Beranda blog Halaman 519

Dorong Wujudkan Lingkungan Bersih, Pemkot Gelar Gesit Movement Forum

0
Kegiatan Gesit Movement Forum, yang berlangsung di Auditorium Wali Kota Bontang. (Dwi/RadarBontang).

BONTANG – Demi mendorong dan mewujudkan lingkungan Kota Bontang yang bersih, pemerintah kota (Pemkot) menggelar kegiatan Gesit Movement Forum, sebagai upaya bersama untuk memperkuat peran serta instansi pemerintah, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat dalam mengelola sampah yang baik.

Reni Murni, Founder SMPS Life Changing Institute, menyampaikan bahwa kegiatan forum ini diselenggarakan sebagai upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai program gesit, sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk saling bertukar pandangan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membangun karakter.

“Meskipun gesit merupakan program pemerintah, keberhasilannya hanya dapat dicapai melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat Bontang, tetapi kebersihan lingkungan juga merupakan tanggung jawab bersama dan sebuah komitmen bersama,” ucapnya, Rabu (26/11/2025).

Sebab masih ada pihak yang belum menerima informasi secara menyeluruh, sosialisasi lanjutan akan dilakukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum hadir. Serta kepada seluruh lapisan-lapisan masyarakat untuk bisa mengenal dan saling bahu membahu dalam melaksanakannya.

“Jadi, nantinya sebuah tim khusus akan dibentuk, dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai koordinator utama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Reni juga menyampaikan pandangannya bahwa upaya ini mencerminkan kepedulian dan kasih sayang pemerintah, khususnya Wali Kota Bontang kepada masyarakatnya.

Layaknya orang tua yang ingin melihat anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sadar, dan lebih berkualitas, pemerintah berupaya membimbing masyarakat melalui program ini.

“Bagi Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, langkah ini bukan hanya semata mengelola sampah, tetapi membangun manusia, membentuk kebiasaan dan karakter yang menjadi bekal jangka panjang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Neni selalu mengingatkan bahwa, jika Bontang mampu mengurangi sampah dan menjadi kota yang bersih, dengan manfaatnya akan kembali kepada masyarakat itu sendiri. Sebagai karakter mereka yang bertumbuh, dan rasa tanggung jawab.

“Sehingga pembangunan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan fasilitas saja, akan tetapi juga dari segi kualitas karakter, mentalitas, dan jiwa warganya. Di sanalah masa depan Bontang dibangun,” tutupnya.

Penulis: Dwi S
Editor: Yusva Alam

Perketat Keamanan Pangan, DPMPTSP Wajibkan SLHS Sebelum Usaha Dibuka

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG — Setiap pelaku usaha di sektor makanan dan minuman di Kota Bontang, kini diwajibkan mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebelum mulai beroperasi. Hal ini diterapkan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang.

Kepala DPMPTSP Bontang, Aspiannur menjelaskan bahwa SLHS menjadi syarat utama bagi usaha pangan, untuk memastikan proses produksi hingga penyajian makanan memenuhi standar kebersihan. Menurutnya, aspek higienitas tidak bisa ditawar karena menyangkut keselamatan konsumen.

“SLHS ini bukan sekadar persyaratan administrasi, tetapi jaminan bahwa makanan yang dikonsumsi masyarakat aman,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan, mekanisme pengurusan SLHS saat ini telah terintegrasi secara digital. Pelaku usaha hanya perlu menyiapkan identitas diri, legalitas usaha, serta sertifikat pelatihan higiene sanitasi. Seluruh dokumen dapat diajukan melalui sistem OSS maupun aplikasi online milik Dinas Kesehatan.

“Sekarang pengurusannya jauh lebih mudah, cukup secara online,” katanya.

Setelah permohonan masuk, tim dari Dinas Kesehatan akan turun langsung melakukan pemeriksaan ke lokasi usaha. Proses inspeksi meliputi kondisi sanitasi tempat produksi, kebersihan peralatan, hingga pemeriksaan sampel makanan apabila diperlukan. Dari hasil inilah ditentukan apakah usaha tersebut layak memperoleh SLHS.

Aspiannur juga menyampaikan, masa berlaku SLHS adalah tiga tahun dan dapat diperpanjang sebanyak dua kali selama pelaku usaha tetap mematuhi standar kebersihan. Namun, ia mengingatkan bahwa ketentuan teknis dapat menyesuaikan regulasi di masing-masing daerah.

Melalui kebijakan ini, DPMPTSP berharap para pelaku usaha semakin serius dalam menjaga mutu dan keamanan produk yang dijual kepada masyarakat.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

DPMPTSP Soroti Perizinan Pembangunan Vihara di Jalan Arif Rahman Hakim

0
Ilustrasi. (Ist)

BONTANG – Progres perizinan pembangunan salah satu vihara di Kota Bontang kembali menjadi perhatian Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Dalam waktu dekat, instansi tersebut akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi, guna memastikan proses administrasi berjalan sesuai ketentuan.

Kepala DPMPTSP Bontang Aspiannur, menegaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan langkah penting untuk memverifikasi kelengkapan dokumen, serta memetakan kemungkinan hambatan yang dialami pihak pengelola.

“Melalui pengecekan langsung, kami bisa memastikan sejauh mana prosesnya berjalan. Kalau ada masalah, bisa segera kami carikan solusi bersama,” jelasnya, Senin (24/11/2025).

Ia menambahkan, pengecekan teknis seperti kesesuaian tata ruang, persyaratan bangunan, hingga rekomendasi pendukung harus dipastikan lengkap sebelum perizinan dapat tuntas. Karena itu, tim DPMPTSP nantinya juga memberikan pendampingan apabila ada dokumen atau tahapan yang perlu diperbaiki.

Pihaknya menjelaskan monitoring rutin dapat mempercepat penyelesaian perizinan tanpa mengabaikan aspek keamanan, fungsi bangunan, maupun aturan penggunaan ruang.

“Kami ingin semua proses legalitasnya terpenuhi, sehingga kegiatan keagamaan ke depan bisa berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Pembangunan vihara tersebut sebelumnya sempat terkendala ketentuan dalam SKB 3 Menteri, yang dimana paling sedikit terdapat 90 KK sebagai jemaat serta 60 tanda tangan persetujuan warga. Namun regulasi itu tetap memungkinkan untuk dilanjutkan apabila memperoleh persetujuan dari wali kota.

Vihara Nanasamvara ini berada di Jalan Arief Rahman Hakim, Kelurahan Belimbing, Bontang Barat. Adapun Peletakan batu pertama dilakukan pada 23 Februari 2022.

Penulis: Syakurah
Editor: Yusva Alam

DKUMPP Beri Pelatihan 48 Pengurus dan Pengawas Koperasi

0
Kegiatan pembukaan pendidikan dan latihan pengurus koperasi, Rabu (26/11/2025) di Hotel Andhika. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menggelar kegiatan pendidikan dan latihan pengurus koperasi, Rabu (26/11/2025) di Hotel Andhika. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 26 hingga 28 November 2025.

Ridwan, Pengawas Koperasi Ahli Muda DKUMPP menjelaskan bahwa kegiatan ini ditujukan kepada pengurus dan pengawas koperasi se-Kota Bontang. Pengurus koperasi sebanyak 24 orang dan pengawas juga 24 orang.

“Kegiatan kami bagi jadi 2 tempat. Pelatihan pengurus di Hotel Andhika dan pelatihan pengawas di Hotel Raodah,” ujar Ridwan dalam laporannya.

Kegiatan ini mengundang 3 pemateri yang berasal dari Ikatan Akuntan Indonesia Cabang Kaltim dan Lembaga Diklat Profesi Cendikia di Karanganyar Provinsi Jawa Tengah.

