Beranda blog Halaman 476

Aktivitas Truk Pengangkut Koral Dikeluhkan Warga, Kelurahan Tanjung Laut Indah dan Perusahaan Sepakati 5 Poin Pengendalian

0
Rapat koordinasi kelurahan dan perusahaan. (Syakurah)

BONTANG – Keluhan warga di kawasan Jalan Pelabuhan 3, Kelurahan Tanjung Laut Indah, akhirnya mendapat respons serius dari pihak kelurahan dan sejumlah perusahaan yang beraktivitas di wilayah tersebut.

Ruas jalan ini memang menjadi lokasi keluar-masuknya truk pengangkut batu koral, atau bahan material bangunan yang selama ini memicu debu beterbangan hingga ke permukiman warga.

Lurah Tanjung Laut Indah, Ardiansyah, mengatakan rapat koordinasi digelar di kantor kelurahan pada Senin (3/10/2025) lalu. Pertemuan tersebut melibatkan perwakilan perusahaan, turut hadir pula Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dishub, Kecamatan Bontang Selatan, Bhabinkamtibmas, serta pengurus RT 14.

“Tujuan utamanya agar aktivitas truk pengangkut material tidak lagi menimbulkan keresahan warga,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, pihak kelurahan dan perusahaan menyepakati lima poin penting yang akan menjadi acuan bersama.

Pertama, seluruh kendaraan wajib menggunakan penutup terpal agar material tidak berjatuhan di jalan. Kedua, kapasitas muatan harus disesuaikan dengan ketentuan kendaraan. Ketiga, batas kecepatan kendaraan ditetapkan 10–20 km/jam saat melintasi Jalan Pelabuhan.

Keempat, perusahaan diwajibkan melakukan pengecekan rutin pada kendaraan, termasuk memastikan tutupan bak belakang terkunci rapat sebelum beroperasi. Terakhir, aktivitas pengangkutan dihentikan sementara setiap pukul 15.00 Wita, bertepatan dengan jam pulang sekolah di SMP Negeri 3 Bontang yang berada di jalur tersebut.

Selain lima poin itu, ditambah perusahaan juga menunjukkan komitmen sosialnya dengan melibatkan warga sekitar dalam kegiatan pembersihan jalan pada malam hari. Upaya ini dilakukan karena keterbatasan tenaga kebersihan milik DLH.

Pihak perusahaan pun bersepakat melakukan penyemprotan jalan secara berkala, untuk menekan sebaran debu ke lingkungan pemukiman.

“Kesepakatan ini sudah disetujui bersama dan akan mulai kami awasi. Jika masih ada pelanggaran, akan kami tindaklanjuti ke dinas terkait di tingkat kota,” tegas Ardiansyah.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Lulus Sertifikasi Barista, Haidir Alam Ciptakan Kopi Kekinian Ramah di Kantong

0
Haidir Alam, Owner Minum Dulu Leh cekatan meracik kopi pesanan pelanggan. (Ramlah/Radar Bontang)

SANGATTA — Semangat wirausaha di kalangan muda Kutai Timur (Kutim) semakin tumbuh. Salah satunya ditunjukkan oleh Haidir Alam, pemuda asal Sangatta yang berhasil lulus sertifikasi barista, dan langsung menerapkan ilmunya dengan membuka usaha kopi kekinian bernama Kedai Minum Dulu Leh.

Usaha ini berawal dari pengalaman pribadinya sebagai pecinta kopi, yang kerap kesulitan menikmati racikan ala coffee shop karena kesibukan kuliah dan pekerjaan. Dari situ muncul ide untuk menciptakan produk kopi yang praktis, mudah dibawa ke mana-mana, namun tetap memiliki cita rasa premium seperti di kafe.

“Kadang karena sibuk, nggak sempat nongkrong di coffee shop. Jadi saya pikir, gimana kalau kopi enak bisa dinikmati di mana saja, tanpa ribet,” ujar Haidir Alam, Owner Kedai Minum Dulu Leh, Kamis (6/11/2025).

