Beranda blog Halaman 366

Progres 98,4 Persen, Wapres Gibran Targetkan Masjid Negara IKN Siap Tarawih dan Salat Id 2026

0
(Atmaja/Dok. OIKN)

NUSANTARA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) harus sudah dapat difungsikan untuk pelaksanaan salat tarawih hingga Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada 2026. Penegasan itu disampaikan Wapres saat meninjau langsung progres pembangunan Masjid Negara IKN, Selasa (30/12/2025), yang saat ini telah mencapai 98,40 persen.

Wapres menyebut, Masjid Negara menjadi proyek strategis pertama yang ia tinjau dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke IKN. Berdasarkan capaian pembangunan yang hampir rampung, ia menargetkan masjid tersebut sudah bisa digunakan untuk Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada Maret 2026.

“Proyek strategis IKN yang pertama saya kunjungi adalah pembangunan Masjid Negara, yang saat ini telah mencapai 98,4 persen. Masjid ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol identitas Islam yang rahmatan lil ‘alamin di ibu kota baru Indonesia,” ujar Gibran dalam keterangan resminya.

Masjid Negara IKN kini memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan rampung pada pertengahan Februari 2026. Bangunan masjid yang memiliki atap menyerupai sorban tersebut dirancang dengan kapasitas tampung hingga 60 ribu jamaah pada tahap ultimate. Sementara pada tahap awal pemanfaatan, masjid ini dapat menampung sebanyak 29.095 jamaah.

“Targetnya dapat digunakan untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri tahun 2026. Karena itu, percepatan pembangunan dan penjagaan kualitas pekerjaan menjadi hal yang terus kami kawal bersama,” tegas mantan Wali Kota Surakarta itu.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proyek strategis nasional di IKN berjalan sesuai target waktu dan standar kualitas yang telah ditetapkan pemerintah. Wapres menegaskan, percepatan pembangunan IKN harus tetap mengedepankan fungsi pelayanan publik.

Hal tersebut, lanjut Gibran, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan IKN secara terukur, berkualitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang turut mendampingi Wapres dalam kunjungan tersebut mengatakan, Gibran mengapresiasi konsep Masjid Negara yang memiliki desain berbeda dari masjid pada umumnya, baik dari sisi arsitektur maupun keterkaitannya dengan kawasan peribadatan lain di IKN.

“Beliau meminta agar pembangunan segera diselesaikan, sehingga pada bulan Ramadan nanti masjid sudah dapat digunakan untuk ibadah tarawih dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Shalat Idul Fitri,” ujar Basuki.

Sebagai informasi, Masjid Negara IKN berdiri di atas lahan seluas 32.125 meter persegi, dengan area komersial seluas 2.221 meter persegi dan area penunjang mencapai 7.340 meter persegi. Luas total bangunan masjid mencapai 76.647 meter persegi, dilengkapi area komersial 4.080 meter persegi serta area penunjang 3.456 meter persegi.

Bangunan masjid terdiri atas empat lantai utama dan dua lantai mezzanine. Fasad luar didominasi warna putih, sementara interiornya mengusung aksen cokelat. Proyek ini dikerjakan oleh ADHI Karya bersama Hutama Karya melalui skema kerja sama operasi (KSO).

Masjid Negara tersebut berada dalam satu kompleks kawasan peribadatan di IKN, berdekatan dengan Gereja Basilika yang telah lebih dulu dibangun, serta rencana pembangunan rumah ibadah lain yang akan menyusul di kawasan tersebut. (riz)

Wapres Gibran Lanjutkan Kunjungan ke IKN, Tinjau Sekolah KIPP, Gedung Legislatif hingga Pasar Sepaku

0
Wapres Gibran hari ini melanjutkan kunjungan ke sejumlah proyek strategis IKN. (Dok. OIKN/Atmaja)

NUSANTARA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali melanjutkan kunjungan kerjanya ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Rabu (31/12/2025). Sejumlah proyek strategis, baik yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) maupun di luar KIPP, masuk dalam agenda peninjauan Wapres hari ini.

Berdasarkan informasi dari Sekretariat Wakil Presiden, agenda kunjungan dimulai dengan peninjauan kawasan pendidikan di IKN yang berada di dalam wilayah KIPP. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan infrastruktur pendidikan yang disiapkan sebagai bagian dari ekosistem dasar ibu kota baru.

Selain sektor pendidikan, Wapres juga dijadwalkan meninjau progres pembangunan Gedung Legislatif dan Yudikatif IKN, kawasan Glamping IKN, hingga Pasar Sepaku atau yang dikenal masyarakat sebagai Pasar Rabu, yang berlokasi di Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kunjungan ke Pasar Sepaku dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan IKN tetap berjalan dan terintegrasi dengan pembangunan ibu kota negara. Sebelumnya, Wapres menekankan bahwa pembangunan IKN harus memberikan ruang bagi keterlibatan generasi muda sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.

“Pembangunan IKN harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, sekaligus menarik minat anak-anak muda terbaik Indonesia untuk ikut membangun dan mengembangkan IKN,” ujar Wapres dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025).

Sehari sebelumnya, Wapres Gibran juga meninjau sejumlah proyek penting di kawasan IKN, di antaranya pembangunan Masjid Negara, Gereja Basilika, serta Istana Wakil Presiden. Dalam kunjungan tersebut, Wapres sempat singgah di kafe Excelso yang berada di Tower Kementerian Koordinator (Kemenko) 1 dan berbaur dengan masyarakat yang berada di area tersebut. Kehadiran Wapres disambut antusias, dengan sejumlah pengunjung memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama.

Selama kunjungan kerja di IKN, Wapres didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya. (riz)

Editor: Agus S

48 Ambulans Relawan Disiagakan, Samarinda Perkuat Layanan Medis di Malam Tahun Baru

0
Pemasangan lencana dari Asisten I Pemerintah Kota Samarinda kepada relawan Kota Samarinda. (Dimas/MKN)
Berdoa bersama relawan Kota Samarinda. (Dimas/Media Kaltim)

– Pengamanan malam pergantian tahun di Kota Samarinda tidak hanya mengandalkan aparat TNI, Polri, dan Pemerintah Kota. Puluhan relawan kemanusiaan turut memperkuat pengamanan dengan menyiagakan 48 unit ambulans yang siap memberikan layanan medis selama 24 jam penuh pada malam tahun baru, Selasa (30/12/2025).

Kesiapan tersebut ditandai dengan apel siaga relawan yang dipusatkan di kawasan Taman Samarendah. Puluhan ambulans tampak berjejer rapi dengan lampu rotator menyala, menjadi simbol kesiapan personel relawan dalam mendukung keamanan dan keselamatan masyarakat di Kota Tepian.

Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto atau Jokis, menjelaskan bahwa seluruh armada telah dipetakan untuk menjangkau seluruh wilayah Kota Samarinda. Penempatan ambulans difokuskan pada titik-titik strategis dan pusat keramaian yang diperkirakan menjadi lokasi konsentrasi warga saat perayaan malam tahun baru.

“Berdasarkan pendataan, ada 48 unit ambulans relawan yang kami siagakan. Seluruhnya tersebar di 10 kecamatan sesuai wilayah kerja masing-masing relawan,” ujar Jokis usai apel siaga.

Untuk memastikan respons cepat di lapangan, seluruh relawan dibekali alat komunikasi handy talky (HT). Sistem komunikasi ini disiapkan agar koordinasi berjalan lancar, terutama saat menangani situasi darurat seperti kecelakaan lalu lintas, kebakaran, atau warga yang membutuhkan pertolongan medis di tengah kerumunan massa.

Jokis menegaskan, apel siaga menjadi tahapan penting sebelum relawan diterjunkan ke pos masing-masing. Selain memastikan kesiapan armada, kegiatan ini juga bertujuan mengecek kondisi fisik personel serta memperkuat koordinasi lintas komunitas relawan.