Dijelaskannya, tujuan kegiatan ini pun terbagi 2. Bagi pengurus koperasi agar meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan keuangan koperasi, termasuk penyusunan laporan keuangan, analisis usaha, dan penyusunan RKAPB koperasi.

Sementara bagi pengawas koperasi, untuk memperkuat kemampuan pengawasan, agar pengawas mampu memeriksa aktivitas usaha, laporan keuangan, serta memastikan kepatuhan terhadap aturan RKAPB koperasi yang disahkan.

“Kegiatan ini diadakan didasarkan pada UU Nomor 26 Tahun 1992 tentang perkoperasian. Juga DPPA DKUMPP sub kegiatan peningkatan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi SDM koperasi tahun anggaran 2025,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Pojok IKM Berdasi: Inovasi DKUMPP untuk Pendampingan UMKM

0
Pojok IKM Berdasi di UMKM Center. (Yusva Alam)

BONTANG – Bagi pengusaha UMKM yang membutuhkan pendampingan usaha, bisa datang ke Pojok IKM Berdasi (berdaya saing dan inovasi) yang terletak di UMKM Center, Jalan Parikesit.

Kepala Bidang Industri DKUMPP Bontang, Muhammad Ridwan menjelaskan, Pojok IKM Berdasi sengaja dibuat sebagai bentuk inovasi dari bidang yang ia pimpin. Dimana di tempat ini menjadi sekretariat bagi pengusaha UMKM yang membutuhkan pendampingan usaha dari DKUMPP.

Pihaknya melakukan jemput bola. Mendekat ke para pengusaha UMKM. Karenanya penempatan sekretariat Pojok IKM Berdasi di UMKM Center, agar para pengusaha UMKM tak perlu jauh-jauh datang ke Kantor DKUMPP di Bontang Lestari.

“Waktunya fleksibel. Kalau mereka butuh bisa menghubungi nomor hotline yang tercantum. Kemudian janjian bertemu di tempat ini. Pihaknya selalu siap melayani,” beber Ridwan.

Para pengusaha UMKM ini dapat meminta bantuan pendampingan mulai dari kemasan produk, pengurusan sertifikat halal, perizinan, dan lain sebagainya.

“Semoga upaya ini dapat semakin membantu UMKM dalam mengelola usahanya,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Bidang Perdagangan DKUMPP Hitung Nilai Perdagangan di Pasar untuk Siapkan Renstra 2025

0

Bidang Perdagangan DKUMPP mulai melakukan penghitungan nilai perdagangan di sejumlah pasar tradisional sebagai dasar penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025. Langkah ini penting untuk memastikan data riil aktivitas ekonomi di tingkat pasar dapat menjadi acuan kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam penguatan sektor UMKM dan stabilitas harga.

Ingin tahu kabar terkini Koran Digital Radar Bontang?
Kunjungi link di bawah ini untuk membaca e-paper lengkapnya:

👉 E-Paper Lengkap
https://koran.radarbontang.com

👉 Versi Mobile
https://digital.radarbontang.com/rb26nov2025/mobile/

Radar Bontang – Aktual & Terpercaya!

Jumat Besok, Pemenang Dekranasda Award 2025 Akan Diumumkan

0
Para juri dan panitia Dekranasda Award 2025 berfoto bersama usai penilaian. (Yusva Alam)

BONTANG – Dekranasda Bontang bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang bakal mengumumkan para pemenang Dekranasda award 2025, Jumat (28/11/2025) besok.

Pengumuman pemenang itu rencananya akan dibuatkan event sendiri agar meriah.

Kepala Bidang Industri DKUMPP Bontang, Muhammad Ridwan menjelaskan, untuk memeriahkan acara pengumuman pemenang, pihaknya akan bekerjasama dengan PKK. Dimana di hari Jumat itu sejak pagi sampai malam, akan digelar lomba PKK antar kelurahan.

