Beranda blog Halaman 401

Efisiensi Anggaran, Wali Kota Evaluasi Bimbel Gratis untuk Tunjang Program Wajib Belajar

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni bakal mengevaluasi ulang bimbingan belajar (bimbel) gratis di program wajib belajar (wajar). Hal itu mengingat efisiensi anggaran yang saat ini dialami banyak daerah termasuk Bontang.

Awalnya Pemerintah Bontang (Pemkot) Bontang merencanakan akan mengadakan bimbel gratis di tahun 2026 mendatang, sebagai bagian dari penunjang program wajar.

“Nantinya akan kita evaluasi ulang, dan kita akan lihat dulu semuanya. Kalau semuanya bisa dijalakan dengan sukarela, atau ada dari para alumni yang ingin membantu bisa aja semuanya berjalan. Pastinya nanti pemerintah akan bantu,” ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).

Program wajar merupakan kegiatan wajib bagi para pelajar untuk mendisiplinkan waktu, dimana seluruh pelajar harus berada di rumah dengan kegiatan belajarnya mulai pukul 19.00-21.00 Wita.

Hal ini dilakukan sebagai upaya, agar para pelajar bisa melakukan kegiatan produktif dan tidak berkeliaran di waktu malam hari. Terlebih lagi, pihak dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pun masih melakukan patroli, jika menemukan pelajar yang keluyuran di jam belajar maka nantinya akan ditertibkan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

40 Rumah Warga di Batu Timbau Ulu Terendam Banjir

0
Batu Timbau Ulu Kebanjiran, Polisi Siaga Pantau Debit Air. (Ist)

SANGATTA — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kutai Timur (Kutim) selama beberapa hari terakhir, menyebabkan Sungai Merban meluap dan merendam pemukiman warga di Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar, pada Jumat (12/12/2025) sore.

Berdasarkan laporan Polsek Muara Bengkal, sedikitnya 40 rumah warga di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 ikut terdampak banjir. Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 sentimeter, namun warga masih memilih bertahan karena kondisi dinilai belum membahayakan dan tidak memerlukan evakuasi.

Kapolsek Muara Bengkal, AKP Rahmat Hartoyo, mengungkapkan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi disertai buruknya sistem drainase yang menghambat aliran air menuju Sungai Merban.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa. Jika debit air kembali meningkat, posko bencana dan lokasi pengungsian akan segera disiapkan demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Situasi ini turut mendapat perhatian Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, yang menekankan agar aparat di lapangan tetap siaga menghadapi potensi memburuknya kondisi.

“Saya minta anggota terus memonitor perkembangan debit air dan memastikan masyarakat mendapat bantuan serta perlindungan. Kehadiran polisi sangat penting di tengah cuaca ekstrem seperti ini,” tegasnya.

AKBP Fauzan juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan munculnya hewan buas yang sering keluar ke pemukiman saat sungai meluap.

“Pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih dan warga bisa kembali beraktivitas normal,” tambahnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Penerapan Wajib Belajar 13 Tahun, Disdikbud Bontang Masih Godok Skema Biaya PAUD

0
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparudin. (Syakurah)

BONTANG – Rencana penerapan Wajib Belajar 13 Tahun pada tahun ajaran 2025/2026 mulai dikaji. Di Bontang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengakui, masih merumuskan teknis pembiayaan untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang menjadi titik awal dari kebijakan nasional tersebut.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparudin, menyebut kajian pendanaan masih berlangsung dan belum ada angka pasti kebutuhan anggaran. Pemerintah daerah diminta menyesuaikan aturan baru itu dengan pedoman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, namun hingga kini rumusan pelaksanaan di lapangan belum sepenuhnya tuntas.

“Model pembiayaan sedang dikaji, agar jenjang PAUD bisa digratiskan, termasuk di sekolah swasta. Masih dihitung bersama tim,” ujar Saparudin.

Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang menjadi program super prioritas dalam RPJMN 2025–2029, mewajibkan pendidikan mulai usia 5–6 tahun hingga tingkat SMA/sederajat. Namun, di level daerah, penyiapan fasilitas, tenaga pendidik, dan perhitungan biaya operasional menjadi tantangan tersendiri.

Sejumlah pengelola PAUD swasta bahkan mulai mempertanyakan mekanisme pembiayaan yang akan diberlakukan, mengingat selama ini operasional sekolah kecil sangat bergantung pada iuran orang tua.

Meski Disdikbud memastikan pembiayaan akan mulai disisipkan dalam perubahan APBD 2025, belum ada penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana skema pembiayaan bagi PAUD swasta akan berjalan.

Pemerintah daerah juga belum menjabarkan sejauh mana kemampuan fiskal bisa mengakomodasi tambahan satu tahun wajib belajar tersebut.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Tiga Hari Direndam Banjir, Warga Lung Melah Nilai Pemerintah Lamban

0
Banjir masih merendam Desa Lung Melah, Kecamatan Telen. (Ist)

SANGATTA — Warga di Desa Lung Melah, Kecamatan Telen mulai mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya bantuan pemerintah menangani banjir yang mereka alami.

Sudah tiga hari air setinggi pinggang orang dewasa menggenangi permukiman. Aktivitas lumpuh, akses antar-RT terputus, dan krisis listrik membuat kondisi semakin sulit.

Hingga Kamis (11/12/2025), air belum menunjukkan tanda-tanda surut. Di tengah upaya warga menyelamatkan barang, mesin pembangkit listrik desa kembali bermasalah. Listrik byar pet, menyala sebentar lalu padam lagi, membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Marna Ajang, salah satu warga yang terdampak, menilai pemerintah lamban menangani persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
“Banjir itu sudah biasa kami hadapi tiap tahun, tapi masalah listrik ini semakin parah. Mesin selalu rusak kalau banjir datang, tapi pemerintah tidak pernah benar-benar memperbaiki. Tiga hari kami gelap, sampai kapan dibiarkan?” tegas Marna kepada Media Kaltim, Jum’at (12/12/2025).

Ia menambahkan bahwa persoalan utama bukan hanya air setinggi pinggang yang merendam rumah, tetapi ketidakmampuan mesin pembangkit untuk bekerja stabil.
“Air kami tahan. Tapi listrik mati-nyala begini lebih menyiksa. Pemerintah kabupaten harus turun segera. Jangan tunggu warga makin terpuruk,” keluhnya.

Sementara itu, Maria, warga lainnya, mengungkapkan kondisi keluarga dan tetangga semakin berat.
“Kami punya anak kecil, orang tua juga. Kalau listrik mati-nyala begini, semua jadi sulit. Masak susah, malam gelap total, HP tidak bisa diisi untuk komunikasi. Kami benar-benar butuh pemerintah hadir, bukan sekadar janji,” tegas Maria.

Menurut Maria, warga sudah berusaha bertahan sebisa mungkin, namun situasi kini semakin tidak menentu.
“Air belum turun, makanan juga mulai habis. Kami berharap ada bantuan cepat. Jangan tunggu sampai warga tidak bisa bertahan lagi,” tambahnya.

Saat ini, sebagian besar warga tetap bertahan di rumah. Aktivitas ekonomi terhenti, warung tidak beroperasi, dan kebutuhan harian semakin menipis. Warga berharap pemerintah kabupaten segera memperbaiki mesin pembangkit listrik dan mempercepat penyaluran bantuan sambil menunggu banjir benar-benar surut.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pendataan Diperketat: 124 Ormas Terdaftar, Baru 24 Taat Lapor Kegiatan

0
Kepala Kesbangpol Bontang, Deddy Haryanto. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai memperketat pendataan organisasi kemasyarakatan (ormas), menyusul instruksi pemerintah pusat terkait penanganan premanisme dan ormas bermasalah.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bontang, Deddy Haryanto, dalam rapat koordinasi Satgas Pemberantasan Premanisme dan Ormas Bermasalah, Jumat (12/12/2025).

Deddy menjelaskan, hingga saat ini terdapat 124 ormas yang terdaftar di Bontang. Namun, dari jumlah tersebut baru 24 ormas yang rutin menyampaikan laporan aktivitas setiap enam bulan sekali sebagaimana diwajibkan.

“Masih banyak ormas yang tidak melaporkan keberadaannya maupun kegiatannya. Secara administrasi, itu berarti mereka tidak taat aturan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah bisa menjatuhkan sanksi administratif bagi ormas yang tidak patuh, termasuk tidak memperpanjang legalitas saat masa izin berakhir.

“Kalau tidak jelas kegiatannya, tentu kami tidak bisa memperpanjang. Ini kan menyangkut tertib administrasi,” tambahnya

Kesbangpol juga mencatat adanya ormas yang terpaksa dibekukan, yakni PL2KB, karena dualisme kepengurusan yang menimbulkan kebingungan, terutama saat ada perusahaan yang hendak memberikan bantuan.

“Karena ribut soal kepengurusan, kami akhirnya membekukan sementara sampai mereka sepakat menyelesaikan secara internal sesuai AD/ART,” terangnya.

Meski begitu, pemerintah memastikan sejauh ini tidak ditemukan tindakan premanisme yang mengganggu keamanan atau investasi di Bontang. Konflik yang muncul sebagian besar bersifat internal atau terkait penyampaian aspirasi di sektor industri.

“Selama penyampaian aspirasi tidak mengganggu ketertiban umum, itu masih wajar. Tapi kalau menyimpang dari AD/ART, tentu akan kami tindak,” ujarnya.

Pihaknya terus melakukan pembinaan melalui pengecekan sekretariat ormas, serta sosialisasi untuk memastikan kesesuaian aturan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemerintah Mulai Bentuk Satgas, Siap Berantas Premanisme dan Ormas Pengganggu Investasi

0
Kegiatan rapat koordinasi satuan tugas pemberantas premanisme dan ormas yang bermasalah di Kota Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang menggelar rapat koordinasi Satgas Pemberantasan Premanisme dan Ormas Bermasalah, sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden terkait penanganan gangguan keamanan, serta potensi ancaman terhadap investasi dan dunia usaha, Jumat (12/12/2025).

Asisten I Setda Bontang, Dasuki, yang mewakili wali kota, menyampaikan bahwa pembentukan satgas terpadu ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor mulai dari unsur pencegahan, intelijen, komunikasi publik, hingga rehabilitasi.

“Satgas ini didesain untuk memperkuat integrasi informasi dan efektivitas penanganan di lapangan. Data ormas sudah kami verifikasi, seluruhnya tertuang dalam SK,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan ideologi maupun gangguan keamanan, yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat atau mengganggu
investasi.

“Kita harus antisipatif. Kota harus aman dan nyaman, terutama bagi dunia usaha,” tegasnya.

Dasuki juga menyoroti perlunya digitalisasi dalam pendataan dan pelaporan organisasi masyarakat.
“Saya tanya tadi, aplikasi pendataan ormas belum ada. Ini harus segera dibenahi agar koordinasi lebih cepat dan akurat,” tambahnya.

Kepala Kesbangpol Bontang, Deddy Haryanto, menjelaskan bahwa Instruksi Presiden pada Mei 2025 menjadi dasar penguatan satgas di daerah. Saat itu, muncul berbagai kasus gangguan investasi di sejumlah wilayah yang melibatkan kelompok masyarakat yang berperilaku menyerupai praktik premanisme.

Ia memaparkan data terbaru ormas di Indonesia yang mencapai lebih dari 614 ribu organisasi, dan di Bontang sendiri terdapat 124 ormas yang terdaftar. Namun, kewajiban pelaporan kegiatan masih rendah.

“Padahal pelaporan itu penting untuk pembinaan dan validasi legalitas,” ungkapnya.

Terkait kategori ormas bermasalah, Deddy menjelaskan beberapa indikator seperti ketidaklengkapan administrasi, ketidaktertiban pelaporan, hingga aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.
“Kita tidak melarang ormas menyampaikan aspirasi. Itu diatur undang-undang. Namun harus tetap dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah juga mendorong satgas segera menyelesaikan Rencana Aksi 2026 sebagai pedoman penanganan premanisme dan pembinaan ormas secara terukur.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

RTH Bontang Capai 58 Persen, Wali Kota: Dipertahankan di Tengah Pengembangan Kota

0

Pemerintah Kota Bontang menegaskan komitmennya mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) yang saat ini telah mencapai 58 persen dari total wilayah kota. Di tengah laju pembangunan dan pengembangan kawasan perkotaan, keberadaan RTH dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan lingkungan, kualitas udara, serta kenyamanan hidup masyarakat.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb12des2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Mobil Pengangkut Makanan Gratis Tabrak Siswa SDN 01 Kalibaru, 21 Luka-Luka

0
Mobil pengangkut makanan MBG menabrak siswa SDN 01 Kalibaru saat kegiatan sekolah berlangsung. (Tangkapan layar)

JAKARTA — Insiden serius terjadi di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, ketika sebuah mobil GranMax pengangkut makanan bergizi (MBG) tiba-tiba menerobos halaman sekolah dan menabrak murid serta guru yang sedang mengikuti kegiatan literasi pada Kamis pagi (11/12/2025).

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan kronologi awal kejadian tersebut. Ia menyebut bahwa mobil pengantar makanan biasanya keluar–masuk sekolah sesuai jadwal, namun kali ini sopir yang bertugas adalah orang baru dan diduga kehilangan kendali ketika memasuki area sekolah.

“Karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup, mobil masuk dengan kecepatan yang tidak terkontrol, menabrak murid dan guru yang lagi dikumpulkan untuk proses literasi,” kata Pramono saat meninjau para korban di RSUD Koja.

Akibat kejadian itu, 21 orang mengalami luka-luka. Lima di antaranya — empat murid dan satu guru — dirawat di RSUD Koja. Kondisi mereka stabil, namun tetap memerlukan observasi lebih lanjut.
“Saya tadi sudah melihat lima yang di Koja ini. Mudah-mudahan tidak ada hal yang lebih parah dari itu,” ucap Pramono.

Ia telah menginstruksikan RSUD Koja, RSUD Cilincing, dan jajaran Dinas Kesehatan agar memberikan penanganan cepat dan komprehensif, termasuk tindakan operasi bila diperlukan.
“Kalau perlu harus dilakukan bedah, saya minta diberikan support sepenuhnya,” tegasnya.

Pemprov DKI Jakarta, lanjut Pramono, akan menanggung seluruh biaya perawatan korban sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan warga.
“Saya sudah menyampaikan ke dua direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan, biaya sepenuhnya ditanggung Pemprov DKI Jakarta,” ujarnya.

Pramono menilai kejadian tersebut sebagai peristiwa yang tidak bisa diprediksi, terutama karena pagar sekolah dalam kondisi terkunci namun mobil tetap mampu menerobos hingga menabrak kerumunan murid dan guru.
“Ini peristiwa yang tidak terduga sama sekali. Pagar tertutup rapat, tapi mobil tetap masuk dan menabrak,” imbuhnya.

Video insiden itu viral di media sosial. Rekaman memperlihatkan situasi panik saat murid dan guru berteriak histeris melihat korban terjepit di bawah mobil.
“Ya Allah, sopir MBG apa-apaan ini, ya Allah, itu tolongin, ya Allah,” terdengar suara perekam video. (fj)

Editor: Agus S

12 Pasangan Terjaring Razia Satpol PP Samarinda, Dua Pasang Masih Pelajar dan Bawa Miras

0
Empat pasangan di bawah umur terjaring razia Satpol PP Kota Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Operasi cipta kondisi yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda pada Rabu malam (10/12) kembali mengungkap praktik yang meresahkan. Razia yang dilakukan bersama TNI, Polri, dan Polisi Militer (POM) sekitar pukul 22.00 WITA itu menyasar lima guest house dan menemukan 12 pasangan bukan suami istri.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah rutin untuk menjaga keamanan kota menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

“Hari ini sebetulnya kegiatan rutin bagi kami, bisa juga dikatakan cipkon karena ini menjelang Nataru. Kita harus memastikan bahwa Kota Samarinda ini dalam keadaan kondusif, dan tentunya kita berkolaborasi dengan TNI, Polri, beserta POM dalam rangka pemeriksaan atau razia di guest house,” ujar Anis.

Dari total 24 orang yang terjaring, Anis menyebut ada temuan yang paling mengkhawatirkan: dua pasangan masih berstatus pelajar.

“Yang saya miriskan lagi, dari 12 pasangan tadi, dua pasang ini adalah anak-anak sekolah,” ungkapnya.

Kedua pasangan muda itu, masing-masing berusia 17 dan 18 tahun, tidak hanya ditemukan berduaan di kamar. Petugas juga mendapati mereka membawa minuman keras yang diduga dikonsumsi sebelum melakukan tindakan yang melanggar norma kesusilaan.

“Dia rupanya sebelum melakukan hubungan yang bukan pasangannya, dia juga minum dulu, membawa botol miras. Kami temukan,” jelas Anis.

Seluruh pasangan yang terjaring digiring ke kantor Satpol PP untuk pembinaan. Khusus bagi pelajar, pihaknya memastikan orang tua akan dipanggil.

“Khusus yang anak sekolah ini, kami harus panggil orang tuanya, harus tahu ini. Kasihan anak-anaknya, masih muda. Ini harus menjadi perhatian khusus,” tegasnya.

Anis juga menyoroti peran pengelola guest house yang dianggap lalai. Ia menegaskan, tempat usaha yang berulang kali menjadi lokasi pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai peraturan daerah.

“Jangan sampai guest house di Kota Samarinda itu setiap kita sasar pasti menemukan. Kami akan panggil pemilik guest house yang kedapatan ada pasangan bukan suami istri, apalagi kedapatan pesta miras. Apabila memang kedapatan lagi seperti itu, tentunya kami akan kenakan sanksi sesuai dengan perundangan atau perda yang berlaku di Kota Samarinda,” tutup Anis. (Dim)

Editor: Agus S

Puluhan Relawan Damkar Antusias Ikuti Peningkatan Kapasitas di Mako Disdamkartan Bontang

0
Kegiatan peningkatan kapasitas relawan pemadam kebakaran. (Ist).

BONTANG – Kegiatan peningkatan kapasitas relawan pemadam kebakaran yang berlangsung di Markas Komando Damkar Bontang, diikuti oleh puluhan relawan, Kamis (11/12/2025).

Para relawan yang mengikuti hal tersebut dinilai memiliki profesi yang sangat mulia, dimana mereka telah memiliki keberanian, keterampilan, serta respon yang cepat untuk dapat menindaklanjuti kejadian yang mendesak.

Terlebih lagi, para relawan tidak hanya sekedar untuk memadamkan api saja. Akan tetapi mereka juga melakukan penanganan pada hewan liar, seperti ular dan buaya. Adapun kegiatan bersosialisasi ke masyarakat-masyarakat, agar paham benar mengenai bahayanya kebakaran.

“Pastinya saya sangat mengapresiasi kegigihan para relawan semua, yang dimana mereka berupaya untuk membantu masyarakat dalam keadaan darurat,” ucap Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.

Kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan bahwa dirinya sangat beruntung memiliki banyak relawan yang bersedia membantu petugas damkar, dalam mengatasi kecemasan masyarakat saat keadaan darurat terjadi.

Karena untuk saat ini, petugas Disdamkartan tidak hanya melakukan pemadaman api di pemukiman saja. Pihaknya juga melakukan pemadaman kebakaran lahan, penangkapan hewan buas, mengevakuasi pohon tumbang, serta memberikan pertolongan ke korban kecelakaan lalu lintas.

“Yang jelas untuk saat ini, petugas kami tidak hanya memadamkan api saja. Banyak hal yang kami lakukan, selama masyarakat meminta bantuan ke kami. Pastinya kami upayakan untuk bisa meresponnya dengan cepat,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam