Beranda blog Halaman 402

Uang Majikan Digondol demi Gaya Hidup Mewah, Pasutri Samarinda Gasak USD 40.000

0
Kedua pasutri yang telah diamankan Satreskrim Polresta Samarinda beserta barang bukti. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA — Kepercayaan yang diberikan majikan berujung pengkhianatan. Pasangan suami istri berinisial Z (35) dan Y (29) kini harus berurusan dengan hukum setelah nekat menguras tabungan dolar milik majikan tempat Z bekerja di kawasan Jalan Kebahagiaan, Samarinda. Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah, mulai dari gawai terbaru hingga tas bermerek dunia.

Kasus ini dibongkar Unit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda setelah korban menyadari simpanan mata uang asing di dalam tasnya berkurang drastis. Dari hasil penyelidikan, tersangka Z yang merupakan karyawan kepercayaan korban memanfaatkan akses khusus untuk mengambil uang pecahan USD 100 secara bertahap sejak awal November 2025.

Total uang yang digelapkan mencapai USD 40.000 atau setara sekitar Rp625 juta.

“Tersangka Z mengambil uang tersebut secara diam-diam. Kemudian ia melibatkan istrinya, Y, untuk menukarkan valas tersebut di berbagai money changer di Samarinda hingga Balikpapan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Agus Setyawan, dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).

Meski sempat curiga karena jumlah uang yang dipegang suaminya tidak sebanding dengan penghasilan, tersangka Y tetap menikmati aliran dana tersebut. Uang ratusan juta rupiah itu kemudian dihabiskan untuk memenuhi gaya hidup konsumtif dan penampilan mewah.

Saat penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti yang dibeli dari hasil kejahatan tersebut. Di antaranya gawai kelas premium seperti iPhone 17 Pro Max, Samsung Galaxy S24 FE, dan Samsung Galaxy Z Flip 7. Selain itu, turut diamankan satu unit mobil Daihatsu Ayla tahun 2021, sepeda motor Honda PCX terbaru keluaran 2025, tas-tas bermerek internasional seperti Chanel, Balenciaga, dan Calvin Klein, serta perhiasan emas berupa gelang, anting, dan liontin lengkap dengan nota pembelian.

“Sebagian uang juga telah digunakan para pelaku untuk membiayai perjalanan liburan ke luar daerah,” tambah AKP Agus Setyawan.

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan memberi ruang bagi tindak pidana yang dilakukan dengan menyalahgunakan kepercayaan dalam hubungan kerja.

“Para pelaku memanfaatkan kepercayaan korban untuk memperkaya diri dan bergaya hidup mewah. Saat ini keduanya sudah kami amankan di Mapolresta Samarinda untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Kini, Z dan Y harus menanggalkan atribut kemewahan yang sempat mereka pamerkan. Keduanya dijerat Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Kepolisian juga mengimbau para pemberi kerja agar meningkatkan pengawasan terhadap aset berharga, meskipun dikelola oleh orang-orang terdekat. (MK)

Editor: Agus S

Dalih Beli Nasi Goreng, Penghuni Kos di Samarinda Gelapkan Honda PCX Teman Sendiri

0
Tersangka beserta barang bukti yang telah diamankan Polsek Samarinda Kota. (Humas Polresta Samarinda)

SAMARINDA — Kepercayaan yang diberikan berujung petaka. Seorang pria berinisial MB (38), penghuni kos di Samarinda, tega membawa kabur sepeda motor Honda PCX milik teman satu kosnya dengan modus meminjam untuk membeli nasi goreng. Aksi penggelapan itu kini berakhir setelah pelaku diringkus Unit Reskrim Polsek Samarinda Kota.

Peristiwa terjadi pada Rabu malam (28/1/2026) di sebuah rumah kos di Jalan P. Diponegoro, Gang Indra, Samarinda. Dengan alasan sederhana—hendak membeli makan—MB meminjam Honda PCX warna biru milik korban. Karena sudah saling mengenal dan tinggal satu atap, korban menyerahkan kunci remote tanpa kecurigaan.