“Tempat lomba PKK di UMKM Center. Biasanya kalau lomba antar kelurahan itu ramai. Semoga semakin menyemarakkan acara pengumuman pemenang,” harap Ridwan.

Diketahui, Dekranasda Award 2025 ini diawali dari proses pendaftaran yang berlangsung sejak tanggal 3-24 November 2025. Kemudian di tanggal 25 November 2025 proses penilaian lomba.

Dekranasda dan DKUMPP berharap, diadakannya lomba ini dapat memotivasi pengusaha UMKM, agar lebih berkreasi dan berinovasi pada produknya. Selain itu hasil dari lomba ini bisa lebih luas pemasarannya. Karena pengumuman pemenang akan dibuatkan acara sendiri.

“Tujuan lainnya untuk promosi UMKM center. Karena ada produk-produk mitra binaan. Agar orang-orang semakin tau tempat ini dengan banyaknya event-event yang digelar,” pungkasnya.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Materi Inti Pembinaan UMKM: Bagaimana Cara Bertahan dan Kembangkan Usaha

0
Muslim, pemateri sosialisasi dan pembinaan bagi pengusaha UMKM inisiasi DKUMPP Bontang. (Yusva Alam)

BONTANG – ‘Bagaimana cara bertahan dan mengembangkan usaha’ jadi POV materi yang disampaikan oleh Muslim, pemateri sosialisasi dan pembinaan bagi pengusaha UMKM, Senin (24/11/2025) di Cafe Uttara. Kegiatan ini inisiasi Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang, yang diikuti para pengusaha UMKM di bawah binaan DKUMPP Bontang.

Dijelaskan Muslim, segmentasi peserta kegiatan ini merupakan para pengusaha UMKM. Orang-orang yang sudah memulai usaha, bukan yang baru mau mulai usaha. Sehingga konsentrasi materi yang diberikannya lebih ke bagaimana cara bertahan dan mengembangkan usahanya.

“Kalau segmen baru memulai usaha akan beda materinya. Lebih ke bisnis planning. Harus kuat mengkonsep usahanya. Juga bagaimana melihat potensi yang dimiliki,” ujarnya.

Dikatakan Muslim, harus diakui persaingan usaha saat ini semakin meningkat. Apalagi UMKM yang berbasis jualan di rumah. Harus menghadapi persaingan UMKM pendatang baru. Maka kalau tidak berinovasi akan sulit bersaing. Sesuai data yang dia dapatkan, sekarang ada sekitar 22 ribu UMKM di Bontang.

Bagaimana UMKM bisa bertahan di tengah persaingan? Setelah kuat pondasinya dan punya sistem, baru bisa mengembangkan usahanya. Salahsatunya beradaptasi dengan teknologi. Lebih cermat dan cerdas menggunakan media sosial untuk mendukung usaha-usaha yang dijalankan.

Kemudian dicontohkan, salahsatu cara UMKM bertahan adalah dengan melakukan riset. Untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Kemudian menggunakan media sosial untuk mempromosikan usahanya. “Kalau punya produk bagus tapi kurang promosi akan susah bertahan. Harus bisa menonjolkan sisi-sisi keunikannya, dan jangan bertahan pada konsep lama. Harus berdaptasi dengan perkembangan yang ada,” bebernya.

Ditambahkannya lagi, para pengusaha UMKM jangan hanya terpaku pada modal. Karena kita punya potensi-potensi yang sangat banyak untuk dikembangkan untuk mendongkrak usaha. “Misal kita punya kecakapan komunikasi, harus terus diasah sehingga kita bisa mempromosikan usaha kita dengan baik. Punya media sosial juga terus dikembangkan,” pungkasnya.

Pemateri adalah seorang motivator dan pembina UMKM di bawah binaan Hidayatullah, Samarinda.

