Beranda blog Halaman 463

Respons Kilat Polres Kutim atas Penemuan Jenazah di Mess Tukang SMKN 2 Sangatta Utara

0
Petugas langsung melakukan identifikasi terhadap penemuan jenazah di Mess Tukang SMKN 2 Sangatta Utara. (Ist)

SANGATTA – Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan jenazah seorang pekerja bangunan di Mess Tukang SMK Negeri 2 Sangatta Utara, Senin (10/11/2025) pagi.

Laporan tersebut diterima melalui Call Center 110 sekitar pukul 10.05 Wita dari Kepala Sekolah SMKN 2 Sangatta Utara, Puji Astuti, yang melaporkan adanya seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area mess pekerja sekolah.

Korban diketahui bernama Dan Taba (63), buruh harian lepas yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah. Berdasarkan keterangan para saksi, korban sempat meminta pertolongan pada dini hari sebelumnya.

“Saksi mendengar korban meminta tolong karena tinggal sendirian dan tidak memiliki keluarga di sini. Informasi itu bahkan sempat dibagikan melalui media sosial,” ungkap salah satu saksi di lokasi kejadian.

Sekitar pukul 06.00 Wita, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak sekolah, yang selanjutnya meneruskan laporan resmi ke Call Center 110 Polres Kutim.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Polres Kutim dari Sat Samapta Regu III, Unit Inafis, Piket Reskrim, Intelkam, dan Patmor segera menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto membenarkan peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Korban diduga meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Berdasarkan keterangan saksi, korban memiliki riwayat asma dan sudah tidak bekerja selama dua bulan terakhir,” jelas AKBP Fauzan.

Identitas lengkap korban kini masih dalam proses penelusuran, mengingat dokumen pribadinya disebut telah dibawa oleh rekannya beberapa waktu lalu. Sementara itu, keluarga korban diketahui berdomisili di Provinsi Sulawesi Selatan.

Untuk kepentingan pemeriksaan medis lebih lanjut, jenazah korban telah dibawa ke RSUD Kudungga Sangatta guna dilakukan visum et repertum.

Polres Kutim melalui Unit Reskrim masih melakukan pendalaman dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan identitas serta menghubungi keluarga korban.

“Kami memastikan setiap laporan masyarakat akan ditangani dengan cepat dan profesional. Ini adalah bagian dari komitmen Polres Kutim dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga,” tutup Kapolres Kutim.

Penulis: Ramlah
Editor : Yusva Alam

Pos Pemasukan Negara Melimpah Ruah dengan Penerapan Sistem Ekonomi Islam

0
Guspiyanti. (Ist)

Oleh:
Guspiyanti
Aktivis Muslimah

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Bontang melaporkan capaian kinerja hingga September 2025. Dalam periode tersebut, realisasi penerimaan negara dari Bea Cukai Bontang tercatat mencapai 272,8 persen dari target yang ditetapkan, dengan total sebesar Rp124,7 miliar.

Penerimaan tersebut bersumber dari bea masuk, bea keluar, dan denda administrasi. Selain itu, Bea Cukai Bontang juga mencatat adanya penerimaan lain dari Dana Sawit serta perpajakan atas kegiatan ekspor dan impor.

Begitupun penerimaan pajak daerah Bontang menunjukkan capaian positif sepanjang tahun anggaran 2025. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, realisasi pajak daerah hingga 30 September 2025 tercatat sebesar Rp170,79 miliar. Di mana nilai tersebut jika dipersentasekan mencapai 77,10 persen dari total target anggaran perubahan sebesar Rp221,50 miliar.

Dari 12 jenis pajak daerah yang dikelola, beberapa sektor menunjukkan hasil yang positif. Meski masih ada beberapa sektor pajak yang belum optimal. Namun, potensi penerimaan masih terbuka lebar karena menyisakan sekira Rp1,12 miliar dari target triwulan ketiga. (Kaltim.akurasi.id)

Sumber Pendapatan Jangan Hanya Bertumpu pada Pajak dan Bea Cukai

Dari data yang ada, terlihat bahwa sumber pendapatan kita masih sangat bergantung pada pajak dan bea cukai. Meskipun angka ini terlihat impresif, kita perlu melihat lebih jauh sumber pendapatan negara kita.

Berdasarkan data, nilai devisa ekspor hingga September 2025 mencapai USD 2,0 miliar, sementara devisa impor sebesar USD 89,9 juta. Komoditas utama penyumbang devisa ekspor di antaranya adalah LNG, batu bara, urea, serta CPO dan turunannya. Jadi ada potensi besar bagi negara untuk meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.

Kekayaan sumberdaya alam yang seharusnya menjadi milik rakyat justru diserahkan kepada pihak swasta. Sementara negara hanya memperoleh pendapatan berupa pajak dan non-pajak yang jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan keuntungan besar yang dinikmati perusahaan swasta. Ini adalah contoh bagaimana sistem kapitalisme telah membuat negara kehilangan potensi pendapatan yang besar.

Sumber Pendapatan Negara Islam

Islam telah memberikan panduan dengan sangat rinci terkait pengaturan APBN sebuah negara. APBN dalam Islam adalah hukum-hukum syariat tentang pendapatan dan pengeluaran harta negara yang ada di baitulmal. Sifat hukum syariat dalam hal ini qath’i (pasti) sehingga secara mutlak tidak membutuhkan pendapat untuk masing-masing pos yang ada, baik pos pendapatan maupun pos pengeluaran.

Syekh Taqiyuddin an-Nabhani dalam Kitab An–Nizam al-Iqtisadi fi al-Islam halaman 60 menyebut, “Pengelolaan APBN yang mengacu pada syariat disusun secara efisien sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariat. APBN sebagai instrumen utama pengelola keuangan negara tugasnya membantu negara mewujudkan pembangunan yaitu memecahkan masalah kebutuhan hidup yang dihadapi setiap individu di masyarakat, mendorong meningkatkan taraf hidup mereka, dan mengupayakan kemakmuran.”

APBN dalam sistem ekonomi Islam diperankan oleh baitulmal sebagai lembaga penyimpanan berbagai pemasukan sekaligus bertugas untuk mengalokasikan pengeluaran-pengeluaran sesuai dengan pos-posnya berdasarkan syariat Islam.

Pos-pos pemasukan APBN Islam telah dijelaskan oleh Syekh Abdul Qadim Zallum dalam kitab Al–Amwal fi Daulah al-Khilafah sebagai berikut. 1. Pendapatan dari Anfâl, Ghanîmah, Fai dan Khumûs; 2. Kharaj; 3. jizyah; 4. harta milik umum (SDA); 5. harta milik negara; 6. ‘usyur – cukai(harta yang ditarik dari perdagangan luar negeri); 7. harta tidak sah para penguasa dan pegawai negara atau harta hasil kerja yang tidak diizinkan syara; 8. khumus barang temuan dan barang tambang; 9. harta waris yang tidak memiliki ahli waris; 10. harta orang-orang murtad; 11. dharibah – pajak dan 12. harta zakat.

Sumber terbesar APBN Islam adalah harta milik umum. Semua SDA yang depositnya melimpah menjadi milik umum. SDA ini wajib dikelola negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta haram diserahkan ke swasta.

Bisa dibayangkan jika Indonesia serius menerapkan sistem ekonomi Islam, betapa APBN dalam pos penghasilannya sangat melimpah. Pendapatan APBN Indonesia jika menggunakan sistem Islam adalah sebesar Rp5.216,275 triliun per tahun dengan rincian dari potensi zakat Rp217 triliun dan dari pos kepemilikan umum sebesar Rp4.999,275 triliun (Dwi Condro Triono, Perbandingan Konsep Pertumbuhan dan Pemerataan dalam Sistem Ekonomi Islam dan Kapitalisme, 2014). Itu belum termasuk harta-harta sitaan akibat penyelewengan pejabat seperti korupsi, suap, dan sebagainya.

Hanya saja penerapan APBN Islam memerlukan keberadaan negara yang kompatibel, yaitu sebuah negara yang menerapkan Islam kafah. Baitulmal sebagai pelaksana ri’ayah syu’unil ummah (mengelola urusan-urusan masyarakat) akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok berupa sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Negara tidak akan membiarkan ada satu individu warga negara yang terlewat, semua wajib terpenuhi dengan standar kecukupan masing-masing wilayah

Jika kita ingin mendapatkan curahan berkah dari langit dan bumi, tidak ada jalan lain kecuali melakukan perubahan dari paradigma berpikir sekuler menuju paradigma berpikir Islam serta memperjuangkan penerapan Islam kafah.