Haidir merupakan peserta pelatihan barista selama empat hari yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan mulai dari sejarah kopi, penggunaan alat, teknik pembuatan berbagai minuman berbasis espresso, hingga standar pelayanan pelanggan.

Setelah pelatihan, ia langsung mengikuti uji kompetensi barista yang digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan dinyatakan kompeten.

“Alhamdulillah, hasilnya kompeten. Saya langsung ingin membuktikan bahwa ilmu dari pelatihan ini bisa diterapkan secara nyata,” ungkapnya.

Kini, dari kedai rumahan yang berlokasi di Jalan Sulawesi, Perum PS Jaya No. A1, Sangatta, Haidir menghadirkan berbagai varian kopi pilihan dari daerah seperti Lampung, Temanggung, Arjasari Bandung, dan Toraja.

Seluruh biji kopi di Kedai Minum Dulu Leh di-roasting sendiri, sehingga tingkat kekuatan rasa dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan.

“Kami ingin tetap membawa suasana seperti di depan meja bar. Pelanggan bisa request rasa bold, lungo, single atau double shot. Semua kami sesuaikan, tapi tetap dengan harga yang ramah di kantong,” jelasnya.

Menurutnya, konsep kopi dan susu kekinian yang ditawarkan sangat cocok untuk kalangan muda Sangatta yang ingin menikmati kopi berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Target kami anak muda yang aktif, dinamis, dan ingin praktis. Jadi kami buat kopi yang simple, enak, dan bisa dibawa ke mana-mana,” tambahnya.

Kepala Disnakertrans Kutai Timur, Roma Malau, mengapresiasi langkah Haidir yang berhasil mempraktikkan keterampilan hasil pelatihan menjadi usaha nyata.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi contoh positif bagi generasi muda untuk berani berwirausaha.

“Kami sangat mengapresiasi peserta yang bisa langsung memanfaatkan keterampilan hasil pelatihan untuk membuka usaha. Ini bukti bahwa program pelatihan benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Roma Malau.

Kedai Minum Dulu Leh kini menjadi salah satu contoh keberhasilan program pelatihan berbasis kompetensi yang digelar pemerintah daerah. Dari ruang pelatihan, Haidir berhasil menciptakan produk lokal yang bukan hanya nikmat, tetapi juga mendorong semangat kewirausahaan di kalangan muda Sangatta.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam

Pantau Inflasi, DKUMPP Bontang Rutin Survei dan Update Harga Komoditas Tiap Hari

0
Kepala Bidang Perdagangan Kota Bontang, Sunita Sinaga (kiri). (Syakurah)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang terus memperbarui harga komoditas pasar. Hal ini rutin mereka lakukan tiap hari.

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita Sinaga, mengatakan bahwa pihaknya memiliki tim khusus yang tiap harinya turun langsung ke tiga pasar yang ada di Kota Bontang.

Tiga pasar tersebut yakni Pasar Taman Rawa Indah, Pasar Taman Telihan dan Pasar Taman Citra Loktuan. Masing-masing pasar biasanya diambil 3 orang sebagai sample yang mereka tanyai secara bergantian, terkait naik turunnya harga komoditas pasar.

“Pedagang ‘kan biasanya nggak hanya jual satu jenis bahan saja, jadi tiga orang cukup untuk mengetahui harga-harga di sana, untuk itu sample tiga orang ini cukup,” terangnya.

DKUMPP memberikan informasi harga, dengan mengumumkannya tiga kali dalam seminggu di laman sosial media mereka seperti instagram.

Pihaknya juga harus mengirimkan data tersebut ke kementrian perdagangan, minimal tiga hari sekali agar mereka dapat mengoreksi jika terdapat inflasi di suatu daerah.

“Jadi data itu semua daerah setor ke kementrian. Biasa kami update harga dari tiga pasar tersebut, kami upload hari Senin, Rabu, Jumat,” tambahnya.