Penulis/Editor: Yusva Alam

DKUMPP Gelar Sosialisasi dan Pembinaan bagi Pengusaha UMKM

0
Sosialisasi dan pembinaan bagi pengusaha UMKM, Senin (24/11/2025) di Cafe Uttara. (Yusva Alam)

BONTANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang menggelar sosialisasi dan pembinaan bagi pengusaha UMKM, Senin (24/11/2025) di Cafe Uttara. Kegiatan ini diikuti para pengusaha UMKM di bawah binaan DKUMPP Bontang.

Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUMPP Bontang, Muh Takwin menjelaskan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang diadakan rutin setiap tahun. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para Pengusaha UMKM lokal, agar dapat mendongkrak usaha mereka.

“Penopang perekonomian bangsa itu ya dari UMKM. Kalau meningkat kualitas produk mereka meningkat juga penjualannya, maka ekonomi pun akan ikut membaik,” bebernya.

Para pengusaha UMKM akan mendapatkan materi-materi seputar cara meningkatkan penjualan, baik secara offline maupun online.

Kegiatan ini diikuti 50 pengusaha UMKM Bontang. Terbagi menjadi 2 sesi, pagi dan siang. Pemateri adalah Muslim, seorang motivator dan pembina UMKM di bawah binaan Hidayatullah, Samarinda.

“Peserta merupakan pengusaha UMKM yang belum pernah ikut kegiatan serupa di tahun-tahun sebelumnya. Jadi bergilir yang ikut sosialisasi ini,” pungkas Takwin.

Penulis/Editor: Yusva Alam

Sat Lantas Kutim Jaring 26 Pengendara di Operasi Zebra Mahakam

0
Salah satu pengendara yang terjaring razia karena menggunakan knalpot modifikasi. (Ist)

SANGATTA – Sebanyak 26 pengendara terjaring dalam Operasi Zebra Mahakam 2025 yang digelar Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Kutai Timur (Kutim) di Road 9, depan PT DMM Sangatta, Selasa (25/11/2025) sore.

Penertiban ini menyasar kelengkapan surat-surat kendaraan, serta kepatuhan pengendara terhadap aturan berlalu lintas.

Operasi dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Kutim, AKP Rezky Nur Harismeihendra, dengan melibatkan 50 personel gabungan, terdiri dari Polantas, PM, TNI AD, Provos, Bapenda, hingga Jasa Raharja. Seluruh personel sebelumnya mengikuti apel pengecekan kesiapan, termasuk administrasi dan SOP penindakan.

Dalam razia tersebut, petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap SIM, STNK, dan kondisi kendaraan.
Hasilnya, ditemukan 26 pelanggaran yang ditindak melalui tilang manual, dengan rincian: 6 pelanggaran SIM, 16 pelanggaran STNK, 4 pelanggaran kendaraan roda enam (R6).

Beberapa kendaraan yang melanggar turut diamankan sebagai barang bukti dan dibawa ke kantor Sat Lantas Polres Kutim untuk proses lebih lanjut.

Kasat Lantas AKP Rezky menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah penting untuk menekan potensi kecelakaan sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Operasi ini kami laksanakan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan berlalu lintas. Harapannya, kesadaran masyarakat bisa terus tumbuh sehingga keselamatan di jalan dapat terwujud,” jelasnya.

Ia juga mengimbau pengendara agar tidak mengabaikan kelengkapan berkendara, menggunakan helm SNI, tidak melawan arus, serta mematuhi aturan kecepatan.

Secara terpisah, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto mengapresiasi langkah Sat Lantas yang menjaga ketertiban di Jalan Road 9. Menurutnya, kepatuhan masyarakat menjadi faktor utama terciptanya keselamatan berkendara.

“Kami tidak hanya menindak, tetapi juga mengedukasi. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

AKBP Fauzan berharap masyarakat mendukung upaya Polri dalam menekan angka kecelakaan dengan selalu disiplin saat menggunakan jalan.

“Kepatuhan Anda sangat membantu menciptakan jalan yang aman untuk semua,” tutupnya.

Penulis: Ramlah
Editor: Yusva Alam