Wallahu ‘alam

Raih ISNA 2025, Bukti Bontang sebagai Smart City

0
Wali Kota Neni saat menerima penghargaan di ajang ISNA 2025. (ist)

BONTANG — Kota Bontang Kembali meraih penghargaan di ajang Indonesian Smart Nation Award (ISNA) 2025 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (8/11/2025), Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menerima langsung penghargaan tersebut dari Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Amran.

Ajang ISNA 2025 bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan bentuk apresiasi terhadap inovasi daerah dalam mewujudkan smart city yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah, untuk memperkuat tata kelola berbasis teknologi, inovasi layanan publik, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota cerdas.

“ISNA tidak hanya mengakui pencapaian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran antar daerah. Setiap kota dan kabupaten memiliki potensi unik untuk berinovasi. Melalui ajang ini, kita ingin mendorong seluruh pemerintah daerah untuk terus bertransformasi menuju kota yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Amran, Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri.

Neni mengungkapkan, prestasi ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun dunia usaha di Bontang.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan semangat gotong royong mampu membawa hasil terbaik. Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan Bontang sebagai kota cerdas dan berwawasan lingkungan,” ujar Neni.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota terhadap isu lingkungan dan pengelolaan sampah melalui penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle, red). “Kami mengajak seluruh masyarakat serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan lingkungan. Penanggulangan sampah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya kepada PPID Bontang.

Ajang Indonesia Smart Nation Award 2025 sendiri diikuti oleh berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berlomba menampilkan inovasi terbaiknya dalam bidang tata kelola, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Serahkan Bantuan dan Sungkem ke Istri Veteran, Sikap Wawali Bikin Haru Peserta Upacara Hari Pahlawan

0
Wawali Agus Haris saat sungkem ke istri veteran. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang dan berbagai pihak menyerahkan bantuan sosial kepada lima istri veteran, berupa paket sembako dan uang tunai. Bantuan itu diserahkan pasca upacara bendera memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di halaman Makodim 0908/BTG, Senin (10/11).

Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Kota Bontang, Kodim 0908/BTG, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta dukungan TJSL dan UPZ PT Pupuk Kaltim, PT Badak LNG, dan sejumlah perusahaan lainnya, perbankan.

Selain penyerahan bantuan, ada momen menyentuh terjadi ketika Wawali Agus Haris secara langsung menyerahkan bantuan sembako kepada salah satu istri veteran. Dengan penuh hormat, ia menundukkan tubuh dan bersungkeman, sebagai wujud penghargaan dan rasa terima kasih kepada keluarga pejuang bangsa.

Gestur sederhana namun sarat makna itu mengundang haru di antara para peserta upacara. Menurut Kepala DSPM, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, sikap tersebut mencerminkan nilai luhur yang diwariskan para pahlawan.

“Semangat kepahlawanan tidak hanya ditunjukkan lewat kata-kata, tapi melalui tindakan tulus dan penghormatan kepada mereka yang telah berjuang untuk negeri,” ujarnya.
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan serta harapan agar generasi muda Bontang terus meneladani semangat juang dan pengabdian mereka demi kemajuan bangsa.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Pesan Menteri Sosial RI di Peringatan Hari Pahlawan 2025

0
Wawali Agus Haris dan seluruh peserta hormat bendera di upacara Hari Pahlawan. (ist)

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang menggelar upacara bendera memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025 di halaman Makodim 0908/BTG, Senin (10/11). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bertindak sebagai inspektur upacara.

Wawali menyampaikan pesan Menteri Sosial RI, Saefullah Yusuf, yang menegaskan bahwa kepahlawanan bukan hanya gelar, tetapi cermin perjuangan tanpa pamrih.
“Pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini. Kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” ucapnya membacakan amanat Mensos.

Ia menambahkan, semangat juang para pahlawan kini harus diterjemahkan dalam perjuangan membela yang lemah, menegakkan keadilan, serta memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan kesempatan yang sama dalam kemajuan.

Agus Haris juga mengaitkan nilai kepahlawanan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penguatan ketahanan nasional, pemerataan pendidikan, penegakan keadilan sosial, hingga pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
“Seperti pesan Pahlawan Nasional asal Borneo, Pangeran Antasari: Hidup untuk rakyat, mati untuk kehormatan. Semangat itu harus terus kita hidupkan,” tegasnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Disdikbud Berdayakan UMKM di Pengadaan Seragam Sekolah

0
Disdikbud Kutim akan berdayakan UMKM lewat program seragam sekolah. (Ist)

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) membuktikkan komitmennya mendukung pelaku usaha lokal. Disdikbud melibatkan penjahit dan pelaku UMKM konveksi lokal dalam program pengadaan seragam sekolah.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menyebut sebagian besar seragam, terutama seragam batik, dikerjakan oleh penjahit lokal asal Kutim. Langkah ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di sektor konveksi dan garmen.

“Kalau soal penjahit lokal ini sebagian ada. Contoh kayak batik itu di sini aja. Tapi kalau yang lainnya sebagian memang ada di luar, karena kebutuhan kita cukup besar,” ungkap Mulyono.

Ia menjelaskan, pengadaan seragam untuk ribuan siswa setiap tahun memang membutuhkan kapasitas produksi besar. Karena itu, pihaknya berupaya menyeimbangkan antara pemberdayaan penjahit lokal dan efisiensi distribusi agar seluruh seragam bisa selesai tepat waktu.

“Penggunaan penjahit lokal dilakukan secara selektif dan proporsional, menyesuaikan kemampuan pengusaha di daerah. Tujuannya agar kualitas seragam tetap terjamin, tapi roda ekonomi masyarakat lokal juga bisa berputar,” tambahnya.

Disdikbud Kutim memfasilitasi pengadaan lima jenis seragam sekolah, meliputi seragam wajib nasional, pramuka, olahraga, batik, dan perstel tetap.

“Itu full, mulai dari seragam merah putih untuk SD hingga batik khas Kutim. Semua sudah diatur agar siswa memiliki seragam lengkap,” ujarnya.

Kebijakan ini tidak hanya memastikan para siswa di Kutim mendapatkan seragam berkualitas, tetapi juga memberi peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang.

Dengan melibatkan penjahit daerah sendiri, Disdikbud Kutim berharap program pengadaan seragam sekolah dapat menghadirkan manfaat ganda pendidikan yang lebih tertata, sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Perenang Muda Kutim Raup 20 Medali di Kejuaraan Akuatik se-Kaltim 2025

0
Para Pemenang berfoto bersama. (Ist)

SANGATTA — Tim renang muda Kutim sukses menorehkan prestasi gemilang, di ajang Kejuaraan Akuatik (Renang) Antar Pelajar se-Kalimantan Timur 2025, yang digelar di Kolam Renang Mulawarman, Balikpapan, pada 8–9 November 2025.

Atlit muda Kutim membawa pulang 20 keping medali dari berbagai nomor pertandingan.

Ajang yang diikuti ratusan perenang muda dari seluruh kabupaten dan kota di Kaltim ini, menjadi pembuktian bahwa Kutim memiliki banyak talenta potensial di dunia olahraga air.

Ketua Akuatik Indonesia Kutim, H. Reza Fahlevi, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, atlet Kutim mampu meraih 20 keping medali dari berbagai nomor. Ini hasil dari kerja keras anak-anak dan dukungan para pelatih serta orang tua. Sebuah pencapaian yang patut disyukuri,” ujarnya.

Menurutnya, Kutim menurunkan 14 atlet, terdiri dari tujuh perenang dari Klub Barakuda dan tujuh dari Klub Fun Swimming. Hasil ini disebutnya menjadi modal penting menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.

“Kami ingin terus memupuk semangat mereka agar ke depan bisa menjadi andalan Kutim di ajang Porprov bahkan di level nasional,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih renang Kutim Adyan Siregar mengungkapkan, dari 37 nomor lomba yang diikuti, atlet Kutim berhasil menyabet kombinasi medali emas, perak, dan perunggu.