Dengan terus memperbarui harga-harga pokok pasar, pihaknya dapat mengetahui permasalahan yang terjadi di Kota Bontang jika terdapat kenaikkan disuatu produk. Hal ini berbanding lurus dengan program DKUMPP yang rutin melaksanakan Warung Tekan Inflasi (Wartek In) On The Spot.

“Pada awal tahun harga beras benar-benar melonjak, untuk itu kami sebagai pemerintah perlu membantu masyarakat dengan melakukan Wartek In ini,” katanya.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

Pemilik Gudang Wajib Urus TDG!

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang kembali mengingatkan, setiap kegiatan usaha yang memiliki fasilitas pergudangan wajib melengkapi dengan Tanda Daftar Gudang (TDG).

Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita Sinaga, menyampaikan saat ini masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum mengurus TDG, meski pihaknya telah melakukan imbauan dan sosialisasi langsung di lapangan.

“Masih ada beberapa gudang di wilayah Bontang yang belum memiliki TDG. Padahal, izin ini adalah dasar bagi kami dalam melakukan pengawasan,” jelasnya, Senin (3/11/2025)
Lebih lanjut, ia menegaskan, kepemilikan TDG bukan hanya soal kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga bagian dari pendataan dan pengawasan aktivitas pergudangan di Kota Bontang.

“Kalau TDG sudah terbit, data gudang di Bontang akan lebih tertata, dan pengawasan dari pemerintah bisa dilakukan lebih efektif,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Rutin Tera Ulang, Ingin Wujudkan Tertib Ukur di Bontang

0
Ilustrasi. (ist)

BONTANG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang melalui UPT Metrologi Legal rutin melaksanakan kegiatan pengawasan dan sidang tera ulang pompa ukur BBM di SPBU. Hal itu diungkapkan Kepala UPT Meterologi DKUMPP Bontang, Ida Jubaedah.

Ida menjelaskan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjamin kebenaran pengukuran serta melindungi hak konsumen, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

“Tera ulang bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan keadilan dalam transaksi perdagangan. Masyarakat harus yakin bahwa setiap liter BBM yang dibeli benar-benar sesuai ukurannya,” ujarnya.

Selain melindungi konsumen, kegiatan tera ulang juga menjadi upaya nyata pemerintah daerah dalam mewujudkan tertib ukur di Kota Bontang. Dengan keakuratan alat ukur, kepercayaan antara pelaku usaha dan konsumen dapat terus terjaga.

Melalui kegiatan ini, DKUMPP Bontang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya metrologi legal sebagai bagian dari tata niaga yang adil, transparan, dan terpercaya.

“Harapannya, dengan kami rutin melakukan ini, masyarakat bisa lebih percaya dengan volume bahan bakar di SPBU,” tandasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Pentingnya Produk Lokal Diberi Label dan Brand Resmi

0
Beragam produk lokal Bontang terpajang di UMKM Center. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdaganagan (DKUMPP) Bontang mendorong setiap produk lokal yang dihasilkan oleh warga Bontang memiliki label dan brand resmi.

Sekretaris DKUMPP Bontang, Alfrita Junain Sande, menegaskan bahwa keberadaan brand menjadi penanda penting dari sebuah produk, baik dalam kegiatan promosi maupun pameran. Menurutnya, tanpa identitas yang jelas, produk berkualitas sekalipun akan sulit dikenal luas.

“Kita ingin setiap produk yang dihasilkan warga Kota Bontang punya identitas jelas. Kalau sudah berkualitas, produk itu bisa dibawa ke mana-mana,” ujarnya Senin (3/11/2025) kemarin.

Ia menekankan, bahwa keikutsertaan dalam pameran atau event promosi harus selalu disertai brand yang jelas.