Kecurigaan baru muncul keesokan harinya saat pelaku tak kunjung kembali. Upaya menghubungi MB melalui ponsel juga gagal karena pelaku memutus komunikasi. Merasa dirugikan, korban akhirnya melapor ke polisi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Opsnal Reskrim Polsek Samarinda Kota melakukan penelusuran hingga akhirnya menangkap pelaku pada Sabtu pagi (31/1/2026) di Jalan M. Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu.

“Pelaku berhasil diamankan petugas di kawasan Jalan M. Yamin, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu. Saat ditangkap, barang bukti motor curian tersebut masih berada dalam penguasaan pelaku,” ujar Kapolsek Samarinda Kota IGN Adi Suarmita dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/2/2026).

Kapolsek menyayangkan tindakan pelaku yang memanfaatkan hubungan pertemanan untuk melakukan kejahatan.
“Modusnya terbilang klasik, meminjam kendaraan untuk beli makan, namun motor justru dibawa kabur. Kami berkomitmen menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum demi keadilan korban,” tegasnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit Honda PCX biru bernomor polisi AE 3659 IV, satu buah BPKB asli, serta kunci remote kendaraan. Seluruhnya kini diamankan di Mapolsek Samarinda Kota.

Atas perbuatannya, MB dijerat Pasal 486 KUHP tentang tindak pidana penggelapan. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah meminjamkan barang berharga tanpa jaminan yang jelas, sekalipun kepada orang yang dikenal dekat. (MK)

Editor: Agus S

Gratispol 2026 Rp1,4 Triliun, Pemprov Kaltim Tekankan Validasi Data Kampus dan Mahasiswa

0
Tengah: Kepala Biro Kesra Setda Kaltim, Dasmiah, memimpin Rapat Koordinasi dengan perwakilan universitas dan perguruan tinggi se-Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (2/2). (Foto: Hanafi)

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Pemprov Kalimantan Timur mempertegas pentingnya keakuratan data mahasiswa dalam penyaluran Program Pendidikan Gratispol Tahun 2026. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kalimantan Timur yang digelar di Ruang Rapat Tepian I, Lantai II Kantor Gubernur Kaltim, Senin (2/2/2026).

Rapat yang dimulai pukul 14.00 WITA tersebut difokuskan pada sinkronisasi dan validasi data penerima bantuan pendidikan, agar penyaluran dana Gratispol berjalan tepat sasaran serta terhindar dari persoalan administrasi di kemudian hari.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa perguruan tinggi memegang peran kunci dalam memastikan keabsahan data mahasiswa. Menurutnya, kampus adalah pihak yang paling mengetahui status akademik dan kelayakan mahasiswanya.

“Yang pertama kami meminta kampus untuk melakukan validasi ulang data mahasiswa. Karena yang benar-benar tahu mahasiswanya itu kampus, bukan Pemprov. Oleh karena itu, SK yang sudah kami proses maupun yang belum diproses kami kembalikan ke perguruan tinggi untuk diverifikasi kembali apakah seluruh mahasiswa tersebut benar-benar memenuhi syarat,” ujarnya.

Rapat Koordinasi bersama perwakilan universitas dan perguruan tinggi se-Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (2/2). (Foto: Hanafi)

Selain validasi data oleh kampus, Pemprov Kaltim juga meminta perguruan tinggi aktif mengimbau mahasiswa agar melengkapi administrasi melalui pengisian link Gaspol Pendidikan. Kelengkapan data ini menjadi prasyarat penting bagi mahasiswa penerima bantuan.

Dasmiah menjelaskan, pada tahap kedua Program Pendidikan Gratispol 2026, cakupan penerima bantuan diperluas. Tidak hanya mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa lanjutan hingga semester delapan.

“Untuk tahap kedua ini, mahasiswa yang dicover bukan hanya mahasiswa baru, tetapi juga mahasiswa lanjutan sampai dengan semester delapan,” jelasnya.

Dari sisi anggaran, Pemprov Kaltim menyiapkan dukungan yang jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Total anggaran Program Pendidikan Gratispol 2026 mencapai Rp1,4 triliun.

“Anggarannya lebih besar dari tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp1,4 triliun. Ini menunjukkan keseriusan Pemprov Kaltim dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Dasmiah.

Ia juga memaparkan syarat utama penerima bantuan. Ketentuan paling mendasar adalah mahasiswa merupakan warga Kalimantan Timur yang dibuktikan dengan KTP Kaltim minimal tiga tahun.

“Yang pasti syarat paling utama adalah masyarakat Kalimantan Timur atau memiliki KTP Kaltim minimal tiga tahun,” tegasnya.

Selain domisili, batas usia maksimal juga ditetapkan berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk Diploma III (D3) maksimal 23 tahun, Strata 1 (S1) maksimal 25 tahun, Strata 2 (S2) maksimal 35 tahun, dan Strata 3 (S3) maksimal 40 tahun. Ketentuan ini diberlakukan agar bantuan menyasar kelompok usia produktif sesuai masa studi.

Terkait progres penyaluran, Dasmiah menyebut Surat Keputusan (SK) mahasiswa baru telah rampung dan dana akan segera ditransfer ke perguruan tinggi. Sementara untuk mahasiswa lanjutan, proses masih berada pada tahap verifikasi data kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Begitu data Dukcapil selesai diverifikasi, kami akan segera menerbitkan SK. Setelah hasil verifikasi kami cocokkan kembali dengan data dari kampus, barulah dana bantuan ditransfer,” jelasnya.

Ia menegaskan, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat Kaltim untuk memanfaatkan Program Pendidikan Gratispol sebagai akses pendidikan tinggi tanpa biaya.

“Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur ingin seluruh masyarakat Kaltim benar-benar bisa memanfaatkan program pendidikan gratis ini. Kami tidak menginginkan ada mahasiswa yang bermasalah atau tidak memenuhi syarat. Harapannya, seluruh masyarakat Kalimantan Timur clear dan bisa mendapatkan haknya,” tegas Dasmiah.

Menutup keterangannya, ia mengimbau siswa SMA dan calon mahasiswa agar aktif mencari informasi resmi terkait Gratispol. Pemprov Kaltim, kata dia, telah menyiapkan berbagai sarana sosialisasi, termasuk buku panduan dan barcode informasi yang tersedia di seluruh kampus.

“Kami sudah melakukan launching dan menyediakan barcode informasi yang bisa diakses di berbagai kampus. Barcode itu berisi panduan lengkap tentang Program Gratispol. Sekarang tinggal bagaimana budaya kita untuk mau mencari tahu dan memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

DPP Resmikan Kepengurusan Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud Kembali Pimpin Hingga 2030

0
Rudy Mas’ud (tengah), Ketua DPD Golkar Kaltim saat Musda Juli lalu di Samarinda. (K. Irul Umam/MK)

SAMARINDA — Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi mengesahkan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kalimantan Timur periode 2025–2030. Pengesahan itu dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Nomor Skep-146/DPP/Golkar/I/2026 yang diterbitkan pada 16 Januari 2026, sekaligus memberi kekuatan hukum penuh bagi kepengurusan baru Golkar Kaltim.

Dengan terbitnya SK tersebut, kepemimpinan Rudy Mas’ud untuk periode kedua resmi dimulai. Rudy sebelumnya kembali terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Kaltim yang digelar pada Juli 2025.

Musda tersebut menjadi forum tertinggi partai di tingkat provinsi dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar Bahlil Lahadalia, serta jajaran pengurus DPD kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Tanpa adanya calon penantang, proses pemilihan berlangsung singkat dan solid, mencerminkan kuatnya dukungan internal kepada Rudy untuk kembali menakhodai partai berlambang pohon beringin di Benua Etam.

Dalam struktur kepengurusan yang telah disahkan, Rudy Mas’ud ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Kaltim. Ia didampingi Muhammad Husni Fahruddin yang kembali dipercaya menjabat Sekretaris, serta Khairuddin sebagai Bendahara. Komposisi ini dirancang oleh tim formatur dengan pendekatan keberlanjutan, guna menjaga stabilitas organisasi dan kesinambungan program kerja partai selama lima tahun ke depan.

Sejumlah kader senior juga menempati posisi strategis. Hasanuddin Mas’ud dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Sarkowi V Zahri mengisi Bidang Penguatan Ideologi dan Karya Kekaryaan, Sabir Nawir di Bidang Kebijakan Politik, Pembangunan, dan Kesejahteraan, Muhammad Fathurazzi pada Bidang Organisasi dan Keanggotaan, serta Arief Rahman Hakim di Bidang Kaderisasi.

Untuk memperkuat mesin elektoral, Golkar Kaltim menunjuk koordinator pemenangan pemilu di seluruh kabupaten/kota. Masing-masing adalah Sapto Setyo Pramono (Samarinda), Abdulloh (Balikpapan), Syahariah (Penajam Paser Utara), Fadly Imawan (Paser), Salehuddin (Kutai Kartanegara), Muhammad Udin (Kutai Barat), Yohanes Avun (Mahakam Ulu), Sutarno Wijaya (Bontang), Budianto Bulang (Kutai Timur), dan Hadi Mustofa (Berau).

Selain itu, Andi Syamsul Bakhri Tanri dipercaya sebagai Wakil Ketua Bidang Eksekutif/Legislatif, Yusuf Mustofa di Bidang Hukum dan HAM, Sayid Muziburrahman sebagai Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua AMPG, serta Semi Permatasari di Bidang Pemberdayaan Perempuan.

Secara keseluruhan, struktur kepengurusan Golkar Kaltim periode 2025–2030 diisi oleh 132 pengurus. Komposisi ini mencerminkan perpaduan kader senior, politisi aktif, mantan birokrat, kalangan profesional, hingga figur muda. Seluruh anggota Fraksi Golkar DPRD Kaltim juga ditempatkan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing untuk memperkuat peran partai di legislatif dan eksekutif daerah. (MK)

Editor: Agus S

Tewas Mendadak di Jalan Harun Nafsi, Pria Asal Semarang Diduga Sakit Saat Cari Kerja

0
Korban tergeletak di pinggir jalan, tepatnya di tengah jembatan kayu. (Istimewa)

SAMARINDA — Seorang pria asal Semarang ditemukan meninggal dunia secara mendadak di Jalan Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Senin (2/2/2026) siang. Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar karena korban ditemukan tergeletak di pinggir jalan, tepat di tengah jembatan kayu.

Korban diketahui bernama Asikin (59), warga asal Semarang, Jawa Tengah. Ia ditemukan dalam posisi terlentang sekitar pukul 14.30 WITA, tak jauh dari akses jalan utama kawasan tersebut.

Keterangan kepolisian menyebutkan, korban diduga datang ke Samarinda untuk mencari pekerjaan. Informasi itu diperoleh dari keterangan warga dan laporan awal di lokasi kejadian.

“Informasi yang didapat, laki-laki ini datang ke sini untuk meminta pekerjaan. Namun, saat baru sampai di depan lokasi ini, ia tiba-tiba masuk dan langsung rebah dalam keadaan terlentang,” ujar Riyan Riski, Kanit Pamapta III.

Setelah menerima laporan warga sekitar pukul 14.00 WITA, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi dan mengamankan area. Tim Inafis kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi penyebab kematian.

“Identitas korban bernama Asikin, laki-laki, 59 tahun, domisili Semarang, Jawa Tengah,” jelas Ipda Riyan Riski.

Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal akibat sakit.

“Untuk sementara kami masih mencari tahu penyebab pasti meninggalnya. Secara kasat mata dan hasil pantauan Inafis tadi, diduga karena sakit. Kami juga masih memeriksa apakah ada tanda kekerasan lainnya,” tambahnya.

Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lanjutan. Pihak kepolisian masih menunggu kehadiran keluarga korban guna proses selanjutnya. (MK)

Editor: Agus S

Jelang Ramadan dan Mudik, Satlantas PPU Gelar Operasi Keselamatan Mahakam 14 Hari

0
Kasatlantas PPU, AKP Dedik Prasetyo saat diwawancarai. (Deddy/MKNN)

PPU — Satlantas Polres Penajam Paser Utara mengintensifkan upaya pencegahan kecelakaan dengan menggelar Operasi Keselamatan Mahakam selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini menjadi langkah awal kepolisian dalam menyiapkan pengamanan lalu lintas menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran 2026.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Penajam Paser Utara, Dedik Prasetyo, menyampaikan bahwa operasi difokuskan pada peningkatan kesadaran berlalu lintas, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang diproyeksikan melakukan perjalanan mudik.

“Operasi Keselamatan Mahakam ini kami laksanakan sebagai persiapan Ramadan dan Lebaran 2026. Tujuannya agar kami lebih siap, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat berlalu lintas, baik pengguna roda dua maupun roda empat yang akan melakukan perjalanan mudik,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Selama pelaksanaan operasi, Satlantas Polres PPU meningkatkan kehadiran personel di lapangan melalui patroli rutin dan patroli mobile. Langkah ini diarahkan pada pencegahan kecelakaan sejak dini, sebelum memasuki puncak arus mudik.

Selain patroli, kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan acak (random check) terhadap kendaraan angkutan yang diperkirakan digunakan sebagai angkutan Lebaran, baik angkutan umum maupun kendaraan lain yang membawa penumpang.

“Selama operasi ini kami akan lebih aktif turun ke lapangan. Patroli ditingkatkan dan kami menitikberatkan random check terhadap angkutan yang akan digunakan sebagai angkutan Lebaran,” jelasnya.

Pemeriksaan mencakup kelayakan kendaraan, kondisi teknis, kelengkapan administrasi, serta kesiapan pengemudi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar aman dan layak jalan.

Operasi Keselamatan Mahakam digelar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah kabupaten, terutama pada ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi dan potensi kecelakaan. Penempatan personel disesuaikan dengan karakteristik lalu lintas masing-masing wilayah, termasuk jalur lintas antarkecamatan dan akses menuju kawasan strategis.

“Kegiatan operasi akan dilaksanakan di beberapa titik yang tersebar di seluruh wilayah PPU,” terangnya.

Dedik mengakui, wilayah PPU memiliki tantangan tersendiri. Secara geografis, bentang wilayah yang panjang dengan banyak jalur lalu lintas membutuhkan pengamanan ekstra. Selain itu, kawasan Ibu Kota Nusantara hingga kini masih berada dalam wilayah administratif PPU, sehingga pengamanan lalu lintas di kawasan tersebut juga menjadi tanggung jawab Polres PPU.

“Wilayah PPU bentangnya cukup panjang dan jalur lalu lintasnya beragam. IKN juga masih masuk wilayah PPU, sehingga menjadi bagian dari tanggung jawab kami,” ungkapnya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, kepolisian berkomitmen memaksimalkan pengamanan selama Operasi Keselamatan Mahakam agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga, khususnya menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

Ia menegaskan, operasi ini tidak semata mengedepankan penindakan, melainkan pencegahan dan edukasi keselamatan berlalu lintas. Dengan dimulainya operasi sejak Februari, diharapkan kesadaran dan kesiapan masyarakat semakin baik saat memasuki Ramadan hingga puncak mudik Lebaran.

“Kami maksimalkan pengamanan dan memastikan keselamatan berkendara selama mudik. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

Tahun Ketiga Beruntun Setor PAD, Tirta Mahakam Kukar Masih Tunggu Audit KAP

0
Dirut Perumda Tirta Mahakam, Suparno (Ady/MKN)

TENGGARONG — Perumda Tirta Mahakam kembali menegaskan komitmennya untuk menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026. Jika terealisasi, ini menjadi tahun ketiga berturut-turut perusahaan daerah tersebut berkontribusi bagi kas daerah sejak 2024, meski besaran setoran masih menunggu hasil audit independen.

Direktur Utama Perumda Tirta Mahakam, Suparno, mengatakan nominal PAD belum bisa diumumkan karena laporan keuangan perusahaan masih diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

“Secara prinsip, insya Allah pasti ada PAD. Tapi soal nominal kami belum bisa sampaikan sekarang, karena masih menunggu hasil audit. Kalau saya sebut angka sekarang, takutnya nanti meleset,” ujarnya.

Suparno menekankan, upaya meningkatkan kontribusi PAD terus dilakukan seiring perbaikan kinerja perusahaan. Namun, ia menggarisbawahi bahwa fungsi utama PDAM tetap sebagai penyedia layanan dasar air bersih bagi masyarakat, sesuai arahan Pemkab Kutai Kartanegara.

“BUMD memang dituntut memberi kontribusi pendapatan daerah. Tapi khusus PDAM, fungsi utamanya adalah pelayanan dasar masyarakat. Amanat Pak Bupati jelas, bagaimana PDAM mempercepat dan memperluas pelayanan air bersih di 20 kecamatan,” tegasnya.

Meski demikian, setelah kebutuhan layanan dasar terpenuhi, potensi PAD tetap menjadi target yang digarap. Menurut Suparno, Tirta Mahakam menjalankan dua peran sekaligus—fungsi sosial dan fungsi ekonomi—yang harus berjalan seimbang.

“Kalau pelayanan sudah berjalan dengan baik dan ada potensi menambah PAD, tentu akan kami lakukan. Dua fungsi ini harus seimbang,” katanya.

Terkait tren kontribusi, Suparno memastikan PAD tahun ini cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya, meski angka pastinya baru bisa dipastikan setelah audit rampung.

“Insya Allah meningkat, cuma angkanya belum bisa kami pastikan. Ini sudah tahun ketiga kami menyetor PAD, dan itu hasil kerja bersama perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya. (MK)

Editor: Agus S

Banjir Tutup Total Jalur Kota Bangun–Tenggarong, Warga Terjebak dan Arus Logistik Tersendat

0
Banjir di Jalan Poros Tenggarong–Kota Bangun, kawasan Desa Senoni (Istimewa)

TENGGARONG — Banjir kembali melumpuhkan jalur vital di Kutai Kartanegara. Jalan Poros Kota Bangun–Tenggarong di kawasan Desa Senoni, Kecamatan Sebulu, terendam banjir dan tak dapat dilintasi kendaraan sejak Senin (2/2/2026) pagi. Akses penghubung antarkecamatan itu terputus total, membuat aktivitas warga tersendat.

Genangan air terjadi sebelum KM 40 dan menutup badan jalan dengan arus yang deras. Akibatnya, mobilitas masyarakat terganggu, mulai dari perjalanan kerja, aktivitas ekonomi harian, hingga distribusi barang antarwilayah. Dari dua arah, kendaraan terpaksa berhenti dan mengantre panjang menunggu kondisi memungkinkan untuk melintas.

Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sejak dini hari. Luapan sungai dengan debit tinggi mengalir deras ke badan jalan, menciptakan kondisi berbahaya—terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan ringan.

Salah seorang warga, Ahmad, mengaku terpaksa menunda perjalanan menuju Kecamatan Kembang Janggut karena derasnya arus.
“Airnya sudah menutup jalan dan arusnya kuat sekali. Kalau dipaksakan bisa berbahaya,” ujarnya.

Sebagian pengendara dari arah Kota Bangun memilih memutar melalui jalur alternatif jalan hauling di wilayah Lebaho Ulaq, Muara Kaman. Namun jalur tersebut bukan akses umum, memerlukan waktu tempuh lebih lama, dan tidak semua kendaraan berani melintas.

Hingga siang hari, banjir dilaporkan belum sepenuhnya surut. Warga berharap penanganan cepat dari pihak terkait mengingat jalan poros tersebut merupakan urat nadi transportasi masyarakat. Pengguna jalan diimbau menunda perjalanan dan terus memantau informasi resmi hingga kondisi kembali aman dilalui. (MK)

Editor: Agus S

Badai Malam Hadang Kepulangan, Tim SAR Selamatkan 12 Pemancing di Perairan Lamaru

0
Tim SAR saat mengevakuasi 12 pemancing yang terjebak badai.

BALIKPAPAN — Cuaca ekstrem yang datang mendadak nyaris berujung petaka di perairan Lamaru, Balikpapan Timur. Sebanyak 12 orang rombongan pemancing beserta anggota keluarga mereka terjebak badai saat berada di tengah laut. Berkat respons cepat tim SAR gabungan, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Operasi pencarian dan pertolongan dipimpin tim gabungan, termasuk personel dari Basarnas Balikpapan. Insiden terjadi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 19.30 WITA, ketika satu keluarga pemancing berada di bagang untuk mengambil ikan. Tak lama berselang, cuaca berubah drastis dengan hembusan angin kencang dan gelombang tinggi.

Kepala Seksi Operasi KPP Balikpapan, Endrow Sasmita, menjelaskan kondisi tersebut membuat kapal yang digunakan rombongan tidak mampu kembali ke daratan.
“Angin kencang disertai gelombang tinggi membuat kapal mereka tidak mampu kembali ke daratan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Situasi kian membahayakan seiring waktu. Sebagian korban mulai mengalami kedinginan dan kelelahan. Menyadari kondisi darurat, salah satu anggota rombongan menghubungi Kantor SAR Balikpapan pada Senin dini hari sekitar pukul 01.15 WITA untuk meminta bantuan.

Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Balikpapan segera bergerak. Pada pukul 01.30 WITA, satu Search and Rescue Unit (SRU) diberangkatkan dari Dermaga Somber menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dengan dukungan peralatan SAR lengkap, mulai dari perlengkapan air dan selam hingga medis serta komunikasi.

“Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 03.00 WITA. Meski hujan ringan, kondisi angin dan gelombang masih cukup tinggi dan menjadi tantangan dalam proses evakuasi,” jelas Endrow.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap. Seluruh 12 korban berhasil dipindahkan dari bagang satu per satu tanpa adanya korban luka serius maupun korban hilang. Setelah itu, rombongan dibawa ke Dermaga TPI Manggar sebelum akhirnya tiba kembali di Dermaga Somber sekitar pukul 05.45 WITA untuk konsolidasi dan debriefing.

Endrow menegaskan, keberhasilan operasi ini ditopang koordinasi yang solid antarunsur SAR serta kecepatan pengambilan keputusan di tengah cuaca yang tidak bersahabat.

“Dengan seluruh korban dalam keadaan aman, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan kembali ke status siaga,” tutupnya. (MK)

Editor: Agus S

Data Kemiskinan Bontang Didigitalisasi, Pemkot Tancap Gas Tekan Angka Kemiskinan

0

Pemerintah Kota Bontang mulai mengarahkan pengelolaan data kemiskinan ke sistem digital guna memastikan penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkot Bontang untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini dari Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb2feb2026/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!