Beranda blog Halaman 412

Vibrasik Guncang FISIP Unmul, Ratusan Mahasiswa Padati Panggung Band Lokal

0
Suasana Vibrasik di lingkungan FISIP

SAMARINDA – Suasana malam di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman berubah riuh saat gelaran acara musik Vibrasik digelar oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023 Kelas B. Acara yang dimulai pukul 20.00 WITA, Sabtu (6/12/2025), sukses menarik ratusan penonton yang memadati halaman fakultas.

Vibrasik hadir sebagai proyek gelaran musik kampus dengan konsep gigs yang diadaptasi agar sesuai dengan lingkungan akademik. Sejumlah pejabat kampus turut hadir memberikan dukungan, membuat suasana acara semakin meriah dan terasa resmi meski dibalut atmosfer santai ala pertunjukan musik independen.

Ketua panitia, Muhammad Zul Haidir Daffari, menyebutkan bahwa Vibrasik merupakan bagian dari penugasan Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Pengorganisasian dan Perencanaan Event. Seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan dilakukan satu kelas dengan standar kerja yang dibuat sedekat mungkin dengan penyelenggaraan event profesional.

“Ini merupakan tujuan dari tugas UAS semester 5 mata kuliah Pengorganisasian dan Perencanaan Event. Seluruh prosesnya dikerjakan oleh satu kelas dengan standar yang profesional,” ungkap Dafa.

Tidak hanya fokus pada produksi acara, panitia juga ingin memberikan dampak sosial. Karena itu, Vibrasik menghadirkan sejumlah band lokal seperti Velvet Soul, Worn Polaroid, See Star Somedays, Nang Chewday, hingga Davy Jones. Dafa menyebut pilihan itu selaras dengan pesan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penguatan ekonomi lokal dan pemberdayaan seniman daerah.

“Kami berpatok pada SDGs, terutama dalam meningkatkan ekonomi lokal serta memberi ruang bagi seniman-seniman lokal,” jelasnya.

Bagi para penonton, Vibrasik menjadi ruang jeda dari rutinitas kuliah yang padat. Salah satu pengunjung, Bintang, mengaku sempat ragu datang, namun akhirnya justru terpukau dengan suasana acara yang hangat dan energik.

“Awalnya saya ragu datang. Tapi setelah menyempatkan waktu ke Vibrasik, ternyata banyak penampilan band lokal dan guest star yang membuat saya benar-benar menikmati acara dan bisa merefresh diri,” tutup Bintang. (abk)

Editor: Agus S

Culinary Playland Samarinda 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Big Bounce Terbesar Pertama di Kaltim

0
Suasana CPS 2024 (Ist)

SAMARINDA — Festival kuliner terbesar di Kota Tepian kembali mengguncang warga Samarinda. Culinary Playland Samarinda (CPS) resmi dibuka pada 8 Desember 2025 dan memasuki tahun ke-4 penyelenggaraan, menghadirkan skala acara yang semakin matang dan inovatif. Gelaran tahunan yang diprakarsai Seven Promosindo bersama Project Main ini mengusung tema “Hajatannya Warga Samarinda” dan berlangsung hingga 14 Desember.

Tahun ini, CPS langsung menarik perhatian publik lewat peluncuran Big Bounce raksasa—wahana trampolin kolosal pertama dan terbesar di Kalimantan Timur. Kehadiran wahana tersebut tidak hanya menjadi ikon baru festival, tetapi juga dirancang untuk menjangkau seluruh kalangan, terutama keluarga dan anak muda yang mencari aktivitas berbeda menjelang akhir tahun.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap CPS tidak lepas dari kesuksesan penyelenggaraan tahun 2024. Dalam delapan hari gelaran tahun lalu, festival ini mencatat lebih dari 100.000 pengunjung. Rata-rata pengeluaran pengunjung menyentuh Rp200.000, sedangkan transaksi QRIS mencapai 65.501 kali dengan total nilai Rp2,8 miliar.

Melanjutkan capaian tersebut, CPS 2025 menghadirkan 67 tenant yang dipilih melalui proses kurasi ketat dari Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, dan Bontang. Pemangkasan jumlah tenant dilakukan untuk menonjolkan kualitas rasa, kekuatan brand, serta pengalaman kuliner yang lebih beragam namun terkurasi.

Pengunjung dapat menikmati ragam sajian tradisional, kuliner kekinian, brand populer, hingga produk UMKM kreatif. Seluruh transaksi menggunakan sistem QRIS Tap, hasil kerja sama dengan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, sehingga pembayaran berlangsung lebih cepat dan aman.

Tak hanya soal makanan, CPS tahun ini juga menyiapkan hiburan besar bertajuk Hajatan Warga Patah Hati bersama band For Revenge, yang dijadwalkan tampil pada 13 Desember 2025. Tiket dijual mulai Rp59.000, sedangkan paket Hajatan Warga Patah Hati seharga Rp149.000 menawarkan total benefit senilai Rp264.000, termasuk tiket konser, enam tiket area Hajatan Warga Samarinda, berbagai voucher, serta produk pendukung. Paket ini menjadi opsi bagi pengunjung yang ingin menikmati festival secara lebih lengkap.

Nay, Project Manager CPS 2025, mengatakan bahwa empat tahun perjalanan CPS telah membuat festival ini berkembang menjadi ruang kreatif yang semakin inklusif dan inovatif.

“Culinary Playland Samarinda berkembang setiap tahun untuk memberikan pengalaman yang lebih kreatif, inovatif, dan benar-benar menjadi hajatan warga Samarinda,” ujarnya.

Ia berharap penyelenggaraan tahun ini mampu memberi dorongan positif bagi UMKM kuliner dan industri kreatif Samarinda, sekaligus mempertahankan CPS sebagai agenda akhir tahun yang ditunggu ribuan warga. (nz)

Editor: Agus S

Paser Jadikan Paser Cup 2025 Ajang Uji Coba Menuju Tuan Rumah Porprov 2026

0
Laga final Turnamen Bola Basket Paser Cup 2025. (Nash)

PASER – Turnamen Basket Paser Cup 2025 yang digelar di GOR Sadurengas selama 5–6 Desember 2025 menjadi lebih dari sekadar kompetisi antarklub lokal. Bagi Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Paser, event ini adalah tolok ukur awal untuk menilai kesiapan daerah sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026.

Ketua Perbasi Paser, Faisal, menyampaikan bahwa pihaknya sengaja mengemas turnamen ini sebagai wadah pembelajaran sekaligus simulasi penyelenggaraan Porprov tahun depan. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya peserta dari luar daerah, termasuk Bali dan beberapa kabupaten di Kalimantan, sempat dipertimbangkan untuk diundang.

“Karena kita sebagai tuan rumah, jadi kita mengemas kegiatan turnamen agar bisa menjadi ajang pembelajaran pada tahun depan. Bahkan tadinya peserta kita undang dari pulau Bali dan Kalimantan,” katanya, Minggu (7/12/2025).

Sebagai bagian dari simulasi kesiapan, Perbasi Paser tidak hanya melibatkan wasit lokal, tetapi juga mendatangkan wasit dari Kaltim untuk memastikan standardisasi penilaian—terutama untuk Cabang Olahraga (Cabor) basket yang dituntut tampil maksimal pada Porprov mendatang.

Faisal menjelaskan bahwa Perbasi Paser telah menyiapkan rangkaian agenda kompetisi sepanjang tahun 2026, seluruhnya dirancang sebagai pemanasan bagi para atlet sebelum turun di Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Event akan disebar setiap triwulan, dengan pola kompetisi berjenjang agar ritme latihan dan pertandingan atlet tetap terjaga.

“Kita sebagai tuan rumah juga mau sukses prestasi. Untuk itu kita sudah membagi beberapa event, yang dipecah per triwulan,” ujarnya.

Karena Porprov menggunakan format kelompok umur maksimal 20 tahun, seluruh agenda basket tahun depan akan disesuaikan dengan kategori tersebut. Perbasi ingin memastikan bibit atlet lokal yang lahir tahun 2006 atau lebih muda mendapatkan ruang tanding yang cukup sebelum turun di pertandingan resmi.