“Jadi nanti setiap kali ada pameran, saya selalu bertanya, ini punya siapa? Brand-nya mana? Jangan sampai kita membuat produk tapi tidak punya brand. Nanti, meskipun produknya bagus, identitasnya hilang dan tidak diakui sebagai karya kita,” tambahnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Dua Remaja Pengedar Sabu di Gunung Panjang Diringkus Polres Berau

0
Satresnarkoba Polres Berau kembali mengamankan dua pelaku yang diduga kuat terlibat dalam peredaran sabu di Kelurahan Gunung Panjang. (Istimewa)

BERAU – Dua remaja berinisial AP (21) dan SPJ (24) diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Berau setelah diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Senin (3/11/2025) malam.

Penangkapan dilakukan sekitar pukul 19.00 Wita setelah polisi melakukan pengembangan dari kasus sebelumnya yang menjerat tersangka AR. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 15 bungkus sabu dengan total berat bruto 5,67 gram, bersama sejumlah barang bukti lainnya seperti botol teh pucuk, sedotan bekas pembungkus sabu, serta dua unit telepon genggam.

Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, menjelaskan bahwa penangkapan kedua pelaku berawal dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka AR yang lebih dulu diamankan. “Dari hasil pemeriksaan, AR mengaku telah memberikan sabu kepada dua orang, yaitu AP dan SPJ, untuk diedarkan,” ungkap Agus.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas segera melakukan penyelidikan dan berhasil meringkus kedua pelaku di wilayah Gunung Panjang. Saat diinterogasi, keduanya sempat mengaku telah membuang paket sabu ke lokasi tertentu sebelum ditangkap.

“Tim kami langsung melakukan pencarian dan berhasil menemukan barang bukti yang telah dibuang, disaksikan oleh warga sekitar,” terangnya.

Kedua tersangka kini telah diamankan di Mapolres Berau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi memastikan akan menindak tegas jaringan peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat.

“Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas AKP Agus Priyanto. (MK)

Editor: Agus S

Otorita IKN Gelar Workshop Pencegahan HIV/AIDS untuk Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat

0
Dihadiri oleh puluhan peserta, Workshop Pencegahan HIV/AIDS dilaksanakan di Ruang Serbaguna Kemenko 3, KIPP Nusantara, Senin (3/11/2025).

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat pembangunan manusia melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat. Sebagai wujud kepedulian terhadap isu kesehatan publik, Otorita IKN menggelar workshop pencegahan HIV/AIDS di Ruang Serbaguna Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin (3/11/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Otorita IKN dalam menyediakan ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat untuk berdialog langsung dengan tenaga medis mengenai isu-isu kesehatan, khususnya penyakit menular. Workshop tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pencegahan sejak dini serta penghapusan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.

Acara menghadirkan dua narasumber ahli, yakni dr. Pratono, M.Epid. dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan dr. Jumria T. Panggalo, Sp.PD. dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sepaku. Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, yang mewakili Otorita IKN dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya kesadaran kolektif terhadap penyakit menular seperti HIV/AIDS.

“Meskipun Otorita IKN tidak hanya berfokus pada edukasi masalah kesehatan HIV/AIDS, penyakit ini merupakan salah satu yang perlu kita waspadai. Karena itu, baik masyarakat maupun pemerintah harus memahami pentingnya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit menular,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Pratono menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat ke-14 dunia dalam jumlah orang yang hidup dengan HIV (ODHIV). “Dengan posisi Indonesia di peringkat ke-14, penting bagi kita memperkuat sistem pengendalian HIV/AIDS, termasuk melalui proses screening kesehatan yang dapat dilakukan dengan dukungan lembaga seperti Palang Merah Indonesia (PMI),” jelasnya melalui virtual meeting via Zoom.

Dalam sesi berikutnya, dr. Jumria menggambarkan fenomena HIV/AIDS seperti gunung es, di mana sebagian besar kasus tidak terdeteksi karena gejalanya tidak langsung terlihat. “Banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah membawa virus ini. Biasanya hal ini terjadi pada fase awal penyebaran virus ke dalam tubuh,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya membangun Nusantara sebagai kota yang tidak hanya cerdas dan hijau, tetapi juga sehat dan tangguh secara sosial. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan publik. (MK)

Editor: Agus S

Otorita IKN Tanam 600 Pohon Peringati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

0
Dalam semangat memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh setiap 5 November, Otorita IKN menanam 600 pohon di Plaza Seremoni, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN pada Rabu (05/11/2025). (Foto: OIKN)

NUSANTARA – Dalam semangat memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) yang jatuh setiap 5 November, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menanam 600 pohon di Plaza Seremoni, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Rabu (5/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Otorita IKN dalam memperkuat implementasi konsep Forest City dan mewujudkan kota yang selaras antara manusia, flora, dan fauna.

Kegiatan penanaman ini diikuti oleh Insan Otorita IKN bersama Asosiasi Petani Ibu Kota (APIK) Samboja dan Samboja Barat. Jenis tanaman yang ditanam beragam, mulai dari Duren Tembaga, Duren Oche, Kelengkeng, Sawo, Mangga Kiojaya, Mangga Merah, Alpukat Peed, Alpukat Miki, Rambutan, Jambu Air, Durian Generatif, hingga jenis endemik Kalimantan seperti Balangeran, Meranti, dan Kapur.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen menjaga keseimbangan ekologi di kawasan pembangunan ibu kota negara.

“Penanaman pohon akan terus kita dorong menjadi budaya di IKN. Kita bekerja sama dengan Asosiasi Petani Ibu Kota (APIK) untuk memastikan perawatan dan teknik penanaman yang benar. Mudah-mudahan pohon yang kita tanam dapat tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Basuki.

Sementara itu, anggota Asosiasi Petani Ibu Kota (APIK) Samboja dan Samboja Barat, Agus Triyono, memberikan masukan teknis agar proses penanaman di wilayah IKN disesuaikan dengan karakteristik tanah Kalimantan.

“Kita punya kearifan lokal tersendiri karena karakter tanah di Kalimantan berbeda. Disarankan agar tanaman di IKN ditambahkan mikroba dan pupuk cair secara berkala agar lebih subur dan tahan terhadap kondisi tanah asam,” jelas Agus.

Melalui momentum Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya menjadikan Nusantara bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kelestarian alam Indonesia. Penanaman pohon menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan petani lokal untuk mewujudkan Forest City — kota hutan yang menumbuhkan kehidupan manusia, puspa, dan satwa secara harmonis. (MK)

Editor: Agus S

Kriteria Penilaian Lomba Video Pendek di HUT ke-23 RSUD Taman Husada

0
Kabag Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman saat ditemui. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Humas, dan Kerjasama RSUD Taman Husada Bontang, Syariful Rahman membeberkan ciri-ciri dalam kriteria penilaian di lomba video pendek, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 RSUD Taman Husada.

Kriteria penilaian di lomba tersebut, meliputi yang pertama video harus sesuai dengan tema yang telah ditentukan, yakni ‘Ajakan Hidup Sehat dan Pengalaman Positif di RSUD Taman Husada’.

Selanjutnya kriteria kedua harus orisinalitas dan kreativitas, ketiga ada nilai pesan dan daya persuasif, keempat kualitas teknis (audio dan visual), kelima kejelasan dalam alur cerita, keenam durasi sesuai dengan aturan lomba.

“Adapun kriteria lainnya seperti etika dan norma yang dimana video tidak mengandung SARA, beserta dengan juara favorit akan ditentukan berdasarkan jumlah like dan views,” jelasnya, Rabu (5/11/2025).

Syariful Rahman menambahkan, jika di perlombaan video pendek ini, tidak dipungut biaya. Bahkan lomba ini terbuka untuk umum, jadi siapa saja boleh ikut untuk mendaftar di luar pegawai RSUD Taman Husada

“Total hadiah sudah kami siapkan, untuk para pemenang nantinya. Jadi siapa pun boleh ikut bergabung dalam lomba video pendek ini, dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku,” tutupnya. (Dwi/Adv)

Editor: Yusva Alam