Beranda blog Halaman 382

Pengurus RT di Kelurahan Satimpo Resmi Dilantik, Maryono Tekankan Peran RT sebagai Ujung Tombak Pelayanan

0
Proses pelantikan RT di Kelurahan Satimpo. (ist)

BONTANG – Kelurahan Satimpo resmi mengukuhkan dan melantik Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Rukun Tetangga (RT) se-Kelurahan Satimpo untuk masa bakti 2026–2030. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025).

Pelantikan dihadiri oleh pengurus RT lama dan pengurus RT terpilih, serta sejumlah mitra kelurahan, di antaranya LPM, PKK, Karang Taruna, Posyandu, Posyantek, KIM, FKUB, Forum Anak, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Satimpo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Lurah Satimpo Nomor 90 Tahun 2025 tentang Penetapan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara RT Kelurahan Satimpo Masa Bakti 2026–2030. Selanjutnya, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Lurah Satimpo, Maryono.

Penandatanganan naskah pelantikan dan berita acara sumpah jabatan dilakukan oleh perwakilan Ketua RT 16 dan Ketua RT 23, serta disaksikan oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Bontang, anggota DPRD Kota Bontang, dan Plt. Camat Bontang Selatan.

Lurah Satimpo, Maryono menyampaikan harapan agar pengurus RT yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“RT merupakan ujung tombak pelayanan di lingkungan. Saya berharap pengurus RT periode 2026–2030 dapat bersinergi dengan kelurahan, menjaga kekompakan, serta aktif membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran RT dalam mendukung program pembangunan dan menjaga kondusivitas lingkungan. Menurutnya, komunikasi yang baik dan kerja sama yang solid menjadi kunci untuk mewujudkan pelayanan publik yang optimal di Kelurahan Satimpo.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Dari Karhutla hingga Banjir Rob: Bontang di Bawah Bayang-Bayang Bencana

0

BONTANG — Penurunan tajam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Bontang sepanjang 2025 tidak serta-merta menandakan situasi aman. Justru, deretan data banjir, longsor, kebakaran permukiman, hingga banjir rob menunjukkan bahwa Kota Bontang masih berada dalam pusaran ancaman bencana yang kompleks. Di tengah kondisi alam yang kian tak terprediksi, mitigasi dini menjadi satu-satunya pilihan rasional untuk menjaga keselamatan warga dan keberlanjutan kota.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang mencatat, sepanjang 2025 hanya terjadi delapan kejadian karhutla. Angka ini menurun signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 40 kejadian. Faktor cuaca dengan intensitas hujan tinggi dinilai menjadi penyebab utama meredanya kebakaran lahan tahun ini.

Namun laporan tersebut seharusnya tidak membuat pemerintah daerah maupun masyarakat lengah. Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dalam beberapa waktu terakhir menjadi pengingat keras bahwa kondisi alam tidak pernah benar-benar bisa dikendalikan. Apalagi, ulah manusia yang lalai dan abai terhadap lingkungan turut memperbesar potensi bencana.

Kota Bontang, yang kerap dijuluki Kota Taman, justru termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi, menjelaskan bahwa terdapat empat jenis bencana utama yang berpotensi terjadi di Bontang, yakni banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang laut tinggi.

“Selain itu, ada pula potensi kegagalan teknologi mengingat keberadaan kawasan industri petrokimia, petroleum, gas, dan pengolahan minyak kelapa sawit,” ungkap Eko, September 2025 lalu.

BPBD mencatat, sepanjang September 2025 saja telah terjadi dua kali banjir, tujuh kejadian karhutla, dan enam peristiwa tanah longsor di sejumlah wilayah seperti Tanjung Laut, Gunung Elai, Belimbing, dan Telihan. Meski sebagian berskala kecil, kejadian tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian material.

Angka Bencana Sepanjang 2025

Pernyataan BPBD tersebut selaras dengan data kebencanaan yang dihimpun sepanjang 2025 oleh BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, baik akibat faktor alam ekstrem maupun kelalaian manusia.