“Jadi di tahun depan kita akan memaksimalkan event untuk kelompok umur kelahiran 2006, yang setiap triwulannya akan kita adakan event baik 3×3 ataupun 5×5,” pungkasnya. (nsh)

Editor: Agus S

Anggaran Teras Samarinda Tahap II Membengkak Rp11 Miliar, PPK: Ada Kendala Saat Pancang di Area Jembatan

0
Teras Samarinda Tahap II. (Dimas/MKN)

SAMARINDA – Proyek Teras Samarinda Tahap II kembali menjadi sorotan setelah anggarannya mengalami penambahan sekitar Rp11 miliar dari pagu awal Rp94,34 miliar. Kenaikan ini terjadi akibat perubahan metode kerja yang dinilai tidak dapat dihindari, terutama pada pengerjaan infrastruktur di area jembatan Mahakam.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Teras Samarinda, M. Ilhamsyah, menjelaskan bahwa tim pelaksana harus mengganti metode pemancangan setelah menemui hambatan di lapangan. Pekerjaan yang semula dirancang menggunakan metode biasa, akhirnya harus dilakukan dengan teknik preboring.

“Karena kemarin mancang di area jembatan ada kendala jadi pakai metode preboring,” jelas Ilhamsyah, Jumat (5/12/2025). Ia menyebutkan bahwa pada tahun depan masih diperlukan penyempurnaan, khususnya pada sektor pencahayaan yang belum sepenuhnya rampung.

Pekerjaan fisik di lapangan sendiri terus dikebut. Ilhamsyah memerinci capaian progres di setiap segmen, di mana segmen 1 sudah melampaui 90 persen, sementara segmen 2 dan 3 berada di sekitar 87 persen. Segmen 4 masih tertinggal di angka 61 persen karena tahap penyelesaiannya membutuhkan perhatian lebih.

“Sisa pekerjaan tinggal finishing. U-Ditch dan fasilitas pedestrian sedang disempurnakan. Jalurnya juga sudah tersambung sampai segmen 1,” ujarnya.

Namun, situasi teknis di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Pekerjaan yang berada di bibir Sungai Mahakam sangat dipengaruhi kondisi pasang-surut air. Saat air naik, proses pengecoran harus dihentikan dan menunggu permukaan kembali surut. Ritme alami sungai ini membuat pekerjaan pengecoran kerap tertunda.

“Kalau pasang, air naik, tidak bisa dicor. Harus tunggu kering dulu. Itu yang bikin lambat secara teknis,” ungkapnya.

Untuk memastikan jalur pedestrian aman dan nyaman bagi publik, desain Teras Samarinda dibuat dengan dua jalur pejalan kaki—satu mengikuti kondisi eksisting dan satu lagi berada di sisi dekat sungai. Ilhamsyah mengatakan desain tersebut untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung sekaligus menyesuaikan karakter kawasan.

“Jadi ada dua sisi untuk pejalan kaki,” tambahnya.

Meski masih menyisakan sejumlah pekerjaan teknis, pihak PPK optimistis proyek dapat dituntaskan sesuai jadwal. “Insyaallah selesai. Kita tetap berharap bisa tercapai,” pungkas Ilhamsyah. (dm)

Editor: Agus S

Buser Polsek Balikpapan Selatan Tangkap Dua Residivis Sabu di Gang Anugrah

0
Kedua pelaku yang ditangkap Polsek Balikpapan Selatan.

BALIKPAPAN — Upaya pemberantasan narkotika di wilayah Balikpapan kembali membuahkan hasil. Unit Buru Sergap (Buser) Polsek Balikpapan Selatan berhasil meringkus dua pria yang diduga kuat terlibat penyalahgunaan sabu-sabu dalam operasi penindakan pada Sabtu (6/12/2025).

Kapolsek Balikpapan Selatan, AKP Abu Sangit, mengungkapkan bahwa penangkapan berlangsung di Gang Anugrah, Jalan Mayjend Sutoyo, RT 007, Kelurahan Gunung Sari Ulu, sekitar pukul 15.30 WITA, tepat di depan Langgar Al-Karomah. Lokasi tersebut disebut sebagai salah satu titik yang kerap diincar aparat karena aktivitas mencurigakan.

“Dari hasil penyelidikan, tim Buser berhasil mengamankan dua terduga pelaku bersama barang bukti narkotika jenis sabu-sabu,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Kedua pria yang diamankan adalah HE alias Cipeng (43) dan HR (42), yang ternyata merupakan residivis kasus serupa. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu yang dibungkus plastik bening dengan berat kotor sekitar 0,46 gram. Barang haram tersebut disimpan di saku celana HE ketika penangkapan dilakukan.

Selain sabu, polisi turut mengamankan sejumlah barang lain yang terkait dengan aktivitas para pelaku. “Selain narkotika, turut diamankan barang bukti lain berupa celana pendek olahraga merk Pull&Bear warna cokelat krem, satu unit sepeda motor Suzuki Satria F warna putih-biru dengan nomor polisi DA 4814 UD, beserta kunci kontak,” jelasnya.

Kedua pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Balikpapan Selatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Dalam proses itu, mereka mengakui bahwa sabu tersebut adalah milik mereka dan digunakan untuk aktivitas menawarkan, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, hingga menyimpan narkotika golongan I.

Atas perbuatannya, kedua residivis tersebut kembali harus berhadapan dengan hukum. “Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara,” tegas Kapolsek Abu Sangit. (ap)

Editor: Agus S

Mahasiswa Berprestasi UINSI Diduga Gunakan Manipulasi Psikis, TRC PPA Kaltim: Ini Bukan Suka Sama Suka

0
Ilustrasi pelecehan seksual (Gemini)

SAMARINDA – Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang mahasiswa berprestasi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda memicu kehebohan di media sosial dan mulai menarik perhatian publik secara luas. Unggahan para penyintas dan sejumlah warganet menunjukkan pola pendekatan yang dinilai tidak wajar, hingga mendorong TRC PPA Kalimantan Timur turun tangan. Temuan awal mengarah pada dugaan manipulasi psikis yang dilakukan secara terstruktur kepada lebih dari satu korban.

Biro Hukum TRC PPA Kaltim, Sudirman, menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat disederhanakan sebagai hubungan suka sama suka sebagaimana narasi yang beredar. Ia menyebut pelaku diduga memanfaatkan reputasinya sebagai mahasiswa berprestasi untuk menjerat korban dari berbagai kampus, membangun citra positif sebagai pintu masuk kedekatan.

“Dengan prestasinya, dia melakukan berbagai cara sehingga banyak korban yang ia jerat. Pelaku bahkan mendatangi mereka langsung di kampus masing-masing,” ungkap Sudirman, Sabtu (6/12/2025) malam.

Sudirman menjelaskan bahwa pola yang diterapkan pelaku sangat intens dan terukur. Pelaku disebut kerap menempuh perjalanan dua hingga tiga jam hanya untuk menemui korban, menciptakan kesan perhatian berlebih. Gestur semacam itu membuat korban merasa dihargai dan diperhatikan secara emosional, sebelum akhirnya dimanfaatkan untuk melancarkan tindakan yang berujung pada pelecehan. Menurutnya, taktik ini dikenal sebagai “permainan di ruang psikis”.

“Korban merasakan effort yang luar biasa, merasa diperhatikan, lalu momentum itu dimanfaatkan. Setiap bertemu, selalu terjadi proses itu,” tegasnya.

Pendekatan manipulatif tersebut dianggap memiliki kemiripan dengan kasus besar di Jakarta yang pernah divonis 10 tahun penjara, terutama dari sisi pengendalian psikologis korban. Karena itu, TRC PPA menilai kasus ini harus diproses menyeluruh agar tidak berhenti hanya di ranah viral media sosial.

“Saya yakin kasus ini juga harus diproses secara utuh,” ujarnya.

Hingga kini, sudah tiga korban memberikan keterangan, termasuk satu korban yang masih berusia 17 tahun saat dugaan kejadian terjadi. TRC PPA terus mengumpulkan laporan tambahan karena tidak menutup kemungkinan jumlah korban lebih dari yang telah muncul.

Sudirman juga mengingatkan agar pihak kampus tidak turut menutupi kasus ini dengan dalih menjaga nama baik institusi. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan keadilan bagi korban harus diutamakan daripada reputasi kelembagaan.

“Di sini ada korban dan pelaku yang harus diproses. Jangan hanya bicara nama baik, tapi lupakan keadilan bagi korban,” tutupnya. (dm)

Editor: Agus S

Dugaan Money Politik di Pemilihan Ketua RT 17 Berbas Tengah: Lurah Belum Dapat Info, Anggap Sepele Karena Cuma Pemilihan RT

0
Ilustrasi. (Ist).

BONTANG – Lurah Berbas Tengah, Abdul Malik Rifai memberi tanggapan terkait adanya dugaan money politik dalam pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 17 Berbas Tengah.

Dirinya menyampaikan dengan tegas, belum mendapatkan informasi terkait dugaan praktik money politik di pemilihan RT, terutama di wilayah RT.17 Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan.

“Oh saya belum mengetahui adanya hal tersebut, bahkan saya baru tahu dari mbaknya yang menelpon saya,” ucapnya saat dihubungi, Minggu (7/12/2025).

Karenanya Abdul Malik belum bisa bertindak dan melakukan ke tahapan lebih lanjut, sebab belum ada laporan resmi ke dirinya yang terlampir.

“Untuk selanjutnya saya belum bisa mengambil tindakan, karena ini baru sekedar berita saja. Toh ini hanya kegiatan pemilihan rt. Sudah ya, saya matikan karena saya mau ke masjid,” pungkasnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, warga di wilayah RT.17 Kelurahan Berbas Tengah menyoroti adanya kegiatan money politik, sebelum pemilihan Ketua RT berlangsung, tepat di (28/11/2025) lalu.

Banyak warga sekitar melaporkan hal ini ke ketua RT yang masih menjabat, dimana mereka mendapatkan serangan fajar dari salah satu tim sukses calon ketua RT yang mencalonkan, dengan nominal sebesar Rp 200 ribu per orang atau Kartu Keluarga (KK).

“Iya saya mendapatkan beberapa laporan dari warga, bila ada kecurangan di dalam pemilihan RT kemarin, tepat di 30 November 2025 lalu. Seperti politik uang, dimana sebagian warga telah menerima serangan fajar dari tim sukses salah satu kandidat,” ucap Bachol saat ditemui, Sabtu (6/12/2025) malam.

Untuk bukti chat dan uang pemberian dari salah satu tim sukses calon ketua RT tersebut pun, masih disimpan dengan baik oleh penerima. Adapula sebagian uang, yang telah dikembalikan warga secara langsung dengan yang bersangkutan.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Data Pencari Kerja di Bontang Ditarget Rampung Desember, Mulai Disalurkan ke Perusahaan 1 Januari

0
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. (Syakurah)

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan proses pendataan pencari kerja akan tuntas pada Desember 2025. Mulai 1 Januari 2026, data tersebut akan langsung disalurkan kepada seluruh perusahaan di Kota Bontang sebagai dasar perekrutan tenaga kerja.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa penyelesaian data kini memasuki tahap akhir di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

“Kita secepatnya berikan data tersebut. Januari tanggal 1 kalau bisa sudah disebar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Disnaker telah melaporkan bahwa pendataan hampir rampung. Selanjutnya, data itu akan diplenokan secara internal dan disusun mulai dari nama, alamat, nomor telepon, hingga keterampilan masing-masing pencari kerja.

Pendataan dilakukan per kelurahan, untuk memudahkan pemantauan sekaligus mempermudah pemerintah melakukan intervensi kebijakan.

“Data ini harus dibuat dalam sistem satu data. Supaya mudah dicari dan pemerintah bisa cepat mengambil langkah,” jelasnya.

Setelah diperbaiki dan disahkan oleh Wali Kota, data akan dikirimkan ke 135 perusahaan di Kota Bontang. Perusahaan nantinya akan menyeleksi calon pekerja berdasarkan kebutuhan masing-masing.

“Hasil akhirnya tetap di perusahaan. Kita tidak boleh mencampuri urusan skill yang mereka butuhkan,” tegasnya.

Salah satu prioritas pemerintah adalah menyalurkan lebih dahulu data pencari kerja dari keluarga tidak mampu. Langkah ini dilakukan untuk sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

“Ini pengangguran sekaligus pengentasan kemiskinan. Dua-duanya kita jawab,” tambahnya.

Selanjutnya, bagi pencari kerja yang belum diterima perusahaan, pemerintah akan menyiapkan program lanjutan seperti pelatihan, pembinaan, hingga peningkatan keterampilan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

Pendataan pencari kerja berjalan paralel dengan pendataan kemiskinan. Kelak, perusahaan juga akan menerima data warga tidak mampu untuk melihat kebutuhan bantuan, baik berupa permodalan maupun pelatihan.

“Kita berdoa mudah-mudahan data kemiskinan dan pengangguran ini kelar. Karena ini simbiosis mutualisme: pengangguran selesai, kemiskinan juga bisa kita tekan,” tutupnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Ibadah Sabtu di Gereja Getsemani Dijaga Ketat Polisi

0
Ibadah di Gereja Toraja Getsemani Kaliorang berjalan dengan khidmat. (Dok.Polsek Kaliorang)

SANGATTA — Kegiatan ibadah Sabtu di Gereja Toraja Jemaat Getsemani Kaubun, dijaga ketat pihak kepolisian dari Polsek Kaliorang. Kehadiran personel sejak pagi hari membuat rangkaian ibadah berlangsung tenang, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Personel tiba lebih awal untuk melakukan pengecekan keamanan, memantau kondisi gereja, hingga mengatur arus kendaraan di area parkir agar tetap tertib. Pengamanan juga diperkuat dengan penempatan petugas di sejumlah titik strategis untuk mengawasi mobilitas jemaat dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Kapolsek Kaliorang, AKP Damianus Djelatu menegaskan bahwa pengamanan rumah ibadah menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang, aman, dan nyaman. Pengamanan ini adalah bentuk tanggung jawab kami menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Kaliorang,” ungkapnya, Minggu (7/12/2025).

AKP Damianus menambahkan bahwa Polsek Kaliorang akan terus meningkatkan pengamanan, baik pada ibadah rutin maupun pada kegiatan keagamaan besar, sebagai wujud kehadiran Polri yang dekat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, Pendeta Ansari, M.Th., selaku pengkhotbah dalam ibadah tersebut, mengapresiasi perhatian dan dukungan dari pihak kepolisian.

“Kami sangat bersyukur atas pengamanan yang diberikan Polsek Kaliorang. Kehadiran polisi membantu jemaat lebih fokus dan merasa aman selama beribadah. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara pihak gereja dan kepolisian terus terjalin dalam menciptakan suasana ibadah yang damai dan penuh toleransi di wilayah Kaubun dan Kaliorang.

Dengan pengamanan yang terarah dan konsisten, Polsek Kaliorang menegaskan komitmennya untuk selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, demi terciptanya kondisi kamtibmas yang kondusif di seluruh wilayah hukumnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Dapur MBG Bontang Selatan 005 Siap Operasional, 1.013 Porsi Mulai Didistribusikan Senin

0
Wawali Agus Haris mengecek perlengkapan dapur saat peresmian dapur MBG Bontang Selatan 005. (Syakurah)

BONTANG – Layanan Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bontang Selatan kembali bertambah. Setelah melalui proses persiapan teknis dan pengecekan kelayakan, Dapur MBG 005 resmi dinyatakan siap beroperasi dan akan mulai menyalurkan 1.013 porsi makanan pada Senin (8/12/2025).

Dapur MBG 005 dikelola oleh Yayasan Aini Arasyifa Lil Ummah bersama SPPG, dan diresmikan lansung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Sabtu (06/12/2025). Ia meninjau kondisi dapur, alur produksi, hingga standar kebersihan penjamah makanan.

“Ini menjadi dukungan besar bagi pemenuhan gizi siswa. Dengan tambahan dapur baru ini, sekitar 17 ribu anak sudah terlayani, dan kita masih mengejar target 33 ribu penerima manfaat ke depan,” ungkap Agus Haris.

Dapur ini menjangkau 71 sekolah. Kepala Regional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Bontang, Surya Dwi Saputra, menyebut dapur Bontang Selatan 005 merupakan dapur kesepuluh yang beroperasi di Bontang. Dengan demikian, total penerima manfaat program MBG kini mencapai 17.737 siswa dari 71 sekolah.

“Tahap awal 1.013. Distribusi perdana dilakukan serentak pada Senin,” jelasnya.

Adapun sekolah-sekolah yang menjadi penerima awal layanan dapur ini meliputi KB dan TK ABA 8, SD Advent, SD 006, SD 011, SMP Advent, dan SMA Tunas Bangsa.

Persiapan telah rampung sejak awal pekan. Sebelumnya, Koordinator SPPG Bontang Selatan, Aldila Huud, memastikan seluruh persiapan dapur telah tuntas. Mulai dari kelengkapan fasilitas, kesiapan sumber daya manusia, hingga pemeriksaan kesehatan penjamah makanan.

“Yang terpenting, aspek higiene dan kesehatan seluruh tenaga sudah dipastikan memenuhi standar,” ujarnya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam