Beranda blog Halaman 411

BPBD Paparkan Sejumlah Wilayah Rentan Banjir, Rob, Longsor, dan Puting Beliung di Bontang

0
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi. (Syakurah)

BONTANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, membeberkan daftar wilayah paling rentan bencana berdasarkan catatan tiga tahun terakhir. Sejumlah titik di Bontang tercatat kerap mengalami banjir, banjir rob, tanah longsor, hingga angin puting beliung.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bontang, Eko Mashudi menyatakan kondisi ini menjadi perhatian utama BPBD, menjelang puncak musim hujan di Bulan Desember.

Untuk kategori banjir permukiman, wilayah Kelurahan Api-Api dan Perumahan Bontang Permai menjadi titik yang paling sering tergenang. Perumahan Bontang Permai bahkan tercatat sebagai lokasi dengan durasi genangan paling lama, mencapai 12 jam dalam kejadian terakhir.

Sementara itu wilayah seperti Kelurahan Guntung, Gunung Telihan, serta area cekungan lainnya juga berulang kali menjadi lokasi banjir, terutama ketika hujan deras bersamaan dengan air pasang.

Di kawasan pesisir, seperti Tanjung Laut, Berbas Pantai, hingga Gusung, masyarakat lebih sering dihadapkan pada ancaman banjir rob. Bencana ini biasanya terjadi dua kali setiap bulan dengan ketinggian air yang cukup mengganggu aktivitas warga.

Tak hanya banjir, BPBD juga menyoroti sejumlah titik rawan longsor seperti Gunung Telihan, Mas Darling, dan wilayah perbukitan di Kecamatan Bontang Selatan. Kontur tanah yang curam dan intensitas hujan tinggi menjadi faktor pemicu utama longsor di kawasan tersebut.

Selain itu, angin puting beliung juga menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi, terutama di daerah pesisir seperti Malahing dan Tihi Tihi. Namun wilayah perkotaan tidak luput dari ancaman yang sama.

“Beberapa waktu lalu kan sempat ada TK yang atapnya terangkat karena puting beliung, nah itu salah satu contoh yang terjadi di darat,” terangnya.

Mengacu pada data historis tersebut, BPBD mengimbau warga di titik-titik rawan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode puncak musim hujan.

“Wilayah-wilayah ini menjadi prioritas penanganan karena frekuensi kejadiannya paling tinggi,” tambahnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

APBD 2026: Tahun Ketika Kaltim Dipaksa Lebih Hemat

0

Hampir seluruh daerah di Kaltim kini memasuki tahap pembahasan hingga pengesahan RAPBD Tahun Anggaran 2026. Dari laporan wartawan MediaKaltim.com di 10 kabupaten/kota, ditambah penelusuran melalui sejumlah media nasional dan dokumen resmi pemerintah, terlihat gambaran jelas bahwa tahun anggaran 2026 membuka babak baru bagi Kaltim.

Bukan dengan gegap-gempita pembangunan seperti yang diharapkan publik, tetapi dengan kenyataan bahwa seluruh daerah—tanpa terkecuali—dipaksa menurunkan ambisi dan menata ulang prioritas. Tidak ada satu pun kabupaten atau kota yang lolos dari tekanan fiskal nasional. Tidak ada daerah yang mampu menahan derasnya penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Transfer ke Daerah (TKD).

Saya mengikuti dinamika ini sejak awal, dan kondisi provinsi menggambarkan situasi sebenarnya. Kaltim, provinsi yang selama ini menjadi lumbung migas nasional, justru merasakan kontraksi paling tajam. APBD Provinsi Kaltim 2026 hanya Rp15,15 triliun, jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bahkan sudah mengingatkan lebih awal bahwa pemotongan DBH “tidak kurang dari 50 persen,” sebuah sinyal bahwa tahun ini tidak ada ruang kemewahan fiskal seperti sebelumnya. Sekda Kaltim Sri Wahyuni juga menegaskan bahwa meski anggaran menyusut drastis, pemerintah provinsi tetap harus menjaga kualitas layanan dasar dan memastikan APBD tetap “responsif terhadap kebutuhan masyarakat.” Dua pernyataan ini memperlihatkan bahwa tekanan bukan sekadar wacana, tetapi sudah diprediksi dan disiapkan sejak tahap awal.

Pemangkasan DBH lebih dari Rp4 triliun bukan sekadar angka yang turun di atas kertas. Praktis, pemotongan itu berubah menjadi penundaan program, revisi agenda pembangunan, hingga penyusutan ruang gerak pemerintah daerah dalam menentukan arah pembangunan. Dan hal yang sama terjadi di seluruh kabupaten/kota.

Kukar adalah contoh paling ekstrem. Dari Rp11,3 triliun menjadi Rp7,016 triliun—penurunan yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Ini bukan hanya koreksi, tapi amputasi fiskal. Kukar, yang bertahun-tahun hidup dari limpahan migas, mau tidak mau menahan diri, memangkas kegiatan, dan merombak cara kerja agar 17 program prioritas tetap berjalan.

Kutai Timur mengalami kondisi serupa. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman sudah menegaskan bahwa APBD 2026—yang hanya Rp5,71 triliun—tetap harus menjadi “pondasi pembangunan,” meski belanja dipangkas hampir separuh dari tahun sebelumnya. Kutim yang tahun lalu hampir menyentuh Rp10 triliun kini harus merasionalisasi TPP ASN, memangkas kegiatan non-prioritas, dan memperketat arah pembangunan.

Paser, yang dulu menikmati APBD hingga Rp5 triliun, kini bekerja dengan Rp3,9 triliun. Penurunan tajam ini memaksa daerah memperketat belanja dan memaksimalkan PAD demi menjaga stabilitas layanan dasar. Ironinya, tiga daerah dengan kontribusi migas terbesar justru menjadi yang paling terpukul. Ini menunjukkan betapa rapuhnya fondasi fiskal daerah ketika terlalu bergantung pada komoditas. Ketika kebijakan pusat bergeser, anggaran daerah ikut merosot.

Kota-kota industri pun tidak lepas dari tekanan. Samarinda—ibu kota provinsi—harus puas dengan APBD Rp3,18 triliun, padahal rancangan awal tahun lalu sempat dikisaran Rp5 triliun. Pemangkasan dua triliun lebih membuat pemerintah kota menahan banyak proyek sambil memastikan pendidikan, kesehatan, dan layanan publik tetap aman.

Balikpapan juga menghadapi kenyataan yang sama. Dengan APBD hanya Rp2,9 triliun, kota penyangga IKN ini mau tidak mau menunda sejumlah agenda besar. Fokus diarahkan pada banjir, sanitasi, dan perbaikan jalan, sementara program lain harus menunggu. Bontang—kota industri yang sangat dipengaruhi dinamika perusahaan besar—mengelola Rp1,9 triliun, turun hampir satu triliun. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah kota harus benar-benar selektif menentukan program mana yang berdampak nyata dan mana yang perlu dihentikan sementara.

Daerah-daerah lain juga merasakan tekanan serupa. Berau dengan APBD Rp3,425 triliun tetap harus memfokuskan pembangunan pada pariwisata, pertanian, dan layanan dasar. Kubar berada di angka Rp3,521 triliun, sementara Mahulu hanya Rp1,596 triliun—daerah yang lebih dari 80 persen pendapatannya berasal dari transfer pusat. PPU, yang ironisnya menjadi kawasan paling dekat dengan geliat IKN, hanya memiliki Rp1,48 triliun. Turun lebih dari satu triliun, padahal beban layanan publik meningkat pesat.

