Beranda blog Halaman 452

Guru SLTA se-Bontang Ikuti Lomba Bekesahan Inisiasi Panji Beber

0
Lomba Bekesahan 2025 garapan Panji Beber. (Ist)

BONTANG – Panji Beber kembali menggelar Lomba Bekesahan pada 2025, namun dengan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Jika pada 2024 lomba ditujukan untuk pelajar tingkat SLTA se-Kota Bontang dengan tema Pusaka Nusantara, maka tahun ini perlombaan diikuti oleh para guru SLTA dengan mengangkat tema Pahlawan.

Acara ini berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, di Resto Bontang Nusantara dan berjalan sukses serta penuh antusiasme.

Ketua Panitia, Jeprianto Mambua, menjelaskan bahwa perubahan tema dilakukan berdasarkan masukan dari berbagai pihak agar lebih relevan dengan momentum Hari Pahlawan. “Untuk Lomba Bekesahan tahun 2025 ini bukan lagi tentang Pusaka Nusantara. Temanya beralih menjadi Pahlawan untuk menyemarakkan Hari Pahlawan. Pesertanya adalah Bapak dan Ibu Guru se-Kota Bontang. Semua peserta mendapatkan apresiasi berupa uang saku, sertifikat, dan plakat,” ujarnya.

Ketua Umum Panji Beber, Begawan Ciptaning Mintaraga, menekankan bahwa lomba tahun ini memiliki kaitan kuat dengan Hari Pahlawan sekaligus Hari Guru. Menurutnya, guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa yang perannya sangat besar dalam membentuk karakter generasi bangsa. “Tanpa peran guru, kita tidak bisa menjadi seperti sekarang. Terlebih maraknya fenomena kriminalisasi terhadap guru di beberapa daerah menjadi bahan renungan kita semua. Karena itu Panji Beber membuat acara ini sebagai bentuk apresiasi kepada guru-guru tingkat SLTA di Bontang,” terangnya.

Lomba Bekesahan Pahlawan Nasional yang dilaksanakan di Ruang Dayak, Resto Bontang Nusantara, dibuka secara resmi oleh Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC Bontang, Letkol Arh Bayu Adiswisuda. Dalam sambutannya, ia menyinggung keterkaitan Hari Pahlawan dengan sejarah Arhanud. Disebutkannya, pada 10 November 1945 para pemuda berani melawan sekutu dengan menggunakan meriam rampasan Jepang. Peristiwa itu kemudian melandasi penetapan 10 Desember sebagai Hari Artileri Nasional oleh Letjen Oerip Soemohardjo.

Lomba ini menghadirkan tiga juri utama, yakni Agus Susanto, Tommy Johan Agusta, dan Sugeng Suedi — para penggiat seni budaya di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur yang tergabung dalam Pancanaka. Dewan juri menetapkan Ibu Darmawati dari MAN Bontang sebagai Juara 1 dengan cerita “Colliq Pujie” atau Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae, sosok penyunting naskah Lontara Bugis Kuno yang sangat berpengaruh.

Keberhasilan penyelenggaraan Lomba Bekesahan Pahlawan 2025 ini kian mengukuhkan program Panji Beber dalam menghadirkan edukasi budaya kepada generasi muda secara rutin. Panitia menyampaikan terima kasih kepada PT Pupuk Kaltim, PT Kaltim Multi Boga Utama, Kopkar PKT, dan berbagai pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Panji Beber berharap lomba ini menjadi agenda yang selalu dinantikan oleh para pelajar maupun para guru di Kota Bontang sebagai wadah pelestarian budaya dan penghargaan terhadap para pahlawan bangsa.(rls/darman)

Editor: Agus S

DPMPTSP Pastikan Penerbitan Izin Harus Lewat Rekomendasi Teknis

0
Kepala DPMPTSP Aspiannur. (Syakurah)

BONTANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur, menegaskan bahwa seluruh proses penerbitan izin usaha di Kota Bontang hanya dapat dilakukan setelah adanya rekomendasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.

Menurut Aspiannur, DPMPTSP tidak memiliki kewenangan dalam aspek teknis seperti konstruksi, tata ruang, dan lingkungan. Dinasnya hanya bertugas memastikan kelengkapan administrasi dan penerbitan izin melalui sistem yang berlaku.

“Setiap izin yang kami terbitkan harus berdasarkan kajian dan rekomendasi dari OPD teknis. Kami hanya mengurusi administrasi perizinannya. Soal teknis bangunan atau konstruksi sepenuhnya berada di perangkat daerah terkait,” jelasnya.