Untuk kasus kebakaran permukiman, Disdamkartan mencatat 56 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga November 2025. Korsleting listrik menjadi penyebab dominan dengan 27 kejadian, disusul kelalaian manusia sebanyak sembilan kasus, serta pembakaran disengaja sebanyak delapan kejadian. Selain itu, kebocoran bahan bakar atau saluran gas tercatat sebanyak tiga kasus.

BPBD juga menetapkan tujuh kelurahan di Kota Bontang sebagai wilayah rawan tanah longsor. Penetapan ini disampaikan dalam sosialisasi penanggulangan bencana di Auditorium 3D, November 2025, berdasarkan kajian manajemen risiko.

“Kelurahan Belimbing, Gunung Telihan, dan Kanaan di Kecamatan Bontang Barat masuk kategori rawan longsor. Di Bontang Utara ada Kelurahan Gunung Elai dan Loktuan. Sementara di Bontang Selatan, kawasan Tanjung Laut dan Berebas Tengah juga termasuk rawan,” jelas Eko.

Ancaman lain yang tak kalah serius adalah banjir rob. Fenomena alam ini rutin terjadi dua kali dalam sebulan di wilayah pesisir Bontang. BPBD bahkan telah mengeluarkan peringatan potensi peningkatan banjir rob pada pertengahan Desember 2025, seiring dengan meningkatnya curah hujan dan pasang laut.

Berdasarkan analisis cuaca, BPBD memperkirakan banjir rob akan kembali terjadi pada 17–20 Desember dengan ketinggian air mencapai sekitar tiga meter. Peringatan ini menyusul banjir rob sebelumnya yang melanda pesisir Bontang pada 4–7 Desember dan merendam sejumlah permukiman warga.

Dalam catatan tiga tahun terakhir, BPBD menyebut Kelurahan Api-Api dan Perumahan Bontang Permai sebagai wilayah paling sering terdampak banjir permukiman. Bahkan, Perumahan Bontang Permai tercatat mengalami genangan terlama hingga 12 jam pada kejadian terakhir.

Wilayah lain seperti Guntung, Gunung Telihan, serta sejumlah kawasan cekungan juga kerap tergenang, terutama saat hujan deras bertepatan dengan pasang laut. Sementara di kawasan pesisir seperti Tanjung Laut, Berbas Pantai, dan Gusung, masyarakat lebih sering berhadapan dengan ancaman banjir rob.

Selain itu, angin puting beliung juga menjadi bencana yang cukup sering terjadi, khususnya di wilayah pesisir seperti Malahing dan Tihi-Tihi. Namun kawasan perkotaan pun tidak luput dari ancaman serupa.

“Beberapa waktu lalu sempat ada TK yang atapnya terangkat karena puting beliung. Itu salah satu contoh kejadian di darat,” ujar Eko.

Langkah Mitigasi

Deretan kejadian bencana tersebut menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota Bontang untuk memperkuat mitigasi sebagai langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang tidak bisa diprediksi waktunya.

Sejumlah program mitigasi pun digelar, di antaranya Sosialisasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana bagi siswa SMA, SMK, MAN, dan sederajat se-Kota Bontang pada November 2025.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan pentingnya pendidikan kebencanaan sejak dini. Menurutnya, pemahaman mitigasi tidak hanya sebatas teori, tetapi juga kesiapan mental dan keterampilan menghadapi situasi darurat.

“Saya minta kalian siap siaga dan memiliki ilmu penyelamatan diri,” pesan Agus Haris kepada para pelajar.

Tak hanya menyasar pelajar, BPBD Bontang juga menggelar sosialisasi penanggulangan bencana bagi masyarakat umum di Auditorium 3D, November 2025. Dalam kegiatan ini, masyarakat didorong untuk melakukan rehabilitasi lingkungan, termasuk penambahan area resapan air serta pengawasan ketat terhadap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Edukasi kesiapsiagaan ini akan terus dilakukan untuk memastikan warga di wilayah rawan mampu merespons dengan cepat dan tepat saat bencana terjadi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Bontang dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Penguatan mitigasi juga ditegaskan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan Rapat Koordinasi Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) 2025 yang digelar pada Agustus 2025.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman HM, menyampaikan bahwa FPRB diharapkan menjadi wadah strategis yang menghimpun seluruh pemangku kepentingan, mulai dari OPD terkait, TNI, Polri, dunia usaha, hingga relawan.