Melihat semua angka ini, maka jelas, menjadi peringatan keras bagi Kaltim. Penurunan APBD 2026 bukan rutinitas fiskal. Ini sinyal bahwa ketergantungan pada DBH migas tidak lagi bisa menjadi pola pembangunan jangka panjang. Komoditas tidak bisa terus menjadi tumpuan anggaran daerah. Kaltim membutuhkan PAD yang kuat, ekonomi yang lebih beragam, dan pola belanja yang lebih rasional.

Penurunan APBD harus dibaca sebagai momentum membenahi arah pembangunan. Setiap rupiah harus menghasilkan manfaat. Program harus tepat sasaran. Belanja harus efisien. Pengawasan harus kuat. Dan penguatan PAD harus dibangun dengan rencana yang terukur, bukan sekadar menaikkan retribusi atau tarif tertentu.

Tantangan fiskal ini hadir bersamaan dengan momentum besar: hadirnya Ibu Kota Nusantara. Mobilitas penduduk naik, biaya layanan publik bertambah, kebutuhan infrastruktur melebar, dan persaingan tenaga kerja makin ketat. Dengan anggaran yang mengecil, hanya daerah yang cepat beradaptasi yang akan bertahan. Yang lambat akan tertinggal jauh.

Tahun 2026 adalah ujian sesungguhnya bagi para kepala daerah di Kaltim. Kemampuan manajerial justru tampak ketika fiskal menyempit. Ketika harus memilih mana yang penting dan mana yang harus ditunda. Di situlah kualitas kepemimpinan terlihat.

Kaltim berada di titik perubahan. Jika momentum ini dikelola dengan bijak, kita dapat memasuki fase pembangunan yang lebih efisien, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Tahun yang berat bukan akhir, justru dari sinilah fondasi baru dibangun.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

Turunnya Tekanan Pipa Induk, Suplai Jargas Kota Bontang Terhenti

0
Salah satu jargas rumah warga Bontang. (ist)

BONTANG – Penurunan tekanan pada pipa gas induk jargas Kota Bontang menyebabkan matinya aliran gas bagi warga Bontang sejak pagi, Senin (08/12/2025).

Pengumuman tersebut disiarkan PT Bontang Migas dan Energi (BME) dan saat ini tim maintenance sedang melakukan perbaikan di lokasi, kawasan Manifold (MS Tugu).

Direktur PT BME, Erwin mengungkapkan pihaknya sedang mengusahakan agar seluruh kelurahan yang saat ini mengalami mati jargas, sesegera mungkin bisa menggunakan kembali fasilitas tersebut.

“Tim sudah melakukan maintenance saat ini, mohon maaf atas ketidaknyamanan,” pungkasnya.

Salah satu warga RT 34 Kelurahan Gunung Elai, Anggi mengungkapkan bahwa dengan matinya jargas saat ini, ia kesulitan untuk melakukan kegiatan memasak yang tentunya menjadi kebutuhan pemenuhan tiap pagi.

“Saat ini belum bisa masak atau masak air, jadi sementara beli dahulu, tadi juga sudah lihat ada pengumuman,” tuturnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Kebakaran Landa Ruko di Sirad Salman, Jeritan Minta Tolong Terdengar dari Lantai Dua

0
Api membara di sebuah ruko di Jalan Sirad Salman, Samarinda. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Kebakaran besar menghanguskan dua bangunan, termasuk sebuah ruko yang difungsikan sebagai coffee shop, di Jalan Sirad Salman, Kelurahan Air Putih, Samarinda Ulu, Minggu malam (7/12). Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.00 WITA itu berlangsung cepat dan memaksa petugas pemadam serta relawan bergerak ekstra di tengah kondisi listrik PLN yang masih menyala.

Petugas dan relawan berupaya memadamkan api di lokasi kejadian. (Dimas/MKN)

Pantauan Media Kaltim di lokasi menunjukkan api pertama kali muncul dari lantai dua ruko yang menjadi tempat nongkrong anak muda. Salah seorang saksi mata, Saldi, mengungkapkan bahwa api yang awalnya kecil tiba-tiba berkobar dalam hitungan menit.

“Saya lihat api dari atas lantai 2, awalnya kecil aja padahal. Terus, selang lima menit apinya makin membesar dari lantai 2,” ucap Saldi.

Ia juga mengaku mendengar suara teriakan dari penghuni di lantai dua, tepat sebelum api membesar. “Dia minta tolong sambil teriak. Tadi ada suara ledakan, tapi cuman kecil aja pas sudah besar apinya,” tuturnya.

Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Disdamkar Samarinda, Ahmad Supriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pada pukul 19.00 WITA dan langsung mengerahkan pasukan dari dua posko berbeda.

“Kita langsung meluncurkan unit dari Posko 3, kemudian karena melihat situasi yang ada, kita meminta bantuan dari Posko 1 dengan meluncurkan dua unit. Jadi totalnya dua posko yang diturunkan,” terang Ahmad Supriyanto.

Ruko berlantai tiga dengan empat pintu itu menjadi titik pusat api, sementara satu ruko di sampingnya turut terdampak. Para petugas harus berhati-hati dalam pemadaman karena listrik PLN belum diputus ketika tim mulai bekerja, sehingga beberapa relawan menerapkan teknik pemadaman khusus agar aman dari sengatan listrik.

Meski demikian, kerja cepat tim pemadam membuahkan hasil. Api berhasil dilokalisir dalam waktu kurang dari satu jam sebelum memasuki tahap pendinginan.

“Kendala dalam pemadaman karena posisi di pinggir jalan raya, dan air juga lumayan banyak, jadi agak mudah aja kita melakukan penanganan. Hampir setengah jam sudah mulai tahap pendinginan, alhamdulillah,” jelasnya.

Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, tetapi kerugian material diperkirakan cukup besar. (dm)

Editor: Agus S

Rakerda PD Salimah Bontang 2025 Tekankan Konsolidasi dan Akselerasi Program untuk Dampak yang Lebih Nyata

0

BONTANG – PD Salimah Kota Bontang mengawali tahun kerja 2025 dengan langkah strategis melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada 7 Desember 2025 di Rumah Quran. Forum ini menjadi ruang konsolidasi penting untuk mematangkan arah program, memperkuat koordinasi internal, serta memastikan organisasi semakin adaptif, responsif, dan berdampak bagi perempuan dan keluarga di Kota Taman.

Kegiatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Salimah. Suasana khidmat tersebut kemudian berubah lebih bersemangat saat peserta memasuki rangkaian agenda inti yang telah disiapkan panitia.

Ketua PD Salimah Kota Bontang, Nur Rohmawati, dalam arahannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak sebagai kunci keberhasilan organisasi. “PD Salimah Kota Bontang akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga setiap program dapat memberikan manfaat nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Rakerda kemudian berlanjut pada sesi koordinasi masing-masing departemen. Lima departemen strategis menyampaikan rancangan program kerja beserta strategi pelaksanaannya.
Departemen Ekonomi memaparkan program peningkatan kemandirian dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Departemen Diklat menekankan penguatan kapasitas kader melalui berbagai pelatihan kompetensi. Departemen Humas memastikan strategi komunikasi publik berjalan efektif untuk menjaga citra organisasi dan menyebarluaskan informasi kegiatan.

Sementara itu, Departemen Bangwil menyampaikan rencana pengembangan wilayah serta pembinaan cabang dan ranting. Adapun Departemen Dakwah merancang program pembinaan keislaman yang menyasar perempuan dan keluarga sebagai inti misi organisasi.

Presentasi tiap departemen diikuti diskusi yang berlangsung dinamis. Peserta memberikan berbagai tanggapan dan masukan konstruktif guna menyempurnakan program dan meningkatkan relevansi kegiatan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain penyampaian program kerja, Rakerda juga membahas penyusunan rencana kerja anggaran mengacu pada SOP Salimah. Evaluasi dan penghitungan anggaran dilakukan secara cermat agar setiap program dapat berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan di tingkat departemen maupun organisasi secara keseluruhan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai penanda komitmen seluruh jajaran PD Salimah Kota Bontang untuk menjalankan program secara optimal. Rakerda 2025 diharapkan menjadi titik penguatan konsolidasi dan akselerasi program, sekaligus memastikan Salimah semakin memberikan dampak nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat. (rls/MK)

Editor: Agus S

Lagu ‘Alamak’ Rizky Febian Menutup Event Pesta Rakyat

0
Penampilan Rizky Febian di penutupan Event Pesta Rakyat. (Yusva Alam)

BONTANGDenganmu, ku mengerti arti cinta
Arti cinta sesungguhnya
Tumbuh di setiap saat
Dan mengerti makna cinta
Makna cinta yang abadi
‘Kan kujaga cinta ini

Lirik lagu berjudul makna cinta melantun merdu di Lapangan Arhanud Rudal Bontang, Minggu (7/12/2024) malam. Membuka penampilan Rizky Febian yang tampil menjadi pemuncak di Event Pesta Rakyat gelaran Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang.

Muda mudi Bontang yang rela menunggu berjam-jam sekedar ingin menyaksikan penampilan suami Mahalini ini pun, spontan berteriak histeris mendengar tembang ini dilantunkan langsung oleh penyanyi aslinya tepat di pukul 22.30 wita.

Penampilan perdana Rizky Febian di Kota Taman mampu memukau penonton yang hadir. Bahkan, meski hujan turun sejak sore tak menyurutkan antusias mereka datang ke tempat acara.

“Ini pertama kalinya saya datang ke Bontang. Wow perjalanannya lumayan,” seru Iky panggilan akrabnya saat menyapa penonton yang hadir.

Lagu-lagu terbaiknya dari album pertama hingga terbaru pun melantun satu demi satu. Diawali dengan lagu makna cinta, lalu ada lagu kesempurnaan cinta, yang diceritakannya bahwa lagu ini lah yang melambungkan namanya di jagad musik Indonesia.

“Lagu kesempurnaan cinta ini adalah lagu yang mengubah takdirku hingga jadi seperti sekarang ini,” ungkapnya menceritakan sedikit kisahnya sebelum menyenandungkan lagu tersebut.

Mengenakan kemeja warna coklat dengan kancing terbuka, dipadu padankan celana coklat dan dikombinasikan kaos putih, Iky bernyanyi sembari sesekali mengajak penonton mendendangkan bait-bait lagu.

Terkadang berjalan ke kanan kadang ke kiri panggung menyapa penonton. Sesekali melakukan gimmick mengajak pemain terompet dan saxophone maju ke depan menampilkan kebolehan mereka memainkan melodi dari alat musik tiup itu. Terkadang pula berjoged bersama para pengiring musiknya.

Iky menutup penampilannya dengan menyanyikan lagu terbarunya yang sedang hits saat ini ‘alamak’ feat Adrian Khalif. Namun kali ini tidak bersama Adrian.

Kalau ada sembilan nyawa
Mau samamu saja semuanya
Ini dada isinya kamu semua
Alamak ini kah jatuh cinta

“Terima kasih semuanya sudah hadir di sini. Mau menyaksikan karya-karyaku,” pungkasnya menutup penampilannya di ajang Pesta Rakyat.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Pengendara Motor Hantam Truk Mendadak Putar Balik

0
\Kecelakaan antara truk dan motor yang terjadi di Jalan AW. Syahranie akibatkan pengendara luka-luka. (Ist)

SANGATTA – Satu pengendara motor mengalami luka-luka setelah menabrak truk yang tiba-tiba melintang di badan Jalan A.W Syahranie, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), Minggu (7/12/2025). Diketahui truk tersebut melakukan manuver putar balil secara mendadak, sehingga pengendara sepeda motor di belakangnya menabrak truk itu.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur, AKP Reski Nur, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan truk Toyota Dyna 130 HT bernomor polisi BD 8128 YU, dikemudikan oleh Teguh Haryanto (19), serta sepeda motor Honda Vario KT 2433 RFI yang dikendarai Agung Maulana (22).

“Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat. Namun pengendara motor mengalami luka robek di dahi serta lecet pada kaki dan tangan bagian kiri yang langsung dilarikan ke RS PKT,” ujar AKP Reski Nur saat dikonfirmasi.

Olah TKP menunjukkan bahwa truk tersebut melaju dari arah Kanal 2 menuju Bukit Pelangi. Saat mendekati lokasi, pengemudi hendak memutar balik ke arah Ringroad dan mengambil jalur kiri untuk ancang-ancang manuver. Namun, tindakan tersebut membuat truk melintang dan menutup sebagian badan jalan.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda Vario datang dari arah belakang truk melalui lajur kanan. Pengendara motor tidak mampu menghindari truk yang sudah melintang, sehingga terjadi benturan keras. Motor mengalami rusak parah pada bagian depan, sementara bagian kanan bak truk juga turut mengalami kerusakan.

AKP Reski Nur menegaskan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah kelalaian pengemudi truk yang tidak memastikan kondisi aman sebelum memutar balik. “Pengemudi tidak memperhatikan kendaraan di belakangnya. Ini yang menjadi penyebab utama kecelakaan,” jelasnya.

Polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mendata identitas kedua pihak, dan mengamankan barang bukti ke Kantor Sat Lantas Polres Kutim. “Proses penyelidikan lebih lanjut masih berjalan,” pungkasnya.

Penulis : Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dua Lokasi Diusulkan untuk Pembangunan SPBU Baru, Satu Sudah Miliki Investor

0
Salah satu SPBU di Bontang. (Syakurah)

BONTANG – Dua titik dinilai ideal untuk penambahan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yakni di Bontang Lestari dan Bontang Kuala. Hal ini disampaikan Rahman, Checker Pertamina untuk wilayah Bontang.

Rahman menyebut, kebutuhan pembangunan SPBU baru sangat mendesak melihat kondisi antrean kendaraan yang kerap membludak di sejumlah SPBU, terutama pada jam-jam tertentu.

“Penambahan SPBU ini penting untuk mengurai antrean yang sering panjang. Bontang memang membutuhkan tambahan fasilitas distribusi BBM,” jelasnya.

Dari dua wilayah yang dipetakan, Bontang Lestari menjadi lokasi yang sudah memiliki investor. Proses pengurusan perizinan juga telah berjalan sejak awal 2025. Rencananya, pembangunan SPBU di kawasan tersebut akan memanfaatkan lokasi PertaShop yang telah ada dan nantinya dikembangkan menjadi SPBU berkapasitas lebih besar.

“Saat ini tindak lanjutnya masih pada proses koordinasi dengan mitra di Bontang Lestari, apakah akan langsung dibangun atau menunggu tahapan tertentu,” ungkapnya.

Sementara itu, wilayah Bontang Kuala masih belum memiliki investor yang berminat membangun SPBU. Menurutnya, peluang tetap terbuka bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi.

“Kalau ada investor yang berminat bisa langsung menghubungi saya atau mendaftar melalui website untuk mengajukan lokasi pembangunan SPBU,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pemetaan dua lokasi tersebut sebelumnya telah dilakukan berdasarkan kajian kebutuhan distribusi BBM dan pertimbangan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Butuh Penanganan Cepat! Jalan ITCI Km 8 Ambrol Separuh Badan, Akses Warga Binuang–Telemow–Maridan Terancam Putus

0
Kondisi jalan ITCI Km 8 yang ambrol dan membahayakan pengguna jalan. (Ist)

PPU – Akses utama masyarakat Desa Binuang menuju Telemow dan Kelurahan Maridan kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Jalan poros ITCI di Kilometer 8 ambrol hingga separuh badan jalan, menyisakan lubang cukup dalam yang rawan menimbulkan kecelakaan, terutama bagi kendaraan berbobot besar maupun berukuran lebar.

Kerusakan ini bukan kali pertama terjadi. Upaya darurat sebenarnya telah dilakukan dengan menimbun area yang longsor menggunakan tanah urug dari dump truck. Namun curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, ditambah derasnya limpasan air dari tanjakan, membuat timbunan tersebut kembali tergerus dan perlahan hanyut.

Kondisi jalan yang kian parah itu kemudian diunggah ke media sosial oleh Pachrian Ian, salah satu perangkat Desa Binuang. Unggahannya sontak menarik perhatian warganet dan memunculkan kekhawatiran banyak pihak.

“Mohon disampaikan kepada kendaraan berat untuk berhati-hati karena pasca hujan,” tulisnya pada Minggu (7/12/2025).

Unggahan itu dipenuhi komentar warga yang turut resah dengan situasi tersebut. “Izin share Minnn,” komentar Erni Susan, warga Binuang, menandakan perlunya penyebaran informasi agar pengguna jalan lebih waspada.

Sebagai informasi, jalan ITCI bukanlah jalan milik desa, melainkan akses perusahaan PT ITCI Kartika Utama. Infrastruktur tersebut telah lama menjadi jalur vital warga, baik ketika perusahaan masih beroperasi besar maupun saat aktivitasnya menurun seperti sekarang. Jalan ini menjadi rute utama masyarakat Binuang, Telemow, dan Kelurahan Maridan untuk keluar-masuk kampung. Bila jalan benar-benar putus, warga terpaksa harus memutar jauh melalui jalur Maridan–Riko (Mariko).

Melihat kondisi lapangan yang semakin memburuk, penanganan sementara tidak lagi cukup. Diperlukan tindakan lebih serius dari pihak terkait, terutama PT ITCI Kartika Utama, dengan material yang lebih solid serta dukungan alat berat agar jalan ini tidak benar-benar terputus dan membahayakan pengguna.(rz)

Editor: Agus S

Kerusakan Hutan Kaltim Meningkat, Wagub Seno Aji Desak Pemerintah Pusat Bertindak

0
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.

BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali mengingatkan pemerintah pusat mengenai urgensi penanganan deforestasi yang terus meningkat di wilayah Kaltim. Kerusakan hutan yang semakin meluas disebut sudah membawa konsekuensi langsung berupa naiknya risiko bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor yang beberapa tahun terakhir meningkat drastis.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa tekanan terhadap kawasan hutan kini berada pada level mengkhawatirkan akibat pembalakan dan alih fungsi lahan yang berlangsung tanpa henti. Padahal, hutan Kaltim selama ini dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia yang berperan menjaga stabilitas iklim.

“Kerusakan hutan yang terus terjadi sudah memberikan dampak nyata kepada masyarakat, terutama melalui bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi,” ujar Seno Aji usai memantau simulasi tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kota Balikpapan, Sabtu (8/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim intens berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus memperketat pengawasan di kawasan hutan. Berbagai langkah mitigasi terus disiapkan untuk menekan kerusakan lebih lanjut.

“Langkah tersebut sekaligus dibarengi dengan upaya menghilangkan praktik pembalakan kayu ilegal yang disebut masih marak terjadi di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Menurut Wagub, permasalahan deforestasi tidak lagi bisa dipandang sebagai persoalan lingkungan semata. Kerusakan hutan telah berdampak langsung pada keselamatan masyarakat, terutama karena meningkatnya intensitas banjir dan longsor setiap tahun. Untuk itu, ia menilai diperlukan langkah yang lebih konkret, cepat, dan terukur dari pemerintah pusat.

“Pemerintah Provinsi Kaltim meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk menjaga kelestarian hutan dan memastikan daya dukung lingkungan tetap terjaga demi keberlangsungan hidup masyarakat,” tegasnya.

Pemprov berharap kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pusat mampu meredam laju kerusakan hutan sekaligus meminimalkan ancaman bencana di masa mendatang. (ap)

Editor: Agus S