“Kami ingin alur komunikasi benar-benar efektif. Jika terjadi insiden di satu titik, ambulans terdekat bisa langsung bergerak untuk memberikan pertolongan pertama secepat mungkin,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan darurat. Warga dapat menghubungi call center 112 atau 110, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana pelaporan cepat jika terjadi kejadian darurat di lingkungan sekitar.

Langkah kesiapsiagaan para relawan ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Samarinda. Pelaksana Tugas Asisten I Pemerintah Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menilai kehadiran relawan medis menjadi elemen penting dalam menjaga rasa aman masyarakat.

“Peran relawan medis ini sangat luar biasa. Mereka sangat membantu pemerintah dan aparat keamanan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sinergi seperti ini sudah terbukti efektif dalam berbagai penanganan kejadian sebelumnya,” ungkap Asli.

Dengan dukungan ratusan relawan dan puluhan unit ambulans yang disiagakan, Pemerintah Kota Samarinda berharap perayaan malam pergantian tahun dapat berlangsung aman, tertib, dan terkendali, sekaligus meminimalkan risiko gangguan kesehatan dan keselamatan warga. (Dim)

Editor: Agus S

Antisipasi Lonjakan Kendaraan Malam Tahun Baru, Polresta Samarinda Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Kota

0
Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo saat diwawancarai. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Menjelang puncak perayaan malam pergantian tahun 2026, Polresta Samarinda menyiapkan langkah antisipatif untuk mengurai potensi kemacetan dan menjaga keamanan masyarakat di pusat Kota Samarinda. Rekayasa lalu lintas diterapkan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi warga saat malam tahun baru.

Dua kawasan utama yang menjadi fokus pengamanan adalah Teras Samarinda dan Jalan Lambung Mangkurat. Kedua lokasi ini diprediksi dipadati ribuan pengunjung yang ingin merayakan malam pergantian tahun di kawasan tepian kota dan pusat aktivitas masyarakat.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasat Lantas Kompol La Ode Prasetyo menjelaskan bahwa pengaturan lalu lintas difokuskan untuk memberikan ruang aman bagi pejalan kaki sekaligus mencegah kepadatan kendaraan di sekitar Teras Samarinda. Untuk itu, Jalan Gajah Mada akan disterilisasi dan sejumlah pengalihan arus diberlakukan. Kendaraan dari Jalan Selamat Riyadi yang mengarah ke Simpang Muara akan dialihkan menuju Jalan Antasari, sementara arus kendaraan dari arah Pelabuhan diarahkan ke Jalan Niaga Timur.

Selain kawasan tepian, pengaturan juga dilakukan di Jalan Lambung Mangkurat dengan penerapan sistem satu arah. Kendaraan hanya diperbolehkan melintas dari arah Jalan Ahmad Dahlan menuju Simpang KH Samanhudi. Adapun kendaraan dari arah berlawanan akan dialihkan melalui Jalan Pelita atau Jalan Lambung Mangkurat II guna mengurangi penumpukan arus lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas tersebut dijadwalkan mulai diberlakukan pada Selasa, 30 Desember 2025, mulai pukul 20.00 WITA hingga situasi dinyatakan aman dan terkendali. Untuk mengantisipasi parkir liar yang kerap menjadi pemicu kemacetan, Polresta Samarinda juga menyiapkan sejumlah kantong parkir resmi di sekitar Teras Samarinda dan titik-titik keramaian lainnya.

Sebanyak 80 personel Satuan Lalu Lintas diterjunkan ke lapangan untuk mengawal penerapan rekayasa lalu lintas ini. Pengamanan turut diperkuat oleh personel polsek jajaran dan satuan fungsi lainnya. Meski potensi kepadatan tetap ada akibat tingginya aktivitas masyarakat, petugas akan bersiaga di setiap titik simpul untuk melakukan pengaturan manual dan memastikan perayaan malam tahun baru berjalan aman, tertib, dan lancar. (Dim)

Editor: Agus S

Darurat Perlindungan Anak! Kasus Kejahatan Anak di Samarinda Naik Tajam 49 Persen Sepanjang 2025

0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar saat press conference di hadapan awak media. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Tahun 2025 ditutup dengan catatan kelam bagi perlindungan anak di Kota Samarinda. Data Kepolisian menunjukkan lonjakan signifikan kasus kejahatan yang menjadikan anak di bawah umur sebagai korban, mulai dari kekerasan seksual, penganiayaan berat, hingga kasus yang merenggut nyawa.

Dalam rilis akhir tahun di Kantor Polresta Samarinda, Selasa (30/12/2025), Kapolresta Samarinda Hendri Umar mengungkapkan bahwa angka kejahatan terhadap anak mengalami peningkatan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada 2024 tercatat 71 kasus. Di 2025 meningkat menjadi 106 kasus. Artinya ada penambahan 35 kejadian atau naik sekitar 49 persen,” ujar Hendri Umar saat memaparkan data crime index di hadapan awak media.

Ia menjelaskan, jenis perkara yang ditangani sepanjang tahun ini tergolong berat dan mengkhawatirkan. Kasus-kasus tersebut meliputi kekerasan seksual, penganiayaan berat, hingga pengeroyokan. Lebih memprihatinkan lagi, sebagian kasus melibatkan anak sebagai pelaku dan korban sekaligus atau dikenal sebagai anak yang berhadapan dengan hukum.

“Dalam proses penyidikan terakhir, kami bahkan menangani laporan anak meninggal dunia yang diduga akibat kekerasan oleh rekan sebayanya yang juga masih di bawah umur,” ungkapnya.

Tiga Kasus Besar Jadi Sorotan Publik

Dari total 106 kasus yang tercatat sepanjang 2025, kepolisian menyoroti tiga peristiwa besar yang menyita perhatian masyarakat:

Kekerasan seksual di Sungai Pinang, dengan korban anak di bawah umur dan pelaku ayah tiri korban.

Tragedi berdarah di Sungai Kunjang, di mana penganiayaan yang dilakukan orang tua kandung menyebabkan dua anak meninggal dunia.

Kasus bullying dan pengeroyokan di Samarinda Seberang yang sempat viral di media sosial, disertai temuan bayi terkubur yang hingga kini masih dalam pendalaman penyidik.

“Alhamdulillah, sebagian besar kasus menonjol tersebut sudah masuk proses hukum dan saat ini berjalan di tahap persidangan,” jelas Hendri.

Perlu Gerakan Bersama Lindungi Anak

Melihat tingginya angka kejahatan terhadap anak, Kapolresta menegaskan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Perlindungan anak, menurutnya, harus menjadi gerakan bersama lintas sektor.

Polresta Samarinda telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kota untuk memperkuat jaring pengaman sosial, termasuk melibatkan dinas terkait dan unsur masyarakat.

“Kami sudah menyampaikan kepada Wali Kota agar seluruh instansi ikut terlibat, mulai dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, UPTD, organisasi masyarakat, relawan, hingga kelompok warga di tingkat paling bawah,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat membangun sistem deteksi dini dan pencegahan yang lebih efektif, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Jangan sampai mereka terus menjadi korban perundungan, pelecehan, apalagi kekerasan berat. Ini harus menjadi perhatian serius kita bersama di tahun-tahun ke depan,” pungkas Hendri. (Dim)

Editor: Agus S

Menuju 2026, BAKORMAD Kaltim Konsolidasikan Barisan: Dukung IKN, Kawal GratisPol, dan Soroti Infrastruktur Pedalaman

0
Rapat Pengurus dan anggota Badan Komando Laskar Masyarakat Adat Dayak (BAKORMAD) Kalimantan Timur menggelar pertemuan terbuka di Samarinda, Selasa (30/12). (Hanafi/Media Kaltim)

SAMARINDA – Menjelang tahun 2026, Badan Komando Laskar Masyarakat Adat Dayak (BAKORMAD) Kalimantan Timur mempertegas arah gerak organisasi melalui pertemuan terbuka yang digelar di Samarinda, Selasa (30/12). Konsolidasi ini menjadi momentum penguatan internal sekaligus penegasan sikap BAKORMAD dalam mendukung agenda pembangunan strategis di Kalimantan Timur.

Pertemuan dipimpin langsung Panglima Wilayah BAKORMAD Kaltim, Effendi, S.H., M.Hum, yang akrab disapa Fendi Dayak. Dalam arahannya, ia menegaskan optimisme BAKORMAD menyongsong 2026 dengan tetap menjaga soliditas organisasi serta komitmen mendukung program-program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat.

“Memasuki 2026, kami yakin pembangunan di berbagai sektor dapat berjalan dengan baik. BAKORMAD tetap solid dan siap menjadi bagian dari upaya bersama membangun Kalimantan Timur,” ujar Fendi Dayak.

Dalam forum tersebut, BAKORMAD Kaltim secara tegas menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai proyek strategis nasional. BAKORMAD menilai pembangunan IKN harus membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur, terutama wilayah penyangga dan komunitas adat.

Selain IKN, BAKORMAD Kaltim juga menyatakan dukungan terhadap Program GratisPol yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Program ini dinilai sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan sosial, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan.

“GratisPol adalah program pro-rakyat. Kami siap mendukung sekaligus mengawal implementasinya agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Fendi Dayak di hadapan peserta pertemuan.

Pertemuan terbuka tersebut juga menjadi ruang dialog untuk membahas peran strategis BAKORMAD dalam pendampingan dan advokasi masyarakat adat. Sejumlah isu krusial dibahas, mulai dari konflik lahan, persoalan pertambangan, hingga problem hukum yang kerap dihadapi warga di tingkat akar rumput. BAKORMAD menegaskan pendekatan dialog dan musyawarah tetap menjadi prioritas utama sebelum menempuh jalur hukum.

Acara ini dihadiri Sekretaris Wilayah BAKORMAD Kaltim Simon Jaang, S.H., Kepala Pasukan BAKORMAD Kaltim Thomas Ngau, S.H., perwakilan BAKORMAD dari berbagai daerah, serta tokoh-tokoh adat se-Kalimantan Timur.

Sementara itu, Penasihat Bidang Ekonomi BAKORMAD Kaltim, Yohanes Ario Penangsang (YAP), menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan seiring percepatan pembangunan IKN. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh terpusat hanya di kawasan inti IKN, melainkan harus menyentuh wilayah pedalaman dan perbatasan Kalimantan Timur.

“Masih banyak daerah yang tertinggal dan membutuhkan perhatian serius, khususnya pembangunan jalan penghubung dan poros baru untuk memutus keterisolasian kampung dan desa,” ujar Ario.

Menurutnya, daerah seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat membutuhkan pembangunan infrastruktur dasar yang lebih masif agar tidak tertinggal dalam arus pembangunan nasional. Akses jalan yang memadai dinilai menjadi kunci utama penggerak ekonomi masyarakat pedalaman.

“Kalau akses jalan bagus, ekonomi pasti bergerak. Distribusi hasil pertanian, layanan kesehatan, pendidikan, hingga potensi wisata lokal bisa berkembang,” jelasnya.

Ario juga mengingatkan pentingnya perhatian terhadap wilayah hulu Sungai Mahakam yang selama ini berperan sebagai penyangga ekologi bagi daerah hilir seperti Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Samarinda, hingga Balikpapan.

“Jangan sampai masyarakat di hulu tertinggal, sementara dampak kerusakan lingkungan justru dirasakan masyarakat di hilir,” tegasnya.

Ia berharap perpindahan ibu kota benar-benar menjadi momentum pemerataan pembangunan. Dengan sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, pembangunan IKN diyakini dapat membawa perubahan nyata bagi seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Perpindahan ibu kota harus menghadirkan keadilan pembangunan. Tidak hanya kawasan IKN, tetapi juga daerah penyangga dan pedalaman agar benar-benar merasakan kehadiran negara,” pungkas Ario. (hnf)

Editor: Agus S

Wapres Gibran Tinjau Pasar Sepaku, Minta Penataan Kawasan Serasi dan Siap Jadi Pusat Ekonomi IKN

0
Wapres saat meninjau Pasar Sepaku, Rabu (31/12/2025) pagi. (MKN)

NUSANTARA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memulai aktivitas paginya dengan meninjau progres pembangunan Pasar Sepaku di Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku, Rabu (31/12/2025). Kunjungan ini menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap kesiapan infrastruktur ekonomi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam peninjauan tersebut, Wapres melihat langsung visual rencana pembangunan di area depan pasar sebelum masuk ke dalam bangunan utama yang terdiri dari dua lantai. Pasar ini dibangun oleh PT PP Urban dengan nilai kontrak sekitar Rp124,3 miliar dan diproyeksikan menjadi simpul ekonomi baru bagi masyarakat sekitar IKN.

Wapres didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Deputi Sarana dan Prasarana OIKN Aswin Grandiarto Sukahar, serta Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud. Rombongan meninjau sejumlah titik strategis, termasuk area pedestrian dan fasad bangunan pasar.

Di lokasi, Wapres memberi perhatian khusus pada penataan kawasan sekitar pasar. Ia meminta agar bangunan di sekeliling pasar turut ditata agar selaras dengan desain pasar utama. “Bangunan di seberang itu juga ditata, biar rapi dan bagus,” ujar Wapres sambil menunjuk deretan bangunan di sekitar lokasi.

Permintaan tersebut langsung direspons oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) OIKN yang memastikan penataan fasad akan disesuaikan dengan konsep utama pasar. Penataan akan menggunakan aksen rotan sintetis agar tampilan kawasan tampak seragam dan memiliki identitas visual yang kuat.

Kunjungan Wapres disambut antusias warga, khususnya para pedagang. Dari seberang jalan, beberapa warga menyapa dan mendoakan kesehatan Wapres. Tak sedikit pula yang mengabadikan momen tersebut melalui rekaman video dari kejauhan.

Secara keseluruhan, hingga akhir Desember 2025 progres pembangunan Pasar Sepaku menunjukkan capaian signifikan. Struktur utama bangunan telah berdiri kokoh, dengan penyelesaian rangka dan sebagian besar pekerjaan fisik sudah rampung. Proyek ini juga mencakup pembangunan area pedestrian yang menghubungkan Desa Suka Raja dan Bukit Raya, serta fasilitas multi utility tunnel (MUT).

Sebagai penunjang aksesibilitas, jalan lama di kawasan Pasar Sepaku telah dilakukan pengaspalan ulang untuk mendukung mobilitas pengunjung dan aktivitas perdagangan. Pasar yang dikenal masyarakat sebagai Pasar Rabu ini dirancang mampu menampung sekitar 200 hingga 500 pedagang aktif.

Dengan progres pembangunan yang telah melampaui 80 persen, Pasar Sepaku ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2026. Keberadaan pasar ini diharapkan menjadi pusat kuliner dan suvenir IKN sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal di kawasan penyangga ibu kota baru. (riz)

Editor: Agus S

Polresta Samarinda Sita 20,3 Kg Sabu Senilai Rp29,7 Miliar Sepanjang 2025, Pengungkapan Narkoba Meningkat Tajam

0
Belasan tahanan yang akan dibawa ke ruangan press release Polresta Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Upaya pemberantasan narkotika di Kota Tepian menunjukkan hasil signifikan sepanjang 2025. Polresta Samarinda mencatat lonjakan besar dalam penyitaan barang bukti narkotika, meski jumlah kasus yang ditangani mengalami penurunan tipis dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam rilis pers akhir tahun yang digelar di Mapolresta Samarinda, Kapolresta Samarinda Hendri Umar mengungkapkan bahwa nilai ekonomi narkotika yang berhasil disita mencapai angka yang sangat besar dan berdampak langsung pada upaya penyelamatan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kabagops Polresta Samarinda Kompol Zarma Putra memperlihatkan barang bukti pil ekstasi. (Dimas/Media Kaltim)

Data kepolisian menunjukkan, sepanjang 2024 Polresta Samarinda mengamankan 12,1 kilogram sabu. Namun pada 2025, jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 20,3 kilogram narkotika jenis sabu.

“Jika dikonversikan ke nilai rupiah, terjadi peningkatan sangat signifikan. Dari sekitar Rp16,7 miliar pada 2024, menjadi Rp29,7 miliar pada 2025 untuk sabu saja,” ujar Hendri Umar.

Sepanjang 2025, Polresta Samarinda mengungkap 250 kasus narkotika. Dari jumlah tersebut, sebanyak 227 kasus telah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Meski jumlah kasus sedikit menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 260 kasus, jumlah tersangka justru meningkat.

Tercatat, sebanyak 393 tersangka berhasil diamankan selama 2025, atau bertambah sekitar 26 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 367 tersangka. Kondisi ini menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba yang diungkap semakin besar dan terorganisir.

Sejumlah pengungkapan menonjol terjadi di beberapa titik rawan di Samarinda. Salah satu yang terbesar berada di kawasan Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang, dengan barang bukti mencapai 7 kilogram sabu pada Oktober 2025. Pengungkapan besar lainnya terjadi di wilayah Simpang Pasir dan Danau Melintang dengan barang bukti masing-masing di atas 2 kilogram sabu, serta di Jalan Gerilya dengan barang bukti sekitar 2 kilogram sabu.

Selain sabu, aparat kepolisian juga mengamankan sekitar 3.400 butir pil ekstasi. Hendri Umar menyebutkan bahwa pasokan ekstasi tersebut berasal dari luar Samarinda dan umumnya dipersiapkan untuk momen-momen tertentu, seperti akhir pekan dan perayaan malam Tahun Baru.

Ia pun memberikan apresiasi kepada jajaran Satuan Reserse Narkoba dan unit reskrim Polsek jajaran atas kerja keras dan upaya berkelanjutan dalam membongkar jaringan narkotika.

“Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran yang bekerja tanpa lelah. Pengungkapan ini menunjukkan komitmen kami bahwa tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di Samarinda. Ke depan, kewaspadaan akan terus ditingkatkan, terutama untuk mengantisipasi masuknya narkotika dari luar kota,” tegasnya. (Dim)

Editor: Agus S

Penyelesaian Perkara Naik 20 Persen, Kejahatan Anak Jadi Perhatian Serius Polresta Samarinda

0
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menggelar konferensi pers akhir tahun di Polresta Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Kinerja penegakan hukum di Kota Tepian sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Polresta Samarinda mencatat peningkatan signifikan dalam penyelesaian perkara, meski di sisi lain angka kejahatan terhadap anak justru mengalami kenaikan dan menjadi perhatian serius kepolisian.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, saat memaparkan rilis akhir tahun di Mapolresta Samarinda, Selasa (30/12/2025). Ia mengungkapkan bahwa angka penyelesaian kasus (crime clearance) sepanjang 2025 meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami terus berkomitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat. Alhamdulillah, secara keseluruhan penyelesaian perkara tahun ini naik 20 persen. Ini merupakan hasil kerja keras personel di lapangan serta dukungan aktif masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data statistik kepolisian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Samarinda sepanjang 2025 bersifat fluktuatif. Puncak gangguan kamtibmas tercatat terjadi pada Oktober dengan total 138 kasus. Jenis kejahatan yang mendominasi masih tergolong konvensional, di antaranya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang mencapai 138 laporan sepanjang tahun, pencurian dengan pemberatan (curat), serta dinamika aksi demonstrasi di sejumlah titik wilayah hukum Samarinda.

Di tengah capaian positif tersebut, Kapolresta menaruh perhatian khusus pada meningkatnya kasus kejahatan terhadap anak. Data menunjukkan lonjakan dari 71 kasus pada 2024 menjadi 106 kasus sepanjang 2025. Kondisi ini dinilai sebagai alarm serius yang memerlukan kewaspadaan dan keterlibatan semua pihak.

“Ini menjadi perhatian yang sangat serius bagi kami. Kita harus benar-benar waspada dan bersama-sama menjaga agar kejahatan terhadap anak tidak terus berulang,” tegas Hendri Umar.

Selain itu, Polresta Samarinda juga berhasil mengungkap sejumlah modus kejahatan yang sempat meresahkan masyarakat. Salah satunya adalah modus “ketok pintu” yang sempat viral. Tim opsnal berhasil membongkar jaringan pelaku sehingga tren kejahatan tersebut dapat ditekan. Untuk kasus pencurian dengan modus pecah kaca kendaraan, hasil penyelidikan menunjukkan mayoritas pelaku merupakan pendatang dari luar Kalimantan Timur yang beroperasi lintas provinsi.

“Pelaku ketok pintu sudah kami bongkar jaringannya. Untuk pecah kaca, pelakunya rata-rata pendatang dari luar Kaltim yang memang spesialis lintas provinsi,” jelasnya, seraya mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan barang berharga di dalam kendaraan saat terparkir.

Dalam rilis akhir tahun ini, tampak hadir mantan Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang. Kehadirannya dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara kepolisian dan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Kapolresta berharap pengalaman Syaharie Jaang dapat membantu kepolisian dalam memetakan potensi gangguan kamtibmas secara lebih komprehensif.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kombinasi dan sinergi yang kuat antara aparat dan seluruh elemen masyarakat. Keamanan kota ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Hendri Umar.

Sebagai langkah preventif memasuki 2026, Polresta Samarinda mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) guna mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas. (Dim)

Editor: Agus S

Targetkan Lompatan Prestasi, Bontang Siapkan 650 Atlet untuk Porprov Paser 2026

0
Ketua KONI Bontang, Jamaluddin saat ditemui. (Dwi/RadarBontang)

BONTANG – Kota Bontang menyatakan kesiapan penuh menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Kabupaten Paser. Sekitar 650 atlet dari berbagai cabang olahraga diproyeksikan memperkuat kontingen, dengan target utama meningkatkan raihan medali melampaui capaian Porprov sebelumnya.

Kontingen Kota Bontang telah siap mengikuti kejuaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser 2026 mendatang, dengan memberangkatkan sekitar 650 atlet dari seluruh cabang olahraga (cabor) yang ada.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Bontang, Jamaluddin mengatakan bahwa kontingen Bontang berada dalam kondisi sangat siap, dengan target perolehan medali sebanyak mungkin.

Terlebih lagi pada Porprov 2026, KONI Bontang menargetkan raihan medali yang melampaui capaian Porprov sebelumnya di Kabupaten Berau pada 2022 lalu, di mana Bontang berhasil mengoleksi total 57 medali.

“Untuk Porprov kali ini, harus bisa lebih dari yang kemarin. Kalau sebelumnya kita memperoleh 57 medali, di Porprov ini targetnya harus melampaui capaian tersebut,” ucapnya, Selasa (30/12/2025).

Selain itu, Jamaluddin menyebutkan bahwa cabang olahraga unggulan Bontang yang berpotensi menyumbang banyak medali emas masih didominasi bulu tangkis. Pada Porprov sebelumnya, cabang ini berhasil menyumbang delapan medali emas. Disusul cabang menembak, atletik, serta beberapa cabor lainnya.

“Pemantauan kami, yang paling unggul masih bulu tangkis. Namun ada juga cabor-cabor lain yang berpotensi menyumbang banyak medali,” tambahnya.

Dengan bertambahnya jumlah cabang olahraga di Bontang, Jamaluddin menegaskan bahwa KONI akan melakukan seleksi ketat terhadap cabor yang benar-benar berpeluang meraih medali untuk diberangkatkan ke Porprov.

“Pastinya kita berangkatkan cabor yang memiliki peluang medali. Ini bukan lagi ajang mencari pengalaman, tetapi pertandingan untuk benar-benar siap bertanding. Kita lihat perkembangan dan peningkatan atlet, kalau layak dan berpeluang, pasti kita berangkatkan,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Agus S