Melalui forum ini, berbagai upaya dapat dimaksimalkan, seperti penyusunan SOP, pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan, penguatan sistem peringatan dini terpadu, sinkronisasi bantuan korban bencana, hingga evaluasi Indeks Ketahanan Daerah (IKD).

Langkah lainnya adalah Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana yang digelar di Balai Benih Ikan (BBI) Tanjung Laut Indah, November 2025.

“Harapannya, para relawan, masyarakat, dan pemerintah kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan publik semakin mampu mengenali ancaman, melakukan kesiapsiagaan terencana, merespons cepat dan tepat, serta berdaya dalam pemulihan pascabencana,” ujar Anwar Sadat.

Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Dasuki, turut memperkenalkan konsep Triple Helix sebagai kunci keberhasilan mitigasi bencana ke depan, yang menekankan sinergi antara pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat.

“Partisipasi perusahaan dan masyarakat, terutama Ketua RT, sangat penting untuk mengontrol warga yang berpotensi tinggi mengalami insiden,” tegas Dasuki.

Penulis: Dwi S – Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pos Simpang Tiga Pendidikan Siaga 24 Jam, Dipastikan Siap Jekang Nataru

0
Pos Simpang Tiga Pendidikan Siaga 24 Jam jelang Nataru. (Ramlah)

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) memastikan Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru di Simpang Tiga Pendidikan beroperasi penuh selama 24 jam, jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pengamanan tersebut merupakan bagian dari Operasi Lilin Mahakam 2025, yang difokuskan pada pengamanan titik-titik strategis, pengendalian arus lalu lintas, serta peningkatan pelayanan publik selama momentum libur akhir tahun.

Pos Pelayanan Simpang Tiga Pendidikan ditempatkan sebagai salah satu simpul utama pengamanan karena posisinya yang menjadi jalur padat aktivitas masyarakat. Personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Senkom, hingga Pramuka dikerahkan secara bergantian di bawah komando Kepala Posko, IPDA Wilson Tanjung.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, situasi kamtibmas di sekitar lokasi terpantau aman dan terkendali. Arus lalu lintas berjalan lancar, sementara aktivitas masyarakat berlangsung normal dengan pengawasan intensif dari petugas gabungan.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa seluruh jajaran Polres Kutim telah diperintahkan untuk siaga penuh tanpa celah pengamanan selama Nataru berlangsung.

“Pos pelayanan ini kami siagakan 24 jam. Fungsinya tidak hanya pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat, termasuk informasi, bantuan kepolisian, dan penanganan keadaan darurat,” ujar AKBP Fauzan, Selasa (23/12/2025).

Ia juga menginstruksikan peningkatan patroli, penguatan pengaturan lalu lintas, serta koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi kemacetan dan potensi gangguan kamtibmas, terutama pada jam-jam rawan.

Kapolres turut mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban umum, serta tidak ragu memanfaatkan pos pelayanan apabila membutuhkan bantuan.

“Keamanan dan kenyamanan Nataru hanya bisa terwujud dengan disiplin dan kerja sama semua pihak,” tegasnya.

Hingga pengamanan berlangsung, seluruh personel di Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru Simpang Tiga Pendidikan dinyatakan dalam kondisi siap operasional penuh demi menjaga stabilitas keamanan wilayah Kutai Timur selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Panitia Pupuk Kaltim Porwada III Dibubarkan, Wartawan Bontang Peraih Medali Terima Bonus Juara Umum

0
Ketua Panitia Pupuk Kaltim Porwada III, Adiel Kundhara (kiri) saat menyerahkan bonus kepada salahsatu wartawan peraih medali. (Ist)

BONTANG – Panitia pelaksana Pupuk Kaltim Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) III resmi menuntaskan seluruh rangkaian tugasnya. Sebagai penutup, panitia menggelar kegiatan pembubaran yang dirangkai dengan pemberian bonus kepada para peraih medali, Senin (22/12/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Porwada III, sekaligus capaian gemilang kontingen wartawan Bontang yang keluar sebagai juara umum pada ajang tahunan antarwartawan se-Kalimantan Timur tersebut. Porwada III sendiri berlangsung pada 17–19 Oktober 2025 lalu.

Dalam ajang tersebut, kontingen Bontang tampil dominan dengan mengoleksi total 19 medali, terdiri dari 10 medali emas, 7 perak, dan 2 perunggu. Raihan tersebut mengantarkan Bontang berada di puncak klasemen akhir.

Sepuluh medali emas diraih dari berbagai cabang dan nomor pertandingan, yakni lari 100 meter putri, bulutangkis ganda putra, bulutangkis ganda putri, bulutangkis ganda campuran, tenis meja tunggal putra, tenis meja ganda putra, catur cepat, catur kilat, serta dua kategori jurnalistik yakni jurnalistik video dan jurnalistik tulis.

Ketua Panitia Pupuk Kaltim Porwada III, Adiel Kundhara, menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi dedikasi rekan-rekan wartawan yang tetap meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran di tengah padatnya aktivitas peliputan.

“Panitia begitu luar biasa. Di tengah kesibukan masing-masing, masih bisa menyisihkan waktu dan energi dengan semangat untuk menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Adiel.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kontingen peserta dari daerah lain, apabila selama pelaksanaan Porwada III di Bontang masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun teknis kegiatan.

Sementara itu, Ketua PWI Bontang, Suriadi Said, menuturkan bahwa pemberian bonus kepada peraih medali merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras para wartawan yang telah membawa nama baik Bontang. Total bonus yang diberikan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kerja keras dan latihan selama ini tentunya berbuah hasil yang sangat baik. Ini patut diapresiasi,” kata pria yang akrab disapa Isur tersebut.

Lebih lanjut, Isur juga mengajak seluruh wartawan Bontang untuk tidak cepat berpuas diri, dan terus menjaga semangat latihan demi mempertahankan gelar juara umum pada ajang Porwada berikutnya.

Diketahui, Porwada IV yang akan digelar pada tahun depan dijadwalkan berlangsung di Kota Balikpapan.

“Mari tetap latihan supaya predikat juara umum ini bisa kita pertahankan,” pungkasnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kasus Pernikahan Dini di Bontang Didominasi Wilayah Pesisir, Picu Ancaman Stunting

0
Pemaparan data kasus pernikahan dini di Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Wilayah pesisir menjadi salah satu wilayah yang dominan melakukan pernikahan dini. Hal itu diungkapkan dalam rapat koordinasi pencegahan pernikahan dini dan perilaku hidup remaja, Senin (22/12/2025).

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkapkan, berdasarkan data tahun 2024 di wilayah Bontang Selatan sebanyak 12 orang terlibat dalam pernikahan dini, Bontang Utara 6 orang dan Bontang Barat 1 orang. Total terdapat 19 orang telah melakukan pernikahan dini.

Adapun wilayah yang menjadi kerentanan tinggi kasus pernikahan dini adalah Kelurahan Loktuan, Tanjung Laut, Berbas Pantai, Bontang Lestari, dan pulau-pulau seperti Gusung, Selangan dan lain-lain.

Pernikahan dini terjadi karena kurangnya pemahaman orang tua terkait rentannya melakukan pernikahan anak. Anak-anak tersebut biasanya putus sekolah, sehingga dinikahkan langsung oleh orang tuanya.

Padahal dengan menikahkan anak, hal ini menjadi pemicu awal terjadi stunting, “Kalau mereka belum siap, mereka bisa melahirkan anak yang stunting. Mereka harus siap mulai-dari kebutuhan gizi, hingga mental haruslah siap,” pungkasnya.

Dalam pernikahan terdapat aspek kesiapan yang harus dipenuhi mulai dari fisik, psikologis, ekonomi, pendidikan, sosial dan kebutuhan perlindungan anak, “Jangan memaksakan anak kita untuk menjadi dewasa secara dini seperti itu,” ungkapnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Modus Upah Peredaran Sabu 1 Kg: Kurir Dibayar Rp 10 Juta, Pakai Metode Sistem Putus

0
Tersangka R diamankan polisi. (ist)

BONTANG – Pengungkapan kasus sabu seberat lebih dari 1 kilogram oleh Polres Bontang, mengungkap modus peredaran narkotika yang melibatkan kurir dengan sistem upah. Tersangka berinisial R (30) diketahui berperan sebagai kurir dengan bayaran total Rp10 juta.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano menjelaskan, uang tunai Rp 2 juta yang ditemukan saat penangkapan merupakan bagian dari upah awal yang diterima tersangka.

“Rp 2 juta itu uang awal atau ongkos. Sisanya Rp 8 juta akan diberikan setelah barang sampai tujuan. Total upahnya Rp10 juta,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, jaringan ini menggunakan metode sistem putus, di mana kurir tidak mengetahui identitas pengirim maupun penerima barang. Seluruh proses hanya dilakukan melalui arahan singkat dan kode tertentu.

“Tersangka hanya diperintahkan untuk standby di lokasi tertentu. Tidak ada komunikasi detail dan tidak saling mengenal antara satu dengan yang lain,” ungkapnya.

Barang haram tersebut diletakkan di titik temu di pinggir Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di KM 24 Desa Santan Hulu. Selanjutnya, barang diduga akan diambil oleh pihak lain untuk diedarkan di wilayah Bontang dan sekitarnya.

Sistem ini sengaja digunakan jaringan narkoba, untuk memutus rantai komunikasi dan menyulitkan aparat dalam melacak bandar besar di balik peredaran narkotika.

“Ini yang masih kami dalami. Tim masih bergerak di lapangan untuk merangkai alur peredaran dan mengungkap pelaku lainnya,” tegasnya

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Polres Bontang Gagalkan Peredaran Sabu 1 Kilogram di Jalur Poros Samarinda–Bontang

0
Press rilis pengungkapan sabu di Polres Bontang. (Ist)

BONTANG – Polres Bontang berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu dengan jumlah besar di jalur poros Samarinda–Bontang. Seorang pria berinisial R (30) diamankan bersama barang bukti sabu seberat lebih dari 1 kilogram.

Kapolres Bontang, AKBP Widho Anriano dalam press release, Selasa (23/12/2025) menyatakan penangkapan dilakukan pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 15.30 WITA di Kilometer 24 Jalan Poros Samarinda–Bontang, Desa Santan Hulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Tersangka R merupakan warga Lok Tunggul, Kelurahan Bontang Lestari. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika,” ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan selama tiga hari, tim Reserse Narkoba Polres Bontang berhasil mengamankan tersangka, saat berada di pinggir jalan sesuai dengan pola transaksi yang digunakan pelaku.

Petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya tiga bungkus plastik bening berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto sekitar 1.066,8 gram atau lebih dari 1 kilogram. Selain itu, turut diamankan dua bungkus plastik berisi 50 butir pil ekstasi berlogo Transformer.

Barang bukti lain berupa satu unit handphone merek Samsung warna biru, satu unit sepeda motor Honda Vario warna merah tanpa plat nomor, serta uang tunai sebesar Rp2 juta.

Nilai ekonomi dari barang bukti sabu tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar, sementara pil ekstasi ditaksir bernilai sekitar Rp20 hingga Rp25 juta.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ular Sepanjang 3 Meter Diamankan Petugas Disdamkartan di Perumahan BSD

0
Petugas Disdamkartan Bontang usai mengevakuasi ular. (Ist).

BONTANG – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang berhasil mengevakuasi seekor ular piton sepanjang 3 meter, di Jalan Gunung Tambora, Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD), Selasa (23/12/2025) pagi.

Kepala Disdamkartan Bontang, Amiluddin mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 08.35 Wita, sehingga petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi.

“Mendengar adanya laporan masuk, petugas langsung meluncur dengan peralatan lengkap, seperti karung dan stik atau tongkat penjepit ular,” ucapnya.

Penanganan dalam mengevakuasi ular tersebut, petugas memerlukan waktu sekitar kurang lebih satu jam. Petugas pun berupaya melakukan penanganannya dengan cepat dan aman, agar masyarakat sekitar tidak khawatir dan cemas.

“Petugas yang turun sebanyak satu regu dengan berisikan 5 sampai 6 orang. Ular juga telah berhasil ditangkap, dan langsung dibawa ke Mako Disdamkartan,” tambahan.

Amiluddin turut menyampaikan, biasanya ular kerap sering kali muncul akibat adanya rantai makanannya, atau kondisi tempat yang lembab. Sebab, ular menyukai tempat lembab sebagai sarangnya.

“Untuk masyarakat agar bisa lebih berhati-hati lagi, dimanapun berada,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Sampah di Bontang Capai 120 Ton per Hari, Jenis Plastik Masih Mendominasi

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Jumlah timbunan sampah di Kota Bontang mencapai sekitar 120 ton per harinya, atau setara dengan 39.216 ton per tahun. Jenis sampah plastik paling mendominasi dengan persentase hingga 40 persen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memaparkan komprehensif kondisi terkini dalam pengelolaan sampah di wilayah Bontang, melalui presentasi ke Tim Adipura Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Selain sampah jenis plastik, ada pun sampah organik sekitar 30 persen, serta sampah untuk jenis kertas dan kardus 15 persen. Jenis sampah didominasi dari rumah tangga dengan kontribusi sekitar kurang lebih 82,20 ton per harinya, disusul sampah dari fasilitas pabrik sebesar 3,03 ton per hari.

“Sejak 2008 Pemkot Bontang sudah memanfaatkan mesin pengelolah sampah, meskipun peralatan sebagiannya telah berusia lebih dari 17 tahun dan masih membutuhkan pembaruan teknologi, sampah pun berhasil diolah mulai 2009 dengan dukungan tenaga kerja yang ada,” jelasnya.

Diketahui, Zona Redfield Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang terletak di Bontang Lestari (Bonles) kini memiliki luas sekitar 2,5 hektar, dengan kemampuan pengelolaan yang baru mencapai kurang lebih 30 persen.

“Untuk sampah yang berhasil diolah tercatat mencapai 410.229 ton, dengan dukungan tenaga kerja sekitar 20 sampai 22 orang sejak 2009. Aktivitas pemilahan sampah plastik dilakukan warga sekitar TPA, yang dimana warga dapat tambahan penghasilan dari sampah-sampah itu,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Penilaian Adipura, Wali Kota dan Tim KLH Tinjau TPA di Bonles

0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat meninjau TPA. (Ist).

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berkomitmen untuk terus menyempurnakan infrastruktur di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari (Bonles), demi mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Maka Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni melakukan peninjauan kunjungan lapangan.

Pihaknya melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke lokasi bersama Tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Senin (22/12/2025).

“Peninjauan ini merupakan bagian dari rangkaian evaluasi teknis oleh tim Adipura KLHK. Bagaimana sistem pengelolaan sampah yang ada di Bontang,” ucapnya.

Saat peninjauan, rombongan menyisir ke sejumlah titik krusial, mulai dari area landfill, kolam anaerob, hingga fasilitas pemilah dan pencacah sampah.

Tim dari KLHK memberikan sejumlah masukkan teknis, dan saran strategis guna meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, agar sejalan dengan standar nasional.

“Pastinya kami menyambut baik masukan dari tim KLHK, dimana Pemkot Bontang telah berkomitmen untuk sebisa mungkin menyempurnakan infrastruktur di TPA,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam