Beranda blog Halaman 410

Bakar Ikan Ditinggal, Rumah Makan Samping Auto 2000 Nyaris Terbakar

0
Terjadi kebakaran di RM Mbak Zuli KM 6 Bontang. (Ist).

BONTANG – Rumah Makan Mbak Zuli yang berlokasi Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, atau tepatnya di sebelah Auto 2000 nyaris terbakar Rabu (28/1/2026) sore.

Diketahui api muncul dan mulai membesar dari sisa pembakaran, dimana sang pemilik usai membakar ikan dan ditinggalkan begitu saja saat hendak ingin makan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin mengatakan, bahwa adanya laporan yang masuk dari masyarakat, petugas langsung ambil tindakan cepat untuk menuju lokasi kejadian.

“Pas api masih menyala, kami langsung cepat tangani, dimana api mulai membesar akibat adanya sisa-sisa pembakaran,” ucapnya.

Pemadaman api berlangsung sekitar kurang lebih 10 menit, kondisi cerobong asap rumah pun mengalami kerusakan yang parah, akibat kobaran api.

“Kami sampai menurunkan dua armada fighting, satu armada supply, serta satu ambulans. Sekarang kondisinya sudah aman. Bagian listrik juga sudah ditangani oleh pihak PLN,” tambahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja untuk bagian cerobong asap yang hangus terbakar, untuk bangunan rumah pun masih terpantau aman.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Retribusi Wisata Dikebut

0

Langkah percepatan pendataan dan penataan aset pariwisata mulai dilakukan. Dispopar bersama Bapenda dan BPKAD memetakan potensi retribusi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor wisata.

Pembaca Setia Radar Bontang!

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

📱 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb28jan2026/mobile/

Kronologis Laka Lantas di Jalan Ir. H. Juanda Bontang

0
Kondisi mobil pelaku diduga penabrak korban. (Dok Polres Bontang)

BONTANG— Petugas Satlantas Polres Bontang mengungkap kronologis peristiwa kecelakaan lalu lintas ganda yang terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (28/1/2026) pagi. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 06.35 Wita tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy dan sebuah mobil Toyota Vios.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan olah TKP, kejadian laka lantas ganda terjadi antara sepeda motor Honda Scoopy warna merah nomor polisi KT-4169-QC dikendarai R.A.D. (36), sedangkan mobil Toyota Vios warna silver nomor polisi KT-1733-B dikemudikan S. (53).

Kasat Lantas, AKP Purwo menyampaikan bahwa berdasarkan hasil olah TKP awal dan keterangan sementara para saksi, kecelakaan diduga bermula saat pengendara sepeda motor datang dari posisi Lapak Donat dan menyeberang menuju arah Bukit Indah, dengan arah pergerakan yang sama dengan pergerakan mobil Toyota Vios dari arah Rawa Indah menuju Bukit Indah.

“Pada saat bersamaan, mobil melaju di jalur yang sama. Kondisi cuaca gerimis dan permukaan jalan licin diduga turut mempengaruhi pengendalian kendaraan,” jelas Kasat Lantas.

Dugaan tersebut diperkuat dengan ditemukannya bekas benturan pada bagian fender bawah ban depan sebelah kanan mobil, yang mengindikasikan adanya kontak kendaraan pada fase awal kejadian. Akibat peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka berat di bagian kepala dan segera dilarikan ke RS Amalia Kota Bontang untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Lantas menambahkan, “Korban dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit. Saat ini penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan. Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berikut pengemudi Toyota Vios serta memeriksa saksi-saksi”. (Rls)

Editor: Yusva Alam

PUPR Kutim Sebut Proyek Irigasi Tambak TNK Hanya Penyempurnaan Infrastruktur

0
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Tabrani Aji. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Masuknya proyek revitalisasi tambak dan pembangunan infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional Kutai (TNK) menuai sorotan. Balai TNK menilai aktivitas tersebut berada di wilayah sensitif, khususnya di kawasan selatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim), sehingga berpotensi berdampak pada ekosistem yang dilindungi.

Sorotan itu mencuat setelah adanya pekerjaan irigasi yang ditujukan untuk mengakomodasi tambak masyarakat. Proyek tersebut sempat berjalan dengan nilai anggaran sekitar Rp4 miliar, sebelum akhirnya dihentikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim, Tabrani Aji, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah pembangunan irigasi baru. Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan hanya bersifat penyempurnaan atas infrastruktur yang sudah ada sejak lama.

“Irigasi itu untuk mengakomodir tambak masyarakat yang berada di wilayah TNK. Usulannya sudah ada sejak dulu dari kelompok tani. Jadi ini bukan membangun atau membuka irigasi baru, hanya menyempurnakan yang sudah ada,” jelas Tabrani Aji saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/1/2026).

Ia menepis anggapan bahwa proyek tersebut merusak ekosistem kawasan konservasi. Tabrani menyebut, tidak ada pembukaan lahan baru dalam pekerjaan tersebut.

“Tidak ada perusakan ekosistem. Infrastruktur dasarnya sudah ada, kami hanya melakukan perbaikan agar fungsinya optimal,” tegasnya.

Namun demikian, Tabrani mengakui bahwa pekerjaan tersebut tidak berlanjut. Meski anggaran telah dialokasikan sekitar Rp4 miliar, proyek akhirnya dihentikan menyusul adanya evaluasi dan sorotan dari pihak terkait.

Hingga kini, polemik proyek irigasi tambak di kawasan TNK masih menjadi perhatian. Di satu sisi, kebutuhan masyarakat pesisir dan kelompok tani tambak mendesak untuk didukung infrastruktur. Di sisi lain, kawasan TNK memiliki status konservasi yang menuntut kehati-hatian ekstra dalam setiap aktivitas pembangunan.

Pemerintah daerah pun dituntut mencari titik temu agar kepentingan ekonomi masyarakat tidak berbenturan dengan upaya pelestarian kawasan konservasi yang menjadi aset ekologis Kalimantan Timur.

“Pada prinsipnya kami ingin kebutuhan masyarakat tetap terakomodasi, tapi aturan kawasan konservasi juga harus dipatuhi. Karena itu pekerjaan kami hentikan sambil menunggu kejelasan dan kesepakatan dengan semua pihak,” tegas Tabrani Aji.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pengukuhan Duta Pancasila, Wabup: yang Dilantik Telah Penuhi Semua Aspek

0
Proses Pengukuhan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kutim oleh Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi secara resmi mengukuhkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) periode 2025–2029. Pengukuhan digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Rabu (28/1/2026).

Mahyunadi menegaskan bahwa para Duta Pancasila yang dikukuhkan bukan sekadar unggul secara fisik, tetapi juga telah melalui seleksi ketat yang menguji mental, kepribadian, serta pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Tidak semua orang bisa lolos. Ada yang fisiknya bagus tapi mentalnya lemah, ada yang mentalnya kuat tapi fisiknya kurang, atau pengetahuannya tidak memadai. Yang dilantik hari ini adalah mereka yang memenuhi semua aspek itu,” sebut Mahyunadi.

Ia menyebut para Duta Paskibraka merupakan representasi generasi muda Kutai Timur yang diharapkan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila serta menjaga konsensus kebangsaan di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Mahyunadi juga menyinggung perjalanan hidupnya. Ia menuturkan bahwa tidak semua cita-cita manusia dapat tercapai, namun jalan hidup kerap ditentukan melalui hal-hal yang tidak pernah direncanakan.

“Menjadi Paskibraka dulu adalah cita-cita saya, tapi tidak tercapai karena faktor fisik. Saya juga tidak pernah bercita-cita menjadi wakil bupati, namun justru itu yang Allah takdirkan,” katanya.

Mahyunadi menekankan bahwa setiap amanah, apa pun bentuknya, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan dan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi prinsip utama yang harus dipegang para Duta Pancasila Paskibraka.

Ia juga mengingatkan bahwa setelah melewati seleksi formal, para Duta Paskibraka akan menghadapi tantangan nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu, mental tangguh, daya juang tinggi, dan sikap pantang menyerah menjadi kunci.

“Jatuh itu biasa, tetapi bangkit adalah sebuah pilihan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyunadi turut menyoroti pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Ia menyebut persoalan korupsi masih menjadi tantangan besar bangsa yang menghambat pembangunan nasional.

“Saya berharap generasi muda yang kuat iman dan takwanya kelak menjadi pemimpin yang bersih, tangguh, dan berintegritas, sehingga mampu mewujudkan Indonesia Emas,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Jelang Ramadan, Kutim Usul Tambahan Kuota 200 Tabung Gas Melon

0
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Kutim mengusulkan penambahan kuota gas melon kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), terutama untuk mengamankan pasokan pada momen-momen tertentu.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, mengatakan pihaknya mengajukan tambahan alokasi sekitar 200 tabung dari kuota yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski secara hitungan data kuota saat ini masih mencukupi, pengalaman di lapangan menunjukkan konsumsi LPG sangat dipengaruhi agenda dan perayaan tertentu, terutama hari besar keagamaan.

“Karena penggunaan gas sangat bergantung pada momen, kami mengajukan penambahan kuota sebagai langkah antisipasi. Permohonan ini sudah kami sampaikan melalui bupati ke pemerintah provinsi,” ujar Nora kepada awak media.

Tak hanya soal ketersediaan stok, Disperindag Kutim juga mendorong evaluasi Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan. Pasalnya, HET yang berlaku saat ini tidak pernah berubah sejak 2019, sementara biaya operasional para pengusaha terus mengalami kenaikan.

“Keluhan dari pemilik pangkalan dan pengusaha cukup banyak. Dengan HET yang sudah tujuh tahun tidak berubah, perhitungan usaha mereka sudah tidak lagi masuk. Karena itu kami mengusulkan penyesuaian agar mereka tidak merugi dan tetap bisa beroperasi,” paparnya.

Namun demikian, Nora menegaskan bahwa kewenangan utama dalam pengawasan tata kelola migas berada di pemerintah pusat melalui Pertamina. Pemerintah daerah hanya membantu dalam koordinasi serta penyampaian laporan jika ditemukan indikasi penyalahgunaan distribusi maupun permainan harga.

“Yang berhak mengatur dan menegur adalah pihak pemberi izin. Izin agen dan pangkalan dikeluarkan oleh Pertamina, bukan oleh Disperindag,” pungkasnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pelaku Dugaan Tabrak Lari di Bukit Indah Berhasil Diamakan Polisi

0
Mobil pelaku dugaan tabrak lari di Bukit Indah berhasil diamankan pihak kepolisian. (Ist).

BONTANG – Pelaku dugaan tabrak lari di Bukit Indah, Rabu (28/1/2026) pagi, berhasil diamankan pihak kepolisian di Pasar Telihan, sekitar pukul 15.40 Wita.

Pelaku merupakan salah satu warga di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan. Pelaku merupakan salah satu pedagang di Pasar Telihan.

“Pelaku baru saja kami dapat. Pelaku adalah pedagang di pasar. Seorang laki-laki dengan tahun kelahiran sekitar 72,” ucap Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi.

Saat ini pihak Polres Bontang akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait kasus kecelakaan tersebut. Polisi juga telah mengamankan pelaku beserta mobilnya, Toyota Vios dengan KT 1733 B.

“Pelaku beserta kendaraannya sudah kita amankan, nantinya akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, bagaimana keterangannya saksi,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi kecelakaan di Bukit Indah sekitar pukul 07.15 Wita, dimana pengendara sepeda motor Honda Scoopy merah terserempet mobil sedan.

Awalnya pengendara Scoopy ingin mengambil jalur yang berlawanan, akan tetapi tiba-tiba saja motornya tertabrak dari belakang. Sehingga pengendara Scoopy tersungkur dan tergeletak di badan jalan dengan kondisi tak sadarkan diri.

Saat dibawa warga ke Rumah Sakit (RS), ternyata pengendara Scoopy mengalami luka yang serius di bagian kepala, hingga dinyatakan meninggal dunia.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Tabrak Lari di Bukit Indah, Korban Meninggal Dunia

0
Pihak kepolisian menyelusuri kejadian tabrakan di Bukit Indah. (Ist).

BONTANG – Terjadi kecelakaan di depan Bank BRI Bukit Indah, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Rabu (28/1/2026) pagi.

Dari rekaman CCTV yang telah beredar, tampak pengendara motor Honda Scoopy melintas ingin mengambil jalur yang berlawanan, akan tetapi tiba-tiba saja dari arah belakang terdapat mobil Sedan Silver yang sedang melaju kencang, hingga menabrak pengendara motor tersebut.

Alhasil, pengendara motor langsung tersungkur ke jalanan dan tergeletak. Warga yang kebetulan lagi di lokasi pun, langsung bergerak cepat untuk melihat kondisi keadaan pengendara motor.

“Ini korban tabrak lari, korban keserempet dari arah belakang mobil. Korban pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Amalia sama warga,” ucap Hendra, salah satu Tim Indonesian Escorting Ambulance (IEA) Bontang.

Setelah korban dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan insentif, ternyata kondisi korban mengalami penurunan drastis. Korban juga mengalami luka robek di bagian kepalanya.

“Korban meninggal dunia, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait dengan kecelakaan tersebut,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Hujan Dini Hari Lumpuhkan Samarinda, 26 Titik Banjir Disertai Longsor dan Pohon Tumbang

0
Banjir di Jalan Kenangan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. (Dimas/MKN)

SAMARINDA — Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Samarinda sejak Rabu (28/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.15 Wita menyebabkan banjir meluas di puluhan titik. Selain genangan air, cuaca ekstrem ini juga memicu tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Data Info Taruna Samarinda (ITS-TRC) dan BPBD Kota Samarinda mencatat sedikitnya 26 titik genangan tersebar di Samarinda Utara, Samarinda Ulu, hingga Samarinda Seberang. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter, mengakibatkan akses jalan utama lumpuh dan aktivitas warga terganggu.

Di Jalan Kenangan, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, air terpantau terus meningkat hingga setinggi lutut orang dewasa. Kondisi tersebut memaksa banyak pengendara memutar arah untuk menghindari risiko kendaraan mogok.

Ali Masud, warga setempat, mengaku gagal mengantar anaknya ke sekolah karena jalur utama tidak dapat dilalui.
“Aktivitas jelas terganggu. Air setinggi lutut, sekitar 30 sampai 50 sentimeter. Kalau dipaksa lewat, kendaraan bisa mati total. Harapannya proyek gorong-gorong di sini segera dituntaskan supaya tidak banjir terus,” ujarnya.

Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa seluruh tim TRC telah dikerahkan sejak dini hari untuk melakukan penanganan darurat di lokasi-lokasi krusial. Selain banjir, petugas juga menangani dampak lain berupa pohon tumbang dan longsor.

“Total ada 26 titik genangan, mayoritas di Samarinda Utara dan Samarinda Ulu. Selain itu, tercatat lima titik pohon tumbang dan dua titik longsor, masing-masing di kawasan Wiraguna dan Perumahan Artas,” jelas Suwarso.

BPBD juga melakukan evakuasi warga yang membutuhkan bantuan khusus. Di Jalan Kenangan, tim Pusdalops membantu memindahkan seorang warga yang sedang sakit ke rumah keluarga yang lebih aman.

Adapun titik-titik banjir dilaporkan terjadi di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Juanda, Jalan Dr. Soetomo, Jalan DI Panjaitan, Jalan Pramuka, Jalan Gerilya, hingga kawasan Lempake. Pohon tumbang tercatat di Jalan A. Yani I (depan Litsen Bakery) dan empat lokasi lainnya. Sementara longsor terjadi di Perumahan Artas Blok BZ (Jalan Damanhuri) serta kawasan Wiraguna. Gangguan listrik juga dilaporkan di sekitar Indomaret Perum Talang Sari dan pemadaman di Jalan Rapak Indah.

Hingga berita ini diturunkan, hujan ringan masih mengguyur beberapa wilayah Kota Samarinda. BPBD mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap waspada, menghindari genangan dalam, serta menjauhi area lereng dan rawan longsor demi keselamatan. (MK)

Editor: Agus S

Tiga Korban KM Dharma Kartika IX Teridentifikasi, Jenazah Diterbangkan ke Makassar

0
Kepolisian perlihatkan hasil pemeriksaan ketiga korban insiden kapal Dharma Kartika IX.

BALIKPAPAN — Kepolisian memastikan identitas tiga korban meninggal dunia dalam insiden miringnya KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. Kepastian tersebut diperoleh setelah proses identifikasi oleh tim gabungan Polda Kalimantan Timur, Polresta Balikpapan, dan RS Bhayangkara Balikpapan rampung pada Selasa (27/1/2026) sore.

Pelaksana Harian Karumkit Bhayangkara Balikpapan, AKBP I Made Suanda, mengatakan seluruh jenazah yang dievakuasi dari dek kendaraan kapal telah menjalani pemeriksaan menyeluruh. Proses identifikasi dilakukan secara ketat dengan mencocokkan data antemortem dan postmortem untuk memastikan keabsahan identitas korban sebelum diserahkan kepada keluarga.

“Kami memastikan identitas korban melalui pencocokan data primer dan sekunder. Ketelitian menjadi prioritas agar tidak terjadi kesalahan,” ujar AKBP I Made Suanda.

Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah Idham Rapi (51), laki-laki kelahiran Ujung Pandang, 6 Mei 1974, yang berdomisili di Kabupaten Berau. Identitas Idham dipastikan melalui pencocokan sidik jari oleh tim Inafis.

Korban kedua bernama Nurlina (41), perempuan kelahiran Cenranae, Sulawesi Selatan. Identitasnya dikenali melalui sidik jari, hasil pemeriksaan medis, serta barang pribadi yang ditemukan bersama korban saat evakuasi.

Sementara korban ketiga diketahui bernama Nani (64), perempuan yang berasal dari daerah yang sama dengan Nurlina. Tim medis mengenali Nani melalui ciri fisik khusus berupa tahi lalat di bagian dahi, yang diperkuat dengan pencocokan sidik jari dan properti milik korban.

Dengan selesainya proses identifikasi, pihak RS Bhayangkara Balikpapan menyatakan ketiga jenazah telah terverifikasi secara medis dan hukum, sehingga dapat diserahkan kepada keluarga masing-masing.

“Semua prosedur sudah kami jalankan sesuai standar. Identitas korban telah dipastikan secara sah,” tegas AKBP Made Suanda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (28/1/2026) dini hari untuk dimakamkan.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan mengevakuasi para korban dari KM Dharma Kartika IX yang mengalami kemiringan saat sandar di Pelabuhan Semayang. Hingga Selasa sore, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut tercatat tiga orang. (MK)

Editor: Agus S