Beranda blog Halaman 350

Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan, Gading dan Dimas Dihukum 13 Tahun

0
Dua anak buah Kerry Adrianto Riza yakni Gading Ramadhan Joedo dan Dimas Werhaspati usai menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. (Dok. Kejagung)

JAKARTA — Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara kepada Gading Ramadhan Joedo dan Dimas Werhaspati dalam perkara korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina (Persero).

Gading diketahui menjabat sebagai Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak (OTM). Sementara Dimas merupakan Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim. Putusan dibacakan pada Jumat (27/2/2026) dini hari.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gading Ramadhan Joedo dengan pidana penjara selama 13 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Fajar Kusuma Aji saat membacakan amar putusan.

Majelis menjatuhkan hukuman yang sama kepada Dimas Werhaspati. Selain pidana penjara, keduanya dikenai denda Rp1 miliar dengan ketentuan subsider 190 hari kurungan.

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya meminta hukuman 16 tahun penjara bagi masing-masing terdakwa.

Dalam tuntutannya, jaksa juga meminta Gading membayar uang pengganti sebesar Rp1.176.390.287.697,24 yang terdiri dari kerugian keuangan negara Rp176.390.287.697,24 dan kerugian perekonomian negara Rp1 triliun, dengan subsider 8 tahun penjara.

Sementara Dimas dituntut membayar uang pengganti sebesar 11.094.802,31 dolar AS untuk kerugian keuangan negara dan Rp1 triliun atas kerugian perekonomian negara, juga dengan subsider 8 tahun penjara.

Sebelumnya, Beneficial Owner PT OTM dan PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) Muhammad Kerry Adrianto Riza telah divonis 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, serta kewajiban membayar uang pengganti Rp2.905.420.003.854 dengan subsider 5 tahun kurungan.

Majelis hakim menilai kerja sama penyewaan terminal BBM milik PT OTM merupakan perbuatan melawan hukum karena sejak awal tidak termasuk kebutuhan mendesak PT Pertamina. Namun proyek tersebut tetap masuk rencana investasi tahun 2014.

Hakim juga menyoroti pengadaan tiga kapal jenis VLGC, Suezmax Ridgebury, dan MRGC Nashwan yang dinilai tidak mengikuti prinsip dan mekanisme lelang sebagaimana mestinya. Bahkan komunikasi kerja sama dengan Pertamina disebut telah berlangsung sebelum kapal resmi tercatat sebagai aset PT JMN.

Majelis menyimpulkan Kerry, Gading, dan Dimas telah memperkaya diri sendiri serta merugikan keuangan negara. Penyewaan terminal BBM PT OTM menyebabkan kerugian negara sekitar Rp2,9 triliun, sementara proyek penyewaan tiga kapal menimbulkan kerugian sebesar 9.860.514,31 dolar AS serta Rp1.073.619.047.

Atas perbuatannya, para terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (MK)

Editor: Agus S

Sembilan Terdakwa Dinyatakan Bersalah, Kejagung Siapkan Langkah Berikutnya

0
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung Zulkipli memberikan keterangan usai pembacaan vonis 9 terdakwa kasus korupsi Pertamina. (Dok. Kejagung)

JAKARTA — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan putusan majelis hakim terhadap sembilan terdakwa dalam perkara korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina (Persero) beserta subholding-nya menjadi pijakan penting bagi proses hukum lanjutan.

Pernyataan itu disampaikan JPU Zulkipli usai sidang pembacaan vonis terhadap Muhammad Kerry Adrianto Riza dan delapan terdakwa lainnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (27/2/2026) dini hari.

“Tadi kita sudah mendengarkan putusan Majelis Hakim terhadap sembilan terdakwa dalam perkara korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina Persero dan subholding-nya. Seluruhnya dinyatakan terbukti bersalah,” ujar Zulkipli.

Menurutnya, putusan tersebut memiliki arti strategis karena masih terdapat terdakwa lain yang perkaranya sedang berjalan, serta pihak-pihak yang masih dalam tahap penyidikan.

“Putusan ini sangat penting bagi proses penanganan perkara selanjutnya, karena masih ada terdakwa yang perkaranya berjalan dan ada juga yang masih dalam tahap penyidikan,” katanya.

Zulkipli juga menyoroti pertimbangan majelis hakim terkait dalih keputusan bisnis yang kerap digunakan sebagai pembelaan dalam perkara korupsi korporasi. Ia menyebut hakim tidak melihat keputusan tersebut secara parsial, melainkan secara menyeluruh.

“Dalam pandangan hakim, keputusan bisnis tidak bisa dilihat semata-mata sebagai keputusan yang lazim, karena ada proses yang harus dinilai secara utuh,” ujarnya.

Majelis hakim, lanjutnya, menegaskan bahwa setiap keputusan bisnis tetap harus tunduk pada prinsip tata kelola yang baik (good governance) dan asas kepatutan, termasuk dalam proses pengadaan.

“Dalam konteks keputusan bisnis tetap harus mengacu pada prinsip good governance dan asas kepatutan. Dalam perkara ini ada proses pengadaan yang dilanggar oleh para terdakwa,” tegasnya.

Selain itu, hakim juga menyatakan adanya kerugian keuangan negara berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Meski demikian, terdapat perbedaan antara tuntutan jaksa dan amar putusan, khususnya terkait besaran uang pengganti.

Kejaksaan Agung menyatakan akan mempelajari secara menyeluruh isi putusan sebelum menentukan langkah hukum berikutnya, termasuk kemungkinan upaya hukum lanjutan. (MK)

Editor: Agus S

Mudik Lebaran Dipantau Ketat, 20 Titik Jalan Nasional Dipasangi CCTV

0
Jembatan Pulau Balang bentang pendek, salah satu titik yang dipasang CCTV oleh BBPJN Kaltim. (Atmaja/Media Kaltim)

NUSANTARA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memasang Closed Circuit Television (CCTV) di 20 titik ruas jalan nasional Provinsi Kalimantan Timur. Termasuk pada ruas fungsional Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) guna mendukung kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas (lalin) selama periode libur Idulfitri 2026.

Salah satu dari 20 titik pemasangan CCTV tersebut berada di ruas fungsional Tol IKN Duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek.

Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengungkapkan langkah tersebut merupakan penguatan sistem pemantauan dan pengendalian lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Layar pantau area 20 ruas yang dipasangi CCTV, terlihat dari Command Center BBPJN Kaltim. (Yudi Hardiana for MKN)

“Melalui pemasangan CCTV yang terintegrasi dengan Command Center BBPJN Kalimantan Timur, kondisi lalu lintas dapat dipantau secara real-time. Sehingga memudahkan pengambilan keputusan cepat dalam penanganan kepadatan maupun gangguan lalu lintas,” ujarnya kepada Media Kaltim, Jumat (26/2/2026).

Menurut Yudi, sistem ini memungkinkan petugas memonitor seluruh pergerakan kendaraan dari ruang kendali, sehingga respons terhadap potensi kemacetan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

Selain pemasangan CCTV, BBPJN Kaltim juga melakukan koordinasi intensif bersama instansi terkait guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode libur Idulfitri. Seluruh aktivitas kendaraan dan kondisi lalin di lokasi yang terpasang CCTV dapat terpantau langsung melalui Command Center BBPJN Kaltim.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta mengikuti informasi resmi terkait arus mudik dan arus balik Lebaran.

Dengan dukungan teknologi pemantauan terintegrasi ini, diharapkan perjalanan masyarakat selama Idulfitri 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. (MK)

Editor: Agus S

Puasa Bukan Alasan! ASN Mangkir Kerja di Paser Terancam Sanksi

0
Wakil Bupati Ikhwan Antasari (peci hitam) saat melaksanakan sidak. (Istimewa)

PASER – Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, menegaskan akan memproses Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mangkir kerja tanpa keterangan selama bulan Ramadan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Penegasan itu disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah kantor di kompleks perkantoran Kilometer 5, Kamis (26/2/2026). Dalam sidak tersebut, ditemukan beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas.

“Temuan ini akan kita laporkan ke BKPSDM untuk diproses. Jika masih ditemukan pelanggaran berulang, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Ikhwan.

Ia mengungkapkan, bahkan terdapat ASN yang diketahui sudah cukup lama dan sering tidak masuk kantor tanpa keterangan. Kondisi itu dinilai mencederai komitmen pelayanan publik, terlebih di bulan Ramadan ketika kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemerintahan tetap berjalan normal.

Wabup Ikhwan menekankan bahwa bulan puasa tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan disiplin dan semangat kerja. Meski terdapat penyesuaian jam kerja, kewajiban ASN tetap harus dijalankan secara maksimal.

“Kita tetap masuk kerja pukul 08.00 dan pulang pukul 16.00. Memang ada penyesuaian dibanding hari biasa, tetapi tidak mengurangi efektivitas kerja,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh pimpinan perangkat daerah agar aktif memantau kehadiran dan kinerja bawahannya. Pengawasan internal, menurutnya, menjadi kunci untuk menjaga kedisiplinan aparatur.

Selain itu, Ikhwan memastikan sidak serupa akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadan maupun setelahnya guna memastikan budaya kerja disiplin benar-benar diterapkan.

“Kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Puasa bukan alasan untuk menurunkan semangat dan disiplin kerja,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Ramadan–Idulfitri Dekat, BPH Migas Monitoring Kilang Balikpapan

0
BPH Migas saat melakukan kunjungan kerja ke PT KPB. (Ist)

BALIKPAPAN — Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, kesiapan pasokan energi nasional menjadi perhatian serius pemerintah. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan kunjungan kerja ke PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) guna memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap terjaga saat konsumsi meningkat.

Kunjungan berlangsung di Gedung New Site Office (NSO) PT KPB dan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kamis (26/2/2026). Direksi dan manajemen PT Pertamina Patra Niaga turut hadir dalam agenda tersebut.

Anggota Komite BPH Migas, Erika Retnowati, menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga dalam menjamin ketersediaan BBM bagi masyarakat, khususnya saat periode Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan lonjakan kebutuhan energi.

“Kami memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.

Ia menambahkan, kunjungan lapangan penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh kondisi operasional kilang sebagai bahan pertimbangan kebijakan di tingkat pusat.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan BPH Migas melihat langsung Unit Residue Fluid Catalytic Cracking (RFCC), fasilitas utama RDMP Balikpapan yang berfungsi mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi. Fokus pengawasan mencakup kesiapan fasilitas, standar keselamatan kerja, serta keandalan operasional.

Selain itu, BPH Migas mendalami progres peningkatan kapasitas produksi kilang dari 260 ribu barel per hari (kbpd) menjadi 360 kbpd. Peningkatan ini diharapkan memperkuat suplai BBM nasional sekaligus meningkatkan kualitas produk untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

BPH Migas juga mengapresiasi perkembangan commissioning Terminal BBM Tanjung Batu yang dinilai berjalan sesuai rencana dan akan memperkuat sistem penampungan serta distribusi hasil produksi kilang.

Vice President Legal & Relation PT KPB, Asep Sulaeman, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menyelesaikan proyek RDMP sesuai target demi mendukung ketahanan energi nasional.

“Kami bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengawal penyelesaian proyek ini agar mampu memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan pengawasan langsung tersebut, pemerintah berharap kesiapan infrastruktur hilir migas di Balikpapan mampu menopang kebutuhan energi masyarakat secara optimal selama Ramadan dan Idulfitri 2026. (MK)

Editor: Agus S

Cabai Nyaris Rp100 Ribu, Tomat dan Timun Ikut Naik di Pasar Petung

0
Lapak Jualan pedagang Pasar Petung. (DeddyPz/MKNN)

PPU – Memasuki pekan pertama Ramadan, harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengalami kenaikan signifikan. Tomat, timun, hingga cabai tercatat melonjak tajam dibandingkan harga normal sebelum bulan puasa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga tomat yang sebelumnya berada di kisaran Rp10.000 hingga Rp13.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Timun juga mengalami kenaikan dari Rp13.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.

Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai. Dari harga sekitar Rp50.000 per kilogram sebelum Ramadan, kini melonjak hingga Rp90.000 sampai Rp100.000 per kilogram.

Nurhuda, salah satu pedagang di Pasar Petung, mengatakan kenaikan harga sudah terjadi di tingkat petani. Ia menyebut pasokan berkurang karena masa panen yang tidak optimal.

“Naiknya memang sudah dari petani langsung. Katanya panen lagi sulit, jadi barang yang masuk juga tidak sebanyak biasanya,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, tren kenaikan harga menjelang Ramadan hampir selalu terjadi setiap tahun. Biasanya harga cenderung stabil di pertengahan bulan puasa, sebelum kembali naik menjelang Hari Raya Idulfitri seiring meningkatnya permintaan.

“Biasanya ada penyesuaian harga di tengah Ramadan, lalu naik lagi mendekati lebaran karena permintaan makin tinggi,” jelasnya.

Lonjakan harga ini tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga pedagang. Modal kulakan meningkat, sementara daya beli masyarakat cenderung menurun akibat harga yang lebih tinggi dari biasanya.

Para pedagang berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan langkah pengendalian harga, seperti operasi pasar, subsidi distribusi, atau pengawasan rantai pasok. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga agar tidak terlalu membebani masyarakat selama Ramadan.

Dengan tren kenaikan yang mulai terasa sejak awal bulan puasa, stabilitas pasokan dan intervensi harga menjadi faktor krusial untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, pedagang, dan konsumen di PPU. (MK)

Editor: Agus S

Prestasi Nasional, Korem 091/ASN Sabet Kartika Award Peraih WBK

0
Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul menerima Kartika Award pada Rapim TNI AD TA 2026 di Balai Kartini Jakarta. (Rilis Penrem 091)

SAMARINDA – Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Kartika Award kategori Satuan Kerja (Satker) Terbaik Peraih Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Expo Center Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini dihadiri para pejabat utama TNI AD serta para komandan satuan jajaran TNI AD.

Penghargaan Kartika Award diserahkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang diwakili Asrena Kasad Mayjen TNI Tato Hadiyan, S.I.P., kepada Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si.

Selain itu, Danrem 091/ASN juga menerima Piagam Penghargaan dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., atas predikat Satuan Kerja Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di lingkungan Kodam VI/Mulawarman.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Korem 091/ASN dalam mewujudkan tata kelola satuan yang bersih, transparan, dan akuntabel, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Kasad menegaskan bahwa Rapim TNI AD merupakan forum strategis untuk menyamakan persepsi, mengevaluasi kinerja, serta merumuskan arah kebijakan yang selaras dengan prioritas pemerintah sebagai tindak lanjut Rapim TNI.

Kasad juga menekankan pentingnya sinergi, disiplin, dan inovasi seluruh jajaran TNI AD guna meningkatkan profesionalisme prajurit serta memastikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti nyata komitmen satuannya dalam menjalankan reformasi birokrasi.

“Penghargaan ini merupakan bukti nyata komitmen Korem 091/ASN dalam mewujudkan tata kelola yang baik dan bersih. Kami akan terus meningkatkan kinerja dan integritas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Diketahui, Kartika Award kategori Satker Terbaik Peraih WBK ini merupakan yang pertama diraih oleh satuan kerja jajaran Kodam VI/Mulawarman, bahkan untuk wilayah Pulau Kalimantan.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh prajurit Korem 091/ASN dan jajarannya untuk terus mempertahankan budaya kerja yang profesional, bersih, dan berintegritas sejalan dengan semangat reformasi birokrasi TNI Angkatan Darat. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD dan Warga Tering Lama Gotong Royong Dirikan MCK

0
Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar bersama warga membangun MCK di Kampung Tering Lama. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Semangat pengabdian tetap menyala di bulan suci Ramadan. Anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) bersama warga Kampung Tering Lama bergotong royong membangun fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), Kamis (26/2/2026).

Sejak pagi, personel Satgas telah berada di lokasi untuk menyiapkan material dan peralatan. Tahap awal yang dikerjakan adalah pemasangan tiang sebagai rangka utama bangunan. Struktur ini menjadi penopang penting sebelum dilanjutkan ke pemasangan dinding dan atap.

Meski menjalankan ibadah puasa, para personel tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab. Teriknya matahari dan rasa haus tidak menyurutkan semangat mereka. Pekerjaan justru dijalankan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Warga Kampung Tering Lama juga turut ambil bagian membantu proses pembangunan. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menciptakan suasana gotong royong yang hangat dan penuh semangat.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 yang juga Dandim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa Ramadan bukan menjadi penghalang untuk tetap berkarya.

“Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan. Justru ini menjadi ladang ibadah bagi kami untuk terus membantu masyarakat. Semoga apa yang kami kerjakan membawa manfaat dan keberkahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan MCK ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan warga. Fasilitas yang layak akan mendukung pola hidup bersih dan sehat sehingga masyarakat terhindar dari berbagai penyakit.

Melalui kegiatan ini, TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat. Di bulan penuh berkah, kebersamaan antara Satgas dan warga menjadi bukti bahwa semangat pengabdian tetap menyala demi kemajuan dan kesejahteraan desa. (MK)

Editor: Agus S

Puasa Tak Surutkan Semangat, TMMD Kubar Bangun Septic Tank RTLH

0
Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar saat membangun septic tank RTLH di Kampung Linggang Amer. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Semangat pengabdian tetap menyala di bulan suci Ramadan. Anggota Satgas TMMD Wiltas ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat (Kubar) terus melaksanakan pembangunan fisik, salah satunya pembuatan septic tank pada sasaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (26/2/2026).

Sejak pagi, personel Satgas bersama warga memulai penggalian tanah sebagai tahap awal pembangunan septic tank. Meski menjalankan ibadah puasa, pekerjaan dilakukan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Proses pengerjaan dilaksanakan secara teliti agar fasilitas sanitasi yang dibangun memenuhi standar kesehatan dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pembuatan septic tank ini menjadi bagian penting dari pembangunan RTLH. Selain memastikan rumah layak huni secara fisik, fasilitas sanitasi yang memadai juga menjadi penunjang utama kesehatan lingkungan. Dengan adanya septic tank, diharapkan lingkungan sekitar tetap bersih dan terhindar dari potensi pencemaran maupun penyakit berbasis lingkungan.

Dansatgas TMMD Wiltas ke-127 yang juga Dandim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menegaskan bahwa bulan Ramadan bukan menjadi penghalang untuk tetap bekerja maksimal dalam melayani masyarakat.

“Di bulan Ramadan ini kami tetap menjalankan tugas dengan ikhlas. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, ini juga menjadi ladang ibadah bagi kami,” ujarnya.

Warga setempat turut ambil bagian membantu proses pengerjaan sebagai wujud gotong royong. Kebersamaan tersebut memperlihatkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi ruh utama program TMMD.

Melalui pembangunan septic tank pada sasaran RTLH ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat meningkat, baik dari sisi hunian maupun kesehatan lingkungan, sehingga tercipta kehidupan yang lebih layak, bersih, dan sejahtera. (MK)

Editor: Agus S

Satgas TMMD Edukasi Siswa SMAN 01 Linggang Bigung Soal Ancaman Narkoba

0
Satgas TMMD Kodim 0912/Kubar bersama Dinas Kesehatan Kutai Barat saat menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMAN 01 Linggang Bigung. Foto: Istimewa

SENDAWAR – Satgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kutai Barat bersama Dinas Kesehatan Kutai Barat menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMAN 01 Linggang Bigung, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran nonfisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan pelajar. Selain membangun infrastruktur, TMMD juga menekankan pentingnya pembangunan mental dan karakter generasi muda.

Sosialisasi menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kutai Barat, Weda, pengelola program Napza Dody Safari, serta Kepala Puskesmas Linggang Bigung, Albina Erminita.

Dalam pemaparannya, Weda menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda karena berdampak langsung pada kesehatan fisik, mental, dan masa depan.

“Remaja harus memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu menolak ajakan atau pengaruh negatif dari lingkungan sekitar,” ujarnya di hadapan para siswa.

Dody Safari menjelaskan secara rinci mengenai jenis-jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza), termasuk dampak jangka pendek dan jangka panjangnya. Ia juga menyoroti konsekuensi hukum yang dapat menjerat pengguna maupun pengedar.

“Ketergantungan narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga bisa menghancurkan masa depan karena berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Albina Erminita memaparkan dampak medis penggunaan narkoba, seperti gangguan sistem saraf, kerusakan jantung, hingga penurunan fungsi otak. Ia mengajak pelajar menerapkan pola hidup sehat dan berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sesi tanya jawab berlangsung aktif, menandakan tingginya kepedulian pelajar terhadap isu penyalahgunaan narkoba.

Secara terpisah, Dansatgas TMMD Wiltas Ke-127 Kodim 0912/Kubar, Letkol Inf Doni Fransisco, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan menjadi bagian penting dalam pembangunan nonfisik di wilayah sasaran.

“Kami ingin memastikan pembangunan desa tidak hanya pada sisi infrastruktur, tetapi juga mental dan karakter generasi mudanya. Sinergi antara TNI, Dinas Kesehatan, dan sekolah sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMAN 01 Linggang Bigung memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya narkoba serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. (MK)

Editor: Agus S