“Persaingan di kelompok umur ini sangat ketat, tapi anak-anak tampil luar biasa. Kita sudah punya banyak bibit yang siap dikembangkan untuk masa depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil di Balikpapan menjadi motivasi besar bagi tim pelatih untuk terus meningkatkan kualitas latihan.

“Kami akan terus memacu para atlet agar lebih berprestasi. Selanjutnya, sesuai kalender kejuaraan, Kutim akan tampil di ajang renang di Tenggarong, Kukar, pada Desember mendatang,” ungkap Adyan.

Daftar Peraih Medali Perenang Muda Kutim – Kejuaraan Akuatik Antar Pelajar se-Kaltim 2025

1. Nur Alfira Hadri – Juara II, 800 m gaya bebas KU putri

2. Jastin Ismail – Juara III, 50 m gaya bebas KU putra

3. Nahda Azarin Kameela – Juara III, 50 m gaya bebas KU putri

4. Azka Bahari Siregar – Juara III, 50 m gaya bebas KU 3 putra

5. Jastin Ismail – Juara III, 100 m gaya dada KU putra

6. Nahda Azarin Kameela – Juara III, 100 m gaya dada KU putri

7. Jastin Ismail – Juara II, 100 m gaya bebas KU putra

8. Anggun Natasya Putri – Juara II, gaya kupu-kupu KU putri

9. Jastin Ismail – Juara III, 50 m gaya dada KU putri

10. Nahda Azarin Kameela – Juara II, 100 m gaya bebas KU putri

11. Nur Alfira Hadri – Juara III, 100 m gaya bebas KU putri

12. Nahda Azarin Kameela – Juara I, 200 m gaya bebas KU putri

13. Anggun Natasya Putri – Juara II, 100 m gaya punggung KU putri

14. Nahda Azarin Kameela – Juara II, 200 m gaya dada KU putri

15. Anggun Natasya Putri – Juara I, 200 m gaya kupu-kupu KU putri

16. Jastin Ismail – Juara II, 50 m gaya kupu-kupu KU putra

17. Azka Bahari Siregar – Juara II, 50 m gaya kupu-kupu KU 3 putra

18. Nahda Azarin Kameela – Juara III, 50 m gaya kupu-kupu KU putri

19. Nur Alfira Hadri – Juara I, 400 m gaya bebas KU putri

20. Nahda Azarin Kameela – Juara II, 200 m gaya ganti KU putri.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Tahanan di Sel Polsek Muara Wahau Dipastikan Aman

0
Petugas secara berkala melakukan pengecekan ruang tahanan. (Ist)

SANGATTA — Seluruh tahanan di sel Polsek Muara Wahau dalam kondisi aman, sehat, dan mendapatkan pengawasan ketat. Hal ini disampaikan Kapolsek Muara Wahau, Iptu Sumartono menyusul beredarnya informasi tidak benar (hoaks) terkait kondisi tahanan di wilayah tersebut.

Saat ini terdapat 10 orang tahanan yang dititipkan di Polsek Muara Wahau. Seluruhnya, kata Kapolsek, dalam keadaan baik dan berada dalam pemantauan rutin petugas, baik dari sisi keamanan maupun kesehatannya.

“Kami pastikan seluruh tahanan dalam keadaan sehat dan aman. Informasi yang beredar di luar mengenai kondisi tahanan yang tidak benar agar tidak dipercaya. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks,” tegas IPTU Sumartono.

Ia menjelaskan, jajaran Polsek Muara Wahau secara berkala melakukan pengecekan ruang tahanan, termasuk kebersihan, ventilasi, kesehatan tahanan, serta sistem pengamanan agar tetap kondusif.

Kapolsek juga mengingatkan, penyebaran informasi bohong dapat memicu keresahan publik dan mengganggu stabilitas kamtibmas. Karena itu, masyarakat diimbau lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum jelas sumbernya.

“Jika ada informasi terkait kamtibmas atau tahanan, masyarakat dapat langsung menghubungi Polsek. Kami terbuka dan siap memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.

Melalui imbauan ini, Polsek Muara Wahau berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, sehingga situasi keamanan di wilayah tetap aman dan kondusif.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

DKUMPP Libatkan ASN dalam Pengawasan Produk Halal

0

BONTANG – Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang mulai melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dalam proses pengawasan produk halal di berbagai pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh produk yang beredar aman dan sesuai standar sertifikasi halal nasional.

📖 Baca E-Paper Lengkap
📱 Versi Mobile

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Enam Kontrak Pembangunan Kawasan Legislatif-Yudikatif IKN Resmi Ditandatangani

0
Penandatanganan MK di Kemenko 4 IKN pagi tadi. (Atmaja/MKN)

NUSANTARA – Sebanyak lima kontrak paket Manajemen Konstruksi (MK) pembangunan kawasan Legislatif–Yudikatif, serta satu kontrak paket pembangunan jalan kawasan kompleks Legislatif, resmi ditandatangani oleh pemenang tender bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (10/11/2025).

Penandatanganan yang berlangsung di Multifunction Hall Kementerian Koordinator (Kemenko) 4 ini juga dilanjutkan dengan kegiatan Pre Construction Meeting (PCM). Hadir dalam acara tersebut Deputi Sarana Prasarana Otorita IKN, Aswin Grandiarto Sukahar, bersama Direktur Sarana Prasarana Sosial OIKN, Agus Ahyar, dan Direktur Sarana Prasarana Dasar OIKN, Cakra Nagara.

Dalam arahannya, Aswin menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di lapangan. Ia menekankan agar seluruh pihak menjaga kerapian dan keselamatan di area proyek yang berdekatan dengan objek vital.

“Tuntutan OIKN, kami tidak memperkenankan pekerjaan pembangunan yang tidak rapi. Jadi mohon patuh. Harus rapi. Komponen safety seperti paranet, rambu, sampai petugas kebersihan di area kerja betul-betul diperhatikan. Jangan sampai roda kendaraan kotor dibiarkan keluar dari site tanpa lebih dulu dibersihkan,” tegas Aswin.

Kawasan Legislatif–Yudikatif dan seluruh infrastruktur pendukungnya merupakan bagian dari paket pembangunan tahap kedua di kawasan IKN. Paket pertama sebelumnya mencakup pembangunan sebagian jalan dan kawasan yang kini sudah berjalan.

Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa setelah sebelumnya dua kontrak konstruksi dan satu MK telah ditandatangani, kali ini terdapat enam kontrak tambahan yang difokuskan pada pembangunan kawasan dan jalan utama kompleks.

“Sekarang ada enam. Satu kontrak konstruksi, lima kontrak MK. Nanti terus berjalan, ini baru terkait jalan dan kawasan. Yang gedung-gedung mungkin nanti tanggal 5 Desember,” ujar Basuki.

Berikut daftar enam kontrak yang resmi ditandatangani pada pukul 09.00 Wita:

* MK DPR I dan Paripurna senilai Rp44.010.752.415, personel 92 orang, waktu 782 hari, oleh PT Ciriajasa Cipta Mandiri, LPPSLH, CAP.
* MK DPR II senilai Rp26.899.153.365, personel 52 orang, waktu 782 hari, oleh PT Ciriajasa Engineering Consultants, Agrinas Pangan Nusantara, RSN.
* MK DPD & MPR senilai Rp48.283.710.735, personel 92 orang, waktu 782 hari, oleh PT Jaya Construction Management, PT Pola Teknik Konsultan, CAP.
* MK BKP senilai Rp18.126.163.470, personel 26 orang, waktu 720 hari, oleh PT Pola Teknik Konsultan, Agrinas Pangan Nusantara, CAP.
* MK Yudikatif senilai Rp40.770.973.215, personel 56 orang, waktu 782 hari, oleh PT Ciriajasa Engineering Consultants, PT Jaya Construction Management, dan PT Pola Teknik Konsultan.
* Pembangunan Paket Jalan Kawasan Kompleks Legislatif senilai Rp930.323.000.000, sepanjang 6,4 kilometer, oleh Daya Mulia Turangga, PT Modern Widya Tehnical, Bangun Cipta Kontraktor, dan Markinah.

Kegiatan PCM dijadwalkan berlangsung hingga pukul 15.30 Wita. (MK)

Editor: Agus S