Aspiannur menyebutkan bahwa, pada tahun 2025 ini seluruh pengurusan izin masih mengacu pada Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Melalui sistem tersebut, validasi teknis akan otomatis melibatkan sejumlah OPD sesuai jenis usaha dan tingkat risikonya.

Ia mencontohkan pada proses permohonan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Setelah permohonan masuk, DPMPTSP akan meneruskan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPRK) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menentukan kesesuaian lahan.

“Kalau lahan dinyatakan sesuai oleh DPUPRK dan BPN, barulah izin KKPR dapat kami terbitkan. Setelah itu investor harus menuntaskan izin berikutnya di OPD lain seperti lingkungan hidup, perhubungan, hingga permukiman,” terangnya.

Ia juga menegaskan, bahwa pelaku usaha memiliki dua pilihan dalam proses perizinan: mengurus secara daring melalui OSS RBA atau datang langsung ke kantor DPMPTSP jika membutuhkan pendampingan.

“Tidak semua pelaku usaha paham cara mengurus izin secara online. Karena itu kami membuka pelayanan konsultasi di kantor, agar semua proses tetap berjalan sesuai aturan,” tambahnya.

Aspiannur menuturkan, kolaborasi antar-OPD menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Bontang, telah sesuai regulasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Backpacker Murah Bali–Singapura–Malaysia (7-Habis): Sisa Ringgit, Gate L, dan Drama Imigrasi

0
Suasana antrean di Oriental Kopi KLIA2, salah satu lokasi favorit penumpang sebelum terbang.

Rabu, 12 November siang, kami bersiap meninggalkan Kuala Lumpur. Dua malam memang terasa singkat, tetapi cukup untuk menambah cerita baru setelah perjalanan panjang dari Bali dan Singapura. Seperti biasa, kami tidak terburu-buru. Kami memastikan tak ada barang tertinggal, turun ke lobi, menyelesaikan proses check-out, lalu memesan Grab menuju bandara.

Grab memang sangat penting untuk perjalanan gaya backpacker di Malaysia dan Singapura. Metode pembayaran wajib tertaut dengan benar, dan sejak awal saya memilih menggunakan kartu kredit agar tidak perlu menukar uang tunai terlalu banyak. Kuala Lumpur sangat nyaman untuk perjalanan cashless; cukup pesan, naik, turun—semua otomatis terbayar.

Sebelum berangkat, kami menghitung sisa ringgit yang tinggal sedikit. Biasanya memang sengaja saya atur seperti itu. Uang tunai hampir habis menjelang pulang; daripada ditukar kembali dan rugi kurs, lebih baik dipakai untuk membeli oleh-oleh kecil di bandara.

Deretan gerai kuliner dan toko oleh-oleh di area publik KLIA2 yang selalu ramai penumpang.

Perjalanan ke KLIA2 lancar. Terminal ini besar, modern, dan menjadi pusat maskapai low-cost seperti AirAsia. Begitu memasuki area keberangkatan, kami langsung menuju mesin self check-in.

KLIA2 memakai sistem otomatis untuk seluruh proses AirAsia, mulai dari mencetak boarding pass hingga label bagasi. Kami tinggal memindai paspor, memilih penerbangan, dan mesin mencetak boarding pass serta bag tag.

Setelah memasang label pada koper, kami menuju area self baggage drop. Cukup meletakkan koper di belt, memindai boarding pass, lalu sistem langsung menimbang dan mengirim bagasi ke jalur pengangkutan. Prosesnya cepat dan teratur. Seorang petugas berjaga di area itu, sesekali membantu penumpang yang kesulitan. Karena saya sudah membeli jatah 20 kg, koper langsung lolos tanpa masalah.

Setelah itu kami diarahkan menuju pintu keberangkatan. Di bagian ini ada pemeriksaan tambahan. Beberapa penumpang terlihat tertahan karena berat tas kabin mereka melebihi batas 7 kg yang diperbolehkan. Ketika giliran kami, tas ransel saya dan istri tidak diminta ditimbang lagi. Petugas langsung mempersilakan lewat.

Ulasan tentang ketatnya aturan bagasi di KLIA2 sangat membantu kami. Karena sudah menyiapkan semuanya sejak awal, urusan bagasi dan bawaan tidak lagi menjadi masalah. Alhasil, proses hari itu berjalan mulus tanpa hambatan.

Dengan urusan bagasi selesai, kami mengikuti petunjuk menuju Gate L, area keberangkatan internasional. Lokasinya berada cukup jauh di sayap kanan bawah KLIA2 sehingga perlu berjalan melalui koridor panjang dan beberapa eskalator.

Begitu tiba di area Gate L, saya langsung paham mengapa banyak penumpang menyebut ruang tunggunya terasa sempit. Area ini memang tidak sebesar koridor shopping “gateway@KLIA2”. Kursi disusun rapat dan hampir semuanya terisi. Penumpang dari berbagai rute internasional—Bangkok, Jakarta, Hanoi, Manila—berkumpul di area yang sama. Meski padat, suasananya tetap tertib. Kami beruntung menemukan dua kursi kosong untuk menunggu waktu boarding.

Sisa ringgit kami akhirnya dibelanjakan untuk membeli cokelat dan dua minuman dingin. Hal kecil seperti ini justru membuat perjalanan backpacker terasa menyenangkan.

Pesawat AirAsia bersiap di apron KLIA2 menjelang keberangkatan.

Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 15.30 dan tidak ada perubahan jadwal. Namun sesampainya di Bandara Balikpapan pukul 18.30 Wita, saya justru tertahan cukup lama di pemeriksaan imigrasi.

Petugas menjelaskan bahwa mulai Oktober 2025, seluruh WNI yang kembali dari luar negeri wajib mengisi formulir digital kedatangan melalui alamat allindonesia.imigrasi.go.id. Mirip e-Customs, tetapi versi baru ini mencakup juga klaim barang bawaan yang dihitung dalam bea cukai. Formulir ini sudah bisa diisi tiga hari sebelum keberangkatan. Karena tidak membaca aturan terbaru, saya sama sekali tidak mengisinya.

Akibatnya, saya harus mengisi formulir itu langsung di area imigrasi. Prosesnya sebenarnya tidak rumit, tetapi tetap memakan waktu. Setelah saya selesai mengisi, data istri sempat tidak terbaca di sistem sehingga petugas harus membantu memperbaikinya. Ada rasa menyesal juga karena hal seperti ini seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.

Pelajarannya jelas: selalu cek aturan terbaru sebelum pulang ke Indonesia. Sistem digital sekarang berubah cepat, dan jauh lebih nyaman mengisi formulir dari hotel daripada terburu-buru di depan pemeriksaan imigrasi.

Setelah melewati imigrasi, semuanya terasa lebih ringan. Tinggal mengambil bagasi dan berjalan menuju pintu keluar. Di kepala saya terlintas kembali perjalanan tiga kota—Bali, Singapura, dan Kuala Lumpur—yang ternyata menyimpan banyak catatan kecil namun berharga.

Perjalanan backpacker kali ini mungkin tidak penuh destinasi besar, tetapi justru itu yang membuatnya terasa lebih santai: berjalan, melihat, dan merasakan. Sisanya menjadi cerita—perjalanan tanpa target, tetapi kaya pengalaman. (habis)

Oleh: Agus Susanto S.Hut., S.H., M.H.

Muara Bengkal Ulu Dilalap Api, Damkar: Titik Awal dari Rumah Kosong

0
Petugas pemadam kebakaran bergerak cepat memadamkan api di lokasi kejadian. (Ist)

SANGATTA – Kebakaran hebat menghanguskan permukiman warga di Desa Muara Bengkal Ulu, RT 07, Kecamatan Muara Bengkal, Kutai Timur, Sabtu malam (15/11/2025). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 20.13 WITA itu membakar empat rumah hingga rata dengan tanah dan merusak dua rumah lainnya. Total enam unit rumah terdampak, menyebabkan 12 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kasi Pemadaman, Pengendali Operasi, dan Komunikasi Disdamkartan Kutim, Eko Purnomo, menyampaikan bahwa sumber api berasal dari sebuah rumah kosong yang tidak ditempati. “Titik awal api berasal dari rumah yang tidak ditempati. Dari keterangan sementara di lapangan, diduga pemicunya korsleting listrik,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).

Menurut Eko, bangunan yang dominan berbahan kayu membuat api cepat menjalar ke rumah lain. Warga yang lebih dulu melihat kobaran mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas tiba di lokasi. “Kami langsung melakukan pengendalian begitu sampai. Kondisi angin sempat menyulitkan, tetapi api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.35 WITA,” jelasnya.

Jarak bangunan yang berdekatan juga mempercepat perambatan api sehingga pemadaman membutuhkan tenaga ekstra. “Rumah-rumah yang berdekatan membuat api cepat merembet. Namun berkat kerja sama warga dan petugas, kobaran tidak meluas lebih jauh,” imbuh Eko.

Saat ini pemerintah desa, kecamatan, serta tim kebencanaan Kabupaten Kutim masih melakukan pendataan kerugian material dan kebutuhan darurat bagi warga. Para korban yang kehilangan rumah sementara mengungsi ke tempat keluarga terdekat.

Eko mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama di rumah yang jarang dihuni atau dibiarkan kosong. “Rumah tidak berpenghuni sering kali luput dari perawatan dan pengecekan. Ini harus menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Pendataan lanjutan masih berlangsung dan pemerintah daerah memastikan penanganan darurat segera disiapkan untuk membantu warga terdampak kebakaran.

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

Samarinda Gelar World Diabetes Day Fun Run, Ratusan Warga Ikut Kampanye Gerak Cegah Diabetes

0
Peserta World Diabetes Day Fun Run 2025 tampil penuh warna dalam sesi Zumba massal setelah menyelesaikan rute lari di Samarinda. Foto: Dimas/MKN.

SAMARINDA – Ratusan warga Kota Samarinda memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, tepatnya di area Mitra10, Minggu pagi pukul 06.00 Wita, untuk mengikuti World Diabetes Day Fun Run 2025. Acara yang digagas Tropicana Slim ini menjadi bagian dari kampanye nasional untuk mengajak masyarakat lebih aktif bergerak dan menerapkan pola hidup sehat guna mencegah diabetes.

Ratusan peserta memadati area Mitra10 Jalan Ahmad Yani saat mengikuti World Diabetes Day Fun Run 2025. Foto: Dimas/MKN.

Sejak flag off dimulai, antusiasme peserta langsung terlihat. Fun Run tahun ini menghadirkan dua kategori: lari jarak 8K untuk peserta muda dan berpengalaman, serta rute 3K yang dirancang ramah bagi keluarga dan anak-anak.

Usai berlari dan berjalan santai, rangkaian acara berlanjut dengan Zumba massal yang dipimpin instruktur di area panggung utama. Suasana semakin meriah ketika peserta bergabung dalam Health Talk bersama dokter dan ahli gizi yang membahas pentingnya deteksi dini serta pola makan yang tepat untuk mencegah diabetes. Panitia kemudian menutup kegiatan dengan pembagian doorprize menarik.

Wiradetia, Area Marketing Manager Nutrifood Region Kalimantan, mengatakan Fun Run ini merupakan agenda tahunan Tropicana Slim yang digelar serentak di 25 kota di Indonesia. Tahun 2025 menjadi tahun kedua penyelenggaraan di Samarinda.

“Event ini memang event tahunan Tropicana Slim. Tahun ini kami mengadakan di 25 kota di seluruh Indonesia, termasuk di Samarinda. Kami membagi lari menjadi dua kategori: 8K untuk teman-teman yang masih muda, dan 3K untuk keluarga, supaya mereka sama-sama bergerak untuk mencegah diabetes,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini mengusung kampanye tiga pilar hidup sehat: menjaga asupan gula, menjaga asupan garam, dan menjaga asupan lemak—sebagai fondasi untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif, termasuk diabetes.

Wiradetia juga menilai penyelenggaraan tahun ini lebih variatif dibanding tahun sebelumnya. Selain olahraga, acara turut menghadirkan talk show gizi, cek kesehatan, dan ruang interaksi keluarga.

“Pengecekan kesehatan tetap ada. Ini untuk mendukung program pemerintah dalam screening masyarakat. Tujuannya bukan untuk menakuti, tapi menyadarkan bahwa kita harus tetap sehat. Salah satunya dengan cek kesehatan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan skala lebih besar dan semakin banyak masyarakat Samarinda yang terlibat aktif dalam gerakan hidup sehat. (MK)

Editor: Agus S

Operasi Cipkon Sasar “Kopi Pangku”, Tujuh Orang Terjaring dan Bangunan Liar Akan Dibongkar

0
Petugas Satpol PP gabungan mengamankan minuman keras dan barang bukti lain dari warung remang-remang di sepanjang Jalan Poros Samarinda–Bontang. Foto: Dimas/MKN.

TENGGARONG – Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dan Penyakit Masyarakat (Pekat) kembali menyasar warung-warung remang-remang yang dikenal sebagai tempat praktik “kopi pangku” di sepanjang Jalan Poros Samarinda–Bontang. Operasi yang melibatkan Satpol PP Provinsi Kaltim, Satpol PP Kota Samarinda, dan Satpol PP Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini digelar Sabtu malam (15/11) pukul 22.00 WITA.

Dalam operasi gabungan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan praktik prostitusi terselubung. Tim mengamankan 20 botol bir hitam, tiga botol anggur merah, serta alat kontrasepsi dari beberapa warung yang diperiksa.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, menyebut temuan tersebut mengonfirmasi laporan masyarakat terkait aktivitas pekat di jalur tersebut.

“Kita kolaborasi Satpol PP Provinsi Kaltim bersama Satpol Kota Samarinda dan Satpol Kabupaten Kutai Kartanegara. Dalam pelaksanaan tadi kita sudah menemukan target, dengan barang bukti sebanyak 20 bir hitam, anggur merah 3, dan alat kontrasepsi yang ditemukan di lokasi,” ujarnya.

Sebanyak tujuh orang terjaring dalam operasi itu, terdiri dari enam perempuan dan satu laki-laki. Pendataan dilakukan langsung di tempat, sementara Dinas Kesehatan Kukar melakukan tes urin terhadap seluruh yang diamankan.

Edwin menegaskan kondisi di Poros Samarinda–Kukar menunjukkan tingkat prostitusi yang cukup tinggi sehingga membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

“Artinya di Jalan Poros Samarinda dan Kutai Kartanegara ternyata prostitusinya sangat tinggi, sehingga ini menjadi perhatian kita di Provinsi Kaltim. Ini tidak bisa dibiarin,” tegasnya.

Selain penindakan rutin, Satpol PP Kaltim juga menyiapkan langkah jangka panjang terkait keberadaan bangunan liar yang digunakan sebagai warung remang-remang tersebut. Penertiban akan dilakukan melalui mekanisme resmi, mulai dari pemberian surat peringatan hingga pembongkaran.

“Jelas tujuan akhirnya tempat ngopi remang-remang yang biasa disebut ‘kopi pangku’ pasti kami bongkar karena itu termasuk bangunan liar juga di situ,” jelas Edwin.

Satpol PP memastikan operasi serupa akan digencarkan untuk menekan praktik prostitusi jalanan dan memperbaiki ketertiban di wilayah poros tersebut. (MK)

Editor: Agus S

Gerebek Loa Hui Tengah Malam, 122 Wanita Terjaring dan Semua Ber-KTP Luar Daerah

0
Sejumlah wanita yang terjaring operasi Pekat di kawasan eks lokalisasi Loa Hui, Samarinda, diarahkan petugas Satpol PP untuk pendataan. Foto: Dimas/MKN

SAMARINDA – Operasi gabungan Pekat di kawasan eks lokalisasi Suka Damai Loa Hui kembali membongkar aktivitas prostitusi ilegal yang berjalan seolah tanpa hambatan. Sebanyak 122 wanita diamankan dari 33 rumah yang difungsikan sebagai tempat hiburan malam (THM), seluruhnya beridentitas luar Samarinda dan luar Kaltim.

Penggerebekan berlangsung Minggu dini hari (16/11) sekitar pukul 00.00 WITA melibatkan Satpol PP Provinsi Kaltim, Satpol PP Kota Samarinda, TNI, Polri, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Selain menjaring para wanita, petugas menemukan sekitar 200 botol minuman keras (miras) yang dijual tanpa izin.

Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, menegaskan bahwa tidak satu pun dari mereka beridentitas lokal.

“Kita jaring 122 orang dan semuanya ber-KTP luar daerah, bukan KTP Samarinda ataupun Kalimantan Timur,” tegasnya.

Edwin menyebut beroperasinya kembali Loa Hui sebagai peringatan keras bagi pemerintah daerah, mengingat kawasan tersebut sudah lama ditutup.

“Lokasi ini sudah ditutup, tapi faktanya masih bisa beroperasi lagi. Prostitusi masih menjadi masalah terbesar selain judi online dan narkoba,” ujarnya.

Loa Hui sebelumnya telah ditutup permanen melalui SK Wali Kota Samarinda Nomor 462/260/HK-KS/V/2014. Namun di lapangan, aktivitas prostitusi justru kembali muncul dan meluas.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Anis Siswanti, menegaskan status ilegal kawasan tersebut.

“Statusnya ilegal. Sudah tutup, tapi beroperasi lagi. Malam ini kita pastikan itu,” ucapnya.

Anis juga memastikan Ketua RT 42 yang disebut mengoordinasi 33 pemilik rumah di kawasan itu akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Nanti Pak RT kami panggil untuk menjelaskan siapa saja pemilik rumah itu. Beliau yang bertanggung jawab memberikan informasi kepada kami,” jelasnya.

Selain prostitusi, operasi juga menemukan sekitar 200 botol miras ilegal. Pendataan identitas dilakukan langsung oleh Disdukcapil Provinsi dan Kota Samarinda.

Anis turut mengungkap adanya pemeriksaan kesehatan rutin sebelumnya yang dilakukan pihak koordinator THM, termasuk keberadaan beberapa wanita yang terkonfirmasi positif HIV dan Sifilis.

“Ada yang positif, tapi semuanya dalam pemantauan,” ujarnya.

Satpol PP Kota Samarinda menegaskan akan melanjutkan penyidikan melalui bidang perundang-undangan dan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan penindakan dan penutupan yang lebih tegas terhadap aktivitas ilegal di Loa Hui. (MK)

Editor: Agus S

Harga Mahal Jadi Kendala RSUD Bontang Dalam Penyediaan Alat Kesehatan

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA mengungkapkan pihaknya masih kesulitan dalam pengadaan alat kesehatan.

“Iya kami masih ada beberapa hal yang agak susah, jika berkaitan dengan alat kesehatan. Itu semua masih kami upayakan untuk peningkatannya,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

Disebutkannya, ketersediaan alat kesehatan di lingkungan Rumah Sakit (RS) harus bisa stabil. Namun, semua alat kesehatan maupun fasilitas yang RS wajib miliki, nilainya terbilang cukup mahal.

Terlebih lagi dengan alat kesehatan atau fasilitas RS yang makin lama kian semakin canggih. Hal itu tak mudah didapatkan begitu saja, mengingat alat kesehatan maupun fasilitas kesehatan harganya sangat fantastis.

“Iya kendala kami masih di anggaran, sebab contohnya seperti di pelayanan jantung. Kita hanya cukup beli alat kesehatannya saja, baru bisa naik dari madya ke utama,” ungkapnya.

Maka dengan alat kesehatan yang harganya terbilang cukup mahal, tetapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dimiliki masih terbilang cukup lemah. Sehingga pihaknya belum bisa memenuhi fasilitas tersebut. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

50 Persen Pelayanan di RSUD Bontang Masuk Kategori Madya

0
RSUD Taman Husada Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – 50 persen pelayanan di RSUD Taman Husada Bontang, saat ini telah masuk dalam kategori madya. Diketahui RSUD memiliki sebanyak 24 pelayanan.

“Kemarin saat kami melakukan evaluasi, sudah sekitar 50 persen pelayanan yang masuk di kategori madya, maka kami selalu berusaha dan mengupayakan untuk seluruh layanan yang ada di RSUD bisa masuk ke madya,” ucap Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA saat dikonfirmasi, Sabtu (15/11/2025).

Tidak sampai disitu saja, pihaknya pun menginginkan jika ada peluang bagi pelayanan yang bisa naik dari madya menjadi utama, pasti akan mengambil kesempatan tersebut. Dimana peluang yang ada harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Jika ada peluang naik untuk menjadi utama, kenapa tidak. Akan tetapi kami masih belum mengetahui, kapan rencana itu kami lakukan,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam

Syarat Pelayanan Jantung di RSUD Taman Husada Bisa Naik Kategori Utama

0
Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Pelayanan jantung di RSUD Taman Husada Bontang bisa naik level atau kategori, yang awalnya dari madya hingga menjadi utama bila mampu melengkapi alat kesehatan khusus di bagian layanan jantung.

Direktur RSUD Taman Husada Bontang, dr. Suhardi, Sp.JP, FIHA menyampaikan bahwa ada beberapa potensi layanan di RSUD Bontang yang bisa naik di atasnya madya, yakni utama salah satunya layanan jantung.

“Ada potensi kami untuk naik diatas madya. Seperti harus melengkapi beberapa alat kesehatan untuk bisa mencapai itu. Jadi, kalau alat kesehatan lengkap bisa naik menjadi utama,” ucapnya, Sabtu (15/11/2025).

Sehingga, RSUD Taman Husada Bontang harus melengkapi beberapa alat kesehatan yang masih belum lengkap hingga saat ini.

“Saat ini pun kami masih mengupayakan untuk pengadaan alat kesehatan itu di 2026 mendatang. Akan tetapi biaya alat kesehatan itu cukup mahal, jadi kami belum bisa memastikan kapan rencananya untuk memiliki alat tersebut,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam