung pilar menjadi perhatian serius, mengingat bagian tersebut merupakan pengaman utama saat terjadi tabrakan kapal atau tongkang.

Berdasarkan hasil pendataan, beberapa pilar yang terdampak berada pada pilar tiga hingga pilar enam. Kerusakan yang terjadi umumnya berupa goresan dan sedikit rompal, serta tidak masuk kategori kerusakan berat. Pada insiden tabrakan sebelumnya, tercatat tiga unit fender jembatan hilang akibat benturan tongkang.

“Untuk kejadian pertama, ada tiga fender yang hilang. Alhamdulillah, baik pada kejadian 23 Desember maupun 4 Januari, pihak penabrak bersikap kooperatif dan siap bertanggung jawab,” ungkapnya.

Saat ini, PUPR Kaltim telah melakukan koordinasi intensif dan survei bersama pihak terkait untuk menentukan jenis kerusakan secara detail serta menghitung estimasi biaya pemulihan. Seluruh pihak sepakat bahwa aset jembatan harus dikembalikan sesuai dengan kondisi semula sebelum insiden terjadi.

Muhran mengungkapkan, estimasi awal biaya pemulihan, yang mencakup pembangunan kembali tiga fender serta perbaikan pada pilar jembatan, diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 miliar. Sementara untuk insiden tabrakan terakhir pada 4 Januari, meskipun kerusakan masih tergolong ringan berupa goresan, PUPR Kaltim telah menerima surat pernyataan tanggung jawab mutlak dari pihak penabrak.

“Yang paling penting, komitmen pertanggungjawaban sudah ada. Sekarang fokus kami memastikan keamanan jembatan tetap terjaga dan proses pemulihan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Pewarta: K. Irul Umam
Editor: Agus S

Rendi Solihin: PDI Perjuangan Kukar Tak Khawatir Jika Pilkada Dipilih DPRD

0
Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, saat memberikan keterangan terkait wacana Pilkada melalui DPRD. Foto: Istimewa

TENGGARONG — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, menegaskan pihaknya tidak merasa khawatir apabila sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke depan berubah dan dilakukan melalui DPRD.

Pernyataan tersebut disampaikan Rendi untuk merespons kembali menguatnya wacana pengembalian Pilkada ke sistem tertutup, menyusul dorongan sejumlah elite partai politik, termasuk Partai Golkar dan beberapa partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Saat ini, Pilkada masih dilaksanakan dengan sistem terbuka, di mana masyarakat memilih langsung kepala daerah melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun menurut Rendi, apa pun bentuk sistem yang diputuskan nantinya merupakan hasil mekanisme politik di tingkat pusat.

“Di DPR itu keputusan diambil secara kolektif-kolegial. Tidak bisa satu partai saja yang menentukan. Kalau suara terbanyak mendukung, ya seyogianya yang lain mengikuti,” ujar Rendi, Kamis (8/1/2025).

Ia menjelaskan, sikap politik PDI Perjuangan yang saat ini tidak mendukung Pilkada melalui DPRD tetap berada dalam koridor dinamika pembahasan nasional. Setiap keputusan yang diambil, kata dia, merupakan hasil kompromi antarfraksi di parlemen.

“Kalau pada akhirnya 70 sampai 80 persen fraksi mendukung Pilkada dipilih DPRD, saya yakin PDI Perjuangan juga akan mengikuti. Tidak mungkin tidak, karena yang didengar bukan satu partai, tapi seluruh fraksi,” jelasnya.

Meski demikian, Rendi menegaskan bahwa di tingkat daerah, khususnya di Kutai Kartanegara, PDI Perjuangan tidak merasa terancam dengan skema Pilkada melalui DPRD. Dengan kekuatan politik yang ada, partainya tetap optimistis menghadapi berbagai kemungkinan.

“Di Kukar kami tidak terlalu khawatir. PDI Perjuangan punya 16 kursi. Kalau misalnya Pilkada dipilih DPRD, kami hanya perlu membangun koalisi dan sinergi dengan teman-teman fraksi lain. Insya Allah,” katanya.

Rendi menilai perdebatan mengenai sistem Pilkada merupakan bagian dari dinamika politik nasional yang wajar. Namun ia mengingatkan agar setiap keputusan yang diambil tetap berpijak pada kepentingan masyarakat luas serta menjaga stabilitas pemerintahan daerah.

Penulis: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.

Pemkab PPU Siapkan Penataan Pelabuhan Penajam, Pembebasan Lahan Capai Lima Hektare

0
Desain rencana pembangunan Anjungan Penajam di kawasan Pelabuhan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Foto: Istimewa

PPU — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mempersiapkan penataan ulang kawasan Pelabuhan Penajam dengan luasan sekitar lima hektare. Proses tersebut akan diawali dengan pendataan menyeluruh terhadap legalitas lahan dan bangunan milik warga di kawasan pesisir.

Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Persiapan menyampaikan, area yang akan ditata mencakup kawasan Pelabuhan Penajam hingga batas area Pertamina, tepatnya di RT 5, RT 6, RT 7, dan RT 8 Kelurahan Penajam.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara akan melakukan pendataan detail terkait status kepemilikan dan legalitas bangunan di wilayah tersebut. Pendataan ini menjadi dasar untuk menghitung kebutuhan anggaran serta menentukan skema penanganan warga terdampak.

“Kita harus jelas dulu. Berapa yang punya sertifikat, berapa yang punya segel, berapa yang punya rumah, dan berapa yang tidak. Dari situ baru kita bisa menghitung kebutuhan anggarannya,” jelas Waris, Senin (6/1/2026).

Pendataan dilakukan secara lintas sektor dengan melibatkan Dinas PUPR, Dinas Perkimtan, Dinas Perhubungan, unsur tata ruang, camat, hingga lurah. Menurut Waris, kompleksitas kepemilikan lahan di kawasan pelabuhan menuntut proses pendataan yang cermat dan akurat.

Berdasarkan data awal pemerintah daerah, lebih dari 200 bidang atau warga tercatat memiliki legalitas lahan dengan karakter kepemilikan yang beragam. Sebagian besar merupakan lahan warisan lama yang telah terbagi kepada banyak ahli waris dan berada di kawasan sempadan air.

Setelah pendataan rampung, Pemkab PPU akan melanjutkan ke tahap dialog dan sosialisasi dengan masyarakat. Sejumlah skema penanganan disiapkan, mulai dari ganti rugi, ganti untung, relokasi ke lokasi terdekat, hingga pembangunan rumah pengganti.

“Kita tidak mau merugikan masyarakat. Pendekatannya dialog. Apakah nanti ganti rugi, ganti tanah, atau direlokasi dan dibangunkan rumah, itu dibicarakan bersama,” tegasnya.

Waris menargetkan proses pendataan dapat diselesaikan pada tahun 2026. Dengan demikian, penganggaran dan pelaksanaan fisik penataan kawasan pelabuhan bisa dimulai paling cepat pada tahun berikutnya, baik melalui APBD murni maupun perubahan anggaran.

Secara konsep, kawasan seluas lima hektare tersebut tidak hanya akan diperbaiki dari sisi dermaga, tetapi juga ditata sebagai ruang publik. Pemerintah merencanakan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH), anjungan, kawasan UMKM, serta penataan akses transportasi laut yang lebih aman dan nyaman.

Selain aspek estetika, faktor keselamatan menjadi perhatian utama. Waris mengungkapkan, kawasan pelabuhan kerap terendam saat air pasang sehingga berisiko bagi aktivitas penumpang.

“Kalau air pasang, pelabuhan terendam. Ini bahaya. Jadi penataan ini bukan cuma soal cantik, tapi soal keselamatan,” pungkasnya.

Pewarta: Robbi Lalat
Editor: Agus S.

Prof Ince Raden Kembali Pimpin Unikarta, Fokus Mutu Akademik dan Kewirausahaan

0
Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Prof. Ince Raden. (Ady/MKN)

TENGGARONG — Prof. Ince Raden kembali dipercaya memimpin Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) setelah resmi dilantik sebagai Rektor periode 2025–2029, Kamis (8/1/2026). Pelantikan ini menandai kelanjutan kepemimpinan di Unikarta sekaligus penegasan arah pembangunan kampus pada periode keduanya.

Terpilih secara aklamasi, Prof. Ince menegaskan kesinambungan program sebagai fondasi utama kepemimpinannya, sembari mendorong penguatan mutu akademik serta relevansi lulusan dengan kebutuhan daerah. Ia menekankan bahwa Unikarta harus bergerak menjadi perguruan tinggi yang unggul di berbagai bidang.

“Unikarta harus bergerak menuju universitas yang unggul, baik di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun unsur penunjang lainnya. Tujuannya agar kampus ini benar-benar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya.

Pada periode kedua ini, Prof. Ince mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia. Saat ini, proporsi dosen bergelar doktor di Unikarta berada di kisaran 30 persen dan ditargetkan meningkat hingga 50 persen dalam beberapa tahun ke depan.

“Keberadaan profesor sangat penting karena mereka berperan dalam mentransformasikan keilmuan serta pengembangan akademik di kampus,” tambahnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, pengembangan lahan Unikarta di kawasan Gunung Kombeng menjadi prioritas yang diharapkan dapat dipercepat melalui dukungan pemerintah daerah, termasuk rencana penyerahan aset di wilayah Tenggarong Seberang. Dukungan tersebut juga membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta untuk pembangunan fasilitas pendidikan.

Selain penguatan akademik, kepemimpinan Prof. Ince pada periode kedua ini juga menaruh perhatian besar pada pengembangan mahasiswa, khususnya di bidang kewirausahaan. Ia mendorong perubahan orientasi lulusan agar tidak semata-mata berfokus menjadi aparatur sipil negara.

“Kami tidak ingin mahasiswa hanya berorientasi menjadi ASN. Mereka harus didorong untuk menciptakan lapangan kerja melalui unit usaha yang dikembangkan sejak di bangku kuliah,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Unikarta mengusung visi sebagai smart university sekaligus entrepreneur university. Untuk menjawab kebutuhan daerah, kampus juga menyiapkan pembukaan sejumlah program studi baru, terutama di bidang kesehatan dan teknik informatika, serta membuka peluang pendirian Fakultas Kedokteran.

Namun demikian, Prof. Ince menegaskan bahwa langkah tersebut membutuhkan kesiapan besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun infrastruktur. “Membuka Fakultas Kedokteran tidak mudah. Dibutuhkan sekitar 29 dokter spesialis. Namun, kami telah menyiapkan roadmap agar pondasinya terbentuk sejak sekarang,” katanya.

Pada periode kepemimpinan ini, Unikarta juga memperluas jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan migas, pertambangan, perkebunan, BUMD, hingga sektor perbankan dan lembaga keuangan seperti Pegadaian. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, pembinaan mahasiswa, serta pengembangan kewirausahaan.

Di sektor pertanian, kolaborasi dengan perusahaan perkebunan juga dirintis agar kurikulum Agribisnis dan Agroteknologi semakin selaras dengan kebutuhan industri.

“Harapannya, lulusan Unikarta benar-benar siap kerja dan relevan dengan dunia usaha,” pungkasnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S.